Memaksimalkan Smartphone Untuk Edit Video

T au nggak sih, udah lama banget saya pengen ikutan kelas nya mas Teguh Sudarisman untuk belajar membuat video dengan menggunakan sma...


Tau nggak sih, udah lama banget saya pengen ikutan kelas nya mas Teguh Sudarisman untuk belajar membuat video dengan menggunakan smartphone. Saya pernah mengunjungi event Indie Travel Mart tahun 2015 lalu dan disitu pertama kalinya lihat mas Teguh mengisi acara menjelaskan pengalaman nya selama travelling dan mendokumentasikan foto juga membuat video pendek dengan memaksimalkan fungsi smartphone. Sempat berharap semoga mas Teguh buka kelas khusus untuk blogger biar bisa ikutan workshop nya. Secara saya memang pengen upgrade diri nggak cuma menguasai blog saja tapi juga harus bisa nge-vlog, ya minimal bisa buat video nya dulu lah. Meskipun di smartphone banyak aplikasi untuk membuat video pendek, tapi kalo nggak tahu tips dan trik nya tetap aja hasilnya kurang memuaskan.

Akhirnya sejak saat itu, saya sering mantengin FB nya mas Teguh, mengaktifkan notifikasi setiap doi buat status, kali aja lagi buat kelas jadi nggak ketinggalan daftar. Yaa namanya untung-untungan alias belum masuk kriteria (eh kayak mau ikutan idol), meskipun daftar deluan belum tentu kepilih loh. Tapi yang namanya semangat ingin belajar tetap sabar, terus mantengin FB mas Teguh, buka kelas lagi daftar lagi nggak kepilih lagi, haha. Finally, mas Teguh buka kelas workshop di Hotel Allium Tangerang. Langsung deh daftar, trus biasanya saya paling malas daftar dengan embel-embel, kali ini selain nulis 'daftar ya mas' ada tambahan embel-embel 'kebetulan saya di Tangerang' dengan harapan bisa kepilih. Yeay,  ternyata embel-embel tadi membuat mas Teguh yakin memasukkan nama saya ke kelasnya. Girang dong, pastinya. Padahal meskipun saya di Tangerang lokasi ke hotel ini nggak dekat. Suer, ongkos menuju kesana melebihi ongkos pergi pulang pergi lagi pulang lagi Tangerang Jakarta. Beberapa hari sebelum acara saya udah tanya sana sini menuju Allium naik apa. Kalau naik commuterline harus muter jadi ke Tanah Abang Duri baru arah Tangerang. Naik angkot juga ribet kalo dari rumah saya. Untung masih nyimpan voucher Blue Bird haha. Naik taksi dong, nggak perlu mikir panjang.



Tiba hari H deg-degan banget kayak mau dilamar. Yang bikin deg-degan khawatir telat, ternyata saking khawatirnya memang beneran telat. Tiba di lokasi mas Teguh udah memulai kelas, tapi saya masih bisa ngikutin dan udah download aplikasi Power Director sesuai instruksi mas Teguh di group. Saya berusaha fokus dan menyimak setiap penjelasan mas Teguh dengan tema workshop Create Your Travel Stories With Smartphone, biar bisa langsung praktek buat video. Kalau menurut mas Teguh karena ikutan kelas pertama kali nggak bisa langsung perfect sih, tapi setidaknya sudah mulai bisa menggunakan aplikasinya, dan mas Teguh bilang ntar ikut kelas selanjutnya biar lebih mahir, ya mudah-mudahan kepilih lagi. 

Sekarang ini video memang lagi digemari. Video dianggap lebih personal touch dibanding teks atau foto, jadi lebih efektif untuk menyampaikan pesan. Iya sih, kalau kita lihat beauty blogger atau fashion blogger sedang mereview produk rasanya kurang puas kalo nggak ada tutorial videonya, karena dengan video itulah pengunjung blog bisa melihat langsung cara memakai produk maupun tips-tips lainnya. Dan asiknya lagi dengan adanya video di blog akan meningkatkan jumlah pengunjung hingga tiga kali lipat ujar mas Teguh. Karena dengan adanya video di blog, orang akan betah berlama-lama di blog kita. Belum lagi kemudahan dalam men-share hasil video ke berbagai platform sosial media kita, jadi kemungkinan semakin banyak nge-share, semakin besar pula jumlah pengunjung yang menonton video kita.


Sejak tahun 2014 hingga sekarang perkembangan video semakin pesat. Orang-orang lebih suka menonton film di video ketimbang di televisi, malah sebagian orang memilih menonton video berlangganan via tablet. Menurut survei, di Amerika saja pengguna perangkat mobile menonton video lebih dari 40 menit per hari. Ini karena kemudahan mengakses video dimana saja dan kapan saja. Bayangkan saja, saat ini youtube menjadi website ketiga yang banyak dikunjungi selain Google dan Facebook, karena setiap menit 48 jam video diunggah ke youtube. Nggak heran memang, teman-teman saya aja nonton drakor di youtube. Bahkan tahun 2017 ini video semakin ngtrend. Orang-orang lebih banyak live video di Facebook. Generasi milenial lebih menggilai aplikasi dan visual content ketimbang mengunyah teks dan tulisan. Makanya Instagram dan Snapchat jadi populer dikalangan generasi ini. Penonton virtual reality akan semakin meningkat.

Tapi meski banyak orang menggilai video, bukan berarti dalam membuat video untuk  di blog atau di website kita harus dengan durasi yang panjang.  Karena rata-rata rentang perhatian manusia hanya 8,25 detik. Itulah sebabnya short video lebih enak untuk dilihat berulang, kalo kepanjangan lekas membuat bosan. So, how short is short? Sependek-pendeknya durasi video kalau 1 menit itu terlalu singkat kata mas Teguh, dan 5 menit malah terlalu lama, idealnya 2 sampai 3 menit. Jadi short video meskipun ditonton berulang nggak membuat bosan, tergantung isi video juga sih. Namanya buat video pendek, nggak mesti beli kamera pro atau cam corder juga sih, karena selain mahal juga untuk blogger biar lebih efisien bisa mengandalkan smartphone. Kita bisa mengunduh dan mempelajari software dan aplikasi untuk video, karena pada dasarnya setiap smartphone sudah memiliki kamera bawaan. Meskipun membuat video dengan smartphone ada kelemahanya seperti sensor lebih kecil, syut objek bergerak tidak fokus, sering noise dan kualitas microphone kurang bagus, tapi membuat video dengan smartphone juga banyak untungnya. Pastinya selain lebih ringan dan murah, kemampuam rekam dengan smartphone sudah full HD dan suara stereo, bisa zoom digital, bisa langsung edit dan upload, membuat timelaps juga lebih mudah.

Semakin siang semakin banyak materi yang mesti diserap, dan harus semakin fokus. Apalagi setelah masuk ke materi yang paling dinanti-nanti yaitu langkah membuat video dan peralatan yang digunakan. Nah, ini dia nih 10 langkah membuat video yang diajarkan mas Teguh:


Dari semua step diatas kalau sering di praktekkan pasti lama kelamaan mahir, yang penting percaya diri, apalagi saat kita langsung live di video kadang suka grogi kan liat kamera, jangan nyerah dan melambaikan tangan ya hehe, have to be confident.

Step-step membuat video sudah, selanjutnya peralatan tempurnya untuk membuat syuting video dan proses editing. Seperti judul artikel saya Memaksimalkan Smartphone Untuk Edit Video, jadi peralatan yang digunakan selama peserta workshop mengikuti praktek mengambil video di lingkungan Hotel Allium, menggunakan smartphone masing-masing. Agar saat syuting video hasilnya tetap stabil atau tidak goyang sebaiknya gunakan tongsis/monopod, tripod, steady cam. Untuk merekam suara perlu juga microphone tambahan sebagai alternatif. Saya saat mengikuti workshop cuma bawa monopod saja, namanya baru belajar hasilnya masih saja goyang apalagi kalau nggak nahan nafas hihi nggak stabil jadinya. Pengennya sih punya Kumbacam seperti punya mas Teguh, goyang gimanapun tetap stabil, nunggu menang kuis kali ya haha.

Slider untuk memaksimalkan fungsi rekam video (foto : Teguh Sudarisman)
Saat akan melakukan syuting video tentukan lokasi terlebih dahulu, dan apa ide cerita yang akan dimunculkan. Misalnya seperti saya mengikuti workshop kemarin di Hotel Allium Tangerang, lokasi yang diambil untuk syuting hanya beberapa titik saja, seperti room, lobby, dan swimming pool. Nggak perlu di syuting semua karena bisa kepanjangan durasinya. Dari 3 titik lokasi ini kita sudah bisa menceritakan fasilitas apa saja yang ada di Hotel Allium Tangerang. Setelah diberi waktu untuk syuting video, kami diajarkan cara mengedit video dengan aplikasi PowerDirector. Selanjutnya mas Teguh menantang peserta workshop mengedit hasil syuting video dan di share di Instagram masing-masing, 3 orang dengan video terbaik mendapatkan voucher makan.


Berikut hasil editing video saya menggunakan PowerDirector, tanggapan mas Teguh saya mesti sering-sering praktek lagi karena masih terlalu goyang. Berarti bakal sering-sering diajak ikut kelas lagi 'ngarep'. By the way  thanks to mas Teguh Sudarisman atas kesempatan belajarnya juga sharing ilmu bermanfaatnya. Semoga kalau buka kelas lagi saya bisa dapat kesempatan ikutan lagi.






You Might Also Like

34 komentar

  1. Bagus nih postingnya. Aku sukaaa! Cuma koreksi dikit, yg aku bawa bukan DJI Osmo Mobile tapi Kumbacam. Yang di gambar itu juga bukan DJI Osmo tapi slider. Keep writing & shooting!

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaahh..baik lah guru, langsung edit hehe

      Hapus
  2. Waa aku nggak sempat ikut workshop ini padahal seru yaa dan pengen ikut. Belajar dari postingan Mbak Tuty aja deh yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sering-sering pantengi FB nya Mas Teguh maak..kadang buka kelas workshop :)

      Hapus
  3. mbak tuty, ini di belakang rumahku... aku juga lagi ketagihan bikin video nih. Video cerita sedang main sama anak. Moga moga kepilih klo aku daftar workshopnya mas Teguh

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah dekat ya mbak...iya mudah-mudahan next time kepilih ya ikutan workshop mas Teguh :)

      Hapus
  4. Saya udah pernah ikutan workshop mas Teguh. Baca tulisan ini bikin saya jadi semangat lagi nge-vlog ��

    BalasHapus
  5. Ketagihan ikut workshopnya mas Teguh, ilmunya gak dirahasiakan, tinggal mau praktek apa enggak, berkah terus ilmunya ya mas Teguh. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, ngajarin editing nya detail banget, pengen ikutan kelas selanjutnya :)

      Hapus
  6. Sayangnya jauh ya, Mas Teguh nya. Pingin banget bisa ikutan dan kepilih di workshopnya beliau :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayook kak, kita undang ke Medan mas Teguh nya :D

      Hapus
  7. Pengin banget tuh mba ikut. Ilmunya keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo sering-sering pantengin FB mas Teguh, siapa tau buka kelas lagi biar bisa ikutan belajar :)

      Hapus
  8. Bikin video memang mengasyikkan :).
    Apalagi kalau ditambah di blog kita ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Lid melengkapi konten yaa

      Hapus
  9. Thank you mbak! Aku masih mau fokus ke blog sih soalnya klo edit video sepertinya ribeeeet! Ditunggu updatean soal vlog yaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha..terus belajar dan belajar say

      Hapus
  10. ngevlog masih dalam taraf keinginan.

    belum pernah dipraktekkan.... ;(

    BalasHapus
  11. Wah keren mbak, aku blm bisa bikin video yg ok
    Terima kasih udah sharing ilmunya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diriku juga masih tahap belajar mbak :)

      Hapus
  12. Iya aku juga suka bikin video pakai smartphone, mb Tuty. Lebih praktis. Hanya klo ngedit masih suka keteteran. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama, pas ngedit masih keteteran gitu mbak hehe apalagi masih tahap belajar gini :)

      Hapus
  13. wahhh aku harus mulai belajar ngevlog ini..mumpung ada kamera kompatibel.thanks sharingnya mba..ilmunya berguna banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asiik..semoga sukses ya ngevlog nya

      Hapus
  14. Nah itu.. Alasan aku msh blm bikin video tiap traveling, krn ga PD utk bicara dan muncul di videonya mba :D. Kdg kepikiran apa suami aja yg dijadiin model yaa, tp konsepnya suka lupa dibikin. Malah ga jadi2 akhirnya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi..kadang pas ngomong di video ngeliat diri sendiri kok rasanya eneg, gimana kalo orang lain yang nonton :D

      Hapus
  15. Mantaaab udah belajar bikin video langsung ke ahlinya. Power Director ini free apa berbayar? Mau coba...

    BalasHapus
  16. Pengen deh ikutan, tapi waktunya gak pernah cocok. Hiks

    BalasHapus
  17. aku pingin belajar bikinn video ni dari tuutorial disini

    BalasHapus
  18. kadang suka cari aplikasi yg pas dan cakep buat edit foto via hp...
    masih tahap belajar..

    BalasHapus