Wisata Sejarah ke Mesjid Azizi Peninggalan Kesultanan Langkat

S iang itu matahari terik sekali. Suasana lebaran masih terasa, dan tak menghalangi semangat saya dan suami untuk bersilaturahmi ke ...



Siang itu matahari terik sekali. Suasana lebaran masih terasa, dan tak menghalangi semangat saya dan suami untuk bersilaturahmi ke rumah sanak saudara yang hanya bisa bertemu setahun sekali meskipun cuaca cukup panas. Saya dan suami sudah niat ingin mengunjungi saudara di Tanjung Pura sekaligus ingin berziarah ke makam leluhur dan saudara-saudara yang dimakamkam di area Mesjid AziziSebagian besar keluarga dan saudara dari pihak ibu saya banyak dimakamkan di sini, termasuk atok, nenek, uwak, dll. 

Di sisi kiri dan belakang Mesjid Azizi memang banyak makam. Ada makam keluarga besar Sultan Langkat, makam pujangga dan pahlawan nasional Amir Hamzah, makam ulama, dan makam masyarakat umum yang biasanya punya hubungan kerabat dengan kesultanan. 

Makam Sultan Langkat dan Keluarga 
Setiap tahun kalau mudik lebaran saya selalu sempatkan untuk mengunjungi Mesjid Azizi sekaligus berziarah. Mesjid Azizi memang penuh kenangan terutama bagi ibu saya. Masa kecil ibu saya dihabiskan disini. Atok saya adalah anak imam mesjid sedangkan nenek saya anak dari bilal mesjid di Mesjid Azizi. Makanya ibu beserta saudara-saudaranya sering diajak ke mesjid ini. Bisa dibilang keluarga besar dari atok dan nenek masih ada hubungan kedekatan dengan Sultan Langkat kala itu. 

Makam T. Amir Hamzah

Di zaman kesultanan hubungan sultan dengan para ulama sangat dekat. Di zaman Kesultanan Langkat inilah atok buyut saya Syekh Muhammad Yusuf yang biasa dipanggil Atok Ongku menjadi salah satu ulama yang cukup dekat dengan Sultan. Dan Atok Ongku menjadi imam kerajaan masa itu. Kalau teman-teman mengunjungi Mesjid Azizi teman-teman akan menemui makam ulama di belakang mesjid yang dipagari.

Makam Syekh Muhammad Yusuf dan Syek Muhammad Noor 
Ya, makam itu adalah atok buyut saya Syek Muhammad Yusuf dan anak istrinya. Anak laki-lakinya Syekh Muhammad Noor  yang biasa dipanggil Atok Tinggi juga dimakamkan disini. Makam ini terpaksa dipagari oleh keluarga saya karena masih banyak saja orang-rang yang wisata religi disini dengan tidak semestinya. Seperti bermalam dekat kuburan, mengambil batu-batu diatas makam dan membawanya pulang. Sebagian orang masih percaya kalau ini makam keramat.



Mesjid Azizi adalah peninggalan Kesultanan Langkat. Pada masa itu dibangun oleh Sultan Abdul Aziz yang memimpin saat itu. Kalau dilihat ornamen dan warna mesjid hampir sama dengan Mesjid Raya Medan. Warna yang digunakan mayoritas kuning. Karena baik Kesultanan Melayu maupun Kesultanan Langkat memang didominasi oleh warna kuning. Di masa itu warna kuning dianggap warna suci dan warna kuning biasanya hanya dipakai oleh raja-raja saja.

sisi luar Mesjid Azizi

Meskipun sudah beberapa kali ke Mesjid Azizi saya masih saja dibuat kagum dengan keindahannya. Senangnya lagi mesjid ini benar-benar terawat. Mesjid ini cukup luas, banyak juga orang yang singgah disini untuk shalat dan berisitirahat sejenak sebelum melakukan perjalanan lagi. Mesjid Azizi terletak di jalur lintas, dari Medan menuju Aceh melalui jalur darat pasti melewati Mesjid Azizi.

Menara Mesjid Azizi
Saat saya dan suami ke Mesjid Azizi azan Zuhur baru saja berkumandang. Orang-orang yang berhenti buat istirahat termasuk kami segera bergegas ikut sholat berjamaah. Lafaz "aamiin" selesai membaza Alfatihah oleh para jamaah terdengar menggema di area mesjid sehingga membuat saya merinding. Setelah selesai sholat dan para jamaah sudah bubar, saya pun berjalan mengitari dari teras mesjid sambil melongok kedalamnya.


Saya sangat kagum dengan arsitekturnya yang berkesan. Lampu hias antik berukuran besar tergantung kokoh di tengah atas mesjid. Ornamennya terlihat sekali bahwa bangunannya perpaduan sentuhan Melayu dan Arab, dengan sejumlah tulisan kaligrafi di dinding mesjid dan pada pintu masuknya. Terdapat tiga pintu masuk di mesjid ini, makanya suasana disini cukup sejuk dan adem. Nggak perlu ditambahi penyejuk udara seperti AC karena beginilah aslinya mesjid peninggalan Sultan Langkat.
 

Setiap Sabtu atau Minggu juga liburan Mesjid Azizi biasanya banyak pengunjung. Selain ingin melihat lebih dekat bagaimana arsitektur mesjid peninggalan zaman kerajaan juga ingin foto-foto. Yups, Mesjid Azizi di Tanjung Pura ini menjadi salah satu destinasi wisata, karena banyak sejarah yang nggak boleh dilupakan disini. Mesjid Azizi menjadi wisata sejarah di Indonesia sekaligus wisata religi bagi orang-orang yang ingin berziarah. 

Teman-teman wajib tengok Mesjid Azizi di kampung halaman ibu saya ini. Kita bisa melihat betapa Wonderful Indonesia, banyak peninggalan sejarah. Seperti Mesjid Azizi warisan Kesultanan Langkat yang masih bisa kita nikmati peninggalannya. Yuk, bagi kalian yang punya cerita wisata di daerah kalian masing-masing, ikutan Wonderful Indonesia Blog Competitions 2018. Lebih jelasnya cek info di flyer atau bisa juga daftar disini ya.






You Might Also Like

2 comments

  1. MasyaAllah... masjidnya bagus banget mba...

    ReplyDelete
  2. Sebagai org Langkat,senang sekali punya peninggalan sejarah seperti ini.sekaligus berfungsi sbg tempat ibadah.. ALHAMDULILLAH

    ReplyDelete