Pages

  • Home

travel beauty

Keberlanjutan Lingkungan
Menginspirasi Lewat Konten Positif di Danone Community Engagement Day 2022

Saat ini pengguna internet semakin meningkat dan semakin banyak pula yang berkecimpung menjadi content creator. Apa itu content creator? Well, teman-teman yang belum tau content creator adalah orang yang membuat karya dalam sebuah konten dan menyebarkannya ke sosial media dengan tujuan memberikan manfaat kepada orang lain. Nah, konten apa saja yang bisa bermanfaat agar memotivasi dan menginspirasi orang-orang yang membaca ataupun melihat? Tentu saja konten positif yang bisa menggerakkan orang lain menjadi lebih baik. 


Ngomongin konten yang bermanfaat, 1 September 2022 lalu Danone Indonesia mengadakan Danone Community Engagement Day 2022. Ini merupakan salah satu program yang mempertemukan seluruh angkatan Danone Academy dan dilakukan secara online melalui Zoom. Kegiatan yang diberi nama KIAT (Kelas Intensif Membuat Konten) ini beneran ilmu daging bagi saya dan teman-teman konten kreator lain yakni Bloggers dan Vloggers. Danone Indonesia mengadakan acara ini dengan harapan agar para content creator kedepannya bisa membuat konten yang terkait dengan isu keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.


Keberlanjutan Lingkungan
Content creator diharapakan bisa mengajak masyarakat pentingnya penerapan kehidupan berkelanjutan dalam dunia bisnis dan kehidupan sehari-hari

Tema yang diangkat dalam KIAT di #DanoneCommunityEngagementDay2022 adalah “Mengenal Penerapan Bisnis Berkelanjutan untuk Indonesia Lestari”, menghadirkan Content Creator Gerald Vincent, Agriculture Manager Danone Indonesia, Budi Rahardjo; Downstream Packaging Manager Danone Indonesia, Annie Wahyuni. 


Keberlanjutan Lingkungan
Narasumber


Danone Community Engagement Day 2022 benar-benar seru! Selain dapat banyak ilmu dan insight dari para narasumber juga jadi semakin bertambah pula keinginan untuk bikin konten-konten positif mengenai pentingnya kesadaran dan kepedulian tentang keberlanjutan lingkungan. Saya ingat banget yang dikatakan Pak Budi Rahardjo kalau saat ini banyak orang bertanam atau bertani tapi tidak merawat dan menjaga ekosistem, masih menggunakan asupan kimiawi berlebih, masih menanam dengan sistem monokultur tidak beraneka ragam. Pak Budi berpesan sebaiknya saat ini kita memanfaatkan lahan dan menanaminya dengan beraneka ragam tanaman. Maka dari itu Danone Indonesia menerapkan prinsip-prinsip Regenerative Agriculture, yakni sebuah gerakan paradigma pertanian dan praktek bertanam.


Prinsip-Prinsip Regenerative Agriculture:

  1. Minim Olah Lahan. Pengolahan lahan yang dilakukan seperlunya saja sesuai kebutuhan tanam, karena pengolahan tanah berlebihan bisa mematikan microorganisme, melepas kandungan C dalam tanah, juga makan biaya.

  2. Soil Protection (Konservasi Tanah). Memakai pupuk organik bisa dengan membuat pupuk sendiri, terasering, strip planting, dll.

  3. Melindungi Air. Kawasan pertanian menjadi kawasan resapan air.

  4. Meningkatkan Biodiversitas. Budidaya beragam tanaman pada suatu kawasan akan menjadikan kawasan pertanian menjadi ekosistem alam yang potensial mendatangkan income bagi para petani.

  5. Keterpaduan Pertanian dan Peternakan. Praktek penggembalaan yang baik akan memicu perbaikan pertumbuhan tanaman, meningkatkan karbon dalam tanah, dan meningkatkan produktivitas lahan penggembalaan, meningkatkan kesuburan tanah dan keanekaragaman hayati.


Pertanian Berkelanjutan
Pentingnya penerapan pertanian berkelanjutan

Jujurly tanpa bermaksud pamer hehe beberapa bulan ini saya juga di rumah sudah mulai menerapkan menanam tanaman di sela-sela media tanam yang masih ada space. Misal di pot bunga besar di sela-selanya saya tanam daun kari yang termasuk susah didapat kalau lagi ke pasar. Kemudian di sekitar pohon mangga saya tanam jahe dan kunyit yang Alhamdulillah kalau mau masak atau bikin bandrek bisa langsung diambil. Ada juga tanaman sereh yang saya tanam di tanah bekas pohon jambu yang sudah mati. Tinggal buat kontennya nih lagi di edit pemirsah.


Pertanian Berkelanjutan
Memanfaatkan lahan di sekitar rumah

Berdasarkan data BPS tahun 2018, sektor di lingkungan untuk pengelolaan sampah dimana masyarakat paling tidak peduli. Masih banyak masyarakat yang belum bijak mengelola sampah rumahnya sendiri, seperti memisahkan mana sampah organik, sampah plastik, sampah kertas, sampah botol. Kita semua pasti tau lah ya gimana sampah rumah tangga. Banyak kemasan seperti kemasan minyak makan, shampo, sabun, botol plastik, dll. Penting sekali untuk kita peduli bahwa sampahku tanggung jawabku.


Danone mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan ekonomi sirkular melalui gerakan #BijakBerplastik yang sudah dijalankan sejak 2018. Menurut Annie Wahyuni, untuk menjaga kesehatan masyarakat dibutuhkan fokus dari berbagai aspek. Nggak hanya aspek bahan pangan saja tapi juga kemasan yang ramah lingkungan dan aman bagi konsumen. Kemasan memiliki diperlukan untuk melindungi manfaat gizi dan kualitas produk Danone dan memungkinkan mereka untuk disimpan, diangkut, dan digunakan dengan aman. Maka dari itu Danone bekerja mendukung pergeseran sistemik dari linear ke ekonomi sirkular.


#BijakBerplastik
#BijakBerplastik

Selanjutnya materi yang paling saya tunggu-tunggu dari Gerald Vincent adalah bagaimana menjadi content creator yang bermanfaat dan tetap konsisten. Gerald sendiri ternyata pernah sampai 9 bulan kehabisan ide membuat konten dan sama sekali tak ada pemasukan alias penghasilan dari kontennya. Dari sini Gerald menyentil para content creator bahwa inti dari membuat konten adalah value. So, sampai saat ini masih terngiang-ngiang quotenya Gerald “Jadilah content creator yang memiliki value bukan hanya mengejar kekayaan semata”. 


Konten Positif
Jadi catatan banget nih!

Semoga ya kita semua bisa jadi content creator yang bisa menyampaikan konten yang bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat pula. Contohnya menginspirasi masyarakat untuk peduli hidup berkelanjutan baik untuk lingkungan maupun masyarakat itu sendiri. 








Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments

Peran Serat
Peran Serat untuk Kesehatan Saluran Cerna dan Alergi pada Anak

Ibu mana yang nggak khawatir ketika melihat si Kecil alergi. Kulit bentol-bentol, muncul kemerahan pada kulit bahkan muntah dan sesak nafas. Saya juga deg-degan kalau lihat ponakan alergi makanan sampai sesak nafas. Beneran deh, saya yang kalut dan super panik jadinya. Buru-buru dibawa ke dokter dan akhirnya harus di nebu. Kondisi yang berulang ini tentu saja bikin over thinking, cemas. Alhasil orangtua pun jadi ikutan sakit mikirin apa nih penyebab anak jadi alergian kayak gini.

Senang sekali saya bisa mengikuti webinar mengenai Peran Serat terhadap Kesehatan Saluran Cerna dan Alergi pada Anak yang diadakan oleh Danone Indonesia pada tanggal 23 Agustus 2023 lalu. Di acara ini saya jadi banyak dapat wawasan mengenai pentingnya kecukupan gizi anak dan peran serat terhadap saluran cernanya juga bagaimana alergi bisa terjadi pada anak.


Peran Serat
Para narasumber webinar Peran Serat terhadap Kesehatan Saluran Cerna dan Alergi pada Anak

Soal alergi, kalau kita bedah ternyata banyak sekali akar masalahnya. Dan salah satunya terkait dengan kecukupan serat. Berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2018, ternyata 95,5% penduduk Indonesia yang berusia diatas 5 tahun masih kurang konsumsi seratnya. Padahal serat merupakan salah satu zat gizi yang penting untuk dikonsumsi terutama pada anak agar sistem pencernaannya bisa bekerja dengan optimal. Karena 70% dari komponen sistem daya tahan tubuh terdapat dalam pencernaan dan merupakan poin penting untuk mendukung tumbuh kembang anak serta kesehatan yang holistik atau keseluruhan pada anak. Hal inilah yang membuat konsumsi makanan berserat pada anak harus terus didorong agar kita sebagai orangtua bisa paham bagaimana pemenuhan serat harian untuk tumbuh kembang yang optimal bagi anak, terutama untuk anak-anak yang mengalami kondisi alergi.


Peran Serat untuk Saluran Cerna
Penguatan sistem imum pada anak dibangun sejak masa golden period

Berdasarkan penelitian, pola makan yang rendah asupan serat ternyata berhubungan erat dengan alergi pada anak. Untuk itu perlu sekali pembangunan kesehatan pada anak, penguatan sistem imun pada anak dibangun sejak kecil terutama di masa golden periodnya. Ini penting sekali untuk bisa memberikan kesehatan yang optimal pada anak. Caranya di masa golden period harus ada dukungan golden nutrition atau nutrisi yang tepat termasuk dengan terkait asupan serat serta adanya golden stimulation atau stimulasi yang tepat sehingga dapat mendukung kesehatan dan tumbuh kembang optimal bagi anak.


Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia memaparkan bahwa Danone merupakan perusahaan yang memiliki visi makanan sebagai sumber gizi itu sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Isu yang dihadapi saat ini bahwa setiap anak berbeda-beda kebutuhan gizinya. Kehebatan seorang anak perlu dibangun sejak masa golden periodnya melalui dukungan golden nutrition termasuk melalui asupan serat serta golden stimulation sehingga dapat mendukung kesehatan holistik dan tumbuh kembang optimal si Kecil khususnya anak dengan kondisi alergi. 


Peran serat mencegah alergi pada anak
Visi Danone Indonesia

Berdasarkan penelitian 9 dari 10 anak masih mengalami kekurangan serat dimana rata-rata anak Indonesia usia 1-3 tahun hanya memenuhi ¼ atau rata-rata 4,7 gram per hari dari total kebutuhan hariannya atau setara dengan sepotong buah dan 2 mangkuk kecil sayur. Ini masih jauh dibawah angka kecukupan gizi yang direkomendasikan yaitu 19 gram serat setiap hari atau setara dengan 8 buah jeruk atau 10 buah apel. Melihat kondisi ini penting bagi kita para orangtua di Indonesia agar dapat membiasakan makan serat pada anak sejak dini. 


dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K),  Konsultan Alergi dan Imunologi Anak mengatakan kunci pemenuhan nutrisi anak adalah gizi seimbang. Asupan makanan berserat sangat diperlukan oleh anak dan tidak bisa diremehkan. Selain dapat membantu optimalisasi kesehatan saluran cerna yang krusial bagi tumbuh kembang dan kesehatannya, asupan serat harian yang tidak cukup juga dapat mempengaruhi terjadinya gangguan kesehatan, salah satunya kejadian alergi pada anak. Menurut penelitian pola makan rendah asupan serat menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya alergi. 


Peran Serat
Jangan remehkan asupan makanan berserat

Sebagai orangtua kita perlu memiliki pengetahuan yang cukup dalam memilih dan memberikan asupan nutrisi yang sesuai dengan kondisi anak, memiliki gizi yang seimbang serta juga kaya kandungan serat agar dapat mendukung mengoptimalkan tumbuh kembang anak, khususnya bagi anak yang memiliki kondisi alergi. Anak itu meniru apa yang dikonsumsi oleh orangtuanya jadi orangtuanya dulu yang mencontohkan makan buah sayur agar anak juga suka. Dengan mulai memperkenalkan makanan serat secara terus menerus sejak dini, mudah-mudahan kebiasaan yang baik ini terus berlanjut hingga anak dewasa.

 

“Dengan mengonsumsi serat dalam jumlah cukup, bisa memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan anak, seperti memperbaiki keseimbangan sistem imunitas tubuh, mengurangi inflamasi akibat alergi, dan bermanfaat bagi mikrobiota di dalam saluran cerna yang akan membuat nutrisi makanan terserap dengan optimal. Kondisi disbiosis atau ketidakseimbangan komposisi dan fungsi mikrobiota saluran cerna dapat berhubungan dengan kejadian alergi pada anak. Bagi anak yang menderita alergi memiliki jumlah dan keberagaman mikrobiota saluran cerna yang lebih sedikit dibandingkan anak yang tidak mengalami alergi. Untuk itu, pada anak yang memiliki alergi, orangtua harus dapat memilih jenis makanan yang tepat dan tidak mengandung zat-zat yang menyebabkan alergi, menjaga asupan gizinya tetap seimbang dan juga bisa diberikan makanan atau minuman yang difortifikasi serat,” jelas dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K).


Alergi makanan secara signifikan mempengaruhi tumbuh kembang dan kualitas hidup. Selain mempengaruhi kesehatan dan fisik anak, alergi makanan juga dapat mempengaruhi kualitas hidup anak seperti nggak bisa sembarangan beli makanan makanan di luar rumah dan di sekolah karena khawatir bisa timbul reaksi alergi jika tidak sengaja mengkonsumsi makanan tersebut, dan ini berisiko mengalami bullying di sekolah.


Menurut Psikolog anak, Anastasia Satriyo M.Psi, anak yang mengalami alergi nggak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tapi juga dapat mempengaruhi kondisi psikologi anak dan orangtuanya. Dampak psikologis dari alergi makanan seringkali membuat orangtua memikirkan dan mengkhawatirkannya serta menjadi cemas, terkadang lebih serius daripada alergi makanan itu sendiri. Ini bisa dilihat dalam sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa 41% orang tua yang memiliki anak dengan kondisi alergi melaporkan dampak yang signifikan pada tingkat stres mereka. Oleh karena itu, alergi bukan hanya dapat memengaruhi pada psikologis anak, namun orangtua akan turut merasakan efeknya secara langsung.


Peran Serat
Anak alergi tak hanya mempengaruhi psikologis anak tapi juga orangtua

Kondisi psikologis yang berpeluang terjadi oleh anak-anak dengan kondisi alergi seperti gangguan daya ingat, kesulitan bicara, konsentrasi berkurang, hiperaktif dan lemas, sehingga anak akan menjadi cenderung kurang percaya diri saat bersosialisasi dengan teman sebayanya. Penting sekali untuk diperhatikan oleh para orangtua agar tidak panik saat reaksi alergi pada anak muncul. Segera konsultasikan pada dokter ahli untuk mengetahui apa penyebab alergi pada anak sehingga kita bisa menekan risiko dampak buruk tidak terjadi. 

 

Oktavia Sari Wijayanti seorang ibu yang memiliki anak dengan kondisi alergi, mengatakan bahwa sebagai seorang ibu  yang memiliki anak dengan kondisi alergi makanan beliau dituntut untuk ekstra dalam menangani gejala akibat alergi dengan menghindari faktor pemicunya. Selain harus diperhatikan asupan nutrisinya  dan memastikan asupan serat harian anak tercukupi untuk memastikan si kecil tetap sehat dan gejala yang muncul akibat alerginya berkurang.  


Peran Seraat
Orangtua dengan anak alergi dituntut ekstra menangani gejala alergi pada anak 

Jadi dari pengalaman ibu Oktavia, para orangtua lain yang memiliki anak dengan kondisi alergi tidak perlu  khawatir dan jangan ragu ya untuk berkonsultasi dengan dokter agar anak kita bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan begitu tumbuh kembang anak tetap optimal dan tumbuh menjadi anak hebat.









 


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Sumber:  Canva

Kalau kamu sedang ada di Kota Kembang, coba kunjungi salah satu restoran steak di Bandung yang sedang ramai diperbincangkan. Holycow adalah salah satu restoran yang menu utamanya adalah steak. Kamu pecinta steak atau ingin coba untuk pertama kali, sangat disarankan untuk mendatangi steak hotel by Holycow yang ada juga di beberapa tempat di kota besar lainnya.

Segala Sesuatu Tentang Restoran Steak di Bandung, Holycow 

Steak dikenal sebagai hidangan mahal yang kerap tersedia pada restoran kelas atas. Tapi kalau di Holycow, kamu diberikan berbagai opsi steak dari beberapa bagian sapi dengan menu dan harga yang terjangkau. Tentu ada bagian daging sapi yang mahal seperti Wagyu Rib Eye dan Australian Sirloin. Tapi semua dijelaskan dengan padat pada menu di restoran steak di Bandung yang sedang ngehits ini. 

  1. Restoran Hotel

Restoran yang menyajikan menu steak kerap menuliskan steakhouse pada nama usahanya. Holycow sedikit berbeda, agar lebih menonjol nama yang di branding adalah steak hotel by Holycow! Sudah bisa ditebak dong, konsep yang disajikan adalah hidangan steak yang berkualitas dan terjangkau. 

  1. Wagyu Yang Mahal 

Tidak banyak restoran steak di Bandung yang menyajikan hidangan barat seperti steak dengan fokus pada menu daging sapi ini. Sejak awal berdiri Holycow sampai sekarang, daging sapi Wagyu adalah bahan steak paling mahal karena impor dan dagingnya yang empuk. 

Holycow memiliki cara tersendiri untuk menyajikan steak Wagyu yang berkualitas tapi dengan harga bersahabat. Jadi, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya 500 ribu lebih untuk menyantap steak Wagyu. Holycow menyediakannya dengan nominal yang lebih terjangkau. 

  1. Menu Steak Bervariasi

Bukan hanya tingkat kematangan yang beragam, menu steak di Holycow juga ada beberapa pilihan. Kamu pasti tidak mengira kalau bisa merasakan lezatnya steak mulai dari harga 99.000 ribu saja. Porsinya pas dan kamu dapat memesan pilihan steak dari pilihan yang tersedia. 

Pengetahuan tentang bagian daging pun jadi bertambah. Holycow Bandung hanya memakai daging sapi premium berkualitas. Jadi, bagian manapun yang kamu pilih semua memenuhi standarisasi restoran higienis dan juga enak. Kamu bisa dine-in atau take-out, restoran steak kenamaan di Bandung ini menyediakan banyak pilihan steak yang akan memanjakan lidah para pengunjungnya. 

  1. Hadir di Beberapa Lokasi 

Kamu dapat mengunjungi Holycow TKP Bandung. Itulah sebutan yang dipakai Holycow untuk semua gerai dengan nama TKP. Walau terlihat sederhana, tapi bisa jadi ciri khas beda yang membuat orang untuk lebih mudah mengingatnya. Kamu dapat mengunjungi cabang Holycow di Jakarta, Jogja dan kota-kota lain yang bisa dilihat melalui website resminya. 

  1. Signature Dish 

Masuk ke restoran tentu wajib mengetahui apa signature dish dari tempat makan tersebut. Selain biasanya menu tersebut selalu ada, makanan yang jadi ciri khas restoran tentu sudah dijamin kelezatannya. Signature dish dari Holycow adalah tenderloin steak disajikan dengan french fries dan salad segar.

Menu lainnya adalah lolipop beef yang merupakan paduan antara short ribs dan cheese sauce yang juicy dan gurih. Menu ini dibalut dengan pastry ala Wellington, jadi crispy dan empuk dalam tiap gigitan. Belum lagi beberapa pilihan saus yang diracik khusus dan memberikan cita rasa berbeda. Pilihannya ada yang umum seperti lada hitam dan BBQ ada juga saus jamur dan aneka rasa lainnya. 

  1. Plant Based

Steak tanpa daging mungkin baru ada di Holycow. Kamu bisa menikmati steak yang terbuat dari protein nabati 100 persen hasil kerjasama dengan Green Rebel Foods. Bagi penggemar steak yang pernah mencobanya, varian ini mirip dengan steak berbahan daging. Jadi bisa jadi pilihan bagi kamu yang ingin rasa beda dari Holycow untuk hidangan steak di meja kamu. 

  1. Steak Ikan 

Pilihan selain steak nabati adalah steak salmon yang terbuat dari fillet ikan salmon berkualitas. Menu pendampingnya ada salad, potato, salad, dan saus pilihan kamu sendiri. Jadi, satu porsi sangat mengenyangkan dan lengkap. Benar – benar sudah memenuhi kebutuhan nutrisi. 

Itulah beberapa hal yang menjadi alasan mengapa kamu perlu mengunjungi Holycow, Restoran steak di Bandung yang populer dengan hidangan steaknya. Baik layanan, pilihan menu sampai kualitas daging sapi dan bahan lainnya, semua diperhatikan dan selalu terjaga. Yuk! Segera meluncur ke Holycow untuk acara keluarga, berdua dengan pasangan atau momen seru lainnya. 


Sumber

https://www.holycowsteak.com/blogs/story/7-rekomendasi-makanan-enak-di-steak-hotel-by-holycow

https://jabar.idntimes.com/food/dining-guide/debbie-sutrisno/mau-makan-steak-all-you-can-eat-yuk-coba-sensasi-baru-di-holycow








Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

JNE yang selalu support UMKM lewat CSR

Belum lama ini muncul berita tentang penimbunan beras sembako bantuan dari pemerintah yang terjadi di daerah Kampung Serab, Sukmajaya, Depok bertempat di halaman salah satu kantor JNE. Tapi JNE sudah memberikan pernyataan resminya lewat akun instagram bahwa sembako yang dikubur tersebut sudah tidak layak dan semuanya dilakukan sudah sesuai prosedur. Semoga kita semua bisa menyikapinya dengan positif.

Sebagai sebuah perusahaan besar JNE sudah begitu lama menjalankan operasinya dan sedikit banyak telah memberikan kontribusi pembangunan bagi negeri tercinta ini. Sebuah peristiwa negatif tak lantas menjadikannya goyah dan tumbang. Melihat sebuah perusahaan bukan sebuah gerakan tunggal atau pribadi. Melainkan gerakan korporasi yang menghasilkan tujuan bersama dalam membangun visi misi perusahaan. Sepengalaman saya menggunakan jasa JNE dalam hal logistik telah membantu banyak sekali kiriman yang tiba dan diantar yang saya order. Baik ketika saya menerima parcel, atau kiriman produk-produk review sebagai pekerjaan saya sebagai content creator. Dan masih banyak lagi bentuk kiriman yang saya percayakan melalui JNE.

Terkadang saya merenungi, kok bisa ya perusahaan ini kini sudah ke generasi kedua bisa terus beroperasi dan langgeng. Suatu ketika saya pernah mengikuti kegiatan bersama JNE dan bisa melihat dan mendengar langsung Direktur utama JNE Mohamad Feriadi bercerita bagaimana perjalanan membangun bisnis JNE semenjak dari Ayahnya Suprapto (Alm) sebagai Founding Father JNE. Sosok Suprapto begitu menjadi figur teladan di tengah operasional JNE. Dapat dibayangkan bahwa ayah dari bapak M Feriadi menjadi sosok yang sangat dihormati disegani oleh karyawan sendiri. Pun begitu ketika estafet perusahaan berpindah ke M Feriadi. Warisan kebijaksanaan dan mengayomi karyawan perusahaan menurun begitu saja dan sangat terlihat bahwa loyalitas karyawan JNE memiliki level terbaik bagi sebuah perusahaan logistik JNE.

Bukan karena sesuatu yang mudah bisa membangun loyalitas dan militansi karyawan untuk bisa bekerja sama dalam sebuah perusahaan. Hal itu pasti dipupuk sejak lama diawal perusahaan berdiri. Merinding sekali ketika perusahaan baru saja berdiri dan belum menghasilkan profit apapun mendengar cerita bapak M Feriadi bahwa ayahnya Suprapto malah membangun panti anak yatim. Karena suatu alasan bahwa memberi adalah sesuatu yang harus didahulukan. Prinsip dalam menjalani kehidupan beragama seorang Suprapto masih menurun hingga M Feriadi. Panti asuhan Anak Yatim tersebut tetap berdiri dan dirawat hingga saat ini. Saking turun temurun beberapa anak Yatim tersebut kini juga menjadi bagian menjadi  karyawan perusahaan JNE.

Nafas yang sublim memaknai sesuatu yang dibagikan ada dalam tubuh JNE, mungkinkah ini yang menjadikan vitamin kuat bagi perusahaan hingga bertumbuh dan berkembang hingga sekarang? Namun tidak hanya itu, standar CSR JNE untuk memberikan bantuan dan empowerment juga diberikan kepada pihak yang lebih luas. Ada UMKM yang rutin mengadakan webinar online dan offline untuk mendapat pemberdayaan dari JNE. Sehingga para UMKM semakin mendapat booster ilmu bisnis mereka ditengah arus disruption seperti saat ini. Reward Umroh bagi Karyawan JNE menjadi poin yang sulit dibantahkan bahwa loyalitas karyawan JNE terdongkrak hingga titik puncaknya. Bukan hanya bagi karyawan muslim, reward pergi ke Hollyland juga diberikan kepada mereka yang kristiani dan disesuaikan dengan keyakinan agamanya masing-masing. Sehingga target integritas sosial karyawan JNE dapat mencapai titik puncaknya. 

Karena perusahaan jasa logistik semacam JNE sangatlah memerlukan integritas sosial yang tinggi. Founding Father JNE sangat memahami itu menjadikannya sebagai fondasi pembangunan mental karyawan. Connecting Happiness yang menjadi jargon JNE hingga kini bukan semata isapan jempol. Bahkan sudah menjadi bagian yang sublim dalam tubuh JNE itu sendiri. Bravo JNE terus berkiprah untuk negeri.





Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Bersama Kita Cegah Stunting

Masa pertumbuhan anak adalah masa penting untuk mencetak pribadi yang unggul. Oleh sebab itu, pemberian gizi yang baik perlu dipenuhi untuk mencegah stunting pada anak. Stunting merupakan gangguan dalam pertumbuhan si kecil. Stunting masih menjadi momok yang menakutkan bagi para orang tua karena dampaknya sangat besar baik jangka pendek maupun jangka panjang yang gak bisa dianggap sepele. Nah, secara umum hal ini juga sangat mengkhawatirkan karna dapat mengancam munculnya generasi penerus yang handal. Ironisnya, berdasarkan Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021di Indonesia sendiri angka stuntingnya cukup tinggi mencapai 24,4 %.  Hal ini menjadi perhatian pemerintah sehingga di tahun yang sama, pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden No 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting dengan target penurunan prevalensi yang signifikan  menjadi 14% pada tahun 2024. 

Sebenarnya apa aja sih penyebab stunting? Menurut situs Alodokter, beberapa hal penyebab stunting yaitu: kurangnya pengetahuan Ibu tentang pemenuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan, si kecil sering mengalami penyakit infeksi berulang atau kronis, sanitasi yang buruk, serta terbatasnya layanan kesehatan.

Nah, dari penyebab stunting di atas, maka dampak yang dapat terjadi adalah gangguan pertumbuhan tinggi badan, kecerdasan anak di bawah rata-rata, lemahnya kekebalan (imun) tubuh, serta anak beresiko terkena peyakit kanker, stroke, diabetes dan jantung. 

Menurut saya masalah stunting ini gak hanya Peer buat pemerintah tapi juga tanggung jawab kita semua terlebih para orang tua untuk mencegah terjadinya stunting yang bisa di mulai dari rumah masing-masing. Namun sayangnya masih banyak para orang tua yang kurang paham tentang resiko stunting dan cara pencegahannya. Melihat hal ini, Danone Indonesia sebagai salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia berkolaborasi dengan pemerintah turut mendukung pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto menyatakan, “Sebagai perusahaan yang memiliki misi membawa kesehatan melalui makanan dan minuman kepada sebanyak mungkin orang, Danone Indonesia berkomitmen untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia dan mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting.


Peluncuran Iklan Layanan Masyarakat Cegah Stunting Itu Penting

Tepat pada perayaan peringatan Hari Anak Nasional 2022 kemaren Danone Indonesia meluncurkan Iklan Layanan Masyarakat‘Cegah Stunting itu Penting’. Pentingnya Iklan layanan masyarakat ini mengedukasi masyarakat tentang pencegahan stunting. Video iklan ini berisi 6 (enam) pesan kunci yang ingin disampaikan, seperti: 

  1. Minum tablet tambah darah setiap hari
  2. Ikuti kelas Ibu hamil biar janin sehat
  3. Cukup ASI saja sampai usia 6 bulan
  4. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
  5. Pakai Jamban Sehat
  6. Rutin ke Posyandu setiap bulan

Iklan ini nantinya akan ditayangkan dan disebarluaskan ke masyarakat melalui  media elektronik, kanal digital, dan media sosial, sebagai bentuk edukasi publik untuk tujuan pembangunan perubahan perilaku.


6 pesan kunci

Upaya pencegahan stunting ini ternyata sudah dilakukan Danone Indonesia dengan multistakeholders sejak tahun 2003.  Danone Indonesia memiliki program pencegahan dan percepatan penurunan stunting bernama ‘Bersama Cegah Stunting’. Program ini telah menjangkau 1 juta penerima manfaat dengan memfasilitasi koordinasi, identifikasi, dan informasi terkait lokasi stunting, pemberdayaan dan penyuluhan, penelitian, serta pemantauan dan evaluasi maupun aspek edukasi masyarakat. 

Berbagai pengetahuan tentang pencegahan stunting dilakukan melalui edukasi tentang pentingnya gizi seimbang pada program Isi Piringku, meningkatkan kebiasaan minum air putih 7-8 gelas dalam program Ayo Minum Air (AMIR), edukasi anemia untuk memutus mata rantai stunting pada remaja di bawah Generasi Sehat Indonesia (GESID) dengan target yakni edukasi untuk anak remaja. Danone    juga memberikan akses air bersih dan penyehatan lingkungan serta pendidikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi masyarakat melalui Akses Air Bersih dan Sanitasi Higiene (WASH).

Yuk, bersama kita cegah stunting. Berbagai upaya kolaborasi yang di lakukan pemerintah bersama Danone Indonesia semoga bisa menginspirasi pihak swasta lainnya sehingga bisa mencapai Indonesia Emas 2045. #CegahStuntingItuPenting #ILMCegahStunting





Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Newer Posts
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (6)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ▼  June 2026 (2)
      • Di Balik Buku Ublik: Ketika Istri Menjadi Editor d...
      • BesTeam, Ketika Dompet Dhuafa Ajak Kita Bestian Sa...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates