Kampanye Dapur Ngebul Biasakan Anak Makan Ikan

Ciptakan kebiasaan masak sendiri di rumah, dengan olahan pangan lokal seperti ikan A nak adalah generasi penerus bangsa, oleh karena itu tum...

Anak Gemar Ikan
Ciptakan kebiasaan masak sendiri di rumah, dengan olahan pangan lokal seperti ikan

A
nak adalah generasi penerus bangsa, oleh karena itu tumbuh kembang anak harus menjadi perhatian kita semua. Yang menjadi fokus kita bersama saat ini adalah kebutuhan gizi anak. Orangtua merupakan penjaga gerbang perilaku anak dalam mendapatkan asupan gizi. Sampai saat ini masalah stunting pada anak masih tinggi. Salah satu penyebabnya adalah asupan makanan yang tidak bergizi. Jadi masalah stunting sebenarnya bukan hanya karena kemiskinan sehingga anak mengalami kelaparan, tetapi karena anak tidak mendapatkan gizi yang layak untuk tumbuh kembangnya. Orangtua menyediakan makanan instan yang rendah gizi sehingga ini menjadi pola kebiasaan anak.

Perilaku makan anak dibentuk dan berkembang pada tahun-tahun pertama kehidupan. Perilaku makan orang tua sangat erat kaitannya dengan perilaku makan dan kebutuhan gizi anak karena anak memiliki keterbatasan dalam mengekspresikan dan memenuhi kebutuhan mereka. Kegiatan masak langsung di dapur saat ini mulai berkurang dengan adanya fenomena makan instan. Padahal budaya dapur keluarga dimana adanya kegiatan menyiapkan makanan dan makan bersama di meja makan merupakan peran keluarga dalam membentuk pengalaman dan menjadi kebiasaan.

Hasil riset FOI tahun 2020 menunjukkan bahwa 27% balita Indonesia pergi ke sekolah (PAUD) dalam keadaan lapar karena tidak sarapan. Hal ini juga didukung oleh data dari Kemenkes RI tahun 2018, bahwa 1 dari 3 balita di Indonesia mengalami stunting. Permasalahan ini harus menjadi perhatian orang tua, karena perilaku makan anak sangat dipengaruhi oleh orang tua. Gaya hidup urbanisasi sangat mempengaruhi dan ini sangat memprihatinkan, dan ini melatarbelakangi Foodbank of Indonesia (FOI) berkolaborasi dengna Kementrian Kelautan Perikanan (KKP) dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM (FTP-UGM), serta didukung oleh JNE, Superindo dan Masak TV tanggal 14 Oktober 2021 kemarin meluncurkan Kampanye Bikin Dapur Ngebul.


Kebun Pangan Komunitas (KEPAK) FOI Kembangan, Jakarta Barat.
Suasana tour Kamis, 14 Oktober 2021 di Kebun Pangan Komunitas (KEPAK) FOI Kembangan, Jakarta Barat. Tour Kebun Pangan Komunitas dilakukan oleh Relawan FOI bersama dengan Kementerian Kelautan Perikanan dan Forikan

Peluncuran Kampanye Bikin Dapur Ngebul diadakan di salah satu Kebun Pangan Komunitas (KEPAK) di Kembangan, Jakarta Barat. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong budaya kembali ke dapur, melalui aksi Ikan Untuk Anak (IUAK) ini merangkul Bunda PAUD mitra FOI, relawan FOI dan keluarga Indonesia untuk bersama kembali menghidupkan dapur di rumah maupun didalam komunitas untuk menekan angka kelaparan dan stunting pada anak Indonesia. Kegiatan peluncuran ini diresmikan secara simbolis oleh Direktur Jenderal PDSPKP KKP, Artanti Widiarti yang diwakili oleh Direktur Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud SP. M.Sc, Pendiri FOI, M Hendro Utomo dan Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Eni Hermayani. Dalam kesempatan ini, juga ditandatangani nota kesepahaman antara FOI dan KKP untuk Penguatan Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) melalui Kampanye Kembali Ke Dapur Keluarga.

Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) melalui Kampanye Kembali ke Dapur Keluarga.
Penandatangan Perjanjian Kerjasama (14/10/2021) Yayasan Lumbung Pangan yang diwakili oleh Wida Septarina dengan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diwakili oleh Mahmud selaku Direktur Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan untuk Penguatan Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) melalui Kampanye Kembali ke Dapur Keluarga.

Saya salut dengan komitmen FOI dalam memerangi kelaparan dengan membuka akses pangan bagi anak. Kegiatan memasak langsung di dapur merupakan strategi yang tepat untuk memberi makanan yang terbaik bagi anak dan keluarga di rumah. Sekali lagi yang perlu kita ingat, sebagai orang tua kita memiliki peran penting dalam perilaku makan anak agar anak menjadi terbiasa dengan pola makan dan variasi makanan yang dimakannya maka orang tua adalah role model

Inisiasi FOI bersama KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan) dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM melalu kampanye Bikin Dapur Ngebul mengajak setiap keluarga menciptakan makanan sehat dengan cara memperkenalkan pangan lokal salah satunya olahan ikan. Pemberian olahan ikan kepada anak merupakan salah satu upaya agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi anak sehat dan cerdas, karena ikan memiliki banyak manfaat diantaranya kandungan protein yang tidak rusak meski di masak, kemudian ada kandungan lemak yang mudah dicerna dan dapat langsung digunakan oleh jaringan tubuh, vitamin D, mineral kalsium, mineral fosfor dan asam lemak omega 3 yang dibutuhkan untuk pertumbuhan otak. Jadi banyak sekali kandungan gizi yang terdapat pada ikan yang bagus untuk pertumbuhan tulang dan otak.

Ilustrasi Manfaat Makan Ikan
Manfaat Makan Ikan

 
Founder Foodbank of Indonesia, M. Hendro Utomo berharap kegiatan dengan tema “Bikin Dapur Ngebul, Bikin Anak Unggul:#IUAK, Olahan Ikan Lokal” menjadikan kita semua terutama para orang tua untuk lebih peduli terhadap kebiasaan pemberian makan pada anak dengan kembali menghidupkan dapur dengan menggunakan bahan pangan lokal seperti ikan. Karena kebiasaan makan anak dimulai dari orang terdekat yaitu orang tua dan keluarga. Dengan begitu tumbuh kembang anak-anak di Indonesia bisa lebih optimal.  

Peluncuran kampanye Bikin Dapur Ngebul
Peluncuran kampanye Bikin Dapur Ngebul di Kebun Pangan Komunitas (KEPAK) FOI Kembangan, Jakarta Barat (14/10/2021). Seremoni peluncuran dibuka oleh Soen’an Hadi Purnomo (kiri) Wakil Ketua Forikan Pusat, Hendro Utomo (tengah) CEO Foodbank of Indonesia, dan Mahmud (kanan) Direktur Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan membunyikan lumpang


Paparan Dekan FTP UGM Eni Harmayani menjadi catatan banget buat saya, bahwa pengolahan makanan yang tepat menjadi hal penting dalam pemberian makanan sehat bagi anak melalui tahapan 5M yaitu mengumpulkan, meramu, mengolah, mendistribusikan, dan makan bersama. Dengan 5M ini kita berharap makanan yang diberikan kepada anak-anak kita terjamin lebih sehat dari pada memakan makanan yang dibeli.


JNE yang selama 3 tahun ini selalu mensupport setiap kegiatan positif yang dilakukan oleh FOI turut memberikan dukungan dalam kampanye Bikin Dapur Ngebul. Presiden Direktur JNE, Mohammad Feriadi mengharapkan melalui kemitraan strategis dengan FOI masyarakat bisa mendapatkan manfaatnya sesuai dengan tagline JNE Connecting Happiness berbagi kebahagiaan.

Semoga kampanye Bikin Dapur Ngebul ini membuka kesadaran dan kepedulian kita selaku orang tua yang ingin anak-anak kita tumbuh lebih baik dan unggul di masa depan. Meski kampanye ini akan berlalu tapi Bikin Dapur Ngebul harus tetap kita hidupkan di rumah, selain menjadi kebiasaan dan contoh baik bagi anak juga untuk makanan sehat yang lebih terjamin. 

Oh ya, jangan lupa nih buat ibu-ibu ikutan Adu Masak Ibu Hebat #IkanuntukAnak. Kompetisi ini diadakan sekaligus sebagai peringatan Hari Ikan Nasional. Ikutan yuk moms. Syarat dan ketentuannya bisa dilihat di instagram @foodbankid







You Might Also Like

0 comments