![]() |
| Mental Health |
Bertahan di situasi pandemi memang sulit, apalagi kalau kita tidak konsisten untuk tetap berkomitmen saling menjaga. Meskipun saat ini tingkat kepedulian masyarakat akan bahaya Covid-19 menurun, setidaknya kita menjaga orang-orang terdekat kita terutama keluarga untuk saling menjaga kesehatan. Saat ini pemerintah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dan sebaiknya kita mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan aktivitas apa pun itu baik kerja maupun sekolah semua dilakukan di rumah. Ini dilakukan untuk mencegah penularan virus semakin besar.
Bicara kesehatan terutama kesehatan fisik mungkin bisa kita lihat dan kita rasakan, anggota tubuh mana yang memberi sinyal sakit dan keluhan apa yang dirasakan. Tetapi berbeda dengan kesehatan mental yang erat kaitannya dengan kondisi batin. Rasa cemas dan takut yang berlebihan, suasana hati yang nggak tenang, gelisah, psikosomatis. Kesehatan mental kalau tidak dijaga dan dikelola efeknya justru bisa mengenai kesehatan fisik kita. Ini terjadi pada ibu saya, karena psikosomatis ibu jadi susah tidur malam, dan terlalu banyak berpikir yang berlebihan ujung-ujungnya ibu terkena lambung. Sekarang ibu saya harus bisa mengelola pikiran agar tak melebihi kemampuan berpikir, selain itu ibu juga harus menjaga makanan dengan mengubah pola makan. Berdasarkan pengalaman ibu saya yang mengalami psikosomatis dan berdampak pada berkurangnya sistem kekebalan tubuh dan kesehatan fisik terganggu, saya akan share tips bagaimana menjaga agar kesehatan mental tetap stabil.
![]() |
| kenali diri sendiri, self care |
Tips Menjaga Kesehatan Mental
Sering merasa takut, cemas, jantung berdebar-debar, keringat dingin, dll, ini merupakan gejala kalau kesehatan mental kita sedang mengalami gangguan. Jika dibiarkan akan mengganggu kesehatan fisik. Berikut tips agar kesehatan mental kita tetap terjaga:
1. Mengelola Mindset
Pandemi ini memang bikin pikiran jadi nggak karuan. Berkali-kali terlintas di pikiran kenapa virus ini datang dan membuat rumit kehidupan, kemudian muncul pertanyaan berikutnya kenapa virus corona nggak juga hilang sudah berbulan-bulan. Tanpa disadari pikiran kita disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan sehingga dihantui pikiran buruk atau pikiran negatif dan rasa takut yang berlebihan. Ini justru menghambat diri kita untuk bisa berpikir jenih dan ujung-ujungnya kita tidak melakukan apa-apa. Disinilah diperlukan mengelola mindset kita untuk berusaha meminimalkan pikiran negatif. Kita harus memelihara pikiran positif, karena mindset berperan penting dalam kehidupan. Kita nggak bisa mengontrol kapan corona ini muncul dan kapan pergi, tinggal kita yang milih apa terus mau terpuruk atau bangkit lagi. Meski kita nggak bisa mengubah keadaan tapi kita bisa terus melangkah ke depan.
2. Menurunkan Ekspektasi
Wajar kalau kita memiliki harapan atau ekspektasi yang tujuannya untuk kebaikan diri sendiri apalagi keluarga. Tapi jangan terlalu berharap secara berlebihan, disaat harapan belum terwujud turunkan ekspektasi yang sudah kita rancang agar kita tidak diliputi rasa frustasi dan merasa diri sudah gagal. Memahami kapasitas diri akan mengurangi potensi menyakiti diri sendiri.
3. Berdamai dengan Situasi
Di rumah saja kadang timbul perasaan cemas menunggu pandemi berakhir. Rasa penat dan jenuh nggak bisa kemana-mana nggak bisa dipungkiri dan sebagian orang pasti merasakan yang sama. Solusinya jangan pernah merasa diri terpenjara dan merasa tertekan. Berdamai dengan situasi saat ini berusaha menikmati setiap momen hidup dengan perasaan tulus, sambil menata hidup dan membuat perencanaan. Membuat rencana masa depan setelah pandemi dengan menuliskannya di note, meski nggak banyak rencana yang ditulis setidaknya bisa membangkitkan semangat. Bagaimanapun kemampuan berdamai dan bertahan di situasi tertekan sangat diperlukan.
4. Mengenali Diri Sendiri
Salah satu faktor agar kesehatan mental tetap terjaga adalah perasaan nyaman dengan diri sendiri. Dengan mengenal diri sendiri, mengetahui kelemahan dan kelebihan diri kita akan tahu memberikan batasan pada diri. Self love sangat diperlukan di saat pandemi agar mental kita stabil, karena dengan mengenali diri sendiri dan mencintai diri kita akan lebih aware sama diri kita dan memahami makna tanggung jawab pada diri sendiri. Sekali lagi yang perlu kita ingat bahwa diri kita punya batasan, jadi jangan membandingkan diri dengan orang lain. Karena kebiasaan meng-compare diri dengan orang lain sesungguhnya membuat tidak nyaman diri sendiri.
5. Diperlukan Support System
Lingkungan adalah support system terbesar saat mental mulai tidak stabil. Tapi tidak semua orang bisa menjadi support system yang sempurna, kita nggak bisa mengubah orang selama orang lain tidak mau berubah. Begitu juga dengan keluarga, kita tidak bisa mengubah tolak ukur pemahaman kita kepada keluarga. Perubahan itu harus diawali dari diri sendiri. Ketika kita ingin sesuatu berubah sebaiknya kita melatih diri sendiri terlebih dahulu, berusaha untuk mengubah diri. Jika support system dari lingkungan tidak kita dapatkan, jangan kecewa. Cari support system lain, bisa dengan melakukan aktivitas yang membuat diri senang, membaca buku, menyalurkan hobi, lakukanlah. Kalau kita berada di lingkungan yang membuat tidak nyaman kita bisa mundur atau menjauh dan tempatkan diri kita di tempat yang lebih sehat. Di era digital banyak platform yang bisa menempatkan diri kita lebih bermanfaat.
Pandemi memang membawa dampak yang cukup besar bagi perekonomian dan kesehatan mental. Kondisi saat ini menyebabkan stress dan frustasi, apalagi kapan berkahirnya pandemi tidak bisa di prediksi. Apalagi kita mulai merasakan tidak bisa mengendalikan diri dengan pikiran dan kegelisahan yang kita alami, diperlukan penanganan yang tepat agar tidak menjadi berlebihan. Meski di saat pandemi rada sulit berkonsultasi dengan dokter mengenai masalah kesehatan terutama kesehatan mental, konsultasi secara online juga bisa dilakukan melalui aplikasi Halodoc.
![]() |
| konsultasi kesehatan dan beli obat sesuai resep dokter via aplikasi Halodoc |
Selama ini saya mempercayakan kesehatan saya dengan konsultasi online via aplikasi Halodoc. Saya bisa bertanya sepauasnya terkait masalah kesehatan, dan dokter juga memberikan resep obat yang perlu saya konsumsi. Mudah dan praktis, nggak perlu repot-repot ngantre ke Rumah Sakit. Senangnya lagi kita bisa konsultasi kapan saja nggak terbatas waktu, 24 jam online terus.
Jadi, jangan biarkan masalah kesehatan mental mengganggu hidup kita, sharing dengan orang terdekat dan konsultasi dengan dokter yang tepat agar kita bisa terus menjalankan hidup dengan tenang dan nyaman.



















