Pengelolaan Air Bersih di Danau Toba

S etiap mudik ke Medan saya nggak pernah melewatkan waktu berlibur dengan piknik bareng keluarga  Danau Toba . Biasanya waktu yang dite...



Setiap mudik ke Medan saya nggak pernah melewatkan waktu berlibur dengan piknik bareng keluarga Danau Toba. Biasanya waktu yang ditempuh dari Medan ke Danau Toba lebih kurang 3 jam saja kalau nggak macet. Siapa yang nggak kenal dengan Danau Toba, salah satu destinasi favorit di Indonesia. Makanya kalau saat liburan, lebaran dan weekend perjalanan via darat menuju Danau Toba cukup padat. Ya, Danau Toba punya pesona sendiri bagi orang-orang yang berkunjung kesana. 

Danau Toba dikelilingi oleh 7 kabupaten diantaranya Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tobasa (Toba Samosir), kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo dan Kabupaten Samosir, di Provinsi Sumatera Utara. Danau yang terbentuk karena letusan gunung api sehingga membuat kawahnya lambat laun menjadi danau karena dipenuhi air. 

Melihat banyaknya kabupaten yang mengelilingi Danau Toba sudah pasti jumlah penduduk yang berdiam di sekitar Danau Toba juga banyak. Sama seperti masyarakat pada umumnya penduduk yang mayoritas bersuku Batak ini hidup berdampingan dengan rukun dan damai. Mengingat Danau Toba menjadi area wisata yang airnya banyak dijadikan untuk pengunjung bermain air, juga banyak kapal-kapal penyeberangan yang melintasi untuk menuju Pulau Samosir, juga dimanfaatkan untuk kepentingan lain, masyarakat jadi enggan untuk menjadikan air Danau Toba untuk menjadi sumber air bersih bagi kehidupan mereka. Jadi sebagian masyarakat memanfaatkan sumber air yang  lokasinya cukup jauh dan bahkan mengalami kekeringan. 

Danau Toba yang luas
Padahal sebenarnya air Danau Toba tidak tercemar, cukup sentuhan teknologi air bisa dimanfaatkan dan dikonsumsi. Jadi masyarakat nggak perlu jauh-jauh mencari sumber air bersih. Teknologi saat ini sudah canggih, melalui berbagai tahapan mampu memfilter sampai partikel terkecil sehingga air layak untuk diminum. 

Seperti kita ketahui air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang. Saya sendiri termasuk orang yang pemilih banget kalau soal minum. Sejak kecil kalau rasa air minum aneh  pasti langsung ogah diminum lagi. Jadi saya memahami kekhawatiran masyarakat di sekitar Danau Toba, karena kalau konsumsi air tercemar  bisa menimbulkan penyakit. 

Oleh karena itu mengingat masih sulitnya penduduk di beberapa daerah di sekitar Danau Toba mendapatkan akses air bersih teknologi filter air bersih pun dibuat guna mendukung Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih (KSNP-SPAM) Pemerintah. Dengan begitu masyarakat bisa memanfaatkan kembali air Danau Toba untuk diminum. Masyarakat nggak perlu khawatir teknologi filter yang digunakan sistemnya berlapis jadi kualitas baik dan aman dikonsumsi. 

Mudah-mudahan dengan adanya Ultra Filtration Water Treatment ini kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi dan semoga fasilitas ini bisa dijaga dan dikelola untuk kepentingan bersama.




You Might Also Like

1 comments

  1. Sayang sekali daripada harus mencari sumber air lebih jauh padahal disana ada Danau Toba yang airnya melimpah tetapi sepertinya dengan Teknologi filter air kesulitan warga sekitar akan teratasi.

    ReplyDelete