Fintech Hadir untuk Kamu yang Unbankable

S aat ini Fintech atau Financial Technology menjadi topik hangat di kalangan teman-teman. Pasalnya teman saya tiba-tiba dimasukkan kedal...


Saat ini Fintech atau Financial Technology menjadi topik hangat di kalangan teman-teman. Pasalnya teman saya tiba-tiba dimasukkan kedalam group WhatsApp dengan nama group "Bantu Bayar Hutang si Anu" dengan jumlah anggota group sekitar 200 orang. Alangkah terkejutnya teman saya karena group itu dibuat oleh kolektor yang sedang mencari seseorang sebut saja namanya Polan. Semua orang yang masuk dalam group saling bertanya-tanya kenapa mereka dimasukkan kedalam group apalagi sang kolektor mengatakan kalau teman-temannya si Polan wajib menyelesaikan hutang si Polan. Ternyata si Polan selama ini  meminjam uang secara online melalui salah satu perusahaan keuangan dan tidak membayar tagihan.

Beberapa waktu lalu saya mengikut Blogger Fintech Day yang diadakan tanggal 24 November 2018 di Intro Jazz Bistro BSD, Serpong Tangerang Selatan. Di acara ini saya jadi banyak mendapatkan informasi mengenai Fintech. Yups,  Fintech ibarat jamur, tumbuh berkembang semakin banyak. Menurut Sunu Widyatmoko Ketua Bidang Pinjaman Cash Loan Aftech Fintech tidak akan ada tanpa teknologi mobile. Ada 3 kategori Fintech, yaitu produktif, produktif syariah dan produk multiguna (cash loan).

Sunu Widyatmoko, Wakil Ketua AFPI & CEO Dompet Kilat

Dalam perkembangannya Fintech memudahkan orang dalam transaksi jual beli sama seperti ecommerce. Baik itu transaksi perbankan, pembiayaan, transaksi untuk keperluan rumah tangga, transaksi untuk keperluan gaya hidup, dll. Mas Sunu menambahkan bahwa Fintech tumbuh karena adanya fasilitas pinjaman. 

Financial Technology atau biasa disebut Fintech adalah jasa keuangan dengan teknologi. Kalau sebelumnya kita bertransaksi harus bertemu langsung atau face to face dan membawa uang tunai, berkat kecanggihan teknologi urusan transaksi bisa dilakukan meskipun lokasi penjual dan pembeli berjauhan, atau pemberi pinjaman dan yang meminjam tak harus bertemu langsung dan transaksi ini bisa dilakukan dalam hitungan detik saja.

Kuseryansyah, Ketua Harian Aftech
Saat ini ada 73 perusahaan Fintech yang terdaftar di OJK. Pertumbuhan Fintech sendiri dalam waktu 9 bulan sudah 440%. Bayangkan saja begitu cepatnya Fintech tumbuh dan berkembang, tantangannya sekarang adalah kurangnya literasi keuangan di masyarakat. Jadi meskipun Fintech tumbuh cepat, financial literacy masyarakat juga harus meningkat. Tujuannya agar masyarakat semakin menguasai cara mengelola keuangannya dengan baik untuk mencapai kehidupan yang lebih baik lagi. Dengan literasi keuangan masyarakat akan tahu mana fintech legal dan mana fintech ilegal.

Pertumbuhan Fintech kedepannya akan semakin besar karena saat ini masih banyak orang yang idak memiliki akses perbankan, sedangkan hampir semua orang memiliki handphone. "Fintech di Indonesia melayani yang tidak atau belum terlayani oleh perbankan" ujar Kuseryansayah, Ketua Harian Aftech. Tapi biar bagaimanapun menurut aturan OJK proses pemberian dan penerimaan harus melalui mekanisme perbankan. Dalam Fintech yang diunggulkan adalah trust karena banyak orang yang meminjam uang belum memiliki akun di bank.

Bimo Ardhiprabowo dari Rupiah Plus
Proses pengajuan pinjaman melalui Fintech cukup mudah. Kita tinggal mendownload salah satu aplikasi Fintech atau bisa juga diakses melalui website, mengisi form secara online, jika disetujui customer akan menerima uang melalui transfer bank ke rekening masing-masing. Kenapa orang memilih Fintech? Karena hanya punya penghasilan minimal 1,5 juta per bulan saja kita sudah bisa diberi pinjaman oleh perusahaan Fintech dalam hitungan menit, selama credit scoring kita baik.

Credit scoring adalah kualitas kedisiplinan seseorang melalui rekam digital, seperti bayar tagihan listrik tepat waktu, tidak sering menunggak tagihan telfon pasca bayar, dsb. Fintech akan melakukan pendataan selektif kepada peminjam untuk memastikan digital cash flow orang tersebut tidak bermasalah. Inilah yang dilakukan oleh salah satu startup Fintech Rupiah Plus. Menurut Bimo Ardhiprabowo Rupiah Plus akan melakukan validasi data terlebih dahulu dengan menggunakan rekam jejak digital customer.

Asri Anjarsari dari Cash wagon
Begitu juga dengan  Cashwagon. Menurut Asri Anjarsari perwakilan dari Cashwagon Fintech berupa layanan peminjaman dana Peer to Peer Lending (P2P Lending) targetnya untuk masyarakat yang unbankable atau belum punya akun di bank. Cashwago memberikan kemudahan baik itu berupa akses yang mudah cepat, transparansi dan profesional. Cashwagon sendiri sudah tersebar di 28 kota di seluruh Indonesia dan sampai saat ini sudah memiliki 95 ribu user.

Cashwagon juga melakukan penilaian kepada borrower (peminjam dana) dengan melihat track record nya terlebih dahulu. Kalau sebelumnya borrower pernah minjam di Cashwagon, maka akan dilihat bagaimana kemampuannya selama meminjam dana apakah tepat waktu. Kaau track record orang tersebut baik maka ada kemungkinan mendapatkan keringanan biaya pinjaman pada peminjaman berikutnya.




Startup Fintech banyak banget, ada Kredit Cepat, Aktivaku, Taralite, Kredit Pro, dll. Dan beberapa perusahaan Fintech ini ada yang meminjamkan uang untuk kebutuhan pendidikan, untuk pengusaha kecil atau UMKM, dan ada juga yang memberikan pinjaman kepada petani rumput laut. Masyarakat  yang memang membutuhkan dana untuk modal usaha Fintech ini bisa jadi solusi. Tapi ya kembali kepada diri masing-masing sih, jangan sampai berperilaku konsumtif. Modal yang didapat harus benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan bukan keinginan. Kelola uang yang dipinjam sesuai niat awal ya guys!



You Might Also Like

35 comments

  1. Pastinya fintech ini sangat membantu UMKM dan fasilitas ini semestinya dimanfaatkan dan keberasaannya penting disosialisasikan agar lebih banyak orang yang mengetahui hal ini :)

    ReplyDelete
  2. yep, setuju sekali harus mengukur diri sendiri dulu sebelum melakukan pinjaman ya. Tapi aku suka dari Fintech ini bagus banget buat teman-teman yang ingin membuka usaha, terutama pelaku UMKM karena aku dapat slentingan dari orang-orang sekarang dana KUR sudah tidak ada lagi.

    ReplyDelete
  3. Sekarang fintech lagi ngehits banget untuk memudahkan para pengusaha kecil dan UMKM. Tapi di kampungku masih belum mengenal fintech sama sekali.

    ReplyDelete
  4. Fin tech jaman now sangat membantu memberikan kemudahan dalam bertransaksi ��

    ReplyDelete
  5. Serem banget itu ya temennya polan. tau tau ada di grup kolektor

    ReplyDelete
  6. Etdah si polan, dia yg ngutang, tmn2nya yg refot.
    Btw seneng deh kalau fintech ini juga bisa dimanfaatkan oleh para pelaku umkm.

    ReplyDelete
  7. Keberadaan fintech memang sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan suntikan dana untuk usahanya.
    Namun dengan kemudahan yang tersedia, masyarakat tetap harus waspada terhadap fintech yang ilegal. Serem lihat cara kerja kolektornya.

    ReplyDelete
  8. Zaman now memang banyak terobosan inovatif.
    Namun kudu bijak menjatuhkan pilihan agar tak terjebak perilaku konsumtif.
    Minimal lakukan riset dulu ya, mba...

    ReplyDelete
  9. Sering banget bunda terima email penawaran pinjaman yg namanya kredit cepat. Utk usaha atsu apapyn hendakbya waspada karena tetap ada interest yg dikenakan thd uang pinjaman. Jngn sampe terjerat.

    ReplyDelete
  10. Makin dipermudah untuk meminjam uang tapi kalau gak bisa jaga diri bisa terjebak kaya Polan juga ya

    ReplyDelete
  11. berkat adanya fintech jadi mudah ya mau pinjam uang. Tapi kita tetap harus bijak ya mba dalam menggunakannya.

    ReplyDelete
  12. Lhoalah seram sekali kasus dimasukkan WA Group tadi, kok bisa dapat kontak kakak ya si kolektor tadi.... Semoga masalah seperti ini tidak terjadi lagi dengan lembaga Fintech yang lebih baik ya....

    ReplyDelete
  13. Hadirnya Fintech memudahkan siapa saja ya yang ingin melakukan pinjaman, terutama bagi orang yang sulit punya waktu ke Bank, apalagibuat wirausaha yang membutuhkan dana cepat untuk memutarkan modal usaha

    ReplyDelete
  14. UMKM yang masih baru dan butuh dana segar terbantu ya dengan adanya Fintech

    ReplyDelete
  15. Akhirnya aku baca ulasan lengkap tentang FinTech, selama ini hanya tahu permukaannya aja. Sekarang tercerahkan. Makasih, mba.

    ReplyDelete
  16. iya, fintech lagi menjamur banget. Sementara di sisi lain, literasi keuangan masyakat Indonesia masih rendah. Semoga semakin banyak yang cerdas literasi keuangan, sehingga mampu memanfaatkan fintech dengan bijak

    ReplyDelete
  17. Aku harus belajar lebih banyak dan mendalami lagi soal fintech nih mba. Banyak sekali tawaran tapi so far Aku masih belum butuh, jadi hanya melihat aja dulu. Yang pasti memang booming banget yaaa

    ReplyDelete
  18. Iya ya banyak banget aplikasi fintech yang memudahkan kita dalam pinjam uang namun balik lagi Ke kita sendiri. Kalau Amel masih agak takut euy kalau pinjam gitu...takut ga bisa bayar hehe.

    ReplyDelete
  19. Iya...
    Kalau sudah punya uang, takutnya jadi lupa sama niatan awal yaa...

    Semoga meminjam sesuai dengan keperluan.
    Tidak berlebihan, sehingga besar pasak daripada tiang.

    ReplyDelete
  20. Salah satu nikmatnya jadi generasi milenial, banyak app fintech yang bikin hidup makin mudaah.. semoga juga memudahkan UMKM untuk go online

    ReplyDelete
  21. Kalau bisa mengelola dgn baik fintech sangat membantu krn kemudahan mendapatkannya. Tapi kalau orangnya teledor dan gak disiplin bayar ya bisa bahaya tuh. Ngeri juga kalau orang2 di sekitar si peminjam jd terkena imbasnya gara2 telat bayar. Balik lagi ke diri masing2 sih.

    ReplyDelete
  22. Disisi lain bermanfaat, disisi lain mudharat ya mbak, karena proses yang cepat dan tanpa face to face itu bisa saja orang yang jahat mempergunakan untuk niat lain dan menggunakan data orang lain.

    ReplyDelete
  23. Kemudahan fasilitas pinjam meminjam sekarang ini memang perlu diimbangi dg literasi keuangan yg baik yaa mbaa. Banyak yg pinjam awalnya utk modal lalu tergoda dipakai utk membiayai lifestylenya. Duuuh..

    ReplyDelete
  24. Aku sering juga nih kayak bubda Yati dapat penawaran pinjaman. Tapi sama suami kami sepakat waspada terhadap semua tawaran. Enak di awla tapi kewalahan di tengah jalan kan repot ya

    ReplyDelete
  25. Kemajuan teknologi emg mempengaruhi banyak banget sektor kehidupan ya, salah satunya financial. Sekarang emg jadi mudah bgt apa2 karena Fintech ini. Bahkan ada aplikasi buat minjam uang yg nominalnya 500 ribu sampai 1 juta. Nama aplikasinya Finmas. Jadi kalo misal kepepet buat minjem uang yang gak gede2 amat ya bisa pake Finmas itu heheeh

    ReplyDelete
  26. Keren sebenernya fintech ini. Memudahkan nyari dana. Tapi tentunya, kita kudu tahu secara detail tentang TOS-nya. Biar gak kaget di akhir. Untuk para pelaku usaha kecil, fintech bisa jadi pilihan buat nambah modal.

    ReplyDelete
  27. Sekarang makin banyak fintech yang keren-keren. Menurutku ini sangat membantu. Tuga skita sebagai konsumen yang memilih mana yang tepat untuk kebutuhan kita

    ReplyDelete
  28. Unbankable? Aku banget kak.
    Lebih suka pegang tunai, atau simpen uang tunai sendiri. Bahaya sih kak ya? Terutama dr godaan diskon yg terkutuk. Makanya pengen tau ttg fintech. TFS kaka

    ReplyDelete
  29. Eh ngeri sekali mbak sampai tiba2 dimasukin grup?
    Kalau zaman dulu sih diteponin kyk diteror gtu bolak balik, ngakunya ada saudara ngutang dan kasi no telepon bapak hiks. Kehadiran fintech di satu sisi menguntungkan, tapi kalau gk hati2 ya bis aterjerat. Itulah sebabnya kudu bijak makainya.

    ReplyDelete
  30. Jaman now emang udah serba canggih ya mba. Transaksi keuangan bisa dilakukan tanpa harus bertemu antara pembeli dan penjual. Kita kudu bijak menyikapinya dengan memilih fasilitas fintech yang kredibel.

    ReplyDelete
  31. Makin banyak aja nih startup fintech ya tapi jangan sampe jadi kayak rentenir. Bikin utang menumpuk2. Harus pilih yg diawasi OJK.

    ReplyDelete
  32. duh, kayaknya aku bakalan termasuk orang yang sulit beradaptasi dengan fintech karena sulit mengingat password nih

    ReplyDelete
  33. di kampus anakku fintech sekarang mulai merambah nyaris 90 % lini perdaganan jasa dan barang

    ReplyDelete
  34. fintech keren ya banyak banget menaungi kemudahan-kemudahan pembiayaan untuk masyarakat
    sudah begitu dibawah naungan OJK juga ya dia
    aman berarti

    ReplyDelete
  35. Semoga berkunjung juga ke Surabaya sehingga bisa tahu fintech yang sedang disosialisasikan ini

    ReplyDelete