Kesehatan Rongga Mulut Si Kecil

M enjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting walau kadang terabaikan, kalo kita tidak sedan...

Menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting walau kadang terabaikan, kalo kita tidak sedang merasakan sakit kita masih merasa gigi gak ada masalah gak perlu perawatan, padahal kesehatan gigi perlu diperhatikan terutama kuman dan bakteri yang ada di mulut. Gigi merupakan salah satu faktor penunjang penampilan, bentuk susunan gigi yang tidak rapi, warna
gigi yang kecoklatan dan gigi berlubang/rusak bisa membuat kita merasa malu atau minder. Untuk itu perawatan gigi sebaiknya dimulai sejak dini. Bagi kita yang mempunyai anak kecil perawatan gigi harus diajarkan perlahan mulai cara menyikat gigi ,kapan saja sebaiknya gigi perlu disikat. Kita sebagai orang tua juga bertanggung jawab terhadap pola makan dan minum anak untuk pertumbuhan gigi yang baik.
Difa Oral Health Education Series
Tanggal 15 Nov yang lalu saya dan teman-teman blogger mendapat undangan dari Difa Oral Health Center . Saat itu Drg. Widya Apsari menjelaskan kepada ibu-ibu mengenai perawatan dan pencegahan gigi berlubang / kerusakan gigi pada anak. Makanan manis seperti permen dan coklat dapat menyebabkan gigi berlubang pada si kecil. Pola makan dan pilihan makanan yang dimakan oleh si kecil memegang peranan penting dalam pencegahan gigi berlubang dan juga proses terjadinya. Selain faktor makanan manis masih terdapat jenis makanan yang juga berpotenci menimbulkan gigi berlubang. Berikut penggolongan jenis makanan berdasarkan kecendurangan terjadinya gigi berlubang:   
 
Berbagi makanan dan minuman juga ternyata mempengaruhi terjadinya gigi berlubang pada si kecil loh. Misalnya nih anak kita diasuh oleh pengasuh/asisten rumah tangga di rumah kemudian urusan memberi makan pastinya pengasuh dong yang nyuapin anak kita. Nah pernah lihat kan kalau anak-anak lagi disuapin? kadang sebelum anak disuapin kan makanan suka di didinginkan dengan cara di tiup-tiup bahkan maaf nih ya saya penah lihat sendiri itu makanan masuk dulu ke mulut pengasuh baru disuapin ke anak. Tentu saja bakteri yang ada di mulut pengasuh pindah ke anak , ini salah satu faktor rusaknya gigi.

Untuk mencegah gigi berlubang pada anak bisa disiasati dengan pola pemberian dan kombinasi makanan yang tepat:
1. Frekuensi dan Waktu Makan
Frekuensi makan memegang peranan dalam kecenderungan si kecil mengalami gigi berlubang. Frekuensi makan yang terus-menerus menyebabkan penurunan pH pada rongga mulut yang menyebabkan larutnya mineral pada email dan meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang. Menurut penelitian makin banyaknya frekuensi makan seseorang, akan meningkatkan terjadinya resiko gigi berlubang. Penelitian Vipeholm menunjukkan terjadinya kecenderungan gigi berlubang yang lebih tinggi pada seseorang yang nyemil makanan mengandung gula disela-sela jam makannya.
Selain itu waktu atau jam makan. Makan makanan mengandung karbohidrat pada jam tidur akan mengurangi produksi air ludah pada waktu tidur, sehingga akan meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang.
2. Kombinasi Makanan
Ketika makan yang mengandung karbohidrat dimakan tanpa disetai makanan jenis lain, akan meningkatkan produksi asam dan menurunkan pH dalam rongga mulut, sehingga resiko gigi berlubang menjadi bertambah. Namun kondisi ini dapat dicegah bila mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung gula seperti keju, susu, dll, yang dapat merangsang keluarnya air ludah pada sebelum, selama, atau sesudah konsumsi makanan mengandung karbohidrat tersebut. Maka kombinasi antara makanan mengandung karbohidrat, protein dan lemak dapat menurunkan resiko terjadinya gigi berlubang pada si kecil.

Air putih sebagai nutrisi penting dalam mencegah terjadinya gigi berlubang
Selama ini air putih menjadi bagian dari kebutuhan nutrisi yang sering diabaikan oleh kita. Namun
air putih ini merupakan komponen terpenting dalam terbentuknya air ludah. Dimana air ludah ini mengandung berbagai mineral pencegah terjadinya gigi berlubang, seperti kalsium. fosfat, dan mineral yang penting untuk gigi. Air ludah dapat merangsang remineralisasi atau terbentuknya kembali mineral gigi pada lubang gigi kecil. Selain itu, air ludah juga mengandung protein antibakteri sehingga bersama dengan aliran air ludah dapat membersihkan gigi dari sisa makanan yang dapat menyebabkan gigi berlubang. 
Saran dari dokter gigi dalam mengurangi resiko gigi berlubang bagi si kecil:
1. Kurangi frekuensi konsumsi makanan atau minum yang mengandung fermentasi karbohidrat, terutama disela-sela jam makan
2. Akhiri makan atau minum dengan makanan atau minuman yang bersifat anticariogenic dan cariostatic
3. Minum air putih yang banyak
4. Kombinasikan konsumsi makanan manis maupun asam dengan makanan atau minuman yang dapat menetralisir penurunan pH rongga mulut.
5. Mengunyah permen karet xylitol mampu mengurangi resiko karies dengan menetralisir pH rongga mulut dan juga meningkatkan produksi air ludah

sumber: difa ohc
sumber: difa ohc
sumber: difa ohc
sumber: difa ohc
Jangan khawatir ya untuk para bunda selama kita bisa mengontrol pola makan dan kombinasi makan yang tepat kerusakan gigi pada sikecil bisa di atasi.























You Might Also Like

4 komentar

  1. Anak pertamaku ga sampai reges gigi depannya. Eh, yang anak kedua reges setengah.
    Tapi ga banyak sih

    BalasHapus
  2. Wah adikku kelas 1 SD masih ngempeng susu botolan. Giginya jadi habis. Itu ngaruh juga ya?
    Salam kenal. Saya follow yaa :D

    BalasHapus