Saya bangga terlahir sebagai perempuan. Mengapa? Karena perempuan begitu istimewa. Bahkan dalam kitab suci agama yang saya anut yaitu Alquran juga mensiratkan hal demikian. Nona, ibu, bibi, nenek apapun itu sapaannya, mereka adalah perempuan- perempuan yang terus ada pada masanya.Danone Dukung Perempuan Indonesia Siapkan Generasi Maju
Di masa lalu perempuan lebih banyak di rumah, tak perlu berpendidikan tinggi, apalagi bekerja di kantoran. Namun dari tangan mereka bisa lahir perempuan-perempuan hebat di masa sekarang. Eits, bukan berarti perempuan di zaman dahulu tidak hebat ya. Justru, sebut saja R.A Kartini adalah salah satu perempuan di zamannya yang mengusung emansipasi perempuan. Berkatnya sekarang perempuan lebih terampil, banyak berpendidikan tinggi, berprofesi hebat, dan lain-lain. Dulu, sekarang dan nanti, mereka tetap sama hebatnya. Dari tangan-tangan lembut mereka lah muncul generasi penerus bangsa.
Nggak hanya dalam dunia rumah tangga, perempuan sekarang juga memiliki peran di dunia perkantoran, bisnis, dan lain-lain. Namun, sehebat apapun perempuan, sepintar apapun mereka, tetap mereka pada kodratnya yaitu melahirkan dan menyusui. Ditambah lagi peran para ibu merawat keluarga dan membesarkan anak, cikal bakal generasi penerus bangsa.
Dukungan Danone Indonesia Terhadap Perempuan Indonesia
Webinar dalam rangka memperingatu Hari Perempuan Internasional bersama Danone Indonesia
Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional pada tanggal 8 Maret, senang sekali saya dapat berpartisipasi pada zoom webinar yang di adakan oleh Danone Indonesia. Acara ini mengangkat tema “Perusahaan Ramah Keluarga Bantu Perempuan Indonesia Siapkan Generasi Maju”. Acaranya bertujuan memberikan penerapan edukasi yang ramah keluarga.
Dalam webinar dipaparkan bahwa Data Sensus Penduduk 2021 menunjukkan dari total penduduk Indonesia, sekitar 49,5%-nya adalah perempuan, sementara 32%-nya adalah anak-anak. Sayangnya masih banyak kelompok perempuan dan anak yang masuk dalam kelompok rentan. Isu perempuan dan anak merupakan isu yang kompleks. Terlebih lagi, situasi pandemi seperti sekarang.
Mengawali webinar, Bapak Indra Gunawan, Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA memaparkan bahwa perempuan sering mendapat diskriminasi, stigmanisasi. Hampir sekitar 37% mereka mengurus rumah tangganya sehinga kontribusi perempuan di dunia kerja masih rendah dan belum optimal.
| Indra Gunawan, Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA |
Menyadari pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, berbagai kebijakan disusun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dengan penyediaan sarana kerja yang responsif gender. Pemerintah terus mendorong persamaan gender, menghilangkan diskriminasi pada perempuan terutama untuk perempuan yang berada di dunia kerja. Menyediakan fasilitas kerja yang ramah anak dan perempuan sehingga mereka aman dalam bekerja tanpa mengesampingkan perannya dalam keluarga serta dapat meningkatkan produktivitas perempuan. Apabila perempuan berdaya diharapkan Indonesia semakin maju.
Dampak Pandemi Terhadap Perempuan Dalam Rumah Tangga
Sudah jadi rahasia umum bagaimana beratnya dan tertatihnya kita untuk bisa bertahan di awal-awal pandemi. Dalam webinar #WomenInternationalDay2022 kemarin, Ibu Maya Juwita selaku Direktur Eksekutif Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) juga menyampaikan pandangannya bahwa sejak awal pandemi perempuan banyak yang menjadi tulang punggung keluarga, memiliki beban ganda sehingga kondisi mereka menjadi lebih rentan yang tentunya berpengaruh ke anak.
| Maya Juwita, Direktur Eksekutif Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) |
Ibu Rosdiana Setyaningrum yang berprofesi sebagai Psikolog juga berujar bahwa kita termasuk negara yang masih dibawah dalam mendukung kesetaraan gender. Padahal untuk posisi eksekutif perempuan Indonesia cukup tinggi. Menurut penelitian Harvard Business School 2015, anak perempuan dari ibu bekerja punya pencapaian karir yang lebih baik dan sama bahagianya.
| Rosdiana Setyaningrum, Psikolog |
Bicara tentang perempuan dengan pendidikan dan sosial ekonomi yang lebih rendah, biasanya dukungan dari lingkungan atau keluarga lebih rendah. Sepantasnya sesama perempuan saling support, jangan saling menjatuhkan. Jadilah peer yang baik, buat lingkungan yang empati. Semoga kita bisa menjadi negara yang mampu melindungi hak perempuan dan kesetaraan gender.
Peranan Danone Dalam Mendukung Perempuan Indonesia Agar Menghadirkan Generasi Maju
Siapa yang tak kenal dengan Danone. Perusahaan ini begitu familiar, yang selalu hadir dengan program positifnya, fokus mempersiapkan generasi maju, mendukung kemajuan bangsa. Seperti selalu menyuarakan soal gizi nutrisi, ASI, parenting, pendidikan dan lainnya.
| Vera Galuh, VP General Secretary Danone Indonesia |
Vice President General Secretary Danone Indonesia, Ibu Vera Galuh Sugijanto mengatakan bahwa Danone memberikan konsep bekerja yang ramah untuk gender maupun keluarga. Menerapkan cuti hamil dan melahirkan untuk Ibu selama 6 bulan kepada karyawan perempuan dan memberikan cuti kepada para Ayah selama 10 hari bagi karyawan pria. Mendukung pemberian ASI eksklusif di tempat kerja dengan menyediakan ruang laktasi, menyediakan asuransi untuk persalinan bagi karyawan wanita dan istri karyawan pria. Fleksibilitas kerjaan disesuaikan dengan pekerjaan dan prioritas.
Selain itu Danone juga ingin membekali semua karyawannya. Ibu dan Ayah dibekali pengetahuan bagaimana merawat anak sejak 1000 hari pertama kehidupan karena ini adalah golden age. Danone melakukan inisiatif sosial pemberdayaan perempuan dan juga membuka layanan careline selama 24 jam. Layanan ini sebagai bentuk dukungan kepada ayah dan ibu untuk konsultasi karena menjadi orangtua itu 24 jam.
| Flora Pramasari, Head of Careline and Community of Danone SN Indonesia |
Saya salut dengan Danone Indonesia. Langkah yang telah dibuat oleh Danone ini benar- benar patut diapresiasi. Terima kasih buat Danone Indonesia.
Yakinlah, saya, kamu dan kita semua adalah perempuan hebat.
Happy #WomenInternationalDay2022.

