[Andai Saya Jadi Tim Nusantara Sehat] Yuk, Lebih Sadar dan Peduli

S angat mudah memang untuk mengajak "Yuk Hidup Sehat"  , namun sangat sulit untuk mempr...

Sangat mudah memang untuk mengajak "Yuk Hidup Sehat" , namun sangat sulit untuk mempraktekkannya dan menjalaninya. Untuk menjalani hidup sehat harus diiringi dengan jiwa yang sehat, karena itu harus pula memiliki pola pikir yang positif. Berfikir positif adalah salah satu pilihan tepat untuk tetap hidup sehat. Itu masih salah satunya, selain itu menurut saya yang paling penting adalah lebih sadar dan peduli akan kesehatan. Kesehatan adalah aset penting, bahkan saking pentingnya mengalahkan yang namanya jabatan dan kekayaan. Hidup sehat itu mahal, tetapi masih lebih murah dibanding ketika kita sakit. Oleh karena itu jangan sepelekan masalah kesehatan. Yuk, Lebih Sadar dan Peduli!

Hari ini  7 April bertepatan dengan Hari Kesehatan Dunia. Harapan saya dan tentunya harapan semua orang, kesehatan menjadi prioritas utama dalam hidup. Saya dan teman-teman semua bisa saling menularkan cara hidup sehat kepada orang-orang terdekat dan lingkungan sekitar kita. Ya, semasa kecil saya pernah bercita-cita menjadi seorang tenaga medis atau dokter, ini karena saya melihat Ayah tercinta yang pekerjaannya sebagai tenaga medis di Rumah Sakit Pertamina di kota saya saat itu. Melihat Ayah yang rela menyisihkan waktunya pada saat-saat genting ada yang membutuhkan pengobatan di malam hari, dan harus bertugas ke Rumah Sakit malam itu juga. Ayah saya bergelut di bidang laboratorium darah, jadi kalau ada pasien yang membutuhkan donor darah atau apapun yang berkaitan dengan laboratorium dan darah sudah menjadi pekerjaan keseharian Ayah. Saya sempat protes saat kecil kenapa Ayah malam-malam lagi istirahat tidur di telfon dan harus ke Rumah Sakit saat itu juga. Jawaban Ayah menyadarkan saya, kalau ada pasien sakit dan membutuhkan penanganan segera, sudah jadi kewajiban untuk segera membantu. Karena yang namanya darurat tidak bisa ditunda. 

Mendengar cerita Ayah mengenai pengalamannya selama bekerja sebagai tenaga medis, ada tawa dan haru. Yang membuat saya tertawa saat Ayah bercerita mengenai pengalamannya mengunjungi suatu desa dimana seluruh penduduknya diwajibkan suntik semacam vaksin, yang namanya di pelosok sebagian orang ada yang takut dengan jarum suntik, sampai lari bersembunyi di kandang belakang rumahnya haha kami anak-anak Ayah pada ketawa kalau mendengar pengalam Ayah. Kata Ayah, banyak masyarakat yang belum paham mengenai kesehatan. Meskipun cita-cita saya untuk jadi dokter tidak tercapai, tapi keinginan untuk menjadi tenaga medis tetap ada. Dengan sering membaca dan mengikuti seminar kesehatan saya juga banyak mendapat ilmu mengenai kesehatan terutama hidup sehat. Sampai suatu hari saya menemukan akun Nusantara Sehat di sosial media.

Program Nusantara Sehat yang saya baca di http://nusantarasehat.kemkes.go.id/content/sekilas-nusantara-sehat merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dicanangkan oleh Kemenkes dalam upaya mewujudkan fokus kebijakan  yankes primer (Pelayanan Kesehatan Primer) yang  mencakup tiga hal yakni Fisik (pembenahan infrastruktur), Sarana (pembenahan fasilitas), dan Sumber Daya Manusia (penguatan tenaga kesehatan). Program ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diutamakan oleh Pemerintah guna menciptakan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. 
Tim Nusantara Sehat beranggotakan berbagai jenis tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian.  Program ini merupakan program lintas unit utama di Kemenkes yang fokus tidak hanya pada kegiatan kuratif tetapi juga promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat (public health) dari daerah yang paling membutuhkan sesuai dengan Nawa Cita. Peserta Tim Nusantara Sehat melalui proses seleksi administrasi dan seleksi psikologi (test psikologi, FGD, dan wawancara). Peserta yang lolos seleksi adalah peserta yang memperlihatkan kemampuan sosialisasi dan berkomunikasi yang baik, memperlihatkan inisiatif dan pengambilan keputusan yang baik, serta berkomitmen terhadap tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
Bagi saya tim Nusantara Sehat ini adalah pahlawan, setiap orang punya potensi untuk bisa menjadi tim Nusantara Sehat, karena untuk menjadi pahlawan bangsa bukan berarti seperti pahlawan-pahlawan yang jasadnya terbaring di taman makam pahlawan saja, tetapi dengan menjadi relawan atau sukarela dan sukacita berbuat kebaikan untuk sesama juga dianggap pahlawan, karena pada dasarnya ketulusan hati dan kecintaan terhadap sesama adalah kuncinya. Jika saya menjadi tim Nusantara Sehat saya akan menggunakan kesempatan yang diberikan kepada saya dengan sebaik-baiknya dan nantinya saya ingin mengajak semua orang yang daerahnya saya kunjungi nanti untuk lebih sadar dan peduli akan pentingnya kesehatan sesuai dengan pengetahuan yang saya dapatkan sebelumnya, kemudian kesadaran dan kepedulian ini saya harapkan dapat mereka tularkan lagi kepada orang-orang di lingkungan sekitar mereka dimanapun berada, agar kesadaran dan kepedulian ini tidak putus dan terus konsisten dijalankan. 


You Might Also Like

8 komentar

  1. Semoga sukses Mbak dengan tim nusantara sehatnya...
    #semangat!!!

    BalasHapus
  2. Yuk ah, sehat mbak Tuty. Sukses ya. Nusantara Sehatnya juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mbak Windhu...sukses untuk kita semua

      Hapus
  3. Keren yah TIM Nusantara sehat......

    Aku jd TIM sehat untuk keluarga dan lingkunganku aja blm bs msh belajar terus hikxzzz sedihnya aku....

    BalasHapus
    Balasan
    1. puk puk..jangan bersedih, ayo kita mulai :D

      Hapus
  4. saya sangat setuju, TIM Nusantara Sehat adl Pahlawan
    salam sehat dan sukses mbak Toety
    btw kita ketemu di acara sociopreneur di Bintaro ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mas Agung, salam sukses. Iya kita sering ketemu di berbagai event malah hehe..

      Hapus