Pages

  • Home

travel beauty

Kesehatan Mental
Mental Health

P
andemi, lagi-lagi bahasan dalam setiap tulisan sejak awal tahun 2020 selalu dikaitkan dengan pandemi. Tapi itu realita yang harus dihadapi saat ini. Pembahasan dampak pandemi memang belum usai. Dampak jangka pendek dan jangka panjang pasti ada.  Dampak ekonomi dimana beberapa orang maupun perusahaan mengalami krisis bahkan harus rela menghentikan operasional perusahaan,  perubahan perilaku dimana setiap harus bisa beradaptasi dengan perubahan rutinitas, juga dampak kesehatan baik itu fisik maupun kesehatan mental.

Bertahan di situasi pandemi memang sulit, apalagi kalau kita tidak konsisten untuk tetap berkomitmen saling menjaga. Meskipun saat ini tingkat kepedulian masyarakat akan bahaya Covid-19 menurun, setidaknya kita menjaga orang-orang terdekat kita terutama keluarga untuk saling menjaga kesehatan. Saat ini pemerintah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dan sebaiknya kita mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan aktivitas apa pun itu baik kerja maupun sekolah semua dilakukan di rumah. Ini dilakukan untuk mencegah penularan virus semakin besar. 

Bicara kesehatan terutama kesehatan fisik mungkin bisa kita lihat dan kita rasakan, anggota tubuh mana yang memberi sinyal sakit dan keluhan apa yang dirasakan. Tetapi berbeda dengan kesehatan mental yang erat kaitannya dengan kondisi batin. Rasa cemas dan takut yang berlebihan, suasana hati yang nggak tenang, gelisah, psikosomatis. Kesehatan mental kalau tidak dijaga dan dikelola efeknya justru bisa mengenai kesehatan fisik kita. Ini terjadi pada ibu saya, karena psikosomatis ibu jadi susah tidur malam, dan terlalu banyak berpikir yang berlebihan ujung-ujungnya ibu terkena lambung. Sekarang ibu saya harus bisa mengelola pikiran agar tak melebihi kemampuan berpikir, selain itu ibu juga harus menjaga makanan dengan mengubah pola makan. Berdasarkan pengalaman ibu saya yang mengalami psikosomatis dan berdampak pada berkurangnya sistem kekebalan tubuh dan kesehatan fisik terganggu, saya akan share tips bagaimana menjaga agar kesehatan mental tetap stabil. 

Kesehatan Mental
kenali diri sendiri, self care

Tips Menjaga Kesehatan Mental

Sering merasa takut, cemas, jantung berdebar-debar, keringat dingin, dll, ini merupakan gejala kalau kesehatan mental kita sedang mengalami gangguan. Jika dibiarkan akan mengganggu kesehatan fisik. Berikut tips agar kesehatan mental kita tetap terjaga:

1. Mengelola Mindset

Pandemi ini memang bikin pikiran jadi nggak karuan. Berkali-kali terlintas di pikiran  kenapa virus ini datang dan membuat rumit kehidupan, kemudian muncul pertanyaan berikutnya kenapa virus corona nggak juga hilang sudah berbulan-bulan. Tanpa disadari pikiran kita disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan sehingga dihantui pikiran buruk atau pikiran negatif dan rasa takut yang berlebihan. Ini justru menghambat diri kita untuk bisa berpikir jenih dan ujung-ujungnya kita tidak melakukan apa-apa. Disinilah diperlukan mengelola mindset kita untuk berusaha meminimalkan pikiran negatif. Kita harus memelihara pikiran positif, karena mindset berperan penting dalam kehidupan. Kita nggak bisa mengontrol kapan corona ini muncul dan kapan pergi, tinggal kita yang milih apa terus mau terpuruk atau bangkit lagi. Meski kita nggak bisa mengubah keadaan tapi kita bisa terus melangkah ke depan. 


2. Menurunkan Ekspektasi

Wajar kalau kita memiliki harapan atau ekspektasi yang tujuannya untuk kebaikan diri sendiri apalagi keluarga. Tapi jangan terlalu berharap secara berlebihan, disaat  harapan belum terwujud turunkan ekspektasi yang sudah kita rancang agar kita tidak diliputi rasa frustasi dan merasa diri sudah gagal. Memahami kapasitas diri akan mengurangi potensi menyakiti diri sendiri.


3. Berdamai dengan Situasi

Di rumah saja kadang timbul perasaan cemas menunggu pandemi berakhir. Rasa penat dan jenuh nggak bisa kemana-mana nggak bisa dipungkiri dan sebagian orang pasti merasakan yang sama. Solusinya jangan pernah merasa diri terpenjara dan merasa tertekan. Berdamai dengan situasi saat ini berusaha menikmati setiap momen hidup dengan perasaan tulus, sambil menata hidup dan membuat perencanaan. Membuat rencana masa depan  setelah pandemi dengan menuliskannya di note,  meski nggak banyak rencana yang ditulis setidaknya bisa membangkitkan semangat. Bagaimanapun kemampuan berdamai dan bertahan di situasi tertekan sangat diperlukan.


4. Mengenali Diri Sendiri

Salah satu faktor agar kesehatan mental tetap terjaga adalah perasaan nyaman dengan diri sendiri. Dengan mengenal diri sendiri, mengetahui kelemahan dan kelebihan diri kita akan tahu memberikan batasan pada diri. Self love sangat diperlukan di saat pandemi agar mental kita stabil, karena dengan mengenali diri sendiri dan mencintai diri  kita akan lebih aware sama diri kita dan memahami makna tanggung jawab pada diri sendiri.  Sekali lagi yang perlu kita ingat bahwa diri kita punya batasan, jadi jangan membandingkan diri dengan orang lain. Karena kebiasaan meng-compare diri dengan orang lain sesungguhnya membuat tidak nyaman diri sendiri. 

5. Diperlukan Support System

Lingkungan adalah support system terbesar saat mental mulai tidak stabil. Tapi tidak semua orang bisa menjadi support system yang sempurna, kita nggak bisa mengubah orang selama orang lain tidak mau berubah. Begitu juga dengan keluarga, kita tidak bisa mengubah tolak ukur pemahaman kita kepada keluarga. Perubahan itu harus diawali dari diri sendiri. Ketika kita ingin sesuatu berubah sebaiknya kita melatih diri sendiri terlebih dahulu, berusaha untuk mengubah diri. Jika support system dari lingkungan tidak kita dapatkan, jangan kecewa. Cari support system lain, bisa dengan melakukan aktivitas yang membuat diri senang, membaca buku, menyalurkan hobi, lakukanlah. Kalau kita berada di lingkungan yang membuat tidak nyaman kita bisa mundur atau menjauh dan tempatkan diri kita di tempat yang lebih sehat. Di era digital banyak platform yang bisa menempatkan diri kita lebih bermanfaat. 

Pandemi memang membawa dampak yang cukup besar bagi perekonomian dan kesehatan mental. Kondisi saat ini menyebabkan stress dan frustasi, apalagi kapan berkahirnya pandemi tidak bisa di prediksi. Apalagi kita mulai merasakan tidak bisa mengendalikan diri dengan pikiran dan kegelisahan yang kita alami, diperlukan penanganan yang tepat agar tidak menjadi berlebihan. Meski di saat pandemi rada sulit berkonsultasi dengan dokter mengenai masalah kesehatan terutama kesehatan mental, konsultasi secara online juga bisa dilakukan melalui aplikasi Halodoc.  

konsultasi kesehatan via Halodoc
konsultasi kesehatan dan beli obat sesuai resep dokter via aplikasi Halodoc

Selama ini saya mempercayakan kesehatan saya dengan konsultasi online via aplikasi Halodoc. Saya bisa bertanya sepauasnya terkait masalah kesehatan, dan dokter juga memberikan resep obat yang perlu saya konsumsi. Mudah dan praktis, nggak perlu repot-repot ngantre ke Rumah Sakit. Senangnya lagi kita bisa konsultasi kapan saja nggak terbatas waktu, 24 jam online terus.

Jadi, jangan biarkan masalah kesehatan mental mengganggu hidup kita, sharing dengan orang terdekat dan konsultasi dengan dokter yang tepat agar kita bisa terus menjalankan hidup dengan tenang dan nyaman.









Share
Tweet
Pin
Share
18 Comments
Akhir-akhir ini cuaca sangat tidak menentu. Panas banget! Sesekali tampak mendung tapi nggak turun hujan. Cuaca yang sangat panas di kota Tangerang tempat saya bernaung saat ini membuat beberapa daerah mulai mengalami kekeringan. Bahkan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) sampai mengeluarkan peringatan dini kekeringan meterologis di area Tangerang dan sekitarnya. Pasti kebayang kan gimana panasnya sampai air sumur juga kering.

Biasanya kalau lagi panas gini debu juga banyak, rumah harus berkali-kali disapu dan pel. Di rumah juga penginnya minum air es terus. Mungkin nggak cuma saya aja ya, orang-orang juga pasti senang mengonsumsi minuman yang dingin-dingin saat cuaca panas seperti ini. Selain itu, ngadem di tempat yang dingin juga menjadi pilihan seperti di mall- mall dan cafe. 

panas-panas gini enak banget ngemil ice cream :)

Sama nih seperti saya. Belakangan saya dan suami suka nongkrong di food court di mall, ngopi di coffee shop, dan sesekali ngemil ice cream. Lumayan ngadem sambil ngerjain tugas, hehe! Kalau sudah nongkrong sambil menyelesaikan pekerjaan nggak pernah sebentar. Nongkrong lama juha nggak lengkap tanpa makanan dan minuman. Lagi-lagi minuman dengan es yang paling diincar selain makanan berat dan berlemak. Snack mah nggak nampol, haha. Dan ini hampir berlangsung setiap hari, hanpir loh ya! Belum lagi kalau ada undangan di beberapa event tertentu yang juga menyediakan menu yang sama. Siapa sih yang nolak rezeki. Sudah pasti di santap lah itu makanan.

Jadwal yang sibuk dan padat, pola makan nggak teratur, cuaca yang tak menentu, lama-kelamaan membuat badan ini mulai terasa nggak fit. Berbagai keluhan di badanpun mulai saya rasakan. Pagi hari saat bangun tidur kepala terasa cenat- cenut, leher dan tengkuk terasa tegang. Bahkan mata ini pun terasa berat. Akhirnya saya pun tepar beberapa hari, tidak bisa beraktivitas dan harus bedrest.
Mengusir rasa bosan, sambil beristirahat saya pun iseng- iseng membuka beberapa situs untuk mencari bahan bacaan dan akhirnya menemukan situs SehatQ.com. 



Dengan kondisi saya lagi kurang sehat, saya memang membutuhkan informasi perihal kondisi tubuh yang saya rasakan sebelum ke dokter. Berdasarkan artikel-artikel yang saya baca di situs tersebut mirip banget seperti keluhan yang saya rasakan, ternyata kolesterol lagi naik. Dan benar saja. Ketika sore hari memeriksakan diri ke dokter, hasilnya pun sama, kolesterol naik. Lantas saya pun diberikan obat dan disuruh istirahat, tak lupa dokter berpesan jangan menyentuh makanan tertentu agar kolesterol nggak semakin naik. Oke dok!

Oh ya, teman-teman sudah pernah buka situs SehatqQ.com juga nggak? Kalau belum coba deh berselancar di situs ini. SehatQ.com adalah situs atau platform yang memberikan informasi dan solusi seputar dunia kesehatan. Disini kita juga bisa melakukan tanya jawab dengan beberapa dokter yang handal. Gratis kok. Membuat janji dan membuat jadwal ketemuan dengan dokternya juga bisa. Nanti tinggal pilih saja dokter dan rumah sakit yang terdekat dengan lokasi kita. Yups, cuma semudah itu buat janji sama dokter kayak janjian sama pacar. Saya jadi ketagihan membuka SegatQ.com. Soalnya saya suka membaca artikel- artikel yang ada, itung- itung sebagai pengetahuan buat saya dan keluarga. 

Setiap ada keluhan-keluhan yang terasa nggak nyaman di badan, saya pun langsung searching di SehatQ.com dan sesekali tanya dokter nya juga kalau saya nggak dapat informasi yang saya butuhkan. Khususnya tentang penyakit yang lagi dirasakan untuk mencari informasi dan solusinya.

Wajib makan buah setiap hari

Menjaga kesehatan itu memang penting, jangan pernah menganggap sepele penyakit. Meskipun itu ringan, segera ambil tindakan. Kalau raga sudah sakit dan tak berdaya sudah pasti tidak bisa beraktivitas. Huftt, rugi banget kan. Bisa-bisa hilang pekerjaan. Lantas bagaimana bisa melangsungkan hidup dan mencari sesuap nasi kalau kita sakit-sakitan. Yang ada malah tambah stress dan memperparah penyakit. 

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, saya mempunyai beberapa tips  ringan untuk menyeimbangkan kesehatan. Di antaranya:
-    Olah raga yang cukup
-    Banyak minum air putih
-    Banyak konsumsi buah dan sayur
-    Mengurangi makanan berlemak. Jika makan makanan berlemak, biasanya saya langsung minum segelas air hangat dicampur dengan perasan lemon
-    Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan
-    Istirahat yang cukup

rutin minum perasaan air lemon
Kalau kalian gimana nih. Jangan pernah abaikan sinyal tubuh ya guys! Sering-sering cari informasi dan rekomendasi kesehatan di situs kesehatan seperti SehatQ.com. Kalian juga bisa lihat beberapa tips dan info kesehatan lewat kanal sosial medianya juga. Yuk, follow juga sosmednya.

IG: @sehatq_id
TW: @sehatq 
FB: SehatQ




Share
Tweet
Pin
Share
22 Comments

Indonesia memiliki dua masalah sehubungan dengan masalah gizi pada anak-anak, yaitu malnutrisi dan obesitas. Masalah obesitas pada usia dini menjadi penyebab penyakit jantung dan risiko kematian dini, padahal itu semua bisa dicegah dengan pola asuh gizi yang tepat termasuk memberikan sumber gizi terbaik bagi bayi yakni ASI dan mengenalkan si kecil terhadap MPASI. Meskipun saya belum memiliki momongan tapi bukan berarti saya nggak punya perhatian dan keingintahuan soal tumbuh kembang anak, karena saya memiliki keponakan yang usianya masih dibawah 5 tahun dan jujur saja saya justru lebih cerewet ke ibunya soal susu, makanan, sampai soal mainan. Adik saya sampai gemes kalau saya cerewetnya nggak ketulungan, haha! 

Makanya saya senang mengikuti berbagai workshop maupun talkshow seputar parenting, karena selain menambah insight mengenai seputar tumbuh kembang anak informasinya akan saya simpan buat referensi saya seandainya memiliki anak dan saya bagikan juga ke teman-teman, adik, saudara, maupun pembaca blog saya. Ya, saya memang terkesan serakah, tapi serakah menjemput ilmu.

tanya dokter lewat aplikasi

Bicara pola asuh gizi, 13 April lalu saya mengikuti blogger gathering bersama Halodoc di Dailycious Cafe di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Acara yang diikuti oleh sekitar 35 orang mom blogger ini membahas tentang 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi Pada Anak dengan narasumber dr. Herlina, Sp.A Dokter Spesialis Anak yang saat ini berpraktik di RS Ciputra Citra Garden Jakarta Barat dan menjadi salah satu tim medis Halodoc.

Menurut dr. Herlina masih banyak orangtua yang masih salah menerapkan pola makan kepada anak. Mungkin tanpa orangtua sadari khususnya para ibu maksudnya baik agar anak mau makan tapi sebenarnya tanpa disadari pula yang kita lakukan justru salah kaprah dan justru menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan pada anak. So, apa saja kesalahan pola asuh gizi pada anak? Ada 5 kesalahan papar dr. Herlina, kita simak yuk.


5 Kesalahan Pola Asuh Gizi Pada Anak


1. Memaksa Anak untuk Makan

Memaksa anak makan ini seringkali terjadi. Ibu mana yang nggak bingung kalau anak nggak mau makan, timbul kekhawatiran kalau anak sakit. Padahal kalau anak makannya terpaksa justru menyebabkan anak jadi nggak suka dengan aktivitas makan. Biarkan anak menolak dan meminta kembali beberapa waktu dan biarkan anak makan sendiri, ini akan membuat anak memiliki kendali dengan aktivitas ini. Berikan makanan apa saja selama makanan yang diberikan memenuhi unsur gizi seimbang. 

Kemudian usahakan memberi makan secara terjadwal dengan baik pada anak, ini membuat anak makan dengan intensif dan anak bisa mengenali rasa dari lapar ke kenyang. Jadwal ini harus ditentukan orangtua mulai dari makan apa, kapan, dan di mana, anak hanya menentukan kapan dia kenyang.

2. MPASI Sebelum 6 Bulan

Memperkenalkan MPASI pada anak sebaiknya saat berusia 6 bulan. Anak sebaiknya diberi ASI eksklusif bukan MPASI. Karena saat usia 6 bulanlah saluran bayi dipersiapkan menerima perubahan-perubahan pada makanan, mulai dari hanya menelan ASI saja sampai ia merasakan tekstur yang lebih padat. Jadi pemberian MPASI harus bertahap tujuannya agar makanan mudah diserap dan tidak menimbulkan efek samping bayi. Kalau kita memaksakan memberi MPASI sebelum 6 bulan justru akan menimbulkan reaksi gangguan pencernaan seperti kembung, diare, juga alergi.

Para ibu sudah pasti tau lah ya kalau ASI merupakan sumber gizi terbaik, jadi sampai ia berusia 6 bulan usahakan beri ASI secara rutin dan eksklusif untuk meningkatkan tumbuh kembangnya menjadi lebih optimal. Selain mendapatkan manfaat gizi juga memberikan manfaat psikis karena akan tercipta bonding antara ibu dan anak.

KataDokterHaloDoc
dr. Herlina, SP. A (tengah)

3. Makanan Tidak Sesuai Usia

Ini dia nih sering banget saya lihat camilan anak-anak sama dengan camilan orang dewasa. Saya kadang nggak habis fikir kalau lihat anak-anak yang diberi makanan atau camilan yang nggak sesuai dengan usianya, apa karena ibunya kurang kreatif untuk mengkreasikan makanan atau biar lebih irit, atau memang kurang paham mengenai nutrisi pada anak. Padahal camilan untuk anak dan orang dewasa itu beda, bahkan kalau mau lebih teliti lagi pada kemasan jajanan kadang tertulis usia yang cocok untuk mengonsumsinya. Menrut dr. Herlina sekalipun camilan yang diberi berupa jus atau buah tetap saja harus sesuai dengan porsinya. Misal memberikan jus pada balita disarankan hanya maksimal setengah gelas jus 100% buah dalam sehari. Kalau diberikan lebih dari itu akan menyebabkan kelebihan gula dan berakibat anak tidak merasa lapar pada waktu makan. Camilan dengan nutrisi seimbang sangat dianjurkan seperti buah-buahan, sayur-mayur, protein, gandum utuh, atau susu.

4. Pemakaian DOT Terlalu Lama

Pemakaian dot yang terlalu lama pada anak dapat mempengaruhi struktur rahang dan gigi si kecil. Ini benar banget. Ponakan saya sewaktu kecil susah sekali lepas dari dot, bisa ngamuk alias nangis berkepanjangan kalau dotnya dilepas, sempat butuh waktu lama loh ponakan saya lepas dari dot. Sekarang usianya sudah 6 tahun bentuk rahang atasnya jadi agak maju dan giginya juga nggak rapi. Ya, ini karena kebiasaan minum susu dari dot. 

Mengubah kebiasaan menggunakan botol ke gelas memang nggak mudah dan nggak bisa dilakukan secara instan. Oleh karena itu perlu trik dan peralatan tepat untuk menjalani masa transisi itu. Mungkin lebih baik dikenalkan dengan straw cup terlebih dahulu jangan langsung ke gelas.

5. Banyak Makanan Manis

Kadang anak-anak picky eater banget kan ya? Penginnya makanan atau camilan yang manis-manis, parahnya lagi nggak mau nyoba jenis makanan baru. Namanya orangtua daripada anak nggak makan mending nurutin selera anak yang doyan makan manis. Padahal pemberian makanan yang manis pada anak kurang baik, karena menurut WHO kebutuhan gula harian anak tidak boleh melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi. Hal ini untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Pemberian makanan manis yang terlalu banyak dapat menyebabkan gigi rusak, obesitas, dan anak kehilangan nafsu makan. 

Games merayu anak agar mau makan :)
Senang sekali ikutan gathering bareng Halodoc kali ini, saya jadi tahu banyak mengenai kesalahan pola asuh gizi pada anak. Alih-alih ingin menyenangkan anak dan ingin anak sehat dengan memberinya makanan yang kita anggap tepat justru malah nggak baik untuk tumbuh kembangnya. Jadi harus lebih aware lagi ya moms. 

Tapi kalau masih pengin tahu lebih banyak lagi dan pengin nanya-nanya ke dokter mengenai pola asuh gizi pada anak, atau apapun yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak bisa juga lewat Halodoc. By the way sudah pada tahu apa itu Halodoc? Oke, kita bahas ya...


Halodoc Aplikasi Tanya Dokter, Beli Obat dan Cek Lab

Halodoc adalah start-up Indonesia berupa aplikasi kesehatan layaknya kotak P3K berjalan yang selalu ada di genggaman dengan memberikan kemudahan dalam menjaga dan memeriksa kesehatan seluruh anggota keluarga. Dengan aplikasi ini kita bisa tanya dokter, beli obat, dan cek lab. Jadi kalau teman-teman memiliki pertanyaan seputar kesehatan dan ingin tanya langsung ke dokternya bisa melalui aplikasi Halodoc. Sebelumnya harus download dahulu aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play. Setelah itu buat akun dengan mengisi data diri seperti nama lengkap, nomor telfon, email, dsb. Kemudian setelah punya akun baru deh kita bisa menggunakan aplikasi Halodoc.

Melalui aplikasi Halodoc kita bisa tanya-tanya seputar kesehatan nggak cuma via chat saja tapi bisa ngobrol langsung melalui voice call maupun video call biar lebih puas nanya ke dokter yang bersangkutan, karena zaman sekarang kita wajib menyaring informasi seputar kesehatan yang beredar yang belum tentu benar informasinya apalalagi yang menyangkut kesehatan buah hati, papar mbak Blessy, Manager Offline Marketing Halodoc.

mbak Blessy menjelaskan mengenai fitur-fitur yang ada di aplikasi Halodoc

Fitur Contact Doctor

Halodoc memiliki tim medis mulai dari dokter umum, spesialis anak, internis, hingga spesialis mata yang kesemuanya online selama 24 jam. Misal kita mau menanyakan seputar nutrisi makanan untuk anak kita bisa bertanya ke dokter spesialis anak yang siap memberikan informasi dan saran setiap saat para ibu menanyakan seputar pengasuhan gizi pada anak. Dengan begitu sebagai ibu kita nggak perlu menebak-nebak jenis makanan apa yang boleh dan tidak boleh diberikan pada anak. Fitur ini memudahkan kita untuk menghubungi dokter dan tentu saja membuat kita jadi tambah smart karena mendapatkan pengetahuan lebih dari para dokter. "Dengan saran dari ahli medis serta tindakan yang benar saat menangani gizi dalam masa perkembangan anak atau ketika anak sakit, anak dapat pulih dalam kondisi yang cepat dan meminimalisir berbagai kejadian yang bersifat fatal," kata dr. Herlina, Sp.A yang juga merupakaan salah satu tim medis Halodoc. #katadokterhalodoc #sehatlebihmudah.

Fitur Pharmacy Delivery

Nggak cuma konsultasi medis, dengan aplikasi Halodoc kita juga bisa membeli kebutuhan medis yang dibutuhkan melalui fitur Pharmacy Delivery yang merupakan fitur layanan Apotik 24 jam. Kita bisa memesan obat secara langsung dengan fitur ini, dan pesanan akan diantar dalam waktu satu jam setelah kita menyelesaikan pemesanan. Ongkir nya FREE loh! 

Fitur Lab Service

Bagi saya fitur yang satu ini benar-benar berbeda Fitur Labs ini bisa kita gunakan manfaatkan moms. Ini adalah fitur layanan pengecekan kesehatan yang bekerjasama dengan Prodia. Fitur ini memungkinkan phlebotomist (petugas lab) untuk datang ke rumah atau kantor dan melakukan pengecekan kesehatan seperti cek darah ataupun urine. Saat ini fitur Labs hanya bisa digunakan oleh pengguna aplikasi Halodoc di sekitar Jakarta Pusat dan Selatan saja.

Aplikasi Kesehatan
aplikasi Halodoc
Komplit banget penjelasan dr. Herlina dan mbak Blessy seputar pola asuh gizi dan aplikasi kesehatan Halodoc. Happy banget bisa menjadi bagian dari mom blogger yang ikut di acara gathering kali ini. Semoga Halodoc sering mengadakan gathering yang bermanfaat seperti ini dengan tema berbeda untuk menambah insight para ibu. Harapan saya semoga aplikasi Halodoc menjadi solusi cerdas buat saya dan pengguna lainnya. Thanks a lot Halodoc.

ekspresi bahagia setelah mengikuti gathering bareng Halodoc




Share
Tweet
Pin
Share
27 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (9)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ▼  September 2026 (1)
      • Kucing Lahap Makan Belum Tentu Sehat! Ini 7 Tanda ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates