Ada Apa dengan Radio? #radioguegakmati

"Emang enak nggak ada Radio? Saya Joko Widodo pendengar radio." P agi tanggal 11 Desember 2017 tepat di hari Senin d...



"Emang enak nggak ada Radio? Saya Joko Widodo pendengar radio."

Pagi tanggal 11 Desember 2017 tepat di hari Senin di saat orang-orang memulai aktifitas kerja ada yang love dan hate Monday, dan sebagian besar orang memulai harinya dengan menyetel radio tapi ada sesuatu yang terjadi. Seluruh stasiun radio di Jakarta mati dan netizen sontak ramai mempertanyakan di sosial media kenapa #radioguemati. Semua orang bincang-bincang di sosmed, hari itu semua orang penasaran dan sebagian lagi seperti merasa kehilangan, sehingga hashtag #radioguemati menjadi trending topik Twitter.

Yups, radio sempat mati serentak di Jakarta selama 15 menit, yang terdengar hanya death tone. Apalagi hashtag #radioguemati pertama kali keluar dari cuitan Presiden Jokowi dengan video singkat berdurasi sembilan detik. Saya pun menjadi bagian dari orang-orang yang merasa kehilangan kalau radio mati. Impresi dari para netizen memang sangat luar biasa, untuk hashtag #radioguemati sekiatr 40 juta impresi sedangkan #radioguegakmati 200 juta impresi, terbukti kalau radio masih digemari dan pecinta radio masih banyak.


Radio is Personal as Friend and Mood Booster

Zaman sekolah dulu tepatnya Sekolah Menengah Pertama masuk sekolah siang, paginya di rumah nungguin sandiwara radio Saur Sepuh. Nggak pernah ketinggalan ngikutin setiap episode nya. Lanjut begitu Sekolah Menengah Atas muali jadi anak kos. Namanya ngekos di zaman  saya nggak boleh bawa televisi, saya dan teman-teman kos masing-masing punya di radio di kamar. Lucunya masing-masing punya selera berbeda milih frekuensi mana yang ingin di dengar, beda-beda juga siapa penyiar favoritnya. Yang dengerinnya bersamaan cuma saat sahur dan buka puasa, sama-sama nunggu waktu berbuka dan imsak.


Banyak kenangan manis dengan radio terutama saat radio jadi teman satu-satunya kalau lagi kesepian. Kalau dengerin radio, dengerin penyiar ngoceh serasa punya teman. Apalagi kalau ada candaan dari penyiar yang kadang bikin ngakak sendiri. Kalau dengerin musik saja terasa masih ada yang kurang, beda dengan radio dimana ada interaksi di dalamnya. Saya juga suka dengerin talkshow yang sering diadakan beberapa stasiun radio, membuat saya banyak mendapat wawasan.

Sebelum berangkat kuliah sambil prepare dan dandan saya suka dengar siaran radio pagi hari. Seperti ada yang nyemangatin pagi hari saya untuk menjalankan aktifitas. Ocehan penyiar yang kadang secara tidak langsung menyentil para pendengar agar tidak bermalas-malasan di pagi hari,  jafi ingat emak di rumah yang suka bangunin pagi hehe. Radio ini benar-benar mood booster buat saya.


Press Conference Radio Day 2017

Terkait dengan ramainya sosial media dengan hashtag #radioguemati dan #radioguegakmati, Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) DKI Jakarta mengadakan press conference Radio Day 2017 di tanggal yang sama sore harinya di Ayana Mid Plaza Hotel. Bapak M. Rafiq selaku Ketua Umum PRSSNI DKI Jakarta mengatakan bahwa pagi sebekum press conference diadakan 37 radio yang tergabung dalam PRSSNI tidak mengudara selama 15 menit, dan ini merupakan bentuk dari campaing Radio Day. 

Radio Day diadakan karena PRSSNI ingin membuktikan bahwa radio adalah media yang konvensional bukan media yang jadul. Dengan adanya impresi di sosial media jadi tambah yakin kalau radio punya kelebihan sendiri di banding media lain. Radio adalah media yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan sampai saat ini masih dibutuhkan oleh pendengar khususnya masyarakat DKI Jakarta. Radio Day 2017 diadakan supaya para stake holder mau turut serta memikirkan untuk memajukan industri radio. Siapa saja stake holder itu?


Yang termasuk stake holder kata pak M. Rafiq adalah Kementrian Komunikasi dan Informatika, Barekraf, Nielsen, Pemprov DKI Jakarta dan para pemilik brand juga pendengar. Kalau radio mau maju maka industri radio harus dikelola sebagai hobi seperti duku, radio harus dikelola dengan baik dan profesional. Penurunan radio bukan karena lahirnya media-media baru. Tidak ada media yang terbunuh hadirnya digital, digital adalah pemain baru dan merupakan media mix.

Sekarang orang dengerin radio nggak dari radio transistor, tapi bisa dari handphone ataupun laptop, lebih mudah. Apalagi sekarang handphone Android sudah ada fitur tunnel radio dan nggak perlu aplikasi, ini cara sederhana mendengarkan radio. Dari website nya radio itu sendiri bisa juga dengerin radio, tinggal streaming saja karena setiap web pasti ada audio streaming.


Pendengar Radio di Dominasi "Youngsters" (AnakMuda)

Nielsen suatu perusahaan yang bergerak di bidang informasi global serta media dan berfokus pada suatu penelitian dan melakukan suatu riset, telah mengumpulkan data melalui survey  bahwa saat ini terdapat 62,3 juta pendengar radio yang tersebar di seluruh nusantara,  dimana 41,9 juta pendengar terpusat di pulau Jawa khususnya DKI Jakarta sekitar 9 juta orang yang usianya 10 tahun ke atas.


Menurut survey Nielsen, komposisi pendengar radio di DKI Jakarta dan sekitarnya saat ini di dominasi oleh Youngster (anak muda) dengan persentase 56% anak muda dan 44% dewasa. Dan porsi terbesar adalah generasi millenials yaitu 34 % dari total listeners. Para pendengar radio merupakan generasi yang mencintai musik, sport, cooking & snacking, juga pecinta kopi.

Mbak Ratna dari brand SHELL memaparkan, mengiklakan SHELL nggak gampang karena menjual produk yang teknis dan yang mau mendengarkan iklan pelumas biasanya orang-orang yang memiliki kendaraan. Dalam beriklan harus tahu siapa pengguna produk dan bagaiman strateginya agar dalam beriklan tampak lebih humanis. Makanya SHELL memilih radio dalam beriklan meskipun juga beriklan secara digital, tapi SHELL lebih banyak prioritas beriklan di radio. Kata mbak Ratna beriklan di radio itu exposure nya sangat jelas dan fokus pada target.



Wulan Guritno artis sekaligus pendengar radio yang turut hadir di press conference Radio Day 2017 mengatakan kalau radio itu sangat spesial dan ngangenin. Karena ibarat kita nonton di hp meskipun bisa kita buka dimana saja dan kapan saja tapi ada yang beda, lebih puas kalau kita nonton ke bioskop dari pada nonton di hp. Begitu juga dengan radio, meski sekarang sudah ada spotify, joox, dll tetap saja radio itu lebih interaktif ada engagement nggak kayak robot.

Well, dari pemaparan  di atas kesimpulannya radio ini media yang sangat akrab dengan pendengarnya dan menemani aktifitas sehari-hari. Banyak respon yang muncul karena banyak yang menginginkan radio tetap bisa mengudara, terutama pendengar di DKI Jakarta yang masih butuh sekali untuk mendengarkan siaran radio favoritnya.



You Might Also Like

26 comments

  1. Aku masih suka mendengarkan radio Mba dan lihat rdio2 jadul itu, bikin melambung ke masa lalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh berarti kita seangkatan karena pernah dengar radio pake radio jadul ya hihi..

      Delete
  2. Jadi ingat jaman-jaman doyan dengar radio dulu. Terus kirim-kirim salam. Hihihi. Anak-anak sekarang pada dengar radio gak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya zaman SMA kirim-kirim salam kalau diingat suka lucu sendiri. Kalau menurut Nielsen anak sekarang masih mendominasih sih mbak dengeein radio.

      Delete
  3. Hahahaa..ngakak akuu, dulu penggemar saur sepuh juga Mak, sampe manyengin truus dan kita terbawa suasana meski hanya mendengarkan suaranya aja.

    Aku seringnya denger radio streaming kalo.sekarang. Padahal di rumah mama punya radio jadul yang besar, udah usang.
    Kangen radioo..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya dengar suaranya udah kebayang gimana wajahnya pemerannya ya :D

      Delete
  4. Setuju sama wulan guritno radio itu ngangenin, dan juga mood booster pas jamanku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngangenin banget apalagi kalau penyiarnya kocak

      Delete
  5. Jadi teringat saat masih sering kirim salam lewat radio. Jadul banget ya hehe. Sekarang malah jarang dengerin radio. Kalah ama maen medsos >·<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku dengerin radio dari hp,kebetulan di hp ku ada tunnel radio nya hihi

      Delete
  6. Udah lama banget ga denger radio kecuali di mobil klo lagi nyetir. Itu aja momen denger radio. Klo dulu bisa sambil guling-guling di kamar. Pagi sore malam radio aja terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di daerahku dulu nggak semua stasiun radio mengudara 24 jam cuma satu atau dua stasiun, tapi lumayanlah udah menemani :)

      Delete
  7. aku masih suka dengerin radio walaupun sekedar di perjalanan doang. biar bisa update sama lagu2 baru wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama,aku juga tau ada lagu baru karena dengerin radio :)

      Delete
  8. Kalau di Surabaya, aku punya saluran radio favorit...tapi kalau di Bandung, sekarang lagunya yang kurang pas sama seleraku euui..

    Tapi andalan banget kalo dengerin ceramah sunnah...di Radio Rodja Bandung.
    MashaAllah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap daerah pasti punya penyiar radio favorit ya kan mbak.

      Delete
  9. Jadi keinget dulu kalau berangkat kerja naik motor di kuping pasti dengerin radio pakai headset, tapi disetel gak keras kok jd tetep konsen nyetir haha :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku nggak berani kalau lagi nyetir motor pakai headset hihi takuut nggak dengar yang dibelakang nglakson :D

      Delete
  10. Sampai sekarang aku masih suka denger radio. Menemani pagi pagi biar semangat aktivitas dan berangkat kerja. Hehehe. Menurutku penyiar radio itu keren. Dia bisa ngasih feel, semangat, berinteraksi dengan pendengar walau kita ga tatap muka atau lihat langsung. So mereka punya kemampuan komunikasi yang oke banget.

    Semoga radio tetep eksis ya. Banyak lho yang masih dengerin di mobil contohnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul.. setuju banget penyiar radio suka bikin semangat kalau pagi mau beraktifitas ya

      Delete
  11. Wuaaa... RADIO, aku dengerin lagu-lagu gt sich, kirim salam...

    2011, pdkt sama pak suami lewat radio, hahahah.. Jd ingettt masa masa ituuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woooo..ketauan ya pedekate nya melalui radio hihi, radio bakal nggak terlupakan dong ya :D

      Delete
  12. Aku sering dengar radio pakai hp mbak. Atau streaming sekarang juga bisa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sekarang udah canggih ya, di hp ada tunel radio jadi lebih mudah.

      Delete
  13. ini tuh sengaja dimatikan 15 menit? Saat naik mobil atau angkutan umum, aku suka dengerin radio. Biar ga sepi semacam ada teman ngobrol.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sengaja dimatiin 15 menit, ternyata banyak respon dari pendengar setia :)

      Delete