Peduli Kanker Payudara Dengan Deteksi Dini

K anker memang penyakit yang paling ditakuti setiap orang, mendengar kata kanker saja saya sudah membayangkan monster yang selalu meng...


Kanker memang penyakit yang paling ditakuti setiap orang, mendengar kata kanker saja saya sudah membayangkan monster yang selalu mengikuti. Beberapa teman, keluarga dan kerabat telah berpulang karena penyakit mematikan ini. Kanker dapat menyerang siapa saja tak pandang bulu, tak pandang usia. Teman-teman saya  ibu muda cantik dan aktif, sebagian dari mereka menderita kanker getah bening, kanker rahim dan  kebanyakan kanker payudara. Ya, "Breast Cancer" kita harus lebih peduli dengan diri sendiri dengan melaukan deteksi dini.

survivor kanker
Beberapa waktu lau saat saya mengikut meditasi di Mal Pacific Place tepatnya di Galeries Lafayette yang bekerjasama dengan Hope suatu gerakan sosial yang membuat gelang harapan dimana hasil penjualan gelang harapan ini untuk para survivor kanker. Saya ikut meditasi dengan beberapa survivor kanker payudara. Saya melihat wanita-wanita cantik ini masih sangat muda, mereka tetap kelihatan ceria. Saat saya mendengar sharing mereka mengenai penyakit kanker yang mereka derita, saya jadi deg-degan sendiri, khawatir kalau penyakit ini ada di saya karena pola hidup yang kurang sehat. Beberapa dari mereka ada yang sudah stadium empat, dan ada juga yang baru tahu setelah melakukan deteksi dini. Sementara ibu muda yang sudah memasuki stadium empat mengakui bahwa ini karena kelalaian dan ketidakpedulian, awalnya mengetahui ada sedikit benjolan dan tidak merasakan sakit apapun dan mengira ini hanya benjolan biasa. Be aware teman-teman! Pengalaman dari mereka harus jadi pelajaran buat kita yang masih sehat. Karena penyakit dapat menyerang kapan saja.



Saya pernah mengikuti seminar kanker payudara dengan tema #IFightCancer bersama Parkway Cancer Center (PCC) dan narasumbernya dokter-dokter dari Singapura. Singapura memang menjadi tempat berobat kanker paling banyak dikunjungi oleh para penderita kanker asal Indonesia. Saya ingat sekali saat itu Dr. Tan Wu Meng yang menjelaskan tentang Targets Of Hope in Cancer. Dr. Tan pernah mempunyai pasien dokter asal Indonesia. Ternyata dokter pun berobat kepada nya sudah memasuki stadium tiga. Mengapa? Karena kebanyakan penderita kanker payudara masih merasa malu atau sungkan untuk membuka diri dan jujur kalau mereka sakit. Dokter akan susah mendiagnosa kalau pasien tidak jujur dengan keluhan penyakit dari pasien. "Detect cancer early make your life longer, better and comfortable" ujar Dr. Tan saat itu. Daging kecil seperti bintil jangan dianggap sepele, tapi juga jangan panik sebaiknya langsung konsultasi dengan dokter yang kompeten, jadi dokter bisa melakukan deteksi dan tindakan. 



Kanker ini memang hidden killer karena tidak ada tanda-tanda dan tidak sakit. Kanker menjadi penyebab kematian no 7 terbanyak di Indonesia tahun 2007. Tapi early detection help woman from cancer its way to prevent. Sebagian masalah kesehatan bisa terpecahkan lewat perubahan gaya hidup disamping obat-obatan. Empat pilar kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif harus berjalan seimbang. Beberapa kali saya menulis mengenai kesehatan dan poin penting adalah gaya hidup. Sering mengecek kesehatan secara rutin, pola makan sehat yakni dengan memakan makanan sehat seperti makanan rumahan bukan makanan instan yang banyak penyedap, minuman yang tidak mengandung soda atau alkohol, disiplin berolahraga minimal jalan kaki, jauhi asap rokok, diet seimbang dan kelola stress. Jujur saja, saya juga masih belum sempurna menjalankan pola hidup sehat, tapi saya terus berusaha.

Bagaimana kalau salah satu anggota keluarga, teman atau kerabat kita menderita kanker payudara? Dr. Tan juga mengatakan, jangan pernah lepas dari HARAPAN dan DUKUNGAN. Selalu ada jalan dan sekarang banyak juga terapi untuk pasien tergantung kondisi pasiennya. Lingkungan yang baik untuk para penderita kanker adalah lingkungan dengan orang-orang yang benar-benar mempunyai rasa kasih sayang. Nursing care sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita survivor kanker.



You Might Also Like

30 comments

  1. suka ngeri emang mba kalau denger kata kanker.. Pencegahan dini memang harus dilakukan.
    Katanya kalau pakai deodoran asal asalan jug bisa menyebabkan kanker payudara ini.

    yang jelas.. harus gaya hidup sehat ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak kadang tanpa disadari apa yang dimakan dan digunakan bisa memicu kanker, semoga kita selalu diberi kesehatan ya mbak

      Delete
  2. Memang lebih baik deteksi dini sebelum terlambat ya, Mbak..

    ReplyDelete
  3. Memang mencegah itu sangat penting, karena lebih baik mencegah dibandingkan mengobati :)

    Bermanfaat nih, memang kalau dengar kanker itu gimana ya ?
    mudah-mudahan kita semua selalu diberikan kesetan oleh-Nya..aamiin..

    ReplyDelete
  4. Hmm, aku masih suka parno dengernya, meski mau ga mau diam2 meraba-raba khawatir hihi.

    Yuk ahh tetep pola hidup sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,memang kanker itu masih momok dan mjadi ketakutan tersendiri.perempuan kena kanker PD ini byk di sekitar kita ya,tetanggaku jg ada yg mninggal,ada yg masih penderita.moga kita selalu diberi kesehatan,aamiin

      Delete
    2. iya teh nchie...setiap hari saya bangun tidur suka ngecek sekitar payudara 'just in case'..

      Delete
  5. Salah satu penyakit yang aku takutkan nih apalagi aku pernah terapi dengan minumin obat hormon pas program hamil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mak, diriku juga pernah terapi hormon...semoga kta seha selalu yaa

      Delete
  6. Ya Allah Mba T_T
    aku juga banyak kehilangan orang2 dekat karena kanker ini. Dan memang bener2 silent killer. Ibunya temenku tadinya cuma ada benjolan di leher. Langsung priksa ternyata hasilnya nggak bagus, yaitu kanker getah bening. Langsung operasi, lanjut kemoterapi. Hanya selang 3 bulan beliau berpulang T__T

    Semoga kita bisa konsisten hidup sehat dan selalu waspada ya Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah semoga ibu mbak Rotun diberi tempat terbaik di sisi-Nya ya mbak..Amiin

      Delete
  7. Duh semoga dijauhkan.. iy y mba krn aurat para wanita, jgnkan ngomong jujur soal kondisinya, untuk sekedar periksa aja juga malu

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu dia yang sering jadi problem mak :)

      Delete
  8. Semogaa kita jangan sampe kena cancer ya mba.. huhuu ngeriiyy

    ReplyDelete
  9. kalo dengar kangker berasa serem aja... ga mau rasanya baca2. tapi pencegahan itu penting jadi harus wajib cari informasi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajib mbak, soalnya hidden killer ini bisa menyerang siapa saja nggak pandang usia

      Delete
  10. Mbak Tuty aktif sekali ya ikut meditasi dan seminar di sana-sini. Jadinya banyak ilmu deh.

    TFS,mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak soalnya saya pernah merasakan sakitnya ditinggal adik tersayang karena penyakit yang susah saya jelaskan..sekarang saya suka menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai kesehatan :)

      Delete
  11. Ya, pengalaman mereka harus jadi pelajaran buat kita. Meski kita merasa sehat, penyakit kan tidak kita tahu kapan datangnya.

    Semoga aja kita semua baik,dan,sehat selalu... Amin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak Okti..semoga kita sehat selalu Amiiin

      Delete
  12. Kadang kanker itu justru datang karena gaya hidup ya mbak. Makan makanan fast food dan lupa makan sayuran, ikan, buah, yang bergizi.

    Btw, mba tuty produktif banget yaaaaaaaaa. Postingannya ke acara terus. Berbagi ilmu terus ya mbaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak..karena gaya hidup dan stress :)

      Delete
  13. Duh kalau udah bicara topik kanker,aku suka sedih. karena aku merawat banyak pasien kanker di Greenland mbak. Mereka meninggal dihadapanku...sedih banget ketika mereka kesakitan, ketakutan...Pengen ikut juga lah acara kayak gini. Aku masih ada proyek besar, mau motret penderita kanker bila ada yang mau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, saya salut banget sama mbak Dewi, sering sharing ke kita dong mbak gimana mensupport mereka penderita kanker

      Delete
  14. betul mba, kadang tubuh sering memberikan alarm, tapi kita sendiri yg mengabaikannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. mesti lebih peduli lagi kita ya mbak :)

      Delete