Nikmatnya Sambal Roa Ragam Sambal Indonesia

Sambal Roa, Ragam Sambal Indonesia M akan tanpa sambal nggak akan nikmat bagi saya penyuka pedas. Ya, lidah saya tuh biasa memakan makanan d...

Sambal Roa
Sambal Roa, Ragam Sambal Indonesia

Makan tanpa sambal nggak akan nikmat bagi saya penyuka pedas. Ya, lidah saya tuh biasa memakan makanan dengan banyak cita rasa terutama rempah. Ayah berdarah Aceh dan Ibu berdarah Melayu-Padang sudah kebayang bagaimana lauk-pauk yang sehari-hari saya nikmati. Di rumah wajib ada sambal. Begitulah kebiasaan makan keluarga saya.

Apa saja sambal favorit keluarga saya?Banyak! Ibu saya suka berkreasi aneka sambal tergantung lauknya. Misalnya kalau lauk yang dimasak ikan goreng atau ikan asin maka yang cocok jadi temannya sambal terasi. Kemudian kalau lauknya ikan kaut yang ukurannya besar dan digoreng atau diasap biasa yang cocok jadi temannya adalah sambal picit atau sambal nelayan

Sambal picit ini kesukaan saya. Sambal dibuat dari campuran bahan cabai hijau dan cabai merah yang dipotong bulat-bulat, tomat, belacan atau terasi, bawang merah diiris kasar, kemudian semua bahan di tekan-tekan pakai sendok dan diberi perasan air jeruk nipis. Aslii kalau ibu saya lagi buat sambal picit ini bakal nambah-nambah makannya apalagi pakai nasi panas. Hihi! Semoga saat kalian baca ini nggak lagi pada puasa ya. 

Ngomongin sambal, saya yakin teman-teman juga punya sambal khas di daerah masing-masing. Ada sambal matah, sambal bawang, sambal bajak, sambal dabu-dabu, dan masih banyak lagi.Namanya unik-unik, dan yang tak kalah unik adalah Sambal Roa. Ya, saya benar-benar baru tau kalau ada yang namanya Sambal Roa. 

Bincang-bincang Sambal Roa bareng Omar Niode Foundation

Apa itu Sambal Roa? Dari mana asalnya? Terbuat dari apa? Akhirnya kekepoan saya terjawab sudah setelah saya menonton Instagram Live di akun @omarniode 1 April 2022 lalu, talkshow yang dipandu Amanda Katili, Ketua Omar Niode Foundation ini menampilkan nara sumber Lidia Tanod dari Komunitas Jalansutra, yang merupakan penulis Seri Buku 100 Mak Nyus; Muthya Farida pemilik UMKM kuliner Dapur Dango; dan Titin Wala, pemilik UMKM Sambal RoaRia.

Sambal Roa
Instagram Live @omarniode 1 April 2022

Sambal Roa adalah sambal dengan bahan dasar ikan roa asap. Ikan roa yang juga dikenal sebagai julung-julung dengan nama latin Hemirhamphus sp ini banyak ditemui di perairan laut Utara Pulau Sulawesi sampai dengan Kepulauan Maluku. 

Sambal Roa ini adalah varian sambal dari Sulawesi Utara tapi digemari di berbagai daerah di Indonesia karena rasa gurih yang khas dengan aroma asap, dan tingkat pedas yang sangat menambah nafsu makan. Saya awal mencoba Sambal Roa sempat merasa keanehan karena rasa yang pertama sekali ditangkap lidah itu justru ikan roa asapnya baru kemudian pedas sambalnya. Jujurly baru kali ini makan sambal yang unik, dan lama-lama bikin nafsu makan bertambah, haha! 

Ternyata di daerah lain juga banyak jenis sambal yang juga sama-sama menggunakan bahan dasar ikan roa tapi nama sambalnya berbeda. Misal di Manado di sebut Sambal Roa, sedangkan di Gorontalo namanya Sambal Sagela, dan di Maluku istilahya adalah Sambal Galafea. 

Sambal Roa Nggak Hanya Teman Makan Nasi Saja 

Sambal Roa nggak cuma jadi teman makan nasi saja. Banyak cara lain menikmati Sambal Roa karena keunikan rasanya. Sambal Roa bisa jadi pelengkap makanan favorit kita lainnya. Misal dimakan dengan bubur, kalau di Manado disana orang-orang makan bubur Manado pakai Sambal Roa, selain itu bisa dimakan sebagai cocolan pisang goreng, uni goreng, kentang goreng, dll. Yang lebih nikmat lagi Sambal Roa dipakai untuk campuran pasta.

Variasi Sambal Roa bisa beragam tergantung selera pembuatnya, ada yang menambahkan bawang putih dan bahkan terasi. Ikan roa segar yang diasap dengan kayu bakar dan yang diasap dengan mesin pengasap tentu akan berbeda rasanya,” tutur Lidia Tanod.

Menurut Ibu Ida nama kecil dari Ibu Muthya Farida, salah satu menu di Dapur Dango miliknya adalah Sambal Roa dimana di Gorontalo dikenal dengan sambal sagela dan menjadi menu favorit disana.  Ibu Ida juga membagi tips yang diturunkan dari mamanya bagaimana membuat sambal sagela yang enak. Jadi yang paling penting tuh ikan roa nya dipilih yang bagus dan segar kemudian dikuliti dan ditumbuk, setelah itu dicampur dengan bawang merah, cabai keriting, dan garam. Agar sambal roa awet proses memasaknya juga harus benar-benar matang sempurna. 

Sambal RoaRia

Sambal RoaRia milik Ibu Titin meski belum di ekspor tapi sudah di tenteng orang luar ke negaranya. Bangga tentunya kalau suatu saat Sambal Roa ini bisa mendunia. Karena memang Sambal Roa ini gurih dan umaminya itu dari si ikan roa itu sendiri. 

Awalnya Ibu Titin hanya membuat Sambal Roa ini untuk suami dan anak-anak saja. Tapi karena enak sang suami membawa Sambal Roa ke kantor dan banyak yang suka. Sampai akhirnya muncullah gagasan untuk menjual produk Sambal RoaRia. Kenapa namanya Sambal RoaRia bukan Sambal Roa Ibu Titin? Ternyata menurut Ibu Titin nama Sambal RoaRia dibuat karena menurutnya setiap makan dengan Sambal Roa hati jadi ceria, jadilah Sambal RoaRia. 

Baru sehari puasa sambal RoaRia nya sudah sisa segini, hehe!

Lestarikan Aneka Sambal Nusantara 

Beragamnya olahan sambal dengan cita rasa yang khas di Indonesia mendorong para pegiat kuliner mencanangkan 24 November sebagai “Hari Sambal Nusantara.” Tujuannya adalah melestarikan aneka sambal Nusantara sebagai budaya kuliner Indonesia, memperkenalkan ragam sambal Nusantara pada masyarakat Indonesia mau pun dunia internasional.

Prof Mudjiati Garjito dan Tim Peneliti dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM mengungkap, pihaknya berhasil mengidentifikasi, setidaknya ada 257 macam sambal di seluruh wilayah Indonesia yang digunakan untuk hidangan masakan, kemudian dikelompokkan lagi sambal mentah 119 macam dan sambal masak 138 macam. Dari total 257 macam sambal hidangan terdapat 122 variasi bumbu dan yang paling banyak digunakan bawang merah, bawang putih, gula kelapa, gula dan minyak goreng. 

Pedas dari sambal ini, menurut Mudjiati, bukan hanya sekedar rasa saja namun kemudian dapat direfleksikan secara historis sebagai unsur pusaka dalam pembentukan cita rasa kuliner Indonesia. Setiap daerah punya ciri khas sambal tersendiri dan inilah yang harus diangkat.

Tentang Omar Niode Foundation 

Omar Niode Foundation merupakan sebuah organisasi nirlaba kecil yang turut berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, citra budaya, dan kuliner Nusantara, khususnya Gorontalo, di Indonesia dan mancanegara.

Omar Niode Foundation  telah menerbitkan 15 buku, di antaranya Trailing the Taste of Gorontalo yang meraih  Gourmand World Cookbook Award, Best of the Best 1995-2020 kategori Food Heritage dan menjadi kontributor Bab Indonesia pada buku At the Table. Food and Family around the World, yang juga memperoleh Gourmand Award.  

Buku terbaru yang diterbitkan adalah Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo yang mengenalkan konsep makanan ramah bumi dari berbagai aspek terkait dan peranannya dalam menyikapi krisis lingkungan. Buku ini yang dapat diunggah dari bit.ly/e-bookmakananramahiklim juga menampilkan resep-resep makanan ramah bumi yang dapat dicoba, khususnya makanan tradisional Gorontalo. 

Dalam melaksanakan berbagai kegiatannya, Omar Niode Foundation bekerja sama dengan individu maupun organisasi di dalam dan di luar negeri. Omar Niode Foundation aktif dalam organisasi food bloggers nasional maupun internasional, juga di Future Food Institute, Indonesia Bergizi, Jamie Oliver Food Revolution Day, Slow Food International, dan World Food Travel Association.

Puas banget nonton bincang-bincang soal sambal. Saya jadi tau banyak mengenai ragam sambal, resepnya dan bahkan sambal juga bisa menghasilkan rupiah. 







You Might Also Like

4 comments

  1. Wah, lagi puasa baca dan lihat penampakan sambal...enak tenann!!
    memang sambal tak bisa ditinggal ya. Enggak lengkap makan jika tak ada sambal.
    Kalau Sambal Roa aku sudah kenal sejak lama karena sespupuku tinggal di Gorontalo dan kakakku menetap di Makassar. Pas mudik bawa deh Sambal Roa, ketagihan pernah beli juga ke teman.
    Dari acara ini aku jadi tahu seputar Sambal Roa, keren Omar Niode acaranya!

    ReplyDelete
  2. Menikmati Sambal Roa memang ga bakalan cukup sesekali. Maunya berkali2 sampai ludes isi botolnya hahaha. Nasi panas pasti kudu ready terus karena memang enak itu asapan gurih sambalnya. Salut sama Omar Niode Foundation yang selalu konsisten melestarikan kuliner Nusantara dan kekayaan budaya Indonesia.

    ReplyDelete
  3. Salah satu sambal yang menggugah selera dan mampu membuat liur menetes. Sebagai orang Indonesia, sambal ngga bisa dipisahkan. Rasanya yang pedas, paling cocok dipadupadankan dengan nasi hangat dan aneka lalapan. Sedaaaap

    ReplyDelete
  4. Ternyata aslinya sambal roa tu cukup pakai bawang merah, tapi gak masalah kalau sesuai selera ada yang menambahkan bawang putih ya mbak.
    Wah keren nih dari awalnya cuma bikin sambal utk keluarga alu jd bisnis. Dari dulu pengen juga berbisnis sambal :D

    ReplyDelete