Pengalaman Pertama Meditasi "Breathwork" di Rangkaian Acara Bravo Madame Galeries Lafayette

K alimat pertama yang ingin saya tulis setelah mengikuti meditasi Breathwork adalah ingin mengikuti lagi. Ya, ini kali pertama saya mengi...

Kalimat pertama yang ingin saya tulis setelah mengikuti meditasi Breathwork adalah ingin mengikuti lagi. Ya, ini kali pertama saya mengikuti meditasi. Saya begitu antusias begitu mendapat kesempatan mengikuti meditasi Breathwork. Penasaran saja, selama ini taunya cuma meditasi tapi tidak pernah mempraktekkan, apalagi dengan Breathwork. Tambah penasaran jadinya. Apa itu Breathwork.

Senin 24 Oktober lalu bertempat di Galeries Lafayette Pacific Place Jakarta, saya mengikuti salah satu rangkaian acara Bravo Madame bekerjasama dengan Hope yaitu meditasi Breathwork yang dipandu oleh mbak Inneke Damayanti. Kurang lebih 20 peserta yang mengikuti kegiatan meditasi ini, diantaranya para blogger dari Bloggercrony dan para wanita survivor kanker dengan rentang usia berbeda, ada yang sudah tua dan sangat muda sekali. Memang, kanker bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Sedih rasanya mendengar cerita mereka, tetapi mereka kuat. Mereka juga berpesan agar deteksi kanker payudara sejak dini, tujuannya kalau ternyata terdeteksi kena kanker bisa segera dilakukan tindakan sebelum kanker memasuki stadium yang lebih tinggi.

teman-teman survivor
Lanjut mengenai meditasi yang kami lakukan hari itu, yang dimaksud dengan meditasi Breathwork adalah bekerja dengan nafas. Tujuannya agar kita lebih rileks dengan nafas, juga lebih self healing. Awalnya kami semua dalam posisi duduk bersila dengan mata ditutup, kemudian menarik nafas dan buang nafas perlahan, disini kami semua sudah dipandu agar fokus pada diri sendiri. Meskipun dalam keadaan mata tertutup, kami diarahkan untuk melihat beberapa bagian anggota tubuh seperti kaki, perut, dan badan bagian tubuh belakang. Kalau teman-teman membaca mungkin rada aneh kok melihat-lihat bagian tubuh? Disini kita bukan benar-benar meliha anggota tubuh tadi, tapi kita disuruh merasakan dan seolah-olah melihat semua bagian tubuh kita. Rasakan bahwa ini adalah tubuh kita yang harus kita sayangi dan cintai.



Kemudian saya dan peserta lain dipandu untuk berbaring nyaman di matras telah disediakan. Dengan posisi terlentang dan mata masih dalam keadaan ditutup. Yang awalnya kita semua bernafas biasa dengan mengambil nafas melalui hidung dan membuang nafas melalui mulut, di bagian ini kami dipandu untuk bernafas melalui mulut dan mengeluarkan nafas melalui mulut. Jadi mulut harus dalam posisi terbuka lebar, selebar-lebarnya. Atur nafas dengan mengambil dan membuang nafas dengan ritme yang sama. Lepaskan semua beban pikiran, kesampingkan semua masalah-masalah yang membebani, hanya fokus pada nafas saja dan peluk diri sendiri. Saya merasakan ketidaknyamanan awalnya, bukan ketidaknyamanan dalam hal negatif, tetapi ketidaknyamanan pada tubuh saya. Seperti ada bagian yang sakit, tapi tidak tahu itu apa dan bagian yang mana. Saya pengen teriak rasanya, karena badan mulai nggak enak. Saya merasakan saat mbak Inneke muai mengarahkan tangan saya untuk dinaikkan keatas sambil di ayun perlahan seperti orang menari. Dan mbak Inneke membisikkan ke telinga saya "tenang bu...ibu aman".

Entah kenapa  setelah saya melakukan gerakan mengayunkan tangan ke kiri dan ke kanan seperti orang menari, badan saya mulai merasa nyaman dan entah kenapa pula kaki saya tiba-tiba juga mulai bergerak-gerak perlahan seperti ingin mengikuti gerakan tangan. Iringan musik semakin membuat saya terhanyut dan seakan-akan entah sedang berada dimana. Tapi saya merasakan saya seperti anak kecil saat itu yang bermain-main sendiri dan jauh sekali. Dan tiba-tiba pula perasaan mulai berubah, ada kesedihan dan teramat sedih membuat air mata mulai jatuh. Suara mbak Inneke kembali terdengar dan mengatakan kalau kami ingin teriak, teriak saja. Benar saja, saya merasakan seperti sedang berada di tengah hutan dan saya teriak sepuasnya. Ada kelegaan, dan teriakan itu saya lakukan berulang kali.

Mbak Inneke Damayanti


Saya merasa gerakan tubuh saya kok seperti tidak terkontrol, berguncang hebat dan saya masih fokus dengan irama nafas yang teratur. Mulut terasa sangat kering. Tubuh mulai merasakan gerakan yang seolah-olah membanting ke kiri dan ke kanan. Dan lama kelamaan saya benar-benar lose control, saya nggak sadar saya berada dimana, nafas terengah-engah dan saya seperti orang yang kelelep tenggelam di laut. Benar-benar nggak sadar dan saya teriak minta tolong. Tubuh saya gemeteran, jantung rasanya udah nggak tau seperti apa detakannya yang pasti kencang sekali. Dan saya langsung dipeluk oleh mbak Inneke. Kembali mbak Inneke berbisik di telinga saya sambil memeluk saya "tenang bu...ibu aman". Setelah saya agak tenang, mbak Inneke kembali menginstruksikan saya untuk tiduran kembali seperti posisi semula, tetapi saya disuruh bernafas seperti biasa saja, nggak perlu bernafas dan buang nafas melalui mulut lagi. Saya tiduran kembali, bernafas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut.  Saya merasa lebih rileks. Dan akhirnya setelah 1 jam melakukan Breathwork, meditasi yang kami lakukan pun selesai.

suka dengan kata-kata ini

Setelah selesai, kami tidak langsung bubar begitu saja, tapi kami saling memeluk teman-teman yang ada di sebelah kiri dan kanan kita. Kemudian kami saling sharing apa yang dirasakan selama mengikuti Breathwork. Masing-masing peserta mengungkapkan perasaan mereka, termasuk saya. Pada saat peserta survivor kanker mengungkapkan perasaannya spontan kami semua ikut merasakan kesedihan dan ada juga yang menangis saat salah satu dari mereka mengatakan nggak sanggup membayangkan anak-anaknya melanjutkan hidup tanpa ibu. Sedih banget, tapi mereka optimis untuk bisa sembuh. Ada juga yang sharing saat mengikuti Breathwork jadi mengesampingkan sejenak masalah hidup. Dan saya, apa yang saya rasakan? Sama, dan memang pada dasarnya semua orang pasti punya masalah.


seluruh peserta meditasi Breathwork
Seperti yang dikatakan mbak Inneke, dengan meditasi Breathwork ada self healing disana. Kita bisa lebih rileks, lebih berani, lebih merasa aman dan nyaman. Yang terjadi pada saya saat tiba-tiba kehilangan kesadaran dan gemetaran, itu semua karena kita aware pada diri sendiri kata mbak Inneke. Intinya kita harus cintai diri, sayangi diri, jangan biarkan diri terluka, jangan biarkan diri terbebani, harus bisa melepaskan masalah dan berani menghadapinya. Love and free! Yups, itulah yang saya rasakan.


gelangan harapan - HOPE

Oh ya, di tempat kami melakukan aktivitas meditasi juga ada booth kecil yang memajang Gelang Harapan. Gelang ini adalah gelang solidaritas yang dibuat dengan penuh cinta dan harapan. Kain yang digunakan adalah kain jumputan yang identik dengan warna pelangi sebagai simbol harapan. Gelang Harapan adalah awal dari gerakan untuk meningkatkan kesadara mengenai penyakit kanker, menyentuh sebanyak-banyaknya hati masyarakat. Hasil penjualan Gelang Harapan sepenuhnya disumbangkan ke yayasan-yayasan kanker di Indonesia, orang-orang yang terkena kanker beserta keluarganya.












You Might Also Like

22 komentar

  1. pengin kapan2 bisa meditasi di sini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau disini karena rangkaian acara Bravo Madame saja mas Agung, nggak setiap hari ada hehe

      Hapus
  2. "Intinya kita harus cintai diri, sayangi diri, jangan biarkan diri terluka, jangan biarkan diri terbebani, harus bisa melepaskan masalah dan berani menghadapinya."

    Suka, tapi enggak mudah, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, makanya lagi berusaha setelah mengikuti meditasi

      Hapus
  3. fiuuuuhh, menghembuskan nafasss.. jadi berasa ada di sana nih mbak, aku butuh rileks..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap..perlu banget itu biar lebih rileks

      Hapus
  4. seru banget ya acaranya, gelang2 hopenya juga lucu2

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru..ini juga pengalaman pertama saya ikut meditasi

      Hapus
  5. Belum prnah ikut meditasi nih mba, tapi kelihatannya keren ya bisa rileks gitu..

    Aih gelang harapannya mengingatkan akan sesuatu, sebuah hadiah yg tak pernah sampai..:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, semoga hadiahnya segera sampai ya mbak Ira

      Hapus
  6. Jadi inget pas sesi curhat dengan saudara dulu. Ada dorongan untuk melepaskan beban juga. Padahal awalnya ga mau nangis tapi sekali nangis lgsg njerit kenceng. Rasanya lega banget pas udahan. Sepertinya kayak gini harus diulang2 tiap malem mb. Biar tidurnya nyenyak. Kata saudara ibu, sebelum tidur disuruh baca surat al ikhlas biar enakan. Jadi beban yang mengganjal seharian bisa lepas tanpa dibawa sampai alam mimpi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes, kalo bisa melepaskan beban sedikit demi sedikit jadi plong ya mbak

      Hapus
  7. Sesekali memang perlu waktu untuk meditasi ya, agar badan dan pikiran rileks kembali.

    BalasHapus
  8. Aku pernah ikutan di sunter, tapi yang ada gw malah ngantuk banget

    BalasHapus
  9. Aku kayaknya butuh nih, akhir-akhir ini suka khawatir berlebihan kayak ada yang ngganjel. Lega ya mbak rasanya kalau udah diteriakkin? Tapi kalau di rumah teriak-teriak, bisa bikin heboh tetangga nanti, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk kalo teriak-teriak di rumah malah ngundang tetangga :D

      Hapus
  10. Wow yg komen segambreng!keren amat sih mba tuti. Ayo kita meditasi lagi

    BalasHapus
  11. Halo mbk :) Terima Kasih ya mbk buat #share nya aku sangat bersyukur bisa ada di acara Bravo kemarin. Semoga tetap semangat menjalani kehidupan ini dan tetap tabah, menerima, bersyukur dan tentu saja tetap relax apapun yang sedang kita hadapi. Sampai berjumpa di lain kesempatan atau event yang lain. Breathe in Peace. Love Ineke Machdi xoxoxo

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih banyak mbak ineke, kalau ada event lagi saya mau ikutaaan :)

      Hapus