Women In Digital Era With Indosat Ooredoo

D alam rangka memperingati     Hari Wanita Sedunia (Women’s International Day)   yang jatuh pad...


Dalam rangka memperingati  Hari Wanita Sedunia (Women’s International Day) yang jatuh pada tanggal 8 Maret, Indosat Ooredoo mengajak perempuan Indonesia untuk melek dunia digital dan memanfaatkan mobile internet.  Jakarta, 17 Maret lalu Indosat Ooredoo mengadakan talkshow dan masterclass yang bertajuk "Women Connected to Mobile Internet: Women in Digital Era".  Banyak perempuan Indonesia yang belum tersentuh mobile digital technology atau belum memahami bagaimana cara menggunakan internet yang bisa bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Sementara perempuan memiliki peranan penting dalam membangun ekonomi digital Indonesia. 

Bapak Alexander Rusli, President Director and CEO Indosat Ooredoo memaparkan era digital memang sangat terasa membawa perubahan juga peluang. Oleh sebab itu kita sebagai perempuan Indonesia harus pintar memanfaatkan peluang yang ada. Indosat Ooredoo ingin memastikan bahwa akses internet dan teknologi digital dapat membantu perempuan Indonesia memaksimalkan potensinyasehingga dapat mencapai impian dan cita-cita, meningkatkan kualitas hidup dan menjadi Digital Super Woman.  Komitmen Indosat  ini diwujudkan melalui program CSR Indosat Ooredoo pilar Women Empowerment yang telah menjadi bagian dari pilar utama program CSR Indosat sejak tahun 2012. 

Alexander Rusli
Indosat Ooredoo memiliki program CSR yang dikhususkan kepada perempuan, yakni Inspirasi Perempuan Indonesia (INSPERA). INSPERA memiliki fokus pada dua program utama, yang pertama meningkatkan kemampuan dan keterampilan perempuan untuk dapat memperoleh penghasilan, memberikan akses pendanaan dan layanan keuangan. Kedua, meningkatkan jumlah perempuan untuk mendapatkan akses informasi dan fasilitas telekomunikasi melalui berbagai layanan dan aplikasi, kegiatan komunitas perempuan, seminar, sharing, pameran digital dan kewirausahaan.
Acara talkshow menghadirkan beberapa perempuan hebat dibidangnya masing-masing mulai dari elemen pemerintah, pengusaha wanita, hingga psikolog anak. Diantaranya Meutya Hafid (Wakil Ketua Komisi I Bidang Telekomunikasi dan IT DPR-RI), Niluh Djelantik (Founder&CEO Niluh Djelantik), Destriana Cantikadewi (Founder HOPE-House of Perempuan), Kurie Suditomo (Founder Coding Indonesia) dan Nuriyah (Kelompok Soka Ayu). 

para digital super women
Menurut Meutya Hafidpemerintah harus berkomitmen mewujudkan internet bagi masyarakat Indonesia, tujuannya agar perempuan Indonesia tidak tertinggal jauh dalam hal knowledge mengenai digital dengan perempuan di negara lain. Niluh Djelantik wanita hebat yang punya usaha alas kaki selama 13 tahun di Bali ini mengatakan sudah saatnya wanita Indonesia memanfaatkan teknologi, karena sekarang ini era digital dan semua serba digital. Untuk melayani customer nya, Niluh berupaya untuk membangun hubungan personal dan ini sangat penting untuk dibangun. Ini dilakukan dengan aktif di social media seperti instagram, ia dengan senang hati menerima complaint dari konsumen ataupun masukan dari konsumen mengenai desain alas kaki nya. Ibu Nuriyah dari kelompok Soka Ayu, sangat berterima kasih pada Indosat karena telah memberi kesempatan pada perempuan Indonesia untuk mendapat binaan dari Indosat Ooredoo. Kelompok Soka Ayu ini terdiri dari kumpulan wanita dan ibu rumah tangga yang menerima keterampilan dan kerajinan membatik Banyumasan, selain itu pemanfaatan teknologi informasi juga menjadi bagian dari pelatihan. Kudie Suditomo Founder Coding Indonesia, awalnya ibu dari dua orang anak ini melihat kecendurangan anak-anak yang sangat asyik bermain internet. Dari situ timbul ide untuk memperkenalkan anak-anak dengan komputer yaitu games. Caranya bukan dengan mengajarkan anak bermain games tetapi justru membuat games. Dan yang diajarkan adalah berupa coding. Lain halnya dengan Destriana Cantikadewi, Founder House of Perempuan ini awalnya membuat HOPE karena ingin menjadi tempat curhatnya para wanita, tepatnya sebagai fasilitator, bahkan HOPE juga mencari solusi akan pemasalahan wanita yang curhat dengan langsung menghadirkan psikolog ternama. Jadi bukan sekadar ajang curhat biasa, tetap mencari solusi untuk permasalahan.

Chief Human Resource Officer Indosat Ooredoo, Ripy Mangkoesubroto mengatakan di era digital pemberdayaan perempuan harus mencakup aspek digital, sehingga perempuan Indonesia mampu berperan dan memiliki digital knowledge dan skill yang setara dengan kaum pria ataupun perempuan dari negara lain. Dengan digital knowledge dan skill para perempuan Indonesia akan mampu meraih berbagai kesempatan yang ditawarkan oleh ekonomi digital, termasuk akses pendanaan. Secara internal Indosat Ooredoo mengharuskan perempuan-perempuan Indosat Ooredoo untuk memiliki akun social media, tujuannya agar perempuan Indosat ini menjadi inspirasi bagi perempuan lain. Target Indosat di tahun 2020 akan meningkatkan akses wanita ke mobile internet  menjadi 43%. Teknologi mempermudah kehidupan kita, wanita Indonesia sudah saatnya memanfaatkan perkembangan digital. 













You Might Also Like

6 komentar

  1. Setuju banget kalau perempuan harus melek teknologi, mba :)

    BalasHapus
  2. Wah ini berarti Indosat peduli perempuan ya Mak? Keren kampanyenyaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mak...perempuan masuk dalam 3 pilar nya indosat

      Hapus
  3. Kereeen Indosat Ooredoo, semoga program CSR nya tepat guna dan tepat sasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga mas Agung..program CSR nya sudah berjalan :-)

      Hapus