Blogger Gathering CNI: Belajar Nge-Vlog Bareng Kang Dudi

H ello Maret! Nggak terasa my february sudah lewat. Bulan penuh cinta, bulan yang mengingatkan pertemuan dan ikatan pernikahan, bulan k...


Hello Maret! Nggak terasa my february sudah lewat. Bulan penuh cinta, bulan yang mengingatkan pertemuan dan ikatan pernikahan, bulan kelahiran orang tersayang, bulan yang jumlah harinya lebih sedikit dari bulan-bulan lainnya. So, ada apa di awal Maret? Seperti biasa, setiap bulan saya berharap ada brand atau pun komunitas yang mengadakan semacam workshop mengenai kegiatan menulis, memanfaatkan sosial media, tips dan trik SEO atau pelatihan lainnya yang masih berhubungan dengan lifestyle. Prinsip saya hidup jangan di sia-siakan, selagi masih ada waktu dan kesempatan harus terus belajar.

Sebagai seorang blogger saya mencari peluang dan kesempatan untuk ikut bergabung dengan beberapa komunitas blogger. Tujuannya selain menambah teman, networking, juga menambah ilmu. Baru-baru ini saya mengikuti (lagi) blogger gathering yang di adakan CNI. Teman-teman pasti pada tahu kalau CNI merupakan bisnis MLM terbesar di Indonesia. CNI ini sering banget mengadakan workshop dan gathering bareng blogger bekerjasama dengan Komunitas ISB, dan saya bersyukur banget beberapa kali juga mendapat kesempatan ikutan workshopnya. Nah, kali ini saya ikutan Belajar Nge-Vlog Bareng Kang Dudi.

founder Indonesian Social Blogpreneur (ISB) - Ani Berta
Minggu, 4 Maret 2018 bertempat di Burger King Plaza Festival Kuningan Jakarta, saya menjadi salah satu peserta yang mengikuti Belajar Nge-Vlog Bareng Kang Dudi. Mungkin masih ada yang belum tahu apa itu Vlog, apa ada kemiripan dengan Blog? Mirip sih, isinya sama-sama bercerita, tapi Vlog menceritakan pengalaman lewat video sedangkan Blog menceritakan pengalaman lewat tulisan. Meski sekarang banyak orang menggilai video kita juga harus video seperti apa yang enak ditonton dan durasi nya berapa lama. Terus jangan sampai salah sasaran, yang namanya bikin video udah pasti video yang kita buat di tonton orang kan? Nah, kira-kira siapa ya yang cocok nonton video kita. Yuk, kita bahas terlebih dahulu awal mula video digemari.


Kenapa Harus Video?

Guys, sekarang ini zamannya orang lebih suka dengan visual dan audio alias video. Video dianggap sebagai sumber informasi dan hiburan. Video digemari karena lebih personal touch dibanding teks atau fotodengan menonton video pesan lebih tersampaikan. Sejak tahun 2014 hingga sekarang perkembangan video semakin pesat. Menurut survei di Amerika Serikat saja pada kuartal dua tahun 2014 orang menonton 38,2 milliar video, dan orang lebih banyak menggunakan perangkat mobile untuk menonton video. Penonton video dengan perangkat mobile terus meningkat, bahkan dari tahun 2012 sampai dengan 2014 peningkatannya mencapai 400 persen. Dari data ini kita bisa lihat bagaimana orang sangat menggemari video.

Menurut Kang Dudi  meskipun video digemari tapi bukan berati kita membuat video dengan durasi yang panjang, karena bisa buat orang yang menonton lekas jenuh. Video yang disukai itu video pendek yang informatif, biasanya video pendek itu durasinya antara 1 sampai 5 menit, dan idealnya 3-4 menit. Vlog berbeda dengan Youtube. Kekuatan pada Vlog itu ada 'aku' nya, lebih personal ada cerita tentang keseharian kita. Sedangkan Youtube bisa menceritakan apa saja, kontennya lebih bebas.

Kang Dudi Iskandar
Kecenderungan orang menyukai video akan terus bertambah. Apalagi sekarang di Instagram sudah ada IG Story, di Facebook ada FB Live, ada Periscope. Setiap saat orang bisa share aktivitas sehari-hari. Seperti saya nih biasanya saya suka share kegiatan saya di IG Story, misal lagi ikut event saya videokan lokasi event, makanannya, narasumber nya, sudut-sudut lokasi yang instagramable, yang pastinya orang-orang yang melihat jadi dapat informasi mengenai kegiatan yang saya lakukan. Tapi ada satu nih kurangnya, saya masih belum pede ngomong di depan kamera hahah! Kadang udah dipersiapkan bahan yang mau diomongin begitu di depan kamrea lupa hihi buyar deh. Eh tapi kadang saya kalau spontan malah lebih bagus loh. Mungkin tergantung konten ya.


Kemampuan dan Alat yang Dibutuhkan dalam Membuat Video

Membuat video kita harus mempunyai kemampuan kata Kang Dudi. Selain rasa percaya diri seperti yang saya sebutkan diatas ada lagi beberapa poin penting mengenai kemampuan membuat video. Berikut kemampuan yang harus dimiliki dalam membut video menurut Kang Dudi dan alat apa saja yang dibutuhkan:

pada serius belajar teori membuat video :)

Mampu Mengoperasikan Hp

Pernah kan lihat orang punya smartphone tapi nggak smart menggunakannya? Iya ini sama dengan membuat video. Secanggih apapun hp kalau nggak bisa mengoperasikan nihil hasilnya. Disini Kang Dudi menyarankan agar menguasai bagaimana cara shot. Baik itu close up muka, close up aktivitas, wide shot, side shot, dan over the shoulder shot. Membuat video dengan hp Kang Dudi tidak menyarankan long shot karena hasilnya akan goyang kecuali memakai peralatan. Jadi sebaiknya ambil video setiap shotnya 3-8,25 detik saja.

Mampu Mengedit

Mengedit video agar hasilnya lebih bagus dan enak dilihat itu perlu. Seperti membuat judul, font yang yang digunakan, teks yang akan ditambahkan pada video, perpindahan slide, dll. Untuk mengedit video banyak aplikasi yang tersedia di Android maupun Iphone, tinggal pilih saja yang mana yang dianggap paling mudah. Kalau Kang Dudi sendiri menyarankan memakai aplikasi Power Director karena fitur editingnya lebih komplit. Untuk membuat judul agar tampilannya lebih enak dilihat dan colorful bisa pakai aplikasi Legend.

Mampu Membuat Naskah

Nah, membuat naskah itu penting. Sama seperti kita membuat outline saat membuat tulisan. Didalam membuat video yang namanya 5W + 1 H juga diperlukan. Menulis naskah untuk video harus lugas, tepat tapi tidak berarti ganda. Sebaiknya gunakan kalimat aktif dan bahasa yang bertutur. Kemudian Keep It Short Simple (KISS), video singkat dan simple tapi tetap menghibur. Dalam memilih kalimat
pakai kalimat yang sederhan saja, satu kalimat maksimal 20 kata. Yang terpenting lagi hindari rujukan waktu dan tempat yang terlalu detail.

Mampu Menyebarkan

Zaman now hampir semua orang punya sosial media, karena akses internet yang mudah dan murah. Setiap orang yang paham bagaimana memanfaatkan sosial media dengan baik pasti akan men-share tulisan dan video yang bermanfaat pula, bukan video bu dendi..eh. Kitapun harus mampu membagikan video yang kita buat ke sosial media yang kita punya. 

keep learning and trying
So, alat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat video? Untuk hasil video yang lebih baik,  selain beberapa alat ini bisa kita gunakan seperti tripod, monopod, steady cam, remote control, holder tripod, microphone tambahan biar suara yang masuk ke dalam video lebih jelas. Kalau saya diantara semua peralatan itu tambahannya sering pakai tripod. Kelebihan tripod ini shot jadi lebih stabil, mudah untuk zoom-in dan zoom-out, bisa selfie, bisa low angle dan high angle shot juga bisa buat timelapse. Tau kan timelapse yang banyak digunakan orang juga sekarang, itu tuh gambar bergerak dengan speed yang cepat, seperti mobil yang melintas cepat di jalan, orang berlalu lalang, matahari terbenam, dll. Kalau timelapse ini beberapa kali lihat videonya mas Teguh Sudarisman apik banget, wajarlah pakarnya video hehe.


Kelebihan dan Kekurangan Merekam Video dengan Hp

Merekam video dengan hp ada kelebihannya dan pasti ada kurangnya. Keuntungannya hp lebih ringan dan ringkas, hp juga menjadi perlatan wajib yang memang selalu dibawa kemanapun yang bagi setiap orang ini senjata selain untuk komunikasi juga untuk bekerja, belanja online, update stasus di sosmed, termasuk untuk merekam momen penting dan unik saat berada dimana pun. Kemampuan hp untuk merekam juga sudah Full HD, gambar yang dihasilkan bagus dan nggak pecah karena pixel nya tinggi. Begitu juga dengan suara yang dihasilkan, kebanyakan hp suaranya nya sudah stereo.

Kekurangannya sendiri kalau pakai hp sensor lebih kecil jadi kualitas video nggak sebagus menggunakan DSLR atau Mirrorless. Fokus pada hp juga nggak bisa dibuat manual, cuma automatis saja. Kemudian bukaan diafragma lensa hasilnya selalu noise saat dipakai pada kondisi minim. Jadi merekam dengan hp ini harus pintar-pintar menyesuaikan dengan lingkungan saat melakukan shot. 


Belajar Edit Video dengan Power Director

Power Director, ini adalah salah satu aplikasi edit video yang bisa kita install di Android maupun Iphone. Ini salah satu aplikasi editing video yang komplit. Rekam video berdurasi 3-5 detik pada beberapa titik kemudian video-video pendek ini kita gabungkan dan edit di Power Director. Kang Dudi juga langsung mempraktekkan bagaimana membuat video dengan aplikasi Power Director, dan teman-teman yang hadir diberi kesempatan untuk praktek langsung dan bertanya. Kelihatannya rumit tapi begitu dicoba asik juga.

Kalau hasil editing video belum maksimal nggak masalah apalagi baru pertama kali mencoba membuat video dengan aplikasi Power Director, kalau sering-sering latihan lama-lama juga bisa mahir kata Kang Dudi. Yups, practice make perfect. Oh ya biar nggak kelihatan hasil video kita di edit pakai aplikasi apa kita bisa menghilangkan watermark nya Power Director dengan hanya membayar 80ribu dan ini sudah berlaku untuk selamanya. Kan jadi tambah keren kalau videonya nggak ada embel-embel watermark bawaan aplikasi.


Terimakasih untuk CNI yang sudah mengadakan workshop yang selalu bermanfaat yang selalu menambah wawasan dan ilmu buat saya, terimakasih juga buat Komunitas ISB yang sudah memberi kesempatan saya untuk belajar, dan terkahir thanks buat Kang Dudi yang sudah bagi-bagi ilmu. Semoga ilmu yang didapat bisa langsung saya praktekkan. Semoga saya dan teman-teman tetap semangat selalu!




You Might Also Like

14 comments

  1. mantap bikin vlog, bikin ketagihan ya kak. yg penting demi konten yg lebih variatif ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum begitu pintar menyusun alur videonya, masih latihan terus hehe

      Delete
  2. Cita-cita ingin ngevlog tapi apa daya gak PD di depan kamera apalagi sambil berkata-kata... Sepertinya bakal mematung tanpa nyawa, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha..sama awalnya juga aku begitu, tapi yakin aja kita pasti bisa :)

      Delete
  3. Wah seru acaranya. Tipsnya juga oke banget mau nyoba juga pakai aplikasi power director ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk mbak sama-sama belajar kita :)

      Delete
  4. Skill ngedit video nih yang masih belum diasah. Pengen juga bisa nge-vlog. Thanks for sharing, mbak Tuty.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes aku juga nih mesti banyak belajar dan latihan lagi bikin video

      Delete
  5. Sy jg bljr dr kemarin di isb sampe sekarang g kelar2

    ReplyDelete
  6. Saya lagi banyak belajar bikin video juga nih Mba :)

    ReplyDelete
  7. Aku pernah lihat juga tuh gerbong ditumpuk. Daerah mana ya, Jatinegara situ deh kayaknya.

    ReplyDelete