Pages

  • Home

travel beauty

Buku Ublik
Kumpulan puisi yang awalnya hanya potongan-potongan puisi berserak di Facebook Ono Sembunglango akhirnya jadi Buku UBLIK 

Ada yang bilang, orang paling jujur dalam hidupmu adalah pasanganmu. Mereka tahu betul kelebihan dan kekuranganmu tanpa perlu basa-basi. Mungkin itulah alasan mengapa suami saya, Ono Sembunglango, meminta saya untuk menjadi editor sekaligus pembuat layout buku kumpulan puisi pertamanya, Ublik.

Bukan karena tidak ada orang lain yang bisa. Tapi karena ia percaya pada kemampuan saya menulis, dan pada "tangan" saya dalam desain. Yeah, jujurly saya happy banget saat itu. Tentu saja yang terlintas dalam pikiran ingin membuat layout buku yang nggak flat tapi berwarna. 

Tentang Ublik

Buku Ublik
Ono Sembunglango membaca salah satu puisi dari Buku UBLIK di Taman Ismail Marzuki
Ublik adalah kata dalam bahasa Jawa untuk lampu teplok, lampu sederhana berbahan bakar minyak tanah yang dulu menemani malam-malam gelap sebelum listrik menjadi hal yang lumrah. Nama yang sederhana, tapi sarat makna. Sebagaimana isi bukunya puisi-puisi yang lahir dari keresahan, kepekaan, dan harapan bahwa di tengah kegelapan selalu ada nyala yang menuntun.

Diterbitkan oleh Media Cendekia Muslim pada Juli 2024, Ublik adalah kumpulan puisi pertama suami saya Ono Sembunglango. Di dalamnya suami saya menyentuh banyak hal tentang kota yang tergesa-gesa, tentang sisi-sisi marjinal yang sering kita abaikan, tentang Palestina, dan tentang puisi itu sendiri. Ya, salah satu tema besar dalam Ublik adalah pertanyaan yang sudah diperdebatkan para penyair dan kritikus sastra dunia selama berabad-abad apakah puisi telah mati?

Peran Saya: Editor dan Pembuat Layout

Buku Ublik
Sesi kelas Bedah Desain Buku UBLIK di Canva
Ketika Mas Ono meminta saya terlibat dalam proses pembuatan buku ini, saya tidak langsung mengiyakan dengan ringan. Mengedit tulisan orang lain itu tanggung jawab besar apalagi tulisan suami sendiri. Saya harus jujur, tapi tetap menjaga rasa. Saya harus teliti, tapi tetap menghormati suara asli sang penyair.

Proses editing bukan sekadar memeriksa ejaan dan tanda baca. Lebih dari itu, saya harus memastikan setiap puisi "bernafas" dengan benar bahwa pilihan kata, jeda, dan susunan baris tetap setia pada maksud penulisnya. Untungnya untuk ejaan kata baku dalam puisi menganut Lisensia puitika (atau lisensi puitis) yaitu hak istimewa yang digunakan oleh penulis untuk secara sengaja menyimpang dari kaidah tata bahasa konvensional, fakta, atau ejaan. 

Jadi dari beberapa ejaan di buku ini tidak sesuai kaidah tata bahasa, tapi justru terasa asyik jika dibaca berulang-ulang. Saya jadi semakin memahami makna dari ejaan yang tidak berkaidah tadi. 

Sementara untuk layout, saya menggunakan Canva. Bagi sebagian orang mungkin terdengar sederhana, tapi justru di situlah tantangannya bagaimana membuat tampilan buku yang estetis, nyaman dibaca, dan mampu menguatkan isi puisi tanpa mengganggu maknanya. Setiap halaman adalah keputusan desain bagaimana tipografi, spasi, tata letak. Puisi sangat memerlukan ruang untuk bernafas secara visual.

Yang Paling Berkesan

Membaca puisi suami sendiri berulang kali, dalam proses editing adalah pengalaman yang tidak bisa saya gambarkan dengan mudah. Ada momen di mana saya berhenti, meletakkan layar, dan sekadar diam. Karena ada baris-baris yang terasa sangat dekat. Ada keresahan yang saya tahu persis dari mana asalnya. Kadang kerap ada perasaan muncul, "jangan-jangan ini puisinya ditulis untukku!". Hihi.. kadang melow kadang malu. 

Dan ada beberapa judul yang terus membekas, yakni "Puisi Telah Mati" dan "Badai Al Aqsa". Saya sempat menanyakan ke suami kenapa Puisi Telah Mati dibuat sampai 4 kali. Sebegitu panjangnya kah kegelisahan akan puisi itu sendiri? Ironis memang menulis tentang kematian puisi, tapi melakukannya dengan penuh semangat. Mungkin justru itulah jawabannya, selama masih ada yang mau menuliskannya, puisi tidak akan pernah benar-benar mati.

Belum lagi puisi tentang Bab Palestina. Sambil mendesain layout dada pun bergemuruh dan air mata menggantung.  Pikiran jauh melayang dan terbayang-bayang nasib saudara-saudara di sana. 

Ublik untuk Semua

UBLIK
UBLIK: Kumpulan Puisi Ono Sembunglango 
Jika kamu merindukan puisi yang tidak melulu soal cinta yang berani menyentil, yang peka terhadap sekitar, yang tidak takut berbicara tentang kemerdekaan, sungai yang tercemar, Corona, dan Palestina, Ublik mungkin adalah buku yang kamu butuhkan.

Buku ini diterbitkan oleh Media Cendekia Muslim (ISBN: 978-623-8691-180) dan sudah bisa didapatkan. Kamu bisa beli disini ya 😊




Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Newer Posts
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (5)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ▼  June 2026 (1)
      • Di Balik Buku Ublik: Ketika Istri Menjadi Editor d...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates