BCA Gelar Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII 2018

BCA Gelar Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII 2018. Tanggal 9 Oktober lalu Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII 2018 resmi digelar di B...



BCA Gelar Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII 2018. Tanggal 9 Oktober lalu Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII 2018 resmi digelar di Ballroom The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

Meski perhelatan Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII 2018 sudah lewat tapi acara ini sangat berkesan bagi saya. IKF tahun ini merupakan tahun ke tujuh dengan mengambil tema Fostering Innovation Digital Transformation. Serunya lagi IKF VII 2018 dilengkapi dengan serangkaian expo dan exhibition yang di sponsori oleh 29 perusahaan (exhibitor) dan penyedia pengetahuan teknologi terpilih yang diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pengetahuan baru bagi perkembangan dunia usaha masyarakat. Saya sendiri baru kali ini mengikuti IKF. Di hari pertama saya ikut mulai dari pembukaan sampai dengan mengikuti beberapa materi dari para pembicara yang kompeten di bidangnya. Benar-benar nambah wawasan. 


Jahja Setiaadmadja - Presiden Direktur BCA
Pembukaan IKF VII 2018 dilakukan oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja. Dalam sambutannya beliau berharap IKF memberi warna baru dalam dunia digital dan IKFVII tahun ini mampu menjadi wadah dan menginspirasi. Saat ini era digital dan teknologi semakin pesat, dan ini menjadi pilihan bagi kita apakah kita mau mengikuti teknologi atau tidak. Kalau kita mau mendalami dan mengikuti perkembangan teknologi maka kita harus siap mengikuti persaingan pasar, sebaliknya kalau kita nggak mau mengikuti perkembangan maka siap-siap saja kita akan tenggelam karena perubahan zaman. 

Presdir BCA juga memaparkan bahwa sekarang ini zamannya bisnis Fintech (Financial Technology) dan bisnis ini nggak semudah yang dibayangkan. Karena untuk menjalankan bisnis Fintech syaratnya bisnis ini harus bisa menciptakan critical mass, produk yang digunakan harus disenangi alias user friendly dan nggak njelimet, kemudian trust (kualitas produk di percaya) dan financing. Banyak orang yang terjun ke Fintech tapi hanya mereka yang lolos seleksi alam sajalah yang bisa bertahan. Jadi nggak semua Fintech berkembang, karena persaingan yang semakin ketat. 


Djoko Sasono - Sekretaris Jenderal Kementrian Perhubungan Republik Indonesia

Digital adalah konsep yang berkembang di masyarakat dan banyak digandrungi milenial. Kaum milenial ini harus ditempatkan pada posisi yang pas sehingga mereka bisa berinovasi dan merasakan kenyamanan. Teknologi digital memberi peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi sebuah negara, termasuk Indonesia. Maka dari itu perusahaan-perusahaan di Indonesia harus bisa beradaptasi dengan transformasi digital dengan tujuan menciptakan efisiensi kerja sumber daya manusia dan meningkatkan potensi inovasi guna memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin hari semakin masif. BCA sendiri sudah masuk ke digitalisasi, sudah banyak transaksi yang dilakukan via digital bisa dibilang hampir semua transaksi dilakukan via digital, bahkan saat event IKF pun ada aplikasinya.


Pada kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal Kementrian Perhubungan RI Djoko Sasono dalam sambutannya mengatakan kalau IKF adalah acara prestisius. Beliau juga memaparkan kalau teknologi akan selalu berimplikasi kepada perubahan perilaku. Selain itu teknologi juga memiliki risiko dimana yang jauh menjadi dekat dan yang dekat jadi jauh. Secanggih apapun teknologi digital harus tetap dilengkapi dengan human feeling. Siapa pun nggak bisa terhindar dari dampak teknologi digital. 


Membunyikan sirine pertanda dimulainya Indonesia Knowledge Forum VII
IKF VII berlangsung selama dua hari yakni tanggal 9 sampai dengan 10 Oktober sebanyak kurang lebih 20 pembicara yang inspiratif dari beragam industry turut berpartisipasi berbagi ilmu pengetahuan dan pengalamannya dalam membangun inovasi dan memperkuat sebuah nilai transformasi digital. Semoga tahun depan saya bisa mengikuti IKF lagi dan tentunya dengan insight yang berbeda.







You Might Also Like

0 comments