Tanoto Foundation Hidupkan Semangat Guru Inspiratif

G uru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Cita-cita menjadi seorang guru adalah cita-cita yang mulia, dengan sepenuh hati mencurahkan ilmu...


Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Cita-cita menjadi seorang guru adalah cita-cita yang mulia, dengan sepenuh hati mencurahkan ilmu untuk anak-anak didik nya. Saya salut sekali dengan guru-guru yang tak hanya mengejar materi, tapi benar-benar tulus menjadikan anak-anak didik nya menjadi pintar dan menyerap ilmu yang diberikan. 

Kali ini saya akan bercerita mengenai seorang guru ini yang bernama Tri Harjani. Tri mengajar di SDN 201/VII Penang Belai yang terletak di Kabupaten Tebo di Provinsi Jambi. Kisah hidup seorang guru Tri sangat inspiratif dan layak diteladani oleh siapa pun. Beruntung ia terus bisa melanjutkan kiprahnya yang luar biasa berkat dukungan kegiatan Tanoto Foundation yang didirikan oleh keluarga Sukanto Tanoto.

Tri adalah seorang transmigran asal Solo yang pindah ke Tebo pada 1996. Di sana ia tinggal di sebuah desa yang cukup jauh dari kota, mesti ditempuh dengan perjalanan tujuh jam dari Kota Jambi. Saat ia tiba di Tebo, jalanan di sana pun jauh dari layak, begitu pula halnya dengan lokasi domisili Tri. Seperti yang pernah dituliskan oleh Kompas, Tri mengaku ingin menangis ketika pertama kali datang ke lokasi transmigrasi. Di sana lahan masih berantakan dan begitu terpencil. “Solo tidak sesepi Tabo. Belum lagi jarak ke pasar sangat jauh dan tak ada sekolah,” cerita Tri.


Tri Harjani

Ketiadaan sekolah semakin mengusik hati Tri. Ia berpikir tentang nasib anaknya yang kala itu masih berumur dua tahun. Bagaimana pendidikannya ketika sang anak tumbuh besar? Namun, kala itu, Tri mendadak mendapat tawaran untuk mengajar di sekolah dasar. Ia menerimanya saja meski tidak punya dasar. Pasalnya, Tri hanya lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan. “Saya hanya mengingat-ingat saja apa yang dilakukan guru saya. Dari situlah saya mulai mengajar anak-anak,” ucap Tri.

Kondisi sekolahnya juga jauh dari layak. Tempatnya berpindah-pindah di rumah warga secara bergantian. Selain itu, balai desa juga sering dipakai menjadi ruang kelas dadakan. Meski begitu, semangat Tri tidak pernah luntur. Kiprahnya sebagai guru perintis akhirnya diketahui oleh pemerintah. Sekolahnya kemudian dibangun dan dinamai SDN 201/VII Penang Belai. Ia pun diberi beasiswa kuliah diploma guru di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi. Masa-masa itu dimanfaatkan oleh Tri untuk menggali ilmu pendidikan setinggi mungkin. Saat itu pula ia mendapatkan dukungan dari keluarga Sukanto Tanoto lewat kegiatan Tanoto Foundation bertajuk Pelita Pendidikan. Tri diajari cara dan metode untuk mengajar secara inovatif dan kreatif agar menyenangkan bagi siswa.

Kegiatan ini sangat krusial bagi Tri. Tinggal di daerah terpencil, ia mesti pintar mencari cara untuk mengajar di tengah keterbatasan fasilitas. Pelatihan yang didapatnya sebagai bagian dari kegiatan Tanoto Foundation tersebut sangat membantunya. “Seandainya dari dulu saya tahu ada metode belajar aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan seperti yang diajarkan oleh Tanoto Foundation, tentu saya dengan senang hati menerapkannya. Metode ini membuat saya lebih menikmati dalam mengajar dan anak pun tidak mudah bosan,” ujar Tri yang mendapatkan titel sarjana dari Universitas Terbuka pada 2010. 

Semangat Tri untuk terus mengajar kian menyala. Artinya, tujuan dari kegiatan Tanoto Foundation pun tercapai. Yayasan yang didukung oleh keluarga Sukanto Tanoto ini memang sangat peduli terhadap pendidikan di Indonesia. Selain menggelar beragam pelatihan, Tanoto Foundation juga kerap memberi beasiswa Tanoto Foundation untuk siswa, mahasiswa, hingga guru. Semoga Tanoto Foundation terus mendukung guru-guru di daerah menjadi aktif dan kreatif.

You Might Also Like

20 komentar

  1. Wahhhhhhhh beasiswa Tanito ini emang keren. Pas S1 pengen apply huhuhu.
    Makasih artikelnya Mbakk ��

    BalasHapus
  2. Wah semangatnya Mba Tri emang luar biasa, salut semoga menginspirasi terus dan sukses selalu..

    BalasHapus
  3. Sering denger tentang Tanoto Foundation ini, semoga banyak guru yg berdedikasi bisa mendapatkan kesempatan bantuan dari lembaga ini :)

    BalasHapus
  4. Mbak Tri semangat nya keren. Aku beberapa waktu yang lalu pernah mendengar adanya Tanoto foundation ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya semoga banyak mbak tri lainnya yaa yang punya semangat sama

      Hapus
  5. Pernah ikut acara Tanoto Foundation, waktu ada acara di UPI di Bandung. Beasiswanya keren ya :)

    BalasHapus
  6. Mungkin spt supersemar jg x y mba... noted nih.u. tonato foundation nya.. suatu saat akn apply..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sukses ya mbak...semoga dapat beasiswa juga

      Hapus
  7. Waktu kuliah sering ada seleksi beasiswa Tanoto ini nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, jaman saya kuliah nggak ada :)

      Hapus
  8. Pernah dengar Tanoto Founation juga saat kuliah, semoga makin banyak yg dapat kesempatan meraih cita2nya lewat yayasan ini

    BalasHapus
  9. Salut dengan semangat Mbak Tri. Semoga semakin banyak orang yang seperti dia ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya semoga ya mbak..mbak Tri ini jadi inspirasi banyak orang

      Hapus
  10. Mulia sekali program Tanoto Foundation.
    Semoga makin luas jangkauannya dan makin banyak yang dapat beasiswanya.

    Majulah Indonesiaku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju...semoga jangkauannya semakin luas

      Hapus