Pages

  • Home

travel beauty

Kursus Bahasa Inggris
Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? 

Kenapa harus belajar bahasa Inggris? Pertanyaan ini sering kali muncul, terutama bagi mereka yang ingin meningkatkan kualitas hidup, baik dalam aspek karir maupun kehidupan sehari-hari. Bahasa Inggris bukan hanya bahasa internasional yang digunakan di banyak negara, tetapi juga merupakan kunci untuk membuka berbagai peluang, baik untuk karir global maupun interaksi dengan orang dari berbagai budaya. 


Dalam dunia yang semakin terhubung, kemampuan berbahasa Inggris memberikan banyak keuntungan, mulai dari memudahkan komunikasi di tempat kerja hingga membuka akses ke informasi terbaru di bidang teknologi, pendidikan, dan bahkan hiburan. Oleh karena itu, kursus bahasa Inggris bukan hanya soal menambah keterampilan, melainkan investasi besar untuk masa depan.


Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya

Belajar bahasa Inggris kini bukan hanya sekadar keahlian tambahan, tetapi sebuah kebutuhan yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan menguasai bahasa internasional ini, kamu bisa membuka banyak peluang, baik dalam dunia pendidikan, karir, maupun kehidupan sosial. Untuk lebih jelasnya lagi berikut ini beberapa manfaat yang bisa kamu rasakan ketika belajar bahasa Inggris:

1. Bahasa Inggris Digunakan untuk Komunikasi Global

Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa internasional yang menghubungkan individu, kelompok, dan negara di seluruh dunia. Dengan kemampuan bahasa Inggris, kamu dapat menjangkau berbagai kesempatan yang sebelumnya mungkin tidak dapat diakses. Kenapa harus belajar Bahasa Inggris? Salah satunya adalah karena bahasa ini digunakan dalam hampir semua forum internasional, mulai dari konferensi ilmiah, pertemuan bisnis, hingga interaksi diplomatik antara negara.

Karena sifatnya yang universal, banyak organisasi besar, seperti PBB, NATO, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi mereka. Ini memudahkan negara-negara yang berbeda bahasa untuk berkomunikasi dengan lebih efisien.

Kursus Bahasa Inggris
Bahasa Inggris digunakan untuk komunikasi global

Tidak hanya di dunia pemerintahan dan organisasi internasional, di sektor swasta pun bahasa Inggris memiliki peran penting. Perusahaan-perusahaan multinasional, yang memiliki cabang dan mitra di berbagai negara, umumnya menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di kantor pusat maupun di berbagai cabangnya. Hal ini memudahkan komunikasi antar karyawan, serta dalam membuat kesepakatan bisnis lintas negara.

Di dunia pendidikan, bahasa Inggris juga memegang peranan besar. Banyak perguruan tinggi di luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk program-program akademik, termasuk di universitas-universitas top dunia seperti di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. Oleh karena itu, menguasai bahasa Inggris bukan hanya penting untuk komunikasi pribadi, tetapi juga untuk mengikuti pendidikan tinggi di level internasional.

Selain itu, bahasa Inggris sangat membantu dalam menjalin hubungan antar individu dari berbagai latar belakang budaya. Banyak platform media sosial dan aplikasi komunikasi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa standar, memungkinkan kamu untuk berinteraksi dan melakukan conversation dengan teman-teman dari seluruh dunia, tanpa hambatan bahasa yang menghalangi.

2. Peluang Karir yang Lebih Luas

Peluang karir yang lebih luas menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang bertanya, kenapa harus belajar bahasa Inggris? Bahasa Inggris telah menjadi bahasa internasional yang digunakan secara luas dalam dunia bisnis, diplomasi, dan teknologi. Banyak perusahaan multinasional, baik di sektor teknologi, keuangan, maupun manufaktur, mengutamakan kemampuan berbahasa Inggris yang profesional dalam proses rekrutmen.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang beroperasi secara global, kebutuhan untuk berkomunikasi dalam bahasa yang umum digunakan ini menjadi sangat penting. Karyawan yang memiliki kemampuan bahasa Inggris tidak hanya dapat berkomunikasi dengan kolega dari berbagai negara, tetapi juga memiliki kesempatan untuk dipromosikan ke posisi yang lebih strategis.

Dalam banyak kasus, perusahaan akan lebih cenderung memilih kandidat yang bisa berbahasa Inggris dengan baik karena mereka dapat dengan mudah bekerja dengan tim internasional, menghadiri rapat atau presentasi, serta memahami dan memproduksi materi yang menggunakan bahasa Inggris. Ini menjadi keuntungan kompetitif yang besar, mengingat semakin banyaknya perusahaan yang melebarkan sayapnya ke pasar internasional.

Misalnya, di sektor teknologi, peran-peran yang berhubungan dengan penelitian dan pengembangan (R&D) sering kali membutuhkan interaksi dengan mitra global atau pemangku kepentingan yang mungkin tidak berbicara bahasa lokal.

3. Akses ke Informasi dan Teknologi

Akses ke informasi dan teknologi adalah salah satu alasan utama kenapa harus belajar Bahasa Inggris. Sebagian besar konten di internet, seperti artikel, buku, jurnal, dan berbagai materi penelitian lainnya, tersedia dalam bahasa Inggris. Hal ini membuat bahasa Inggris menjadi kunci utama untuk mengakses pengetahuan global.

Banyak sumber daya pendidikan dan ilmiah yang hanya tersedia dalam bahasa Inggris atau lebih dulu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, yang menjadikannya sebagai bahasa utama dalam dunia akademis dan penelitian. Dengan menguasai bahasa Inggris, kamu dapat menjelajahi berbagai sumber daya ini dan memperoleh wawasan yang lebih luas dalam berbagai bidang, mulai dari sains, teknologi, hingga seni.

Kursus Bahasa Inggris
Alasan utama belajar bahasa inggris akses ke informasi & teknologi
Selain itu, banyak platform pembelajaran online yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, seperti kursus, video tutorial, dan e-book yang dapat membantu kamu dalam meningkatkan kemampuan di berbagai bidang, termasuk bisnis dan teknologi. Saat kamu menguasai bahasa Inggris, kamu juga akan lebih mudah memahami berbagai manual perangkat lunak atau teknologi yang sebagian besar disusun dalam bahasa Inggris.

Teknologi terbaru, dari aplikasi hingga perangkat keras, biasanya memerlukan pemahaman terhadap bahasa Inggris untuk dapat dipahami dan digunakan dengan maksimal. Sebagai contoh, software populer, alat pengembangan web, atau bahkan dokumentasi teknis di perusahaan-perusahaan besar sering kali ditulis dalam bahasa Inggris.

4. Bisa Mendapatkan Kesuksesan Akademik

Kemampuan berbahasa Inggris memainkan peran yang sangat penting dalam mencapai kesuksesan akademik, terutama di perguruan tinggi ternama yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama. Seiring dengan semakin banyaknya universitas di dunia yang menawarkan program-program berkualitas dengan pengajaran dalam bahasa Inggris, penguasaan bahasa ini menjadi syarat utama bagi mahasiswa internasional.

Universitas seperti Harvard, Oxford, dan Stanford, misalnya, menggunakan bahasa Inggris dalam semua aspek perkuliahan mereka, dari kuliah hingga ujian, tugas, dan penelitian. Oleh karena itu, menguasai bahasa Inggris akan mempermudah mahasiswa untuk beradaptasi dengan materi kuliah, berkomunikasi dengan dosen dan teman sekelas, serta mengakses literatur akademik yang mayoritas ditulis dalam bahasa Inggris.

Selain itu, kemampuan bahasa Inggris yang baik juga berpengaruh besar pada proses memperoleh beasiswa. Banyak program beasiswa internasional, seperti Fullbright, Chevening, dan Erasmus Mundus, mensyaratkan peserta untuk memiliki skor TOEFL atau IELTS yang baik.

Beasiswa tersebut seringkali membutuhkan bukti kemampuan bahasa Inggris yang memadai untuk memastikan bahwa penerima beasiswa dapat mengikuti perkuliahan dan berkomunikasi dengan lancar di lingkungan akademik internasional. Mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang lebih tinggi biasanya memiliki peluang lebih besar untuk diterima di universitas-universitas top dan mendapatkan pendanaan untuk studi mereka.

5. Meningkatkan Percaya Diri

Menguasai bahasa Inggris dapat menjadi faktor yang sangat penting dalam meningkatkan rasa percaya diri, terutama ketika berinteraksi dalam berbagai situasi yang melibatkan banyak orang dari latar belakang budaya yang berbeda. Hal ini berlaku di banyak aspek kehidupan, baik itu di tempat kerja, di sekolah, atau saat bepergian ke luar negeri.

Ketika kamu memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, kamu akan merasa lebih nyaman berbicara dengan orang dari berbagai negara dan budaya. Hal ini bisa mengurangi rasa cemas atau ragu-ragu yang sering muncul ketika berbicara dengan orang yang tidak kamu kenal, apalagi jika bahasa yang digunakan bukan bahasa ibu kamu.

Kursus Bahasa Inggris
Menguasai bahasa inggris dapat meningkatkan rasa percaya diri
Di tempat kerja, terutama di perusahaan internasional, kemampuan berbahasa Inggris memungkinkan kamu untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi dengan rekan kerja atau atasan dari negara lain. Kamu akan merasa lebih mampu dalam menyampaikan pendapat, ide, atau bahkan berpartisipasi dalam rapat yang melibatkan peserta dari berbagai belahan dunia. Rasa percaya diri ini akan membuat kamu lebih dihargai dan mampu menunjukkan potensi yang kamu miliki secara lebih optimal.

Begitu juga saat kamu berada di lingkungan akademik, baik itu di universitas atau sekolah internasional, kemampuan berbahasa Inggris akan memungkinkan kamu untuk berbicara dengan lebih lancar dan jelas dalam diskusi, presentasi, atau bahkan saat bekerja dalam kelompok. Ini akan memperkuat posisi kamu dalam percakapan atau tugas akademik, serta membantu kamu untuk lebih mudah beradaptasi dengan sistem belajar di luar negeri.

6. Membantu Mobilitas Global

Peningkatan mobilitas global kini menjadi kenyataan yang semakin terasa. Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi, batasan geografis semakin tidak relevan dalam dunia kerja dan kehidupan sosial. Hal ini membuka kesempatan bagi banyak orang untuk bekerja atau tinggal di luar negeri, serta berinteraksi dengan berbagai budaya. Salah satu faktor yang memperlancar transisi tersebut adalah kemampuan berbahasa Inggris. Bahasa ini menjadi penghubung utama di banyak industri internasional, mulai dari teknologi, bisnis, hingga hiburan.

Dengan adanya berbagai platform digital, perusahaan global, dan berbagai kesempatan internasional, banyak negara mengandalkan bahasa Inggris untuk komunikasi sehari-hari, terutama dalam sektor profesional. Di hampir semua industri, seperti di perusahaan multinasional, sektor teknologi, dan media digital, bahasa Inggris bukan lagi sekadar alat komunikasi tambahan, melainkan menjadi bahasa utama yang digunakan untuk berkoordinasi dengan kolega, klien, atau mitra bisnis dari berbagai belahan dunia.

Bahkan dalam dunia hiburan, sebagian besar film, musik, dan media digital diproduksi dengan bahasa Inggris, menjadikannya bahasa yang sangat vital untuk berkomunikasi dan memahami tren global.

7. Peningkatan Konektivitas Budaya

Bahasa Inggris memainkan peran kunci dalam meningkatkan konektivitas budaya di seluruh dunia. Sebagai bahasa global yang digunakan di banyak bidang, seperti seni, hiburan, dan ilmu pengetahuan, bahasa Inggris membuka akses yang luas untuk memahami dan menikmati berbagai budaya dari seluruh penjuru dunia.

Misalnya, dalam dunia hiburan, banyak film internasional yang diproduksi dalam bahasa Inggris, atau setidaknya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Ini memungkinkan kamu untuk menikmati film-film dari berbagai negara tanpa kendala bahasa, serta memperkenalkan budaya yang berbeda melalui sinematografi, cerita, dan karakter yang unik.

Selain film, musik juga merupakan aspek budaya yang sangat dipengaruhi oleh bahasa Inggris. Banyak genre musik populer seperti pop, rock, dan hip-hop menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama, yang tidak hanya mendominasi pasar musik internasional, tetapi juga mempengaruhi tren musik di berbagai belahan dunia.

Lirik-lirik dalam bahasa Inggris memungkinkan pendengar dari berbagai latar belakang budaya untuk merasakan pesan dan emosi yang terkandung dalam karya musik tersebut, serta menciptakan keterhubungan antarbudaya.

Lebih jauh lagi, bahasa Inggris juga mendominasi dunia sastra. Banyak karya sastra besar, baik yang ditulis oleh penulis berbahasa Inggris maupun karya-karya terjemahan dari bahasa lain, dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Karya-karya tersebut tidak hanya mencerminkan pemikiran dan nilai-nilai budaya dari negara asalnya, tetapi juga memberikan wawasan baru kepada pembaca dari seluruh dunia.

Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggrismu di ICAN Learning Center

Belajar Bahasa Inggris menjadi hal yang sangat penting di era globalisasi ini. Kemampuan berbahasa Inggris membuka banyak peluang di berbagai aspek kehidupan, seperti karir, pendidikan, hingga perjalanan internasional.

Bahasa Inggris tidak hanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga menjadi bahasa utama dalam banyak bidang profesional, teknologi, dan ilmiah. Dengan menguasai Bahasa Inggris, kamu akan memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi global, bisa berkomunikasi dengan orang dari berbagai negara, serta meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan impian atau melanjutkan studi di luar negeri.

Kursus Bahasa Inggris
Sumber: website ICAN Learning Centre
Jika kamu ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggrismu secara efektif dan terstruktur, bergabunglah dengan ICAN Learning Center! Di ILC, kamu akan mendapatkan pelatihan dari pengajar profesional yang berpengalaman, dengan metode yang dirancang untuk memaksimalkan pemahaman dan keterampilan berbahasa Inggris.

Selain itu, ICAN Learning Center menawarkan berbagai keuntungan, seperti kelas yang fleksibel, materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhanmu, dan lingkungan yang mendukung untuk belajar secara maksimal. Dengan dukungan ICAN English, kamu akan lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris di berbagai situasi dan siap menghadapi tes-tes internasional seperti TOEFL, SAT atau IELTS. Jadi, tunggu apa lagi? Tingkatkan kemampuan Bahasa Inggrismu sekarang juga di ICAN English.














Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Skin Longevity
Wardah Skin Longevity Clinic,  SPAC8, ASHTA District 8, SCBD

Pengalaman mengikuti perjalanan perawatan kulit yang ternyata tidak hanya bicara soal skincare.

Selama ini, kalau membicarakan kesehatan kulit, hal pertama yang terlintas di pikiran saya biasanya adalah skincare. Mulai dari sabun pembersih wajah, serum, pelembap, sampai sunscreen. Rasanya, selalu ada saja produk yang menarik untuk dicoba. Namun, ketika mendapat undangan dari Seedbacklink sebagai Seedbacklink KOC untuk menghadiri Wardah Skin Longevity Clinic, saya justru mendapatkan perspektif yang sedikit berbeda.

Acara yang berlangsung di SPAC8, ASHTA District 8, SCBD, Jakarta, ini bukan sekadar tempat untuk mengenal produk perawatan wajah. Wardah mengajak pengunjung memahami kesehatan kulit melalui pendekatan yang lebih menyeluruh. 

Diperkenalkan sebagai klinik pertama dari ParagonCorp di Asia Tenggara, Wardah Skin Longevity Clinic mengusung tema Reveal Your Lifestyle Rituals for Lasting Skin Health. Sebuah konsep yang mengingatkan saya bahwa kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang kita aplikasikan ke wajah, tetapi juga oleh kebiasaan sehari-hari. Di sinilah saya mulai mengenal istilah skin longevity.


Skin Longevity, Bukan Sekadar Urusan Awet Muda

Mendengar istilah skin longevity, mungkin sebagian dari kita langsung membayangkan perawatan untuk menjaga wajah tetap muda. Padahal, konsep ini memiliki cakupan yang lebih luas.

Skin longevity berfokus pada upaya menjaga kesehatan dan fungsi kulit dalam jangka panjang. Artinya, bukan hanya memperhatikan tampilan kulit hari ini, tetapi juga memahami apa yang dibutuhkan kulit agar tetap sehat seiring bertambahnya usia.


Skin Longevity
Workshop meracik skincare


Dalam sesi penjelasan workshop di Skin Longevity Expert, saya menangkap satu hal menarik: kesehatan kulit berkaitan erat dengan gaya hidup. Ada tiga aspek yang menjadi perhatian, yaitu Eat, Move, dan Rest. Bagaimana kita makan, seberapa aktif tubuh bergerak, serta bagaimana kita memberikan waktu untuk beristirahat, semuanya menjadi bagian dari pembahasan.

Konsep tersebut kemudian diperkenalkan melalui lima protokol yang dirancang untuk membantu pengunjung memahami kondisi kulit dan kebiasaan yang mendukung kesehatannya.


1. Personalized AI Skin Longevity Analyzer: Mengenal Kondisi Kulit Lebih Dekat

Perjalanan saya dimulai dari Wardah Personalized AI Skin Longevity Analyzer. Di sini, pengunjung bisa mendapatkan gambaran mengenai kondisi kulit melalui teknologi analisis yang dipadukan dengan informasi tentang gaya hidup.

Tidak hanya memeriksa kondisi kulit, prosesnya juga melibatkan pertanyaan seputar enam aspek kehidupan, yaitu tidur dan pemulihan, nutrisi, stres, aktivitas fisik, kesehatan pencernaan, serta lingkungan, termasuk paparan sinar UV, panas, dan polusi.

Skin Longevity
Personalized Skin Analysis

Hasil analisis tersebut dirangkum dalam Advanced Skin ID Blueprint yang dilengkapi dengan Skin Longevity Score. Menurut saya, bagian ini cukup menarik karena mengajak kita melihat kesehatan kulit dari sudut pandang yang lebih luas. Terkadang, kita terlalu fokus mencari tahu produk apa yang cocok, padahal belum tentu memahami faktor lain yang ikut memengaruhi kondisi kulit.

Dengan mengenali kondisi kulit dan kebiasaan sehari-hari, kita bisa mulai memahami perawatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing.


2. Move Protocol: Pentingnya Tubuh yang Aktif

Selanjutnya, saya memasuki Move Protocol. Sesuai namanya, protokol ini mengajak pengunjung melihat hubungan antara aktivitas fisik dan kesehatan tubuh melalui pemeriksaan komposisi tubuh.

Awalnya, saya sempat bertanya-tanya, apa hubungannya komposisi tubuh dengan kesehatan kulit? Ternyata, aktivitas fisik merupakan salah satu bagian penting dari gaya hidup sehat. Tubuh yang aktif mendukung sirkulasi darah dan berbagai proses metabolisme yang juga berperan dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Hal ini membuat saya menyadari bahwa merawat kulit seharusnya tidak berhenti pada rutinitas di depan cermin. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung kesehatan kulit, termasuk membiasakan diri bergerak. Tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten juga bisa menjadi langkah awal.


3. Eat Protocol: Ketika Kesehatan Pencernaan Ikut Dibicarakan

Bagian berikutnya membawa saya pada pembahasan mengenai hubungan antara makanan, pencernaan, dan kondisi kulit. Dalam Eat Protocol, pengunjung diperkenalkan dengan istilah gut-skin axis, yaitu hubungan antara kesehatan saluran pencernaan dan kulit.

Skin Longevity
Kondisi kulitmu sekarang menjawab bagaimana kesehatan pencernaanmu


Topik ini cukup menarik karena selama ini kita mungkin lebih sering menghubungkan makanan dengan berat badan atau kesehatan tubuh secara umum. Padahal, pola makan dan kondisi pencernaan juga dapat berkaitan dengan kesehatan kulit.

Ada satu momen yang cukup saya ingat ketika seorang pengunjung bertanya kepada ahli gizi tentang makanan yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan kulit. Jawabannya mengarah pada gula dan pentingnya memperhatikan konsumsinya.

Skin Longevity
Konsultasi pentingnya memilih makanan untuk nutrisi kulit


Pembahasan ini terasa relevan dengan kebiasaan makan sehari-hari. Apalagi, makanan dan minuman manis sering kali menjadi bagian dari rutinitas tanpa terlalu kita pikirkan.

Bukan berarti kita harus langsung menghindari semua makanan favorit. Namun, pengalaman ini mengingatkan saya bahwa menjaga kesehatan kulit juga bisa dimulai dari kebiasaan makan yang lebih seimbang.


4. Rest Protocol: Memberi Tubuh Waktu untuk Memulihkan Diri

Dari semua penjelasan mengenai protokol, Rest Protocol menjadi salah satu bagian yang paling berkesan. Di sini, pembahasannya berfokus pada tidur, pemulihan, dan pengelolaan stres. Pengunjung juga diajak mengenal konsep circadian rhythm dan brain-skin axis melalui pengalaman immersive soundscape.

Pengalaman ini membuat pembahasan tentang istirahat terasa lebih dekat. Sebab, tidur dan pemulihan sering kali menjadi bagian dari gaya hidup yang mudah terabaikan, terutama ketika aktivitas sehari-hari sedang padat. Jadi kualitas istirahat merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan kulit. Kurang tidur dapat berdampak pada kondisi kulit, misalnya membuat wajah terlihat lebih kusam.

Tidur sekitar delapan jam sering digunakan sebagai acuan umum bagi orang dewasa, meskipun kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Saya jadi teringat bahwa kesibukan bekerja, menulis, dan membuat konten terkadang membuat waktu istirahat harus menyesuaikan jadwal yang tidak selalu teratur.

Dari sesi ini, saya belajar bahwa merawat diri tidak selalu harus menambah sesuatu ke dalam rutinitas. Terkadang, justru ada kebiasaan yang perlu diperbaiki, salah satunya memberikan tubuh waktu istirahat yang cukup.


5. Face Gym Treatment: Perawatan sebagai Bagian dari Perjalanan

Setelah melewati berbagai tahapan yang membahas kondisi kulit dan gaya hidup, perjalanan ditutup dengan Face Gym Treatment. Protokol ini menjadi bagian perawatan wajah dalam rangkaian Holistic Skin Longevity Protocol yang diperkenalkan Wardah.

Bagi saya, penempatan perawatan wajah di tahap akhir terasa menarik. Sebelum sampai pada sesi ini, pengunjung sudah diajak memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan kesehatan kulit. Dengan begitu, perawatan wajah tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari pendekatan yang lebih menyeluruh.

Pengalaman ini juga mengingatkan saya bahwa setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan kulit yang berbeda. Karena itu, memahami kebutuhan kulit sendiri menjadi langkah yang tidak kalah penting sebelum menentukan jenis perawatan yang akan dilakukan.


Lebih Mengenal Kulit, Lebih Memahami Diri Sendiri

Mengikuti Wardah Skin Longevity Clinic memberi saya pengalaman yang berbeda dari kunjungan ke acara kecantikan pada umumnya. Lima protokol yang diperkenalkan membuat saya melihat bahwa kesehatan kulit bukan hanya tentang produk yang digunakan setiap hari. Ada banyak faktor lain yang ikut berperan, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, hingga lingkungan tempat kita beraktivitas.

Skin Longevity
setelah semua di cek, tim Wardah merekomendasikan skincare yang cocok untuk kondisi kulit kita


Tentu saja, bukan berarti setelah mengikuti satu rangkaian acara, semua kebiasaan bisa langsung berubah. Namun, setidaknya ada beberapa hal yang bisa mulai diperhatikan dalam keseharian. Saya pulang dengan pemahaman baru bahwa perawatan kulit tidak harus selalu dimulai dengan mencari produk terbaru. Mengenali kondisi kulit, memahami kebiasaan sehari-hari, dan melakukan perawatan yang sesuai juga merupakan bagian dari perjalanan menjaga kesehatan kulit.

Terima kasih kepada Seedbacklink yang telah mengundang saya sebagai Seedbacklink KOC, serta tim Wardah yang menghadirkan pengalaman edukatif melalui Wardah Skin Longevity Clinic.

Wardah Skincare
Goodiebag dari journey ke Wardah Skin Longevity Clinic 

Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program ini, informasi mengenai Wardah Skinverse dapat ditemukan melalui website Wardah Skinverse.







Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Sinergi Lintas Generasi Bersama YDBA
Perjalanan Qisbelin dari Bontang Hingga Mendunia

Memori masa kecil saya penuh dengan aroma ikan goreng dan kuah rujak yang menggugah selera. Tempat tinggal saya dekat laut, jadi seafood adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Ibu saya selalu menyediakan kerupuk ikan di rumah. Mulai dari berbagai bentuk, berbagai rasa. Saya dan saudara-saudara langsung senang makan kerupuk ikan yang gurih dan renyah, disiram kuah rujak. Perpaduan gurih, pedas, dan nagih membuat camilan ini selalu ludes tak bersisa.

Itulah mengapa ketika saya mencoba Amplang Kuku Macan Qisbelin untuk pertama kali, memori itu langsung kembali. Rasanya familiar, tapi ada sesuatu yang berbeda, yakni ada kualitas, ada cerita dibaliknya. Dan ini membuat saya ingin tahu lebih dalam tentang produk dari Bontang, Kalimantan Timur, ini.

Kesempatan itu datang saat Trade Expo Indonesia 2025 berlangsung di ICE BSD Tangerang, Oktober lalu. Saya datang dengan tujuan melihat bagaimana produk UMKM Indonesia dibawa ke panggung yang lebih besar, dari lokal hingga internasional. Dan di booth Qisbelin, saya bertemu langsung dengan Handrini Rahayuningtyas, pemilik dan pendiri Qisbelin. Dalam percakapan singkat kami, saya menyadari bahwa cerita Qisbelin adalah lebih dari sekadar kisah sukses satu UMKM. Ini adalah cerita tentang sinergi lintas generasi bagaimana ibu, anak muda, institusi pembinaan, dan komunitas UMKM bersinergi untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM dari lokal hingga global.


Nama Qisbelin: Cerita Pribadi Dibalik Sebuah Brand

Pertanyaan pertama saya bukan tentang omzet atau penjualan. Saya bertanya tentang nama. Karena bagi saya nama bukan sekadar label, tapi nama punya makna dan punya cerita.

“Qisbelin adalah perpaduan nama Qis dan Abelian,” Handrini menjelaskan dengan hangat. “Qis adalah panggilan sayang untuk ayah saya, dan Abelian adalah nama angkatan saat saya kuliah.” Handrini melanjutkan dengan mata yang berbinar, "Ayah saya adalah seorang wartawan. Di setiap akhir beritanya, selalu ada 'kis'. Itu adalah signature ayah saya. Sebagai anak perempuan, saya sangat mengagumi ayah. Saya ingin Qisbelin juga melanglang buana seperti berita yang dibuat ayah saya menjangkau banyak orang, membawa pesan, memiliki dampak." Aspirasi itu tercermin dalam setiap elemen Qisbelin, bahkan dalam logonya. Di logo Qisbelin, ada lambang mata pena yang mewakili wartawan, warisan dari ayah saya. Dan ada lambang kurva tak hingga di balik huruf 'b', melambangkan harapan saya bahwa mulai dari produknya, penjualannya, inovasinya, semuanya tak terhingga. Qisbelin harus mendunia. Itulah mengapa brand saya tetap bernama Qisbelin, sementara perusahaannya adalah PT Qisbelian Snack Indonesia. Nama itu adalah doa, mimpi, dan legacy yang ingin saya teruskan", ungkap Handrini.

Jadi nama ini bukan sekadar kreasi di atas kertas. Ini adalah perpaduan memori keluarga dengan ambisi masa depan. Handrini membawa nama ayahnya, membawa kenangan masa kuliah, dan membuatnya menjadi identitas bisnis yang personal dan unik.

Sinergi Lintas Generasi Bersama YDBA
Handrini Rahayuningtyas, owner Qisbelin

“Lalu mengapa Amplang Kuku Macan?” saya tanya lagi. Handrini tersenyum. “Karena bentuk amplangnya memang menyerupai kuku macan, tajam dan melengkung. Nama ini membuat produk mudah diingat.” Dan benar, ketika orang mendengar “Amplang,” yang terlintas adalah “Amplang Kuku Macan Qisbelin,” bukan sekadar amplang biasa. Itu adalah kekuatan branding yang ternyata Handrini pelajari dalam perjalanan bisnisnya.

Dari percakapan singkat tentang nama ini, saya semakin yakin bahwa dibalik satu produk lokal ada banyak cerita: cerita keluarga, cerita daerah, cerita aspirasi, dan cerita perjalanan panjang orang yang membuatnya.


Dari Impian Karyawan Hingga Menemukan Peluang Sendiri

Cerita Handrini dimulai dari tempat yang tidak terduga. Dia adalah lulusan Matematika, punya gelar, punya ilmu, punya rencana hidup yang jelas. Dia ingin bekerja di perusahaan besar, mendapat gaji tetap, kehidupan yang terukur. Membantu usaha amplang ibu? Itu hanya sambil menunggu lamaran kerja diterima. 

Tapi hidup tidak selalu mengikuti rencana di atas kertas. Beberapa kali melamar pekerjaan tidak membawa hasil. Di tengah ketidakpastian itu, ada satu momen yang mengubah segalanya. Handrini menemani ibunya ke acara Asosiasi Makanan dan Minuman (ASMAMI) Bontang. Di sana, dia ditunjuk menjadi sekretaris ASMAMI. Dan Ketua ASMAMI memberinya tantangan sederhana yang powerful: “Jika kamu ingin aktif di organisasi dan dunia usaha, kamu harus punya produk sendiri.”

Kalimat itu seperti percikan. Tiba-tiba amplang bukan lagi usaha ibu itu adalah peluang dan tantangan untuk Handrini sendiri. Dia mulai serius mengembangkan amplang, menciptakan formula yang lebih baik, proses produksi yang lebih konsisten. Dan dari sana, Amplang Kuku Macan Qisbelin lahir.

Disini kita bisa melihat sinergi pertama: sinergi antara generasi tua (ibu dengan pengalaman dan dedikasi) dan generasi muda (Handrini dengan inovasi dan visi baru). Inilah yang dimaksud dengan lintas generasi. Bukan menggantikan, tetapi melanjutkan dan mengembangkan.


Ketika Kail Lebih Berharga dari Ikan: Filosofi YDBA yang Mengubah Qisbelin

Produk ada. Nama brand ada. Tapi Handrini tahu itu tidak cukup. Dia butuh pengetahuan tentang bagaimana menjalankan bisnis yang sesungguhnya, tidak hanya membuat dan menjual, tapi mengelola, berkembang, dan bersaing.

Pada tahun 2018, Handrini mengenal Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) melalui program pembinaan LPB PAMA Bessai Berinta Bontang. Dan di sini, perjalanan transformasi Qisbelin benar-benar dimulai. YDBA memiliki filosofi yang berbeda dari model pembinaan konvensional. Mereka tidak datang dengan uang tunai dan berkata, “Ini untuk kamu, semoga sukses.” Sebaliknya, YDBA bekerja dengan prinsip: “Berikan kail, bukan ikan.”

Filosofi ini bukan sekadar slogan. Ini adalah cara kerja mereka. Dalam pembinaan YDBA, Handrini tidak menerima suntikan modal besar atau peralatan gratis. Yang dia terima adalah pengetahuan, pendampingan, dan sistem bekal untuk menangkap peluang sendiri. Handrini belajar manajemen produksi, keuangan, pemasaran digital, dan branding. Dia belajar memilih ikan tenggiri yang tepat, takaran adonan yang konsisten, proses penggorengan yang menghasilkan amplang sempurna. Dia belajar tentang packaging yang menarik, storytelling produk, dan cara berkomunikasi dengan konsumen.

Penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di area produksi bukan sekadar teori. Handrini benar-benar menerapkannya. Hasilnya? Area produksi lebih efisien, kualitas terjaga, sistem lebih rapi. Untuk usaha kuliner seperti Qisbelin, ini sangat penting. Konsumen memang melihat amplang yang dikemas rapi, tapi yang tidak terlihat adalah proses di belakangnya yang dijaga ketat agar produk tetap berkualitas dan konsisten.

Branding juga berkembang. Sebelumnya, amplang hanya “camilan lokal” tanpa identitas kuat. Tapi dengan bimbingan YDBA, amplang menjadi “Amplang Kuku Macan Qisbelin” produk dengan cerita, identitas visual, dan sesuatu yang membuat konsumen ingat.

Berikan kail bukan ikan bukan memberikan solusi instan, tapi memberikan kemampuan untuk menemukan solusi sendiri. Ini adalah bentuk sinergi kedua: sinergi antara UMKM dan institusi pembinaan yang percaya pada proses pertumbuhan yang berkelanjutan.


2022: Saat Qisbelin Dinyatakan Sebagai UMKM Mandiri

Proses pembinaan YDBA tidak terjadi dalam semalam. Ada pembelajaran bertahap, ada eksperimen, ada perbaikan. Perjalanan dari usaha rumahan menjadi UMKM yang terkelola dengan baik membutuhkan waktu.

Pada tahun 2022, empat tahun setelah bergabung dengan program pembinaan YDBA, Handrini mengikuti asesmen UMKM PAMA INDO. Hasilnya? Qisbelin dinyatakan naik kelas menjadi UMKM Mandiri. Status UMKM Mandiri bukan hanya label administratif. Ini adalah pengakuan bahwa Handrini sudah memiliki kemampuan untuk mengelola bisnis dengan standar yang tepat, mulai dari manajemen produksi, keuangan, SDM, pemasaran, hingga lingkungan dan CSR.

Yang lebih penting, menjadi mandiri bukan berarti berjalan sendiri tanpa dukungan. Ini berarti memiliki kemampuan untuk terus berjalan meski pendampingan suatu saat berakhir. Handrini sudah punya fondasi yang kuat untuk membuat keputusan, menjaga kualitas, mencari pasar, dan mengarahkan bisnisnya sendiri.

Tapi perjalanan tidak berhenti di sini. Justru tantangannya makin besar. Bbagaimana mempertahankan kualitas? Bagaimana memenuhi pesanan dalam jumlah besar? Bagaimana membawa produk lokal tanpa kehilangan identitasnya? Handrini punya satu jawaban sederhana: “dengan terus melangkah.”


Dari Bontang ke Italia, Australia, dan California

Perlahan tapi pasti, Amplang Kuku Macan Qisbelin mulai menjelajahi pasar di luar Bontang. Pada akhir 2023, produk ini dikirim ke Italia. Kemudian November 2024, sekitar 80 kilogram dikirim ke Australia. Dan pada 18 Februari 2025, 1.000 pcs Amplang Kuku Macan dikirim ke California, Amerika Serikat.

Menembus pasar internasional bukan sekadar soal “produk enak.” Di baliknya ada persiapan usaha yang dibangun sedikit demi sedikit, menjaga kualitas, memperbaiki kemasan, memenuhi kebutuhan produksi, memahami pasar, dan terus belajar. Handrini membuktikan bahwa produk dari daerah punya kesempatan untuk menjelajah jauh dan tetap membawa identitas dari tempat asalnya.

Bahkan pada TEI 2025, Qisbelin menjadi satu dari 23 UMKM unggulan yang dipilih dari seluruh Indonesia. Ini bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari kerja keras, konsistensi, dan ekosistem yang tepat.


Sinergi Yang Mengubah Segalanya: Peran YDBA Dibalik Sukses Qisbelin

Sinergi Lintas Generasi Bersama YDBA
Owner Qisbelin menandatangani MoU, Amplang Kuku Macan siap ekspor ke Amerika

Jika saya hanya menghitung angka omzet, jumlah ekspor, penghargaan, cerita Qisbelin mungkin terlihat seperti kisah sukses yang sudah selesai. Tapi yang lebih penting adalah memahami ekosistem di baliknya.

Ada pelaku usaha yang mau belajar. Ada institusi pembinaan yang memberikan pengetahuan tanpa membuat ketergantungan. Ada komunitas UMKM yang saling membuka jaringan. Ada pameran yang mempertemukan produk dengan pasar. Semuanya tidak berdiri sendiri, itulah mengapa kata “sinergi” terasa begitu penting.

Pada 2025, YDBA mencatat 2.030 UMKM aktif dibina, menciptakan 4.674 tenaga kerja, dengan fasilitasi pembiayaan mencapai Rp684 miliar dan fasilitasi pemasaran mencapai Rp4,9 triliun. Angka itu besar, tapi yang lebih besar adalah cerita di baliknya. Berapa banyak pemilik usaha yang akhirnya berani mengambil keputusan? Berapa banyak yang berani mencari pasar lebih luas? Berapa banyak yang memahami bahwa mengelola usaha bukan hanya membuat produk?

Dalam kasus Qisbelin, Handrini tidak hanya menerima pembinaan, dia juga menjadi instruktur bagi UMKM lain, mengajarkan strategi pemasaran dan teknik produksi amplang. Siklus sinergi lintas generasi ini terus berlanjut: dari UMKM yang dibina, menjadi UMKM mandiri, lalu mentor bagi UMKM berikutnya. Ini adalah akselerasi yang sesungguhnya.


Dari Sebungkus Amplang, Saya Belajar Arti Sinergi 

Sinergi Lintas Generasi Bersama YDBA
Saya dan Amplang Kuku Macan Qisbelin 

Sebelum bertemu Handrini, saya hanya mengenal Amplang Kuku Macan sebagai camilan khas Kalimantan. Sekarang, setiap kali mendengar nama Qisbelin, yang terbayang adalah perjalanan lengkapnya: seorang perempuan yang menemukan jalannya sendiri, usaha keluarga yang berkembang menjadi brand, proses pembinaan yang berkelanjutan, filosofi “berikan kail bukan ikan” yang hidup, hingga pasar Italia, Australia, dan California.

Itulah wajah UMKM Indonesia yang sebenarnya. Tidak selalu dimulai dengan sesuatu yang besar. Kadang dimulai dari dapur rumah, resep keluarga, keberanian mencoba, satu produk. Lalu perlahan berkembang karena ada kesempatan untuk belajar dan ada ekosistem yang mendukung.

Qisbelin mengingatkan saya bahwa menjadi mandiri bukan berarti tidak membutuhkan siapa-siapa. Justru dengan sinergi yang tepat, sebuah UMKM bisa mendapatkan bekal untuk kemudian berdiri lebih kuat dengan kakinya sendiri. Dan ketika sudah berdiri, perjalanan itu tidak harus berhenti. Bisa diteruskan, bisa dibagikan, bisa menjadi inspirasi bagi yang lain.

Selama 46 tahun, YDBA telah membuktikan bahwa sinergi lintas generasi antara usaha keluarga, generasi muda, institusi pembinaan, dan komunitas UMKM adalah kunci untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Kisah Qisbelin adalah salah satu dari ribuan kisah yang lahir dari komitmen YDBA untuk memberdayakan UMKM Indonesia. Di setiap cerita sukses seperti ini, kita melihat visi YDBA yang nyata: UMKM Indonesia yang mandiri, berkembang, dan siap bersaing di tingkat global.

Terima kasih, Handrini. Terima kasih, Qisbelin. Terima kasih, YDBA. Kalian telah menunjukkan bahwa dengan kail yang tepat, UMKM Indonesia bisa menangkap peluang yang jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkan. 







Share
Tweet
Pin
Share
12 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (12)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ►  September 2026 (2)
    • ▼  October 2026 (2)
      • Mengenal Skin Longevity Lewat 5 Protokol Wardah Sk...
      • Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatny...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates