Pages

  • Home

travel beauty

Bandung

Setelah pandemi yang sudah hitungan setahun lebih ini usai teman-teman pengen liburan kemana nih? Biasa dalam setahun saya dan suami wajib travelling. Minimal ke kota yang paling dekat dengan Jakarta dan sesuai budget. Sering banget kan lihat postingan orang-orang atau kerabat kita di sosial media ataupun di beberapa group WhatsApp yang kita ikuti. Orang-orang mencurahkan perasaan nggak sabar pandemi segera usai agar kehidupan kembali normal dan bisa liburan. 

Yups, saat ini kita cuma bisa berandai-andai karena pandemi masih menghantui kehidupan normal kita. Honestly rasa jenuh, kesal, kecewa benar-benar campur aduk gara-gara pandemi. Udah pengen banget refreshing, liburan menikmati wisata alam tanpa khawatir ada virus yang mengancam. Efek kelamaan di rumah dan memang udah lama nggak travelling ya jadinya cuma bisa membayangkan masa-masa liburan seru di tahun-tahun sebelumnya. 


Travelling bagi sebagian orang merupakan kebutuhan sekunder. Menurut saya travelling nggak hanya sekedar pergi ke luar rumah berhari-hari mengunjungi kota lain saja, tapi lebih dalam lagi. Bagi saya travelling menjadi nutrisi jiwa terutama jiwa yang lelah agar kembali fresh dan stabil menjalani rutinitas sehari- hari. Handphone yang dipakai setiap hari aja perlu di charge apa lagi kita manusia. Liburan ibarat charging bagi jiwa kita.


Menulis tentang travelling saat ini saja mampu membawa pikiran melayang kemana-mana membayangkan perjalanan wisata ke kota-kota dengan pemandangan yang indah di Indonesia. 

 

Bandung, Destinasi Wisata Yang Ingin Dikunjungi Setelah Pandemi 

Sambil membuat konten, saya sering melihat-lihat gallery di handphone dan scrolling foto-foto saat jalan dan jajan di Bandung, saya jadi kangen Kota Kembang ini. Foto-foto di beberapa tempat wisata yang nyaman dan sejuk, kebun binatang dengan berbagai jenis binatang, dan masih banyak lagi beberapa tempat di Bandung yang ngangenin termasuk tempat-tempat kulineran yang super enak.

Bandung Zoo, Januari 2020


Melihat pemandangan lewat gadget aja hati ini sudah
happy. Apalagi kalau travelling beneran ya? Yess, benar-benar mood booster banget. Coba deh lihat teman-teman kita kalau liburan ke pantai, bahagianya sampai mengatakan seperti mendapatkan vitamin sea. Lumayan buat nambah imun tubuh. 


Cihampelas Walk, tempat nongkrong favorit di Bandung

Saya tuh paling suka naik kereta api kalau ke Bandung. Perjalanan bolak-balik dengan kereta api Argo Parahyangan nggak pernah bikin bosan dan lelah karena mata disuguhi panorama yang indah, rutenya yang berkelok-kelok jadi berkesan banget. Benar-benar asri dan menyejukkan melihat hamparan gunung di sepanjang jalur perjalanan kereta. 

Panorama Bandung, foto diambil dalam perjalanan menggunakan kereta api

Saking terobsesinya ingin jalan-jalan, saya sampai bikin list kemana aja nanti kalau liburan ke Bandung. Termasuk hitung-hitungan budget juga, soalnya selama pandemi pengeluaran cukup banyak hihi.


Saat liburan di Bandung Januari 2019 menginap di RedDoorz Plus @Lombok

Sebenarnya ke Bandung terbilang cukup sering tapi nggak tau ya Bandung ini kayak ada magnetnya yang membuat saya pengen balik lagi. Setelah pandemi saya pengennya menelusuri Bandung Selatan. Melihat-lihat hamparan terasering Perkebunan Teh Rancabali yang luas, Situ Patenggang yang asri, nongkrong dan menikmati kuliner lezat di Pinisi Resto sambil melihat jejeran Glamping Lakeside. 


Pengalengan
Pengalengan (dokumen probadi)

Itinerary yang segitu aja udah bikin senang, jadi nggak sabar pengen cepat-cepat kesana. Saya baru sekali kesana dan luar biasa ya hawanya sejuk bangeet bikin saya betah disana, sayangnya cuma perjalanan sehari. Next, saya udah berencana bakal cari penginapan di daerah Bandung Selatan biar puas liburannya. 


Pinisi Resto



RedDoorz Penginapan Nyaman dan Terjangkau 

RedDoorz Plus @Lombok
Selama travelling nanti saya juga udah bikin rencana pengen cari penginapan bagus tapi harga terjangkau. Lelah seharian jalan-jalan akan terobati dengan penginapan yang nyaman. Maka dari itu meski masih berandai-andai budget perlu diperhitungkan untuk penginapan. 


Di Bandung penginapan lumayan banyak dengan harga yang bervariasi, dan saya sudah beberapa kali memanfaatkan beberapa akomodasi sesuai budget. Berdasarkan referensi beberapa teman di Bandung, RedDoorz di Bandung Selatan terjangkau banget untuk kantong traveller. Fasilitas yang lengkap bakal melengkapi kenyamanan travelling nanti. 


Teman-teman sudah pernah nginap di RedDoorz? Pasti pada jawab udah ya kan? Saya juga beberapa kali nginap di RedDoorz sewaktu ke Bandung, Bali dan Semarang. Benar-benar hemat karena terjangkau di kantong dan nyaman dengan fasilitasnya. 



Tentang RedDoorz

RedDoorz merupakan jaringan penginapan budget online terbesar di Indonesia. RedDoorz didirikan pertama kali di Singapura dan masuk ke Indonesia sebagai market utama pada tahun 2015. Pada tahun 2016 RedDoorz sudah tersebar ke 5 kota besar di Indonesia dan properti RedDoorz mengalami pertumbuhan 11x lipat. RedDoorz berfokus pada perkembangan penginapan dan distribusi penjualan secara online.




Sebelum kenal RedDoorz saya sering ribet kalau hotel yang sesuai budget fully booked. Sekarang saya nggak bingung lagi, karena urusan penginapan sudah banyak pilihan. Berkat RedDoorz pengalaman berwisata jadi menyenangkan. Biar lebih mudah saya install aplikasi RedDoorz jadi lebih gampang untuk pemesanan hotel. Kanal pembayarannya juga mudah, karena RedDoorz memiliki metode pembayaran yang beragam sehingga memudahkan konsumen.



Kenapa Pilih RedDoorz? 

Penginapan dengan dengan nuansa merah putih ini tersedia dimana-mana. Harganya juga cukup terjangkau. Selain itu kamarnya juga nyaman, fasilitasnya lengkap, lokasinya strategis, dan service nya juga tidak mengecewakan. Untuk fasilitasnya sendiri sama dengan service hotel, menyediakan free WiFi, linen bersih, mineral water, AC, clean toilet, towels, water heater, dan service 24 jam. Benar-benar memberikan fasilitas dan pelayanan yang dibutuhkan pengunjung. 


Walaupun pandemi belum usai, jauh-jauh hari saya udah kepoin RedDoorz di Bandung yang bakal jadi destinasi wisata saya nanti. Apalagi ada beberapa RedDoorz di sana. Nggak cuma satu, banyak banget pilihan. Happy banget rasanya. Beneran nggak sabar jadinya pengen cepat-cepat bisa travelling. 


Guys, kalian andai pandemi mau jalan-jalan kemana nih? Share di komen yuk, sembari kita kencengin doanya biar pandemi cepat berlalu.










Share
Tweet
Pin
Share
25 Comments
di Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia
Perjalanan mengunjungi Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia di Bandung awal Februari 2020 lalu beneran bikin saya jadi senang ngulik-ngulik sejarah. Termasuk sejarah Monumen Kenangan Hormat yang ada di area gedung perkantoran PT. KAI. Kenapa ada monumen ini? Kenapa diberi nama Monumen Kenangan Hormat? Rasa penasaran ini kadang susah untuk bikin saya bersabar sedikit , hihi! 

Kantor Pusat PT. KAI Bandung untuk gedungnya sendirinya pun sudah punya sejarah, maka tak heran kalau bangunan di area ini banyak cerita bersejarah seperti Monumen Kenangan Hormat. Oke, biar nggak penasaran dan biar nambah pemahaman dan wawasan kita semua tentang sejarah saya akan share info yang saya dapatkan setelah sowan ke kantor ini. 

Lima puluh enam tahun lalu, tepatnya pada Jumat 28 September 1962 Djawatan Kereta Api (DKA) saat ini bernama KAI meresmikan sebuah monumen yang diberi nama Monumen Kenangan Hormat. Monumen ini berada tepat di depan pendopo Balai Besar Bandung (saat ini Kantor Pusat Bandung) dan diresmikan oleh Ir. Abu Prayitno selaku Direktur Jenderal Kepala DKA dihadapan ribuan pegawai DKA yabg diperkirakan sekitar tiga ribu orang. Peresmian monumen ini merupakan bagian dari upacara perayaan ulang tahun DKA ke 17.

Hanya boleh berfoto di area depan Monumen Kenangan Hormat, tidak boleh melewati pembatas

Awalnya Monumen Kenangan Hormat adalah monumen milik Staatspoorwagen (SS), perusahaan kereta api Negara saat itu. Jadi untuk memperingati perayaan ulang tahun SS ke 50 dibangunlah monumen peringatan berupa monumen beton yang dihiasi dua buah roda bersayap terbuat dari perunggu. Monumen peringatan diresmikan pada 20 November 1926.

Monumen Kenangan Hormat adalah hasil dari sayembara yang diadakan oleh Perkumpulan Olahraga dan Seni Hiburan Kereta Api (POSHKA). Tujuan pembangunan Monumen Kenangan Hormat adalah sebagai persembahan kepada para pahlawan DKA yang telah gugur dalam menunaikan darma baktinya kepada nusa dan bangsa, khususnya pada DKA. 

Monumen Kenangan Hormat memiliki simbol. Simbol-simbol yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Enam tiang yang menggambarkan adanya 6 eksploitasi (Eksploitasi Timur, Tengah, Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh) di DKA yang keseluruhan ikut serta dalam memperjuangkan Republik Indonesia. 
  2. Sebuah atap di atas tiang-tiang, melukiskan Balai Besar DKA melindungi dan memimpin setiap eksploitasi. 
  3. Gambar pejuang mengenangkan kita semasa perjuangan. Nggak sedikit pegawai DKA yang menjadi pejuang menghadapi serangan lawan hanya bersenjatakan bambu runcing. 
  4. Gambar seorang pemeriksa jalan kereta api yang melambangkan kewaspadaan. 
  5. Lima buah anak tangga menuju lantai monumen. Angka lima sebagai pertanda filsafat negara yang berpedoman kepada Pancasila. 
  6. Tulisan berwarna emas dengan warna dasar hitam di kanan dan kiri monumen. Tulisan di kiri berbunyi "Bunga Pudjaan… Karena kematian adalah mati mulia… Mati dalam menegakkan Negara. Engkaulah kiranja jang disebut orang Bunga Pudjaan Bangsa" sedangkan tulisan di kanan berbunyi "Dipersembahkan kepada para Pahlawan DKA jang telah gugur untuk membela Nusa dan Bangsa". 

Monumen Kenangan Hormat 

Sampai saat ini Monumen Kenangan Hormat masih berdiri kokoh dan menghiasi halaman Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia di Bandung. Monumen ini sebagai tanda penghormatan bagi perjuangan para pendahulu kita. Dan sebagai penghormatan pula saat saya dan teman-teman berkunjung kesini kita nggak diperbolehkan foto-foto di dalam pagar monumen, cukup dari luar saja.

Nah, itu sepenggal cerita Monumen Kenangan Hormat yang saya dapatkan. Semoga para pahlawan-pahlawan kita mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan saatnya kita melanjutkan tongkat estafet perjuangan yang telah dimulai oleh pendahulu kita.



Share
Tweet
Pin
Share
30 Comments

Minggu lalu saya berkunjung ke butik Siti Khadijah di Paris Van Java Bandung. Kunjungan saya waktu itu untuk mengikuti grand opening Siti Khadijah yang dikenal dengan SK yang merupakan butik kedua di Indonesia setelah berhasil dengan butik pertamanya di Mal FX Sudirman, Jakarta. Siti Khadijah adalah mukena premium nomor satu di Malaysia. Pertama kali masuk ke pasar Indoensia sebenarnya sejak tahun 2015 melalui penjualan online melalui platform e-commerce www.sitikhadijah.co.id.

Pas banget sebentar lagi puasa dan lebaran. Saya sudah punya rencana pengin beli mukena baru, yang simpel dan nggak bercorak. Saya memang lebih suka mukena yang polos-polos saja. Makanya sewaktu diajakin En Sham untuk datang ke grand opening butik Siti Khadijah saya sangat antusias. Meskipun En Sham menanyakan apakah saya yakin bisa datang karena jarak yang lumayan antara Tangerang dan Bandung saya tetap memantapkan diri. Saya yakinkan En Sham kalau saya juga memang pengin sekalian jalan-jalan ke Bandung. Well, singkat cerita saya pun meluncur ke Bandung Sabtu pagi lalu.

Saya, teman-teman blogger dan En Sham
Mencari lokasi butik Siti Khadijah nggak sesulit yang saya bayangkan karena butik ini persis berada di Paris Van Java. Setiba di butik, teman-teman sudah ramai datang juga tetamu undangan. Kesempatan melihat dan menyentuh langsung mukena premium Siti Khadijah ngak mau saya sia-sia kan. Butik Siti Khadijah nggak cuma menjual mukena saja tapi ada juga baju sholat untuk laki-laki atau baju koko, hijab, kaus kaki dan tangan, jubah, gamis, dan berbagai aksesoris.


Siti Khadijah (SK) merupakan brand terkemuka untuk pakaian shalat wanita di malaysia dengan desain wajah yang unik dan inovatif yang dikenal dengan mukena. Desain mukena Siti Khadijah dipatenkan dan diperkenalkan oleh SK ini sangat fokus pada desain wajah dengan menggabungkan kain berkualitas tinggi yang memastikan kenyamanan selama shalat. Bahannya yang elastis akan sesuai dengan bentuk wajah dan ukuran apapun.

bahannya adem nggak bikin gerah
SK meluncurkan empat desain wajah yang unik untuk koleksi mukena. Desain mukena Siti Khadijah dibuat sendiri oleh Puan Padzilah Enda Sulaiman sang owner. Kenapa mukena Siti Khadijah termasuk kelas premium? Karena bahan kainnya itu loh yang benar-benar berkualitas tinggi seperti spun polyester berteknologi Jepang dengan desain inovatif yang fleksibel di bagian wajah sehingga mudah direntangkan dan digunakan pada bagian dahi dan dagu tanpa perlu menggunakan pin ataupun dalaman mukena. Saya suka sekali dengan desain mukena Siti Khadijah ini, nggak khawatir kulit dahi dan pipi ketarik kalau mukenanya pas-pasan ukurannya.

Saya dan para model (sebelah kiri mengenakan mukena Siti Khadijah "Safira" , sebelah kanan mengenakan mukena Hadiyya Black)
Grand opening butik Siti Khadijah di Bandung juga dihadiri oleh istri Walikota Bandung Atalia Praratya Ridwan Kamil. Bu Atalia senang sekali brand Siti Khadijah asal Malaysia ini buka butik di Bandung. Saat memberikan sambutan Bu Atalia sempat bilang kalau sudah sepantasnyalah setiap muslimah mengenakan mukena terbaik. Kalau kita akan bertemu dengan orang-orang penting misalnya pejabat, presiden, atau ketemuan dengan teman pastinya kita selalu ingin berpenampilan rapi dan mengenakan pakaian terbaik. Kita kadang lupa kalau ada yang lebih penting dari itu yakni saat shalat menghadap Allah. Duh..kata-kata bu Atalia ngena banget ya!

Sambutan dari Ibu Atalia Praratya Ridwan Kamil

Gunting pita oleh  Ibu Atalia dan Puan Padzilah
Oh ya, Puan Padzilah didampingi sang suami Aminuddin Mohd. Nasir yang juga merangkap menjadi penasehat juga menghandle finance di SK. Siti Khadijah ini lebih kepada usaha keluarga, jadi Puan Padzilah juga dibantu kelima anaknya yang semuanya laki-laki. Satu diantaranya Mohammad Munzir Aminuddin sang anak selaku Direktur Pemasaran SK.

Kenapa Bandung yang dipilih sebagai lokasi membuka butik? Menurut Puan Padzilah Bandung adalah tujuan belanja bagi pengunjung yang datang dari berbagai penjuru di Indonesia dan juga dari luar negeri. Banyak juga pelanggan dari Bandung yang membeli produk Siti Khadijah secara online. Inilah salah satu alasan mengapa Bandung dipilih sebagai tempat untuk membuka butik kedua Siti Khadijah di Indonesia.

Aminuddin Mohd. Nasir (kanan)
Khusus di butik Siti Khadijah Paris Pan Java Bandung Puan Padzilah mendesain mukena Hadiyya warna hitam dengan renda berwarna putih. Cakep banget...saya beneran naksir dengan mukena yang satu ini. Bahannya halus banget, lembut, adem dan nyaman saat digunakan. Puan Padzilah mengatakan kalau mukena Siti Khadijah adalah Lambang Cinta Abadi. Kualitas dari mukena Siti Khadijah adalah bentuk cinta kita kepada Allah karena kita mengenakan mukena untuk menghadapNya. Selain itu bisa juga sebagai bentuk tanda cinta kepada istri, ibu, adik perempuan, atau pun orang yang kita anggap spesial karena mukena bisa dijadikan hadiah tervaik untuk mereka, bisa dikenakan untuk umroh, shalat, dan untuk kegiatan beribadah lainnya.

wow dapat diskon :)
Untuk mempelajari setiap detail rancangan untuk menghasilkan mukena yang sempurna bagi setiap muslimah Puan Padzilah Enda Sulaiman membutuhkan waktu enam bulan. SK bukanlah brand modest fashion yang hadir dengan koleksi desain musiman. Desain SK dirancang unik dan klasik sehingga bertahan lama. Selain itu SK juga menggunakan teknologi kain yang terus menerus ditingkatkan sesuai dengan label mukena SK sebagai pakaian sholat kategori premium.


Selama ini selain gencar melakukan penjualan secara online Siti Khadijah juga melakukan penjualan mukena melalui saluran belanja televisi Indonesia seperti Oshop dan MNC Shop. Siti Khadijah juga tersedia di beberapa pusat perbelanjaan seperti Metro Pondok Indah, Metro Gandaria City dan Metro Trans Studio. Bahkan dalam waktu dekat Siti Khadijah akan dibuka juga di pusat perbelanjaan di Centro dan Parkson.

Harga mukena Siti Khadijah rata-rata dikisaran 500 ribuan, saya rasa harga ini worth it banget dengan kualitasnya. Karena bagi saya kenyamanan dalam mengenakan mukena itu memang nggak ternilai apalagi bisa menambah kekhusyukan.



Share
Tweet
Pin
Share
10 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (11)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ►  September 2026 (2)
    • ▼  October 2026 (1)
      • Mengenal Skin Longevity Lewat 5 Protokol Wardah Sk...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates