Cegah Obati dan Lawan Diabetes Dengan Pola Hidup Sehat

sumber ilustrasi: Sun Life S aya sering khawatir kalau mendapat kabar ada teman yang menderita penyakit Diabetes . Karena beberapa k...

sumber ilustrasi: Sun Life

Saya sering khawatir kalau mendapat kabar ada teman yang menderita penyakit Diabetes. Karena beberapa keluarga terdekat menderita penyakit ini. Yang saya khawatirkan kalau Diabetes ini bersifat genetik, saya harus benar-benar waspada. Tetapi kekhawatiran saya berkurang setelah mendengar penjelasan dari dokter, bahwa faktor genetik bukanlah satu-satunya penyebab seseorang mendapatkan penyakit ini. Justru faktor gaya hidup yang tidak sehat, kegemukan, juga kurangnya aktivitas fisik dapat mencetuskan terjadinya diabetes. Masih saja saya khawatir, karena beberapa faktor yang disebutkan juga terjadi pada saya. Malah gaya hidup tak sehat lah yang menjadi faktor risiko tertinggi yang menjadi penyebab terjadinya diabetes.


Apakah yang dimaksud dengan Diabetes? Diabetes atau seringkali disebut kencing manis atau gula darah merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh gangguan sistem metabolisme dalam tubuh yang menyebabkan meningkatnya kadar gula di dalam darah. Tubuh kita membutuhkan insulin, insulin adalah hormon  yang dihasilkan oleh pankreas untuk membantu memasukkan gula darah (glukosa) ke dalam sel, sehinga dapat menjadi energi. Diabetes terjadi karena kurangnya insulin, ini menyebabkan makanan yang dikonsumsi tidak dapat diolah menjadi tenaga. Bayangkan saja bagaimana kalau tubuh kekurangan energi, tubuh akan lemah. Biasanya orang-orang yang menderita diabetes memiliki gejala-gejala seperti sering buang air kecil, selalu merasa haus, nafsu makan bertambah, berat badan berkurang drastis, mudah lelah.

Awal Oktober lalu, tepatnya tanggal 1 Oktober saya mengikuti Jumpa Blogger Sun Life di Venue Cafe XXI Plaza Indonesia, yang diadakan oleh Sun Life bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan RI. Acara Jumpa Blogger Sun Life ini mengusung tema Cegah Obati dan Lawan Diabetes. Seperti yang dikatakan oleh dr. Lily S Sulistyowati, MM Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) saat ini dari seluruh penduduk Indonesia yang sakit dua pertiganya tidak menyadari bahkan tidak tahu bahwa mereka menderita Diabetes. Diabetes merupakan salah satu dari empat prioritas Penyakit Tidak Menular. Miris memang, kalau kita justru mengetahui penyakit yang kita alami setelah kita memasuki masa kritis. Padahal kalau kita tahu lebih awal, penyakit ini bisa ditanggulangi agar tidak terjadi komplikasi menyerang organ-organ tubuh yang lain yang akan menyebabkan masalah serius seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal yang dapat mengancam nyawa.

Diabetes
dr. lily S Sulistyowati
Diabetes memang penyakit tidak menular, tetapi kita akan minum obat selamanya. Olahraga sangat penting dilakukan untuk mengontrol gula darah dan berat badan. Pencegahan penyakit Tidak menular adalah dengan menghindari pertumbuhan obesitas. Lagi lagi kita harus memperhatikan gaya hidup terutama pola makan. Menurut dr. Lily faktor risiko perilaku penyebab terjadinya Diabetes yang harus diperbaiki antara lain penduduk kurang melakukan aktivitas, penduduk usia 15 tahun keatas dengan kebiasaan merokok, penduduk usia 10 tahun keatas kurang konsumsi buah dan sayur, kemudian penduduk usia diatas 10 tahun mengonsumsi alkohol. Inilah gaya hidup yang harus diperbaiki. Pesan pokok yang harus kita lakukan adalah kita harus CERDIK, Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin melakukan aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stress.


Seperti yang dipaparkan oleh Prof. Sidartawan Soegondo, MD, SpPD, SpKEMD, FACE (Fellow of the American Academy of Family Physicians), salah satu dokter ahli penyakit diabetes di Indonesia bahwa penyakit Diabetes tidak dapat disembuhkan. Begitu mendengar paparan tegas dari Prof Sidartawan saya sontak shock, selama ini saya terlalu santai menanggapi penyakit Diabetes. Ya, seperti kata Prof Sidartawan juga bahwa masyarakat Indonesia kurang peduli akan kesehatan. Malas bergerak untuk melakukan olahraga, pola makan yang tidak sehat karena gaya hidup. Padahal tingkat kematian paling tinggi saat ini masih didominasi oleh kategori Penyakit Tidak Menular salah satunya Diabetes. Jadi, jangan menganggap Diabetes bukan masalah besar, karena faktanya jika penyakit ini dibiarkan dan tidak diperiksa akan menyebabkan kematian, tiap 6 detik orang meninggal karena penyakit Diabetes.

Ada 2 tipe Diabetes yaitu Diabetes tipe 1 biasanya diderita sejak kanak-kanak, tidak diketahui penyebab tepatnya, dan tidak dapat dicegah. Tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin, karenanya diabetes tipe 1 sangat bergantung pada terapi insulin untuk kelangsungan hidup dan pemeliharaan kesehatannya. Kemudian Diabetes tipe 2 merupakan bentuk umum dan diidap sekitar 90% penderita diabetes di seluruh dunia. Diabetes tipe ini, pankreas menghasilkan jumlah yang tidak memadai insulin atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang tersedia dengan benar. Diabetes tipe ini biasanya terjadi pada orang dewasa, dan lebih sering  terjadi pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Harus rajin melakukan aktivitas fisik agar tidak kelebihan berat badan. Minimal jalan kaki setidaknya 20 - 30 menit, nggak mesti di pagi hari bisa dilakukan kapan saja, yang penting ada aktivitas fisik.


Diabetes
Prof. Sidartawan Soegondo

Sering kita mendengar orang menyebutkan gula basah dan gula kering. Ini kesalahan, karena tidak pernah ada istilah gula basah dan gula kering. Yang ada luka basah dan luka kering. Masing-masing luka ini berkaitan dengan pembuluh darah yang tersumbat. Ini yang menyedihkan, banyak penderita Diabetes hanya berobat tapi tidak mendapatkan edukasi. Padahal edukasi yang paling penting mereka dapatkan.  Penderita Diabetes sebaiknya periksa gula darah setiap 3 bulan sekali, begitu pula yang bukan penderita Diabetes, setidaknya sekali atau dua kali dalam setahun memeriksakan kadar gula darah.

Penderita Diabetes harus benar-benar fokus dengan karbohidrat. karbohidrat terdapat pada tepung, kacang-kacangan, padi-padian, buah, susu, yogurt, dan karbohidrat lain pada manisan, permen, desert dll. Karena karbohidrat adalah nutrient utama yang dirubah menjadi glukosa dalam darah, jadi yang perlu diperhatikan adalah total karbohidratnya bukan sumbernya. Bukan berarti penderita Diabetes tidak boleh makan yang manis-manis, boleh dimakan asal perhatikan jumlah karbohidratnya.

Memang benar sih kata Prof Sidartawan, di era digital teknologi semakin maju membuat orang semakin malas bergerak. Apapun yang dilakukan dikendalikan dengan teknologi. Cotnohnya dulu sebelum ada teknologi orang yang biasanya naik tangga sekarang menggunakan lift, yang biasanya nonton tv harus tekan tombol langsung ke tv sekarang cuma dengan menggunakan remote tanpa harus bergerak, membeli makanan yang biasanya keluar rumah sudah bisa dipesan melalui aplikasi. Memang sih, nggak sepenuhnya karena teknologi, tapi kembali kepada diri masing-masing apakah memiliki keinginan dan usaha untuk hidup lebih sehat.

sumber: Kementrian Kesehatan RI

So, apa yang bisa kita lakukan untuk Cegah Obati dan Lawan Diabetes? Tetap perhatikan dan mencapai berat badan yang sehat, aktif secara fisik, makan makanan yang sehat antara tiga dan lima porsi buah dan sayuran sehari dan mengurangi asupan gula, garam dan lemak jenuh. Kemudian hindari tembakau baik itu rokok maupun tembakau kunyah dan penggunaan berbahaya dari alkohol. Lakukan tes glukosa darah dan kadar HbA1c secara teratur.

Kalau di rumah kita ada yang menderita Diabetes, kita sebagai keluarga mempunyai peranan penting dalam membantu menjalankan pola hidup sehat. Misalnya dengan membuat komitmen bersama keluarga untuk menjalankan hidup sehat, dengan memasak makanan diet sehat dan meluangkan waktu untuk berolahraga bersama. Karena orang-orang yang menderita penyakit Diabetes memerlukan nursing care dari orang-orang terdekat.

Diabetes
foto bareng para blogger dengan Prof Sidartawan dan Sun Life


You Might Also Like

53 komentar

  1. Hmm aku kira genetiklah yang paling berpengaruh.
    Ada yang pernah bilang, kalau kakek atau nenek mu kena diabetes berarti kemungkinan besar kamu nanti juga bisa diabetes.. makanya harus di jaga!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih, awalanya saya juga khawatir begitu tetapi kenyataannya lebih banyak penderita Diabetes karena gaya hidup

      Hapus
  2. Saya masih kebanyakan di depan laptop, kurang gerak nih. Ngeri lihat akibat diabetes. Harus rajin olahraga

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak...diriku juga kebanyakan duduk didepan komputer, tapi sesekali bergerak jalan ke ruangan lain biar nggak kebanyakan duduk juga :)

      Hapus
  3. Sekarang semua penyakit bakalan muncul, konon memang karena gaya hidup dan pola makan ya. Huiks...
    Dan sudah terbukti dengan salah satu kerabat dekat Belio sakit diabetes padahal ga ada dr genetik/keturunan yang punya riwayat penyakit ini.

    Lagi..lagi..gaya hidup, yuk ahh mulai pola hidup sehat, mariii!!

    BalasHapus
  4. Mba Tuty, aku harus jaga kesehatan nih. Kuatir diabetes Krn keluargaku ada yang kena diabet :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. diriku juga keluarga ada yg diabetes mbak...mudah-mudahan kita dijauhka dari penyakit ini ya mbak

      Hapus
  5. Harus jaga kesehatan nih. Jadi inget om ku yang meninggal karena diabetes dan komplikasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa teman dan kerabat juga sudah banyak yang berpulang karena penyakit ini mbak, semoga kita selalu diberi kesehatan ya

      Hapus
  6. Di rumah sakit tempatku bertugas juga bannyak sekali penderita DM.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bu dokter pasti sudah paham betul dengan psikologis nya penderita Diabetes ya

      Hapus
  7. Jadi... ternyata gaya hidup termasuk salah satu pencetus ya, mbak.
    Catat!
    Sering lupa berdiri kalau sudah duduk berjam-jam di depan notebook.
    Harus berubah demi diri sendiri dan keluarga.



    BalasHapus
  8. Anak sepupu saya kena diabetes tipe 1 mbak. Tiap hr harus suntik insulin bahkan dia sdh bs sendiri melakukannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, meski suntik insulin terus itu nggak bisa berhenti

      Hapus
  9. Memang harus super hati-hatiiii ya mbaa.. Gaya hidup sehat super penting!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, jangan menunda hidup sehat

      Hapus
  10. Gagal fokus sama ilustrasinya yang bagus, ,,, keren bikin cepet ngerti

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, itu sumbernya dari kemenkes hehe

      Hapus
  11. Mba tuty, apakah diabetes itu selalu terserang ke berbadan gemuk? Saya jd takutt nihh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak kebanyakan penderitanya karena kegemukan :(

      Hapus
  12. Mba Tutiiii...aku pun baru abis dapet pencerahan tentang diabetes..memang ngeri banget ya mba..harus kontrol betul asupan karbo..btw mba, aku suka banget tampilan blog-nya..ajarin akuhhh dong bikinya..hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha..ayuk mbak kongkow sekaligus belajar bareng :D

      Hapus
  13. Kegemukan ini nih faktor yang masih sering membayang-bayangi saya, soalnya memang masih kelebihan berat badan. Plus juga punya sejarah riwayat, bapak dan ibu terkena diabet. Efeknya memang parah, karena bisa komplikasi ke organ lainnya. Semoga kita semua diberi kesehatan ya mba. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin...semoga kita sehat-sehat selalu mbak

      Hapus
  14. beneran harus mencegah dengan cerdik itu ya mba..kitakadang lengah, padahal kena penyakit tapi santai2 saja, gak mau gerak dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya..padahal tau risikonya tapi masih aja nyantai yaa

      Hapus
  15. Keluarga suamiku bbrp ada yang kena diabetes juga.. Sering worry jadinya.

    Makasih infonya Mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kita selalu diberi kesehatan ya mbak

      Hapus
  16. Jaga kesehatan sih paling penting. Hahahahah..kalau dipikir-pikir pola makan saya kacau benerlah sekarang ini. Malas olahraga pula. Heuheuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iap mbak, jaga kesehatan yang paling penting :D

      Hapus
  17. setelah ke acara tsb, aku mau cek gula darah gak jadi teruuus, padahal penting kan yah karena aku pernah lahiran bayi jumbo

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo semangat mbaaaak, cek ya gula darahnya :)

      Hapus
  18. wah elmu nih, jadi tahu..
    Semoga kita semua terhindar dr penyakit diabetes ya :)

    BalasHapus
  19. Kurangin konsumsi gula dr skrg ya mba. Itu yang terpenting. Kena komplikasinya kayaknya serem bangeet

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya...duh pernah lihat orang kena komplikasi karena diabetes, nggak tega

      Hapus
  20. Infografik CERDIK-nya keren banget Mbak...

    Terima kasih penjelasan lengkapnya ya

    BalasHapus
  21. Diabet, penyakit yg paling aku takuti setelah kanker :/

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kaka...semoga kita sehat2 aja yaa

      Hapus
  22. Hwehh... Meski Diabetes termasuk penyakit tidak menular, tapi apakah diabetes juga salahsatu penyakit dengan 'gen bawaan' ya mbak?

    TFs buat ilmunya yahh mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. genetik juga tapi paling besar penyebabnya karena gaya hidup seperti makanan, minuman juga obesitas

      Hapus
  23. diabetes ternyata ga bisa diobati ya mba. bisanya dikendalikan saja. duh jadi makin harus waspada dengan gaya hidup sehat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Ira, diabetes nggak bisa disembuhkan, dikendalikan biar nggak terjadi komplikasi

      Hapus
  24. Penyakit apapun, sumbernya dari gaya hidup ya, Mbak. Termasuk penyakit diabetes. Meskipun tidak mempunyai keturunan diabetes tapi kalau gaya hidupnya gak baik, bisa saja terkena. Semoga kita semua bisa selalu menjaga kesehatan ya...

    BalasHapus
  25. Memang harus segera merubah pola hidup ya MBa, harus lebih sehat dan mencegah banyak hal

    BalasHapus
  26. kelola stresss ini gw masih gagal paham jadi inti nya ngak boleh banyak pikiran yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa...jangan mikirin yang macem2 haha

      Hapus
  27. artikelnya bermanfaat mba Tuty, saya sudah sharing ke adik saya.. adik type DM 1, kadang susah kalo di bilangin jaga makan :(

    BalasHapus