Garda Healthtech Asuransi Kesehatan Rawat Jalan Pilihan Ibu Bijak

Ibu bijak selalu prioritas kesehatan keluarga S ebagai perempuan kita harus pintar mengelola keuangan. Ya, karena peran perempuan di dalam k...

Ibu bijak selalu prioritas kesehatan keluarga
Sebagai perempuan kita harus pintar mengelola keuangan. Ya, karena peran perempuan di dalam keluarga salah satunya menjadi menteri keuangan. Mencatat pemasukan, membuat pos-pos pengeluaran. Apalagi di bulan Ramadan ini. Cobaannya banyak banget loh. Emang sih, puasa itu menahan segala nafsu walau terkadang kita hanya mampu menahan haus, lapar dan amarah aja. Nyatanya, tanpa kita sadari cobaan muncul dekat waktu berbuka puasa dan kita tak bisa menahan nafsu. Loh kok bisa begitu? Kira-kira kenapa ya?

Berburu Takjil Melebihi Kapasitas Perut


Seperti kita ketahui di bulan puasa ini banyak banget pedagang kue yang bermunculan. Mulai dari gorengan, kue basah, aneka bubur dan lain-lain. Jujur semuanya memang bikin selera sih. Membeli takjil sebagai hidangan berbuka puasa boleh-boleh aja. Tapi bukan berarti belinya “sebakul” juga. Keseringan saat membeli takjil banyak permintaan dari masing-masing anggota keluarga yang lapar mata. Yang satu minta ini, yang satu minta itu, alhasil begitu digabung kuenya jadi seabreg. Saat waktu berbuka telah tiba, beberapa buah takjil yang dimakan sudah cukup membuat kenyang, tapi kue yang tersisa masih banyak. Lantas kuenya mau diapain? 


Terdapat dua pilihan yang sama-sama mudharat alias nggak bermanfaat. Pertama, jika sayang kue terbuang, maka terpaksa deh dimakan lagi kuenya meski udah kenyang. Nah, itu artinya  zalim dengan diri sendiri padahal kita tau bahwa makan berlebihan malah menimbulkan penyakit. Yang kedua, terpaksa membuang semua kue yang tak termakan. Alhasil jadi mubazir dan buang-buang duit! Duh, sayang banget kan.


Hal ini pernah terjadi di keluarga kami. Saya sebagai ibu rumah tangga selaku “menteri keuangan” dan menteri segala menteri merasa bergejolak jiwa ini, hehe. Dan hal ini menjadi pembelajaran buat saya. Beli sesuai kebutuhan bukan keinginan, agar tak mubazir.


Menyambut Hari yang Fitri Sehat yang Pasti


Saya setuju banget dengan pernyataan bahwa ibu adalah pahlawan keluarga, lebih tepatnya pahlawan financial keluarga. Karena ibu atau perempuan dalam rumah tangga nggak gampang memisahkan mana kebutuhan anggota keluarga yang satu dan mana yang keinginan anggota keluarga yang lain agar tak ada perasaan pilih kasih. Untuk urusan ini saya yakin para ibu sudah banyak makan asam garam soal pengelolaan keuangan rumah tangga. Oleh sebab itu tak salah kalau perempuan merupakan garda terdepan demi kesejahteraan keluarga.


Menyambut hari yang fitri biasanya banyak bonus-bonus atau uang yang diterima, misalnya THR. Tau sendiri kan, banyak banget kebutuhan dan keinginan yang muncul menyambut lebaran, seperti beli baju baru, beli kue, beli sepatu, dan lain-lain. Kalau semua keinginan dituruti, bisa-bisa kebablasan dan gigit jari sehabis lebaran.


Nah, di sini nih ujian saya sebagai ibu rumah tangga. Saya harus pintar mengelola keuangan. Saya berpikir untuk apa menghambur-hamburkan uang jika tidak bermanfaat. Mending pilih produk untuk melindungi kesehatan keluarga, setuju ya? Kenapa kesehatan keluarga? Berkaca dari pandemi Covid-19 yang datang tiba-tiba seperti tsunami yang menghilangkan banyak nyawa dan menderita karena sakit. Belum lagi tak semua Rumah Sakit yang mampu menampung pasien akibat overload, dan biaya-biaya pengobatan lainnya yang tak terduga. Saya jadi berpikir, saat ini Asuransi Kesehatan Rawat Jalan juga dibutuhkan.



Perlindungan Kesehatan Rawat Jalan Garda HealthTech

Saking banyak nya produk asuransi kadang sebagai ibu rumah tangga suka dibuat bingung asuransi apa yang tepat untuk keluarga. Jangan sampai produk asuransi yang dibeli salah sasaran atau lebih parah lagi sudah salah sasaran karena nggak prioritas juga nggak sesuai budget bulanan. Perjuangan banget memang menyisihkan pos-pos keuangan keluarga. Apalagi kalau semuanya menjadi prioritas, maka dari itu budget bulanan juga jadi salah satu pertimbangan asuransi apa yang cocok dan sesuai budget. Akhirnya pilihan saya jatuh pada Garda Healthtech dari Asuransi Astra.


Langkah mudah pembelian Garda Healthtech

Garda Healthtech adalah salah satu produk dari Asuransi Astra berbasis digital yang gampang diakses dan pembelian dilakukan secara online melalui website www.gardaoto.com. Prosesnya cukup gampang dan kita bisa langsung dapat perlindungan dan tatap muka dengan dokter umum/dokter spesialis serta pembelian obat yang diresepkan. Pendafataran dan pembelian dapat dengan mudah dilakuakn melalui smartphone, dan harganya terjangkau banget mulai dari Rp500 ribu/tahun. Karena online asuransi kesehatan rawat jalan cashless atau tidak perlu memakai uang tunai. Metode pembayaran bisa dilakukan melalui AstraPay, Kartu Kredit, Bank Transfer, dan ATM Bersama.

Jadi mumpung mau lebaran ada THR, saya nggak langsung menghabiskan THR untuk belanja lebaran. Sayang sih menurut saya kalau THR dihabiskan, karena justru ini menjadi kesempatan saya membeli paket Asuransi Garda Healthtech, yang sesuai budget saja Rp500 ribu /tahun. Masih ada lagi pilihan paket Garda Healthtech nya, tapi saya meu pilih yang sesuai budget saja tapi sudah mengcover semua sesuai keinginan saya.


Pilihan paket perlindungan sesuai kebutuhan

Meski sudah memiliki asuransi kesehatan rawat jalan, saya tetap berharap semua anggota keluarga saya selalu diberi kesehatan. Asuransi kesehatannya memang wajib dibeli sebagai bentuk jaga-jaga jikalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Bagi seorang ibu keluarga adalah segalanya, kebutuhan keluarga menjadi prioritas dalam hidupnya. Seorang ibu adalah pahlawan dalam keluarga. Tak ada alasan lagi menunda-nunda untuk memiliki asuransi kesehatan. Thanks to Garda Healthtech untuk Asuransi Kesehatan Rawat Jalan dengan segudang manfaat perlindungan tapi dengan budget yang sesuai dengan kantong para ibu.






You Might Also Like

0 comments