Liburan Akhir Tahun di Bandung

B eberapa bulan terakhir mood menulis lagi menurun. Padahal ide di dalam kepala sudah meletup-letup ingin dikeluarkan,  hihi  rada  lebay...



Beberapa bulan terakhir mood menulis lagi menurun. Padahal ide di dalam kepala sudah meletup-letup ingin dikeluarkan, hihi rada lebay! Iya sih, sejak pulang liburan akhir tahun di Bandung saya langsung cuss ke Medan karena dapat kabar ortu sakit. Makanya prioritas ngurusin ortu dulu. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Finally bisa buka laptop lagi dan ngumpulin foto-foto saat liburan ke Bandung.

Paris van Java! Mengapa Bandung dijuluki Paris van Java? Dari beberapa tulisan yang saya baca di masa lalu Bandung menjadi kota yang selera fashion nya sangat tinggi dan selalu mengeluarkan trend mode terbaru seperti Paris. Yups, Bandung memang terkenal dengan julukan itu ya sampai sekarang selain mendapat julukan Kota Kembang.

Liburan akhir tahun lalu di Bandung bareng suami kami habiskan selama lima hari. Kalau ditanya puas apa enggak? Ya nggak ada puasnya. Soalnya Bandung yang terkenal dengan lokasi wisata, kuliner, factory outlet, dan tempat nongkrong yang asyik ini nggak cukup didatangi hanya dalam kurun waktu lima hari. Satu lokasi saja bisa menghabiskan waktu berjam-jam, belum lagi Bandung yang sekarang macetnya udah kayak Jakarta. Banyak waktu terbuang karena macet. 


Lima hari di Bandung saya dan suami hanya mengunjungi beberapa tempat saja. Karena memang akhir tahun banyak orang yang berlibur bareng keluarga di Bandung. Untungnya saya sudah booking hotel jauh-jauh hari, khawatir fully booked. Bisa berantakan liburan kalau booking hotel dadakan, mau tidur dimana ya kan?. So, ini dia beberapa tempat yang saya kunjungi liburan akhir tahun di Bandung.

Alun-Alun Kota Bandung

Tempat yang pertama kali dikunjungi sewaktu tiba di Bandung adalah Alun-Alun. Berangkat dari Jakarta menuju Bandung saat itu kami menggunakan transportasi kereta api. Dan Alun-Alun Bandung ini merupakan lokasi wisata yang terdekat dengan stasiun kereta api. Sementara menunggu suami sholat di Mesjid Agung Bandung saya pun menikmati suasana Alun-Alun. 

alun-alun kota Bandung
Untungnya siang itu Alun-Alun belum begitu padat, cuaca juga sangat mendukung. Terlihat Alun-Alun begitu rapi, bebas sampah, dan masih banyak pohon pelindung disekitarnya. Cocok banget memang jadi tempat menghabiskan weekend bareng keluarga.

Jalan Asia Afrika

Setelah puas main di Alun-Alun Bandung saya dan suami melanjutkan perjalanan ke Jalan Asia Afrika. Disini saya dan suami menyusuri lokasi wisata ini dengan berjalan kaki. Banyak sekali gedung-gedung megah yang bentuknya benar-benar unik dan bersejarah. Seperti Gedung Merdeka yang terkenal sebagai salah satu tempat Konferensi Asia Afrika di Bandung.

Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika Bandung

Ada lagi spot menarik yang nggak boleh terlewatkan kalau menyusuri Jalan Asia Afrika, yakni Monumen Solidaritas Asia Afrika atau dikenal dengan Tugu Asia Afrika. Monumen ini berbentuk bola dunia. Pada dindingnya kita bisa melihat nama-nama negara peserta Konferensi Asia Afrika. 

Tugu Asia Afrika
Pokoknya kalau mau mengingat sejarah lagi, jangan lupa mampir ke Jalan Asia Afrika jika liburan ke Bandung. Ajak anak-anak juga cocok banget, biar anak-anak jadi tahu sejarah.


Menikmati Kuliner Ciumbuleuit

Selama di Bandung jujur saja kami lebih banyak main dan nongkrong di mall, mengunjungi beberapa factory outlet dan sisanya ngobrol di hotel. Sewaktu saya dan suami pulang dari mall menuju hotel, driver taksi online nanyain kami udah kemana saja selama di Bandung. Si abang driver nyaranin kami berdua main ke Ciumbuleuit dan nyobain kuliner nya disana. 

kulineran di Ciumbuleuit
Keesokan harinya langsung deh order taksi online menuju Ciumbuleuit. Ampun deh luar biasa macetnya. Ternyata memang ini jalannya menuju puncak. Dinginnya pun sama kayak di puncak Bogor.  Kami tiba disana sekitar 30 menit dari kota Bandung. Kami memasuki salah satu rumah makan yang disarankan si abang driver. Kebanyakan rumah makannya penuh saking ramainya. Untung masih ada satu space lagi untuk saya dan suami. Pesan makanan nya juga ngantri. Enak semua memang menunya apalagi penyajiannya tradisional banget. Sambil makan menikmati sejuknya Puncak Ciumbuleuit.  Saran saya sih kalau mau kesini dari pagi biar nggak terlalu macet.

Bubur Ayam PMI

Nemu bubur ayam PMI ini awalnya dari keisengan suami di pagi hari. Padahal udah sarapan di hotel tapi kami pengin menikmati suasana pagi disekitar hotel. Eh nemu tempat yang banyak dikunjungi orang-orang buat sarapan. Suami langsung ngajak nyobain bubur ayamnya. Beneran deh,  ini benar-benar enak. Buburnya nggak ada campuran penyedap masakan jadi nggak gurih. 

Bubur Ayam PMI
Saya lebih suka bubur ayam seperti ini. Kalau ke Bandung kalian wajib nyobain guys. Selain enak lokasinya juga nyaman banget. Bubur ayam PMI ini persisnya berada di Jalan Ambon.


Itu dia beberapa tempat yang saya kunjungi liburan akhir tahun ke Bandung. Mencoba pengalaman berbeda pulang dari Bandung saya dan suami nggak naik kereta tapi naik travel. Seru juga ternyata apalagi dapat travel yang bagus dan nyaman, harganya juga terjangkau. Waktu tempuhnya juga nggak beda jauh dengan naik kereta mungkin karena lewat tol dan tolnya lagi nggak macet, hehe. Oh ya, kalian bisa cek harga travel Bandung Jakarta disini ya. 



You Might Also Like

2 comments

  1. Aku penasaran sama alun-alunnya yang ijooooo pisan eta, Kak. Kayaknya asik ngevlog dsana hehee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ijo banget kaak...cobain kak ngevlog di alun alun lumayan buat nambah konten yak :)

      Delete