Pages

  • Home

travel beauty

Kesehatan adalah aset, tubuh sehat adalah investasi. Harga sebuah kesehatan menjadi begitu mahal ketika kita yang biasa produktif dan suatu waktu harus tebaring di rumah sakit. Kampanye yang sering digaungkan untuk hidup sehat tidak ada artinya jika tidak dimulai dengan adanya kesadaran dari diri sendiri. Memang, seharusnya gaya hidup sehat menjadi bagian dari keseharian kita. Seperti pola makan yang sehat, olah raga teratur, istirahat yang berkualitas. Selain itu dalam tubuh yang sehat harus terdapat jiwa yang sehat pula, untuk itu kita harus memiliki pola pikir positif. Kalau kita sudah menjalani gaya hidup sehat, itu berarti kita punya niat untuk berinvestasi dalam kesehatan diri sendiri.

Informasi mengenai kesehatan bisa kita dapatkan dari berbagai sumber resmi, baik itu lewat majalah, media sosial maupun melalui website kesehatan. Selain membaca dan mencari informasi mengenai kesehatan hal penting lain yang mesti kita lakukan adalah rutin mengecek kesehatan, agar kita tahu bagaimana sebenarnya kondisi kesehatan tubuh kita, ini sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap penyakit yang menyerang pada tubuh. Seandainya setelah dilakukan pengecekan dan ternyata terdapat kelainan pada tubuh, tentunya bisa ditangani dengan segera. Meskipun ada juga sebagian dari kita berpendapat dengan melakukan cek kesehatan dianggap mencari-cari penyakit. Pola pikir seperti ini yang seharusnya kita rubah. Karena mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.

Begitu banyak kejadian yang tidak diinginkan didunia dan ternyata sebanyak itu pulalah cara pencegahan, semua tergantung kita, mau perduli atau tidak. Saya jadi ingin berbagi mengenai penyakit yang diderita uwak (sebutan untuk abang dari ibu) saya. Penyakit yang awalnya hanya bentolan kecil seperti habis digigit nyamuk, karena dianggap biasa jadi dibiarkan saja. Lama kelamaan muncul bercak merah kecil dan ini juga masih dianggap biasa karena tidak mempengaruhi aktivitas dan tidak menyakitkan. Karena sudah hampir sebulan bercak ini tidak berkurang dan malah bertambah uwak memutuskan untuk berobat ke puskesmas. Dokter di puskesmas tempat uwak tinggal di Tanjung Pura, Sumatera Utara hanya mengatakan ini karena pengaruh cuaca dan penyakit kulit biasa. Dan obat yang diberi juga obat oles untuk kulit dan obat untuk diminum yaitu antibiotik dan anti gatal. Uwak jadi tenang karena dokter mengatakan tidak perlu khawatir, ikuti saja petunjuk dokter dengan teratur minum obat dan teratur mengoleskan salap sesuai petunjuk pemakaian. Uwak hanya manut saja, tanpa bertanya lebih jauh mengenai penyebab penyakit, makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi, dan apa saja kegunaan obat yang sudah diberikan dokter. Saya sangat faham, uwak tipe orang yang tidak banyak omong, apalagi waktu itu uwak belum berumah tangga, jadi nggak terlalu ambil pusing dengan sakitnya.

Bukannya kesembuhan yang didapat, justru reaksi yang tidak diduga pada kulit uwak setelah mengonsumsi obat semakin parah. Bercak-bercak merah dikulit uwak semakin melebar dan seperti melepuh. Kulit terasa panas, dan uwak mulai merasakan sakit pada seluruh tubuhnya. Kemudian uwak kembali ke puskesmas dimana dokter pernah memberi resep. Uwak menanyakan mengapa setelah meminum obat dan mengoleskan salap, justru kulit uwak bertambah parah. Akhirnya dokter mereferensikan uwak ke rumah sakit di Medan. Di rumah sakit ini uwak ditangani oleh dokter spesialis. Dokter melakukan beberapa pemeriksaan dan tes darah, lagi-lagi dokter mengatakan ini tidak berbahaya. Penyakit uwak semakin parah dan tak kunjung sembuh setelah dari rumah sakit yang satu ke rumah sakit yang lain. Kulit uwak menjadi belang berwarna coklat keputihan, rambut halus di seluruh badan habis, pori-pori dikulit tidak kelihatan, mata membengkak, dahi juga bengkak seperti berisi cairan. Saya hampir tidak sanggup melihat keadaan uwak saat itu. Uwak juga di vonis kanker kulit oleh dokter yang terakhir kali ditemui. Tapi memang uwak saya ini orangnya tenang dan nggak gampang stres, mungkin ini juga yang membuat uwak bertahan saat itu.

Penyakit yang diderita uwak tidak serta merta membuat keluarga menyerah meskipun dokter memvonis ini kanker kulit. Saat saya bertemu seorang profesor di Tangerang untuk melakukan konsultasi kesehatan, saya menanyakan perihal penyakit uwak saya dengan membawa hasil lab dan surat keterangan dokter yang menyatakan ini kanker kulit, saya juga menunjukkan foto uwak. Ternyata menurut si profesor ini adalah penyakit dermatomikosis angioneurotic. Penyakit ini awalnya disebabkan allergen sejenis alergi yang tidak bisa dideteksi. Memang gejala ini biasanya dijumpai pada orang dewasa ditandai dengan flu dan batuk. Penyakit ini menyerang kulit bawah seperti leher, telinga, hidung. Kulit bibir juga mengalami pengelupasan, kulit seluruh tubuh juga sama, terkelupas. Ini termasuk penyakit langka yang obatnya juga belum diketahui jenis formulanya. 
Pemberian obat yang tidak tepat seperti antibiotik dosis tinggi justru yang membuat kulit uwak melepuh. Profesor yang saya temui menyarankan agar uwak sering berjemur dibawah sinar matahari dan memberi beberapa obat yang saya lupa namanya. Seminggu setelah uwak mengonsumsi obat dari profesor ini alhamdulillah tampak perubahan, bagian mata mulai kempes dan lendir-lendir yang terkumpul di hidung dan leher mulai keluar. Tapi karena jarak yang jauh antara Medan dan Tangerang, uwak nggak rutin mengonsumsi obat dan memang Tuhan berkehendak lain, uwak harus pergi untuk selamanya.


Kesimpulan yang bisa saya ambil dari penyakit yang diderita uwak adalah jangan pernah menyepelekan gejala-gejala seperti flu, batuk ataupu gatal di kulit. Karena flu dan batuk yang kita alami belum tentu itu flu biasa atau batuk biasa, bisa jadi itu allergen. Pencegahan itu besar nilainya dibanding membiarkan. Pencegahan harus diperjuangkan bukan didapatkan. Sejak dini harus membangun pertahanan tubuh. Selain gaya hidup sehat dan mengelola stres, dengan banyaknya jenis penyakit yang sukar dideteksi, konsultasi juga ke dokter mengenai pertahanan tubuh bila perlu lakukan vaksinasi demi pencegahan dan demi masa depan.



info lengkap mengenai vaksin klik gambar ini

Share
Tweet
Pin
Share
20 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (7)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ▼  August 2026 (1)
      • Sampah Bernilai Ekonomi: Cara Bank Sampah Induk Be...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates