JALINAN Creative Show 2017 di Perayaan 20 Tahun LaSalle College Jakarta

J umat 7 April kemarin saya menghadiri perhelatan tahunan LaSalle College Jakarta , yakni Creative Show 2017 JALINAN sekaligus merupaka...


Jumat 7 April kemarin saya menghadiri perhelatan tahunan LaSalle College Jakarta, yakni Creative Show 2017 JALINAN sekaligus merupakan perayaan 20 tahun berdirinya LaSalle College Jakarta. Acara ini terbilang sukses, membuat setiap undangan yang hadir berdecak kagum saat fashion show di acara puncak berlangsung. Saya sendiri merasa sedang berada di event fashion show kelas dunia. Suer, keren banget! Dan semua fashion yang dipamerkan adalah design para student di LaSalle College Jakarta.

Event Creative Show 2017 yang diadakan di The Hall Senayan City lantai 8 oleh LaSalle College Jakarta kali ini bertajuk  JALINAN. Setiap tahunnya LaSalle College membuat event creative show dengan tema yang berbeda selalu diambil dari unsur lokal yang dibuat menjadi modern. JALINAN sendiri diadaptasi dari kain ulos, dimana dalam pembuatan ulos dengan cara menenun, mengikat, dan menjalin satu benang ke benang lainnya. JALINAN malam kemarin juga menampilkan perpaduan antara Sumatera Utara dan Vietnam. Ini menunjukkan kolaborasi dua negara dalam motif dan kain. Seperti yang di katakan Poppy Dharsono disela-sela press conference bahwa trend fashion memang harus diciptakan di Indonesia, dan sebaiknya mengangkat akar budaya Indonesia. Mulai batik, tenun, ikat, sarung, dll, semua bisa menjadi inspirasi untuk design. Bahkan trend fashion dunia pun bisa kita gabungkan dengan cultural.


Sumatera Utara dan Vietnam dipilih karena keduanya pernah dikunjungi oleh para student di LaSalle College Jakarta saat program study tour papar Katherine Suteja selaku Creative Director JALINAN. Menurut mbak Katherine JALINAN ini juga sebagai simbol keberagaman 6 program yang dimiliki oleh LaSalle College Jakarta. Keenam program yang sukses bersama JALINAN antara lain Fashion Design, Fashion Business, Interior Design, Digital Media Design, Photography, dan Artistic Make Up. 

Tari-tarian daerah yang merupakan gabungan dari daerah Bali, Sunda, Padang, Betawi, dan daerah lainnya menjadi pembuka acara JALINAN Creative Show 2017. Seolah-olah Indonesia dibungkus menjadi satu dalam sebuah pertunjukan. Asli, ini keren banget! Selanjutnya pemberian cendera mata kepada para sponsor yang turut mendukung suksenya acara. Sponsor nya banyak banget sampai nggak hafal. Beberapa yang saya ingat ada Citilink, Damn I Love Indonesia, Hush Puppies, Bobobobo.com, 5asec, dll. 

Beberapa hasil karya mahasiswa LaSalle College Jakarta
Selain perayaan ulang tahun ke 20 dan hasil karya terbaik dari 6 program yang saya sebut di atas, JALINAN juga menjadi acara wisuda bagi 252 mahasiswa. LaSalle College total ada 232 kampus di seluruh dunia, dan berpusat di Canada. Lasalle College Jakarta sendiri  dari tahun ke tahun memberikan kontribusi yang besar di bidang industri kreatif, khususnya fashion. Dalam perjalanannya yang ke 20 LaSalle College Jakarta semakin memantapkan eksistensi kontribusinya. Harapannya siswa yang kuliah disini mendapatkan pandangan global. Presiden PT Indotex LaSalle International College Haryadi B Sukamdani mengatakan perjalanan LaSalle College selama 20 tahun bukan nggak mudah, apalagi saat berdiri tahun 1997 inindustri kreatif belum dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan. Namun sekarang industri banyak diminati. Mengenai jenjang pendidikan di LaSalle College mencakup Sarjana Lokal, Internasional Diploma dan juga Sertifikat.
Fashion Show di puncak acara

Puncak acara diakhiri dengan parada Fashion Show dari program Fashion Design. Menurut Program Director Fashion Design LaSalle College Jakarta Shinta Djiwatampu, terdapat 221 koleksi yang dibagi menjadi 5 sequences yaiutu  Valley of the Dolls, Pilgrimage, Tranquility, Artisanal, dan Synthesis. Semuanya adalah perpadan budaya tradisional dan kontemporer. Yang menjadi benang merahnya adalah kain tenun.
Yura Yunita, baju hasil design Sarah Devina
Acara malam itu ditutup dengan untaian lagu Yura Yunita yang menghibur pengunjung di The Hall Senayan City. Malam itu Yuri mengenakan busana by Sarah Devina. Baju berwarna merah putih ini adalah debut Sarah Devina saat KL Fashion Week Ready to Wear 2016 dengan tema Preserverance Fall Winter 2017. Keren! Semoga industri fashion anak-anak muda kreatif Indonesia bisa mendunia ya. Tonton video nya Ono Sembunglango juga ya. 













You Might Also Like

10 komentar

  1. Waaa keren, mantap sekali

    -M.
    http://www.inklocita.com/2017/04/apply-visa-jepang.html?m=1

    BalasHapus
  2. Keren ya mba acaranya, jadi melek fashion kalau sering datang ke acara seperti ini. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak...tambah maju fashion indonesia

      Hapus
  3. Aku pernah dikasih ibu kain tenun, tapi bingung mau bikin model baju kek mana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, sekarang banyak model mbak Astin cakep-cakep loh :)

      Hapus
  4. bajunya adhaiii cakep-cakep
    pengen dehhh mba Tuty

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya..ini hasil design student di LaSalle College mbak

      Hapus
  5. Kainnya bagus2 mba tapi itu patungnya kok horor banget yak wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk..itu artistic makeup mbak :D

      Hapus