Pages

  • Home

travel beauty

Berojol Day
BeROJOL DAY, 1 Maret 2026 di Lotte Grosir Ciputat

Ada satu hal yang selalu saya suka dari Ramadan, yakni momen-momen kecil yang ternyata punya dampak besar. Kadang bukan tentang acara megah, bukan juga tentang dekorasi penuh lampu, tapi tentang hal-hal sederhana yang membuat orang merasa diperhatikan. Dan hal itu terjadi beberapa waktu lalu 1 Maret 2026, di area parkir Lotte Grosir Ciputat. Hari itu sedang berlangsung BeROJOL DAY, layanan servis motor gratis sebagai bagian dari program Ramadan Dompet Dhuafa bernama BeROJOL (Bantu Usaha dan Rawat Kendaraan Ojol).

Berojol
BeROJOL (Bantu Usaha & Rawat Kendaraan Ojol

Sebagai blogger, saya turut hadir untuk meliput kegiatan ini. Dari kejauhan saya melihat barisan motor yang sedang diservis, teknisi yang bekerja rapi, dan para pengemudi ojol yang menunggu giliran. Begitu sampai di lokasi yang langsung terasa bukan kemeriahannya, melainkan ketulusan. Sederhana, hangat, dan terasa sekali bahwa ini bukan panggung komersil, tapi ruang bertumbuh untuk kebaikan.


BeROJOL: Dukungan Ramadan dari Dompet Dhuafa

BeROJOL adalah salah satu program besar Ramadan dari Dompet Dhuafa yang dibuat untuk mendukung para pengemudi ojek online, dengan syarat pengemudi ojol berpenghasilan dibawah 3 juta/bulan. Melalui program ini, para pengemudi mendapatkan layanan servis gratis seperti ganti oli, pengecekan rem, pengecekan mesin, hingga perawatan ringan lainnya yang sering kali tertunda karena alasan waktu dan biaya. Berdasarkan data yang dirilis, total ada 1.447 motor ojol yang mendapatkan servis gratis dalam rangkaian program ini.

Berojol
Peresmian Berojol Day Program Ramadan Dompet Dhuafa

Saat ini lokasi program BeROJOL tersebar di Promatic Bekasi, Promatic Tangerang, Promatic Jakarta Timur, hingga 20 mitra bengkel di Depok dan Bogor. Ini menarik, karena program ini tidak hanya berdampak bagi para pengemudi ojol. Wakil Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Herdiansah, menyampaikan bahwa BeROJOL melibatkan 20 mitra bengkel kecil sebagai bagian dari upaya mendukung UMKM. Artinya, kebaikan yang dihadirkan tidak berhenti pada satu titik, tetapi mengalir ke banyak arah.

Bagi saya, ini bukan hanya soal servis motor gratis. Ini tentang ekosistem kebaikan yang dirancang dengan matang, membantu ojol tetap produktif sekaligus menguatkan UMKM lokal.


BeROJOL DAY: Sederhana Tapi Mengena

Acara ini digelar sederhana, tanpa panggung besar atau gimmick. Pengemudi ojol cukup datang, daftar, lalu menunggu motor mereka diservis. Ada percakapan ringan antarojol, ada tawa kecil, ada juga wajah-wajah lelah yang tampak sedikit lebih lega setelah tahu motornya diperiksa dengan baik.  Banyak dari mereka mengaku biasanya baru melakukan perawatan ketika motor sudah terasa berat, sehingga program seperti ini sangat membantu, terutama di bulan Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

Kiri: Herdiansah, Wakil Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika - Kanan: Sulistiqomah, Ketua Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa

Sekitar pukul 11.00 WIB, Aldi Taher turut hadir menyapa dan menghibur para pengemudi yang sedang menunggu. Kehadirannya cukup membuat para ojol terhibur dengan nyanyi dan joget bareng.

Sebagai blogger, saya justru menikmati bagian ini. Tidak ada jarak yang terasa dibuat-buat antara penyelenggara dan penerima manfaat. Semua mengalir apa adanya. Rasanya seperti melihat Ramadan dalam bentuk paling murni: saling peduli tanpa perlu banyak panggung.

Berojol Day
Aldi Taher mengajak para pengemudi ojol nyanyi bareng

Saya sempat mengamati seorang pengemudi yang memperhatikan motornya saat sedang diganti oli. Tatapannya serius, sesekali ia bertanya pada teknisi. Mungkin bagi sebagian orang, servis gratis adalah hal kecil. Namun bagi mereka yang menggantungkan penghasilan pada dua roda itu, motor yang terawat berarti perjalanan lebih aman, mesin lebih ringan, dan potensi penghasilan yang lebih stabil. Hal-hal seperti inilah yang sering luput dari perhatian kita.


Layanan Kesehatan Gratis dan Tebar Zakat Fitrah 

Dalam kegiatan ini Dompet Dhuafa juga menebar Zakat Fitrah dan menyediakan layanan cek kesehatan gratis dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa. Tujuannya untuk mendukung para ojol agar selalu dalam kondisi sehat dan bugar saat melakukan aktivitasnya. Bisa kita bayangkan bagaimana para pengemudi ojol kerja dari pagi sampai malam mengejar target demi menghidupi keluarga di rumah.

Zakat Itu Kalcer
Tebar Zakat Fitrah, pembagian beras untuk para pengemudi ojol

Alhamdulillah, saya pun berkesempatan memeriksakan kesehatan cuma-cuma. Lumayan banget pemeriksaan kesehatan meliputi cek tensi, cek gula darah, juga cek asam urat. Kesempatan ini tentu saja tidak di sia-siakan oleh para pengemudi ojol, agar lebih aware dengan kondisi kesehatan masing-masing. 

Berojol
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa


Penutup: Ramadan Selalu Punya Cara

Menurut saya, kekuatan BeROJOL terletak pada ketepatan gunanya. Bantuan tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar dan spektakuler. Kadang justru yang paling dibutuhkan adalah sesuatu yang praktis dan langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari.

Berojol Day
Foto bareng pengurus Dompet Dhuafa & Aldi Taher

Motor yang terawat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan. Rem yang dicek, oli yang diganti, mesin yang diperiksa, semua itu berkontribusi pada perjalanan yang lebih aman di jalan. Dan keselamatan bagi para pengemudi ojol berarti keberlanjutan nafkah untuk keluarga di rumah.

Berojol
Berojol, Rawat Kendaraan Rawat Harapan

Ramadan selalu punya caranya sendiri untuk menghadirkan kebaikan. Kadang lewat paket berbuka, kadang lewat santunan, dan kali ini lewat tetesan oli baru yang membuat mesin kembali halus.










Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Rice Cooker
Banyak orang berhenti ganti rice cooker setelah pakai MIYAKO Nanoal

Rice cooker sering dianggap barang dapur yang sederhana. Fungsinya jelas untuk menanak dan menghangatkan nasi. Tapi justru karena dipakai hampir setiap hari, rice cooker dan jadi salah satu alat dapur yang paling sering bikin orang keluar biaya berulang kali tanpa sadar. Panci yang cepat terkelupas, nasi yang gampang kering saat di-warm, sampai elemen pemanas yang melemah dalam waktu singkat. Semua ini terdengar sepele, tapi sangat terasa dalam penggunaan jangka panjang. Para ibu rumah tangga pasti paham betul dengan masalah ini.

Yang paling mengkhawatirkan selain karena jadi over budget bolak-balik beli alat penanak nasi ini, juga dampaknya buat kesehatan keluarga kalau lapisan panci terkelupas. Makanya sebagai ibu rumah tangga saya selektif banget memilih peralatan dapur untuk nasi. Dan pilihan saya jatuh pada MIYAKO Nanoal kesayangan Nikita Willy. Kenapa saya pilih MIYAKO Nanoal? Apa bedanya dengan alat penanak nasi lain?

Perbedaan MIYAKO Nanoal dengan Rice Cooker Lain 

Sekilas mungkin terlihat sama, tapi setelah dipakai rutin, pengalaman yang diberikan ternyata berbeda. Banyak alat penanak nasi di pasaran menawarkan fungsi serupa. Namun, yang sering luput diperhatikan adalah kualitas bagian dalamnya, terutama panci dan elemen pemanas. 

Rice Cooker MIYAKO Nanoal
MIYAKO Nanoal 

Berikut perbedaan MIYAKO Nanoal kesayangan Nikita Willy dengan rice cooker lain:
1. Panci Nanoal. Keunggulan paling menonjol dari MIYAKO Nanoal terletak pada Panci Nanoal. Panci ini dilengkapi lapisan anti lengket yang diklaim 10x lebih tahan lama, nasi tidak mudah menempel, bahkan setelah digunakan berulang kali. Membersihkannya pun jauh lebih praktis tidak perlu menggosok keras yang justru sering merusak lapisan panci pada alat penanak nasi lain. 

2. Bebas PFOA. Dan yang terpenting, Panci Nanoal bebas PFOA. Apa itu PFOA? Oke, saya akan jelaskan berdasarkan beberapa artikel yang saya baca. Jadi PFOA adalah singkatan dari Perfluorooctanoic Acid. Ini adalah zat kimia sintetis yang dulu sering digunakan dalam proses pembuatan lapisan anti-lengket pada peralatan masak (terutama panci/wajan). Panci yang mengandung PFOA berpotensi melepaskan zat kimia berbahaya jika dipanaskan pada suhu tinggi. Nah, zat kimia sintetis ini sulit terurai di lingkungan dan dapat menumpuk di dalam tubuh. Kebayangkan gimana bahayanya untuk tubuh? Makanya saya pilih MIYAKO Nanoal yang jelas bebas PFOA. Material yang lebih aman jelas memberi rasa tenang untuk keluarga, karena perangkat memasak nasi ini bukan alat masak yang dipakai sesekali tapi hampir setiap hari. 

3. Garansi Elemen Pemanas 5 Tahun. Jarang bang ditemukan garansi selama ini, sampai 5 tahun dan telah lulus uji Standar Nasional Indonesia (SNI) serta mendapatkan Sertifikat Hemat Energi (SHE) sehingga terjamin keamanan dan kualitasnya. Elemen pemanas berperan besar dalam menentukan hasil nasi apakah matang merata, tetap pulen, atau justru cepat kering. Dengan garansi yang panjang MIYAKO menunjukkan kepercayaan terhadap kualitas produknya. Bagi saya sebagai pengguna, ini memberi rasa aman dan kepercayaan saat memilih.

4. Performa Nasi Lebih Stabil Saat Warm. Dalam penggunaan harian, MIYAKO Nanoal memberikan hasil yang konsisten. Nasi matang merata dan tetap pulen lebih lama saat mode warm. Ini menjadi perbedaan yang cukup terasa dibanding alat pemasak nasi lain yang sering membuat nasi cepat menguning jika terlalu lama dihangatkan. Bagi keluarga yang tidak selalu makan nasi langsung setelah matang, performa warm yang stabil jelas menjadi nilai tambah.

5. Desain dengan Warna Spesial Rose Gold yang Elegan dan Relevan dengan Gaya Hidup Modern. Body berwarna Rose Gold memberi kesan mewah dan elegan. Selain unggul soal fungsi, MIYAKO Nanoal juga unggul dari sisi tampilannya.

Rice Cooker MIYAKO Nanoal
Panci Nanoal

Rice Cooker MIYAKO Nanoal sering diberi julukan “Kesayangan Nikita Willy”. Julukan ini bukan sekadar tempelan nama publik figur. Nikita Willy dikenal dengan gaya hidup yang praktis, rapi, dan selektif dalam memilih produk rumah tangga. Saya sendiri kerap memperhatikan konten sosial medianya Nikita. Memang cocok banget sih citra nya Nikita dengan MIYAKO Nanoal yang fungsional, aman, tahan lama, dan tetap estetik. Ini bukan tentang mengikuti tren, tapi tentang memilih produk yang masuk akal untuk kehidupan sehari-hari.


Kalau teman-teman tipe orang yang ingin alat dapur awet, praktis, dan tidak merepotkan, MIYAKO Nanoal dengan kapasitas memasak 1.8 liter beras ini bukan hanya pilihan cantik, tapi juga pilihan yang logis. Dengan panci yang lebih tahan lama, MIYAKO Nanoal membantu mengurangi kebutuhan untuk sering mengganti komponen. Ini bukan hanya soal hemat uang, tapi juga soal kenyamanan. Tidak perlu lagi khawatir nasi lengket atau panci terlihat kusam dalam waktu singkat.




Tuty Queen




Share
Tweet
Pin
Share
18 Comments

two bytwo. by BEAUTYNOW®
parfum two. by BEAUTYNOW® membuat lebih percaya diri
Hari-hari rasanya berjalan begitu cepat. Bangun pagi, kemudian bersiap untuk memulai aktivitas, lalu keluar rumah menghadapi jalanan yang padat dan mengalami himpitan di dalam commuter line. Kadang rasanya belum benar-benar siap, tapi waktu terus berjalan. Di momen seperti itu, saya punya satu kebiasaan rutin yang selalu saya lakukan sebelum menjalani hari, yaitu memakai parfum.

Bagi saya, parfum bukan sekadar soal wangi. Ia seperti bagian dari rutinitas yang membantu menata perasaan. Saat aroma favorit menempel di kulit, ada rasa lebih nyaman, lebih siap, dan entah kenapa, lebih percaya diri.

Pagi hari biasanya dimulai dengan hal-hal sederhana. Ngopi sebentar sambil mengecek pesan, lalu bersiap menghadapi aktivitas. Parfum dengan aroma segar selalu jadi pilihan di waktu ini. Wanginya memberi kesan bersih dan ringan, membuat pagi terasa lebih hidup tanpa terasa berlebihan.

Aroma segar parfum two. by BEAUTYNOW® menambah semangat beraktivitas

Masuk ke siang hari, ritme berubah. Aktivitas makin padat, meeting berganti dengan pekerjaan lain. Di tengah kesibukan itu, parfum justru terasa seperti penenang. Setiap kali mencium aromanya, ada jeda kecil yang membuat saya kembali fokus. Rasanya seperti diingatkan untuk tetap tenang dan menikmati proses, bukan sekadar mengejar waktu.

Sore hari adalah waktu favorit saya. Saat pekerjaan mulai melambat dan langkah kaki tak lagi terburu-buru, aroma parfum yang lebih hangat mulai terasa. Wangi yang lembut menemani perjalanan pulang, ngobrol santai, atau sekadar menikmati suasana kota. Di titik ini, parfum bukan hanya pelengkap, tapi bagian dari pengalaman hari itu sendiri.

two. by BEAUTYNOW®, Parfum yang Menemani Aktivitas Sehari-hari 

two. by BEAUTYNOW®

Belakangan, parfum yang sering saya pakai untuk menemani semua aktivitas itu adalah two. by BEAUTYNOW®. Yang paling saya suka, aromanya terasa “hidup” dan berubah mengikuti waktu. Saat pertama disemprotkan, saya langsung menangkap kesegaran pear dan mandarin yang ringan. Pas untuk pagi hari, tidak menusuk dan terasa bersih.

Beberapa jam kemudian, aromanya berubah jadi lebih lembut. Perpaduan floral seperti rose, blackcurrant, dan jasmine musk terasa halus dan feminin, cocok dipakai saat aktivitas siang yang padat. Wanginya tidak mendominasi, tapi cukup membuat saya merasa nyaman dan percaya diri.

Menjelang sore, aroma hangat dari vanilla, cedarwood, dan musk mulai terasa lebih jelas. Inilah bagian favorit saya: wangi yang tenang, dewasa, dan terasa akrab di kulit. Cocok untuk menemani hari hingga selesai, tanpa perlu re-apply berlebihan.

Tentang two. by BEAUTYNOW®

two. by BEAUTYNOW® lanjutan perjalanan parfum pertamanya one.

two. by BEAUTYNOW® adalah lanjutan dari perjalanan BEAUTYNOW® setelah parfum pertamanya, one.. Kali ini, karakternya terasa lebih kuat dan matang. Identitas visualnya pun berubah, dengan sentuhan ocean blue, emas, dan logo merah yang melambangkan keberanian serta kepercayaan diri perempuan modern.

Kolaborasi dengan Frances.RTW juga terasa relevan dengan gaya hidup saya. Filosofi “from Mondays to Sundays” benar-benar terasa satu parfum yang bisa dipakai ke mana saja, kapan saja, tanpa perlu berpikir terlalu banyak.

Bagi saya, parfum terbaik adalah yang bisa menyatu dengan keseharian. Bukan hanya membuat orang lain menoleh, tapi juga membuat kita merasa pas dengan diri sendiri. Dan saat ini, two. by BEAUTYNOW® adalah aroma yang menemani aktivitas saya, dari pagi yang sibuk sampai sore yang tenang.





Share
Tweet
Pin
Share
6 Comments

Satukan Gerak
Dokumentasi drg. Annisa Sabhrina 

Di sebuah sudut Tangerang Selatan, lebih dari enam tahun lalu, seorang dokter gigi muda sedang berjuang menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya sebagai ibu, pekerja, dan warga di lingkungan yang belum terlalu ia kenal. Di tengah hiruk pikuk kota dan rutinitas yang padat, drg. Annisa Sabhrina menemukan satu panggilan hati yang kelak mengubah hidupnya dan kehidupan banyak ibu lainnya.

“Saat itu informasi tentang menyusui masih sangat minim. Saya baru pindah ke Tangsel dan tidak punya support system,” kenangnya ketika saya wawancarai. Ya, drg. Annisa yang asal Bekasi ini baru saja pindah ke Tangerang Selatan tahun 2011. Dari kesepian dan keresahan itu, lahirlah GarASI Kita (Gerakan Peduli ASI Tangerang Selatan) pada tahun 2012, sebuah komunitas yang kini menjadi tempat bertumbuhnya ribuan ibu yang ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.



Titik Balik dari Sebuah Kekosongan

Momen yang memicu gerakan ini bukan datang dari seminar besar atau dukungan lembaga resmi. Justru lahir dari rasa “tidak punya tempat berbagi”. drg. Annisa, yang kala itu baru menjadi ibu, merasa banyak ibu lain mengalami hal serupa: tidak tahu harus bertanya kepada siapa, dan tidak tahu apakah perjuangannya dalam menyusui adalah hal yang wajar.


Gerakan Peduli ASI
Dokumentasi pribadi drg. Annisa Sabhrina, saat kegiatan sosial GarASI Kita (Gerakan Peduli ASI Tangerang Selatan)

Gerakan Peduli ASI kemudian hadir sebagai ruang hangat tempat para ibu saling menguatkan, bukan menghakimi. “Bukan hanya tentang kesehatan bayi, tapi juga kesehatan ibu. Lama-lama komunitas ini seperti keluarga sendiri, saling mendukung dan menjadi contoh nyata women support women,” ujar drg. Annisa.



Dari Edukasi Sederhana ke Gerakan Sosial

Ketika Gerakan Peduli ASI dimulai, kesadaran masyarakat tentang pentingnya ASI masih terbatas. Banyak yang percaya pada mitos atau merasa menyusui adalah urusan pribadi. Kini, berkat edukasi berkelanjutan dan kampanye di media sosial, situasinya jauh lebih baik. 


Menurut drg. Annisa, media sosial membuat kampanye mereka menjangkau lebih luas dan cepat. Namun, perjalanan membangun kesadaran publik tidaklah mudah. Tantangan datang dari segala arah, mulai dari birokrasi hingga keterbatasan waktu pribadi. “Masih ada gap kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat. Tapi saya mencoba merangkul semua elemen itu,” ujarnya mantap.


Ada masa ketika drg. Annisa hampir menyerah menghadapi kelelahan fisik dan mental. Tanggung jawab sebagai ibu, pekerjaan profesional, dan aktivitas sosial terkadang membuatnya harus memilih antara waktu istirahat dan panggilan misi. “Saya sempat lelah, tapi semangat para ibu untuk belajar dan ingin memberi yang terbaik untuk anaknya membuat saya bertahan,” katanya penuh semangat.



Kisah yang Menyentuh Hati

Salah satu kisah yang paling membekas di benak drg. Annisa adalah tentang seorang ibu yang mengalami baby blues dan hampir mencelakai bayinya.

“Untungnya, ia menemukan kami. Kami bantu dapatkan perlindungan dan pendampingan,” ucap drg. Annisa. Kisah itu menjadi pengingat bahwa gerakan ini bukan sekadar soal ASI, tapi juga tentang kesehatan mental, empati, dan solidaritas antaribu.


Kini, dukungan untuk ibu menyusui tidak lagi datang hanya dari para ibu, tetapi juga dari support system di sekitarnya, seperti suami, nenek, bahkan asisten rumah tangga. “Perubahan itu kini terasa nyata. Ada kesadaran kolektif bahwa menyusui adalah perjuangan bersama,” jelas drg. Annisa.



Ketika Apresiasi Menjadi Titik Penguat: Terpilih Sebagai Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 

Tahun 2018 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Gerakan Peduli ASI. drg. Annisa terpilih sebagai penerima apresiasi SATU Indonesia Awards dari Astra di bidang kesehatan. Penghargaan itu diberikan kepada anak muda yang menggerakkan perubahan sosial di lingkungannya.


“Secara pribadi dan profesional, saya sangat terharu. Apresiasi itu seperti validasi bahwa perjuangan kecil kami diakui,” ungkapnya. drg. Annisa merasa penghargaan tersebut membawa dampak besar. Nama GarASI Kita (Gerakan Peduli ASI Tangerang Selatan) semakin dikenal, jejaring relawan bertambah, dan banyak pihak yang mulai tertarik berkolaborasi. 


“Apalagi komunitas ini aktif membagikan kegiatan mereka di media sosial Instagram @garasikita_community. “Cukup baik untuk membawa nama komunitas. Kami jadi dipercaya sebagai wadah ibu-ibu yang siap menjadi garda terdepan dalam menyusui si kecil,” tambahnya.



Membangun Generasi dari Setetes ASI: Tumbuh Bersama, Beradaptasi Bersama

Enam tahun lebih setelah penghargaan itu, Gerakan Peduli ASI Tangerang Selatan mengikuti perkembangan para anggotanya. “Anak-anak kami sekarang sudah berusia 1 sampai 15 tahun. Jadi pembahasannya makin beragam, tidak hanya soal bayi, tapi juga remaja, gizi, dan kesehatan mental,” jelas drg. Annisa. 


Layaknya seorang anak, gerakan ini juga belajar tumbuh dan beradaptasi. “Kalau diibaratkan, Gerakan Peduli ASI kini seumur anak saya, sedang belajar mandiri dan mencari jati diri,” katanya sambil tersenyum.


Gerakan Peduli ASI
drg. Annisa Sabhrina, penerima SATU Indonesia Awards Astra 2018 bersama komunitas Gerakan Peduli ASI Tangerang Selatan (dokumentasi drg. Annisa Sabhrina)

Visi awal untuk memberikan edukasi menyusui kini meluas menjadi misi pemberdayaan perempuan dan keluarga. Gerakan ini tidak hanya bicara ASI, tapi juga keseimbangan hidup, dukungan emosional, hingga literasi kesehatan bagi masyarakat.



Mimpi yang Lebih Besar

Ketika saya menanyakan impian ideal ke depan, drg. Annisa menjawab tanpa ragu, “Saya ingin Gerakan Peduli ASI punya cabang di banyak daerah, seperti AIMI ASI. Bayangkan jika setiap kota punya komunitas yang bisa jadi rumah bagi para ibu. Itu akan jadi kekuatan besar untuk generasi masa depan.”


Ia percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. “Kuncinya adalah kepekaan. Kalau kita melihat ada hal yang bisa kita bantu dan berdampak bagi lingkungan, jangan tunggu orang lain. Mulailah dari diri sendiri,” pesannya menutup wawancara kami.



Menjalin Gerak, Menumbuhkan Dampak

Kisah drg. Annisa Sabhrina mengingatkan kita bahwa gerakan sosial tidak selalu harus spektakuler. Kadang, ia lahir dari keresahan pribadi yang diolah menjadi kepedulian. Dari seorang ibu yang merasa sendiri, kini tumbuh jaringan ribuan perempuan yang saling menopang.


Inilah esensi dari tema “Satukan Gerak, Terus Berdampak.” Bahwa perubahan bukanlah hasil dari satu langkah besar, melainkan ribuan langkah kecil yang berjalan dalam arah yang sama.


Astra, melalui SATU Indonesia Awards, telah menjadi katalis bagi munculnya banyak sosok muda seperti drg. Annisa yang bekerja dalam senyap, namun menciptakan gema panjang bagi kehidupan masyarakat.


Gerakan Peduli ASI bukan hanya tentang menyusui, tetapi tentang keberanian perempuan untuk saling menguatkan, tentang empati yang menjelma menjadi aksi, dan tentang harapan bahwa dari satu tetes kebaikan, bisa lahir ombak perubahan yang luas.


Bagi drg. Annisa menyatukan gerak bukan sekadar slogan, melainkan napas perjuangan yang terus berdampak. Karena setiap tetes ASI adalah wujud cinta yang menyatukan gerak ibu, tenaga kesehatan, dan bangsa menuju masa depan yang lebih sehat.







Share
Tweet
Pin
Share
14 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (2)
    • ►  January 2026 (1)
    • ▼  March 2026 (1)
      • Berojol: Program Ramadan Dompet Dhuafa untuk Penge...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates