
Wardah Skin Longevity Clinic, SPAC8, ASHTA District 8, SCBD
Sabtu, 3 Oktober 2026 saya mendapatkan undangan dari Seedbacklink untuk hadir sebagai Seedbacklink KOC di Wardah Skin Longevity Clinic. Jujurly, sebelum sampai ke lokasi saya sudah membayangkan di sana tuh bakal ada booth cantik, deretan produk, tester di mana-mana, dan ada tim Wardah yang dengan ramah menjelaskan serum mana yang paling cocok untuk saya. Saya bahkan sudah menyiapkan senyum sumringah untuk bagian itu.
Tapi begitu melangkah ke SPAC8, ASHTA District 8, SCBD, tebakan itu pelan-pelan runtuh. Tempat ini tidak terasa seperti pameran. Panitia menyebutnya clinic journey, dan setelah melewati semua tahapnya, saya paham kenapa mereka memilih kata "perjalanan".
Wardah memperkenalkan klinik ini sebagai yang pertama dari ParagonCorp di Asia Tenggara. Temanya Reveal Your Lifestyle Rituals for Lasting Skin Health, dan berlangsung dari 29 September sampai 6 Oktober 2026. Saya datang untuk melihat dan mendengarkan. Ternyata yang saya dengar cukup mengusik diri saya.
Jadi ada satu perumpamaan yang dijelaskan yang makjleb langsung menempel di kepala saya. Wardah mengibaratkan kondisi kulit dengan battery health pada ponsel. Kita semua paham logikanya. Baterai yang sering dipaksa bekerja, jarang diisi dengan benar, dan terus dipakai di kondisi panas tidak rusak dalam semalam. Ia menurun pelan-pelan, nyaris tak terasa, sampai suatu hari kita sadar daya tahannya tidak lagi sama. Kulit bekerja dengan cara serupa. Ia merekam semua yang kita jalani, hari demi hari.
![]() |
| ada workshop bagaimana dampak sinar uv untuk kulit dan bagaimana proses regenerasi kulit wajah |
1. Move Protocol
Perjalanan dimulai dari tubuh, bukan dari wajah. Di sini ada pengecekan body composition, dan saya sempat bertanya-tanya, apa hubungannya dengan kulit?
Hubungannya ternyata dekat sekali. Tubuh yang aktif punya sirkulasi dan metabolisme yang lebih sehat, dan kulit ikut menumpang di sana. Selama ini saya memperlakukan wajah seperti tamu istimewa yang dijamu dengan produk terbaik, padahal rumah tempat ia tinggal tidak pernah saya periksa.
![]() |
| Personalized Skin Analysis |
2. Eat Protocol
Penjelasan di sini berpusat pada hubungan pencernaan dan kulit, yang disebut gut-skin axis. Kalau usus sedang tidak baik-baik saja, wajah sering ikut bercerita.
Lalu datang momen yang paling melekat di ingatan saya. Seorang pengunjung bertanya kepada ahli gizi: apa satu makanan yang paling memengaruhi kulit? Jawabannya cuma satu kata. Gula. Satu kata tapi seisi kepala saya langsung memutar ulang segelas kopi manis, sepiring nasi, dan camilan yang selama ini saya konsumsi tanpa rasa bersalah kepada kondisi kulit sendiri. Jujur, bagian ini ngena banget!
![]() |
| penjelasan bagaimana makanan yang kita konsumsi mempengaruhi kondisi kulit |
3. Rest Protocol
Protokol ini membahas tidur, pemulihan, dan stres lewat konsep circadian rhythm dan brain-skin axis. Dijelaskan bahwa begadang cenderung membuat kulit tampak kusam dan terasa kasar, dan tidur sekitar delapan jam disebut sebagai patokan.
Satu hal lagi yang saya catat dari penjelasan dr. Yusri Dinuth: istirahat tidak selalu berarti tidak melakukan apa-apa, dan penerapannya tidak bisa disamaratakan. Bisa jadi seseorang sudah rajin bergerak dan menjaga makan, tetapi tidurnya yang bermasalah. Protokolnya pun berbeda untuk setiap orang.
Saya menulis, mendesain, dan menyiapkan konten, pekerjaan yang jam kerjanya suka lupa wakru. Mendengar itu, saya hanya bisa tersenyum kecut. Kulit saya mungkin sudah lama mengajukan keluhan dan berteriak minta perhatian, dan selama ini saya menjawabnya dengan produk, bukan dengan tidur yang cukup.
4. Konsultasi dengan Ahli
Setelah tubuh, makanan, dan tidur dipahami, barulah pengunjung berkonsultasi dengan ahli. Di tahap ini, semua potongan tadi dirangkai menjadi satu gambaran yang utuh dan personal.
Bagi saya, inilah titik pembeda. Kita tidak lagi menebak apa yang dibutuhkan kulit atau mengikuti apa yang sedang ramai di linimasa. Kita mulai dari kondisi diri sendiri.
5. Rekomendasi Skincare dari Ahli
Protokol terakhir adalah rekomendasi skincare, disesuaikan dengan hasil seluruh tahap sebelumnya. Skincare ditempatkan di ujung, bukan di depan. Itu keputusan kecil yang terasa besar. Seolah klinik ini berkata, kenali dulu kulit dan kebiasaanmu, baru kita bicara soal botolnya. Sebagai orang yang selama ini terbiasa memulai dari botol, saya merasa urutan ini jauh lebih jujur.
![]() |
| setelah semua di cek, barulah tim Wardah merekomendasikan skincare yang cocok untuk kondisi kulit kita |
Kalau kulit kamu juga sedang terasa lelah, mungkin pertanyaan kedua layak ditanyakan lebih dulu. Skin longevity mengajarkan bahwa kulit sehat tidak lahir dari satu produk ajaib, tetapi dari kebiasaan kecil yang dijaga cukup lama.
Terima kasih kepada Seedbacklink yang telah mengundang saya sebagai Seedbacklink KOC, dan kepada tim Wardah yang merangkai pengalaman ini dengan begitu runtut. Informasi kegiatan bisa dilihat di skinverse.wardahbeauty.com/skinverse, dan klinik dibuka sampai 6 Oktober 2026.
Sampai jumpa di cerita berikutnya.
.png)
.png)
.png)
.png)



















