![]() |
| Wardah Skin Longevity Clinic, SPAC8, ASHTA District 8, SCBD |
Pengalaman mengikuti perjalanan perawatan kulit yang ternyata tidak hanya bicara soal skincare.
Selama ini, kalau membicarakan kesehatan kulit, hal pertama yang terlintas di pikiran saya biasanya adalah skincare. Mulai dari sabun pembersih wajah, serum, pelembap, sampai sunscreen. Rasanya, selalu ada saja produk yang menarik untuk dicoba. Namun, ketika mendapat undangan dari Seedbacklink sebagai Seedbacklink KOC untuk menghadiri Wardah Skin Longevity Clinic, saya justru mendapatkan perspektif yang sedikit berbeda.
Acara yang berlangsung di SPAC8, ASHTA District 8, SCBD, Jakarta, ini bukan sekadar tempat untuk mengenal produk perawatan wajah. Wardah mengajak pengunjung memahami kesehatan kulit melalui pendekatan yang lebih menyeluruh.
Diperkenalkan sebagai klinik pertama dari ParagonCorp di Asia Tenggara, Wardah Skin Longevity Clinic mengusung tema Reveal Your Lifestyle Rituals for Lasting Skin Health. Sebuah konsep yang mengingatkan saya bahwa kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang kita aplikasikan ke wajah, tetapi juga oleh kebiasaan sehari-hari. Di sinilah saya mulai mengenal istilah skin longevity.
Skin Longevity, Bukan Sekadar Urusan Awet Muda
Mendengar istilah skin longevity, mungkin sebagian dari kita langsung membayangkan perawatan untuk menjaga wajah tetap muda. Padahal, konsep ini memiliki cakupan yang lebih luas.
Skin longevity berfokus pada upaya menjaga kesehatan dan fungsi kulit dalam jangka panjang. Artinya, bukan hanya memperhatikan tampilan kulit hari ini, tetapi juga memahami apa yang dibutuhkan kulit agar tetap sehat seiring bertambahnya usia.
![]() |
| Workshop meracik skincare |
Dalam sesi penjelasan workshop di Skin Longevity Expert, saya menangkap satu hal menarik: kesehatan kulit berkaitan erat dengan gaya hidup. Ada tiga aspek yang menjadi perhatian, yaitu Eat, Move, dan Rest. Bagaimana kita makan, seberapa aktif tubuh bergerak, serta bagaimana kita memberikan waktu untuk beristirahat, semuanya menjadi bagian dari pembahasan.
Konsep tersebut kemudian diperkenalkan melalui lima protokol yang dirancang untuk membantu pengunjung memahami kondisi kulit dan kebiasaan yang mendukung kesehatannya.
1. Personalized AI Skin Longevity Analyzer: Mengenal Kondisi Kulit Lebih Dekat
Perjalanan saya dimulai dari Wardah Personalized AI Skin Longevity Analyzer. Di sini, pengunjung bisa mendapatkan gambaran mengenai kondisi kulit melalui teknologi analisis yang dipadukan dengan informasi tentang gaya hidup.
Tidak hanya memeriksa kondisi kulit, prosesnya juga melibatkan pertanyaan seputar enam aspek kehidupan, yaitu tidur dan pemulihan, nutrisi, stres, aktivitas fisik, kesehatan pencernaan, serta lingkungan, termasuk paparan sinar UV, panas, dan polusi.
![]() |
| Personalized Skin Analysis |
Hasil analisis tersebut dirangkum dalam Advanced Skin ID Blueprint yang dilengkapi dengan Skin Longevity Score. Menurut saya, bagian ini cukup menarik karena mengajak kita melihat kesehatan kulit dari sudut pandang yang lebih luas. Terkadang, kita terlalu fokus mencari tahu produk apa yang cocok, padahal belum tentu memahami faktor lain yang ikut memengaruhi kondisi kulit.
Dengan mengenali kondisi kulit dan kebiasaan sehari-hari, kita bisa mulai memahami perawatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
2. Move Protocol: Pentingnya Tubuh yang Aktif
Selanjutnya, saya memasuki Move Protocol. Sesuai namanya, protokol ini mengajak pengunjung melihat hubungan antara aktivitas fisik dan kesehatan tubuh melalui pemeriksaan komposisi tubuh.
Awalnya, saya sempat bertanya-tanya, apa hubungannya komposisi tubuh dengan kesehatan kulit? Ternyata, aktivitas fisik merupakan salah satu bagian penting dari gaya hidup sehat. Tubuh yang aktif mendukung sirkulasi darah dan berbagai proses metabolisme yang juga berperan dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Hal ini membuat saya menyadari bahwa merawat kulit seharusnya tidak berhenti pada rutinitas di depan cermin. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung kesehatan kulit, termasuk membiasakan diri bergerak. Tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten juga bisa menjadi langkah awal.
3. Eat Protocol: Ketika Kesehatan Pencernaan Ikut Dibicarakan
![]() |
| Kondisi kulitmu sekarang menjawab bagaimana kesehatan pencernaanmu |
Topik ini cukup menarik karena selama ini kita mungkin lebih sering menghubungkan makanan dengan berat badan atau kesehatan tubuh secara umum. Padahal, pola makan dan kondisi pencernaan juga dapat berkaitan dengan kesehatan kulit.
Ada satu momen yang cukup saya ingat ketika seorang pengunjung bertanya kepada ahli gizi tentang makanan yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan kulit. Jawabannya mengarah pada gula dan pentingnya memperhatikan konsumsinya.
![]() |
| Konsultasi pentingnya memilih makanan untuk nutrisi kulit |
Pembahasan ini terasa relevan dengan kebiasaan makan sehari-hari. Apalagi, makanan dan minuman manis sering kali menjadi bagian dari rutinitas tanpa terlalu kita pikirkan.
Bukan berarti kita harus langsung menghindari semua makanan favorit. Namun, pengalaman ini mengingatkan saya bahwa menjaga kesehatan kulit juga bisa dimulai dari kebiasaan makan yang lebih seimbang.
4. Rest Protocol: Memberi Tubuh Waktu untuk Memulihkan Diri
Dari semua penjelasan mengenai protokol, Rest Protocol menjadi salah satu bagian yang paling berkesan. Di sini, pembahasannya berfokus pada tidur, pemulihan, dan pengelolaan stres. Pengunjung juga diajak mengenal konsep circadian rhythm dan brain-skin axis melalui pengalaman immersive soundscape.
Pengalaman ini membuat pembahasan tentang istirahat terasa lebih dekat. Sebab, tidur dan pemulihan sering kali menjadi bagian dari gaya hidup yang mudah terabaikan, terutama ketika aktivitas sehari-hari sedang padat. Jadi kualitas istirahat merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan kulit. Kurang tidur dapat berdampak pada kondisi kulit, misalnya membuat wajah terlihat lebih kusam.
Tidur sekitar delapan jam sering digunakan sebagai acuan umum bagi orang dewasa, meskipun kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Saya jadi teringat bahwa kesibukan bekerja, menulis, dan membuat konten terkadang membuat waktu istirahat harus menyesuaikan jadwal yang tidak selalu teratur.
Dari sesi ini, saya belajar bahwa merawat diri tidak selalu harus menambah sesuatu ke dalam rutinitas. Terkadang, justru ada kebiasaan yang perlu diperbaiki, salah satunya memberikan tubuh waktu istirahat yang cukup.
5. Face Gym Treatment: Perawatan sebagai Bagian dari Perjalanan
Setelah melewati berbagai tahapan yang membahas kondisi kulit dan gaya hidup, perjalanan ditutup dengan Face Gym Treatment. Protokol ini menjadi bagian perawatan wajah dalam rangkaian Holistic Skin Longevity Protocol yang diperkenalkan Wardah.
Bagi saya, penempatan perawatan wajah di tahap akhir terasa menarik. Sebelum sampai pada sesi ini, pengunjung sudah diajak memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan kesehatan kulit. Dengan begitu, perawatan wajah tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari pendekatan yang lebih menyeluruh.
Pengalaman ini juga mengingatkan saya bahwa setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan kulit yang berbeda. Karena itu, memahami kebutuhan kulit sendiri menjadi langkah yang tidak kalah penting sebelum menentukan jenis perawatan yang akan dilakukan.
Lebih Mengenal Kulit, Lebih Memahami Diri Sendiri
Mengikuti Wardah Skin Longevity Clinic memberi saya pengalaman yang berbeda dari kunjungan ke acara kecantikan pada umumnya. Lima protokol yang diperkenalkan membuat saya melihat bahwa kesehatan kulit bukan hanya tentang produk yang digunakan setiap hari. Ada banyak faktor lain yang ikut berperan, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, hingga lingkungan tempat kita beraktivitas.
![]() |
| setelah semua di cek, tim Wardah merekomendasikan skincare yang cocok untuk kondisi kulit kita |
Tentu saja, bukan berarti setelah mengikuti satu rangkaian acara, semua kebiasaan bisa langsung berubah. Namun, setidaknya ada beberapa hal yang bisa mulai diperhatikan dalam keseharian. Saya pulang dengan pemahaman baru bahwa perawatan kulit tidak harus selalu dimulai dengan mencari produk terbaru. Mengenali kondisi kulit, memahami kebiasaan sehari-hari, dan melakukan perawatan yang sesuai juga merupakan bagian dari perjalanan menjaga kesehatan kulit.
Terima kasih kepada Seedbacklink yang telah mengundang saya sebagai Seedbacklink KOC, serta tim Wardah yang menghadirkan pengalaman edukatif melalui Wardah Skin Longevity Clinic.

Goodiebag dari journey ke Wardah Skin Longevity Clinic
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program ini, informasi mengenai Wardah Skinverse dapat ditemukan melalui website Wardah Skinverse.

.png)
.png)


.png)







