Pages

  • Home

travel beauty


Sepanjang Ramadhan ini sudah beberapa kali saya menulis mengenai mudik mulai dari Mudik Sehat, Persiapan Mudik Lebaran Ala Saya, dan Tempat Mudik Nyaman Untuk Bunda dan Si Kecil. Maklum saking semangatnya mau mudik hehe. Alhamdulillah tahun ini saya mudik menggunakan transportasi udara. Selain karena memang lagi ada rezeki, pertimbangannya juga karena saya merasa lebih nyaman. Mudik ke Medan setiap tahun saya lakukan, mengingat orang tua saya tinggal di kota kelahiran saya ini. Sebenarnya nggak di Medan persis sih, lebih kurang 2 jam lagi dari kota Medan ke daerah kelahiran saya yaitu kota Pangkalan Berandan.

Entah kenapa ortu juga suka deg-degan kalau saya punya rencana mudik via darat maupun laut, terutama ibu saya. Pernah saya nyobain perjalanan via darat ke Medan selama 3 hari, yang ada ibu saya setiap jam nelfonin saya sudah sampai dimana, sudah makan atau belum, makannya pakai apa, kalau tidur gimana. Hihi namanya juga naluri seorang ibu ya, nggak tenang kalau anaknya sampai terombang ambing di jalan. Makanya tahun ini udah berpesan jangan mudik via darat lagi, soalnya ibu sampai susah tidur karena nggak tenang mikirin saya. Memang ibu orangnya suka khawatiran, suka mikir kalau tejadi apa-apa di jalan, apalagi tau sendiri kan berita-berita mengenai arus mudik di TV dan berbagai kemungkinan buruk yang terjadi selama di jalan.

Memang sih saya sendiri juga lebih suka naik pesawat sebenarnya. Selain berangkatnya lebih sering on time juga karena waktu tempuh yang lebih cepat. Bayangkan saja perjalanan laut dan darat yang harus di tempuh menuju Medan itu 3 hari, kalau pesawat cuma 2 jam saja ke Medan, keluarga di kampung halaman pun tenang menanti kedatangan saya. Meskipun lebih nyaman naik pesawat bukan berarti kita tidak menghiraukan peraturan penerbangan terutama dalam hal keselamatan selama menggunakan transportasi udara. Bagaimanapun keselamatan itu yang paling utama, karena setelah mudik di kampung halaman kita akan terbang kembali ke kota asal. Well, karena lebaran kali ini saya menggunakan transportasi udara yakni pesawat, saya mau bagi-bagi tips mudik nyaman menggunakan pesawat berdasarkan pengalaman saya.


Beli Tiket Pesawat Jauh-Jauh Hari

Poin ini selalu saya tulis jadi poin paling penting dan jadi poin pertama. Karena yang namanya harga tiket ini gambling bangeet, apalagi sekarang semuanya sistemnya online, bisa dibeli siapa saja. Nggak seperti dulu saat sistem reservasi masih melalui call center atau langsung ke kantor penjualan tiket airline ataupun travel agent. Yang namanya tiket online semua orang selama menggunakan internet bisa memantau harga tiket. Ada yang langsung beli ada juga yang nunggu harga turun. MAkanya saya bilang gambling, karena bisa jadi harga yang ditunggu turun atau kebalikannya justru harga semakin naik, apalagi peak season seperti momen lebaran. Saran saya jangan terlalu berspekulasi dengan naik turunnya harga, mending tiket dibeli jauh-jauh hari biar lebih nyaman karena tiket sudah di genggaman.

Pastikan Nama, Tanggal dan Jam Keberangkatan Yang Tertera di Tiket


Sering terjadi kesalahan melihat tanggal dan jam keberangkatan di tiket. Ini karena kurang telitinya kita melihat tiket lagi setelah dibeli. Yang ada main langsung berangkat saja tanpa cek ulang tanggal dan jam berangkat. Misa di tiket tertera jam 8 am kita malah berangkatnya jam 8 malam.  Seharusnya jam 8am itu berangkat pagi. Karena kesalahan-kesalahan kecil seperti ini kita bisa mengalami kerugian besar. Kalau kita mau teliti dengan membaca kembali isi tiket kita bisa menanyakan mengenai ketidakmengertian kita dengan tulisan yang ada di tiket kepada call center atau travel agent tempat kita membeli tiket. Parahnya lagi kalau ternyata tiket yang kita beli adalah rute transit, tujuannya memang sama tapi kita harus transit dulu ke kota lain, seharusnya kita nyaman karena akan lebih cepat sampai yang ada jadi lama. 


Pastikan Nomor Ponsel dan Email Yang Diberikan Saat Booking Tiket Adalah Nomor dan Email Aktif

Jangan sekali-kali memberikan nomor ponsel yang jarang aktif saat booking tiket pesawat. Nomor ponsel yang kita berikan atau kita masukan saat booking ini gunanya agar airline mudah menghubungi saat ada perubahan jadwal penerbangan ataupun konfirmasi. Kalau informasi pentingnya pesawat delay masih mending ya, kalau informasi penting yang harus disampaikan justru karena jam keberangkatan di percepat ini yang ribet. Karena susah dihubungi dan tidak melihat email alhasil kita malah ketinggalan pesawat.

Manfaatkan Fasilitas Cek in Online


Hampir semua airline sudah menyediakan fasilitas cek in online atau via web sekarang. Gunanya agar kita bisa memilih tempat duduk yang nyaman sesuai keinginan, sekaligus kalau kita perginya bersama anggota keluarga lain kita bisa mengatur posisi duduk berdekatan, apalagi kalau bawa anak sudah pasti kita nggak ingin kalau anak kita duduknya berjauhan dengan kita, iya kalau ada penumpang lain yang mengerti dan rela bertukar posisi duduk, kalau nggak mau pasti malah berabe, kita jadi nggak nyaman dan anak juga sama nggak nyamannya. Oh ya, kalaupun mau cek in saat berangkat perhatikan juga peraturan waktu cek in, minimal 1 jam sebelum berangkat harus sudah berada di bandara, jadi kita bisa memperkirakan waktu berangkat dari rumah menuju bandara.




Siapkan Kartu Identitas

Meski kita sudah cek in via web tetap saja kartu tanda pengenal harus dibawa, karena pada saat cek in petugas bandara dan petugas cek in akan memeriksa tanda pengenal kita apakah sudah sesuai dengan nama yang tertera di tiket. Jangan coba-coba pakai tiket orang lain dan pakai tanda pengenal orang lain, kalau sampai di cek foto yang ada di kartu tanda pengenal dengan wajah pemegang tiket yang ada bakalan nggak diizinkan masuk. Biasanya yang seperti terjadi kalau penumpang nekat beli tiket di calo dengan iming-iming harga lebih murah dan nggak mikir risikonya.

Bawa Barang Secukupnya Jangan Sampai Over Baggage

Beberapa kali sering melihat penumpang yang komplain kepada petugas cek in karena harus membah biaya untuk bagasi dengan alasan over baggage. Sebelum komplain dan marah-marah please deh cek ketentuan bagasi yang tertera di tiket. Saya rasa penumpang bisa baca, airline domestik jelas-jelas menuliskan kalau free bagasi bagi setiap penumpang diberikan 20 kg. Nah kalau saat ditimbang ternyata lebih dari 20 kg harus terima konsekuensinya kalau harus membayar biaya kelebihan bagasi sesuai ketentuan berapa biaya per kilo nya. Ini jadi pelajaran dan pengalaman bagi kita agar jangan terlalu berlebih-lebihan membawa barang saat mudik, kalau pun harus bawa oleh-oleh ya secukupnya saja demi kenyamanan.



Siapkan Snack dan Minuman

Ini berdasarkan pengalaman pribadai saat bepergian dengan pesawat. Kalau jam keberangkatan siang hari jangan lupa makan dulu di rumah atau bawa snack dan minum. Karena nggak semua airline memberikan fasilitas makan siang free, memang sebagian airline ada yang menjual makanan dan  minuman di pesawat tapi kadang belum tentu cocok menunya dengan kita atau anak kita, apalagi harganya hehe. Bawa bekal makanan biar nggak kelaparan selama perjalanan.

Matikan Ponsel Saat Naik Pesawat

Kalau teman-teman yang sering menggunakan transportasi udara pasti sudah sering mendengar peringataan dari pramugari agar mematikan ponsel ketika pesawat akan boarding. Tapi kadang ada juga yang ngeyel, pesawat sudah mau boarding masih aja telfon-telfonan. Kadang miris kalau lihat tipe penumpang yang kurang peduli dengan peringatan dari pramugari. Kalau teman-teman melihat penumpang seperti ini segera laporkan saja ke pramugari, ini demi keselamatan kita bersama.

Well, itu dia tips dari saya. Tips ini berdasarkan pengalaman saya naik pesawat dan tentu saja jadi reminder buat diri saya sendiri juga agar tetap aware dengan peraturan-peraturan yang berlaku di penerbangan, juga sebisa mungkin membuat diri lebih nyaman saat mudik menggunakan pesawat.




Share
Tweet
Pin
Share
8 Comments

Nggak terasa sebentar lagi lebaran, dan saatnya prepare buat mudik. Momen lebaran memang momen yang paling dinanti, di momen ini keluarga yang sudah lama tidak bertemu berkumpul kembali. Momen dimana semua orang muslim rela menempuh perjalanan baik darat, laut, maupun udara, dan mengeluarkan ongkos yang berlipat-lipat dibanding hari lainnya. Semua dilakukan demi bisa bersilaturahmi, baik dengan orang tua, keluarga, maupun kerabat di kampung halaman.

Mudik bukan hanya sekadar tradisi. Bagi para bunda yang memiliki anak, momen mudik lebaran justru bisa memberi manfaat positif bagi si Kecil terutama dalam hal keterampilan sosialnya. Topik mengenai mudik nyaman Bunda bersama si Kecil inilah yang saya ikuti pada saat hadir di acara Bukber SGM Bunda dan SGM Eksplor pada tanggal 5 Juni 2017 di Suasana Restaurant Lantai Ground, Aston Kuningan Suites Jl. Setia Budi Utara Raya Jakarta Selatan.

Saat mudik terutama kalau melalui jalan darat yang memakan waktu cukup lama tentunya akan banyak perubahan yang dirasakan, terutama perubahan jadwal makan. Kalau bawa si Kecil yang harus di perhatikan adalah nutrisi si Kecil apakah bisa terpenuhi dengan baik, dan apakah si kecil bisa ceria dan tetap nyaman selama mudik.

baca: Mudik Sehat


Pola Makan Selama Berpuasa dan Saat Mudik


Nggak cuma bahas mudik tapi juga pola makan selama berpuasa di bulan Ramadhan. Bicara puasa menurut dr. Dian Permatasari, M.Gizi, SpGK Dokter Spesialis Gizi Klinik sebenarnya saat puasa pola makan kita sudah berubah, terutama dengan waktu atau jam makan. Kita baru makan pada saat sahur kemudian akan makan lagi pada saat berbuka. Bagaimana cara makannya, apa saja yang dimakan supaya kebutuhan sehari-hari terpenuhi.

Manfaat puasa menurut beberapa penelitian dapat menurunkan kadar gula darah, asam lemak dan perbaikan profil lemak seperti kolesterol. Ini tentunya dapat menurunkan dan menstabilkan berat badan dan meningkatkan efek proteksi terhadap penyakit non infeksi. Manfaat lain puasa adalah mencegah penyakit generatif lainnya seperti diabetes, jantung.

Bagaimana puasa pada ibu hamil? Menurut Dr. Dian puasa pada ibu hamil perlu mendapat perhatian khusus karena akan terjadi perubahan fisiologis pada ibu hamil. Dari berbagai penelitian yang dimumpulkan atau systematic review tahun 2014 menyatakan ibu hamil diberbagai negara 65-90 persen berpuasa. Dan hasilnya Inkonsisten, maksudnya banyak yang bagus tapi ada juga yang tidak  bagus. Intinya kalau ibu hamil ingin berpuasa harus konsultasi terlwbih dahulu ke dokter kandungan.


dr. Dian Permatasari

Begitu juga dengan ibu menyusui tidak ada larangan untuk berpuasa tapi harus tetap memperhatikan kesehatan ibu dan anak, sama dengan ibu hamil sebaiknya di konsultasikan juga ke dokter. Penelitian yang ada menyatakan bahwa puasa itu tidak mengurangi kualitas dan kuantitas ASI, tapi tergantung dari status nutrisi si Ibu.  Kalau si Ibu nutrisinya kurang baik pasti ASI nya juga tidak bagus dan kuantitasnya tidak banyak. Jadi kalaupun ingin berpuasa sebaiknya ibu yang sehat, nutrisinya bagus, jadi ASInya baik dan anak cukup nutrisi. Kalau anaknya masih menyusui ASI eksklusif ibu disarankan untuk tidak berpuasa, karena anak masih tergantung pada ASI.

Puasa pada anak sudah bisa diperkenalkan, tapi jangan terlalu dipaksakan sampai berbuka menjelang magrib, karena bukan usia wajib untuk berpuasa, perlahan-lahan saja. Sebelum akil baligh kita ajarkan saja anak dengan memperkenalkan puasa. Proses belajar puasa banyak manfaatnya, dari segi kesehatan akan meningkatkan sistem imun, menurunkan stres oksidatif, dan metabolisme menurun. Sedangkan untuk proses belajar puasa adalah pengenalan beribadah, mengendalikan diri, belajar disiplin.

Memenuhi kebutuhan gizi saat berpuasa, usahakan sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Pedoman gizi seimbang yang berbentuk piramida dimana semakin mengerucut ke atas semakin sedikit yang kita konsumsi seperti gula, minyak, dan garam. Yang 3 ini memang susah sekali dihindari tapi setidaknya kita membatasi jumlahnya saat dikonsumsi, lanjut Dr. Dian. Sebaiknya selama berpuasa konsumsi karbohidrat kompleks lebih banyak, dan usahakan makanan yang berkuah. Hindari makanan yang terlalu manis karena justru akan mempercepat lapar. Untuk mengembalikan elektrolit tubuh yang hilang selama berpuasa minum air putih seperti hafi biasa yaitu 8 gelas perhari, 2 gelas saat buka, 4 gelas saat makan malam dan 2 gelas saat sahur. 

Saat mudik kebutuhan kalori pun harus terpenuhi selama perjalanan. Perlu diingat bahwa saat mudik akan ada perubahan jadwal makan serta terbatasnya jenis makanan yang dapat di konsumsi si kecilselama perjalanan. Selain menyiapkan bekal makanan, ibu juga bisa me cari asupan nutrisj tambahan melalui makanan dan minuman yang ada di tempat peristirahatan atau rest area, selama makanan dan minuman itu sehat dan mendukung pemenuhan nutrisi ibu dan si kecil. Kurangnya asupan nutrisi selama perjalanan jauh saat mudik dapat menyebabkan beberapa perubahan di dalam tubuh yang akan menyebabkan anak me jadi tidak nyaman sperti lemas dan pusing dan anak juga menjadi rewel.

baca: Persiapan Mudik Lebaran Ala Saya


Persiapan Mudik Bunda dan Si Kecil


Selanjutnya psikolog Anna Murti membahas persiapan mudik untuk bunda dan si kecil. Saat kita mudik membawa si kecil yang harus kita persiapkan adalah fisik. Fisik kita harus fit terutama si kecil agar anak bisa bersosialisasi saat berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman. Mudik bertemu keluarga bisa membuat anak berimajinasi, dan secara emosi anak akan belajar mandiri selama perjalanan mudik. Ini juga jadi kesempatan kita sebagai ibu mengajari anak disiplin. Sebelum mudik ada baiknya ceritakan kepada anak tentang keluarga di tempat tujuan mudik. Jika perlu perlihatkan foto keluarga, sampaikan dengan positif bagaimana sifat masing-masing anggota keluarga, misalnya tante ini orangnya suka ngomel, si om ini orangnya pendiam, dst. Ajarkan juga anak untuk latihan bersilaturahmi. Misal kalau masuk rumah ketuk pintu dan ucapkan salam, cium tangan orang yang lebih dewasa umurnya dari kita saat berjabat tangan. Ada anak-anak yang kadang tidak mau bersalaman, jangan terlalu kaku dan jangan dipaksakan, tetap beri apresiasi kepada anak apapun usahanya.

Usahakan perjalanan mudik cukup nyaman buat anak kita, istirahat di tengah perjalanan jika diperlukan. Jangan merasa rugi beristirahat, karena dengan istirahat justru meningkatkan energi dan level mood kita. Jangan lupa selama mudik bawa juga mainan yang disukai anak agar bisa dimainkannya bersama anggota keluarga lain. Kalau bisa jangan dikeluarkan semua mainannya tapi satu persatu agar si kecil nggak lekas bosan. Saat mudik pastikan anak sehat dan pastikan nutrisinya tercukupi. Meskipun sedang berlibur kita harus tetap memberikuan stimulasi kepada anak.

baca: Cerita Mudik Lintas Sumatera


Psikolog Anna Murti
Bagi bunda yang sedang hamil saat mudik ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Yang paling penting terima terlebih dahulu keadaan kita yang sedang hamil, tidak menuntut kesempurnaan. Bagaimanapun saat kita melakukan perjalanan mudik dalam kondisi hamil, kita harus siap dengan segala risiko. Buat diri senyaman mungkin, baik itu menggunakan pakaian yang nyaman, juga posisi duduk yang nyaman. Bawa benda-benda lain yang membuat nyaman seperti  bantal, membawa kudapan, membawa buku atau bacaan lain, yang semuanya membuat diri kita jadi nyaman.

Sebelum melakukan perjalanan sebaiknya cari tahu lokasi yang nyaman untuk istirahat, jika melakukan perjalanan via darat.  Sedangkan kalau mudik menggunakan transportasi udara atau menggunakan pesawat perhatikan jam terbangnya jangan sampai beli tiket yang ternyata jam terbangnya pakai transit karena akan membuat perjalanan semakin lama tiba di tempat tujuan. Di ingat-ingat saja berbagai hal yang dapat menghibur diri selain biar badan dan psikis nggak nge drop, juga meningkatkan mood. Mohon pengertian keluarga dengan keterbatasan yang dimiliki karena kondisi kita yang sedang hamil, bekerja sama juga denga suami agar perjalanan mudik jadi nyaman.


TEMAN Mudik Bunda SGM

SGM Bunda dan SGM Eksplor memahami perjuangan orang tua pada masa pertumbuhan si kecil, dan juga mengerti bahwa setiap orang tua mengharapkan anaknya memiliki masa depan yang baik. Produk SGM selama ini sudah mendukung ibu dan anak untuk perkembangan. Kehidupan yang lebih baik dan nutrisi yang baik adalah hak semua anak. SGM juga mendukung orang tua di Indonesia dalam hal pertumbuhan fisik dan perkembangan psikologis yang baik untuk anak. Ibu-ibu di Indonesia pada umumnya ingin anak-anaknya bisa bersosialisasi dengan baik, punya kreativitas, juga menjadi anak yang mandiri. SGM Bunda dan SGM Eksplor mendukung para bunda yang ingin anaknya lebih baik dari dirinya sendiri.

Christina Natalia
Dalam rangka menyambut momen penting setelah puasa yaitu mudik, SGM meluncurkan TEMAN. Apa itu TEMAN? Christina Natalia selaku Marketing Manager SGM Bunda mengatakan untuk mendukung para ibu di Indonesia agar tetap memperhatikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi si kecil dan keluarga bisa menjalani mudik dengan nyaman, SGM Bunda dan SGM Eksplor menyediakan fasilitas TEMAN SGM Bunda dan SGM Eksplor. TEMAN sendiri adalah singkatan dari Tempat Mudik Nyaman. SGM memahami bahwa nutrisi merupakan faktor penting dalam masa kehamilan, untuk itu SGM menyediakan fasilitas ramah ibu seperti nursing room dan poster tips tentang nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui. Fasilitas TEMAN SGM Bunda dan SGM Eksplore juga menjadi tempat beristirahat sejenak yang nyaman bagi ibu hamil.

Astrid Prasetya
Marketing Manager SGM Eksplor, Astrid Prasetyo juga menambahkan kalau di TEMAN SGM Bunda dan SGM Eksplor juga tersedia fasilitas ramah anak, dima si kecil bisa beristirahat sambil mekaukan permainan edukatif dan interaktif yang dapat mengasah keterampilan sosialnya. Program mudik TEMAN SGM Bunda dan SGM Eksplor akan berlangsung di 6 titik rest area di jalur Pantura pada periode arus mudik dan arus balik, yaitu:

Arus mudik (19 - 25 Juni 2017), terletak di:
1. Rest Area Tol Cipali KM 102 A
2. Rest Area Tol Cipali KM 166 A
3. Rest Area RM Jatilawang
4. Rest Area Sumber Alam

Arus mudik ( 28 Juni - 2 Juli 2017), terletak di:
1. Rest Area Tol Cipali KM 101 B
2. Rest Area Tol Cipali KM 164 B



Dengan adanya program TEMAN SGM Bunda dan SGM Eksplor, harapnnya semoga para bunda yang menjalani mudik lebaran tetap menikmati mudik dengan nyaman dan tetap memastikan pemenuhan nutrisi yang tepat untuk anak juga untuk bunda.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Asik, bentar lagi lebaran. Yeay, ini moment yang memang saya tunggu. Selalu ada perasaan menggebu-gebu memenuhi dada setiap kali lebaran tiba. Yups, setiap lebaran saya selalu mudik ke kampung halaman untuk berkumpul bersama orang tua, abang dan adik juga saudar-saudara yang lain. Nggak ada yang beda sih dengan mudik tahun-tahun sebelumnya. Hanya transportasi yang digunakan saja yang kadang nggak sama. Sebenarnya sih saya selalu menggunakan pesawat mudik ke Medan, tahun lalu pertama kalinya lewat jalur darat menggunakan bus lintas Sumatera. Banyak suka duka nya hehe.

Tahun ini saya sudah prepare jauh-jauh hari, agar mudik lebih nyaman. Mudik tahun ini saya menggunakan pesawat, mengingat pinggang nggak bakalan kuat 3 hari 2 malam duduk di bus. Pengennya sampe Medan dalam keadaan sehat nggak sakit karena kelelahan melakukan perjalanan. Mau tau persiapan mudik saya tahun ini seperti apa. Cuss simak yuk!


1. Cari Tiket Murah

Karena tahun ini saya sudah merencanakan mudik ke Medan menggunakan pesawat, dari 2 bulan yang lalu saya sudah pesan tiket pesawat dan hunting tiket pesawat murah. Nggak mau nekat beli tiket dadakan, khawatir mahal atau bisa jadi juga fully booked alias penuh. Bisa berantakan rencana lainnya yang sudah disusun kalau sampai nggak dapat tiket mudik lebaran. Beli tiket pesawat nya juga langsung tiket return jadi berangkat dan pulang dari Medan sudah aman karena tiket sudah di tangan. 

Teknologi semakin maju, beli tiket pesawat semudah membalikkan telapak tangan. Hanya bermodalkan internet dan smartphone sudah bisa cari tiket pesawat seperti rute domestik saya cari di HISGO domestik. Proses pembayarannya juga gampang, tinggal transfer, dan setelah itu tiket sudah dalam genggaman. Nggak perlu repot-repot ngeprint tiket, kalau saya sih tinggal tunjukin kode booking atau email masuk saja pas cek in. Mudah banget pastinya.

udah nggak sabar pengen mudik naik pesawat 


2. Bawa Pakaian Seperlunya

Karena mudik cuma 3 minggu, saya nggak terlalu banyak bawa pakaian, karena di Medan juga pakaian saya dan suami masih ada ditinggal saat mudik tahun lalu. Jadi tahun ini bawa pakaian seperlunya saja da, misal pakaian untuk sholat ied, pakaian untuk pergi ke rumah sodara, juga pakaian untuk pergi undangan pernikahan, soalnya habis lebaran pasti banyak yang nikah. Pelajaran banget bagi saya saat mudik tahun-tahun sebelumnya bawa baju banyak, yang ada nggak semua dipakai. 

Koper saya pilih yang berukuran besar, karena saya mudik berdua bareng suami, satu koper cukup untuk berdua. Biar praktis pakaian nggak saya lipat tapi digulung biar, jadi selain pakaian saya juga memasukkan perlengkapan kosmetik, skin care, dan perlengkapan mandi yang semuanya sudah saya tempatkan dalam clutch masing-masing.


4. Bawa Sepatu Yang Nyaman 

Mengingat selama mudik bakal sering bepergian mengunjungi keluarga dan kerabat, bakal banyak jalan, jadi saya prepare bawa sepatu yang nyaman, simple dan terbuat dari bahan yang ringan biar nggak gampang lelah dipake jalan. Apalagi selama libur lebaran saya dan keluarga akan plesiran, hehe. Bukan plesiran ke luar negeri tapi keluarga sudah beli paket wisata domestik untuk kami refreshing bersama-sama menikmati liburan lebaran. Maklum kumpulnya setahun sekali jadi momen ini dimanfaatkan dengan baik.


bareng keluarga besar liburan lebaran dengan paket wisata domestik ke kebun binatang siantar

5. Kamera, Baterai dan Memori

Kamera wajib banget dibawa, karena saya nggak mau melewatkan semua momen-momen saat mudik lebaran bersama keluarga. Ya, setiap detik begitu berarti. Ditambah lagi liburan lebaran ke Parapat dan Taman Simalem, wuih bakal banyak lokasi wisata yang menarik untuk capture keindahannya. Saya selalu bawa baterai cadangan juga memori penyimpanan biar nggak nyesal seperti liburan sebelumnya karena kehabisan baterai dan memori penuh jadi deh banyak pemandangan cantik terlewatkan difoto.


6. Powerbank dan Charger

Berhubung perjalanan mudik ke Medan sekitar 2 jam lebih, belum lagi waktu buat cek in dan tiba di bandara tujuan harus antri ambil bagasi, total waktu bisa sampai 4 jam, maka dari itu si powerbank dan charger jangan sampai ketinggalan. Ini penyambung nyawa buat komunikasi bagi saya. Bisa rempong kalau sampai smartphone kehabisan baterai, nggak bisa telfonan sama keluarga yang jemput, nggak bisa update status di sosmed *eh.


7. Timbangan Digital Travel

Nah, timbangan digital travel ini selalu saya bawa kalau bepergian atau liburan ke luar kota. Gunanya untuk menimbang barang bawaan yang akan dimasukkan kedalam bagasi. Tau sendiri kan kalau udah pulang kampung ada saja yang pengen dibawa, apalagi makanan khas yang memang cuma ada di tanah kelahiran. Kahawatir terlalu kalap bawa oleh-oleh dan belanjaan lain selama mudik makanya timbangan digital travel ini jadi penentunya. Kalau kelebihan bagasi bisa ribet, biaya untuk tambahan over baggage lumayan juga sih tapi tergantung kebijakan masing-masing airline.



8. Obat-obatan

Pengennya sih fisik fit saat mudik. Tapi buat berjaga-jaga saja jadi obat-obatan dibawa. Paling sering bawa obat flu, demam, dan batuk. Karena cuaca di Jakarta dengan di Medan beda banget, di Jakarta hujan sampe banjir eh begitu nelfon ibu saya di Medan malah panas banget. Yang paling penting lagi bawa minyak angin, buat oles-oles di dahi kalau lagi pusing dan biar nggak mual selama diperjalanan. Yah, prepare aja deh semoga saja daya tahan tubuh tetap stabil.


9. Bawa Majalah

Memang sempat baca?  Iya. Saya itu pobia dengan ketinggian, kalau naik pesawat suka deg-degan, gelisah, duduk nggak tenang, apalagi kalau lihat suami disebelah udah tidur nyenyak, alhasil tambah gelisah karena nggak ada teman ngobrol haha.  Saya selalu bawa majalah kalau naik pesawat, untuk mengusir rasa jenuh karena waktu terbang 2 jam biar waktu nya nggak terasa karena asik baca majalah. Padahal nggak sampe 1 jam isi majalah sudah terbaca semua, tapi ya itu di bolak balik lagi yang penting dibuat asik dan nyaman aja. Tapi kalau naik pesawat Garuda lebih asik lagi bisa nonton film sepuasnya, sampe lupa waktu, tau-tau udah landing aja.



10. Bawa Dokumen Penting

Dokumen penting itu apa aja sih? Pastinya KTP karena pas cek in naik pesawat kartu pengenal yang satu ini wajib ada, jangan sampai tercecer atau ketinggalan, bakal nggak bisa terbang. Kalaupun KTP masih di urus minimal ada resinya atau SIM juga bisa dipakai buat cek in. Kemudian dokumen penting lainnya kartu BPJS, ini buat jaga-jaga kalau saat mudik ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti saki, dsb. Satu lagi buku tabungan, pengalaman saya tahun lalu mudik ATM hilang, meski online tetap saja bank meminta buku tabungan sebagai syarat penggantian ATM.


11. Check List

Yang terakhir sebelum berangkat mudik saya biasanya ceklis lagi barang-barang bawaan satu persatu, jangan sampai ada yang tertinggal. Pengalaman bertahun-tahun mudik lebaran mengajarkan saya bahwa persiapan itu adalah kunci, agar tidak melupakan hal-hal penting.


Itu persiapan mudik ala saya. Gimana dengan persiapan mudik kalian? Jangan lupa ya kalau mudik pas ninggalin rumah listrik, air dan gas jangan lupa dimatiin, sampah jangan lupa dibuang, kalau di kulkas masih ada bahan makanan mending dibagiin ke tetangga biar nggak kadaluarsa di kulkas,Tuh kan masih ada aja yang harus diingat hehe. Ini reminder buat saya juga sih, gimanapun saat mudik rumah ditinggal dalam keadaan safety dan nggak berantakan. Siap-siap mudik yuk!





Share
Tweet
Pin
Share
8 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (4)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ▼  April 2026 (2)
      • Beauty is Pain? Ini Pengalaman Pertama Saya HIFU &...
      • Bukan Salahmu, Tapi Ini 6 Kesalahan Keuangan yang ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates