Aksi Peduli Kosmetika Aman dan Obat Tradisional Bebas Bahan Kimia Obat

Sudah amankah produk kosmetika yang kita pakai? Atau sudah yakin jugakah obat tradisional yang kita konsumsi bebas dari bahan kimia oba...



Sudah amankah produk kosmetika yang kita pakai? Atau sudah yakin jugakah obat tradisional yang kita konsumsi bebas dari bahan kimia obat? 

Sekarang ini zamannya pasar bebas. Kosmetik bertebaran dimana, cuma apakah kosmetik tersebut aman? Kita harus sama-sama peduli kosmetika aman dan obat tradisional bebas bahan kimia ini sebenarnya. Kita harus bijak, jangan tergiur dengan janji-janji tapi yang ada malah menimbulkan efek yang membuat rugi. Jangan sampai salah pilih.

Kosmetik adalah bahan yang di aplikasikan mulai dari rambut mukosa sampai kuku. Semua kosmetik tidak ada yang konsumsi, semuanya pemakaian luar. Pemakaian kosmetik sangat berpengaruh pada kulit kita. Kadang pakai kosmetik yang satu kulit kita cocok hasilnya kulit jadi lebih segar, halus dan mulus. Tapi pas nyobain kosmetik merk lain kulit kita malah nggak cocok bahkan efeknya malah bikin alergi kulit. Karena kulit setiap orang berbeda reaksinya terhadap kosmetik yang digunakan. Ada tipe kulit normal, berminyak, kering, kombinasi, dan kulit sensitif. Makanya kita harus teliti dan mengenal lebih jauh tentang kulit kita sendiri. Kulit sensitif nih yang biasanya langsung bereaksi, mudah alergi dan iritasi.

Penny K Lukito
Beberapa waktu lalu saya mengikuti Aksi Peduli Kosmetika Aman dan Obat Tradisional Bebas Bahan Kimia Obat yang diadakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). Bu Penny K Lukito Kepala BPOM memaparkan bahwa di Indonesia tantangan kita bukan hanya soal geografis dan teknologi tapi juga masalah kosmetik. Sehingga pengawasan kosmetika aman adalah tanggung jawab kita bersama. BPOM adalah regulator, melakukan pengawasan mulai dari pre market, posmarket sampai penjualan.

Di Indonesia penderita penyakit ginjal cukup banyak, dan ini salah satu penyebabnya adalah penggunaan kosmetik yang mengandung bahan kimia. Untuk itu kita harus berhati-hati memilih kosmetik. Bahan yang digunakan dalam produkmkosmetik harus memenuhi syarat keamanan, kemanfaatan, dan mutu, jelas bu Penny.  Sekarang ini banyak bahan yang dilarang dan berbahaya yang banyak ditemukan dalam kosmetik, dan itu beredar di kalangan masyarakat.  Bu Penny menghimbau agar masyarakat  melapor ke BPOM melalui HALOBPOM kalau menemukan kosmetik atau obat tradisional yang diragukan. Kejahatan dibidang obat dianggap kejahatan kemanusian. Jadi kita harus bersama-sama melawan kejahatan kemanusiaan.



Bahan-Bahan Berbahaya yang Dilarang dalam Kosmetik


1. Merkuri (Hg)

Merupakan golongan logam berat yang berbahaya yang bersifat racun. Bahan ini sering ditemui pada produk pemutih kulit wajah. Efek yang ditimbulkan: karena bersifat karsinogenik dapat menyebabkan kanker kulit dan cacat pada janin (teratogenik), juga menimbulkan reaksi alergi, iritasi kulit, dan bintik-bintik hitam pada kulit.

2. Hidrokinon 

Hidrokinon hanya boleh digunakan pada kuku tidak boleh digunakan untuk kulit dan rambut, banyak yang menggunakannya sebagai bahan pencerah kulit. Efek yang ditimbulkan: kulit mengalami iritasi (menjadi merah dan rasanya seperti terbakar), dapat menimbulkan ochronosis (kulit berwarna kehitaman) biasanya muncul setelah enam bulan pemakaian dan kemungkinan bersifat irreversibel.


3. Asam Retinoat (Retinoic Acid)

Asam retinoat termasuk dalam golongan obat keras, jadi kalau mau pakai zat ini harus dengan resep dokter. Biasanya banyak digunakan untuk produk peeling (pengelupasan kulit). Efek yang ditimbulkan bagi kesehatan: dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, kulit terkelupas berlebihan, dan dapat merusak janin.

4. Pewarna Merah K10, Merah K3, dan Jingga K1

Pewarna ini sebenarnya digunakan untuk kertas, tinta, dan tekstil. Tetapi pemakaian banyak disalaggunakan untuk produk peeias wajah sperti lipstik, eye shadow, dan blush on. Efek yang ditimbulkan: menyebabkan kanker kulit karena bersifat karsinogenik, juga dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan kanker hati.

5. Diethylene Glycol (DEG)

Bahan ini biasanya banyak ditemukan pada pasta gigi dan obat kumur. Efek yang ditimbulkan: daoat menyebabkan depresi sistem syaraf pusat, keracunan pada hati dan gagal ginjal.


5 Langkah Mudah Memilih Kosmetik

Kadang suka bingung pilih kosmetik saking banyaknya produk kosmetik di pasaran. Apalagi sekarang banyak merk kosmetik bermunculan, jadi galau produk kosmetik yang seperti apa yang layak dibeli. Menurut BPOM ada 5 langkah mudah memilih kosmetik, berikut caranya:

1. Kemasan

Pastikan kemasan kosmetik dalam keadaan baik (tidak rusak, cacat, atau jelek). Jangan memilih kosmetik yang kemasannya rusak misalnya kemasan sudah menggelembung dan penyok. Cek juga bentuk dan warnanya apakah merata atau tidak ada bercak kotoran. Kemudian keterangan bahan dan cara pakai pada kemasan tidak luntur dan tidak lepas, sehingga informasi dapat terbaca dengan jelas.

2. Label

Pastikan plastik label tercantum dengan jelas dan lengkap. Setiap kosmetik wajib mencantumkan penandaan/label yang benar, meliputi: nama kosmetik, komposisi, nama dan negara produsen, nama dan alamat lengkap pemohon notifikasi, nomor bets, ukuran dan berat bersih (netto), peringatan/perhatian.


3. Izin Edar Berupa Notifikasi

Pilihlah kosmetik yang memiliki izin edar berupa notifikasi dari Badan POM. Nomor notifikasi dari Badan POM ditandai dengan kode N diikuti 1 huruf yang menunjukkan nama benua, huruf A berarti benua Asia dan 11 digit angka. Misalnya NA 1234567891011. Kalau belum lengkap izin edarnya jangan dipakai karena ilegal. Pastikan legalitas kosmetika dengan melakukan pengecekan nomor notifikasi di website BPOM www.pom.go.id atau notifikasi.pom.go.id. 

4. Kegunaan dan Cara Penggunaan

Bacalah kegunaan dan cara penggunaan yang tercantum pada kemasan sebelum memakai kosmetika. Kegunaan dan cara penggunaan ditulis dalam bahasa Indonesia kecuali untuk produk yang sudah jelas cara penggunaannya, seperti sabun mandi, shampo, lipstick, dll. So, jangan lupa cermati kegunaan dan cara penggunaan yang kalian pakai ya teman-teman.

5. Kedaluwarsa 

Perlu diingat, batas waktu kedaluwarsa jangan sampai lewat. Sebelum membeli produk kosmetik sebaiknya kita teliti terlebih dahulu tanggal kedaluwarsanya. Urutan tanggal kedaluwarsa biasanya ditulis tanggal, bulan dan tahun, atau bulan dan tahun. Contoh: exp. date: Januari 2018 atau ed. 01 2018.


Langkah-langkah diatas sangat bermanfaat untuk kita semua saat hendak membeli kosmetik. Seandainya ada produk kosmetik yang lengkap izin edarnya tapi setelah digunakan banyak masalah, seperti menimbulkan efek samping bisa laporkan melalui e-reporting. Siapa saja bisa kok melapor baik pelaku usaha (importir kosmetik), tenaga kesehatan, dan konsumen. Ada 6000 izin edar yang dikeluarkan BPOM, tapi hanya ada ratusan reporting yang masuk. Sebagai konsumen dan tenaga kesehatan kita bisa saling membantu untuk melaporkan.

Oh ya, di event Aksi Peduli Kosmetika dan Obat Tradisional Bebas dan Bahan Kimia Obat kemarin juga dilakukan launching e-mobile, BPOM membuat Aplikasi Public Warning Obat Tradisional. Aplikasi ini sementara hanya bisa di akses melalui handphone berbasis Android, yang berisi daftar produk Obat Tradisional  (OT) yang dinyatakan berbahaya melalui publik BPOM RI. Aplikasi ini akan memudahkan kita dalam memilih produk OT yang aman untuk dikonsumsi. Semoga kita semakin aware ya dengan kosmetik yang kita pakai dan obat tradisional yang kita konsumsi.





You Might Also Like

11 comments

  1. Mbak, ini info yang penting banget. Saya ijin share ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh say..dengan senang hati semoga bermanfaat.

      Delete
  2. Penting nih buat pecinta makeup dan skincare. Sayangnya, masih banyak produk kosmetik yang berasal dari luar negeri belum jelas izin BPOM. Jadi agak was-was juga sih.

    ReplyDelete
  3. aduhh itu bahan2 yang berbahaya semua u dipake di kulit. awalnya keliatan bagus tapi lama-lama jadi bahya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya efeknya belakangan ya baru berasa

      Delete
  4. komplit infonya mak, bookmark deh

    ReplyDelete
  5. wah ksometik ya, kalau aku memang hsr hati2 krn wajahku itu sensitif banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak, aku juga kulit wajahnya sensitif banget makanya nggak berani pake kosmetik luar

      Delete
  6. Alhamdulillah saya selalu beli kosmetik yg resmi ada BPOMnya.

    ReplyDelete