Kenali Generasi Zaman Now Lewat Buku Digital Parenthink

S etiap orangtua pasti menginginkan bisa sukses mendidik dan membesarkan buah hati. Berharap selama tumbuh kembangnya lancar tanpa hamba...


Setiap orangtua pasti menginginkan bisa sukses mendidik dan membesarkan buah hati. Berharap selama tumbuh kembangnya lancar tanpa hambatan, tanpa pengaruh negatif, selalu bisa mengiringi dan memantau si buah hati  demi kebaikannya dan masa depannya. Namun seiring perkembangan teknologi dan informasi saat ini seringkali anak lepas dari pantauan orangtua. Pengaruh gadget dan banyaknya tayangan di layar televisi menjadikan anak kecanduan bermain gadget dan berlama-lama  di depan layar televisi. Mirisnya banyak tayangan televisi yang menayangkan acara orang dewasa yang sebenarnya nggak sesuai dengan fase tumbuh kembangnya.

Memang posisi orangtua suka dibikin bingung dengan hadirnya teknologi digital. Disatu sisi kalau anak dibiarkan terus-menerus bermain gadget bisa kecanduan, disisi lain kalau nggak dibolehkan sama sekali yang ada anak malah gaptek. Belum lagi banyaknya kasus cyber bully lewat internet.  Lieur kan mom? Kalau dengar pendapat beberapa psikolog sebenarnya anak bukan sama sekali dilarang untuk bermain gadget atau menonton televisi, tapi harus dibatasi. Baik itu dengan membatasi waktu penggunaan gadget misal cuma boleh 1 atau 2 jam dalam sehari, atau gimana cara orangtua mengalihkan keasyikan anak bermain gadget dengan permainan lain.

Digital Parenthink

Kekhawatiran seperti yang saya sebutkan di atas hanya segelintir ya, masih banyak kekhawatiran orangtua dengan hal-hal yang berpotensi negatif bagi tumbuh kembang anak. Inilah yang melatarbelakangi Mona Ratuliu menulis buku ke dua nya Digital ParenThink Mengasuh Kids Zaman Now. Buku ini diluncurkan Kamis, 16 Agustus 2018 lalu di   Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan.

Menurut Mona sebagai orangtua kadang suka kesal sendiri kalau lihat anak asyik main gadget, diajak ngomong malah cuek jadi emaknya kayak ngomong sama tembok. Anak-anak kalau udah asyik sendiri suka susah diganggu. Ini tantangan banget bagi orangtua. Makanya walau sesibuk apapun Mona berusaha untuk menulis buku edukasi bagi orangtua menghadapi anak zaman now. 

Digital Parenthink

Mona menghimbau para orangtua agar meluangkan waktu untuk anak. Kalau orangtua ingin menjadi sahabat lahir batin buat anak harus sering-sering duduk bareng anak, mengecek apa saja aktivitasnya. Mona sendiri di rumah menanamkan aturan kepada anak agar patuh dengan aturan si pemilik gadget. Nah dalam hal ini siapa pemilik gadget yang dimaksud? Tentu saja orangtua. Buat kesepakatan dengan anak mengenai aturan bermain gadget. Mona membolehkan anaknya bermain gadget asalkan kewajibannya sudah diselesaikan. Tapi sebagai orangtua kita juga memberikan contoh yang baik ya moms. kita ngelarang anak kelamaan main gadget tapi kita sendiri juga suka berlama-lama main gadget karena itu nggak fair bagi anak.


Kita harus kenali generasi anak zaman now, nggak bisa juga selalu nge judge negatif. Memang mengasuh anak nggak gampang kata Mona. Tapi ya tetap aja nggak boleh pakai kesal dan ngomel-ngomel ke anak. Dunia digital nggak selalu jelek dan negatif, jadi orangtua juga jangan anti dengan digital karena bagaimanapun anak kita harus melek digital. Efek negatif dan positif memang ada yang penting gadget digunakan dengan baik.

Mona berharap nggak ada lagi embel-embel kids zaman now itu generasi micin pokoknya jangan sampai anak kita dilabeli dengan istilah negatif. Dalam buku ini juga dipaparkan risiko positif dan negatif internet.


By the way buku Mona ini enak banget dilihat apalagi dibaca. Buku Digital ParenThink dikemas dengan berbagai gambar, infografis, dsb. Bahasa yang dipakai juga ibu-ibu banget agar mudah dipahami. Kalau para oangtua khususnya ibu-ibu baca buku ini jada nambah insight kalau sebenarnya setiap anak pada setiap generasi itu unik, semua berkembang sesuai zamannya.

keseruan launching buku Digital ParenThink
Mona nggak cuma menuliskan pengalamannya dan keluarga saja dalam menghadapi gadget di buku Digital ParenThink ini, tetapi juga dilengkapi dengan pengetahuan beberapa pakar di bidangnya masing-masing. Selain itu ada juga kisah anak-anak sukses dalam memanfaatkan gadget seperti Naura (penyanyi), Naya (pengusaha Slime), dan Rafi Ramadhan (pemusik). So, meskipun gadget ibarat mata pisau harus diambil manfaatnya ya moms.


Instagram: @parenthink





You Might Also Like

2 comments

  1. Buku Parentnk ini berguna banget buat diterapkan dan dibagikan ilmunya ke saudara2 yg punya anak zaman now juga Mba. Makin berisi bukunya sebab ada paparan narasumber ahli juga di dalamnya.

    ReplyDelete
  2. Mona ratuliu itu ya... Sudah cantik, pintar lagi mengurus keluarga. Saluuuttt

    Betul bgt, gadget kalau dimanfaatkan bisa buat anak melesat tinggi. Tp hrs dg bimbingan org tua dan pengawasan juga baik saat anak di rumah maupun saat bersama teman dan saudaranya

    ReplyDelete