Diabetes Penyakit Tidak Menular Tapi Berbahaya

G aya hidup tidak sehat adalah salah satu faktor risiko tertinggi timbulnya diabetes, bukan hanya...

Gaya hidup tidak sehat adalah salah satu faktor risiko tertinggi timbulnya diabetes, bukan hanya karena faktor keturunan dari keluarga saja. Diabetes adalah salah satu penyakit tidak menular (TDM) tetapi penyakit ini penyebab kematian tertinggi di dunia. Apakah yang dimaksud dengan diabetes? Diabetes yang seringkali disebut kencing manis adalah suatu kondisi di mana kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi. Terdapat 2 tipe diabetes, yakni:
  • Diabetes tipe yang biasanya diderita sejak kanak-kanak, tidak diketahui penyebab tepatnya, dan tidak dapat dicegah. Tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin, karenanya diabetes tipe 1 sangat bergantung pada terapi insulin untuk kelangsungan hidup dan pemeliharaan kesehatannya.
  • Diabetes tipe 2 merupakan bentuk umum dan diidap sekitar 90% penderita diabetes di seluruh dunia. Diabetes tipe ini, pankreas menghasilkan jumlah yang tidak memadai insulin atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang tersedia dengan benar. Diabetes tipe ini biasanya terjadi pada orang dewasa, dan lebih sering  terjadi pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.


sumber: Kementrian Kesehatan RI



D
iabetes merupakan salah satu dari empat prioritas Penyakit Tidak Menular, selain itu diabetes penyebab utama untuk kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan amputasi kaki. Tapi jangan khawatir karena diabetes dapat dicegah atau kejadiannya dapat ditunda.Yang terpenting kita harus lawan diabetes dengan konsumsi makanan sehat dan gizi seimbang. Sebaiknya konsumsi buah sayur minimal 5 porsi perhari, sedapat mungkin menekan konsumsi gula hingga maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari, menghindari makanan/minuman yang manis dan berkarbonasi. Selain itu perbanyak melakukan aktivitas fisik seperti olah raga teratur, berjalan kaki, membersihkan rumah, upayakan dilakukan  secara BBTT (baik, benar, teratur dan terukur).  Jaga berat badan agar tetap ideal dan tidak berisiko, periksakan juga gula darah dan tensi darah secara teratur.
sumber: Kementrian Kesehatan RI
sumber: Kementrian Kesehatan RI
Komplikasi diabetes berkembang secara bertahap, ketika terlalu banyak gula menetap dalam aliran darah untuk waktu yang lama, hal ini dapat mempengaruhi pembuluh darah, saraf, mata, ginjal dan sistem kardiovaskular. Komplikasi termasuk serangan jantung dan stroke, infeksi kaki yang berat (menyebabkan gangren, dapat mengakibatkan amputasi), gagal ginjal stadium akhir dan disfungsi seksual. Kabar baiknya, komplikasi diabetes dapat dicegah dengan melakukan hal-hal penting seperti: minum obat secara teratur seperti yang ditentukan oleh dokter, mengetahui dengan teratur tingkat gula darah dengan pergi untuk tes rutin dan check-up, makan sehat konsumsi banyak sayuran dan buah, kurang lemak, gula dan makanan asin, tetap aktif secara fisik, waspada dengan infeksi kulit dan gangguan kulit, pergi untuk pemeriksaan mata secara teratur, perhatikan semua rasa kesemutan, rasa terbakar, hilangnya sensasi dan luka pada bagian bawah kaki.

Masalah kaki merupakan penyebab penting dari komplikasi pada individu dengan diabetes. Selama bertahun-tahun sirkulasi darah di tungkai dan kaki dapat menjadi buruk dan saraf menjadi kurang sensitif. Individu dengan diabetes tidak sadar bisa melukai kaki mereka karena berkurangnya sensasi. Pasien berisiko untuk terjadi masalah kaki lebih sering pada usia lebih dari 40 tahun. Untuk mencegah komplikasi kaki sebaiknya teratur memeriksakan berbagai kondisi kaki, seperti perdarahan dan kapalan, lecet, kuku tumbuh ke dalam, kulit kering dan pecah-pecah, kemerahan, bengkak, kehangatan, nyeri pada kaki, penyembuhan lambat dari luka. Dengan perawatan kaki yang tepat, diperkirakan sebanyak setengah dari amputasi tungkai dan kaki bisa dicegah. Selain itu pilihan yang tepat untuk alas kaki sangat penting.

Dr. Lily  S. Sulistiawaty Direktur Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Dr. Lily menjelaskan ada empat pilar pengendalian penyandang diabetes yaitu aktivitas fisik, nutrisi (anjuran gizi), monitoring gula darah dan patuh obat. Penderita diabetes nggak harus minum susu tertentu, yang penting makanan harus variatif dan diet seimbang, mulailah untuk meneliti label makanan, natural atau asli alami tak berarti selalu aman di konsumsi. Penderita diabetes tetap bisa beraktivitas seperti biasa selama disiplin dengan jumlah kalori yang dibutuhkan. Penyandang diabetes juga bisa mendonorkan darahnya selama kadar gula darahnya terkendali. Pada tahun 2015, Indonesia menempati peringkat ke tujuh dunia untuk prevalansi penderita diabetes tertinggi di dunia setelah China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Meksiko.  2/3 orang dengan diabetes di Indonesia tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes, dan berpotensi untuk mengakses layanan kesehatan dalam kondisi terlambat (sudah dengan komplikasi). Diabetes dengan komplikasi inilah yang merupakan penyebab kematian.
sumber: Kementrian Kesehatan RI


You Might Also Like

0 komentar