Colour to Life: Gabungan Seni Konvensional dan Teknologi Digital dari Faber-Castell

P erkembangan era digital yang cukup pesat saat ini bukan cuma terpapar pada orang dewasa saja tapi juga pada anak-anak. Bisa dikatakan...


Perkembangan era digital yang cukup pesat saat ini bukan cuma terpapar pada orang dewasa saja tapi juga pada anak-anak. Bisa dikatakan saat ini banyak anak-anak yang sudah akrab sekali dengan gadget. Padahal seharusnya anak-anak nggak boleh sering-sering main gadget, sewaktu saya mengikuti seminar kesehatan saya menyimak seorang dokter anak yang mengatakan kalau anak bermain gadget hanya boleh maksimal 1 jam dengan alasan untuk kesehatan matanya, apalagi terus-menerus memandangi gadget.  

Iya sih, anak-anak yang gemar bermain gadget juga dialami ponakan saya. Padahal tuh ya emaknya udah mengalihkan perhatiannya dengan beli mainan anak-anak tapi tetap saja ujung-ujungnya gadget, yang ditonton itu robot dan game anak-anak yang ada di aplikasi.Jadi ponakan saya itu sukanya nonton kartun-kartun robot dan game robot. Saya sering membelikan buku bergambar dan pensil warna agar dia punya keasyikan lain, senang mewarnai juga sih tapi lagi-lagi lebih senang main game robot haha! Saya sempat mikir bisa nggak sih digabungkan kegiatan mewarnai di buku sekaligus bisa main game juga di gadget, jadinya seimbang lah nggak terus-terusan megang gadget. Ternyata ada loh....penasaran kan?


Colour to Life: Augmented Reality Colouring Book

Sabtu, 7 April 2018 saya mengikuti launching Colour to Life (CTL) di Gramedia Central Park, Jakarta. Apa itu Colour to Life? Jadi Colour to Life adalah produk yang dikeluarkan oleh Faber-Castell yang merupakan perpaduan antara menggambar secara konvensional dengan kemajuan teknologi Augmented Reality (AR). Produk ini diluncurkan karena Faber-Castell sebagai produsen alat tulis terbesar dan tertua  selalu melakukan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman melalui produk-produk terbaiknya, salah satunya Colour to Life.

Colour to Life
Pengaruh derasnya digitalisasi yang terimbas kepada anak-anak memang sulit di bendung, melarang anak untuk tidak menggunakan gadget pun sulit rasanya. Solusinya orangtua harus bisa menyeimbangkan penggunaan gadget dengan kegiatan lain seperti menggambar dan mewarnai, karena colouring termasuk kegiatan yang bisa mengasah kreativitas juga bagus untuk relaksasi.

Menurut Yandramin Halim- Managing Director PT Faber-Castell Indonesia dunia digital tak bisa dihindari, bahkan di prediksikan beberapa puluh tahun ke depan dunia digital akan lebih dominan lagi. Sebenarnya proses pembuatan konten digital itu berawal dari pensil atau warna. Kalau kita lihat desain-desain industri seperti mobil juga fashion mungkin dikerjakan komputer tetapi sebenarnya semuanya dikerjakan dari pensil atau parker. Karena desainer-desainer terkenal mengatakan kemampuan untuk sketsa awal merupakan skill dasar yang harus dimiliki seorang desainer, nggak bisa langsung masuk ke komputer.

Yandramin Halim (kriri) - Nia Arliani (kanan)
Maka dari itu produk Colour to Life dibuat agar anak tertarik dengan dunia menggambar tapi mereka bisa melihat hasil karya mewarnai gambarnya masuk kedalam dunia digital. Kalau cuma mewarnai saja mungkin anak-anak kurang tertarik dan bakal lebih memilih bermain gadget. Di Colour to Life kalau kita mewarnai pesawat misalnya dan diatas pesawat kita nulis nama kita maka pas di scan dengan aplikasi Colour to Life yang sudah di download sebelumnya maka selain karakter pada gambar bergerak nama kita juga akan muncul. Dengan cara ini kita bisa menyeimbangkan kegiatan analog dan mewarnai konvensional yang sangat baik buat anak untuk memupuk kreativitas kemudian memperluas daya imaginasi anak dikaitkan dengan dunia digital itu sendiri.

Pada kesempatan yang sama mbak Nia Arliani perwakilan dari Gramedia Central Park mengatakan kalau Gramedia Central Park menerima secara positif dan baik untuk produk Colour to Life yang baru di launching ini. Produk ini juga langsung ditempatkan di rak yang mudah dijangkau dan dilihat langsung oleh customer.

Richard Panelewen - Product Manager PT Faber-Castell Indonesia mengatakan Faber-Castell mencoba menintegrasikan antara kegiatan menggambar dan mewarnai kedalam digital melalui produk terbaru Colour to Life. Produk ini berisi buku mewarnai dan connector pen. Nantinya anak-anak bisa mewarnai buku menggunakan connector pen kemudian setelah diwarnai bisa di scan. Oh ya sebelumnya kita harus mendowload aplikasi Colour to Life terlebih dahulu lewat Google Play atau App Store yang berguna untuk men-scan gambar sudah diwarnai.

Richard Panelewen
Dalam produk Colour to Life ada 5 game yaitu: Giddy Up, Pogo Boy, Dress up Challenge, Balance your Brain dan Safe Flight yang terdapat dalam 15 gambar yang dapat diwarnai dengan connector pen yang sudah terdapat didalamnya. Game-game ini lah yang disebut pak Yandramin Halim tadi memiliki kegunaan masing-masing, misalkan Safe Flight, Giddy Up, dan Pogo Boy bermanfaat untuk melatih konsentrasi dan motorik, sementara Dress up Challenge dan Balance your Brain bermanfaat untuk melatih keseimbangan otak kiri dan otak kanan.

Seru memang menggunakan produk Colour to Life, saya dan teman-teman masing-masing dibagikan satu produk ini dan mencoba untuk mewarnai dan bermain game. Beneran mengasyikkan, saya yakin anak-anak bakal ketagihan mewarnai dan memainkannya. Yang bikin seru itu penggunaan teknologi Augmented Reality yang membuat karakter dari buku yang kita warnai akan terlihat lebih hidup. Kita juga bisa selfie dengan karakter yang kita mainkan. Lucu kan...selain mewarnai bisa main game sekaligus foto selfie.



Buku Colour to Life bisa dibeli di semua jaringan Gramedia di Jakarta dan kota-kota besar juga melalui official store Faber-Castell di Tokopedia, Buka Lapak dan Blibli dengan harga RP 129.000. Saya pengen beli lagi buat ponakan biar nggak terlalu candu dengan gadget. Lagi pula buku ini mudah dibawa-bawa jadi kalau anak-anak lagi bosan di perjalanan bisa main game dengan hasil gambarnya dan bisa selfie-selfie juga, ini jadi kesenangan sendiri bagi anak-anak kalau bisa pamerin foto selfie nya.

Pak Yandramin Halim selfie bareng tokoh game hasil mewarnai produk Colour to Life
Eh tapi ntar kalau sudah beliin Colour to Life untuk anak jangan rebutan ya, haha! Soalnya saya juga suka mewarnai dan memainkannya, lihat hasil mewarnai bisa bergerak dan seperti hidup rasanya puas dan senang.





You Might Also Like

8 comments

  1. Faber Castel dari dulu bagus kualitasnya. Kalau saya cari alat tulis atau keperluan menggambar buat anak-anak juga cari Faber Castel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak..puas dengan kualitasnya ya

      Delete
  2. seru bangeet ini mewarnai bisa di realisasikan dlm bentuk digital

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa..ponakan ku jadi pada minta beliin setelah aku pamerin ini :)

      Delete
  3. Faruq kalau minta pensil mekanik, penginnya yang Faber Castell. Dia pakai untuk keperluan ujian di sekolah. Katanya pensil mekanik merek Faber Castell ini awet. Dia malah lebih tahu daripada aku haha. Yawdah tugas aku ngebeliin aja. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngerti dia kak mana produk yang bagus :)

      Delete
  4. Aku juga kalau mewarnai pakai Faber-Castell mbak. Dari zaman sekolah smpe skrg.. Alhamdulillah awet dan memang Warnanya awet. Jadi ga pernah pindah ke brand lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya beneran awet, aku juga sampai sekarang pakai buat mewarnai buku colouring for adult ku hehe

      Delete