Seputar Kesalahan Pola Asuh Gizi Pada Anak dan Solusi Cerdas Aplikasi Halodoc

I ndonesia memiliki dua masalah sehubungan dengan masalah gizi pada anak-anak, yaitu malnutrisi dan obesitas . Masalah obesitas pada usi...


Indonesia memiliki dua masalah sehubungan dengan masalah gizi pada anak-anak, yaitu malnutrisi dan obesitas. Masalah obesitas pada usia dini menjadi penyebab penyakit jantung dan risiko kematian dini, padahal itu semua bisa dicegah dengan pola asuh gizi yang tepat termasuk memberikan sumber gizi terbaik bagi bayi yakni ASI dan mengenalkan si kecil terhadap MPASI. Meskipun saya belum memiliki momongan tapi bukan berarti saya nggak punya perhatian dan keingintahuan soal tumbuh kembang anak, karena saya memiliki keponakan yang usianya masih dibawah 5 tahun dan jujur saja saya justru lebih cerewet ke ibunya soal susu, makanan, sampai soal mainan. Adik saya sampai gemes kalau saya cerewetnya nggak ketulunganhaha! 

Makanya saya senang mengikuti berbagai workshop maupun talkshow seputar parenting, karena selain menambah insight mengenai seputar tumbuh kembang anak informasinya akan saya simpan buat referensi saya seandainya memiliki anak dan saya bagikan juga ke teman-teman, adik, saudara, maupun pembaca blog saya. Ya, saya memang terkesan serakah, tapi serakah menjemput ilmu.

tanya dokter lewat aplikasi

Bicara pola asuh gizi, 13 April lalu saya mengikuti blogger gathering bersama Halodoc di Dailycious Cafe di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Acara yang diikuti oleh sekitar 35 orang mom blogger ini membahas tentang 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi Pada Anak dengan narasumber dr. Herlina, Sp.A Dokter Spesialis Anak yang saat ini berpraktik di RS Ciputra Citra Garden Jakarta Barat dan menjadi salah satu tim medis Halodoc.

Menurut dr. Herlina masih banyak orangtua yang masih salah menerapkan pola makan kepada anak. Mungkin tanpa orangtua sadari khususnya para ibu maksudnya baik agar anak mau makan tapi sebenarnya tanpa disadari pula yang kita lakukan justru salah kaprah dan justru menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan pada anak. So, apa saja kesalahan pola asuh gizi pada anak? Ada 5 kesalahan papar dr. Herlina, kita simak yuk.


5 Kesalahan Pola Asuh Gizi Pada Anak


1. Memaksa Anak untuk Makan

Memaksa anak makan ini seringkali terjadi. Ibu mana yang nggak bingung kalau anak nggak mau makan, timbul kekhawatiran kalau anak sakit. Padahal kalau anak makannya terpaksa justru menyebabkan anak jadi nggak suka dengan aktivitas makan. Biarkan anak menolak dan meminta kembali beberapa waktu dan biarkan anak makan sendiri, ini akan membuat anak memiliki kendali dengan aktivitas ini. Berikan makanan apa saja selama makanan yang diberikan memenuhi unsur gizi seimbang. 

Kemudian usahakan memberi makan secara terjadwal dengan baik pada anak, ini membuat anak makan dengan intensif dan anak bisa mengenali rasa dari lapar ke kenyang. Jadwal ini harus ditentukan orangtua mulai dari makan apa, kapan, dan di mana, anak hanya menentukan kapan dia kenyang.

2. MPASI Sebelum 6 Bulan

Memperkenalkan MPASI pada anak sebaiknya saat berusia 6 bulan. Anak sebaiknya diberi ASI eksklusif bukan MPASI. Karena saat usia 6 bulanlah saluran bayi dipersiapkan menerima perubahan-perubahan pada makanan, mulai dari hanya menelan ASI saja sampai ia merasakan tekstur yang lebih padat. Jadi pemberian MPASI harus bertahap tujuannya agar makanan mudah diserap dan tidak menimbulkan efek samping bayi. Kalau kita memaksakan memberi MPASI sebelum 6 bulan justru akan menimbulkan reaksi gangguan pencernaan seperti kembung, diare, juga alergi.

Para ibu sudah pasti tau lah ya kalau ASI merupakan sumber gizi terbaik, jadi sampai ia berusia 6 bulan usahakan beri ASI secara rutin dan eksklusif untuk meningkatkan tumbuh kembangnya menjadi lebih optimal. Selain mendapatkan manfaat gizi juga memberikan manfaat psikis karena akan tercipta bonding antara ibu dan anak.

KataDokterHaloDoc
dr. Herlina, SP. A (tengah)

3. Makanan Tidak Sesuai Usia

Ini dia nih sering banget saya lihat camilan anak-anak sama dengan camilan orang dewasa. Saya kadang nggak habis fikir kalau lihat anak-anak yang diberi makanan atau camilan yang nggak sesuai dengan usianya, apa karena ibunya kurang kreatif untuk mengkreasikan makanan atau biar lebih irit, atau memang kurang paham mengenai nutrisi pada anak. Padahal camilan untuk anak dan orang dewasa itu beda, bahkan kalau mau lebih teliti lagi pada kemasan jajanan kadang tertulis usia yang cocok untuk mengonsumsinya. Menrut dr. Herlina sekalipun camilan yang diberi berupa jus atau buah tetap saja harus sesuai dengan porsinya. Misal memberikan jus pada balita disarankan hanya maksimal setengah gelas jus 100% buah dalam sehari. Kalau diberikan lebih dari itu akan menyebabkan kelebihan gula dan berakibat anak tidak merasa lapar pada waktu makan. Camilan dengan nutrisi seimbang sangat dianjurkan seperti buah-buahan, sayur-mayur, protein, gandum utuh, atau susu.

4. Pemakaian DOT Terlalu Lama

Pemakaian dot yang terlalu lama pada anak dapat mempengaruhi struktur rahang dan gigi si kecil. Ini benar banget. Ponakan saya sewaktu kecil susah sekali lepas dari dot, bisa ngamuk alias nangis berkepanjangan kalau dotnya dilepas, sempat butuh waktu lama loh ponakan saya lepas dari dot. Sekarang usianya sudah 6 tahun bentuk rahang atasnya jadi agak maju dan giginya juga nggak rapi. Ya, ini karena kebiasaan minum susu dari dot. 

Mengubah kebiasaan menggunakan botol ke gelas memang nggak mudah dan nggak bisa dilakukan secara instan. Oleh karena itu perlu trik dan peralatan tepat untuk menjalani masa transisi itu. Mungkin lebih baik dikenalkan dengan straw cup terlebih dahulu jangan langsung ke gelas.

5. Banyak Makanan Manis

Kadang anak-anak picky eater banget kan ya? Penginnya makanan atau camilan yang manis-manis, parahnya lagi nggak mau nyoba jenis makanan baru. Namanya orangtua daripada anak nggak makan mending nurutin selera anak yang doyan makan manis. Padahal pemberian makanan yang manis pada anak kurang baik, karena menurut WHO kebutuhan gula harian anak tidak boleh melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi. Hal ini untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Pemberian makanan manis yang terlalu banyak dapat menyebabkan gigi rusak, obesitas, dan anak kehilangan nafsu makan. 

Games merayu anak agar mau makan :)
Senang sekali ikutan gathering bareng Halodoc kali ini, saya jadi tahu banyak mengenai kesalahan pola asuh gizi pada anak. Alih-alih ingin menyenangkan anak dan ingin anak sehat dengan memberinya makanan yang kita anggap tepat justru malah nggak baik untuk tumbuh kembangnya. Jadi harus lebih aware lagi ya moms

Tapi kalau masih pengin tahu lebih banyak lagi dan pengin nanya-nanya ke dokter mengenai pola asuh gizi pada anak, atau apapun yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak bisa juga lewat Halodoc. By the way sudah pada tahu apa itu Halodoc? Oke, kita bahas ya...


Halodoc Aplikasi Tanya Dokter, Beli Obat dan Cek Lab

Halodoc adalah start-up Indonesia berupa aplikasi kesehatan layaknya kotak P3K berjalan yang selalu ada di genggaman dengan memberikan kemudahan dalam menjaga dan memeriksa kesehatan seluruh anggota keluarga. Dengan aplikasi ini kita bisa tanya dokter, beli obat, dan cek lab. Jadi kalau teman-teman memiliki pertanyaan seputar kesehatan dan ingin tanya langsung ke dokternya bisa melalui aplikasi Halodoc. Sebelumnya harus download dahulu aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play. Setelah itu buat akun dengan mengisi data diri seperti nama lengkap, nomor telfon, email, dsb. Kemudian setelah punya akun baru deh kita bisa menggunakan aplikasi Halodoc.

Melalui aplikasi Halodoc kita bisa tanya-tanya seputar kesehatan nggak cuma via chat saja tapi bisa ngobrol langsung melalui voice call maupun video call biar lebih puas nanya ke dokter yang bersangkutan, karena zaman sekarang kita wajib menyaring informasi seputar kesehatan yang beredar yang belum tentu benar informasinya apalalagi yang menyangkut kesehatan buah hati, papar mbak Blessy, Manager Offline Marketing Halodoc.

mbak Blessy menjelaskan mengenai fitur-fitur yang ada di aplikasi Halodoc

Fitur Contact Doctor

Halodoc memiliki tim medis mulai dari dokter umum, spesialis anak, internis, hingga spesialis mata yang kesemuanya online selama 24 jam. Misal kita mau menanyakan seputar nutrisi makanan untuk anak kita bisa bertanya ke dokter spesialis anak yang siap memberikan informasi dan saran setiap saat para ibu menanyakan seputar pengasuhan gizi pada anak. Dengan begitu sebagai ibu kita nggak perlu menebak-nebak jenis makanan apa yang boleh dan tidak boleh diberikan pada anak. Fitur ini memudahkan kita untuk menghubungi dokter dan tentu saja membuat kita jadi tambah smart karena mendapatkan pengetahuan lebih dari para dokter. "Dengan saran dari ahli medis serta tindakan yang benar saat menangani gizi dalam masa perkembangan anak atau ketika anak sakit, anak dapat pulih dalam kondisi yang cepat dan meminimalisir berbagai kejadian yang bersifat fatal," kata dr. Herlina, Sp.A yang juga merupakaan salah satu tim medis Halodoc. #katadokterhalodoc #sehatlebihmudah.

Fitur Pharmacy Delivery

Nggak cuma konsultasi medis, dengan aplikasi Halodoc kita juga bisa membeli kebutuhan medis yang dibutuhkan melalui fitur Pharmacy Delivery yang merupakan fitur layanan Apotik 24 jam. Kita bisa memesan obat secara langsung dengan fitur ini, dan pesanan akan diantar dalam waktu satu jam setelah kita menyelesaikan pemesanan. Ongkir nya FREE loh! 

Fitur Lab Service

Bagi saya fitur yang satu ini benar-benar berbeda Fitur Labs ini bisa kita gunakan manfaatkan moms. Ini adalah fitur layanan pengecekan kesehatan yang bekerjasama dengan Prodia. Fitur ini memungkinkan phlebotomist (petugas lab) untuk datang ke rumah atau kantor dan melakukan pengecekan kesehatan seperti cek darah ataupun urine. Saat ini fitur Labs hanya bisa digunakan oleh pengguna aplikasi Halodoc di sekitar Jakarta Pusat dan Selatan saja.

Aplikasi Kesehatan
aplikasi Halodoc
Komplit banget penjelasan dr. Herlina dan mbak Blessy seputar pola asuh gizi dan aplikasi kesehatan Halodoc. Happy banget bisa menjadi bagian dari mom blogger yang ikut di acara gathering kali ini. Semoga Halodoc sering mengadakan gathering yang bermanfaat seperti ini dengan tema berbeda untuk menambah insight para ibu. Harapan saya semoga aplikasi Halodoc menjadi solusi cerdas buat saya dan pengguna lainnya. Thanks a lot Halodoc.

ekspresi bahagia setelah mengikuti gathering bareng Halodoc




You Might Also Like

27 comments

  1. Ternyata urusan gizi anak itu gak bisa disepelekan ya mbak... Benar-benar harus telaten jadi orang tua. Salah dikit, berdampak fatal....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, pokoknya soal anak benar-benar nggak boleh sepele

      Delete
  2. Aih maaak, dunia memang sudah canggih, ada aplikasi melayani soal kesehatan begini, bener-bener keren. Untuk mamah mamah yang repot mengurus anak, apalagi anaknya lebih dari satu ini bagus banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mom..bisa video call juga dengan dokternya

      Delete
  3. Wah anakku 2 taun masih susah lepas dot niiih, hiks. Bener deh mbak bahwa ortu gak usah paksa anak makan. Bikin trauma sendok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah iya..trauma sendok ya namanya :)

      Delete
  4. wah mau download argh, membantu sekali untuk new mom kayak aku. tfs yaa mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. siip..semoga bermanfaat dan memudahkan para ibu untuk bertanya langsung pada ahlinya yaa

      Delete
  5. membantu banget nih kalau ada Halo doc karena semuanya lengkap :)

    ReplyDelete
  6. Wah..ada aplikasi baru nih..

    Iya banget..kadang suka maksa anak makan...nasi, padahal anak udah minum susu..makan puding..., Mindset kalo gak makan nasi gak makan...he2

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya ya udah kebiasaan kalau nggak makan nasi kayak enggak makan

      Delete
  7. Catat juice hanya 1/2 gelas. Banyak banyak obesitas ya. Apalagi kalau beli, juice banyak gulanya

    ReplyDelete
  8. Halodoc bisa konsultasi sama dokter langsung ya? Keren ini...Buibu kampung macam saya harus banyak belajar lagi tentang pengurusan anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul teh bisa konsultasi langsung dengan dokter-dokternya

      Delete
  9. Baru tahu ada aplikasi ini.
    Tapi seruuu untuk aku yang belum punya anak. Jadi mau konsul ih 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak aku juga belum punya anak hehe...tetap semangat yaa

      Delete
  10. Waaah. Keren banget pemeriksaan lab bisa di rumah atau kantor. Memudahkan bagi yang sibuk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya jadi lebih mudah tapi ini sementara ini baru bisa dilayani diseputaran Jakarta Pusat dan Selatan aja yaa

      Delete
  11. Keren ah skrg ad halodoc gini ya.. Jd dimana aj bs update info kesehatan. Ga galau lg dah soal mitos2 yg berseliweran sana sini.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya biar nggak gampang percaya mitos mending tanya langsung dengan dokternya

      Delete
  12. Anak2 emang gtu ada masanya GTM, ada jg masanya kalap. Jd kalau anak lg malas makan ya mungkin pas GTM. WahHalodoc ini aplikasi oke ya mbak, para ortu wajib download. TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku udah download mbaaak..beli obat juga jadi mudah nih :)

      Delete
  13. Makanya ada banyak banget pejuang ASI ya mbak. Alasan utamanya ya karena ASI itu paling baik untuk bayi.

    ReplyDelete
  14. Ini aplikasi wajib diinstall di setiap gadget orang tua. Soalnya banyak banget manfaatnya, two thumbs up dah.

    ReplyDelete
  15. Beruntungnya jadi ortu zaman sekarang, serba dimudahkan dan banyak support system yang mendukung peran kita sbg ortu

    ReplyDelete