Pages

  • Home

travel beauty

Spicey Garden
Area Spicey Garden yang instagramable

Saya dan suami punya selera yang sama untuk urusan kuliner. Makanya kami berdua kompak banget untuk mencoba menu-menu unik apalagi menu makanan dan resto viral. Sudah pasti cusss langsung meluncur cari lokasi resto dan nyobain menunya. Iyes, bersyukur banget pokoknya bisa satu selera jadi nggak repot untuk urusan menu makanan. Termasuk kalau lagi pengen makan di rumah, baik saya maupun suami yang masak tetap ya satu selera hihi!

Ngomongin selera meski selalu sama tetapi juga kadang berbeda saat pilih menu. Itupun karena alasan tertentu. Misalnya saya pilih menu oseng-oseng ayam, suami pesannya spaghetti. Nah, ini nih yang bikin sering nggak habis pikir. Kenapa? Karena menu yang dipesan suami pasti saya yang makan. Dan di meja santapan kami bertukaran. Hihi, kalian pasutri yang sama nggak sih kayak kami?


Well, masih bahas makanan nih. Baru-baru ini saya bareng teman-teman blogger komunitas Food Blogger Indonesia icip-icip menu di cafe Spicey Garden di Pondok Cabe, Pamulang. Jujurly ini pertama kalinya ke Spicey Garden. Benar-benar surprise, harga makanan dan minuman di sini ramah di kantong.


Selain itu cocok banget jadi tempat nongkrong yang ramah keluarga dengan fasilitas taman bermain anak. Areanya dibiarkan terbuka dan didesain tanpa kaca jadi aman untuk aktivitas anak-anak, mereka bisa berlarian tanpa alas kaki. Fasilitas lainnya yang menurut hemat saya bisa dibilang tempat ini benar-benar recommended dikunjungi adalah adanya fasilitas parkir mobil dan motor, toilet, mushola, live music setiap Jumat sampai Sabtu, dan ini yang penting banget free WiFi dan tersedia colokan di beberapa sudut, jadi nggak cuma nongkrong aja sambil kerja juga bisa. Komplit banget fasilitasnya.


Spicey Garden Pondok Cabe
Area parkir mobil di Spicey Garden 

Fasilitas Bermain Anak
Salah satu fasilitas bermain anak

Spicey Garden terbilang baru, karena mulai beroperasi sejak satu tahun lalu. Cafe ini buka Senin sampai Minggu mulai pukul 15.00 hingga 23.00 WIB. Lokasinya cukup luas, tak hanya cocok jadi tempat nongkrong dan kulineran bareng keluarga saja, tapi juga bisa untuk berbagai acara. Seperti ulang tahun, arisan, gathering, bahkan wedding. Spicey Garden bisa menampung sampai 500 orang. Area nya ada indoor, semi outdoor dan area outdoor.


Spicey Garden
Area indoor dan outdoor di Spicey Garden 

Spicey Garden
Live music di Spicey Garden 

Menu yang ditawarkan di Spicey Garden cukup bervariasi, mulai dari menu Indonesia seperti nasi goreng, mie goreng, sate, sampai menu western seperti pasta, spaghetti, steak, dan burger. Kemarin tuh pas banget Spicey Garden punya menu baru buat penggemar makanan pedas bahkan bisa dibilang super pedas.


Berikut menu deretan menu baru di Spicey Garden:


Menu Pedes Abizzz

Menu pedes abizzz juga beragam, pengunjung bisa memilih mulai dari ayam, iga bakar, cumi, dan udang. Pengunjung juga bisa memilih paket lengkapnya dengan nasi dan ice tea. Level pedas dapat dipilih mulai dari standard atau level 0, level 1, level 2, hingga level 3. Bahkan level standard nya pun sudah masuk kategori "pedesnya gile abisss". Makanya dikenal dengan jargon "pedesnya gile abisss". 


Ayam Pedes
Menu Ayam Pedes dan Iga Pedes

Ikan Bakar Pedes
Ikan Bakar Pedes

Minuman – Premium Ice Tea 

Es teh di Spicey Garden adalah minuman dengan teh dengan racikan khas Spicey Garden yaitu dengan menggunakan teh assam hitam dari Sri Lanka, mawar hitam dan vanila. Teh ini dicampur dengan potongan buah yang dapat dipilih sesuai keinginan kita, mulai dari mangga, strawberry, markisa atau mix fruit (custom sesuai keinginan).


Premium Ice Tea
Premium Ice Tea

Spicey Garden juga menawarkan paket serba 20,000 yang isinya ada nasi, ayam paha bawah pedes abizz, ice tea tawar juga promo bayar 4 dapat 2 untuk menu pedes abizzz . Buruan ya guys karena promo ini hanya berlaku sampai 12 November 2023 saja. Menurut saya sih semua menunya recommended karena pas banget di lidah. Pengen kasi jempol deh buat Chef Kevin.


Chef di Spicey Garden
Chef Kevin, Chef di Spicey Garden 

Oh ya, buat teman-teman yang mau nyobain dan menikmati menu baru di Spicey Garden secara gratis, coba deh ikutan challenge makan nasi ayam pedes level 3 dalam waktu 15 menit tanpa minum selama 5 menit setelah makanan habis. Kalau kalian bisa melewati tantangan ini kalian akan mendapatkan gratis makanan dan free minuman ice kue putu. Sebelumnya saya mau ngasih bocoran kalau nasi ayam pedes level 0 nya aja udah pedes, kebayangkan nasi ayam pedes level 3 nya, hihi!


Udah penasaran dengan menu-menu dan promo apa aja di Spicey Garden? Ikuti terus update nya dengan cara follow dan mengunjungi akun Instagram Spicey Garden di sini.








Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Beli Daging Steak 

Siapa yang pernah patah hati? Sini kumpul membaca artikel ini dengan gembira bersama-sama. Saya yakin seyakinnya setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya patah hati. Dan patah hati itu bukan milik para anak remaja yang masih suka cabe-cabean. Patah hati bisa terjadi pada siapapun, baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Penyebab patah hati juga bukan hanya persoalan percintaan hubungan dua kekasih saja. Penyebab patah hati itu berbagai macam lho. Orang bisa patah hati karena kecewa. Kecewa dari di tinggal kekasih, kecewa karena php, kecewa karena permasalahan keluarga, kecewa karena permasalahan pergaulan dan lain sebagainya. 

Teman-teman pasti pernah mengalami salah satu penyebab patah hati yang saya sebutkan tadi. Sini guys, saya akan membahas patah hati dari berbagai sudut pandang dan bagaimana menyikapinya. Tentunya dengan opini saya pribadi sesuai dengan pengamatan juga hasil sharing dengan berbagai sumber yang saya dapatkan. Tapi janji ya, bahas patah hati ini nggak pake baperan. Kita bahas dengan riang gembira ya. Supaya tidak larut tak menentu dan jadi gabut, hehe. 

Orang patah hati itu gaes ya, yang dirasakan bermacam-macam. Kesal, sedih, kecewa bahkan juga marah dengan berbagai pertanyaan why yang takkan pernah terjawab.  Setabah-tabahnya seseorang yang patah hati tetap memerlukan waktu untuk meredakan dan menerima kenyataan patah hati. Suka tidak suka pengalaman patah hati ini pasti dirasakan dan dilewati. Tentunya bagian-bagian patah hati inilah yang membentuk karakter kita dalam menjalani kehidupan. Saya sendiri kalau lagi patah hati malah beli daging steak. Eh, memang apa hubungannya? Ntar deh saya jelasin kenapa patah hati justru makan daging steak. 

Daging Steak 

Seorang anak kecil yang merengek meminta sesuatu dari orang tuanya pasti akan kecewa jika tidak terpenuhi. Seorang remaja yang bercita-cita berprestasi di sekolah, tentu akan menjadi bersedih jika tak tercapai. Apalagi seorang yang telah dewasa yang memiliki banyak ekspektasi dari setiap proses yang dihadapi dan dilalui. Setiap waktunya selalu ada yang membuat kecewa namun pastinya sudah lebih siap dan tidak berdampak panjang pada kehidupan sehari-hari. Semua akan tampak seperti biasa karena pasti sudah pandai menyikapinya. 

Orang dewasa lebih cenderung bisa melampiaskan kekecewaan (kompensasi) dengan berbagai cara. Ada yang melakukannya dengan berolahraga. Main sepeda dari pagi sampai pagi lagi, halah. Lari-lari di treadmill, ada juga dengan menulis diary di buku, menulis artikel di blog, status sosmed, atau podcast. Atau yang lebih kreatif lagi kekecewaannya dilampiaskan dalam bentuk puisi, bahkan konten tidak jelas…hayo siapa yang suka gini? 

Guys, orang patah hati itu lebih cenderung menyimpan kemarahan. Dan menurut yang saya ketahui, orang yang sedang marah itu kehilangan energi sebanyak senilai 2 piring nasi makan. Makanya orang yang patah hati pasti akan merasa lapar. Biasanya dalam kondisi patah hati itu cenderung mencari makanan dimana saja, di kulkas, di meja makan dan bahkan bisa mengacak-acak isi dapur. Ini kehabisan energi atau emang doyan makan ya wkwk. 

Nah, sebenarnya ada tempat yang bisa membuat patah hati kita menjadi lebih bergaya dan berkelas. Nih, saya sarankan untuk pergi ke Holycow deh. Saya akan menjamin kebutuhan energi yang hilang ketika kecewa patah hati akan terbayarkan tuntas. Sepotong steak dengan berbagai varian saus dan sajian cantik akan dengan cepat mengembalikan energi dan dopamin bahagia. Makanya saya tuh daripada ribet mikirin patah hati ya mending beli daging steak, biar mengembalikan mood biar happy lagi. 

Cobain aja deh ya, meski cara orang untuk mengobati patah berbeda tapi yang saya alami ketika patah hati Holycow tak pernah jadi tempat failed untuk mengembalikan hormon bahagia saya. Makannya jangan sendiri, ajakin bestie atau orang yang paling kamu percaya kalau sewaktu-waktu pengen curhat. Atau kalaupun pengen sendiri bawa Laptop atau iPad lengkap dengan headset. Nikmatin deh tuh daging steak sambil dengerin musik favorit just in case musik yang diputar di Resto justru menambah rasa sakit hati. Mudahan-mudahan cara saya mengobati patah hati dengan beli daging steak bisa jadi rekomendasi ya. 






Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Saya dan Buku Sambal Roa 

Jujur bingung mau mulai dari mana nih nulisnya, hehe. Saya tuh happy banget diundang menghadiri peluncuran Buku Sambal Roa plus icip-icip kuliner Gorontalo. Lah bukannya blogger udah biasa dapat undangan seperti itu? Iya memang biasa tapi yang bikin beda acara peluncuran Buku Sambal Roa ini ada tulisan saya di dalamnya. 

Well, saya runut deh ceritanya bagaimana awal mulanya tulisan saya bisa nimbrung di Buku Sambal Roa. Jadi 1 April 2022 saya dan beberapa teman blogger diundang oleh Mbak Katerina kalian bisa kepoin IG nya di @travelerien selaku founder Komunitas Food Blogger Indonesia untuk mengikuti Instagram Live "Sambal Roa. Ragam, Resep, dan Rupiah" bersama Omar Niode Foundation @omarniode yang dipandu oleh Ibu Amanda Katili @amandakatili. 

Instagram Live yang membahas mulai dari berbagai jenis Sambal Roa, resepnya apa aja sampai menghasilkan pundi-pundi rupiah menjadi keseruan tersendiri karena menghadirkan beberapa sosok penting seperti Lidia Tanod (Penulis Seri Buku 100 Maknyus), Muthya Farida (Pemilik Dapur Dango), dan Titin Wala (Pemilik Roa Ria). Banyak banget wawasan seputar kuliner Indonesia yang saya dapatkan terutama mengenai per-samba-lan Nusantara, khususnya Sambal Roa. 


Nge-Review Sambal Roa di Blog Malah Jadi Buku 

Haru biru (sedikit lebay, maaf ya wkwk) terjadi ketika Mbak Rien menghubungi saya lewat jalur pribadi pesan WhatsApp menginformasikan bahwa tulisan saya mengenai Sambal Roa di blog pribadi akan dibukukan atas ide ibu Amanda Katili. "Wahhh… Beneran nih mbak"? Begitu ekspresi saya pertama kali merespon info yang diberikan Mbak Rien. Saya happy tentunya karena tulisan saya dan beberapa teman blogger lain mendapat apresiasi langsung dari pendiri Omar Niode Foundation yaitu ibu Amanda Katili untuk dibukukan. 

Penampakan Ikan Roa yang merupakan bahan dasar olahan Sambal Roa 

Nggak pernah terbayangkan sama sekali! Tulisan sederhana hasil review Sambal Roa menjadi salah satu artikel di sebuah buku. Artikel blog yang viewnya banyak aja saya udah happy apalagi tulisan menjadi bagian dari sebuah buku. Pastinya bersyukur banget karena tulisan saya bisa jadi sumber informasi atau bahkan inspirasi bagi orang-orang yang membaca. 


Peluncuran Buku Sambal Roa 

Saya bersama Ibu Amanda Katili (difotoin Mbak Rien) 

Mimpi apa ya saya mendapat ruang yang mudah-mudahan juga mencapai segmen pembaca buku terutama penyuka kuliner Indonesia. 

Ternyata kegembiraan saya nggak cukup sampai pada informasi bahwa tulisan dibukukan. Awal Februari 2023 Mbak Rien kembali menghubungi saya lewat pesan WhatsApp bahwa Buku Sambal Roa akan diluncurkan dan kami sebagai kontributor yang tulisannya ada di dalam buku tersebut diundang untuk mengikuti peluncuran buku Sambal Roa sekaligus berkesempatan icip-icip kuliner Gorontalo yang juga akan dihidangkan untuk para undangan. 

Peluncuran buku Sambal Roa pun berlangsung pada hari Minggu, 12 Februari 2023 di Restoran Nusa Indonesian Gastronomy, Jl Kemang Raya 81, Kemang, Jakarta Selatan. Resto ini milik Chef Ragil seorang chef yang dikenal cukup ahli berinovasi mengembangkan resep kuliner Nusantara. Sangat disayangkan saat peluncuran Buku Sambal Roa Chef Ragil nggak bisa hadir karena ada kegiatan lain. Tapi kehadiran Chef Ragil terwakili dengan sajian kuliner Gorontalo yang sudah dipersiapkan oleh timnya.  

Ibu Amanda Katili yang menginisiasi jadinya sebuah buku tentang Sambal Roa membuka acara peluncuran dengan menceritakan latar belakang bagaimana awalnya dari sekedar obrolan hangat via Live Instagram kemudian dibukukan. Peluncuran buku ini diiringi dengan obrolan seru bersama para narasumber yang sangat concern di dunia kuliner. Mereka adalah Mbak Ade Putri Paramadita seorang culinary storyteller, Ibu Lidia Tanod, Ibu Muthya Farida, Ibu Titin Wala, dan Ibu Tanti Soetjipto. 

Foto bersama para narasumber dan kontributor Buku Sambal Roa

Kegembiraan itu terasa semakin komplit karena bertambahnya relasi, pertemanan dengan para pecinta kuliner di peluncuran Buku Sambal Roa. Apalagi bertemu dengan beberapa narasumber yang sangat menginspirasi dari bagian negeri Indonesia yaitu Gorontalo. 

Kebanggaan menjadi bagian yang turut memberikan secuil makna tentang kuliner sambal Roa ini sepertinya menjadi starting poin dalam menulis aneka kuliner Indonesia lainnya. 


Icip-icip Kuliner Gorontalo 

Yang tak kalah seru dengan perhelatan launching Buku Sambal Roa adalah bagian icip-icip kulinernya. Nggak tanggung-tanggung kuliner yang disajikan adalah ragam kuliner Gorontalo. Saya benar-benar baru pertama kalinya nyobain aneka kuliner Gorontalo. Akhirnya saya juga bisa mencicipi si Pisang Goroho yang banyak ditemukan di Sulawesi yang cara makannya ditemani Sambal Roa. Unik banget! 

Pisang Goroho
Pisang Goroho yang sudah digoreng dapat disantap dengan cocolan Sambal Roa

Syukuran launching Buku Sambal Roa ditandai dengan potong tumpeng yang lauk pauknya aneka kuliner Gorontalo. Nyam nyam nyam.. Enak banget! 

Nasi tumpeng dengan aneka menu kuliner Gorontalo

Dari semua suguhan kuliner Gorontalo saya suka banget dengan Kue Perahu. Kue ini diolah menggunakan bahan santan dan gula merah dibungkus dengan daun tebu bentuk perahu. Next saya akan bahan khusus deh mengenai kuliner Gorontalo. 

Kue Cara Isi dan Kue Perahu

Menjadi salah satu kontributor di buku Sambal Roa memiliki hikmah tersendiri bag saya. Menjadi blogger dengan berbagai model gaya menulis atau niche lifestyle membuat saya menemukan berbagai macam pengalaman dalam menuliskan sesuatu. Termasuk menulis artikel bertema kuliner. Kesempatan seperti ini tentu tak akan pernah saya dapat kalau tidak menjadi blogger.

Oiya, saya mau info ke teman-teman kalau Buku Sambal Roa dibandrol dengan harga Rp. 75.000,- (tidak termasuk ongkos kirim). Teman-teman bisa pesan melalui Penerbit Diomedia - IG @penerbitdiomedia - WA 0 856-4376-2005 ya. 

 


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Daging Steak
Steak. Sumber: Canva 

Hai gaes, suka makan daging sapi steak? Pasti suka dong. Memanggang daging itu bagi kebanyakan kita orang Indonesia adalah sesuatu yang mevvah atau kalau mau dibilang humble, sesuatu yang spesial gitu lah. Memanggang daging bisa dijadikan sebuah momen untuk berkumpul bersama dalam acara keluarga atau bersama teman dan kolega. Hampir seperti kebiasaan warga dunia sih sebenarnya. Berkumpul saat memanggang daging atau saat menyiapkan makan bersama menjadi sesuatu bisa menghubungkan rasa saling mutual yang memberikan kenyamanan saat berkumpul bersama dan berbagi makanan. Tapi perlahan kegiatan seperti ini tidak hanya berlangsung di lingkungan rumah saja. Saat ini sudah bisa menikmati sajian daging panggang bersama hanya dengan cukup datang ke restoran yang khusus menyajikan daging steak.


Secara umum memanggang daging di Indonesia lebih sering dilakukan dengan memotong kecil-kecil setiap bagian daging kemudian ditusuk ke batang bambu menjadi sate bukan dalam potongan besar. Namun hal ini merupakan soal kebiasaan saja sih sebenarnya. Siapa disini yang suka makan sate atau daging panggang seperti steak? Selera setiap orang pasti berbeda ya kan. Walaupun begitu penyuka daging panggang juga masih memiliki selera yang berbeda dengan tingkat kematangannya lho. Nah, berikut ini beberapa tingkat kematangan daging steak menurut selera lidah orang Indonesia yang disukai maupun tidak disukai. Dua hal yang pasti adalah daging matang dan daging mentah. Daging mentah adalah daging yang belum melalui proses apapun setelah dipotong Walaupun sudah dimarinasi dan belum tersentuh panas pembakaran dari wajan atau api.


Untuk kematangan daging bisa dibedakan dalam beberapa klasifikasi seperti di bawah ini :

1. Rare

2. Medium Rare

3. Medium

4. Medium well

5. Well done

6. Overcook


1. Rare

Daging dalam kematangan rare bisa dibilang memiliki kematangan 20 persen saja. Kalau menurut lidah orang Indonesia masih dibilang mentah ya. Tapi masih ada yang suka juga sih tapi sedikit. Karena yang matang hanya sisi luar saja dan tipis sekali, sementara sebagian besar daging masih berwarna merah segar.


2. Medium Rare

Tingkat Kematangan Daging Steak
Medium Rare. Sumber: Canva 

Medium rare setingkat lebih matang dari Rare, buat lidah orang Indonesia masih masuk untuk dikunyah dalam mulut. Karena terasa sedikit lunak atau lembut. 40 persen daging sisi luar matang dan di tengah juga masih ada daging yang berwarna merah.

3. Medium

Medium lebih banyak disukai dan terasa pas dilidah orang Indonesia. Kematangan daging sisi luar hingga 50 persen. Setengah matang, namun begitu tidak banyak yang menyukai kalau daging masih setengah matang. Masih terasa daging mentah.


4. Medium well

Bisa dibilang matang, sisi luar matang hingga 75 persen. Dan lebih banyak disukai lidah orang Indonesia. Karena lebih mudah untuk dikunyah dan ditelan. Bagi kebanyakan orang Indonesia tingkat kematangan Medium well ini sering dipilih.


5. Welldone


Tingkat Kematangan Daging Steak
Welldone. Sumber: Canva 

Masak sempurna, 90 persen daging sudah matang, sisi luar dan dalam daging sudah berwarna kecoklatan. Bagi kebanyakan orang Indonesia ini juga jadi idola penikmat daging panggang. Karena daging terasa lebih nikmat dan lezat.


6. Overcook 

Tingkat kematangan melebihi ambang batasnya, atau terlalu matang. Meski masih bisa dimakan namun kurang nikmat. Daging sisi luar hingga kedalam berwarna gelap kecoklatan dan kurang disukai untuk daging yang terlalu matang seperti ini.


Soal kematangan daging merupakan ukuran seberapa besar orang menikmati makan daging sesuai lidah dan kemampuan mengunyah daging dalam mulut. Sebab pengaruh kesehatan juga menentukan kenikmatan memakan daging. Bagaimana jika mulut dalam keadaan sariawan, pasti saat makan daging tidak akan bisa menikmatinya bukan. Maka dari itu kenikmatan sesungguhnya adalah kesehatan yang kita miliki saat ini. Memakan daging juga merupakan cara agar tubuh menjadi sehat. Kandung protein dan gizi yang sangat baik ada pada daging. Bahkan dalam setahun sekali minimal orang harus makan daging. Karena jika tidak tubuh pasti akan memiliki kondisi yang kurang akan gizi.


Daging bisa memenuhi kebutuhan nutrisi baik untuk tubuh. Namun juga tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan. Karena akan meningkatkan obesitas yang menyebabkan kegemukan dan membuat tubuh juga terganggu kesehatannya. Jadi yang bijak ya dalam mengkonsumsi daging. Kita wajib menyesuaikan makanan yang masuk dalam tubuh kita sendiri. Karena ada pepatah makanlah makanan yang menyehatkan sesuai kebutuhan. Jangan sampai makan makan obat supaya sehat.


Kalau bicara selera pribadi, saya sendiri kurang banyak makan daging seperti sate. Tapi setiap setahun sekali pasti makan sate daging. Karena sajian makanan berbahan daging saat ini juga sudah banyak pilihan, seperti bakso. Tapi saat ingin makan daging saya memilih datang ke resto yang bisa menyediakan daging dengan kematangan yang sesuai selera saya. Makan di Holycow atau steak hotel by Holycow jadi pilihan yang tepat deh. Saya pun bisa memesan daging sesuai kemampuan lidah dan mulut saya mengunyah daging. Selain kematangan yang bisa saya pilih, pilihan sausnya juga enak banget.








Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Sumber:  Canva

Kalau kamu sedang ada di Kota Kembang, coba kunjungi salah satu restoran steak di Bandung yang sedang ramai diperbincangkan. Holycow adalah salah satu restoran yang menu utamanya adalah steak. Kamu pecinta steak atau ingin coba untuk pertama kali, sangat disarankan untuk mendatangi steak hotel by Holycow yang ada juga di beberapa tempat di kota besar lainnya.

Segala Sesuatu Tentang Restoran Steak di Bandung, Holycow 

Steak dikenal sebagai hidangan mahal yang kerap tersedia pada restoran kelas atas. Tapi kalau di Holycow, kamu diberikan berbagai opsi steak dari beberapa bagian sapi dengan menu dan harga yang terjangkau. Tentu ada bagian daging sapi yang mahal seperti Wagyu Rib Eye dan Australian Sirloin. Tapi semua dijelaskan dengan padat pada menu di restoran steak di Bandung yang sedang ngehits ini. 

  1. Restoran Hotel

Restoran yang menyajikan menu steak kerap menuliskan steakhouse pada nama usahanya. Holycow sedikit berbeda, agar lebih menonjol nama yang di branding adalah steak hotel by Holycow! Sudah bisa ditebak dong, konsep yang disajikan adalah hidangan steak yang berkualitas dan terjangkau. 

  1. Wagyu Yang Mahal 

Tidak banyak restoran steak di Bandung yang menyajikan hidangan barat seperti steak dengan fokus pada menu daging sapi ini. Sejak awal berdiri Holycow sampai sekarang, daging sapi Wagyu adalah bahan steak paling mahal karena impor dan dagingnya yang empuk. 

Holycow memiliki cara tersendiri untuk menyajikan steak Wagyu yang berkualitas tapi dengan harga bersahabat. Jadi, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya 500 ribu lebih untuk menyantap steak Wagyu. Holycow menyediakannya dengan nominal yang lebih terjangkau. 

  1. Menu Steak Bervariasi

Bukan hanya tingkat kematangan yang beragam, menu steak di Holycow juga ada beberapa pilihan. Kamu pasti tidak mengira kalau bisa merasakan lezatnya steak mulai dari harga 99.000 ribu saja. Porsinya pas dan kamu dapat memesan pilihan steak dari pilihan yang tersedia. 

Pengetahuan tentang bagian daging pun jadi bertambah. Holycow Bandung hanya memakai daging sapi premium berkualitas. Jadi, bagian manapun yang kamu pilih semua memenuhi standarisasi restoran higienis dan juga enak. Kamu bisa dine-in atau take-out, restoran steak kenamaan di Bandung ini menyediakan banyak pilihan steak yang akan memanjakan lidah para pengunjungnya. 

  1. Hadir di Beberapa Lokasi 

Kamu dapat mengunjungi Holycow TKP Bandung. Itulah sebutan yang dipakai Holycow untuk semua gerai dengan nama TKP. Walau terlihat sederhana, tapi bisa jadi ciri khas beda yang membuat orang untuk lebih mudah mengingatnya. Kamu dapat mengunjungi cabang Holycow di Jakarta, Jogja dan kota-kota lain yang bisa dilihat melalui website resminya. 

  1. Signature Dish 

Masuk ke restoran tentu wajib mengetahui apa signature dish dari tempat makan tersebut. Selain biasanya menu tersebut selalu ada, makanan yang jadi ciri khas restoran tentu sudah dijamin kelezatannya. Signature dish dari Holycow adalah tenderloin steak disajikan dengan french fries dan salad segar.

Menu lainnya adalah lolipop beef yang merupakan paduan antara short ribs dan cheese sauce yang juicy dan gurih. Menu ini dibalut dengan pastry ala Wellington, jadi crispy dan empuk dalam tiap gigitan. Belum lagi beberapa pilihan saus yang diracik khusus dan memberikan cita rasa berbeda. Pilihannya ada yang umum seperti lada hitam dan BBQ ada juga saus jamur dan aneka rasa lainnya. 

  1. Plant Based

Steak tanpa daging mungkin baru ada di Holycow. Kamu bisa menikmati steak yang terbuat dari protein nabati 100 persen hasil kerjasama dengan Green Rebel Foods. Bagi penggemar steak yang pernah mencobanya, varian ini mirip dengan steak berbahan daging. Jadi bisa jadi pilihan bagi kamu yang ingin rasa beda dari Holycow untuk hidangan steak di meja kamu. 

  1. Steak Ikan 

Pilihan selain steak nabati adalah steak salmon yang terbuat dari fillet ikan salmon berkualitas. Menu pendampingnya ada salad, potato, salad, dan saus pilihan kamu sendiri. Jadi, satu porsi sangat mengenyangkan dan lengkap. Benar – benar sudah memenuhi kebutuhan nutrisi. 

Itulah beberapa hal yang menjadi alasan mengapa kamu perlu mengunjungi Holycow, Restoran steak di Bandung yang populer dengan hidangan steaknya. Baik layanan, pilihan menu sampai kualitas daging sapi dan bahan lainnya, semua diperhatikan dan selalu terjaga. Yuk! Segera meluncur ke Holycow untuk acara keluarga, berdua dengan pasangan atau momen seru lainnya. 


Sumber

https://www.holycowsteak.com/blogs/story/7-rekomendasi-makanan-enak-di-steak-hotel-by-holycow

https://jabar.idntimes.com/food/dining-guide/debbie-sutrisno/mau-makan-steak-all-you-can-eat-yuk-coba-sensasi-baru-di-holycow








Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Sambal Roa
Sambal Roa, Ragam Sambal Indonesia

Makan tanpa sambal nggak akan nikmat bagi saya penyuka pedas. Ya, lidah saya tuh biasa memakan makanan dengan banyak cita rasa terutama rempah. Ayah berdarah Aceh dan Ibu berdarah Melayu-Padang sudah kebayang bagaimana lauk-pauk yang sehari-hari saya nikmati. Di rumah wajib ada sambal. Begitulah kebiasaan makan keluarga saya.

Apa saja sambal favorit keluarga saya?Banyak! Ibu saya suka berkreasi aneka sambal tergantung lauknya. Misalnya kalau lauk yang dimasak ikan goreng atau ikan asin maka yang cocok jadi temannya sambal terasi. Kemudian kalau lauknya ikan laut yang ukurannya besar dan digoreng atau diasap biasa yang cocok jadi temannya adalah sambal picit atau sambal nelayan. 

Sambal picit ini kesukaan saya. Sambal dibuat dari campuran bahan cabai hijau dan cabai merah yang dipotong bulat-bulat, tomat, belacan atau terasi, bawang merah diiris kasar, kemudian semua bahan di tekan-tekan pakai sendok dan diberi perasan air jeruk nipis. Aslii kalau ibu saya lagi buat sambal picit ini bakal nambah-nambah makannya apalagi pakai nasi panas. Hihi! Semoga saat kalian baca ini nggak lagi pada puasa ya. 

Ngomongin sambal, saya yakin teman-teman juga punya sambal khas di daerah masing-masing. Ada sambal matah, sambal bawang, sambal bajak, sambal dabu-dabu, dan masih banyak lagi.Namanya unik-unik, dan yang tak kalah unik adalah Sambal Roa. Ya, saya benar-benar baru tau kalau ada yang namanya Sambal Roa. 

Bincang-bincang Sambal Roa bareng Omar Niode Foundation

Apa itu Sambal Roa? Dari mana asalnya? Terbuat dari apa? Akhirnya kekepoan saya terjawab sudah setelah saya menonton Instagram Live di akun @omarniode 1 April 2022 lalu, talkshow yang dipandu Amanda Katili, Ketua Omar Niode Foundation ini menampilkan nara sumber Lidia Tanod dari Komunitas Jalansutra, yang merupakan penulis Seri Buku 100 Mak Nyus; Muthya Farida pemilik UMKM kuliner Dapur Dango; dan Titin Wala, pemilik UMKM Sambal RoaRia.

Sambal Roa
Instagram Live @omarniode 1 April 2022

Sambal Roa adalah sambal dengan bahan dasar ikan roa asap. Ikan roa yang juga dikenal sebagai julung-julung dengan nama latin Hemirhamphus sp ini banyak ditemui di perairan laut Utara Pulau Sulawesi sampai dengan Kepulauan Maluku. 

Sambal Roa ini adalah varian sambal dari Sulawesi Utara tapi digemari di berbagai daerah di Indonesia karena rasa gurih yang khas dengan aroma asap, dan tingkat pedas yang sangat menambah nafsu makan. Saya awal mencoba Sambal Roa sempat merasa keanehan karena rasa yang pertama sekali ditangkap lidah itu justru ikan roa asapnya baru kemudian pedas sambalnya. Jujurly baru kali ini makan sambal yang unik, dan lama-lama bikin nafsu makan bertambah, haha! 

Ternyata di daerah lain juga banyak jenis sambal yang juga sama-sama menggunakan bahan dasar ikan roa tapi nama sambalnya berbeda. Misal di Manado di sebut Sambal Roa, sedangkan di Gorontalo namanya Sambal Sagela, dan di Maluku istilahya adalah Sambal Galafea. 

Sambal Roa Nggak Hanya Teman Makan Nasi Saja 

Sambal Roa nggak cuma jadi teman makan nasi saja. Banyak cara lain menikmati Sambal Roa karena keunikan rasanya. Sambal Roa bisa jadi pelengkap makanan favorit kita lainnya. Misal dimakan dengan bubur, kalau di Manado disana orang-orang makan bubur Manado pakai Sambal Roa, selain itu bisa dimakan sebagai cocolan pisang goreng, uni goreng, kentang goreng, dll. Yang lebih nikmat lagi Sambal Roa dipakai untuk campuran pasta.

“Variasi Sambal Roa bisa beragam tergantung selera pembuatnya, ada yang menambahkan bawang putih dan bahkan terasi. Ikan roa segar yang diasap dengan kayu bakar dan yang diasap dengan mesin pengasap tentu akan berbeda rasanya,” tutur Lidia Tanod.

Menurut Ibu Ida nama kecil dari Ibu Muthya Farida, salah satu menu di Dapur Dango miliknya adalah Sambal Roa dimana di Gorontalo dikenal dengan sambal sagela dan menjadi menu favorit disana.  Ibu Ida juga membagi tips yang diturunkan dari mamanya bagaimana membuat sambal sagela yang enak. Jadi yang paling penting tuh ikan roa nya dipilih yang bagus dan segar kemudian dikuliti dan ditumbuk, setelah itu dicampur dengan bawang merah, cabai keriting, dan garam. Agar sambal roa awet proses memasaknya juga harus benar-benar matang sempurna. 

Sambal RoaRia

Sambal RoaRia milik Ibu Titin meski belum di ekspor tapi sudah di tenteng orang luar ke negaranya. Bangga tentunya kalau suatu saat Sambal Roa ini bisa mendunia. Karena memang Sambal Roa ini gurih dan umaminya itu dari si ikan roa itu sendiri. 

Awalnya Ibu Titin hanya membuat Sambal Roa ini untuk suami dan anak-anak saja. Tapi karena enak sang suami membawa Sambal Roa ke kantor dan banyak yang suka. Sampai akhirnya muncullah gagasan untuk menjual produk Sambal RoaRia. Kenapa namanya Sambal RoaRia bukan Sambal Roa Ibu Titin? Ternyata menurut Ibu Titin nama Sambal RoaRia dibuat karena menurutnya setiap makan dengan Sambal Roa hati jadi ceria, jadilah Sambal RoaRia. 

Baru sehari puasa sambal RoaRia nya sudah sisa segini, hehe!

Lestarikan Aneka Sambal Nusantara 

Beragamnya olahan sambal dengan cita rasa yang khas di Indonesia mendorong para pegiat kuliner mencanangkan 24 November sebagai “Hari Sambal Nusantara.” Tujuannya adalah melestarikan aneka sambal Nusantara sebagai budaya kuliner Indonesia, memperkenalkan ragam sambal Nusantara pada masyarakat Indonesia mau pun dunia internasional.

Prof Mudjiati Garjito dan Tim Peneliti dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM mengungkap, pihaknya berhasil mengidentifikasi, setidaknya ada 257 macam sambal di seluruh wilayah Indonesia yang digunakan untuk hidangan masakan, kemudian dikelompokkan lagi sambal mentah 119 macam dan sambal masak 138 macam. Dari total 257 macam sambal hidangan terdapat 122 variasi bumbu dan yang paling banyak digunakan bawang merah, bawang putih, gula kelapa, gula dan minyak goreng. 

Pedas dari sambal ini, menurut Mudjiati, bukan hanya sekedar rasa saja namun kemudian dapat direfleksikan secara historis sebagai unsur pusaka dalam pembentukan cita rasa kuliner Indonesia. Setiap daerah punya ciri khas sambal tersendiri dan inilah yang harus diangkat.

Tentang Omar Niode Foundation 

Omar Niode Foundation merupakan sebuah organisasi nirlaba kecil yang turut berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, citra budaya, dan kuliner Nusantara, khususnya Gorontalo, di Indonesia dan mancanegara.

Omar Niode Foundation  telah menerbitkan 15 buku, di antaranya Trailing the Taste of Gorontalo yang meraih  Gourmand World Cookbook Award, Best of the Best 1995-2020 kategori Food Heritage dan menjadi kontributor Bab Indonesia pada buku At the Table. Food and Family around the World, yang juga memperoleh Gourmand Award.  

Buku terbaru yang diterbitkan adalah Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo yang mengenalkan konsep makanan ramah bumi dari berbagai aspek terkait dan peranannya dalam menyikapi krisis lingkungan. Buku ini yang dapat diunggah dari bit.ly/e-bookmakananramahiklim juga menampilkan resep-resep makanan ramah bumi yang dapat dicoba, khususnya makanan tradisional Gorontalo. 

Dalam melaksanakan berbagai kegiatannya, Omar Niode Foundation bekerja sama dengan individu maupun organisasi di dalam dan di luar negeri. Omar Niode Foundation aktif dalam organisasi food bloggers nasional maupun internasional, juga di Future Food Institute, Indonesia Bergizi, Jamie Oliver Food Revolution Day, Slow Food International, dan World Food Travel Association.

Puas banget nonton bincang-bincang soal sambal. Saya jadi tau banyak mengenai ragam sambal, resepnya dan bahkan sambal juga bisa menghasilkan rupiah. 







Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (7)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ▼  August 2026 (1)
      • Sampah Bernilai Ekonomi: Cara Bank Sampah Induk Be...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates