Pages

  • Home

travel beauty

Siap Darling (Siap Sadar Lingkungan)
S
adar dan peduli pada lingkungan dimulai dari lingkup terkecil yakni di sekitar kita. Peduli dengan sampah contohnya. Kita bisa membantu mengurangi penumpukan sampah dengan memilah sampah dari rumah. Kemudian peduli dengan penyerapan air tanah, kita bisa membuat biopori untuk mengurangi genangan air. Bisa pula dengan menggalakkan penghijauan di lingkungan sekitar, menanami tanaman atau pohon meski tidak kita rasakan manfaatnya sekarang tapi bisa dinikmati oleh anak cucu kita dengan harapan apa yang kita lakukan saat ini menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.

Bicara kelestarian alam dan penghijauan dalam skala besar tidak bisa kita lakukan sendiri-sendiri, tetapi kita harus bergandengan tangan bersama. Inilah yang dilakukan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui gerakan berbasis digital Siap Darling (Siap Sadar Lingkungan) dengan mengajak generasi muda peduli lingkungan untuk melakukan penanaman di Kawasan Candi Dieng, Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Melalui kegiatan penghijauan ini, gerakan Siap Darling menciptakan ekosistem pelestarian lingkungan bersama mahasiswa sebagai agen penggerak perubahan, dengan melakukan aksi penanaman secara berkelanjutan. Gerakan Siap Darling diluncurkan sejak tahun 2019. Selama ini gerakan yang menginspirasi ini menginisiasi sejumlah aksi positif yaitu Candi Darling. 

Para Darling Squad menanam pohon di situs warisan sejarah

Candi Darling merupakan satu lini program dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang mengombinasikan upaya konservasi alam dan warisan sejarah dengan melibatkan Darling Squad, gerakan generasi muda berbasis digital dan aktivasi. Dari 80 peserta 10 diantaranya berasal dari luar Wonosobo dan Banjarnegara. Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan Darling Squad luar Wonosobo dan Banjarnegara ikut menanam. Domisili tersebut ada dari Bogor, Tangerang, Cirebon, Gresik, dan Banyuwangi.dari Wonosobo dan Banjarnegara terlibat dalam penghijauan Candi Arjuna, di Kawasan Candi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebanyak 6.500 pohon dan semak berbunga, menghijaukan Kawasan Candi Dieng (Candi Arjuna, Bima, Gatotkaca, Dharmacala, Setyaki), di mana perawatan akan berlangsung hingga enam (6) bulan.


Lewat penanaman pohon dan semak berbunga di berbagai situs warisan sejarah agar generasi muda dapat berkontribusi melalui giat pelestarian lingkungan dan sekaligus mencintai situs warisan sejarah Indonesia. Gerakan menanam ini diharapkan dapat menginspirasi dan melibatkan lebih banyak mahasiswa untuk lebih peduli pada lingkungan dan menjaga warisan sejarah dalam jangka panjang.


Hingga Juni 2022, gerakan Siap Darling telah melibatkan 2.352 Darling Squad dari 295 kampus di 203 kota/kabupaten. Menurut Abdurrachman Aldila Program Associate BLDF, dalam giat Candi Darling, Darling Squad terlibat aktif dalam konservasi alam dan penghijauan di berbagai situs warisan sejarah. Saat ini Darling Squad telah menginsiasi penanaman di 8 (delapan) Kawasan candi yang tersebar di Pulau Jawa. Secara khusus dalam kegiatan di Kawasan Candi Dieng menghijaukan seluruh area sekitar candi yang terkenal kaya akan keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan situs warisan sejarah.


Sesi talkshow bersama Program Associate Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Abdurrachman Aldila Aktris, perwakilan anak muda peduli lingkungan, dan pemeran web series “Jumpa,” Maizura. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah, Sukronedi, S.Si.,M.A. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, ST, MT.


Aksi penghijauan di sekitar situs warisan sejarah disambut baik oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah. Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, ST, MT yang hadir sebagai pembicara dan ikut serta dalam kegiatan seremonial penanaman, menekankan pentingnya konservasi lingkungan dan situs warisan sejarah yang dilakukan secara beriringan oleh generasi muda. “Merawat ekosistem di sekitar situs sejarah seperti candi adalah suatu upaya yang kompleks. Terlebih di Kawasan Candi Dieng, yang mana topografinya memungkinkan terjadinya potensi cuaca ekstrem seperti embun es sehingga merusak bibit pepohonan. Oleh karena itu, saya mengapresiasi upaya penghijauan ini sebab kita bisa melihat hasilnya dalam tiga (3) bulan, dan juga dalam jangka panjang. Bila kepedulian terhadap lingkungan ini terus dipupuk, tentu aksi ini tidak akan berhenti hanya di acara ini, tapi bisa menggerakkan masyarakat di sekitar tempat tinggal masing-masing,” papar Pak Widi.


Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah, Sukronedi, turut hadir di acara aksi kolaborasi gerakan Siap Darling untuk menanam di Kawasan Candi Dieng. Menurutnya sebagai negeri yang kaya akan peninggalan sejarah, generasi muda perlu memahami lebih jauh kesatuan nilai antara candi dan lingkungan sekitarnya. Apalagi Provinsi Jawa Tengah memiliki candi terbanyak di Indonesia, hingga 18 kawasan, belum termasuk reruntuhan maupun artefak candi yang terus ditemukan di beberapa daerah. Oleh karena itu, Balai Pelestarian Cagar Budaya menyambut baik kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk swasta dan masyarakat, utamanya generasi muda dalam mendukung upaya konservasi alam dan situs sejarah supaya dilakukan beriringan.


Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji

Penanaman pohon di Kawasan Candi Dieng ini juga dihadiri oleh Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji dan PJ Bupati Banjarnegara, Tri Harso Widirahmanto S.H, M.H yang diwakilkan kehadirannya oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Banjarnegara, Ir. Singgih Haryono.


Semoga kegiatan pelestarian lingkungan menanam pepohonan di situs bersejarah ini diadakan berkesinambungan dan semakin banyak mahasiswa di Indonesia yang bergabung dalam kegiatan Candi Darling. Info lengkap mengenai kegiatan Candi Darling bisa diakses melalui https://siapdarling.id/.









Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Photo by Artem Bali (foto hanya ilustrasi)
Siapa diantara kamu yang punya rencana travelling ke Malang?. Sebelum ke Malang, kamu mesti tahu destinasi menarik dan populer yang ada di Kota Apel ini. Tidak hanya punya banyak tempat wisata, ternyata Malang juga menjadi 'surga' bagi penyuka kegiatan berbelanja. Mau tahu destinasi wisata belanja Malang terlengkap dimana aja?. Temukan jawabannya dengan menyimak ulasan berikut.

Pasar Oro-oro Dowo

Pasar tradisional tertua di Malang ini harus jadi kunjungan wajib bagi kamu saat ke Malang. Pasar yang dibangun pada tahun 1932 ini walaupun sudah sangat lama tapi penataannya jauh dari kata kuno. Pasar Oro-oro Dowo Malang sangat tertata dan rapi, sangat jauh dari kesan pasar yang umumnya becek dan bau. Makanya, banyak wisatawan memilih berkunjung ke pasar ini untuk berbelanja oleh-oleh ataupun mencicipi berbagai jajanan khas Kota Malang.

Pasar Apung Batu

Kamu sudah pernah belanja dari atas perahu, nggak?. Kalau belum pernah, kamu mesti mengunjungi Pasar Apung Nusantara, Batu, Malang. Pasar ini memberikan pengalaman baru, dimana pengunjung diajak berkeliling area pasar dengan menggunakan perahu kecil yang mampu menampung hingga 2 orang.
Saat berkeliling kamu bisa singgah dan berbelanja di salah satu kedai atau toko yang letaknya di sepanjang pinggiran sungai. Di Pasar Apung Batu banyak spot-spot menarik yang bisa kamu abadikan lewat video maupun foto.

foto: dakatour.com

Kebaya dan Batik Madam Wang

Yuk! berburu kebaya dan batik di Madam Wang. Butik ini cukup sering disinggahi para pelancong yang ingin mencari batik tradisional Jawa dengan desain unik dan menarik. Ada banyak pilihan desain dan model dengan variasi harga yang disesuaikan pada material bahan yang digunakan.
Setelah membeli kebaya dan batik, kamu bisa sekalian mampir untuk icip-icip berbagai menu  di Resto Madam Wang yang bersebelahan dengan butik. Tempatnya yang instagramable cocok banget buat foto-foto sembari menikmati hidangan. 

Pusat Keripik Sanan

Jika kamu penggemar panganan tempe, pastikan untuk mampir di Pusat Keripik Sanan. Kampung yang dikenal sebagai kampung tempe ini hampir seluruh warganya mengolah tempe. Mulai dari membuat tempe, menjual tempe, hingga membuat keripik tempe. Keripik tempe yang diproduksi memiliki berbagai varian rasa seperti keju, lada hitam, barbeque, jagung manis, balado, dan lain-lain.
Enaknya lagi karena sekarang bukan hanya menjual keripik tempe. Keripik dari bahan pangan lain juga ada yaitu keripik salak, apel, bayam, nangka, semangka, dan masih banyak lagi lainnya. Jadi kamu bisa puas-puasin belanja oleh-oleh disini.

Pasar Buku Wilis

Bagi kamu yang gemar membaca jangan lupa untuk menyambangi pusat penjualan buku di Malang yaitu Pasar Buku Wilis, Malang. Di tempat ini kamu tidak hanya menemukan buku-buku baru, buku terbitan yang sangat lama pun bisa ditemukan disini.
Jenis buku yang dijual juga sangat beragam mulai dari buku pelajaran, novel, komik, kamus, dan lain-lain. Di tempat ini juga menerima penjualan buku bekas dengan harga yang pantas.
foto: stupidbookworm.com

Sentra Keramik Dinoyo

Buah tangan seperti cinderamata sangat banyak diburu oleh para wisatawan yang berkunjung ke Malang. Di Sentra Keramik Dinoyo kamu bisa membeli oleh-oleh berbahan keramik dengan desain dan harga variatif. Disini banyak dijual benda-benda lucu dan unik berbentuk keramik. Rata-rata penjual menawarkan barang seperti guci, mug, vas, teko dan cangkirnya, asbak, piring, dan lain sebagainya.
foto: ngalam.co
Berkunjung ke Malang paling seru jika beramai-ramai. Jika kamu khawatir masalah transportasi, kamu bisa memanfaatkan jasa penyewaan mobil atau sewa bus yang ada di Malang. Salah satu yang banyak digunakan wisatawan yaitu TRAC yang sudah sangat berpengalaman dan profesional. Nilai tambah dengan menggunakan armada TRAC, TRAC telah memiliki standar keamanan dan kebersihan yang menjamin kenyamanan klien. Kendaraan selalu dibersihkan sebelum dan sesudah digunakan. Driver juga telah menjalani tes kesehatan sebelum bertugas.

Itulah beberapa tempat buat wisata belanja di Malang. Jadi pastikan kamu mengeksplor tempat-tempat tersebut saat berkunjung ke Malang ya!




Share
Tweet
Pin
Share
34 Comments

Mudik tahun ini ke Medan bikin deg-deg an. Harga tiket selangit euy! Biasanya saya paling rajin prepare tiket pesawat jauh-jauh hari biar dapat tiket murah, tapi kali ini beli tiket jauh-jauh hari juga nggak menjamin dapat tiket murah. Karena harga tiket sejak akhir tahun 2018 benar-benar stabil mahal nya.

By the way, awal Januari sampai April tahun ini saya sudah mondar-mandir ke Medan karena orang tua sakit. Beneran deh, biasanya tiket ke Medan 700 ribuan kali ini naiknya lebih dari dua kali lipat. Ditambah lagi beberapa maskapai memisahkan harga tiket dan bagasi. Saya udah kebayang ntar lebaran harga tiket berapa lagi nih setelah kena tuslah, belum lagi nggak bisa bawa oleh-oleh lebaran banyak-banyak mengingat bagasi terbatas.

Sejak merasakan harga tiket naik Januari lalu  saya pun mulai hunting tiket lebaran. Setiap hari dan setiap saat saya selalu cek harga tiket melalui aplikasi tiket.com. Lagi-lagi harga masih bertahan di 1,7 jutaan dan itu harga terendah naik maskapai berlambang singa dan belum termasuk bagasi. Saya memutuskan untuk nggak langsung beli tiket saat itu juga karena  saking yakinnya siapa tau dapat lebih murah, hihi nekad sih sebenarnya karena bisa jadi mendekati hari H malah fully booked.


So, selama bulan Ramadan kegiatan saya selain ibadah dan kerja juga hunting tiket setiap hari. Tau nggak sih, mungkin ini memang rezeki anak soleh hehe. Siang-siang saat santai dan sudah H-7 lebaran saya cek lagi dong tiket Jakarta-Medan di aplikasi tiket.com. Cihuy..saya dapat tiket Sriwijaya ke Medan dengan harga total berdua bareng suami Rp 3.741.000 saja sudah termasuk bagasi masing-masing 15kg. Happy dong? Banget!

Tambah happy lagi saat saya booking tiket ada kode promo dadakan diskon 12% dari tiket.com yang hanya berlaku 2 jam saja.  Langsung deh issued tiket saat itu juga memakai kode promo dari tiket.com.  Jadi setelah memasukkan kode promo harga tiket saya berdua dan suami cuma Rp 3.292.000. Beneran deh, ini lebih murah dari tiket saya mondar-mandir Januari kemarin.


Teman-teman saya juga pada heran kok saya bisa dapat tiket rada murah. Memang sih, saya juga takjub pas banget dapat 2 seat, padahal itu H-7 lebaran yang biasanya harga tiket udah selangit. Intinya sih mesti rajin-rajin cek harga tiket, karena yang namanya beli online siapa cepat dia dapat sih. Bisa jadi ada orang lain yang sudah cetak tiket tapi pindah ke tanggal lain, jadi seat nya terbuka lagi di tanggal orang tersebut cancel. Lumayan kan kalau rajin-rajin cek harga tiket dan rajin-rajin juga cek kode promo dari tiket.com. Makanya saya aktifkan notif di aplikasi tiket.com biar deluan tau promo apa saja yang sedang dan akan berlangsung.


Oh ya, saat mudik beli tiket Sriwjaya di tiket.com kemarin saya dan suami juga semua penumpang dapat voucher diskon lagi dari tiket.com yang dibagi-bagikan dalam pesawat saat penerbangan. Yeay..ntar balik Jakarta bakal dapat potongan harga tiket lagi dong.

Alhamdulillah tahun ini bisa mudik dan kumpul bareng keluarga lagi

Itu dia guys pengalaman mudik dengan pesan tiket melalui tiket.com ala saya. Bagaimana dengan pengalaman kalian? Share yuk Curhat Mudik #TiketHariRaya kalian.



Share
Tweet
Pin
Share
27 Comments


Taman Gajah Tunggal. Kalian pernah kesini guys? Anak Tangerang pasti tau dan sering main kesini lah ya? Nah, buat kalian yang tinggal di luar kota Tangerang sekali-kali piknik kesini deh. Banyak tempat bermain anak sekaligus wisata edukasi, karena taman sarana bermain di Taman Gajah Tunggal menggunakan produk daur ulang dari ban karet. Ini bisa jadi petualangan piknik yang berkesan bagi anak-anak kita. 

Saya & Icon Taman Gajah Tunggal
Lokasi Taman Gajah Tunggal cukup strategi persis di dekat  Kawasan Pendidikan di Jalan Perintis Kemerdekaan, di daerah Cikokol Kota Tangerang dan pinggiran kali Cisadane. Taman ini merupakan salah satu ruang terbuka hijau, dan menurut saya taman ini cukup unik. Ide kreatif untuk membuat ruang terbuka hijau ini patut diacungi jempol. Karena banyak ban-ban yang disulap menjadi sarana bermain, belum lagi anak-anak pasti happy melihat patung gajah raksasa yang dibuat dari ban. Dan ini menjadi icon untuk Taman Gajah Tunggal.

Bisa lihat jembatan Cisadane juga dari Taman Gajah Tunggal

Taman Gajah Tunggal Wisata Edukasi Keluarga

Dinamakan Taman Gajah Tunggal sudah pasti karena ada kontribusi dari PT. Gajah Tunggal perusahaan penghasil ban asli Indonesia yang pabriknya ada di Tangerang. Jadi ini merupakan kerja sama  antara pemerintah dan swasta dengan tujuan agar taman ini bisa menjadi wisata edukasi keluarga. Iya sih, saat saya kesini bareng suami tampak anak-anak dan remaja banyak bermain disini. Padahal waktu itu bukan weekend atau libur, tapi hari sekolah. Karena dekat dengan lokasi sekolah jadi banyak anak-anak yang pulang sekolah main di Taman Gajah Tunggal, hitung-hitung menghilangkan penat selepas belajar seharian.

Happy main ayunan, jadi ingat masa kanak-kanak :)
Beberapa tahun tinggal di Tangerang pertumbuhan kota ini memang cukup pesat. Banyak taman dan beberapa lokasi di daerah Tangerang yang dijadikan tempat wisata, seperti Kampung Berkelir, Jembatan Kaca, dll.  Jadi Tangerang nggak cuma terkenal dengan Cisadane dan dan kuliner Pasar Lama saja. 


Taman Gajah Tunggal benar-benar asri dan nyaman. Disini pengunjung juga diharapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan taman bersama. Tempat sampah organik dan anorganik pun dipisah. Nggak cuma wahana bermain, bangku-bangku dan kursi tempat menunggu keluarga yang sedang bermain, tempat sampah pun terbuat dari ban yang didaur ulang. Secara tidak langsung taman ini memberikan edukasi kepada anak-anak bahwa limbah ban bisa di daur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat.


Main perosotan
Bagaimana dengan fasilitas? Fasilitas seperti kantin yang menjual makanan dan minuman, mushola, toilet, parkiran untuk pengunjung semua tersedia. Masuk ke taman ini juga nggak pakai bayar alias gratis, palingan cuma bayar biaya parkir aja. Makanya taman terbuka gini jadi inceran, selain lokasinya yang strategis juga hemat biaya. So, kalian nggak perlu repot-repot ngeluarin duit buat cari tempat piknik bareng keluarga yang nyaman.


Ayunan Ban

Taman Gajah Tunggal Instagramable Buat Foto-Foto

Selain sebagai tempat piknik yang nyaman dan menghilangkan penat selama hampir seminggu bekerja ataupun sekolah, Taman Gajah Tunggal juga jadi tempat seru untuk hunting foto. Banyak spot-spot unik yang instagramable dan sayang banget kalau dilewatkan. Pas banget sewaktu saya dan suami ke taman ini cuaca cukup ramah jadi cahaya bagus banget buat foto-foto.

Suami nggak mau kalah ikutan main ban :)
Ternyata nggak cuma saya dan suami saja yang sibuk hunting foto di beberapa spot kece, tapi juga ada beberapa pelajar dan mahasiswa yang nggak mau melewatkan kesempatan meng-capture spot-spot kece. Iya dong, yang namaya foto-foto itu bukan karena kekiniannya saja, tapi juga sebagai kenangan yang berkesan pernah piknik ke Taman Gajah Tunggal.

Tanda penunjuk lokasi fasilitas terbuat dari ban juga loh :)
Ngomong-ngomong buat kalian yang tertarik pengin ke Taman Gajah Tunggal gampang banget, banyak anngkot yang melewati taman ini. Kalau anak Tangerang ya pasti tau lah ya rutenya. Tapi jangan khawatir buat kalian yang stay di luar kota Tangerang kalian bisa nginap di beberapa hotel murah yang ada di Tangerang. Sebelum buat rencana ke Taman Gajah Tunggal sebaiknya booking hotel aja dulu di pegipegi melalui web atau pun aplikasi. Kalau saya sih lebih sering melalui aplikasi karena sering ada promo khusus yang lumayan banget diskonnya. Enaknya cari hotel di pegipegi selain banyak diskon juga banyak pilihan hotelnya. Meskipun nggak berkunjung ke taman ini di hari libur tapi tetap aja lebih aman pesan hotel nya jauh-jauh hari biar nggak fully booked. 


Taman Gajah Tunggal recommended banget jadi tempat nongkrong yang asik, tempat piknik, hunting foto, dan tempat olah raga seperti jalan santai dan lari-lari kecil. Saran saya sih jangan cuma pagi dan sore aja kesini tapi sekalian nunggu matahari terbenam pasti kece banget deh buat hunting foto sunset. Jadi, kapan mau kesini? Mau ajak saya juga boleh kok, hehe!




Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments

"Ramadan tiba.. Ramadan tiba.. Marhaban Ya Ramadan.." dengar potongan lagu yang dinyanyikan Opick entah kenapa ada haru bercampur rindu bertemu dengan Ramadan lagi. Alhamdulillah ya masih dikasi umur sama Allah bisa ibadah puasa lagi di bulan penuh berkah.

Ngomongin Ramadan biasanya selain menanti-nanti sholat Tarawih bareng suami, saya dan suami juga selalu hunting menu berbuka. Cuma ada di bulan Ramadan semua menu dan jajanan pasar muncul. Kalau hari-hari biasa kadang susah banget kan cari aneka jajanan pasar paling ada beberapa saja. Makanya happy banget deh sebulan penuh di bulan Ramadan, bisa beli makanan dan jajanan unik yang cuma ada di bulan puasa.


Pengin dicobain semua takjil di Bianco Sapori D'Italia
Tapi yang bikin sedih tuh kalau pulang kerja macet-macetan di jalan kehabisan makanan dan jajanan yang udah di list, huhu kayak orang ngidam. Buka puasa di mall juga bakal ngantri dan sering penuh, dan orang-orang udah pada reservasi sebelum waktu berbuka.  Makanya sekali-kali pengin gitu ada alternatif lain biar bisa berbuka puasa lebih nyaman tapi full makanan, hehe. Ada loh!

Mendambakan makanan berbuka yang unik dan komplit sudah jauh-jauh hari saya bilang ke suami, kalau nanti puasa kita keliling cari bukaan. Pas banget nih guys, beberapa hari lalu saya diundang oleh Atria Residences dan Atria Hotel Serpong melalui IdCorners untuk icip-icip menu Ramadan atau Ramadan Buffet di Bianco Sapori D'Italia. 

Takjil dan dessert

Menu Ramadan Buffet di Atria Hotel & Residences Gading Serpong 

Jujur saja saya baru kali ini menginjakkan kaki di Bianco Sapori D'Italia yang ada di Atria Residences. Melihat suasana resto yang Italia banget saya mikirnya menu buka puasanya ya nggak jauh-jauh dari lidahnya orang Italia, paling spaghetti, risotto, panini, pizza, lasagna, dll. Eh tapi nggak seperti yang saya pikirkan loh. Justru Ramadan buffet nya Nusantara banget dan ada juga Timur Tengah.

Kue-kue tradisional Nusantara untuk lidah kampung kayak saya udah pasti cocok dan bikin ketagihan, haha! Coba aja lihat foto-foto saya dibawah. Ini nggak semua foto dikeluarin, saking banyaknya.  By the way maafkan ya siang-siang gini udah posting menu berbuka. Kuat-kuatin iman ya guys!

Asinan Juhi

Kue Kura-Kura, isinya kacang ijo yang sudah dihaluskan

Putu Ayu, tanpa taburan kelapa

Kue Malaka (klepon)

Talam Pulut

Talam Ubi
Kue-kue favorit sejak zaman kecil ada semua. Girang banget lah lama-lama disini. Eh, girang apa betah, hihi! Jempol banget ini chef nya. Semua kuenya rasanya nendang banget. Apalagi aneka bubur dan kolak. Saya tuh kalau kolak pisang ya bisa nambah berkali-kali. Entah kenapa suka banget dengan kolak pisang. 

Nah, di Bianco Sapori D'Italia tuh aneka buburnya tersedia, kita sih tinggal self service aja. Ini dia yang paling demen, bisa campur aneka kolak dan bubur sesuka hati. Coba kalau beli di pinggir jalan ya cuma satu kolak itu doang nggak bisa di kombinasi. Pokoknya kalau disini all you can eat! Penasaran kan all you can eat gini bayarnya berapaan?

Kurma

Pudding Coklat

Promo Berbuka Puasa di Atria Hotel & Residences All You Can Eat

Siapa yang nggak mau ya kan bisa makan sepuasnya. Mumpung promo sebisa mungkin dimanfaatkan, sekalian hemat pengeluaran. Buka puasa di Atria Hotel & Residences pilihan tepat guys! Harga Ramadan Buffet di Bianco Sapori D'Italia 162 ribu/nett/orang. Sedangkan di Mezzanine Atria Hotel Gading Serpong 171ribu/net/orang. Dengan harga segini kita bisa makan sepuasnya semua menu yang ada. 

Sssstt, buka puasanya pasti nggak seru kalau sendiri kan? Mau ngajak teman dan keluarga? Ada promo lagi loh. Beli 5 paket Ramadan Buffet gratis 1 paket lagi. Wow banget! Bakal sering-sering buka puasa disini lah. Apalagi yang lokasinya nggak jauh dari rumah, nggak macet, juga nyaman. 

Soto Ayam + Es Buah + menu lainnya

Mie Tarik Ayam

Nasi Biryani + Ayam Bakar Rempah + Brokoli + Sate Ikan
Pengin banget nyobain menu Ramadan Buffet di Atria Hotel & Residences tapi lokasinya jauh, staycation aja sekalian guys. Malah tambah hemat lagi. Jadi kalian bisa stay di Atria Residences di bulan Ramadan ini dengan harga mulai dari 780ribu/net/room/night.  Harga ini sudah termasuk sarapan atau sahur juga takjil untuk 2 orang. Harga mulai dari loh ya karena tergantung tipe kamar yang dipilih.

Saya ada rencana stay disini nih bareng suami. Kapan lagi ya kan bisa dapat harga semurah ini. Oh ya, saran saya kalau mau berbuka bareng dengan teman-teman atau keluarga di Atria Hotel & Residences Gading Serpong sebaiknya lakukan reservasi terlebih dahulu, khawatir fully booked. Soalnya murah meriah euy. Duh, jadi kebayang kolak. Haha!

Aneka menu Ramadan Buffet di Bianco Sapori D'Italia

Nasi Biryani

Sate Ikan

Ayam Bakar Rempah
Overall puas banget dengan menu Ramadan Buffet yang ada di Bianco Sapori D'Italia. Benar-benar recommended buat kalian yang pengin buka puasa dan sekaligus bisa sepuasnya. Eits, tapi jangan sampai klenger klebinger juga saking kenyangnya. Entar nggak bisa Tarawih loh. Oke, selamat berpuasa buat semua ya. Semoga ibadah puasa kita diterima Allah dan kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.

Para blogger dari ID Corners sedang icip-icip dan foto-foto menu Ramadan Buffet Bianco Sapori D'Italia





Share
Tweet
Pin
Share
10 Comments

Senangnya nggak terkira sewaktu nama saya muncul sebagai pemenang HIS GO MUDIK Blogger Competition yang diadakan oleh HIS TRAVEL. Bayangin aja, pengumuman keluar disaat saya sedang sibuk mencari tiket mudik lebaran ke Medan. Harga tiket mudiknya berapa? Duh, jangan ditanya. Udah bisa kebayangkan kalau lagi peak season harga tiket pesawat. Benar-benar bikin kantong jebol hehe.

Sewaktu saya dihubungi mbak cantik bersuara merdu di seberang sana melalui pesawat telfon, saya request agar tiket pulang saya di jadikan tiket berangkat juga jadi biar tiket gratis nya untuk berangkat saja buat berdua bareng suami. Mbak Rika yang menghubungi saya langsung memberi informasi kepada saya kalau hadiah yang saya dapatkan tiket gratis pulang pergi buat dua orang. Surprise banget Ya Allah, benar-benar rezeki yang luar biasa, saya dan suami langsung mengucapkan hamdalah.




Setelah mendapat kabar baik tersebut,saya langsung telfon kedua orang tua saya di kampung halaman kalau saya jadi mudik lebaran dan berkumpul bersama keluarga. Mendengar kata-kata syukur dan bahagia yang keluar dari mulut ayah dan ibu saya benar-benar membuat saya terharu. Momen lebaran memang momen yang paling di nanti ayah dan ibu untuk kami berkumpul bersama.

Saat di beri kebebasan memilih tanggal berangkat dan tanggal pulang oleh Mbak Rika dari HIS Travel, saya sengaja memilih untuk pulang lebih lama yakni selama sebulan agar saya bisa puas melepas rindu dengan orang tua dan keluarga. Saat menanti tanggal keberangkatan saja saya selalu menghitung hari saking tidak sabarnya ingin bertemu ayah dan ibu.

Hari H untuk mudik ke Medan pun tiba, ayah dan ibu sudah menanti saya di rumah. Saya bersyukur masih bisa merasakan berbuka puasa bersama keluarga menjelang akhir Ramadhan, bersyukur juga masih bisa menikmati masakan ibu yang selelau dirindukan oleh anak-anaknya.

Oh ya, mumpung mudik ke Medan selama sebulan saya pun nggak mau melewatkan masa liburan begitu saja. Saya memang sudah berencana untuk mengunjungi lokasi wisata dan tempat nongkrong asyik di kota Medan. Dan saya mau sharing juga nih ke teman-teman, siapa tau bisa jadi referensi kalau teman-teman berliburan ke Medan nanti.

Ini dia 10 tempat yang wajib di kunjungi kalau liburan ke Medan


1. Istana Maimun




Istana Maimun ini letaknya di jalan Brigjen Katamso, Medan. Istana kerajaan Melayu Deli di Medan ini arsitekturnya memang unik karena ada perpaduan unsur kebudayaan Melayu tapi bergaya Timur Tengah, Spanyol, India dan Italia. Kalau teman-teman masuk kedalam Istana Maimun kalian akan melihat dominasi warna kuning. Tampak luar juga udah kelihatan banget warna kuningnya. Karena memang warna kuning melambangkan warna kebesaran para Raja dan ciri khas warna Melayu.




Bentuk pintunya juga unik, dan ukurannya biasanya lebar-lebar. Macam-macam memang ornamen pintu, jendela, lemari, meja, juga atap di Istana Maimun. Ini karena perpaduan unsur kebudayaan seperti yang saya tulis diatas. Sewaktu mengunjungi Istana Maimun pengunjung cukup padat karena momen libur lebaran. Nggak cuma penduduk lokal saja yang datang tapi juga banyak turis asing dan penduduk dari luar kota Medan. Padahal pengen banget berfoto dengan pakaian adat Melayu dan duduk di kursi Raja, tapi ngantri nya nggak kuat. Saran saya kalau pengen mengeksplore semua sudut Istana Maimun jangan pilih weekend karena dijamin istana bakal penuh. 





Untuk masuk ke Istana Maimun kita harus membayar tiket sebesar 5000 rupiah per orang, sangat terjangkau kan? Kita sudah bisa wisata sejarah hanya dengan harga tiket masuk yang sangat murah. Oh ya, para pengunjung biasanya banyak yang bawa keluarga termasuk anak-anak, tujuannya biar anak-anak tau sejarah dan tidak melupakan sejarah.


2. Masjid Raya Al-Mashun


Mesjid Raya Al-Mashun atau biasa disebut Mesjid Raya Medan letaknya di jantung kota Medan dan berdekatan dengan Istana Maimun, bahkan Mesjid Raya Al-Mashun ini dulunya berada satu komplek dengan Istana Maimun, karena mesjid memang dibangun oleh Sultan Maamun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada masa kesultanan. Ini bisa dilihat dari ornamen nya yang khas kerajaan Islam Melayu Deli, mirip dengan beberapa ornamen di Istana Maimun.

Mesjid ini nggak pernah sepi pengunjung, orang-orang tidak mau melewatkan untuk singgah di mesjid ini kalau sudah ke Medan. Bangunan yang usianya sudah 1 abad ini jadi identitas nya kota Medan. Arsitektur bangunannya juga unik, perpaduan Timur Tengah, India, dan Eropa.

3. Tjong A Fie Mansion


Tjong A Fie Mansion atau kediaman Tjong A Fie menjadi wisata sejarah di kota Medan. Tjong A Fie sangat berpengaruh dalam pembangunan kota Medan. Tjong A Fie terkenal sangat dermawan, beliau adalah seorang bankir yang kaya raya. Kediaman Tjong A Fie ini berada di daerah Kesawan tepatnya di jalan Ahmad Yani, Medan. 



Apa saja yang bisa dilihat di Tjong A Fie Mansion? Kita bisa mlihat bagaiman keindahan rumah Tjong A Fie, setiap sudut rumah bisa kita lihat, termasuk kamar tidurnya. Di setiap dinding rumah banyak foto-foto yang di pajang, karena Tjong A Fie termask orang yang suka mendokumentasikan foto-foto nya bersama keluarga, baik itu momen ultah, pernikahan, juga kalau ada pertemuan penting dengan para rekan bisnis pun di dokumentasikan. 


Kalau melihat perabotan dan arsitektur rumah, kita akan menemukan budaya Tionghoa-Melayu yangcukup kental. Tjong A Fie semasa hidupnya gemar membaca buku, koleksi bukunya masih tersusun rapi di dalam lemari, tapi kalau kesana kita tidak diijinkan untuk membuka lemari bukunya. Mungkin untuk antisipasi, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Meja makan dan perlengkapan makan yang digunakan seperti gelas dan piring, semua nya unik. Kalau sekarang sih orang bilang barang antik ya. Setiap ruang dipenuhi banyak kursi karen Tjong A Fie suka mengadakan acara kumpul keluarga. Jadi jangan heran kalau setiap ruang pasti banyak kursi. Hampir seluruh perabotan yang ada di ruangan berbahan kayu, khususnya kayu jati.

Nama Tjong A Fie nggak akan terlupakan karena beliau sangat dekat dengan Sultan Deli dan Makmun Al Rasyid pada masa kolonial Belanda. Untuk masuk ke rumah Tjong A Fie teman-teman harus membeli tiket masuk seharga 35rb untuk umum dan 20rb untuk pelajar.


4. Merdeka Walk




Merdeka Walk ini terletak di jantung kota Medan.  Kalau ke Medan wajib banget kesini, karena ini salah satu tempat nongkrongnya anak Medan. Saya dan suami suka sekali nongkrong disini, bergabung dengan pengunjung lain. Apalagi kalau sudah ada event nobar, duh serasa semua anak Medan numplek disini. 

Merdeka Walk, pusat kuliner kota Medan, tempat nongkrongnya anak Medan. Mau ngopi, cari makanan Western atau makanan Indonesia, mau cari souvenir atau oleh-oleh khas Medan di sini tempatnya. #hisgomudik #merdekawalk #travelbeauty #medan
A post shared by Tuty Queen (@tutyqueen) on Jul 12, 2017 at 5:25pm PDT

Dulunya Merdeka Walk ini adalah area parkir lapangan Merdeka dan sekarang sudah jadi pusat kuliner nya kota Medan. Di sekeliling Merdeka Walk kalian akan menemukan pohon-pohon besar, dan pohon-pohon ini memang sudah ada sejak zaman Belanda, dan hingga kini masih terawat. Kebayangkan gimana ademnya, siang atau malam suasana nya asyik banget. Selain sajian kuliner yang lengkap mulai kuliner Indonesia sampai Western, disini juga kalian bisa menemukan aneka souvenir khas Medan. Cocok banget untuk dijadikan oleh-oleh buat keluarga atau teman-teman.


Lokomotif jadul ini bisa kalian temui di stasiun kereta api di Medan, persis di depan lapangan merdeka. Setiap sore selalu ramai dengan orang-orang yang ingin melihat dari dekat dan mengabadikan momen dengan foto bersama teman atau keluarga di lokomotif ini. #medan #keretaapi #lokomotif #edisimudik #travel #travelbeauty #travelbeautyid #hisgomudik
A post shared by Tuty Queen (@tutyqueen) on Jul 9, 2017 at 7:11pm PDT


Merdeka Walk dikelilingi dengan bangunan-bangunan tua alias bangunan tempo doeloe, salah satunya Lonsum (London Sumatera). Gedung ini juga jadi salah satu iconnya kota Medan, sayang sekalia saya nggak sempat mengcapture foto gedung Lonsum ini. Jaraknya hanya sekitar 100 meter dari Merdeka Walk. Eh iya, di seberang Merdeka Walk ada stasiun kereta api bandara. Nah, didekat stasiun atau persis disamping di stasiun kita akan menemukan lokomotif uap buatan Jerman yang juga peninggalan sejarah. Wajib banget foto-foto disini.


5. Pulau Samosir


 
Pulau Samosir letaknya persis di tengah Danau Toba. Jadi kalau mau kesini kita mesti nyebrang terlebih dahulu menggunakan kapal dari Danau Toba. Saya dan suami bermalam di pulau Samosir, dan hanya satu malam saja. Bayangkan saja gimana rasanya tinggal di pulau yang dikelilingi Danau Toba. Malam-malam dudjk santai di baliho di depan hotel asyik banget menikmati pinggiran danau. Banyak boat yang berlabuh, karena dengan boat ini orang-orang bisa keluar masuk pulau.

Meski berada di tengah danau, pulau Samosir sudah banyak penghuninya, bahkan banyak peninggalan bersejarah disana. Seperti makam Raja Siallagan yang pernah memimpin wilayah Samosir. Kemudian ada boneka Sigale-gale, ini boneka nya bisa bergerak sendiri, biasanya ada pawang gitu yang baca mantra-mantra, dan boneka akan bergerak yang diiringi gendang khas batak.


Kemudian kita bisa mengunjungi Batak Meseum di Tomok. Arsitekturnya khas dan unik, dengan ornamen-ornamen yang sesuai dengan rumah tradisional tempat suku Batak tinggal yaitu Rumah Bolon. Pada dinding ukiran kita bisa lihat ada cicak,  itu memiliki pesan dan makna bahwa masyarakat Batak harus bisa bergaul dengan lingkungan yang mereka tunggali. Di museum ini mengoleksi replika benda-benda peninggalan nenek moyang suku Batak sejak ribuan tahun lalu.

6. Danau Toba

Udah pada tau kan kalau Danau Toba adalah danau yang terluas di Asia Tenggara. Saking indahnya Danau Toba ini dijuluki The Monaco of Asia. Untuk memudahkan akses wisatawan yang ingin mengunjungi Danau Toba sekarang sudah ada bandara Silangit, jadi nggak perlu transit ke Bandara Kuala Namu di Medan. Tapi buat kalian yang ingin ke Danau Toba dari Medan nggak kalah seru juga menikmati perjalanan via darat. Kalian bisa menikmati keindahan alamnya sepanjang perjalanan.



Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Danau Toba, pesonanya membuat saya selalu ingin balik berkunjung kalau lagi mudik ke Medan. Bahagia rasanya lihat danau seluas Danau Toba. Apalagi kalau jalan-jalan naik speedboat mengelilingi danau toba, puas banget. Ingin bermalam di Danau Toba? Tenang, disana banyak banget hotel dan penginapan. Tinggal pilih sesuai budget.





7. Air Terjun Sipisopiso




Air terjun Sipiso-piso letaknya di desa Tongging kabupaten Karo, kira-kira 45 menit dari Medan, dan lebih kurang 3t km jaraknya dari daerah wisata Berastagi. Sipiso-piso berasal dari kata pisau. Air yang berjatuhan dari ketinggian 100 meter lebih ini diumpakan dengan bilah-bilah pisau yang tajam. Mau menikmati keindahan air terjun Sipiso-piso dari dekat? Bisa banget, kalian harus menyusuri ratusan anak tangga kecil dari bukit. Saya pernah nyobain, separuh perjalanan naik lagi, betis kram.. haha nggak kuat euy, menikmati dari atas aja lah.

8. Pagoda Emas Lumbini




Kalau pengen lihat pagoda emas kayak di Tahailand atau Myanmar nggak perlu jauh-jauh, 30km dari Medan tepatnya di Berastagi juga ada, tepatnya di Taman Alam Lumbini. Di sini ada replika pagoda Shwedagon yang ada di Burma Myanmar, ldbih dikenal dengan pagoda emas. Pagoda emas ini adalah tempat beribadah umat Budha, selain itu ada juga sebuah taman dengan aneka bunga disini. Kalau lagi tidak ada ibadah pengunjung boleh masuk ke dalam pagoda ini dengan pakaian yang sopan. Yang penting jaga sikap sih, namanya rumah ibadah bukan mall jadi harus tertib ya masuknya.



9. Bukit Lawang




Bukit lawang berada di Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, lokasinya sekitar 1 jam dari Medan.  Bukit Lawang terkenal dengan arus sungainya yang deras. Makanya sewaktu melewati jembatan gantung lutut saya jadi lemas, khawatir meleset dikit nyemplung haha. Oh ya,menyeberangi jembatan itu kita harus merogoh kocek 2 ribu rupiah saja. Karena arus sungai nya yang deras banyak pengunjung memanfaatkan sensasi tubing dan rafting. Selain main air di sungai kita juga bisa trekking di hutan berbukit. Disana kita bakal menemukan orang utan. Nginap disini juga seru, malam hari banyak orang mencari ikan dan udang di sungai. Kita bisa pesan langsung ke para pencari udang dan ikan kalau mau barbeque-an.


10. Masjid Azizi



Mesjid Azizi berada di Kota Tanjung Pura, sekitar 2 jam dari kota Medan. Mesjid ini adalah peninggalan Kesultanan Langkat. Mesjid dibangun oleh Sultan Abdul Aziz yang memimpin saat itu. Warna mesjid mirip dengan mesjid raya Medan, karena Kesultanan Langkat juga Kesultanan Melayu yang warna nya di dominasi dengan warna kuning.



Singgah sebentar di Tanjung Pura, Langkat untuk ziarah ke makam leluhur mulai dari unyang, tok ongku, atok, nenek, uwak, dan saudar-saudara yang sudah berpulang yang dikuburkan tepat di belakang Mesjid Azizi. . . Zamannya Kesultanan Langkat unyang dari atok pernah jadi imam mesjid disini sedangkan unyang dari nenek bilalnya, yang akhirnya atok dan nenek dijodohkan. . . Kalau diceritakan panjang banget sejarahnya..next bakalan ditulis. #mesjid #mesjidazizi #ziarah #tanjungpura #makamleluhur #hisgomudik
A post shared by Tuty Queen (@tutyqueen) on Jul 11, 2017 at 10:40pm PDT

Saya kalau pulang ke Medan wajib banget ke sini karena ziarah ke makam atok dan keluarga besar yang sudah berpulang yang kesemuanya dimakamkan persis di belakang mesjid Azizi. Oh iya, di sini juga ada makamnya Tengku Amir Hamzah sastrawan terkenal asal Langkat. Kalau ke Medan, boleh mampir sebentar ke Mesjid Azizi sekaligus ziarah ke makam Sultan Langkat dan keluarga.




Share
Tweet
Pin
Share
20 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (9)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ▼  September 2026 (1)
      • Kucing Lahap Makan Belum Tentu Sehat! Ini 7 Tanda ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates