Pages

  • Home

travel beauty

Kartini Milenial Go Ekspor

Apa yang ada di dalam ingatan teman-teman mengenai sosok seorang Raden Ajeng Kartini? Sosok pahlawan yang memperjuangkan emansipasi wanita ini semoga tidak hanya diingat dalam bentuk perayaan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini, mengenakan kebaya plus konde saja ya. Kartini semasa hidupnya sudah memiliki pemikiran yang maju. Beliau begitu aktif mengangkat ekonomi Jepara. Bahkan kalau kita melihat film nya, Kartini saat itu sudah melakukan bisnis merajut dan dibeli oleh orang-orang Belanda. Dan ini tercatat di museum Rembang. Jadi kayak bisnis online kita masa kini.

Beberapa waktu lalu tepatnya 19 April 2022 lalu saya memperingati Hari Kartini dalam Bloggerpreneur Meet-Up Series 2022 “Kartini Milenial Go Ekspor” yang diadakan di BNI Xpora Smesco Indonesia dan disiarkan secara langsung melalui Youtube Rumah BUMN BNI. Kartini Milenial Go Ekspor adalah semangat bersama dari BNI Xpora, Rumah BUMN BNI dan Ayo Naik Kelas untuk mengingat kembali bagaimana semangat juang RA Kartini untuk UMKM Lokal hingga tembus pasar Eropa. Para Kartini Milenial pejuang UMKM sekarang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengembangkan bisnisnya bersama BNI Xpora. Bisa dibilang acara ini sebagai bentuk bangga dengan buatan Indonesia.


Permainan biola oleh Raiguna Sonjaya

Dalam acara ini turut menghadirkan 2 sosok Kartini inspiratif pejuang UMKM lokal di masing-masing bidang. Kedua wanita tersebut adalah Aling Nur Naluri Founder Salam Rancage yang mengembangkan wirausaha sosial dengan pemberdayaan ibu rumah tangga hingga produk-produknya tersebut diekspor ke Eropa dan Amerika. Kemudian sosok Windi Indarto yang mendirikan Saung Batik WDrupadi dengan misi mulia menjadikan kebaya menjadi pakaian casual bagi generasi muda agar lebih mencintai budaya bangsa sendiri.


Acara sore itu dibuka dengan lagu Ibu Kita Kartini yang diiringi dengan permainan biola dari Raiguna Sonjaya, sosok anak muda yang aktif mengenalkan fashion wastra lokal yang berasal dari Bandung. Selanjutnya menampilkan fashion show karya UMKM Wanita Rumah BUMN BNI, sekaligus memperkenalkan kebaya kutu baru yang sporty dan casual kepada generasi muda Indonesia agar bangga dan mencintai budaya Indonesia.


Fashion Show UMKM Wanita Rumah BUMN BNI

Salam Rancage, Mengolah Daur Ulang Sampah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Kita pasti sering mendengar dan melihat banyak pelaku UMKM yang mengolah daur ulang sampah menjadi produk-produk bernilai guna. Bahkan ada yang produk-produknya sampai di ekspor ke mancanegara, seperti produk-produk dari Salam Rancage yang dibuat dari kertas daur ulang dan bambu.


Rancage artinya kreatif atau terampil. Berawal dari keresahan mbak Aling Nur Naluri dengan banyaknya limbah sampah kertas yang didominasi kertas koran di Bogor tepatnya di daerah Gang Abdul Kodir, terlahir ide untuk menyulap kertas menjadi barang bernilai ekonomi. Selain itu atas jasanya mbak Aling juga mengangkat kartini-kartini masa kini menjadi lebih terampil. Menurut mbak Aling perempuan di daerah kadang kurang mendapat apresiasi. Dan mereka tinggal di lingkungan yang kualitasnya nggak baik. Mereka tinggal di pinggiran sungai. Akhirnya muncul ide untuk mengajak para perempuan ini untuk membuat kerajinan yang bernilai ekonomi dan dijual ke luar. 


Aling Nur Naluri, Founder Salam Rancage

Mimpi adalah awal perubahan dimulai. Para perempuan ini jadi lebih kreatif dan percaya diri. Bekal yang dimiliki saat ini menjadi bekal mereka untuk berinovasi. Perubahan nilai-nilai pada perempuan-perempuan ini berkembang untuk lingkungan sendiri. Jadi di Salam Rancage bukan sekadar menganyam kertas koran tapi menganyam hidup mereka menjadi lebih baik lagi. Anyaman-anyaman ini adalah anyaman penuh harapan atau crafting hope. Bagi mbak Alin peduli pada lingkungan tidak pernah cukup selama kita tidak berkontribusi.


Sekarang masyarakat di Gang Abdul Kodir semakin inovatif. Mereka menciptakan Pasar Dongko (Dagangan Orang Gang Kodir). Selama 3 tahun Pasar Dongko berjalan sama sekali nggak ada menyisakan sampah, karena mereka komitmen tidak menggunakan kemasan plastik. Oh ya, Pasar Dongko dibuka sebulan sekali karena masyarakat Gang Kodir panennya sebulan sekali. Hasil panen ini lah yang diolah menjadi aneka makanan.


Salah satu hasil daur ulang sampah koran oleh Salam Rancage  menjadi keranjang bernilai ekonomi

Batik WDrupadi yang Klasik, Anggun dan Sporty

Pernah beranggapan pakai kebaya terkesan tua, jadul, dan kolot? Itu dulu. Sekarang seorang Windi Indarto mampu mengubah mindset generasi masa kini bahwa memakai kebaya bisa semakin anggun bahkan sporty. Memang untuk keluar dari pemikiran dan cara pandang kolot harus dengan contoh nyata. 


Windi Indarto ingin mengenalkan kepada generasi muda bahwa kebaya juga bisa digunakan sehari-hari seperti zaman dahulu. Untuk itulah mbak Windi menyulap kebaya menjadi lebih kekinian dan sporty. Misalnya kutu baru motif bunga dipadupadankan dengan rok batik selutut dan diikat, kemudian pakai sneakers. Sporty identik dengan sportivitas, kerja keras, semangat berjuang. Meski sporty kesannya tetap terlihat modis. 


Windi Indarto, Founder Saung Batik WDrupadi

Lewat WDrupadi mbak Windi berharap agar kartini masa kini bangga memakai kebaya sebagai busana khas Indonesia. Dan akan lebih membanggakan lagi kalau kebaya dan batik ini dipakai oleh perempuan-perempuan Indonesia yang tinggal di luar negeri sebagai bukti mereka bangga dengan busana khas Indonesia dan menjadi identitas bangsa.


Saya sangat senang dan berterimakasih sekali kepada Ayo Naik Kelas yang sudah berkolaborasi dengan BNI Xpora dan Rumah BUMN BNI mengadakan kegiatan Bloggerpreneur ini. Jujur saya banyak mendapat ilmu dan inspirasi dari rangkaian acara ini.








Share
Tweet
Pin
Share
22 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (9)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ▼  September 2026 (1)
      • Kucing Lahap Makan Belum Tentu Sehat! Ini 7 Tanda ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates