Buka Mata Buka Cerita Film Mini Dokumenter Pertama Di Indonesia Menggunakan Snapchat Spectacles

S napchat Spectacles . Pernah dengar nama kacamata ini? Saya juga baru tahu saat mengikuti press conference yang diadakan Insto perten...


Snapchat Spectacles. Pernah dengar nama kacamata ini? Saya juga baru tahu saat mengikuti press conference yang diadakan Insto pertengahan Maret lalu di XXI Lounge Plaza Senayan. Insto mengadakan campaign bersama Nia Dianata membuat fim mini dokumenter Buka Mata Buka Cerita. Oke sebelum saya share bagaimana hubungan snapchat spectacles dengan film mini dokumenter Buka Mata Buka Cerita, saya bahas dulu mengenai Insto ya.


Insto Brand Tetes Mata Nomor Satu di Indonesia 

Selama ini kalau ditanya merek tetes mata yang biasa dipakai saya ingat cuma Insto. Yups, semua orang juga pasti tahu kalau Insto adalah brand tetes mata nomor satu di Indonesia dari Combiphar. Insto memiliki 2 varian, yakni yang Insto Regular yang kemasan nya berwarna hijau gunanya untuk mengatasi iritasi mata merah, satu lagi Insto Dry Eyes yang kemasannya berwarna biru untuk mengatasi mata kering yang didalam nya terdapat kandungan bahan aktif berupa air mata buatan. Jadi kalau mata kita rasanya sepet, capek, bisa menggunakan Insto Dry Eyes.

Weitarsa Hendarto
Sebelumya Insto fokus pada pengendara motor karena yang paling sering terpapar asap, debu, dan polusi di jalan raya. Pengendara motor ini yang paling sering mengalami iritasi mata merah. "Sekarang Insto nggak cuma fokus pada pengendara motor saja", ujar Weitarsa Hendarto-VP Consumer Healthcare & Wellness and International Operations PT. Combiphar. Banyak sekali aktivitas yang bisa menyebabkan iritasi mata, contohnya baca buku, kelamaan terpapar gadget dan komputer. Bahkan saking tergantungnya dengan gadget kita menggunakan alarm pun pakai fitur alarm yang ada di hp, bisa dipastikan begitu buka mata di pagi hari yang kita lihat langsung gadget. 

Selain itu kelamaan berada di ruang ber AC, nyetir dalam waktu yang cukup lama juga bisa bikin  mata kering. Out door activity lain seperti berolah raga dan memasak bisa bikin mata kering dan iritasi juga loh. Jadi bukan pengendara motor saja ya yang bisa mengalami iritasi mata. 


Buka Mata Buka Cerita dengan Snapchat Spectacles

Target market Insto adalah anak muda. Karena anak-anak muda Indonesia adalah anak-anak muda yang kreatif dan selalu ingin menjadi yang nomor 1, mereka selalu ingin menjadi trendsetter. Menurut Farah Feddia-Senior Brand Manager PT. Combiphar gaya hidup anak muda kita sekarang juga nggak terlepas dari yang namanya gadget dan aktivitas di luar ruangan. Bisa kita lihat bagaimana kegiatan anak sekolah yang super padat, bahkan anak-anak sekarang kayak nggak ada waktu untuk istirahat udah kayak orang kerja yang lagi lembur ya kan? Mereka tidak sadar bahwa mereka harus menjaga kesehatan mata. 

Farah Feddia
Karena iklan sekarang banyak sekali yang membicarakan kulit dan rambut, tapi perawatan mata sedikit sekali yang mengiklankan. Jadi banyak yang belum menyadari pentingnya kesehatan mata. Berdasarkan latar belakang tersebut Insto menyadari sebagai market leader punya peranan penting untuk bisa mengedukasi anak-anak muda melalui berbagai aktivitas yang relevan seperti film dan snapchat spectacles. 

Snapchat Spectacles
Penasaran dengan Snapchat Spectacles? Jadi Snapchat Spectacles adalah kamera berbentuk kacamata, bisa merekam dengan menggunakan kacamata. Snapchat Spectacles dipilih karena Insto mau mata mereka adalah kameranya. Insto mengadakan kompetisi yang dimulai bulan Oktober 2017 sampai dengan Februari 2018. Ada sekitar 1000 peserta yang submit cerita momen-momen menarik dan foto-foto yang dianggap terbaik. Kemudian Januari 2018 diadakan seleksi yang dilakukan oleh Insto dan Nia Dinata yang dipilih 20 semifinalis. Setelah dipilih, 20 semifinalis yang berasal dari berbagai daerah ini di undang ke Jakarta dan diberikan workshop oleh Nia Dinata selama satu hari penuh. Selama worksop mereka diajarkan bagaimana cara membuat film, bagaimana cara membuat script untuk pembuatan film,dsb. Kemudian dari 20 orang semifinalis yang sudah mengikuti workshop dipilih 9 finalis co-director. 9 finalis ini selanjutnya kembali ke daerah masing-masing dengan membawa Snapchat Spectacles.


salah seorang blogger yang mendapat kesempatan mencoba Snapchat Spectacles 
Jadi 9 finalis ini harus merekam semua script yang sudah mereka tulis menggunakan Snapchat Spectacles. Setelah itu mereka wajib men-submit hasil video mereka ke Nia Dinata dan tim. Mereka juga di coaching dari jarak jauh bagaimana cara merekam menggunakan Snapchat Spectacles. Bingung sudah pasti, karena nggak gampang loh merekam menggunakan kamera berbentuk kacamata. Hasil video mereka di editing dan karya mereka inilah yang menjadi film mini dokumenter Buka Mata Buka Cerita yang ditayangkan di Youtube.


Project Buka Mata Buka Cerita 

Selama ini Nia Dinata selain dikenal sebagai sutradara film juga dikenal sering memberikan workshop film. Nia sendiri memiliki yayasan Kalyana Shira yayasan film yang fokusnya edukasi, bagaimana caranya mengedukasi anak-anak muda Indonesia untuk bisa lebih punya literasi yang tinggi terhadap film. Nia berharap anak-anak muda Indonesia kalau nonton film bisa menilai bagaimana minimnya film yang ditonton secara visual, karena di sekolah, media literasi dan sekolah film nggak pernah diajari. Anak Indonesia yang di daerah-daerah kadang pengin belajar film tapi nggak ada aksesnya. Makanya saat Insto meng-approach Nia mengenai project Buka Mata Buka Cerita Nia menyambutnya dengan senang.

talkshow bareng Nia DInata dan Dion Wiyoko
Menurut Nia mata adalah hal yang utama untuk membuat film. Mata nggak cuma secara fisik saja yang penting tapi juga secara batin. Kalau mata secara fisik saha kita akan melihat apa yang orang lain lihat artinya minimnya cuma di permukaan. Tapi kalau mata dan mata batinnya sehat kalau kita melihat film kadang kita suka nggak kepikiran dibalik itu semua apa sebenarnya yang terjadi. "Sebenarnya film baik dokumenter maupun fiksi semuanya its all about life, about human and adily life", kata Nia.  Makanya workshop film mini dokumenter yang cuma sehari Nia mengajarkan 9 finalis co-director untuk menjaga kesehatan mata fisik, mata batin, dan kesensitifan agar mereka bisa melihat lebih dalam lagi. 

Dion Wyoko yang ikut mendukung project fim mini dokumenter Buka Mata Buka Cerita mengatakan kalau project film seperti ini sangat inspiratif, Dion sendiri saat memulai karies di dunia film belum pernah mendapatkan kesempatan seperti ini. Makanya Dion sangat mengapresiasi Insto karena telah memberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan positif kepada masyarakat sesuai dengan tujuan dari campaign Buka Mata Buka Cerita.

para pemenang dengan cerita terbaik
Dari 9 finalis co-director dipilih 3 pemenang dengan cerita terbaik yang mendapatkan piagam juga hadiah uang tunai. Mereka adalah Ghafara Difa Harashta dengan film "Yang Berdiri Sejak lama", Yudhistira Tegar Hermawan dengan film " Dibawah Fly Over" dan Sri Sulistiyani dengan film "Pohaci". Harapan saya semoga Insto terus berkelanjutan membuat program yang sama seperti project film Buka Mata Buka Cerita ini. By the way selamat untuk semua pemenang.





You Might Also Like

2 comments

  1. Mbak info donk kalau ada workshop membuat film.. Walau film singkat aku mau belajar, minimal buat film tntg tumbuh kembang anak aku hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. okee..siap ntar aku colek-colek ya mom.

      Delete