Pages

  • Home

travel beauty

Kesehatan adalah aset, tubuh sehat adalah investasi. Harga sebuah kesehatan menjadi begitu mahal ketika kita yang biasa produktif dan suatu waktu harus tebaring di rumah sakit. Kampanye yang sering digaungkan untuk hidup sehat tidak ada artinya jika tidak dimulai dengan adanya kesadaran dari diri sendiri. Memang, seharusnya gaya hidup sehat menjadi bagian dari keseharian kita. Seperti pola makan yang sehat, olah raga teratur, istirahat yang berkualitas. Selain itu dalam tubuh yang sehat harus terdapat jiwa yang sehat pula, untuk itu kita harus memiliki pola pikir positif. Kalau kita sudah menjalani gaya hidup sehat, itu berarti kita punya niat untuk berinvestasi dalam kesehatan diri sendiri.

Informasi mengenai kesehatan bisa kita dapatkan dari berbagai sumber resmi, baik itu lewat majalah, media sosial maupun melalui website kesehatan. Selain membaca dan mencari informasi mengenai kesehatan hal penting lain yang mesti kita lakukan adalah rutin mengecek kesehatan, agar kita tahu bagaimana sebenarnya kondisi kesehatan tubuh kita, ini sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap penyakit yang menyerang pada tubuh. Seandainya setelah dilakukan pengecekan dan ternyata terdapat kelainan pada tubuh, tentunya bisa ditangani dengan segera. Meskipun ada juga sebagian dari kita berpendapat dengan melakukan cek kesehatan dianggap mencari-cari penyakit. Pola pikir seperti ini yang seharusnya kita rubah. Karena mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.

Begitu banyak kejadian yang tidak diinginkan didunia dan ternyata sebanyak itu pulalah cara pencegahan, semua tergantung kita, mau perduli atau tidak. Saya jadi ingin berbagi mengenai penyakit yang diderita uwak (sebutan untuk abang dari ibu) saya. Penyakit yang awalnya hanya bentolan kecil seperti habis digigit nyamuk, karena dianggap biasa jadi dibiarkan saja. Lama kelamaan muncul bercak merah kecil dan ini juga masih dianggap biasa karena tidak mempengaruhi aktivitas dan tidak menyakitkan. Karena sudah hampir sebulan bercak ini tidak berkurang dan malah bertambah uwak memutuskan untuk berobat ke puskesmas. Dokter di puskesmas tempat uwak tinggal di Tanjung Pura, Sumatera Utara hanya mengatakan ini karena pengaruh cuaca dan penyakit kulit biasa. Dan obat yang diberi juga obat oles untuk kulit dan obat untuk diminum yaitu antibiotik dan anti gatal. Uwak jadi tenang karena dokter mengatakan tidak perlu khawatir, ikuti saja petunjuk dokter dengan teratur minum obat dan teratur mengoleskan salap sesuai petunjuk pemakaian. Uwak hanya manut saja, tanpa bertanya lebih jauh mengenai penyebab penyakit, makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi, dan apa saja kegunaan obat yang sudah diberikan dokter. Saya sangat faham, uwak tipe orang yang tidak banyak omong, apalagi waktu itu uwak belum berumah tangga, jadi nggak terlalu ambil pusing dengan sakitnya.

Bukannya kesembuhan yang didapat, justru reaksi yang tidak diduga pada kulit uwak setelah mengonsumsi obat semakin parah. Bercak-bercak merah dikulit uwak semakin melebar dan seperti melepuh. Kulit terasa panas, dan uwak mulai merasakan sakit pada seluruh tubuhnya. Kemudian uwak kembali ke puskesmas dimana dokter pernah memberi resep. Uwak menanyakan mengapa setelah meminum obat dan mengoleskan salap, justru kulit uwak bertambah parah. Akhirnya dokter mereferensikan uwak ke rumah sakit di Medan. Di rumah sakit ini uwak ditangani oleh dokter spesialis. Dokter melakukan beberapa pemeriksaan dan tes darah, lagi-lagi dokter mengatakan ini tidak berbahaya. Penyakit uwak semakin parah dan tak kunjung sembuh setelah dari rumah sakit yang satu ke rumah sakit yang lain. Kulit uwak menjadi belang berwarna coklat keputihan, rambut halus di seluruh badan habis, pori-pori dikulit tidak kelihatan, mata membengkak, dahi juga bengkak seperti berisi cairan. Saya hampir tidak sanggup melihat keadaan uwak saat itu. Uwak juga di vonis kanker kulit oleh dokter yang terakhir kali ditemui. Tapi memang uwak saya ini orangnya tenang dan nggak gampang stres, mungkin ini juga yang membuat uwak bertahan saat itu.

Penyakit yang diderita uwak tidak serta merta membuat keluarga menyerah meskipun dokter memvonis ini kanker kulit. Saat saya bertemu seorang profesor di Tangerang untuk melakukan konsultasi kesehatan, saya menanyakan perihal penyakit uwak saya dengan membawa hasil lab dan surat keterangan dokter yang menyatakan ini kanker kulit, saya juga menunjukkan foto uwak. Ternyata menurut si profesor ini adalah penyakit dermatomikosis angioneurotic. Penyakit ini awalnya disebabkan allergen sejenis alergi yang tidak bisa dideteksi. Memang gejala ini biasanya dijumpai pada orang dewasa ditandai dengan flu dan batuk. Penyakit ini menyerang kulit bawah seperti leher, telinga, hidung. Kulit bibir juga mengalami pengelupasan, kulit seluruh tubuh juga sama, terkelupas. Ini termasuk penyakit langka yang obatnya juga belum diketahui jenis formulanya. 
Pemberian obat yang tidak tepat seperti antibiotik dosis tinggi justru yang membuat kulit uwak melepuh. Profesor yang saya temui menyarankan agar uwak sering berjemur dibawah sinar matahari dan memberi beberapa obat yang saya lupa namanya. Seminggu setelah uwak mengonsumsi obat dari profesor ini alhamdulillah tampak perubahan, bagian mata mulai kempes dan lendir-lendir yang terkumpul di hidung dan leher mulai keluar. Tapi karena jarak yang jauh antara Medan dan Tangerang, uwak nggak rutin mengonsumsi obat dan memang Tuhan berkehendak lain, uwak harus pergi untuk selamanya.


Kesimpulan yang bisa saya ambil dari penyakit yang diderita uwak adalah jangan pernah menyepelekan gejala-gejala seperti flu, batuk ataupu gatal di kulit. Karena flu dan batuk yang kita alami belum tentu itu flu biasa atau batuk biasa, bisa jadi itu allergen. Pencegahan itu besar nilainya dibanding membiarkan. Pencegahan harus diperjuangkan bukan didapatkan. Sejak dini harus membangun pertahanan tubuh. Selain gaya hidup sehat dan mengelola stres, dengan banyaknya jenis penyakit yang sukar dideteksi, konsultasi juga ke dokter mengenai pertahanan tubuh bila perlu lakukan vaksinasi demi pencegahan dan demi masa depan.



info lengkap mengenai vaksin klik gambar ini

Share
Tweet
Pin
Share
20 Comments

Pertama kali kenal lewat media sosial twitter. Waktu itu saya sering ikutan kuis di twitter alias kuis hunter hehe. Echa yang sebelumnya juga sempat jadi kuter, akhirnya mulai aktif ngeblog. Dan saya juga sering lihat perkembangan blognya Echa. Ceritanya, saya sering intip-intip lah ya..., isi blognya seru, banyak cerita disini. Mulai dari kesehariannya Echa, anak, parenting, sampai lomba blog. Ternyata Echa aktif ngeblog mulai 2008, udah lama banget, pasti udah banyak pengalaman tulis menulis. Selalu ada saja ide ibu satu anak ini. Saya menjulukinya A Creative Mom. 

Echa ini kreatif sekali, saya suka kalau dia udah posting artikel yang berbau DIY ( Do It Yourself), selalu ada saja idenya membuat sesuatu yang baru. Saya salut dengan kreativitasnya membuat mainan anak. Sebagian orangtua belum tentu punya waktu untuk membuat kreasi mainan anak, jalan pintasnya kalau anak pingin mainan ya beli aja. Bahkan untuk punya ide membuat mainan agar anak suka aja belum tentu orangtua mau memikirkan, yang penting mainan apa yang lagi hits ya itulah yang dibeli biar anak nggak ketinggalan. Beda dengan Echa, ia justru menyalurkan ide-idenya untuk itu. Si kecil Raffi juga kelihatan senang dengan permainan-permainan baru yang dibuat Echa.


sumber foto: http://www.echaimutenan.com/
Menurut saya kegiatan yang dilakukan Echa bisa menjadi contoh untuk para orangtua. Selain anak mengikuti dan memperhatikan cara orangtua membuat mainan, juga bermanfaat untuk psycotouch connection, maksudnya sentuhan psikologi yang terhubung antara ibu adan anak. Secara tak sadar mungkin Echa membuat mainan dengan konsep DIY ini untuk membangun ruang kreasinya, padahal melalui koneksi tadi si anak juga terhubung akan teladan orangtua dan menjadi pola tiru anak.

Semua orang sebenarnya adalah seorang creator, mampu menciptakan sesuatu hal yang sangat berguna untuk lingkungan terdekatnya, dalam hal ini anak. Echa sudah melakukannya, ini menjadi inspirasi buat kita semua. Thanks Echa, sudah menginspirasi, sudah berbagi pengalaman untuk kita semua. Semoga terus ada kreativitas baru yang nggak akan berhenti menginspirasi. Yuk, kunjungi www.echaimutenan.com untuk melihat kreasi Echa yang lebih komplit.
Share
Tweet
Pin
Share
10 Comments

www.tutyqueen.com

Bicara tentang rumah, tak hanya warna dan gaya. Tapi kenangan masa kecil tentang desain rumah saat tinggal bersama orang tua terkadang masih melekat di ingatan. Benda-benda unik disetiap sudut rumah seakan membawa saya kembali ke masa-masa yang pernah dilalui. Rumah merupakan tempat beragam aktivitas, mulai dari menerima tamu, bersantai bersama keluarga, memasak, makan, bahkan tempat istirahat yang paling nyaman. Rumah dengan perabotan jadul seperti saya kecil dulu terkadang menjadi inspirasi saya.  Sedangkan rumah dengan desain unik dan seni menjadi inspirasi bagi suami. Ya, kami berdua bermimpi menyatukan desain jadul, penuh seni dan unik untuk desain rumah kami nanti. Sudah tidak sabar rasanya ingin mendekorasi rumah kami dengan dengan berbagai elemen, keinginannya sih mayoritas menggunakan elemen kayu.

www.tutyqueen.com
dokumen pribadi
Event Mozaik Indonesia dan Furniture Indonesia pada 10 Maret-13 Maret yang diadakan di Jakarta Convention Center menjadi momen yang tepat bagi para pencinta furnitur dan interior. Furniture Indonesia 2016 kali ini mengusung tema "Unleashing High Quality Furniture Indonesia for Traditional Market" sedangkan Mozaik Indonesia 2016 mengusung tema " International Trade Show for Lifestyle Interior Design and Project". Pameran Furniture Indonesia merupakan transformasi dari Indonesia International Furniture and Craft Fair (IFFINA), pameran furniture Bussiness to Bussiness (B2B) tertua di Indonesia yang berskala Internasional, yang mentargetkan market ekspor.  Event ini telah diselenggarakan sejak tahun 2008. Tahun 2016 ini ASMINDO (Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia) selaku penyelenggara menghadirkan konsep baru bernama Traya Indonesia untuk membuat pandangan dan harapan baru bagi exhibitor furnitur asing dan juga domestik.

Mozaik Indonesia adalah sebuah pameran bagi perdagangan Bussiness to Bussiness (B2B) yang diselenggarakan mulai tahun 2016 ini. Pameran ini akan memamerkan produk-produk terbaru dari produsen maupun manufaktur dan menyediakan inspirasi ide bagi para konsumen sesuai dengan keunikan masing-masing. Mozaik Indonesia menghadirkan rangkaian desain furniture interior dan arsitektur, dekorasi rumah dan kerajinan, lighting, barang pecah-belah (tableware), keramik, dekorasi dapur dan home textile.
www.tutyqueen.com
dokumen pribadi
Pameran Furniture Indonesia 2016 ini untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan Mozaik Indonesia, dan diharapkan dapat meningkatkan dan memperluas potensi perkembangan furnitur Indonesia di negara-negara Asia Pasifik lainnya. Pameran ini diikuti oleh 200 exhibitor domestik dan asing yang menampilkan keunikan beragam furnitur bermaterial rotan dan kayu dari Indonesia. Senang sekali rasanya mendapat kesempatan berkunjung kesini free, karena normalnya semua pengunjung wajib registrasi dan dikenakan biaya 100 ribu/orang. Masuk ke hall di JCC ini membuat saya berdecak kagum, semua furnitur nya unik, mewah, juga antik. Saya dan suami suka sekali lihat-lihat pameran seperti ini, terkadang setelah melihat-lihat muncul ide baru.

Mata saya tertuju pada booth tableware yang brand nya sudah tidak asing lagi. Yups, Sango. Kalau lihat ini jadi ingat Ibu saya yang suka koleksi barang pecah belah  yang satu ini, mulai dari tea set, piring, cangkir keramik. Paling banyak piring sih. Bayangkan saja Sango ini dibeli Ibu saya saat saya masih duduk di bangku SMP, sudah berpuluh tahun yang lalu. Kalau Ibu saya ikut kesini pasti beliau betah. Sango Ceramics yang berkantor pusat di Semarang, Jawa Tengah ini sudah eksis sejak tahun 1977, tepatnya sudah 39 tahun  Sango memproduksi beraneka ragam produk. Baru-baru ini, Sango Ceramics telah mengembangkan tableware ceramic metalik kilau jadi produk keramik dikombinasikan dengan kilau emas ataupun perak. Jadi tambah mewah. Saya jadi pingin mengunjungi kantor pusatnya Sango Ceramics, mudah-mudahan dilain waktu ada kesempatan.

www.tutyqueen.com
dokumen pribadi
Berikutnya saya berhenti di booth yang berisi beberapa anak muda, brand mereka dinamai Amygdala Bamboo. Anak muda asal Bandung Harry Mawardi adalah desainer yang menyatukan 2 material dari bahan yang berbeda, yakni bambu dan keramik juga kombinasi bambu dengan material lain. Kreatif sekali anak muda yang satu ini, dia juga mengatakan baru saja mendapat penghargaan  dari Bank Mandiri dalam kompetisi Wirausaha Muda Mandiri  kategori Best of The Best. Berawal dari membuat produk unik dan mencoba menjualnya di pameran, dan ternyata banyak respon positif, timbul ide Harry untuk mengembangkannya, karena menurutnya ternyata market yang menyukai bambu. Amygdala selama ini  bekerja sama dengan pengrajin bambu Sangkar Burung di Selaawi, Limbangan, Garut.

Produk dari Amygdala ini berupa produk dekorasi rumah (home decor), dengan berbagai item seperti lampu, mangkok, kursi, sendok garpu, gelas, tatakan gelas, rak, dan beberapa furnitur lainnya. Ia sudah menekuni dunia bambu sejak 2011 dan brand Amygdala sendiri baru di perkenalkan sejak 2 tahun yang lalu. Memiliki tagline bamboo for everyday life, sekarang produknya mulai ke wearable device seperti kacamata, dasi kupu-kupu, kalung dari bambu. Hingga saat ini, produk Amygdala telah merambah ke berbagai tempat, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri seperti Australia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Italia. Harry menjelaskan selama ini banyak konsumen dari dalam dan luar negeri yang membeli produknya via online, melalui sosial media Instagram @amygdala_bamboo. 
dokumen pribadi
Beranjak ke booth lain saya berhenti di  Kine Goods. Saya tertarik dengan speaker induksi yang berjejer dipajang di atas meja. Speaker induksi ini terbuat dari keramik loh. Fungsinya selain sebagai tempat meletakkan handphone dengan aman, juga kalau kita ingin mendengarkan musik melalui handphone letakkan saja dan volume suara musik otomatik menjadi lebih besar. Kreatif sekali, sayangnya saat saya ingin bertanya lebih jauh, mbak yang menjaga stand kurang faham karena orang yang biasa menjelaskan produk sedang tidak di tempat. Selain menjual speaker induksi, ada beberapa produk lain seperti pegboard.  Pegboard  atau papan pasak adalah sebuah papan dengan lubang-lubang kecil yang tersebar secara merata dan teratur. Lubang-lubang inilah yang berperan menggantikan lubang paku di dinding, sehingga kita hanya perlu memasang pengait/pasak agar benda yang ingin ditata bisa diletakkan pada papan tersebut. Dengan adanya pegboard, kita tidak perlu memaku dinding berkali-kali. Tata letaknya pun bisa diatur sesuka hati. Praktis ya! Harganya berkisar 229 ribu - 429 ribu tergantung ukuran.
dokumen pribadi
Belum puas rasanya berkeliling di pameran Mozaik Indonesia dan Furniture Indonesia ini, tapi dengan melihat-lihat berbagai furnitur dan desain interior rumah, mimpi untuk memiliki desain unik dan penuh seni mucul kembali. Semoga kolaborasi Mozaik Indonesia dan Furniture Indonesia mampu meningkatkan kualitas dan inovasi.
Share
Tweet
Pin
Share
7 Comments

Bisnis digital memang sedang berkembang pesat, tidak hanya pebisnis lokal pebisnis luarpun tidak mau ketinggalan. Terkadang karena serba cepat dan mudah, sudah tidak ada batasan lagi mana bisnis yang berpotensi dan mana yang tidak, kuncinya tergantung pada kreativitas, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kemauan bekerja keras, serta ketangguhan menghadapi kompetisi. Seiring dengan perkembangan digital, kebutuhan marketing harus bergerak cepat mengikuti zaman, jangan sampai terengah-engah. Cara marketing pun harus berubah beradaptasi dengan berbagai media yang ada, harus punya strategi.

Sebagai wanita yang aktif, saya sangat mendambakan proses belanja yang praktis, cepat dengan kualitas optimal. Nggak zamannya lagi belanja produk harus order offline dan ngantri berjam-jam. Sekarang sudah zamannya digital marketing. Sarana promosi pun lebih banyak menggunakan sosial media. Sekali lagi, bisnis harus bisa beradaptasi dengan perkembangan sosial media. Ketika kita sadar dengan perubahan habit pasar dan kemudian bisa mengikutinya ini langkah yang baik untuk dunia bisnis.


Begitu pula halnya dengan CNI. Pernah dengar nama CNI kan? Ya, nama CNI sudah tidak asing lagi di telinga saya. CNI ini adalah bisnis Multi Level Marketing (MLM) pertama kali saya bergabung. CNI sudah ada sejak 30 tahun yang lalu. Disaat bisnis MLM pada bertumbangan karena krisis moneter, CNI masih tetap eksis sampai sekarang. Masa saya, untuk order produk CNI saya harus mengisi form dan harus ngantri hingga berjam-jam karena banyaknya para upline dan downline yang belanja produk, apalagi kalau akhir bulan satu gedung bisa padat karena mesti mengejar tutup poin atau tupo istilahnya. Kadang kalau mengingatnya lagi saya suka tertawa sendiri. Ternyata saya mengalami proses sistem jual beli yang masih manual dan lumayan ribet. Tetapi sekarang tidak lagi karena CNI telah menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan perkembangan yang ada, ini disebut Digital Marketing. Sekarang, untuk belanja mudah produk CNI sudah bisa melalui www.geraicni.com  secara online, bisa dilakukan dimanapun dan kapan pun. Member dan konsumen diberi kemudahan untuk order kebutuhan produk CNI. Dengan adanya Gerai CNI proses nya jadi lebih simple, efektif, hemat waktu dan energi.

Minggu, 6 Maret kemarin saya merasa senang karena mendapat kesempatan mengikuti Kopdar Blogger  yang membahas digital marketing sharing, dengan narasumber Mas Niko Riansyah dan Teh Ani Berta.


sumber : FB Niko Riansyah
Niko Riansyah, berbagi pengalaman kepada blogger bagaimana ia meng-handle sosial media di CNI. Niko menjelaskan banyak platform yang digunakan untuk melakukan marketing di sosial media, diantaranya facebook, twitter, instagram, juga mail chimp. Mail Chimp adalah sebuah webservice atau software sederhana yang menyediakan layanan untuk mengirimkan pesan (email). Biasanya digunakan tujuan marketing, mail chimp ini memiliki berbagai fitur seperti mendesain, mengatur waktu pengiriman pesan, biasanya digunakan untuk mengirim newsletter ke email konsumen. 

Platform yang kita miliki sebaiknya berisi konten-konten yang menarik agar follower social media kita tidak jenuh dengan konten marketing yang itu saja, sesekali selipkan tips-tips yang berhubungan dengan kesehatan misalnya. Karena kita juga harus tahu tipe follower, harus faham apa yang mereka suka/tidak suka. Kemudian informasi apa saja yang layak mereka dapatkan, bila perlu buat topik menarik yang menjadi conversation topic yang akhirnya ada engagement dengan mereka. Misal topik makanan sehat atau cara tepat minum suplemen. Kita juga harus siap merespon setiap pertanyaan dari follower. Percuma saja kalau kita membuat topik tapi kita tidak interaktif dengan follower. Utamakan sharing, bukan jualan. Don't Hard Selling, Tell Stories Well. Beriklan di sosial media bisa juga melalui Facebook Ads atau Google Ads. Yang paling banyak memberi kontribusi pada CNI adalah Google Ads. Ini karena banyak orang yang mencari informasi lewat google, yang penting kreatif membuat keywords yang tepat. Demikian juga dengan Facebook Ads, beriklan disini kita bisa mengatur pembaca yang tepat sasaran, iklan juga bisa di share ke sosial media. 




sumber : FB Ani Berta
Hadirnya blog mempengaruhi keputusan seseorang untuk membeli sesuatu. Mereka lebih suka membaca pendapat orang lain daripada harus menerka sendiri seperti apa kira-kira produk yang akan dibeli. Untuk itu blogger mempunyai peranan dalam membuat konten yang baik agar blog yang kita miliki menjadi lahan informasi bagi orang lain dan menjadi lahan pendapatan tentunya. Bagaimana mengelola dan  memproduksi konten blog sebaik mungkin? Yuk, kita simak tips-tips dari Teh Ani Berta. 

Menciptakan konten memang gampang-gampang susah, rasa malas dan kurangnya motivasi adalah musuh saat kita ingin mulai menulis blog. Memang, untuk sukses ngeblog harus melalui proses kata Teh Ani. Kita harus menomorsatukan konten blog dengan sebaik mungkin. Pengalaman Teh Ani, dari konten lah ia menemukan celah. Awalnya Teh Ani menulis konten tentang perempuan, anak, juga tentang ibu secara sukarela, dan akhirnya Teh Ani mendapat honor dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tanpa diminta. Prestasi lain yang didapat Teh Ani dari hasil ngeblog adalah mendapatkan kesempatan mengelilingi 10 propinsi di Indonesia melalui Australian Aid, bekerjasama dengan Indosat mulai tahun 2010 hingga sekarang,dan baru-baru ini Teh Ani diundang sebagai pembicara di The ASEAN Work Life Balance Conference, di Kuala Lumpur.  

Sumber konten bisa kita dapatkan dari mana saja diantaranya dengan berbagi sumber informasi tempat menarik, tempat bersejarah dan peristiwa. Hal-hal kecilpun bisa menjadi konten, misalnya membuat cerita tentang angkutan antar daerah. Dengan membagi konten ada keuntungan yang di dapat penulis juga pembaca. Berbagi edukasi, background pendidikan jangan disia-sia kan, bisa dipakai untuk menambah konten di blog. Kemudian seandainya kita memiliki keahlian desain infografis, kita bisa membuat tutorialnya yang di posting di blog. Kalau kita mengikuti workshop, hasil wawancara dengan narasumber bisa menambah konten di blog, usahakan untuk mewawancari narasumber secara langsung, jangan sia-siakan kesempatan.  Tulisan dari hasil wawancara langsung akan berbeda hasilnya dengan tulisan yang lain. 

sumber: Ani Berta 

Berbagi opini, bisa dipakai untuk menambah konten di blog, misal menulis berita di televisi yang baru kita tonton, tapi perlu diingat, jangan semua berita yang ada di TV langsung diadopsi, sebagai blogger setiap berita yang kita dengar dan kita terima sebaiknya di verifikasi dahulu baru ditulis. Bila perlu cek ke teman-teman wartawan yang benar-benar terjun langsung meliput beita. Berita-berita yang diverifikasi akan lebih original. Menggali cerita dari narasumber kita harus bisa berdapatasi dan ikut serta menjadi bagian dari mereka. Bukan hanya acara talkshow di TV, cuma cerita-cerita sama teman yang awalnya ngobrol santai akhirnya bisa kita jadikan konten. Jangan sia2kan kesempatan guys..tulis apa saja yang kalian dengar, kalian lihat yg ada disekitar kita.  Konten yang lebih dalam dan berkualitas itu yang dicari.

Yang membuat konten blog lebih menarik apabila artikel yang kita tulis berbobot dan sesuai fakta, perkuat dengan data statistik atau sumber buku, hasil dari wawancara, juga sumber medianya. Data statistik bisa kita dapatkan dari instansi tertentu. Misal kita ingin menulis mengenai berapa banyak pelaku usaha di Indonesia, baik itu usaha kecil atau usaha besar, kita bisa meminta data tersebut ke Kementrian Koperasi dan UKM, atau ingin menulis mengenai angka kecelakaan lalu lintas, kita bisa minta datanya ke Departemen Perhubungan. Jadi tulisan kita tidak terksesan asal comot, tapi jelas sumber datanya.

Bagi blogger yang memiliki konten gado-gado di blog sebaiknya mempunyai blog lebih dari satu. Misalnya banyak menulis tentang makanan atau menulis mengenai pengalaman travelling, tulis di blog yang berbeda. Tujuannya adalah untuk mem-branding diri, penguat kapasitas dan monetize. Apa itu monetize? 
Seru ya, dengan konten yang baik, artikel yang diperkuat dengan data, dan ujung-ujungnya menghasilkan uang.  Diperlukan strategi dalam membuat konten  seperti membuat jadwal secara rutin dan berkala, breakdown tema, manfaatkan waktu luang untuk membuat draft, bawa selalu catatan dan pulpen, tangkap momen berharga dimanapun kita berada, berfikir kritis, kreatif & mampu membuat opini yg inovatif, bertanggung jawab. 



Setelah posting artikel di blog, share link hasil karya lewat sosial media, tujuannya agar banyak yang berkunjung dan membaca blog kita, selain itu sering-sering juga  blogwalking ke blog teman karena selain merampingkan alexa rank juga untuk menambah networking dan silaturahmi. Konten yang kita tulis bisa juga dijadikan konten di twitter, tweet isi tulisan sambil menyisipkan link, ini juga bisa menambah jumlah pengunjung di blog dan bisa saja menambah jumlah follower twitter. Rajin meng-update blog dengan informasi yang bermanfaat karena kalau kita serius menekuni dunia blog, kita akan mendapatkan banyak peluang.  Kalau bukan kita sendiri yang menciptakan peluang, siapa lagi?  Pintar-pintarlah mencari celah .
























Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments

2 Maret 2016 saya mengikuti diskusi "Menentukan Arah Kewirausahaan" di Gedung SMESCO. Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Ahmad Zabadi selaku Dirut LLP Smesco. Singkat kata Pak Ahmad Zabadi mengatakan SMESCO sangat terbuka bagi para pelaku UKM, SMESCO juga menyambut baik UKM yang ingin memasarkan produk, bisa bekerjasama dengan Galeri Indonesia WOW melalui proses kurasi. Acara dipandu oleh Dedy Gumelar a.k.a Miing Bagito yang pernah menjadi pelawak sekaligus mantan anggota Dewan. Menurut Kang Dedy aspek sumber daya manusia harus dibangun,  akses pembiayaan dan akses pasar harus difikirkan. UKM dan koperasi  bukan semata-mata urusan ekonomi, tapi urusan kultural dan sikap, mesti dibangun etos nya. Mental perlu dibangun apalagi dalam era MEA sekarang ini.

Bapak Prakoso, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM mengatakan kuatnya wirausaha bisa percepat pemerataan.  Yang perlu diubah untuk kemajuan UKM adalah mindset atau cara berfikir. Berusaha tidak melulu modal,tapi mentalitas dan keinginan untuk maju itu faktor utama. Dedy Gumelar juga ikut membenarkan, menurutnya yang mejadi kendala utama di Indonesia adalah persoalan mentality. Mental kita ini adalah mental imperior bukan mental superior, karena sejarahnya bangsa kita pernah dijajah jadi rasa minder nya lebih kuat dari rasa percaya diri, padahal minder adalah kekalahan. Memang terkadang kalau mau memulai usaha sering muncul rasa khawatir dagangan kita bakal laku nggak ya? malu-maluin nggak ya?


Kartika Setiawan, gadis muda asal Medan ini adalah pengusaha kue kering sejak 5 tahun lalu tepatnya awal tahun 2011. Usaha ini dilakukan karena meneruskan resep orang tua yang dikembangkan dengan cara dimodifikasi oleh nya. Dengan modal 5 juta, mbak Kartika membeli alat dan bahan yang dibutuhkan untuk usaha kue kering nya. Berawal jualan kue dari kampus ke kampus, dan karena omongan dari mulut ke mulut mengenai kue keringnya akhirnya usaha kue keringnya mulai dikenal dan banyak yang pesan juga beli kue kering mbak Kartika. Kemudian kenal dengan Kementrian Koperasi dan dapat bantuan dana sejak itu usaha nya mulai berkembang  Yang dulunya dengan modal 5 juta, berkat usaha dan promosi yang gencar dilakukannya tanpa rasa malu, sekarang ia sudah mampu meraup omset 350juta per bulan.  Saat ini ia sudah memiliki 15 karyawan yang aktif, terkadang ia juga menambah karyawan musiman bila perlu tambahan apabila banyak pesanan di hari besar misal lebaran, natal, imlek . Mbak Kartika punya harapan kedepannya ia memiliki cabang kue kering di seluruh wilayah di Indonesia. Ia paham betul dengan sasaran market, ini salah satu strategi wirausaha. Berdasarkan paparan Mbak Kartika yang tanpa rasa malu jualan kue kering diusia muda masih kuliah, ia jualan masuk kampus keluar kampus. Itu dilakukannya tanpa mengenal malu. Memang rasa rendah diri adalah musuh mentalitas ujar Kang Dedy Gumelar, kita harus berani menempatkan rasa malu pada tempatnya.

Masdir, pelaku UKM asal Makassar punya usaha sablon yang sekarang mempunyai omset 370 juta perbulan. Masdir ini juga berbisnis sambil kuliah.  Selama  berbisnis ia pernah mengalami jatuh bangun. Tapi ia tetap bangkit lagi untuk mencari peluang bisnis yang lain, ini contoh anak muda yang punya mentalitas. Dewa Ayu, UKM asal Bali yang memiliki usaha rias pengantin.  Dewa Ayu mengakui sebagai gadis kampung ia mempunyai tekad untuk berusaha apa saja. Ia ke Denpasar ke LKP Agung tempat khusus rias pengantin yang merupakan program kementrian UKM. Ia  berfikir harus melakukan sesuatu yang beda agar mendapat hasil yang beda pula. Lama kelamaan ia ditunjuk menjadi instruktur rias pengantin. Muncul keinginan untuk bisa membuat LKP, tapi syarat nya harus memiliki ijazah Sarjana, akhirnya dengan pendapatan yang ada ia menyambung kuliah di Bali. Melihat anak-anak muda yang sukses ini, sebenarnya kuncinya tergantung pada keinginan untuk mengembangkan diri, juga keinginan untuk tetap belajar meningkatkan kewirausahaan. 


Jimmy M. Rifai Gani, Executive Director & CEO IPMI International Bussiness School, sharing pengalamnnya selama berbisnis. Pernah mengalami jatuh bangun dan sudah malang melintang didunia bisnis sejak 12 tahun lalu. Beliau pernah diminta pemerintah mengnakhodai salah satu BUMN yaitu Sarinah tahun 2009 dan belaiu menjabat Dirut pada saat itu. Dan selama di Sarinah beliau berkecimpung didunia ritel yang banyak hubungannya dengan UKM, binaan-binaan dari Sarinah pada waktu itu sekitar ribuan, dan banyak pengusaha UKM yang awalnya naik sepeda menjajakan dagangannya ke Sarinah maju menjadi pengusaha yang hebat, bahkan lebih hebat dari Sarinah. Seperti pemilik POLO, Batik Riana, bahkan ada pengusaha yang sampai ekspor dagannya ke belasan negara. POLO adalah brand asli Indonesia, sekarang brand ini sudah maju dan banyak dikenal. Rifai Gani juga membagi konsep Distruptive Innovation. 

Distruptive Innovation adalah inovasi  yang bisa mengganggu bagaimana bisnis dilakukan saat ini. Kuncinya ada 2 yaitu user friendly dan low cost.  Misalnya transportasi, 3 tahun yang lalu kita mengenal transportasi yang aman, nyaman agak mahal adalah taksi. Tapi masyarakat kita membutuhkan transportasi yang aman, nyaman dan terjangkau atau murah. Konsep ini memang belum terlalu populer di Indonesia, tapi sudah diterapkan oleh Nadiem Makarim CEO Gojek. Nadiem Makarim memahami keinginan masyarakat, makanya tahun 2011 ia meluncurkan Gojek, namun baru berhasil menyebar pada tahun 2014. Ia membuat sesuatu inovasi dengan menggunakan teknologi. Masyarakat bisa memanggil gojek melalui applikasi di smartphone. Konsep ini dipakai untuk melayani masyarakat agar mendapatkan pelayanan transportasi yang kurang lebih sama kualitasnya tapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Ini merupakan peluang, karena kita mempunyai pondasi yang luar biasa. MEA jangan menjadi momok yang menakutkan.

Ada 3 tren dalam ASEAN sekarang ini yaitu globalisasi, urbanisasi dan digitisasi. 3 hal ini penting sebagai peluang untuk UKM. Globalilasi, peluang UKM kita untuk masuk kepada global value change atau rantai daripada pasokan dunia. Yang dibutuhkan untuk maju adalah knowledge. Urbanisasi, kalau kita lihat 50 persen orang Indonesia sudah tinggal di kota. Ini merubah lifestyle, gaya hidup berubah karena faktor digitisasi (proses konversi informasi ke dalam format digital), orang mau yang serba instan atau segala sesuatunya lebih cepat. Lifestyle ini merupakan peluang. Bagaimana para pelaku UKM memanfaatkan itu. Misalnya didunia fashion, pelaku UKM di kota bisa memasarkan dan membaginya ke daerah-daerah, bisa ke teman atau saudara, ini harus dimanfaatkan. Pengusaha yang jeli ketika gaya hidup berubah kemudian mengambil manfaat dari perubahan itu.

Sebagai penutup, kata-kata mas Jimmy memberi inspirasi bagi saya.







Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

28 Feb 2016 lalu saya menghadiri acara Marketeers Creativity Day di Galeri Indonesia WOW gedung SMESCO RumahKU (Rumahnya Koperasi dan UMKM). Disebut Marketeers Creativity Day karena event ini diperuntukkan untuk para anak muda, perampuan dan para pengguna internet a.k.a netizen. Event seperti ini diadakan setiap sebulan sekali dengan tema yang berbeda. Kali ini tema yang diusung adalah Soul of Bandung. Tujuan diadakan event seperti ini agar seluruh masyarakat lebih mengenal produk-produk buatan dalam negeri, karya anak bangsa. Kita masyarakat Indonesia diharapkan bisa menghargai hasil karya anak negeri ini. Karena temanya Soul of Bandung, SMESCO mengundang walikota Bandung Kang Ridwan Kamil beserta para insan kreatif dan pelaku KUKM kota Bandung. "Bandung itu kota UKM" ujar Kang Ridwan. 

Berdasarkan data statistik, pertumbuhan UKM di Bandung sekitar 7,8%. Menurut Kang Ridwan para UKM Bandung ini kreatif dan berhasil, survey nya ada 2 menurut versi Kang Ridwan. Pertama, karena faktor cuaca. Karena Bandung suhunya dingin, maka anak-anak Bandung galaunya jadi maksimal dan melamunnya lebih lama, impact-nya karya-karya anak Bandung jadi lebih banyak. Kedua, anak-anak Bandung ini hobinya nongkrong, tapi nongkrong dalam hal positif loh ya. Dimulai dari nongkrong terjadi perbincangan, percakapan, perdebatan, kemudian bikin usaha bareng. Inilah yang membuat Kang Ridwan mempunyai ide untuk memperbanyak tempat nongkrong di Bandung. Tahun ini di Bandung akan berdiri 2 bangunan keren. Yaitu bangunan seperti SMESCO yang dinamai Creativity Center, disini terdapat toko, designs court, bioskop untuk menonton produksi anak-anak kreatif, perpustakaan, studio musik, studio tari, patung, dan sebagainya. Kemudian bangunan yang kedua adalah Innovation Center, bedanya dengan Creativity Center adalah di gedung Innovation Center ini isinya alat-alat berat, seperti 3D printer, lasser cutting, wood working, robotik. Jadi anak-anak Bandung yang punya ide kreatif tapi tidak punya alat bisa datang ke Innovation Center dan nantinya dibuatin prorotype nya. Kalau prototype nya keren produksinya akan dijual dan akan di hak ciptakan. Mudah-mudahan lahir orang hebat, karena negara hadir untuk memfasilitasi alat-alat mahal di Innovation Center ini.
Marketeers Creativity Day
Bapak Puspayoga-Mentri Koperasi dan UKM & Ridwan Kali-Walikota Bandung
Kemudian yang patut ditiru dari kebijakan mengenai UKM di Bandung ini adalah dalam hal perizinan. Di Bandung para UKM tidak perlu pakai izin, langung saja berbisnis dan diperiksanya belakangan. Cukup memberi informasi via handphone dengan menggunakan aplikasi GAMPIL  (Gadget Mobile Application Licence) yang baru saja di launching 25 Februari lalu.  Ini dukungan pemerintah Bandung agar para pelaku UKM tidak repot. Bandung juga punya perbankan untuk melengkapi KUR (Kredit Usaha Rakyat)  melalui program kredit Melati (Melawan Rentenir) di Bank Perkreditan Rakyat. Ini merupakan layanan kredit UKM Bandung, program ini bebas bunga pinjaman jadi pelaku UKM tidak perlu merasa khawatir akan adanya bunga. Saya salut dengan program-progrm yang di paparkan Kang Ridwan untuk pelaku UKM di Bandung. Semoga ini bisa ditularkan ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Galeri Indonesia WOW merupakan tempat yang didedikasi khusus oleh Kementrian Koperasi dan UKM melalui SMESCO Indonesia untuk men-display produk dalam negeri. Ada berbagai fasilitas di gedung SMESCO ini antara lain Co-Working Space, Maker SPace,Creativity Stage, Investor Meeting Point, dan  Currated Concept Store serta Pop Up Store. Galeri Indonesia WOW mulai ramai sejak tahun lalu, yakni sejak Bapak Hermawan Kartajaya staf khusus Menteri Koperasi dan UKM yang juga CEO MarkPlus, me-rebranding lagi Galeri UKM menjadi Galeri Indonesia WOW (GIW).

Marketeers Creativity Day
Bapak Ahmad Zabadi - Dirut LLP SMESCO
Saat event berlangsung, saya dan teman-teman blogger diberi kesempatan untuk berbincang bersama dengan Bapak Ahmad Zabadi selaku Direktur Utama LLP (Lembaga Layanan Pemasaran) SMESCO. Menurut pak Ahmad Zabadi, usaha menengah di Indonesia tidak begitu banyak hanya sekitar 60 ribuan, usaha besar sekitar 5 ribuan dan usaha kecil sekitar 700 ribuan. Yang paling banyak adalah usaha mikro yakni sekitar 57 juta. Dari sini jelas terlihat bahwa struktur perekonomian ada yang tidak sehat. Karena tidak banyaknya pelaku UKM yang masuk kategori kecil dan menengah, disini peranan netizen sangat dibutuhkan. Karena notabene yang menggerakkan ekonomi kita adalah usaha mikro, sekitar 107 juta tenaga kerja nasional yang diserap di pasar itu kontribusi usaha mikro dan kecil menengah, sedangkan usaha besar tidak banyak. Tahun 1998 adalah masa krisis ekonomi yang seirus, usaha-usaha besar mengalami collapse, dunia perekonomian seolah-olah runtuh. Kemudian mesin perekonomian perlahan-lahan bergerak, itu karena UKM turut membangkitkan/rekapitulasi usaha-usaha di sektor besar, terasa sekali dampaknya. Seperti inilah yang terjadi apabila sebagian sumber daya produktif penguasaannya tidak merata bahkan cenderung timpang, hanya karena banyak dikuasai usaha besar. Kita perlu menyeimbangkan ini dengan memperkuat UKM.
Marketeers Creativity Day
karya anak negri
Peran SMESCO yang awalnya orang melihat hanya sebagai tempat display produk-produk UKM, pelan tapi pasti sekarang berproses bukan hanya sebagai tempat display saja, tetapi akan menjadi proses kawah candradimuka nya bagi para pelaku UKM dan startup. Yang terpenting adalah keberadaan ruangan yang ada di gedung SMESCO ini seperti Marketeers Corner dimanfaatkan. Co- Working Space ini adalah virtual office-nya pelaku UKM. Jika selama ini para pelaku UKM berkantor di rumah masing-masing dan terkadang perlu tempat untuk meeting dengan mitra bisnis, kemudian harus mencari tempat yang nyaman untuk meeting misal di cafe, pastinya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Maka SMESCO ingin menciptakan ekosistem atau atmosfer yang menginspirasi bagi para pelaku UKM dan startup untuk mereka bisa menjadi termotivasi, ditempat ini para pelaku UKM bisa mendapat nilai tambah.  Di Marketeers Corner in ada sekitar 40 kursi yang disiapkan utnuk berkantor, dengan begitu antar pelaku UKM bisa saling berdiskusi, saling mengenal, kemudian bisa mengembangkan jaringan yang tentu saja berguna menjadi link antar UKM dan startup.

Marketeers Creativity Day
karya anak negri
Untuk meningkatkan kualitas produk, Pak Ahmad Zabadi menjelaskan kalau ada rungan yang diberi nama Maker Space. Ini adalah experiment lab untuk pengembangan kualitas produk yang dihasilkan. Sebentar lagi juga akan dilengkapi dengan peralatan seperti mesin potong untuk kulit, bahan, kain, mesin bubut untuk furniture skala tertentu. Selain disiapkan Maker Space nya, juga disiapkan workshop dan expert untuk memberi pendampingan kepada para pelaku UKM dan startup, yang nantinya akan menghasilkan produk yang kualitasnya lebih bagus. Sehingga akan lahirlah para  enterpreuner baru. Selain membantu proses pengadaan alat-alat seperti yang disebutkan, SMESCO juga membantu dalam hal branding juga promosi. Ini tidak berlaku untuk selamanya, SMESCO akan memberikan batas waktu tertentu sekitar 6 bulan, setelah sukses para UKM akan di wisuda dan ini berarti UKM tersebut sudah naik kelas dan selanjutnya tidak bertempat di SMESCO lagi. UKM tersebut harus keluar untuk menjadi lokomotif untuk mengangkut dan memberikan kesempatan kepada UKM berikutnya agar bisa sukses juga mengikuti kesuksekan UKM senior sebelumnya. Jadi SMESCO ini menjadi tempat bagi para UKM bisa berproses. Semoga blogger bisa bersinergi untuk memajukan UKM di Indonesia.
Marketeers Creativity Day
just wanna say "creative"
Pada event Markeeters Creativity Day Soul of Bandung lalu, terlihat pengunjung begitu antusias membeli produk-produk UKM asal Bandung, ini karena sebagian produk seperti makanan yang cuma dijual di Bandung, tentu saja kesempatan ini tidak disia-siakan oleh mereka. Saya juga salut dengan beberapa UKM yang sangat memperhatikan packaging, kebersihan, kerapian produk yang mereka produksi, jadi tidak sembarang mengemas produk. Ini menjadi daya pikat pembeli. Semoga blogger dan pelaku UKM bisa bersinergi untuk mempromosikan produk UKM dan startup yang berkualitas ini tidak hanya di Indonesia tapi juga Internasional.










Share
Tweet
Pin
Share
8 Comments

Rasanya baru beberapa bulan ini saya sempat kewalahan dengan masalah pengiriman. Yup, lumayan ribet dengan hitungan ongkir alias ongkos kirim dan penerimaan paket, secara saya sering mobile jarang ada dirumah. Belum lagi saya harus telfon sana sini untuk mencari lokasi kantor pengiriman yang buka sampai malam. Saya lebih sering mengirim paket malam hari karena kalau seharian diluar rumah, saat yang tepat dan waktu yang senggang cuma malam hari. Kegalauan saya terjawab saat saya diundang untuk mengikuti acara JNE 7 Magnificent  Senin, 29 Februari 2016 di D'Consulate, Epicentrum Walk. Acara ini diadakan oleh JNE salah satu perusahaan nasional yang bergerak dibidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian. 

Acara dipandu oleh MC yang sangat kocak Kemal, dengan membawa sebuah kotak berupa paket, Kemal keliling mencari alamat pemilik paket dan wow...salah satu peserta mendapatkan paket JNE yang berisikan voucher belanja. Girang banget pastinya, baru mulai udah ketiban hoki hehe. Selain itu banyak game seru lainnya seperti peserta dengan follower terbanyak, lomba live tweet dan live instagram. Siap-siap deh dikerjain Kemal dengan aksi-aksi gokilnya. Sebelum acara dimulai, kita berdoa bersama, dan seperti biasanya kalau JNE membuat event selalu menghadirkan anak-anak yatim sebagai wujud aksi sosial, tujuannya untuk berbagi keceriaan bersama.


Mohamad Feriadi, Presiden Direktur JNE
Selanjutnya kata sambutan dari Bapak Mohamad Feriadi selaku Presiden Direktur JNE. Beliau mengatakan seiring dengan pertumbuhan dunia digital, konsumen juga semakin kritis dengan kebutuhan akan distribusi barang yang beragam, sehingga JNE harus bisa mengakomodir keinginan konsumen, beradaptasi dengan menciptakan layanan yang adaptif dan inovatif. Untuk itu JNE yang sudah hadir sejak tahun 1990 ini, membuat terobosan baru dengan meluncurkan tujuh program andalan yang dinamai 7 Magnificent . Program ini bertujuan untuk memberi solusi dan kemudahan kepada konsumen. Adapun 7 program tersebut adalah :


1. Aplikasi My JNE
Aplikasi berbasis android yang terhubung dengan nomor telepon pelanggan JNE Express dengan seluruh kiriman yang dikirim melalui JNE. Dengan satu nomor telepon yang terdaftar kita bisa menikmati fitur-fitur istimewa seperti:
MY TARIFF: Cek tarif pengiriman JNE seluruh Indonesia
MY SHIPMENT: Cek status pengiriman sendiri dan kiriman orang lain dengan lebih cepat
MY LOCATION: Cek lokasi pengiriman JNE yang terdekat
MY COD (Cash On Digital): Membuat order dari toko online dan menggunakan JNE sebagai mediasi pembayaran. 
Status realtime yang ada di website kita akan muncul di My JNE


klik gambar ini utk mendownload App My JNE

2. JNE-Pop Box
Layanan yang diperuntukkan bagi konsumen yang memiliki mobilitas tinggi dan selalu bergerak sehingga kemudahan ditawarkan dengan menempatkan paket pada loker otomatis yang mudah dan aman. Tahap awal layanan ini khusus pemilik kartu JLC (JNE Loyalty Card). Dengan fasilitas ini, penerima dapat meminta shipper mengirimkan paket ke alamat tujuan loker JNE-Pop Box, sehingga dapat melakukan pengambilan paket di loker-loker yang terdapat di beberapa lokasi sesuai dengan keingginan. Lokasi PopBox tersebar sebanyak 32 titik di Jakarta, yaitu di beberapa mall, kampus, minimarket, stasiun kereta api, apartemen. Informasi lebih lengkap silahkan buka link berikut:
Locker popbox = http://bit.ly/lockerpopbox
How to drop and collect = http://bit.ly/dropandcollect
FAQ = http://bit.ly/Fppbx

Alur Sederhana JNE PopBox

3. JNE Trucking
JNE Trucking merupakan layanan pengiriman jalur darat dalam jumlah besar minimal 10kg, saat ini masih beroperasi di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali. Kedepannya akan dikembangkan untuk seluruh wilayah di Indonesia. Truck yang digunakan berjenis Double Decker sehingga paket yang diangkut lebih aman. Memiliki jadwal pengiriman tetap yang tidak peka waktu misal tidak melayani pengiriman makanan yang cuma bisa bertahan dalam hitungan jam. Estimasi pengiriman berkisar 3-7 hari. Untuk menggunakan produk layanan ini bisa menghubungi contact center JNE di (62-21) 2927 8888.
4. JNE International Shipment
Era MEA, JNE bisa mengirimkan barang-barang UKM ke Asia Tenggara. Dengan layanan JNE International Shipment  yang merupakan kerjasama JNE dengan mitra strategis untuk pengiriman internasional dengan harga yang kompetitif. Dengan DHL untuk pengiriman paket ke negara-negara Eropa, dengan Sung Fung untuk pengiriman paket ke negara-negara Asia. Selain harga yang kompetitif, pelanggan JNE bisa melakukan trace and track melalui website JNE untuk melihat status update dari pengiriman mereka.


5. Ad Box Pre-Paid
Ad Box adalah kardus kotak sebagai alternatif layanan untuk meningkatkan keamanan barang kiriman customer. Harga box sudah termasuk ongkos kirim. Jenis box prepaid @box 2 prepaid dan @box 3 prepaid.


6. Promo Service Super Speed (SS)
Merupakan promo layanan pengiriman dan penerimaan paket pada hari yang sama khusus wilayah Jakarta. Tarif yang dikenakan sebesar Rp 40.000,-  mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB. Berlaku untuk walk in customer yang datang ke 28 kantor perwakilan JNE di Jakarta atau yang paketnya di pick up.
7. CD Musik

JNE menjadi bagian dalam mengkampanyekan CD bajakan dan dukungan terhadap industri musik Indonesia.Untuk itu JNE melayani pembelian CD musik asli yang dapat dilakukan melalui counter JNE. Ini merupakan kerjasama JNE dengan KAMI (Kirai Adiwarna Musik Indonesia). CD musik ini mulai dijual di gerai-gerai JNE dan akan dipublikasikan segera. 

JNE berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri logistik di Indonesia. Ini dibuktikan dengan dukungan terhadap usaha pemerintah menitikberatkan sektor perdagangan. Dan untuk pelaku UKM yang ingin mengekspor karyanya keluar negeri jadi lebih mudah dengan adanya layanan produk JNE 7Magnificent. Sebagai customer setia JNE, saya sangat menyambut baik terobosan JNE 7 Magnificent, karena proses mengirim barang dan merenima barang jadi lebih mudah dan lebih efektif, apalagi bagi orang-orang yang memiliki  mobilitas tinggi. 

Share
Tweet
Pin
Share
10 Comments
Newer Posts
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (9)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ▼  September 2026 (1)
      • Kucing Lahap Makan Belum Tentu Sehat! Ini 7 Tanda ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates