Belum Punya Momongan Jadi Tantangan? #SMiLeinAja

B iasanya pemicu pertengkaran antar pasangan setelah berumah tangga kalo nggak rumah ya masalah belum punya anak. Beruntungnya saya d...



Biasanya pemicu pertengkaran antar pasangan setelah berumah tangga kalo nggak rumah ya masalah belum punya anak. Beruntungnya saya dan suami tidak mempermasalahkannya sama sekali karena kami yakin Tuhan punya rencana yang lebih indah diluar harapan kami. Tantangan terberat bagi saya justru menghadapi orang-orang yang berulangkali menanyakan kehadiran momongan di rumah tangga saya dan suami. Pertanyaan-pertanyaan seperti “ Kok belum punya momongan juga? Nggak pengen punya anak? KB ya ?”, “Jangan lama-lama loh, ingat umur”, “Anak itu pengikat hubungan suami istri loh, ntar suami bisa kabur sama yang lain”. Lontaran-lontaran kata seperti ini sebenarnya menyakitkan, pengen rasanya saya kembalikan kata-kata itu, coba deh tolong kalian tanyakan sama Tuhan kenapa saya belum dikasi momongan. Saya memaklumi orang-orang bisa ngomong seperti itu karena mereka merasa lebih perfect karena hidupnya sudah komplit dengan kehadiran anak. 

Berbagai usaha untuk mendapatkan momongan telah kami lakukan, tapi memang bukan kekuasaan saya dan suami kalau sampai saat ini belum kami dapatkan.  Awalnya saya sering kesal dan sesekali menitikkan air mata kalau sudah ada kata-kata penuh sindiran yang diarahkan ke saya. Yang paling menyakitkan saat tetangga mengatakan “ Jangan tanya tentang anak ke dia, wong punya anak aja enggak “. Tetangga memang kadang bisa seperti saudara, tapi banyak juga yang bikin prahara. Please deh, kepedulian yang seperti apa yang sebenarnya ingin kalian tunjukkan. Terkadang orang menganggap omongannya itu karena bentuk peduli padahal nyinyir. Mungkin sudah saatnya orang-orang mengasah kepekaan.

Sekarang saya lebih calm menyikapi pertanyaan-pertanyaan orang yang benar-benar kepo dengan rumah tangga saya. Suami selalu membesarkan hati saya. Suami selalu menghibur saya dan mengingatkan saya untuk menanggapi semua tantangan dan masalah dengan senyum. Yups, #SMiLeinAja. Saya salut dengan suami, setiap orang-orang mempertanyakan mengenai momongan suami selalu menjawab lagi on the way sambil tersenyum. Suami sering bilang ke saya, orang hidup tantangannya beda-beda termasuk rumah tangga kita, yang penting kita bisa menyikapi, menjalani semua dengan ikhlas dan berbesar hati. 

#SMiLeinAja

Selama 7  tahun kami sudah melakukan berbagai cara termasuk medis dan tradisional. Saya dan suami menyadari, kami harus saling menguatkan dan meyakini bahwa bukan manusia yang berkuasa memilih anak. Kami percaya bahwa anak adalah jodoh yang diberikan Tuhan. Dan entah kenapa sampai saat ini kami berdua belum tergerak untuk mengadopsi anak. Masih pengen punya anak dari rahim sendiri. Tapi nggak menutup kemungkinan besok atau lusa atau bulan dan tahun depan kami punya keinginan mengadopsi anak. 

Bagaimanapun saya memang harus menjalani hidup dengan risiko apapun termasuk pertanyaan-pertanyaan berulang mengenai momongan, yang penting saya harus tetap calm menanggapinya, #HadapiTantanganDenganSenyuman. Kata-kata suami ini yang selalu saya ingat dan menjadi pegangan saya menghadapi setiap pertanyaan orang mengenai kehadiran anak. Bagi saya dan suami sense of belonging itu yang terpenting saat ini, #SMiLeWithMe. Justru tantangan ini menjadi ujian yang semakin merekatkan hubungan saya dan suami, yang penting kita berdua sehat kata suami. Ya, agar selalu sehat kami berduapun tetap menjaga pola hidup sehat.


A post shared by Sinarmas MSIG Life (@sinarmasmsiglife) on

Meskipun begitu "payung" harus tetap disediakan. Kalau suatu saat saya dan suami jatuh sakit dan memerlukan tindakan medis kami berdua sudah punya Sinarmas MSIG Life Insurance (SMiLe). Selain itu kalau suatu saat kami punya momongan kami sudah menyiapkan dana untuknya kelak dengan investasi di #SinarmasMSIGLife. Banyak produk Sinarmas MSIG Life Insurance atau yang disingkat SMiLe ini, untuk lebih lengkapnya bisa mengunjungi akun sosial media SMiLe dibawah ini:

Website        : www.sinarmasmsiglife.co.id
Facebook     : sinarmasmsig
Twitter         : sinarmasmsig
Instagram    : sinarmasmsiglife
Youtube       : user/SMiLe140485








You Might Also Like

10 komentar

  1. luar biasa mbak Tuty, mmg yg bikin ribet krn omongan orang yg kdg merasa lebih tau ya mbak.. untung kangmasnya juga gak ambil pusing, jd ttp harmonis :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, suami memang jadi penenang hati saat ini :)

      Hapus
  2. Bener mba. Kasih senyuman tercantik biar nggak ada yang rese. Biar mereka klepek klepek :p

    BalasHapus
  3. Tiap orang beda-beda memang penyebab dan alasan belum hamil-hamil juga. Ada teman saya selama 10 tahun belum juga hamil, namun dia rajin tiap pagi siang sore malam makannya tauge sampe juga dijus. Kata dia sekitar 3 bulanan makan lauk selalu ada taugenya terus, Alhamdulillah dia hamil. Lalu seperti pintu yang macet diperbaiki, setelah anak pertama tak berapa lama hamil lagi anak ke-dua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya biasanya gitu ya mbak, kalau sudah dapat anak 1 biasanya lancar terus..semoga deh dikasi jalan.

      Hapus
  4. All the nest to you mbaa, rejeki, jodoh, anak, sampe kapan mati, semua rahasia Allah. Datangnya pasti tepat waktu, ngga kecepetan dan nggak kelamaan. Tp aku doakan smoga disegerakan ya mbaa

    BalasHapus
  5. Apa ya yang ada dalam pikiran orang2 itu, kalimat2 tsb benar2 menyayat hati :(
    Semua pasti indah pada waktuNya mbak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul..banyak orang-orang yang kurang peka sekarang

      Hapus