Semakin Digital Bersama Telkom

H idup di jaman digital asiknya mendapat informasi mengenai apa pun dengan mudah ditemui. Baik lewat sosial media maupun internet. Komu...


Hidup di jaman digital asiknya mendapat informasi mengenai apa pun dengan mudah ditemui. Baik lewat sosial media maupun internet. Komunikasi juga tambah lancar, nggak perlu khawatir lagi dengan jarak yang jauh, dengan teknologi digital yang jauh menjadi lebih dekat. Banyak berbagai aplikasi di ponsel yang bisa di download untuk memudahkan berkomunikasi dengan teman, keluarga ataupun orang-orang terdekat, yang penting selama ada akses internet. Serunya lagi komunikasi jadi lebih hangat saat kita bisa melihat wajah orang-orang tersayang melalui vidio call dan sejenisnya.

Saya ingat pertama kali menggunakan sarana komunikasi menggunakan wartel (Warung Telekomunikasi) yang di support oleh Telkom saat itu. Jaman sekolah menengah dan tinggal berjauhan dengan orang tua, wartel inilah menjadi tempat untuk mengobati rindu. Sambil asik menelfon biasanya mata saya selalu tertuju pada angka yang terdapat didinding wartel berupa waktu menelfon dan biaya telfon, biaya telfon lokal dan interlokal berbeda tarif saat itu. Namanya anak kos, khawatir saja kalau keasikan menelfon interlokal uang nya kurang. 

Dulu, sebelum teknologi secanggih sekarang, koin alias uang logam selalu penuh di dompet, bukan untuk bayar parkiran atau untuk jajan tapi untuk menelfon di telfon umum yang saat itu cukup banyak di bangun oleh Telkom di beberapa lokasi tertentu dan pastinya strategis agar mudah dijangkau, seperti dekat sekolahan, di pusat perbelanjaan, toko buku, dan beberapa lokasi strategis lainnya. Masukkan koin, angkat  anggang telfon setelah koin masuk langsung deh pencet nomor, eh tapi kalau telfon umum ini hanya untuk menelfon lokal saja nggak bisa interlokal. Berdiri di telfon umum saat itu ngetren sekali, sayang nya nggak ada sosial media, kan bisa langsung share di sosmed sebagai bukti kalau pada saat itu saya juga pernah kekinian haha. 


Lama kelamaan Telkom mengeluarkan BeKen Calling Card alias kartu Bebas dan Terkendali. Kartu ini merupakan kartu prepaid. Jadi hanya bisa dipakai buat nelfon sebanyak jumlah yang tertera di kartu, nggak perlu khawatir kelebihan pakai. Kalau keasikan nelfon pun nggak masalah, toh kalau kartu habis telfonnya bakal otomatis terputus. Saya sering dibelikan ayah kartu ini biar nggak repot-repot lagi cari wartel, jadi sistemnya pakai pin yang ada di kartu. Jujur saja saat itu fasilitas dan produk yang dikeluarkan oleh Telkom sangat memudahkan saya sebagai anak kos untuk tetap berkomunikasi dengan keluarga. Saking berkesannya, kartu BeKen ini masih saya simpan sekarang, biar nanti kelak saya bisa menjelaskan ke anak-anak saya bagaimana pengalaman saya pernah hidup di era belum digital.

Yang namanya telfon rumah wajib ada, orang tua saya sudah sejak lama menjadi pelanggan Telkom. Ini untuk memudahkan ayah dan ibu saya untuk menelfon anak-anaknya saat itu. Kalau saya sudah beberapa hari nggak nelfon, biasanya ayah nelfon ke ibu kos. Meskipun ibu kos punya telfon rumah, kami nggak bisa seenaknya menggunakan telfon, jadi cuma bisa menerima telfon saja. Itupun sudah membuat senang, masih diperbolehkan menerima telfon. Komunikasi sangat penting untuk saling mengabari antara saya dan orang tua, menanyakan kesehatan dan aktivitas selama sekolah. Bayangkan seandainya saat itu nggak bisa komunikasi, bisa nangis seharian soalnya saya selalu homesick.


Telfon Rumah

Sekarangpun saya masih tetap menggunakan produk Telkom, yakni Telkomsel Simpati dan Kartu Hallo. Bedanya dengan dahulu saat menjadi anak kos, saya nggak mesti cari warung telekomunikasi lagi untuk menelfon orang-orang tersayang, bisa berkomunikasi dimana saja hanya dengan menekan tombol-tombol di ponsel. Mengenai tarif, untungnya lagi keluarga saya baik orangtua maupun abang dan adik-adik semua memakai Telkomsel jadi tarifnya lebih murah. Percaya kan kenapa bisa lebih murah? Yups, karena di Telkomsel ada program Talkmania untuk sesama pengguna Telkomsel. Setiap hari saya atau adik selalu mengaktifkan Talkmania ini dan selalu bergantian. Kalau siang hari saya atau adik sibuk, biasanya malam hari alternatifnya untuk saling menelfon. Yang bikin senang saya bisa teleconference dengan orangtua, adik dan abang saya, saya merasa mereka sangat dekat nggak ada jarak, dan kami seperti lagi berkumpul di rumah saja saking serunya.

Untuk mengaktifkan Talkmania juga gampang, saya lebih sering mengaktifkan melalui aplikasi My Telkomsel. Masuk ke aplikasi, kemudian login dengan nomor Telkomsel, pilih menu paket dan akan keluar beberapa kategori paket tinggal pilih sesuai kebutuhan, kalau mau aktifkan Talkmania kita pilih paket telfon dan nanti akan keluar beberapa pilihan lagi. Saya biasanya menggunakan Talkmania harian, hanya dengan potongan pulsa 4350 rupiah sudah bisa nelfon sepuasnya selama 50 menit. 



Awalnya ayah dan ibu saya kurang faham dengan internet, sesekali saya mengajari mereka juga untuk membeli paket data Telkomsel, jadi kalaupun kami dalam sehari belum ada komunikasi via telfon setidaknya kami bisa bertukar kabar via aplikasi messenger. Syukurnya perlahan-lahan mulai mengerti, jadi ayah dan ibu bisa up to date dengan kabar anak-anaknya. Biasanya sering menanyakan lagi apa, berada dimana, dan saya kerap mengirimkan foto ke mereka agar mereka senang. Apalagi kalau dikirimkan foto-foto cucunya. Kalau saya lebih sering minta kirimkan resep masakan ke ibu saya, dan kalau sudah selesai masak saya akan kirimkan foto hasil masakan saya ke ibu.


Selain mengajari mereka mengenai aplikasi messenger, saya juga sesekali mengirimkan link-link tulisan saya. Saya sering cerita ke ayah dan ibu kalau saya aktif menulis di blog, terkadang mereka suka koreksi juga tulisannya jangan terlalu frontal ya haha, ya maklum saja mereka khawatir karena sering melihat berita di televisi dan internet mengenai orang-orang yang ditangkap karena menulis hal yang tidak pantas di sosial media. Ya, begitulah internet ibarat dua mata pisau, selama digunakan secara positif maka positif pula hasilnya, dan digunakan untuk hal-hal negatif akan tidak baik juga hasilnya.

Senangnya kalau pakai Telkomsel Simpati dan Kartu Hallo, sinyalnya terjangkau sampai ke kampung halaman saya dan suami. Jadi, kalau lagi berada di kampung halaman pun saya tetap bisa eksis menggunakan internet dan berkomunikasi. Nggak seru kan kalau lagi dapat momen bagus di kampung halaman nggak langsung di share di sosial media. Biar orang-orang pada tau juga kalau pakai Telkomsel Simpati jangkauan sinyalnya bisa sampai ke pelosok. Saya juga tetap bisa online kapanpun untuk mengirimkan tulisan yang hampir dateline. Apalagi sekarang semakin canggih, dengan teknologi 4G dan 4G LTE akses internet semakin cepat.


meski lagi berada di pelosok desa momen penting tetap bisa di share di sosial media karena  akses internet Telkomsel Simpati yang mumpuni

Saya berangan-angan, seandainya jaringan Telkomsel semakin luas dan menjangkau ke seluruh pelosok tanah air, saya yakin tidak akan ada orang Indonesia yang tertinggal dan #IndonesiaMakinDigital. Semua orang bisa mendapatkan informasi lewat internet, dan para pelaku UKM yang ada di pelosok juga bisa memasarkan produknya melalui internet. Di era digital produk telekomunikasi dan internet haruslah bersahabat, lebih simpel, dan mudah diakses. Seperti Telkom yang selalu menganggap pelanggan sebagai sahabat.





You Might Also Like

55 komentar

  1. Waaah jadi inget zaman ngekost waktu kuliah, mau telpon cari wartel dulu hahaha. Sekarang enak ada hp, mau telpon kaoan saja bisa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbaak..dulu nyari warnet susahnya minta ampun sekarang era digital semua serba mudah :)

      Hapus
  2. Era digital memang perlu banget didukung provider yg mumpuni jangkauan pelayanannya hingga ke pelosok desa. Seperti tekomsel ini deh.

    Good luck, mbak Tuty.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak, kalau lagi asik pulang kampung tiba-tiba nggak ada sinyal rasanya tertinggal banget :)

      Hapus
  3. Telkomsel memang ok, karena menjangkau sampai ke pelosok kampung...keren mbak...

    BalasHapus
  4. Iya yah.. Betapa enaknya jadi anak zaman sekarang. Mau browsing apa pun cepat. Enam tahun lalu, waktu tugas penelitian kampus, terkendala sama jaringan. Jadinya keteter dan memakan waktu lama untuk bab 3. *di situ aku merasa sedih*

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya...teknologi melaju begitu cepat yaa, masih terbayang beberapa tahun yang lalu masih ngantri nongkrongin warnet haha

      Hapus
  5. jd inget jaman abg jg gak lepas dari wartel dan telepon koin :D skrg mah udah makin canggih ya mba :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iyaa...kemana mana bawa koin, kalau tiba-tiba peelu nelfon ada stock koin nggak ribet nukerin lagi :D

      Hapus
  6. Kalo telkomsel sih aku ga pake jujurnya. Tp produk telkom yg lain pake kyk utk telpon rumah, speedy dan indihome. So far sih juga puas ama pelayanannya.. Wifi kenceng banget dan stabil pula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pernah pakai speedy juga akses internet nya kencang memang :)

      Hapus
  7. Tosss mba sesama pengguna telkom

    BalasHapus
  8. Haha inget jaman dulu kalo mau nelpon kudu ke wartel dan akhirnya mama pasang telepon rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..akhirnya ayah di rumah sempat bengkak biaya telfonnya, ada anaknya yang pacaran malam-malam nelfon cewek nya haha, lucu ya kalo ingat jaman dulu, kabel telfon di tari ke kamar biar nggak ada yang dengerin :D

      Hapus
  9. Iya aku juga sim card nya pake telkomsel dan sinyalnya bagus banget walaupun lagi di pelosok :)

    BalasHapus
  10. aah aku ngerasain juga jamannya wartel, nelpon secukupnya dengan budget yg disediakan (kalo nelpon pacar)hahaha.

    Makin kesini telkom makin trus berinovasi yaa. Dan memang jaringannya di mana mana ada, manteng trus..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ketauan kan ya jaman dulu mainannya wartel hahaha

      Hapus
  11. Hahaha, sama banget Mba. Aku juga pertama kali nelfon pas SMA, nelfon kakak di Palembang dan selalu liat angkanya. Wkwkwk. Mahal soalnya.
    Sampai sekarang jaringan yang paling bagus memang Telkomsel ya Mba. Aku sempat berpindah jaringan, tapi pas pindah Palopo sinyalnya ampun susah banget.
    Akhirnya balik maning deh ke Telkomsel. Untuk jaringan internet sekarang aku pakai produk Telkom juga, yaitu IndoHome :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, Palopo lumayan jauh ya mbak...btw semoga lancar terus dengan produk Telkom yaa

      Hapus
  12. iyaaa mba... masih ingat dulu jaman wartel :") duh kayaknya nostalgia yaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iyaa, nggak mungkin dilupakan ituuu lucu

      Hapus
  13. Dulu setia banget saya dikit2 ke wartel. Nelepon sampe curhat ke sahabat bisa sejam hihi.

    Hehe saya pengguna setia telkomsel juga dari awal punya hp. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Puas banget dulu ya masuk di bilik wartel, di luar pada ngantri haha

      Hapus
  14. Telepon umum menyimpan kenangan. Wkkkw... pernah ngerjain seorang playboy berkat telpon umum pake koin. Wkwkkwkwkwk...

    BalasHapus
  15. ah aku jg jadi inget jaman2 mesti nyari wartel trus nangis bombay kl kartu prepaid telepon abis pulsanya. Aku sempet juga pakai2 kartu telepon yang bisa juga dipakai lewat telp rumah.
    Mudah2an Tmemang jaringan Telkomsel semakin menjangkau daerah2 yg ada di pelosok ya mbak agar bisa dinikmati semua orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya kadang saya nyetok kartu prepaid nya 2 atau 3 kartu hehehe biar nggak nangis bombay kalau habis mbaak, nggak seru kan kalo lagi asik ngobrol trus terputus :D

      Hapus
  16. jadi ingat dulu... suka ngumpulin uang seratusan yang gede buat nelpon gebetan hihihi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi ingat dulu jadi lucu kan yaa

      Hapus
  17. Dulu, waktu zaman mahasiswa suka banget nangkring di wartel, hehehehe ...sekarang segala sesuatu udah digital membuat hidup lebih mudah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa nggak ngantri lagi di wartel :D

      Hapus
  18. Di Ambon baru masuk jaringan 4G, mantab! bonus saya jd ga sia2 mba, 10 giga bisa sampe luber2 makenya, puaaaaas... dulu saya sebel banget jaringan 4G saya kebuang2, sampe pindah ke Halo unlimited, tp skrg ga lagi hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhh jadi puas ya pake internet nya...welcome 4G!

      Hapus
  19. Jadi ingat jaman kuliah dulu, rela antri di wartel buat nelpon ortu di rumah. Telkom memang sahabat kami

    BalasHapus
  20. Kalo sekarang apa-apa dikit tinggal cekrek ya Mba', langsung kirim via messenger ke orang tua, tanpa perlu ke warnet.. :D
    Saya juga pake telkomsel untuk internet di hp Mba', jaringannya stabil, dapet yang promo pula, sukses ya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya...makanya kemudahan di era digital ini sayang kalao nggak kita manfaatkan ya mbak :)

      Hapus
  21. Kalo soal sinyal di pelosok2 setuju banget mbaa, telkomsel emang juaraa... jd ingett duluu sering banget pake wartel, pake antri saking ramenya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha pengalaman yang sama ya mbak ngantri di warnet :D

      Hapus
  22. Saya juga pernah nyicip nelpon via wartel, dan rasanya degdegan bangettt kayak mau ketemu calon imam *eh
    hihi, maklum saya orang pelosok, bisa telpon-telponan via wartel itu wah sekali.

    Ah iya, di blog saya ada giveaway, barangkali mau ikutan...hayuk atuh main-main ke nuniekkr dot com
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mbak haha lasti pernah ngalamin kantong jebol juga dong ya kalo udh nelfon pacar di wartel haha...siaap ntar saya mampir ke blog nya ya

      Hapus
  23. Aih, jaman wartel dan telpon koin. Inget banget ngumpulin koin buat dipake nelpon hehehe.

    BalasHapus
  24. Tempatku lumayan pelosok, tapi berkat Telkomsel, saya enggak ketinggalan zaman dong :)
    tetap jadi emak digital :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi mbak..kita mah wanita digital sekarang

      Hapus
  25. kartu telponnya masih mulus mak :) dulu koleksi kartu telpon, pas pindahan dari garut ke depok, raiblah koleksiku

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya...disimpan dengan baik soalnya buat kenang-kenangan hehe

      Hapus
  26. Koin buat telpon di telpon koin..wkt telpon umum koin cm ada satu di kampung antrinya sampe kaya uler...alhamdulillah karena ada tlp koin urusan PR lumayan jd terbantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. meskipun waktu itu belum jaman digial tetap saja Telkom meudahkan kita berkomunikasi ya mbak :)

      Hapus
  27. Di rumah sampai saat ini juga ajib ada telepon rumah mbak hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha..iya sama mbak, masih sangat diperlukan mbak :)

      Hapus
  28. Biasanya dlu seneng nelvonin keluarga yang jauh-jauh, tau tau habis aja,, hehe
    Abis kesepian dirumah,, hehe

    BalasHapus