[SMESCODigipreneurDay] Era MEA UKM Harus Melek Teknologi

S aya sangat antusias sekali kalau sudah bicara UKM. Karena saya termasuk satu dari banyak orang...


Saya sangat antusias sekali kalau sudah bicara UKM. Karena saya termasuk satu dari banyak orang yang ingin menjadi pelaku usaha. Meskipun saat ini sudah memiliki usaha di bidang jasa transportasi, tapi saya tertarik dengan usaha lain terutama muslim fashion. Bayangin saja begitu banyaknya sekarang minat para muslimah dengan mode-mode hijab dan busana muslim yang up to date. Apalagi setelah mengikuti event SMESCODigipreneurDay minggu lalu. Beberapa pelaku usaha yang menjadi pembicara dan mengenalkan produk-produk mereka semakin menambah minat saya untuk memulai usaha. Bincang santai SMESCODigipreneurDay yang mengangkat tema One Day One Goal for UKM Go Global ini menghadirkan beberapa UKM binaan Smesco yakni Tajudin Maulana owner Celana Sarung Tajmaul, Ahmad Rafik pengusaha hijab All Scarf, praktisi digital marketing dari bDigital Andi Silalahi dan co-founder Jose Ricardo Santos, Rubie Limpoyie co-founder startup ecommerce Apana.id, Nathan Roestandi dari Zulu.co.id dan Opid Adi Suryo selaku chief marketing officer pawoon kasir aplikasi untuk UKM. Selain talkshow ada juga sesi Video Coaching yang menghadirkan videografer Bening Kharisma dan Yosa Tobing yang memberikan worksop kepada para netizen dan youtuber.

SMESCODigipreneurDay kali ini adalah event yang kedua kalinya setelah event pertama April lau dengan tema The Power of Content. Event ini merupakan kolaborasi antara Smesco dan MB Communication-Indoblognet sebagai inisiator dan Deboer Kreasi Asia. Ahmad Zabadi selaku Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-UKM) memaparkan, dipilhnya media audio visual dalam sesi ini karena perannya yang semakin diperhitungkan dan memberikan pengaruh kuat dalam dunia promosi. Video marketing dinilai sangat pas untuk menarik perhatian masyarakat, apalgi penyebarannya di sosial media dan you tube, disinilah peran Smesco menjadi jembatan bagi UKM agar tampil lebih maksimal. Benar sih apa yang dikatakan pak Ahmad Zabadi, para pelaku bisnis terutama UKM harus melek teknologi. Mengingat sekarang ini sudah era digital, para pelaku usaha harus bisa menggunakan internet. Sosial media yang ada bisa dimanfaatkan sebagai wadah untuk berpromosi, bisa dengan membuat fan page di facebook, atau posting di instagram. Atau bila perlu buat website untuk keperluan bisnis.


Tajmaul sebenarnya diambil dari nama sang owner nya sendiri yaitu Tajudin Maulana. Selama ini kalau dengar kata sarung kita cuma tahu sarung biasanya digunakan bapak-bapak untuk sholat. Tapi berkat ide dari pak Tajudin, sekarang sarung bisa dipakai sehari-hari bukan hanya untuk sholat saja. Ide untuk membuat celana sarung berawal karena beliau melihat pengguna sarung kok slalu orang tua dan hanya untuk dipakai ibadah sholat saja, terlintas dalam benak pak Tajudin untuk membuat sarung menjadi celana agar bisa juga dipakai anak muda atau remaja. Agar para remaja berminat memakai sarung tentunya harus dibuat sarung yang dipakainya nggak ribet dan anti melorot, terkesan modis dan trendy. Maka terciptalah celana sarung Tajmaul sesuai ide yang didapatkan pak Tajudin. Celana sarung ini awalnya hanya diproduksi sepuluh pasang saja, karena masih mencoba. Kemudian Pak Tajudin menawarkan ke teman dan kerabat, dan responnya banyak yang suka dan malah ngasi masukan kepada pak Tajudin mengenai model celana sarung. Saya salut dengan bapak yang satu ini, karena bisnis celana sarung ini dilakukannya sendiri loh. Mulai dari pemilihan bahan, belanja, membuat brosur, membuat sticker, pemasaran bahkan beliau sendiri yang menajdi model untuk celana sarung, ini karena keterbatasan biaya dan belum stabilnya pemasaran, papar pak Tajudin.
Sekarang berkat teknologi digital, Tajmaul nggak cuma berpromosi secara offline seperti ikut pameran saja tapi Tajmaul sudah memiliki website dengan alamat www.tajmaul.com untuk penjualan secara online. Awalnya memang susah berjualan online, karena pak Tajmaul harus membangun kepercayaan customer. Pastinya pembeli kan nggak mau merasa ditipu, mereka masih meragukan tentang bahan yang dipakai dan kerapian hasil jahitan. Untuk itulah pak Tajudin tetap ikutan kalau ada pameran sebagai bukti kepada pembeli kalau Tajmaul ini bukan jualan abal-abal, tapi memang nyata. Malah sekarang lebih rame penjualan online daripada offline. 


All's Scarf adalah konsep desain hijab yang terlihat bergaya tapi tetap syar'i. Ahmad Taufik selaku owner dari All's Scarf mengatakan kalau ciri khas brand yang dimiliknya ini berbeda dengan yang lain. Ciri khas terletak pada bahan yang digunakan. Beliau memprioritaskan pada bahan yang berkualitas untuk All's Scarf. Bahkan untuk beberapa desain, ia menggunakan handmade seperti payet dan border yang dipadukan dengan hijab yang simpel. Masalah harga tentu disesuaikan dengan bahan dan kualitasnya. Brand All's Scarf ini sudah berkiprah sejak empat tahun yang lalu.Pak Ahmad nggak sendiri menjalankan bisnis ini, tetapi ia menggandeng istrinya. Sang istri biasanya lebih kepada urusan model dan jahitan sedangkan pak Ahmad lebih kepada pemasaran. Nggak hanya hijab saja yang diproduksi oleh pak Ahmad tetapi ada juga baju koko dan busana muslim. Untuk penjualan, pak Ahmad memiliki toko offline di daerah Pondok Kelapa Jakarta Timur. Karena banyak permintaan terutama dari customer yang berada di luar daerah, All's Scarf juga bisa dibeli online. Pak Ahmad memanfaatkan teknologi digital untuk bisnisnya. Selain mempunyai beberapa akun baik di beberapa sosial media seperti facebook, instagram, twitter, All's Scarf juga memiliki web dengan alamat www.allsscarf-store.com.

Pawoon adalah aplikasi kasir online berbasis cloud server. Keren kan ya kalau urusan kasir bisa dilakukan secara online. Kita nggak perlu khawatir lagi dengan urusan manajemen bisnis yang kita miliki, karena  aplikasi kasir online ini memang dibuat untuk membantu UKM terutama dalam hal manajemen keuangan, persediaan barang dan Customer Relation Management (CSR). Dengan aplikasi ini UKM mendapatkan keamanan terkait keuangan karena setiap transaksi tercatat, monitoring persediaan barang secara up to date, memungkinkan analisa penjualan seperti konsumen mana yang membeli secara berulang dan bisa cek pola penjualan (lebih laku terjual di jam berapa). Saat ini Pawoon sudah bekerjasama dengan aplikasi pembukuan Indonesia nomor 1 yakni Zahir, ini memungkinkan UKM memiliki laporan keuangan sebagaimana dibutuhkan sebagai syarat minimal pengajuan kredit ke bank. Pawoon juga sudah bekerjasama dengan bank Mandiri, jadi pelaku UKM yang menggunakan Pawoon memiliki kesempatan mengajukan modal pada bank.


Selain data transaksi penjualan, Pawoon juga dilengkapi dengan fitur untuk inventory management, sehingga pemilik bisnis tidak perlu khawatir akan terjadi kecurangan yang dilakukan oleh karyawan. Pas banget ini, saya sudah lama nungguin aplikasi semacam ini. Apalagi akhir tahun ini Pawoo bakal memberi kemudahan kepada konsumen untuk memantau operasional bisnis mereka perhari, perminggu dan seterusnya, pemilik bisnis bisa mengetahui statistik penjualan. Jadi lebih simpel dan nyaman bagi pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya. Yuk, manfaatkan tekgnologi digital, para UKM harus melek teknologi.

bDigital. Kalau ngobrol dengan beberapa UKM masih banyak yang belum memahami teknologi digital, bagi mereka yang terpenting adalah bagaimana caranya agar cepat memperoleh keuntungan. Padal persaingan semakin ketat terutama UKM, bisnis untuk kategori UKM sudah menjamur, malah justru pembeli yang bingung dengan banyaknya pilihan produk. Namun lagi lagi pelaku UKM harus menyadari, bahwa internet adalah media ampuh bagi para pelanggan untuk menemukan produk yang mereka cari. Bahkan saat ini orang gemar mencari produk secara online dan sudah menjadi kebiasaan bagi pembeli kalu mencari barang yang pertama dilakukan adalah online dan langsung searching. Tinggal ngetik keyword saja, mereka sudah bisa bereselancar menemukan barang yang mereka cari. Untuk itu para pelaku UKM saat ini harus sudah memikirkan untuk mengembangkan usaha dengan memiliki website. Karena banyak pembeli potensial yang akan didapatkan lewat internet dan pengunjung juga laebih mudah menemukan produk kita. Dan dengan memiliki website tentu saja akan meningkatkan branding selama website yang kita miliki rajin dikelola, misalnya sering melakukan update atau promo terbaru, kemudian memposting artikel yang berhubungan dengan produk kita. Dan yang terpenting lagi usahakan web yang kita miliki harus mobile-friendly ujar Andi Silalahi praktisi digital marketing bDigital, karena sebagian pembeli juga menggunakan ponsel untuk ber-internet. Untuk mencari tahu dan berkonsultasi gratis dengan tim ahli yang menangani pembuatan website untuk UKM kunjungi alamat ini ya www.bdigital.id.







You Might Also Like

22 komentar

  1. wah sarung yang dibaut seperti itu jadi trendy ya, jadi pingin juga , buat perempuan juga kayaknya bagus ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, buat cewek juga bisa..atasnya pakai kebaya :)

      Hapus
  2. Keren inih! Setauku kalo di Surabaya beberapa UKM udh di-support branding sama packaging. Jadinya keren2!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul, disini juga beberapa UKM di support branding oleh SMESCO

      Hapus
  3. Waah, makin keren mestinya pengusaha sekarang. Banyak cara untuk bisa branding dan jualan produknya ya. Makasih sharingnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, harus bisa ngebranding produk sendiri :)

      Hapus
  4. aku jatuh hati dengan sarungnyaa....

    BalasHapus
  5. Jadi penguasa di zaman skrg udah enak banget ya mb, saya baru tau ada aplikasi kasir online begitu, kereen dah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak sekarang pengusaha UKM bisa memanfaatkan kasir online dari Pawoon :)

      Hapus
  6. baru tau buat dewasanya ada sarung celana gitu, selama ini taunya sarung celana buat anak2.. Ide merknya unik ya, tajmaul :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dewasa ada mbak, nggak cuma anak2 aja :D

      Hapus
  7. Ternyata asik mb sarung gituan multifungsi.... memang ya kalau mau sukses kudu punya ide kreatipppp

    BalasHapus
  8. Smesco menjadi rumah UKM, smoga terus berkembang dan sukses amin

    BalasHapus
  9. UKM di Indonesia memang perlu melek teknologi ya Mbak. Berkat teknologi usaha mereka pasti akan menjadi lebih berkembang dan sukses.

    BalasHapus
  10. lagi ngetrend celana sarung.. inovasi yang cool banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah berkunjung mbak Arina

      Hapus
  11. Ih keren banget celana sarungnyaaa *mupeng*

    BalasHapus