Sepenggal Kisah Aku dan BNI

K ali pertama membuka rekening dan punya rekening di bank sekitar tahun 1995, saat itu awal kuli...


Kali pertama membuka rekening dan punya rekening di bank sekitar tahun 1995, saat itu awal kuliah dan harus hidup mandiri di kota lain alias nge kos. Pembukaan rekening ini saya lakukan untuk mempermudah transaksi pengiriman dari orang tua untuk biaya makan, bayar kos dan uang kuliah. Maklum saja saya kuliah di kota yang jaraknya tidak memungkinkan saya pulang pergi dalam sehari. Maka dari itu di ambillah keputusan bahwa saya harus kos dan memiliki rekening di bank. Layaknya orang tua lain, orang tua saya juga menghimbau dan mengingatkan kalau mereka sudah mengirim uang sebaiknya jangan di ambil semua, sebaiknya biarkan saja tersimpan di tabungan, ya ini sebenarnya mengharuskan saya untuk belajar lebih irit. Bank yang menjadi pilihan saya saat itu tentu saja BNI, selain karena bank milik pemerintah, BNI juga menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri di tempat saya kuliah. Jadi saat saya kuliah KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) saya berupa ATM intinya KTM merangkap ATM. Keuntungannya saya sebagai mahasiswa nggak perlu repot lagi melakukan pembayaran uang kuliah atau pembayaran lainnya yang berhubungan dengan kampus. Karena senior-senior saya sebelumnya yang belum memiliki rekening di BNI mengatakan beruntung sekali yang punya rekening BNI nggak mesti ngantri saat bayar uang kuliah, dan bagi sebagian teman-teman mahasiswa yang tinggal jauh di luar kota bisa membayar uang kuliah via transfer saja, tanpa harus memangkas waktu berlibur.

Keberuntungan saya dengan memiliki rekening BNI tidak sampai disitu saja, ketika saya selesai kuliah dan kemudian bekerja, saat itu saya ditawari pembuatan kartu kredit BNI oleh salah seorang petugas bank BNI, awalnya saya sempat menolak khawatir tidak bisa mengatur pemakaian kartu kredit. Namun karena masukan dari bos di kantor tempat saya bekerja saat itu kalau kartu kredit digunakan dengan benar akan sangat membantu. Langsung deh tanpa menimbang saya terima tawaran pembuatan kartu kredit BNI, karena saya memiliki tabungan BNI dan sudah lama menjadi nasabah proses persetujuan nggak begitu ribet. Akhirnya selain memiliki kartu debit dari BNI saya juga memiliki kartu kredit. Benar saja, kartu kredit BNI yang saya miliki banyak manfaatnya. Saya pernah menggunakan kartu kredit BNI untuk pembelian tiket pesawat beli satu free satu, kemudian belanja di salah satu store terkemuka mendapat program cash back, belum lagi event-event besar yang diadakan oleh BNI dimana setiap pembayaran dengan menggunakan kartu kredit mendapat voucher belanja. Masih banyak lagi program-program lain dengan penggunaan kartu kredit yang jujur saja sangat bermanfaat.

Kisah selanjutnya yang nggak bisa dilupakan adalah saat nama di buku tabungan harus diubah. Awalnya dari kesalahan nama di KTP. Dan kemudian karena sesuatu hal saya harus melakukan perubahan di kantor pusat BNI yang ada  di kota saya. Saya sempat berfikir ini akan memakan waktu lama dan harus meminta keterangan lurah atau membutuhkan akta lahir dan sebagainya, ternyata diluar dugaan, cuma meminta KTP terbaru saja dan saya nggak perlu ribet mengurus surat-surat yang harus jadi pendukung pengurusan penggantian nama. Saya bersyukur lagi-lagi saya mendapat kemudahan. Setelah sekian lama bekerja, saya memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Tentu saja saya membutuhkan modal untuk usaha.  Kemudahan dari BNI datang lagi, entah mengapa disaat saya ingin berwirausaha jalannya dimudahkan. Tiba-tiba saya menerima sms dari BNI kalau kartu kredit saya di tambah pagu nya karena selama menggunakan kartu kredit pembayaran saya lancar. Saya nggak menganggap ini sebagai beban yang nantinya memperbanyak hutang, justru dengan mengelola pagu yg ada dengan sebaik-baiknya justru menjadi keuntungan bagi saya. Seperti program-program diskon yang ada hubungannya dengan dunia usaha. Malah saat ini saya sudah memiliki tabungan bisnis di BNI, ini untuk mempermudah mengontrol arus keluar masuknya uang dari hasil usaha. 


Produk-produk BNI selain yang saya sebut diatas, selama ini untuk bertransaksi saya nggak mesti keluar kantor atau rumah mencari ATM karena sehari-harinya untuk urusan bisnis yang mengharuskan seringnya bertransaksi saya cukup mengandalkan intenet banking dan mobile banking saja. Dengan adanya internet banking dan mobile banking urusan pekerjaan jadi mudah dan efektif. Ke ATM pun biasanya lebih sering hanya untuk urusan setor tunai. Nah, lagi-lagi nih kemudahan saya dapatkan dengan memakai BNI. Dengan ATM yang banyak tersebar, sangat mudah menemukan ATM di kota saya. Ketika pertama kali ada ATM setor tunai saya termasuk orang yang sangat penuh suka cita menyambutnya, bagaimana tidak, yang namanya urusan bisnis hitungannya bukan seperti jam kerja kantor mulai jam 8 hingga jam 5 tapi 24 jam. Kalau tiba-tiba ada klien yang mengharuskan saya melakukan transaksi di malam hari sering menjadai kendala dalam hal setoran uang, karena mana ada bank yang buka sampai malam hari, untungnya ada  ATM setor tunai sekarang. Jam berapapun saya harus bertransaksi dengan setor tunai bisa saya lakukan. Urusan jadi mudah, bisnis pun tambah lancar.

Sekarang tepat 21 tahun saya sudah menjadi nasabah BNI, saya tidak pernah khawatir dengan adanya isu-isu negatif mengenai likuidasi, saya sangat percaya dengan keamanan tabungan saya. Dan selama 21 tahun saya menjadi nasabah tidak pernah sekalipun saya mengalami hal-hal yang membuat saya mengalami kerugian atau apapun. Saya sangat berterima kasih kepada BNI, sudah menjadi teman baik saya selama ini dan menjadi partner bisnis saya. Semoga kedepannya BNI tetap memberikan kemudahan kepada para nasabah baik dalam hal transaksi maupun pelayanan. Pelayanan ini yang menurut saya menjadi kunci utama mengapa nasabah jatuh hati kepada BNI. Karena melayani dengan hati akan membuat BNI tambah lekat pula di hati nasabah. Harapan saya semoga BNI tetap rendah hati. Terus berkembang ya BNI karena kau selalu di hatiku.


You Might Also Like

13 komentar

  1. Aku juga pakai BNI anakku juga punya BNI Junior ..nyari ATM BNI juga ga susah makanya masih setia pakai BNI 😊😆

    BalasHapus
  2. Aku juga pakai BNI anakku juga punya BNI Junior ..nyari ATM BNI juga ga susah makanya masih setia pakai BNI 😊😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak Amel, tertolong sekali ya kalau ATM nya banyak jadi mudah :-)

      Hapus
  3. Tos mba.. Dulu waktu kuliah juga ktmku bni. Hihi..
    Bni memang ga ada matinya dari dulu yaa :)

    BalasHapus
  4. BNI banknya Mahasiswa.. Soalnya pas mahasiswa wajib punya rekening BNI.

    BalasHapus
  5. Aku bni sih, bni syariah.. Hehe udah lama ga ke bang konvensional kecuali ktm :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau BNI Syariah suami ku yang jadi nasabah mbak :)

      Hapus
  6. Wah setia banget jadi nasabah Bank BNI, mba Tuty. Pantesan rekeningnya gendut yaa. Hhhehehe. Sukses lombanya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi Amiin...mudah2an rekeningnya gendut selalu :-)

      Hapus
  7. Di kudus BNi dan atmnya juga mudah dan strategis lokasinya mba.sukses untuk kontesnya y☺☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dimana2 mudah banget kan ya cari ATM BNI :-)

      Hapus