Pages

  • Home

travel beauty

Kartini Milenial Go Ekspor

Apa yang ada di dalam ingatan teman-teman mengenai sosok seorang Raden Ajeng Kartini? Sosok pahlawan yang memperjuangkan emansipasi wanita ini semoga tidak hanya diingat dalam bentuk perayaan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini, mengenakan kebaya plus konde saja ya. Kartini semasa hidupnya sudah memiliki pemikiran yang maju. Beliau begitu aktif mengangkat ekonomi Jepara. Bahkan kalau kita melihat film nya, Kartini saat itu sudah melakukan bisnis merajut dan dibeli oleh orang-orang Belanda. Dan ini tercatat di museum Rembang. Jadi kayak bisnis online kita masa kini.

Beberapa waktu lalu tepatnya 19 April 2022 lalu saya memperingati Hari Kartini dalam Bloggerpreneur Meet-Up Series 2022 “Kartini Milenial Go Ekspor” yang diadakan di BNI Xpora Smesco Indonesia dan disiarkan secara langsung melalui Youtube Rumah BUMN BNI. Kartini Milenial Go Ekspor adalah semangat bersama dari BNI Xpora, Rumah BUMN BNI dan Ayo Naik Kelas untuk mengingat kembali bagaimana semangat juang RA Kartini untuk UMKM Lokal hingga tembus pasar Eropa. Para Kartini Milenial pejuang UMKM sekarang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengembangkan bisnisnya bersama BNI Xpora. Bisa dibilang acara ini sebagai bentuk bangga dengan buatan Indonesia.


Permainan biola oleh Raiguna Sonjaya

Dalam acara ini turut menghadirkan 2 sosok Kartini inspiratif pejuang UMKM lokal di masing-masing bidang. Kedua wanita tersebut adalah Aling Nur Naluri Founder Salam Rancage yang mengembangkan wirausaha sosial dengan pemberdayaan ibu rumah tangga hingga produk-produknya tersebut diekspor ke Eropa dan Amerika. Kemudian sosok Windi Indarto yang mendirikan Saung Batik WDrupadi dengan misi mulia menjadikan kebaya menjadi pakaian casual bagi generasi muda agar lebih mencintai budaya bangsa sendiri.


Acara sore itu dibuka dengan lagu Ibu Kita Kartini yang diiringi dengan permainan biola dari Raiguna Sonjaya, sosok anak muda yang aktif mengenalkan fashion wastra lokal yang berasal dari Bandung. Selanjutnya menampilkan fashion show karya UMKM Wanita Rumah BUMN BNI, sekaligus memperkenalkan kebaya kutu baru yang sporty dan casual kepada generasi muda Indonesia agar bangga dan mencintai budaya Indonesia.


Fashion Show UMKM Wanita Rumah BUMN BNI

Salam Rancage, Mengolah Daur Ulang Sampah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Kita pasti sering mendengar dan melihat banyak pelaku UMKM yang mengolah daur ulang sampah menjadi produk-produk bernilai guna. Bahkan ada yang produk-produknya sampai di ekspor ke mancanegara, seperti produk-produk dari Salam Rancage yang dibuat dari kertas daur ulang dan bambu.


Rancage artinya kreatif atau terampil. Berawal dari keresahan mbak Aling Nur Naluri dengan banyaknya limbah sampah kertas yang didominasi kertas koran di Bogor tepatnya di daerah Gang Abdul Kodir, terlahir ide untuk menyulap kertas menjadi barang bernilai ekonomi. Selain itu atas jasanya mbak Aling juga mengangkat kartini-kartini masa kini menjadi lebih terampil. Menurut mbak Aling perempuan di daerah kadang kurang mendapat apresiasi. Dan mereka tinggal di lingkungan yang kualitasnya nggak baik. Mereka tinggal di pinggiran sungai. Akhirnya muncul ide untuk mengajak para perempuan ini untuk membuat kerajinan yang bernilai ekonomi dan dijual ke luar. 


Aling Nur Naluri, Founder Salam Rancage

Mimpi adalah awal perubahan dimulai. Para perempuan ini jadi lebih kreatif dan percaya diri. Bekal yang dimiliki saat ini menjadi bekal mereka untuk berinovasi. Perubahan nilai-nilai pada perempuan-perempuan ini berkembang untuk lingkungan sendiri. Jadi di Salam Rancage bukan sekadar menganyam kertas koran tapi menganyam hidup mereka menjadi lebih baik lagi. Anyaman-anyaman ini adalah anyaman penuh harapan atau crafting hope. Bagi mbak Alin peduli pada lingkungan tidak pernah cukup selama kita tidak berkontribusi.


Sekarang masyarakat di Gang Abdul Kodir semakin inovatif. Mereka menciptakan Pasar Dongko (Dagangan Orang Gang Kodir). Selama 3 tahun Pasar Dongko berjalan sama sekali nggak ada menyisakan sampah, karena mereka komitmen tidak menggunakan kemasan plastik. Oh ya, Pasar Dongko dibuka sebulan sekali karena masyarakat Gang Kodir panennya sebulan sekali. Hasil panen ini lah yang diolah menjadi aneka makanan.


Salah satu hasil daur ulang sampah koran oleh Salam Rancage  menjadi keranjang bernilai ekonomi

Batik WDrupadi yang Klasik, Anggun dan Sporty

Pernah beranggapan pakai kebaya terkesan tua, jadul, dan kolot? Itu dulu. Sekarang seorang Windi Indarto mampu mengubah mindset generasi masa kini bahwa memakai kebaya bisa semakin anggun bahkan sporty. Memang untuk keluar dari pemikiran dan cara pandang kolot harus dengan contoh nyata. 


Windi Indarto ingin mengenalkan kepada generasi muda bahwa kebaya juga bisa digunakan sehari-hari seperti zaman dahulu. Untuk itulah mbak Windi menyulap kebaya menjadi lebih kekinian dan sporty. Misalnya kutu baru motif bunga dipadupadankan dengan rok batik selutut dan diikat, kemudian pakai sneakers. Sporty identik dengan sportivitas, kerja keras, semangat berjuang. Meski sporty kesannya tetap terlihat modis. 


Windi Indarto, Founder Saung Batik WDrupadi

Lewat WDrupadi mbak Windi berharap agar kartini masa kini bangga memakai kebaya sebagai busana khas Indonesia. Dan akan lebih membanggakan lagi kalau kebaya dan batik ini dipakai oleh perempuan-perempuan Indonesia yang tinggal di luar negeri sebagai bukti mereka bangga dengan busana khas Indonesia dan menjadi identitas bangsa.


Saya sangat senang dan berterimakasih sekali kepada Ayo Naik Kelas yang sudah berkolaborasi dengan BNI Xpora dan Rumah BUMN BNI mengadakan kegiatan Bloggerpreneur ini. Jujur saya banyak mendapat ilmu dan inspirasi dari rangkaian acara ini.








Share
Tweet
Pin
Share
22 Comments

Muzakki Istimewa Award
Muzakki Istimewa Award

Siapa disini yang suka kepoin sosial media? Saya sehari-hari bisa dibilang 8 sampai 10 jam aktif di sosial media. Selain karena update konten di sosial media juga karena kebutuhan beberapa pekerjaan yang harus posting tepat waktu. Setelah tugas postingan selesai biasanya saya suka scroll feed orang-orang yang saya follow. Senang banget kalau lihat postingan orang lain yang mendapatkan penghargaan atau reward atas prestasinya. Tak jarang orang lain yang dapat reward, kita yang melihat otomatis termotivasi agar suatu saat bisa mendapatkan penghargaan juga. Setuju kan? Teman-teman pasti pernah merasakan hal yang sama, pengen bisa sukses seperti oang-orang sukses lainnya.


Apa Itu Reward?

Sering mendengar istilah reward atau penghargaan? Penghargaan bisa diartikan sebagai pengakuan atas prestasi seseorang atau kelompok baik di perusahaan maupun dalam suatu acara tertentu. Bentuk penghargaan sendiri banyak ragamnya, bisa berupa uang, piagam penghargaan, kado, sertifikat, naik jabatan, dll. 

Sejak kecil saya senang sekali kalau pekerjaan yang saya lakukan mendapatkan apresiasi. Baik itu dapat nilai bagus di sekolah, maupun dapat reward dari orangtua karena ranking di kelas atau madrasah, bahkan setiap tahun kalau puasa Ramadan nya nggak bolong kami anak-anak selalu diberi hadiah. Tapi biasanya Ayah sudah meminta kepada anak-anaknya bukan berarti niat puasanya karena pengen dapat hadiah tapi karena kewajiban ibadah. Bisa dibilang hadiah yang diberikan hanya untuk membuat anak-anak bahagia di momen lebaran.

Beranjak remaja dan dewasa Alhamdulillah yang namanya reward masih sering didapatkan hingga sekarang. Pekerjaan sebagai content creator juga ada rewardnya. Konten baik berupa tulisan dan postingan di sosial media yang dianggap baik oleh suatu brand juga diberikan reward.


Mengapa Reward Diperlukan? 

Bagi saya dengan adanya apresiasi atau reward semakin memotivasi saya menjadi lebih baik lagi. Menjadi murid yang lebih baik lagi belajarnya, menjadi anak yang lebih menyenangkan hati orangtua, semakin beradaptasi dengan pekerjaan yang kita lakoni pastinya. Ya, saya semakin semangat belajar terus dan nggak mau ketinggalan. Begitu juga dengan para karyawan, pejabat, atau siapapun dengan profesi apapun pastinya bangga jika diberikan reward dan akan menjadi pemicu bagi mereka untuk menjadi lebih baik lagi.

Apresiasi atau reward nggak hanya antara orangtua ke anak, guru atau sekolah ke murid, atau perusahaan kepada karyawan saja. Tapi bisa juga dari suatu lembaga kepada perusahaan. Jadi bisa disimpulkan bahwa penghargaan bisa diberikan kepada siapapun dan kapanpun. 


Penghargaan Muzakki Istimewa Award 2022 

Muzakki Istimewa Award. Jujur saya baru banget tau kalau ada award ini. Ternyata ini adalah tema yang diselenggarakan oleh BAZNAS atau Badan Amil Zakat Nasional tepatnya BAZNAS Award. Penghargaan ini dilaksanakan 7 April 2022, dimana penerimanya adalah JNE sebagai perusahaan terkolaborasi pada tahun 2021.

Apa ya kira-kira parameter untuk bisa dapat Muzakki Istimewa Award? Jadi ini merupakan penghargaan atas kerja keras dan kolaborasi CSR yang dilakukan JNE selama ini. Penghargaan ini diserahkan secara simbolis oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto. 

Muzakki Istimewa Award
Pemberian penghargaan Muzakki Istimewa Award 2022 diberikan secara simbolis dari Gubernur DKI Jakarta kepada Direktur JNE


Selama ini BAZNAS mengadakan berbagai program CSR hasil kolaborasi dengan berbagai institusi, dan manfaatnya sudah diterima oleh masyarakat di berbagai titik di DKI Jakarta. Nah, JNE menjadi salah satu perusahaan yang berpartisipasi dan aktif dalam berbagai program BAZNAS. Ini dilakukan JNE karena selalu ingin mewujudkan semangat tagline "Connecting Happiness" agar dapat terus berbagi kebahagiaan kepada seluruh masyarakat Indonesia. 

Bapak M. Feriadi Soeprapto sangat berterimakasih kepada BAZNAS DKI Jakarta atas anugerah Muzakki Istimewa Award 2022. Tentu saja penghargaan ini menjadi pemicu semangat JNE untuk terus berbagi, memberi, dan menyantuni di seluruh Indonesia sesuai dengan prinsip yang ditanamkan oleh pendiri JNE, Alm. H. Soeprapto sejak 31 tahun lalu. 

Setuju banget dengan pernyataan Bapak Feriadi. Saya salut dengan upaya JNE selama ini untuk berbagi kebahagiaan dan memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Indonesia. Semoga JNE menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu. 






Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

ZenCore
Pekan Olahraga Otak di ZenCore

“ Iya, kerjanya asyik main game aja! Handphone dibuat belajar daring cuma beberapa menit. Selebihnya ya main game. Duh.. gimana ini ya? Nggak mungkin gini- gini terus. Bisa-bisa ketinggalan pelajaran dan nggak tau apa-apa.” Begitulah kira-kira rentetan kesewotan adik saya yang sedang curhat tentang anaknya saat kami sedang video call-an.

Percakapan ini terjadi beberapa bulan lalu saat anak-anak belum sekolah tatap muka alias masih belajar online. Dan adik saya ini curhat soal pendidikan anaknya nggak hanya sekali dua kali loh, tapi beberapa kali. Tampaknya ia sangat khawatir dengan pendidikan anaknya.

Ya, ponakan saya saat ini sudah duduk di bangku kelas 3 SD. Ketika pandemi merebak ke Indonesia tepatnya awal 2020, ia baru menapaki dunia Sekolah Dasar selama 6 bulan. Seharusnya di masa-masa itu ia mendapatkan pendidikan basic ya. Namun sayangnya setelah 6 bulan itu, anak sekolah diliburkan dengan jangka waktu yang sangat panjang dan hanya belajar online dari rumah. Akhirnya di Januari 2022 anak- anak kembali belajar dengan tatap muka di sekolah mereka. Bayangkan dari yang kelas 1 SD tiba-tiba udah kelas 3 SD saja.

Belajar online dari rumah dirasa kurang efektif apalagi dengan kesibukan orang tua masing-masing. Seperti cerita adik saya tadi. Ia nggak bisa fokus dan intens dampingi ponakan saya belajar daring karena pada masa itu ia baru melahirkan dan harus mengurus bayinya. Sementara anak usia segitu perlu pendampingan belajar ya. Alhasil ponakan saya menjadi ketinggalan pelajaran dan kesulitan mengikuti apalagi memahami materi pelajarannya. Mungkin ini hanya contoh salah satu alasan yang mungkin juga banyak dialami para orang tua lainnya.

Saya pun menjadi resah liat ponakan  saya yang ketagihan main gadget terus. Jujur, minat belajarnya minim banget, kurang pemanasan otak sehingga daya pikirnya pun lambat. Wajar aja deh mamanya khawatir. Lantas gimana solusinya? Apakah harus ganti cara belajar untuk menarik minat belajarnya? Ponakan saya ini harus segera dibantu karena dia juga sebenarnya adalah korban keadaan.


Belajar Kapan Saja dan Dimana Saja Dengan Zenius

Ganti Cari Belajar
Aplikasi Zenius

Bukannya tak ada usaha yang dilakukan adik saya sebagai orang tua atas kekhawatirannya. Ponakan saya tersebut pernah diikutkan les private, manggil guru les ke rumah. Namun kurang efektif juga karena kadang-kadang terbentur waktu, cuaca dan jarak yang membuatnya sering bolos les.

Saya juga nggak tinggal diam dengan mencari informasi mengenai bimbingan belajar yang cocok buat ponakan. Sampai akhirnya saya membaca ulasan mengenai Zenius dan merekomendasikan ganti cara belajar ponakan dengan Zenius. 

Apa itu Zenius? Zenius merupakan aplikasi bimbingan belajar berbasis online terbaik dengan fitur live interaktif pertama di Indonesia. Zenius hadir sejak tahun 2007 dan hingga saat ini sudah banyak penggunanya. Zenius nggak hanya diperuntukkan untuk pelajar, tapi juga untuk para pengajar dan juga masyarakat umum kayak saya. Artinya, Zenius hadir untuk semua kalangan. Cocok banget buat persiapan masuk Universitas, sekolah kedinasan, tes CPNS, rekrutmen pekerjaan, dan lain sebagainya. Untuk sekedar mengupgrade diri juga bisa. Kayak saya nih yang suka melihat video pembelajaran dari Zenius. Hitung-hitung untuk pemanasan otak.


Mengapa Zenius?

Zenius pada fitur ZenCore memberikan adaptive learning yang disesuaikan dengan kemampuan. Jadi dari mana pun mulai belajar, nantinya tetap bisa ngerti materi secara maksimal sampai ke akar. Pembelajaran di ZenCore menekankan ke fundamental skills seperti Matematika, Verbal & Logika, dan Bahasa Inggris. Selain itu konsep pembelajaran juga asyik karena:

Santai banget. Para pengajar Zenius (tutor), menyampaikan materi dengan bahasa sehari-hari, nggak kaku dan layaknya ngomong ke teman sendiri.

Bikin Cerdas Beneran. Para tutor mengajak untuk memecahkan persoalan atau mencari jawaban dengan menyelami rangkaian cerita dengan masuk akal.

Bikin Nagih. Eits, bukan makanan aja ya yang bikin nagih. Belajar juga bisa bikin nagih. Dengan penelusuran hal baru sambil pemanasan otak dengan memecahkan teka-teki ilmu tiap hari, lama-lama bikin penasaran dan jadi ketagihan belajar.

Happy banget saya tuh bisa menemukan aplikasi Zenius ini, berguna banget buat ponakan dan saya juga sih. Jadi nggak ada drama ketinggalan pelajaran lagi.


Serunya Senam Otak dengan ZenCore

Mau jadi jagoan adu otak? Cobain deh ZenCore. Dijamin bikin senam otak! Jadi ZenCore itu merupakan platform untuk melatih ketrampilan dasar di 3 bidang yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. ZenCore gratis untuk semua orang dan bisa diakses dari aplikasi Zenius ya. 

Menurut saya ZenCore bagus banget dan harus dicobain oleh semua orang karena berguna untuk mengasah otak apalagi kalau rutin digunakan. Sistemnya bermain sambil belajar. Nantinya akan muncul pertanyaan-pertanyaan di ZenCore, jawab pertanyaannya dan langsung muncul deh score nya. Dari situ akan tampak level kemampuan kita. Makanya perlu digunakan setiap hari biar main tajam tuh otak, hehe!

Pemanasan Otak
Yuk, coba ZenCore sekarang! Di usia saya memainkan ZenCore lumayan mengasah kemampuan kognitif nih

Ada dua fitur yang ditawarkan Zenius dalam ZenCore, yaitu :

1. CorePractice

Mencakup soal-soal Matematika, Logika Verbal dan Bahasa Inggris. CorePractice bertujuan untuk mengasah skill. 

Kategori Matematika. Mengikuti tes matematika beneran ingat ke masa ujian SMP dimana saya harus bisa cepat menyelesaikan hitungan dalam waktu yang sudah ditentukan. Matematika SMP merupakan mata pelajaran favorit. Makanya seru banget bisa menyelesaikan soal Matematika di ZenCore dari waktu 120 detik bisa selesai dalam waktu 50 detik.

Kategori Verbal Logic. Nah, ini harus benar-benar pakai logika nih. Jadi soal-soal yang diberikan adalah soal-soal Bahasa Indonesia. Kalau logikanya terbalik bisa salah menjawab soal tapi kalau sering dilatih akan terbiasa apalagi ini verbal logic dalam keseharian.

Kategori Bahasa Inggris. Mengerjakan soal-soal Bahasa Inggris hampir kekurangan waktu dimana disini akan ketahuan kita menguasai rumus-rumus past tense atau sudah lupa.

2. CoreInsight

Mencakup soal-soal yang berkaitan dengan sejarah, sains, filsafat, antropologi, dll. CoreInsight berguna untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan.


Pekan Olahraga Otak Pintarnya Dapat, Hadiahnya Juga Dapat

Pernah dengar Pekan Olahraga Nasional (PON) ? Nah, kalau di Zenius ada Pekan Olahraga Otak kolaborasi dengan Fiesta Primagama. Jadi Pekan Olahraga Otak ini adalah salah satu event Zenius dalam rangka merayakan ulang tahun Primagama yang ke 40 tahun. Primagama resmi bergabung dengan Zenius sejak Maret lalu.

Jagoan Adu Otak
Pekan Olahraga Otak di ZenCore beneran nambah ilmu
Pekan Olahraga Otak melibatkan fitur ZenCore pada aplikasi Zenius. Periode lomba untuk Pekan Olahraga Otak x Fiesta Primagama mulai 28 Maret sampai 24 April 2022. Namun, nantinya akan mengadakan Pekan Olahraga Otak secara rutin, setiap 2 minggu sekali. Pemenang akan ditentukan berdasarkan skor total masing-masing kategori subjek. Nantinya para pemenang akan diumumkan melalui instagram @zeniuseducation dan @primagama_id pada minggu selanjutnya. Jadi pastikan ikuti instagram keduanya ya.

Hadiah yang ditawarkan cukup menarik seperti Ipad 9, Samsung Smart Watch 4, Xiaomi Haylou Solar LS05, JBL T450 dan hadiah hiburan untuk 5 orang yang beruntung. Yuk dowload Aplikasi ZenCore untuk iOS dan Aplikasi ZenCore untuk Android, segera ikutan Pekan Olahraga Otak X Fiesta Primagama dan jadi jagoan adu otak. Pintarnya dapat, hadiahnya juga dapat jika beruntung. Selamat mencoba yaa!





Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Pinjaman Produktif
Yuk kita #PintarBersama


Melesunya perekenomian efek dari pandemi tampaknya tak main-main.Banyak karyawan yang dirumahkan. Mereka yang biasa terima gaji mulai kebingungan saat tak lagi menerima uang gajian sebagai penghasilan. Pekerja perusahaan saja merasa berat menghadapi kenyataan, apalagi masyarakat menengah ke bawah yang tak bekerja ya? Ya, inilah hidup! Siapa yang berjuang, maka dialah yang mampu bertahan. We are survivor .

Di masa sekarang, mengharapkan gaji saja rasanya tak cukup. Bukannya tak bersyukur, namun inilah realita kehidupan. Hidup bukan sekedar mengenyangkan perut, tapi ada anak yang perlu sekolah, bayi yang perlu susu, kendaraan yang perlu bahan bakar minyak, listrik yang harus dibayar dan lain sebagainya. Membangun usaha merupakan solusi sebagai usaha sampingan. Jika jalan keberuntungan terbuka, tak menutup kemungkinan usaha sampingan bisa menjadi usaha utama.

Ngomongin soal membangun sebuah bisnis atau usaha sampingan, sudah pasti diperlukan modal. Nah, ini nih yang jadi problemnya. Di saat situasi sulit, nggak gampang untuk mendapatkan uang sebagai modal dalam waktu yang singkat. Kalau dipikir-pikir emang iya sih. Sekarang sulit cari uang pinjaman apalagi pinjaman ke teman atau keluarga. Dari pada bingung, mending Kredit Pintar aja. Pinjaman aman yang membuat hati nyaman.


Apa Itu Kredit Pintar? 

Pinjaman Produktif
Aplikasi Kredit Pintar bisa diunduh di Google Play

Sejak 17 November 2021, OJK telah merilis 104 penyelenggara fintech peer-to-peer lending yang telah terdafta dan diawasi OJK. Kredit Pintar adalah salah satunya. Kredit Pintar adalah bagian dari Atome Financial, perusahaan fintech terkemuka dengan pengalaman luas di bidang keuangan konsumen digital dan mempromosikan inklusivitas keuangan melalui teknologi artificial intelligence.

Kredit Pintar merupakan salah satu platform penyedia layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi terkemuka di Indonesia yang sudah terdaftar, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kredit Pintar menawarkan pinjaman produktif yang prosesnya cepat dan persyaratannya mudah sehingga cocok untuk kebutuhan dana yang mendesak. Persyaratannya cukup sediakan KTP elektronik, dan uang pinjaman bisa cair dalam waktu 10 menit.

Pinjaman yang ditawarkan Kredit Pintar limitnya mulai dari Rp 600 ribu sampai Rp 20 juta dengan lama pinjaman (tenor) yang bervariasi , mulai 30 hari sampai dengan 360 hari. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar ya.


Pintar Mengelola Modal Agar Tidak Modar 

Setelah modal didapat, mulailah membangun usaha dari nol. Namun, perlu diingat bahwa dalam prosesnya, usaha tak selalu mulus. Ada saja rintangan yang akan ditemui. Bisa saja usaha collapse. Waduh ! kira- kira apa aja sih yang bisa membuat usaha gagal ? Berikut penyebab usaha gagal:

  1. Salah menentukan prioritas
  2. Salah menentukan kebutuhan
  3. Pola pikir yang keliru
  4. Perencanaan bisnis yang tidak matang
  5. Tidak bisa membangun jaringan


Pinjaman Produktif
Puji Sukaryadi, Brand Supervisor Kredit Pintar

Nah, pasti nggak mau kan kalau usahanya sampai gagal? Pada Kamis tanggal 7 April 2022 lalu, Kredit Pintar menyelenggarakan seminar offline #KelasPintar dengan menghadirkan pembicara tamu dan peserta termasuk para blogger. Seminar ini mengusung tema “ Pengelolaan Modal Pintar Bersama Kredit Pintar - #PintarBersama Pilih Pinjaman Agar Hati Tetap Nyaman “ 

Dalam seminar, Puji Sukaryadi, selaku Brand Supervisor Kredit Pintar memaparkan bahwa mengapa kita perlu modal produktif ? Menurutnya modal produktif bisa untuk berwirausaha, usaha sampingan yang bisa dibangun dengan alasan ; memiliki ide bagus dan kemampuan yang unik, peluang pasar yang luas, perlunya uang tambahan, persiapan dana pensiun dan untuk aktualisasi diri. Alasan –alasan tersebut bisa dijadikan motivasi agar modal yang didapat bisa dikelola secara produktif dan tidak dihabiskan untuk hal-hal yang konsumtif.

Pinjaman Produktif
Beberapa poin penting yang menjadi pertimbangan kenapa perlu usaha sampingan
Meminjam uang secara online itu memang praktis. Namun jangan sampai terlena karena banyak banget kasus orang terlilit hutang disebabkan tak bisa kelola uang pinjaman dengan baik dan ada pula yang terjebak dalam pinjaman yang ternyata ilegal. Padahal menurut Puji, apabila uang pinjaman dapat dikelola dengan bijak maka sebenarnya bisa dijadikan solusi untuk memenuhi kebutuhan serta menjaga kestabilan keuangan.

Berkaca dari hal tersebut, Gandan Wicitra Wiranegara, senior Business Development Manager Kredit Pintar menegaskan bahwa dalam berbisnis kita memerlukan ide, skill, dan effort. Ide dalam membangun bisnis sebaiknya munculkan ide yang menarik dimana belum banyak orang menjalankan bisnis yang sama. Kemudian keluarkan skill yang kita miliki atau jika perlu tingkatkan skill dengan cara apapun, bisa dengan mengikuti pelatihan dan sejenisnya. Dan yang terakhir setelah ide dan skill, harus ada effort. Karena sejatinya bisnis nggak akan berjalan kalau nggak ada effort atau kemauan.

Setelah ide, skill, dan effort dalam berbisnis tentu saja kita memerlukan modal. Nah, untuk urusan modal sama seperti yang dipaparkan oleh mas Puji bahwa modal yang diperlukan disini adalah modal produktif bukan sekadar modal berupa pinjaman tapi kita nggak punya rencana untuk mengelolanya. Jangan sampai terjerumus kedalam pinjaman yang tidak produktif yang ada kita jadi modar saat tagihan bulanan datang.

Pinjaman Produktif
Gandan Wicitra Wiranegara, Senior Business Development Manager Kredit Pintar

Ngomongin modal, banyak jalan untuk meminjam modal usaha. Tapii harus digarisbawahi yang namanya meminjam harus dikembalikan. Bukan meminjam trus merasa dinafkahi. Sering terjadi seperti ini ya, orang-orang meminjam tanpa mengukur penghasilan. Untuk itu mas Gandan membagikan tipsnya:

  • Pahami Pinjaman Online akan menagihkan pelunasan, jadi lakukan perhitungan dengan baik, sesuaikan kondisi keuangan sebelum menentukan nominal pinjaman.
  • Baca kontrak perjanjian ketika pinjaman disetujui dan komitmen untuk melunasi tepat waktu.
  • Pilih layanan pinjaman online yang legal, yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa meskipun fintech lending yang sudah diawasi OJK itu aman, balik lagi ke diri sendiri untuk bijak mengelola pinjaman. Ukur kebutuhan dan kemampuan agar tak sampai menjerat.




Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Internet Menyatukan Indonesia
Internet Menyatukan Indonesia

Guys, masih ingat nggak saat kita ada di masa lockdown? Pasti pada setuju ya kalau masa-masa itu sangat nggak nyaman banget. Flashback ke situasi kemarin, kita betul-betul terpaksa harus beraktivitas dari rumah aja. Apa boleh buat, peraturan harus diikuti demi keamanan bersama. Keputusan ini terpaksa diambil oleh pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid-19. 

Kehidupan terasa berat di awal-awal pandemi. Banyak perubahan yang terjadi termasuk perputaran roda ekonomi yang sempat mati suri. Nggak hanya di bidang ekonomi, dunia pendidikan dan lainnya juga terdampak. Bagaimana tidak, interaksi antar sesama manusia yang sangat berpengaruh dalam aktivitas kehidupan terpaksa dibatasi karena dianggap membahayakan di saat masa pandemi. Lantas apa yang menyatukan kita dalam kondisi seperti ini? Yess.. jawabannya internet. Internet membuat kita bisa berinteraksi satu sama lainnya meski berjauhan. Internet menyatukan Indonesia, setuju ya?



Perkembangan Internet Zaman Now 

Nggak kebayang rasanya saat menjalani masa krisis pandemi lalu tanpa ada internet. Bersyukur dunia internet dan digitalisasi saat ini begitu pesat perkembangannya. Sehingga kita bisa menjalani masa pandemi dengan tidak kehilangan harapan setelah terpuruk di awal. Akses internet menolong kita saat pandemi agar bisa terhubung satu dengan lainnya. Internet menyatukan Indonesia agar bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi.


Go digital mulai hadir guna memudahkan aktivitas manusia. Dengan begitu kebutuhan internet pun semakin meningkat . Digitalisasi dan internet dipastikan menjadi “ bestie ” yang kehadirannya saling support. 


Menikmati Siaran TV Digital Dengan Layanan Internet IndiHome 

Teknologi digital mulai dirasakan manfaatnya di dalam kehidupan kita. Kelebihan penggunaan teknologi digital yaitu jangkauannya lebih luas, gampang dan praktis. Pokoknya manusia sekarang sangat dimanja dengan adanya teknologi digital dan internet ini.


Dulu penggunaan internet penggunaannya tidak seperti sekarang. Jika dulu internet dipakai lebih ke urusan pekerjaan, maka zaman now penggunaan internet juga berguna untuk urusan online seperti belanja, belajar dan teknologi digital lainnya seperti penggunaan Scan Barcode (QRIS) ataupun penggunaan TV Digital.


IndiHome
Perkembangan Internet Zaman Now

Ngomongin soal TV digital, sejak akhir 2020 pemerintah gencar mengajak masyarakat untuk memindahkan siaran mereka ke siaran TV digital. Ini artinya lagi-lagi dibutuhkan internet stabil dan sinyal yang kencang agar bisa menonton dengan nyaman. Nah, IndiHome hadir memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan hal ini. 



Mengapa perlu berlangganan IndiHome?  

IndiHome menyatukan Indonesia karena tersedia hingga pelosok negeri. Akses internetnya cepat, lebih stabil dan tahan terhadap cuaca. Pilihan layanan kecepatan internetnya juga beragam, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. 


Pakai IndiHome internetan, main games dan nonton TV Digital dari rumah menjadi nyaman dan praktis . Selain itu juga banyak promo-promo yang diberikan sebagai kontribusi IndiHome bagi teknologi digital. 


Promo-promo dari IndiHome seperti : 

  • Promo paket IndiHome
  • Paket khusus Pelajar, Pengajar, dan Jurnalis
  • Promo Ramadan IndiHome, dan
  • Paket Bebas Tanpa Batas


Silahkan perhatikan dahulu syarat dan ketentuannya. Kemudian tinggal pilih promonya sesuai budget dan kebutuhan ya guys.  


Di rumah, saya sudah menggunakan TV Digital.  Dengan sinyal internet yang baik dari IndiHome, siaran TV lebih jernih dan juga keluarga bisa internetan dengan nyaman. Oh iya, download aplikasi myIndiHome agar bisa bertransaksi beragam layanan IndiHome seperti panduan registrasi, pengaduan layanan, cek tagihan, info & bonus pemakaian, info poin, dan lain sebagainya. Semuanya bisa dilakukan semudah dalam genggaman.


Saya sudah berlangganan. Bagaimana dengan kalian guys? Kebayangkan ya bagaimana hidup tanpa internet? Pastinya internet menyatukan Indonesia.











Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments

Sambal Roa
Sambal Roa, Ragam Sambal Indonesia

Makan tanpa sambal nggak akan nikmat bagi saya penyuka pedas. Ya, lidah saya tuh biasa memakan makanan dengan banyak cita rasa terutama rempah. Ayah berdarah Aceh dan Ibu berdarah Melayu-Padang sudah kebayang bagaimana lauk-pauk yang sehari-hari saya nikmati. Di rumah wajib ada sambal. Begitulah kebiasaan makan keluarga saya.

Apa saja sambal favorit keluarga saya?Banyak! Ibu saya suka berkreasi aneka sambal tergantung lauknya. Misalnya kalau lauk yang dimasak ikan goreng atau ikan asin maka yang cocok jadi temannya sambal terasi. Kemudian kalau lauknya ikan laut yang ukurannya besar dan digoreng atau diasap biasa yang cocok jadi temannya adalah sambal picit atau sambal nelayan. 

Sambal picit ini kesukaan saya. Sambal dibuat dari campuran bahan cabai hijau dan cabai merah yang dipotong bulat-bulat, tomat, belacan atau terasi, bawang merah diiris kasar, kemudian semua bahan di tekan-tekan pakai sendok dan diberi perasan air jeruk nipis. Aslii kalau ibu saya lagi buat sambal picit ini bakal nambah-nambah makannya apalagi pakai nasi panas. Hihi! Semoga saat kalian baca ini nggak lagi pada puasa ya. 

Ngomongin sambal, saya yakin teman-teman juga punya sambal khas di daerah masing-masing. Ada sambal matah, sambal bawang, sambal bajak, sambal dabu-dabu, dan masih banyak lagi.Namanya unik-unik, dan yang tak kalah unik adalah Sambal Roa. Ya, saya benar-benar baru tau kalau ada yang namanya Sambal Roa. 

Bincang-bincang Sambal Roa bareng Omar Niode Foundation

Apa itu Sambal Roa? Dari mana asalnya? Terbuat dari apa? Akhirnya kekepoan saya terjawab sudah setelah saya menonton Instagram Live di akun @omarniode 1 April 2022 lalu, talkshow yang dipandu Amanda Katili, Ketua Omar Niode Foundation ini menampilkan nara sumber Lidia Tanod dari Komunitas Jalansutra, yang merupakan penulis Seri Buku 100 Mak Nyus; Muthya Farida pemilik UMKM kuliner Dapur Dango; dan Titin Wala, pemilik UMKM Sambal RoaRia.

Sambal Roa
Instagram Live @omarniode 1 April 2022

Sambal Roa adalah sambal dengan bahan dasar ikan roa asap. Ikan roa yang juga dikenal sebagai julung-julung dengan nama latin Hemirhamphus sp ini banyak ditemui di perairan laut Utara Pulau Sulawesi sampai dengan Kepulauan Maluku. 

Sambal Roa ini adalah varian sambal dari Sulawesi Utara tapi digemari di berbagai daerah di Indonesia karena rasa gurih yang khas dengan aroma asap, dan tingkat pedas yang sangat menambah nafsu makan. Saya awal mencoba Sambal Roa sempat merasa keanehan karena rasa yang pertama sekali ditangkap lidah itu justru ikan roa asapnya baru kemudian pedas sambalnya. Jujurly baru kali ini makan sambal yang unik, dan lama-lama bikin nafsu makan bertambah, haha! 

Ternyata di daerah lain juga banyak jenis sambal yang juga sama-sama menggunakan bahan dasar ikan roa tapi nama sambalnya berbeda. Misal di Manado di sebut Sambal Roa, sedangkan di Gorontalo namanya Sambal Sagela, dan di Maluku istilahya adalah Sambal Galafea. 

Sambal Roa Nggak Hanya Teman Makan Nasi Saja 

Sambal Roa nggak cuma jadi teman makan nasi saja. Banyak cara lain menikmati Sambal Roa karena keunikan rasanya. Sambal Roa bisa jadi pelengkap makanan favorit kita lainnya. Misal dimakan dengan bubur, kalau di Manado disana orang-orang makan bubur Manado pakai Sambal Roa, selain itu bisa dimakan sebagai cocolan pisang goreng, uni goreng, kentang goreng, dll. Yang lebih nikmat lagi Sambal Roa dipakai untuk campuran pasta.

“Variasi Sambal Roa bisa beragam tergantung selera pembuatnya, ada yang menambahkan bawang putih dan bahkan terasi. Ikan roa segar yang diasap dengan kayu bakar dan yang diasap dengan mesin pengasap tentu akan berbeda rasanya,” tutur Lidia Tanod.

Menurut Ibu Ida nama kecil dari Ibu Muthya Farida, salah satu menu di Dapur Dango miliknya adalah Sambal Roa dimana di Gorontalo dikenal dengan sambal sagela dan menjadi menu favorit disana.  Ibu Ida juga membagi tips yang diturunkan dari mamanya bagaimana membuat sambal sagela yang enak. Jadi yang paling penting tuh ikan roa nya dipilih yang bagus dan segar kemudian dikuliti dan ditumbuk, setelah itu dicampur dengan bawang merah, cabai keriting, dan garam. Agar sambal roa awet proses memasaknya juga harus benar-benar matang sempurna. 

Sambal RoaRia

Sambal RoaRia milik Ibu Titin meski belum di ekspor tapi sudah di tenteng orang luar ke negaranya. Bangga tentunya kalau suatu saat Sambal Roa ini bisa mendunia. Karena memang Sambal Roa ini gurih dan umaminya itu dari si ikan roa itu sendiri. 

Awalnya Ibu Titin hanya membuat Sambal Roa ini untuk suami dan anak-anak saja. Tapi karena enak sang suami membawa Sambal Roa ke kantor dan banyak yang suka. Sampai akhirnya muncullah gagasan untuk menjual produk Sambal RoaRia. Kenapa namanya Sambal RoaRia bukan Sambal Roa Ibu Titin? Ternyata menurut Ibu Titin nama Sambal RoaRia dibuat karena menurutnya setiap makan dengan Sambal Roa hati jadi ceria, jadilah Sambal RoaRia. 

Baru sehari puasa sambal RoaRia nya sudah sisa segini, hehe!

Lestarikan Aneka Sambal Nusantara 

Beragamnya olahan sambal dengan cita rasa yang khas di Indonesia mendorong para pegiat kuliner mencanangkan 24 November sebagai “Hari Sambal Nusantara.” Tujuannya adalah melestarikan aneka sambal Nusantara sebagai budaya kuliner Indonesia, memperkenalkan ragam sambal Nusantara pada masyarakat Indonesia mau pun dunia internasional.

Prof Mudjiati Garjito dan Tim Peneliti dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM mengungkap, pihaknya berhasil mengidentifikasi, setidaknya ada 257 macam sambal di seluruh wilayah Indonesia yang digunakan untuk hidangan masakan, kemudian dikelompokkan lagi sambal mentah 119 macam dan sambal masak 138 macam. Dari total 257 macam sambal hidangan terdapat 122 variasi bumbu dan yang paling banyak digunakan bawang merah, bawang putih, gula kelapa, gula dan minyak goreng. 

Pedas dari sambal ini, menurut Mudjiati, bukan hanya sekedar rasa saja namun kemudian dapat direfleksikan secara historis sebagai unsur pusaka dalam pembentukan cita rasa kuliner Indonesia. Setiap daerah punya ciri khas sambal tersendiri dan inilah yang harus diangkat.

Tentang Omar Niode Foundation 

Omar Niode Foundation merupakan sebuah organisasi nirlaba kecil yang turut berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, citra budaya, dan kuliner Nusantara, khususnya Gorontalo, di Indonesia dan mancanegara.

Omar Niode Foundation  telah menerbitkan 15 buku, di antaranya Trailing the Taste of Gorontalo yang meraih  Gourmand World Cookbook Award, Best of the Best 1995-2020 kategori Food Heritage dan menjadi kontributor Bab Indonesia pada buku At the Table. Food and Family around the World, yang juga memperoleh Gourmand Award.  

Buku terbaru yang diterbitkan adalah Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo yang mengenalkan konsep makanan ramah bumi dari berbagai aspek terkait dan peranannya dalam menyikapi krisis lingkungan. Buku ini yang dapat diunggah dari bit.ly/e-bookmakananramahiklim juga menampilkan resep-resep makanan ramah bumi yang dapat dicoba, khususnya makanan tradisional Gorontalo. 

Dalam melaksanakan berbagai kegiatannya, Omar Niode Foundation bekerja sama dengan individu maupun organisasi di dalam dan di luar negeri. Omar Niode Foundation aktif dalam organisasi food bloggers nasional maupun internasional, juga di Future Food Institute, Indonesia Bergizi, Jamie Oliver Food Revolution Day, Slow Food International, dan World Food Travel Association.

Puas banget nonton bincang-bincang soal sambal. Saya jadi tau banyak mengenai ragam sambal, resepnya dan bahkan sambal juga bisa menghasilkan rupiah. 







Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
Masa Sulit
Tips Menggali Potensi Diri di Masa Sulit


"Susah banget mau memulai berkegiatan lagi gegara pandemi". 


Kerap kali saya mendengar keluhan susah, sulit, tak berdaya, tak berguna, pasrah, bahkan sampai tahap depresi. Ya, dampak pandemi tak hanya menyerang kondisi keuangan setiap orang tapi kondisi mental. Mirisnya lagi sebelum pandemi pun bisa jadi kita sudah punya kesulitan, dan duarrrrr pandemi pun ikut-ikutan menghantam. Sedih, marah, kecewa, kesemuanya menyelimuti perasaan. Lantas bagaimana kita menyikapinya dan bangkit dari masa sulit? 



Apa Itu Masa Sulit?

Masa sulit adalah sebuah kondisi yang tidak sesuai dengan diinginkan yang dianggap menciptakan perubahan tertentu. Saya yakin semua orang pasti pernah melewati masa sulit, dan hampir semua orang juga merasa kesulitan melewati masa sulit tersebut. Nggak gampang memang saat diri terjebak dalam masa sulit, tetapi kondisi seperti ini terkadang membuat kita tidak menyadari bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan untuk keluar dari masa sulit agar kita tidak berlarut-larut terpuruk dan seharusnya bangkit untuk bisa menggali potensi diri.

Bagaimana jika masa sulit hanyalah sebuah situasi dan kondisi saja yang tak perlu dibesar-besarkan, tak perlu diributkan, apalagi sampai dijadikan alasan? Bisa jadi masa sulit yang kita hadapi hanyalah karena cara kita memaknai suatu hal dari sudut pandang yang berbeda. Pernah nggak sih teman-teman merasa pendapat kita berbeda dengan pendapat orang lain kemudian kita nge-judge dia salah. Kemudian kita merasa kecewa karena kehendak kita tidak diikuti oleh orang lain. Padahal yang tampaknya bagus menurut kita belum tentu bagus bagi orang lain, begitu juga sebaliknya.

Beberapa waktu lalu saya mengikut kelas online Coach Komang Ayu Trysnawaty, yang berprofesi sebagai Coach, Counselor Life & Wellness dan dalam kesehariannya biasa disapa Ayu atau Coach Ayu. Saya sudah beberapa kali mengikuti webinar Coach Ayu sebelumnya dan salah satunya webinar dengan tema Keluar dari Masalah Tanpa Drama. Saat kelas online dengan tema Rahasia Temukan Potensi Diri untuk Berkreasi di Masa Sulit Coach Ayu mengatakan bahwa perspektif atau cara pandang kita memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan bahkan dapat menimbulkan konflik. Ya, seperti yang saya tulis di paragraf sebelumnya ya bestiee kita suka kesal dan kecewa kalau pendapat kita tidak sama dengan orang lain trus jadi konflik deh. Nah, agar nggak gampang kecewa dengan perspektif yang berbeda kita harus melibatkan pemikiran, emosi, dan perasaan.


Otak Bisa Menyabotase Kita Menjalani Proses Kehidupan

Masa Sulit
Ternyata ada area otak yang bisa menyabotase kehidupan kita
Tau nggak kalau ternyata ada area di otak yang ternyata bisa menyabotase kita dalam proses kehidupan. Dan ternyata ada lho cara untuk meng-handle nya. Kalau kita mau dan bersedia melihat lebih luas lagi, kita yang telah di sabotase justru menjadikan ini challenge dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas diri.

Ngomongin otak, menurut Triune Brain Theory otak kita dibagi menjadi 3, yakni: Reptilian Brain, Mamalian Brain, dan Neocortex.

Reptilian Brain. Otak yang paling tua. Fungsinya melindungi dan bertahan hidup agar spesies tidak punah.

Mamalian Brain. Ini area otak yang berhubungan dengan sisi emosiona, bagaimana kita menjalin hubungan, bagaimana kita empathy, dan area ini lebih mengenai kenyamanan.

Neocortex. Area inilah yang sampai saat ini masih sangat sedikit yang bersedia mengaksesnya atau menggunakannya karena sudah terbiasa dengan 2 area otak yang sebelumnya. Dan untuk menju Neocortex ada prosesnya. Neocortex lebih fokus pada aksi yang kita kontrol, perspektif yang lebih luas, solusi, strategi, dan sejenisnya. 

Dari 3 area otak tadi coba kita bayangkan bagaimana jika kita bisa mengakses Neocortex. Sudah pasti hidup tanda drama, hehe! Reptilian dan Mamalian sering disebut sebagai lymbic sistem dan ini masih banyak digunakan dalam kehidupan ketimbang Neocortex. Salah satu cara untuk memproses akses ke Neocortex adalah dengan coaching atau program pendampingan, mengikuti sesi konsultasi, atau mengikuti sesi empowerment. 

Serunya di kelas online bareng Coach Ayu yang saya ikuti saya dan teman-teman lain mendapatkan sesi konsultasi dan empowerment. Puas banget!. Ternyata ya selama ini tanpa kita sadari kita dikendalikan oleh otak dan kita tidak berusaha keluar dari perintah otak yang menyabotase pikiran dan kehiudpan atau bahkan kita memang tidak tau bagaimana caranya. Yang tidak tau bagaimana caranya sebaiknya ikut sesi pendampingan atau sesi curhat denga Coach Ayu, atau next ada kelas online wajib ikutan ya!


Tips Bangkit dari Masa Sulit dan Menggali Potensi Diri

Masa sulit yang membuat kita semakin sulit menggali potensi diri ternyata pengaruh Neocortex. Bagaimana kita bisa menggali potensi diri kalau kita nggak bisa fokus dan mengontrol diri ya kan? So, bagaimana tips nya agar kita bisa bangkit dari masa sulit dan menggali potensi diri? Berikut rangkuman saya dari kelas online bareng Coach Ayu:

1. Being Aware

Menyadari dengan menggunakan berbagai pertanyaan. Misal: Apakah kamu bersedia menerima dirimu?. Apakah kamu sudah mengakui segala hal pada diri? 

2. Choose

Hidup itu pilihan. Jadi kita harus memilih mau beljar, perlu explore diri atau tidak

3. Menetralkan Diri

Secara tidak sadar kita sering membangun dinding pada diri kita sendiri. Jadi berusahalah untuk membuat diri tenang dengan menetralkan diri, karena disaat kita bisa membangun dinding pada diri kita juga bisa menghancurkan dinding tersebut

Masa Sulit
Being Aware

4. Kelola Pikiran 

Kelola pikiran. Jika area otak menyabotase kita yang bisa membuat kita down kita bisa katakan NO dengan tegas.

5. Ikuti Sesi Konsultasi atau Pendampingan

Kalau mentok nggak bisa keluar dari percakapan-percakapan di kepala karena sabotase dari area otak , kita bisa mengikuti sesi konsultasi dan pendampingan dengan Coach, Counselor Life & Wellness yang sudah kompeten di bidangnya.

Nah, di kelas online bareng Coach Ayu sebenanrnya seluruh peserta juga diajarkan beberapa tekhnik untuk kita bisa fokus seperti teknik netral, tekhnik silang, dan beberapa tekhnik lainnya. Biar teman-teman nggak penasaran ikutan aja kelas online berikutnya ya. What if your weakness is actually your strengthness?








Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Newer Posts
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (6)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ▼  June 2026 (2)
      • Di Balik Buku Ublik: Ketika Istri Menjadi Editor d...
      • BesTeam, Ketika Dompet Dhuafa Ajak Kita Bestian Sa...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates