Pegadaian Dukung Disabilitas Menjadi SDM Berkualitas

N gopi Virtual Pegadaian Hari ke 2 di peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021 mengambil tema “Disabilitas Berkarya Indonesia Berdaya”...

Ngopi Virtual Pegadaian Hari ke 2 di peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021 mengambil tema “Disabilitas Berkarya Indonesia Berdaya”. Seorang penyandang disabilitas belum tentu memiliki kekurangan yang bisa dianggap remeh. Karena pada dasarnya setiap manusia diberi kemampuan dan peluang yang sama agar dapat hidup berdampingan dan bekerjasama. Perbedaan fisik dan kekurangan kemampuan pada disabilitas belum tentu juga menjadi kekurangan dalam hal kemampuan keahlian. Bisa saja kemampuan dan keahlian seorang disabilitas memilki kemampuan melebihi dari non disabilitas. Bahkan ini sering terjadi seorang disabilitas memiliki kemampuan diatas rata-rata non disabilitas. Sebut saja Stephen Hawkin, seorang ilmuwan ternama yang juga seorang disabilitas. 

Ngopi Virtual Pegadaian
Pegadaian Dukung Disabilitas Menjadi SDM Berkualitas

Meski keadaan tersebut tak selalu dapat kita rasakan terasa ideal di lingkungan sekitar kita, selalu masih saja ada diskriminasi pada disabilitas. Bukan saja diskriminasi sosial yang dihadapi disabilitas namun juga kesempatan dalam prestasi dan akses keuangan untuk mendapat literasi inklusi keuangan yang setara. Hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Sebab menurut riset yang dilakukan BPS, disabilitas menjadi salah satu kelompok yang memiliki kerentanan secara ekonomi. Hal ini disebabkan karena  minimnya literasi inklusi keuangan dan akses untuk berprestasi dan akses keuangan yang setara. 

Masih ingat ada staf Presiden seorang disabilitas? Tentu saja ini jadi contoh buat kita semua bahwa kesempatan untuk bersama membangun bangsa terbuka bagi siapapun tak terkecuali disabilitas. Sampai saat ini terdapat 46 karyawan disabilitas di Pegadaian dengan target minimal sebanyak 307 karyawan pada tahun 2024 atau sebanyak 2% dari total karyawan yang ada. Ini sesuai amanat Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menagatur adanya kewajiban bagi pemerintah, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mempekerjakan penyandang disabilitas setidaknya 2% dari total pegawai. 

Hal ini menunjukan keseriusan pemerintah dalam menerapkan kesetaraan kesempatan berprestasi dan kesetaraan kemampuan dalam bidang apapun demi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini juga yang menjadi komitmen PT Pegadaian yang turut mendukung pencapaian kesetaraan akses kesempatan prestasi juga akses keuangan


Pegadaian Dorong Inklusi Keuangan untuk Kelompok Disabilitas

Peringatan BIK yang diadakan setiap bulan Oktober merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). SNKI bertujuan mewujudkan keterbukaan akses sistem keuangan formal bagi seluruh masyarakat, terutama masyarakat yang memiliki kerentanan secara ekonomi. Salah satu kelompok rentan ekonomi yang menjada sasaran utama SKNI adalah penyandang disabilitas.

Ngomongin inklusi keuangan sebenarnya dekat sekali dengan kehidupan kita sehari-hari. Bertransaksi menggunakan uang baik uang fisik maupun uang elektronik, melakukan investasi, termasuk melakukan pinjaman secara online juga termasuk inklusi keuangan. Tetapi kita harus waspada ya, karena kalau ingin mengajukan pinjaman online harus yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Pegadaian.

Inklusi keuangan seharusnya juga menyasar kelompok disabilitas. Salah satu upaya yang dilakukan Pegadaian adalah mengadakan kegiatan yang bersifat mengedukasi kelompok disabilitas. Seperti pada Bulan Inklusi Keuangan di tahun 2021 ini, diadakan webinar edukasi dalam acara Ngopi Virtuak Pegadaian dengan tema Disabilitas Berkarya, Indonesia Maju. Dalam webinar ini Pegadaian menghadirkan narasumber Direktur Sumber Daya Manusia PT Pegadaian, Ridwan Arbiansyah; Nicky Claraentia Pratiwi seorang Disability Womenpreneur, dan dimoderatori oleh Riana RifaniTidak kurang dari 3000 peserta turut hadir mengikuti webinar edukasi ini yang sebagian besar adalah disabilitas. Dan acara ini juga disiarkan melalui akun YouTube TVOne News. Webinar ini sekaligus sebagai penutup dari seluruh rangkaian peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021. 

Kegiatan literasi keuangan tidak hanya dilakukan karena peringatan BIK saja tetapi Pegadaian secara rutin memberikan pelatihan gratis untuk sahabat disabilitas. Ini sesuai visi memberdayakan sahabat disabilitas agar dapat mandiri secara ekonomi dan misi memberikan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan disabilitas dan pasar tenaga kerja. Sampai dengan akhir tahun 2021 Pegadaian memberikan free training untuk belajar digital marketing, social media admin, dan microsoft office. Bahkan di tahun 2022 Pegadaian berencana menambah jenis pelatihan seperti web development, content writing dan design graphis. 

Menurut Pak Ridwan di Pegadaian sudah melakukan prinsip inklusi disabilitas. Melakukan sosialisasi, training, dan informasi mengenai tenaga kerja disabilitas. Selain itu adanya accesibility dimana menyediakan fasilitas disabilitas di unit kerja PT Pegadaian, kemudian menciptakan lingkungan kerja ramah disabilitas dan melibatkan karyawan disabilitas dalam aktivitas eksternal perusahaan (sosial media, agen, dll).

Ngopi Virtual Pegadaian
Ridwan Arbiansyah

Pegadaian juga melakukan optimalisasi performance untuk karyawan disabilitas, yakni dengan memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki, melakukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing disabilitas, tempat kerja aksesibel bagi orang dengan disabilitas, dan para pekerja non-disabilitas di Pegadaian memiliki pemahaman yang baik tentang disabilitas.


Penyandang Disabilitas Bisa Menjadi SDM Berkualitas 

Nicky Claraentia Pratiwi yang akrab disapa Nicky adalah seorang tuna daksa. Co Founder Tenun ID dan Inisiator Berdaya Bareng ini berpesan kepada teman-teman disabilitas bahwa keterbatasan fisik jangan dijadikan halangan untuk membantu sesama. Disaat berusia satu tahun kaki kiri Nicky harus diamputasi. Pandangan orang terhadap penyandang disabilitas sering muncul persepsi dan stigma yang negatif. Di Indonesia menjadi seorang disabilitas tantangannya banyak sekali salah satunya bully-an. Tapi bagi seorang Nicky keluarga adalah privilege karena sudah menjadi support system. 

Pada dasarnya semua orang punya keterbatasan. Bagi seorang disabilitas keterbatasan mungkin akan terlihat seperti keterbatasan fisik, sensorik, mental, maupun intelektual. Tapi menurut Nicky keterbatasan hanyalah sebuah pikiran. Kepercayaan diri itu butuh proses, karena pasti ada up and down nya. 

Ngopi Virtual Pegadaian
Nicky Claraentia

Saat ini penyandang disabilitas bukan lagi sebagai objek tapi subjek yang berdaya. Kesempatan bagi disabilitas sudah banyak tapi kembali lagi kepada mindset apakah dengan keterbatasan kita mau meningkatkan kapabilitas kita secara terus-menerus. Dunia ini cepat sekali pergerakannya jangan sampai kapabilitas dan kualitas kita menjadi terbelakang apalagi saat ini zaman digital jadi kita harus Go Digital.

Jangan pernah merasa tidak percaya diri kepada diri sendiri untuk menggapai yang kita mimpikan. Karena saat ini banyak perusahaan yang menerima disabilitas yang penting kita mempunyai kapabilitas dan kuantitas. Semoga sebagai anak muda generasi bangsa kita harus mampu berkarya untuk membangun perekonomian bangsa dan melahirkan kualitas generasi muda yang tangguh.





You Might Also Like

0 comments