Pages

  • Home

travel beauty


Daripada percaya kabar burung mendingan dengerin langsung suara burung berkicau. Yang namanya kabar burung belum tentu kebenarannya dan nggak jelas sumbernya, kalau zaman now kebih dikenal dengan istilah Hoax. Iya, Hoax ini nyebelin banget! Karena mengganggu ranah pribadi. Lagi anteng-anteng menikmati me time tiba-tiba 'ting' masuk broadcast di WhatsApp group,  kalau kurang cerdas menanggapinya bisa kebakaran jenggot. 

Mungkin sebagian orang langsung respon "kenapa nggak keluar aja dari group WA nya gampang kan!" Iya sih kalau itu saya tau lah. Sudah beberapa kali saya left group karena group WA yang isinya berita Hoax dan suka bahas SARA. Tapi ini group keluarga besar yang tujuannya silaturahmi dan bertukar kabar huhu..ya mau nggak mau atau suka tidak suka saya  langsung cut semua berita bohong dengan jawaban "jangan mudah percaya Hoax dong, baca dulu tuh berita tahun berapa sumbernya dari mana, jangan apa-apa disebar di group." Saya nggak peduli yang nyebar status nya om, uwak, sepupu atau siapa pun. Bagi saya keluarga adalah orang terdekat untuk saling mengingatkan agar nggak mudah jantungan dan emosi baca berita Hoax.

sambutan dari Kombes Pol Argo Yuwono
Apalagi jelang kontestasi politik, berita Hoax menyebar udah kayak virus di kalangan masyarakat. Dampaknya perpecahan mudah terjadi. Bagaimana solusi untuk mencegah perpecahan yang benar-benar sensitif ini agar dampak buruknya nggak berkepanjangan? Pihak kepolisian, khususnya jajaran Polres Bandara Soekarno Hatta melakukan berbagai cara untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari Hoax yang kini banyak tersaji. Salah satunya lewat kegiatan positif yang justru bisa mempererat tali silaturahmi, yaitu dengan menggelar Lomba Burung Berkicau ‘Kapolda Metro Jaya Cup 2018’. 

Lomba Burung Berkicau diikuti oleh beberapa jenis burung
Lomba Burung Berkicau ini dihadiri oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya-Kombes Pol Argo Yuwono dan Jajaran Polres Bandara Soekarno Hatta. Acara diadakan di Lapangan sepak Bola Angkasa Pura II Bandara Soekarno - Hatta pada hari Minggu, 15 April 2018. Pada sambutannya Kombespol Argo Yuwono berharap masyarakat bisa kembali duduk bersama menikmati kicau burung tanpa ada perbedaan yang menghalangi. Memelihara burung bisa membangkitkan jiwa interaksi sosial, ini bisa dilihat dari banyaknya komunitas pecinta burung kicau, baik di Jakarta bahkan sampai ke daerah-daerah.

pecinta burung Love Bird
Ajang lomba ini mengambil tema ‘Melalui Kicau Burung, Kita Bangun Suasana Kebersamaan dan Kenyamanan’pihak kepolisian khususnya yang berada di bawah jajaran Polda Metro Jaya berharap Hoax yang membuat tensi kehidupan bermasyarakat meningkat, bisa mereda kembali.



Kapolresta Bandara Soeta dan para penari saat menyambut kehadiran Kabid Humas Polda Metro Jaya
Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dituntut bisa membawa suasana tegang menjadi kembali kondusif. Cara ini juga menjadi kewajiban Polri dalam bagiannya dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas. Oleh karenanya perlu diadakan kegiatan-kegiatan dan ajang kreativitas yang mampu membuat suasana kembali segar agar semangat untuk berbuat hal positif selalu melekat. Kegiatan juga diharapkan mampu menjalin kedekatan antara polisi dengan masyarakat. Dengan terjalinnya kedekatan, Polri akan dapat membangun kesadaran kamtibmas.


Kabid Humas Polda Metro Jaya dan Jajaran Polres Bandara Soekarno Hatta

Polresta Bandara Soekarno Hatta (Soeta), sebagai bagian dari lingkup kerja Polda Metro Jaya ikut berperan aktif menciptakan kamtibmas terutama bagi masyarakat di kawasan bandara. Untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat, Polresta Bandara Soeta seringkali melihat potensi dan hobi masyarakat di sekitar bandara. Kegiatan pemeliharaan burung berkicau menjadi salah satu aktivitas yang banyak dilakukan masyarakat sebagai cara untuk penyaluran hobi.


A post shared by Tuty Queen (@tutyqueen) on Apr 15, 2018 at 1:47am PDT

Tujuan utama penyelenggaraan Lomba Kicau Burung ‘Kapolda Metro Jaya Cup 2018’ adalah untuk memberikan wadah untuk pecinta burung, meramaikan kembali hobi burung berkicau, khususnya komunitas dan masyarakat sekitar Bandara Soeta, memperkenalkan aneka kicauan dari jenis-jenis burung yang dilombakan serta menjadi wadah silaturahmi antara Polresta Bandara dengan masyarakat sebagai bagian dari deklarasi anti Hoax.

pembacaan dekalrasi Hoax
Sebelum lomba dimulai, Kombes Pol Argo Yuwono, Jajaran Polresta Bandara Soeta, Komunitaas Pencinta Burung beserta seluruh pengunjung yang hadir bersama-sama membacakan dekalarasi anti Hoax. 


Kombespol Argo Yuwono ternayata pecinta burung juga. Di rumah pak Argo memiliki 5 ekor murai batu. Perawatannya juga nggak nanggung-nanggung malah kadang minumnya larutan penyegar. Mendengar suara kicauan burung ada kesenangan tersendiri bagi pak Argo. Sebelum lomba resmi dimulai pak Argo mendapat kesempatan untuk menggantungkan kandang burung secara simbolis di area perlombaan.

menggantungkan kandang burung secara simbolis

Jujur nih ya saya baru kali ini nonton Lomba Burung Berkicau. Selama ini saya cuma tahu kalau ada pecinta burung seperti tetangga-tetangga saya pelihara burung juga saat membaca Trubus. Ternyata pecinta burung banyak banget termasuk komunitasnya. Saat perlombaan berlangsung nggak cuma suara kicauan burung saja yang terdengar tapi juga para supporter yang tak lain pemilik burung dan komunitasnya. Suer deh keseruannya nggak kalah dengan para supporter bola. 



Seru memang. Saya salut banget dengan para juri yang sabar. Hihi! Benar-benar harus fokus mendengar suaru kicauan burung dengan teriakan supporter. Nggak mudah loh memberi penilaiannya, karena suara kicauan burung yang paling panjang lah yang menjadi pemenang. Saya saja bingung soalnya suara kicau burung nya bersahut-sahutan, gimana dengan jurinya ya. Sejauh yang saya lihat para penontonnya masih sportif sih meski ada yang kecewa burungnya kalah. Tapi kalah menang sudah biasa dan mereka juga menyadari itu.


para juri sedang memberikan penilaian
Wajar sih kalau ada yang kecewa kalau burungnya kalah, soalnya hadiahnya lumayan banget, selain dapat trophy para pemenang juga akan mendapat hadiah uang tunai dengan total hadiah puluhan juta rupiah. 


bersiap-siap ikutan lomba
Ada beberapa kelas yang dilombakan antara lain Kelas Murai Batu, Kelas Murai Batu Ring, Kelas Utama Cucak Hijau, Kelas Utama Love Bird, Kelas Love Bird Bebas Aksi, Kelas Love Bird Baby,  Kelas Kacer, Kelas Kenari, Kelas Ciblek, Kelas Pentet, dan beberapa kelas lainnya. Ternyata banyak banget jenis burung dan nama-namanya juga lucu dan unik.

ini dia trophy yang akan diberikan kepada para pemenang


Selamat buat para pemenang, semoga tetap melakukan aktivitas positif dan selalu akur. Jangan lupa dengan deklarasi Hoax yang sudah kita baca bersama-sama yaa..!



Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Blender Buat Jus

Sudahkah gaya hidup kita seperti atlet? Makan sehat, tidur cukup, olah raga teratur, mencukupi konsumsi sayur dan buah? Kalau saya belum sih, hampir semua yang saya sebutkan tadi belum tercapai. Apalagi yang namanya tidur, saya termasuk orang yang susah tidur alias insomnia, begitu juga dengan sayur jarang banget konsumsi sayur, lebih sering buah sih baik dimakan langsung atau pun di buat jus. Tapi sekarang semenjak ada Blender Duravita Tritan Jar dari Philips saya tambah rajin bikin jus mix sayur dan buah, soalnya lebih praktis, mudah, dan cepat.

Philips meluncurkan Blender Duravita Tritan Jar 11 April lalu di Fairmont Hotel, Jakarta. Blender terbarunya Philips ini diluncurkan dengan berbagai kelebihan. Saya juga penasaran dengan blender barunya Philips, karena blender yang biasa saya gunakan sehari-hari di rumah juga blender Philips yang masih awet sampai sekarang. Kira-kira kelebihannya apa ya?

Blender Philips Terbaru
Yongky Sentosa
Yongky Sentosa, Head of Personal Health Philips Indonesia yang hadir di acara peluncuran mengatakan Philips selaku brand yang selalu mendukung gaya hidup sehat Philips berkomitmen mengeluarkan produk-produk yang bisa membantu konsumen Indonesia dalam menyediakan makanan dan minuman yang sehat. Philips kembali menghadirkan inovasi kembali melalui Blender Duravita Tritan Jar. Menurut pak Yongky minuman sehat itu penting dan berawal dari rumah. Tapi karena kesibukan sehari-hari kadang kita lupa untuk mongonsumsi sayur dan buah. Berdasarkan hasil penelitian riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada tahun 2010 menyatakan masih banyak penduduk yang tidak cukup mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Sementara data Riskesdas tahun 2013 menemukan sebanyak 93,5% penduduk berusia kurang dari 10 tahun mengonsumsi sayuran dan buaha-buahan dibawah anjuran. Padahal konsumsi sayuran dan buah-buahan merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan gizi seimbang.

Padahal negara kita negara penghasil sayuran dan buah-buahan tapi pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang masih kurang mengonsumsi sayur dan buah. Oleh karena itu Philips terus-menerus melakukan inovasi untuk mendukung masyarakat Indonesia mengonsumsi sayur dan buah dengan cara yang mudah, praktis, cepat, dan sehat. Philips juga berusaha meningkatkan awarness masyarakat Indonesia akan pentingnya mengonsumsi buah dan sayur. 

Blender
Maria Simanjuntak
Maria Simanjuntak, Senior Manager Kitchen Appliances Philips Indonesia menjelaskan bagaimana kelebihan Blender Duravita Tritan Jar. Yang menarik dari Blender Duravita Tritan Jar adalah produk ini dikembangkan sesuai dengan kebutuhan orang Indonesia. Philips meskipun perusahaan global melihat bahwa Indonesia menjadi market yang penting karena dengan 250 juta penduduk punya kebutuhan yang berbeda-beda, misalnya keluarga yang hanya punya anak satu butuh blender yang kecil atau keluarga dengan banyak anak butuh blender yang lebih besar kapasitasnya. Atau juga ada yang butuh blender untuk kepentingan usaha, untuk performance yang lebih baik. Berdasarkan fakta inilah Philips berinovasi dengan berusaha membuat hidup keluarga Indonesia menjadi lebih baik.


Kelebihan Blender Duravita Tritan Jar HR 2157

Philips nggak cuma memperkenalkan blender tapi melakukan campaign hidup sehat, campaign untuk makan buah dan sayur untuk kualitas hidup masayarakat Indonesia yang lebih baik. Jadi bukan hanya produk tapi juga solusi untuk hidup sehat. Sewaktu Philips mengadakan survei apa yang bisa diperbaiki dari sebuah blender, Philips mendapatkan jawaban bahwa diperlukan blender dengan potensi yang lebih baik lagi. Meskipun ini bukan penelitian pertama dimana sebelumnya Philips sudah punya blender berukuran 1liter, 2 liter, dan 3 liter. 

Dari hasil survei juga didapatkan bahwa konsumen Indonesia ada yang komplain kalau mesin blendernya masih bagus tapi jar nya sudah rusak jadi nggak bisa bikin smoothies lagi, sedangkan cuma beli jar saja agak susah makanya mereka kecewa. Komplain yang lain mengatakan kalau blender yang mereka gunakan kurang bisa menghancurkan es batu dengan baik, jadi mereka menginginkan blender yang lebih baik lagi. Maka dari itu Philips menawarkan solusi dengan meluncurkan Blender Duravita Tritan Jar HR 2157. Ini dia nih kelebihan blender terbarunya Philips:

  • Kapasitas Tabung 2 Liter: cukup untuk keluarga dengan dua anak.
  • Kecepatan Dapat Diatur Sesuai Kebutuhan: saat ini rata-rata mempunya blender dengan tombol 1-5 atau 1-3 sedangkan Duravita Tritan Jar HR 2157 bisa sampai kecepatan 8 dan bisa diatur sesuai kebutuhan, jadi banyak pilihan untuk menghancurkan tergantung tingkat kekerasan bahan makanan.
  • Tombol Pulse (P):  untuk menghancurkan es
  • Daya Motor 350 Watt
  • Mudah Dibersihkan

Blender Murah
membuat smoothies lebih cepat

Tritan Material Tidak Mudah Pecah, Tidak Mudah Bau dan Tidak Meninggalkan Noda

Seperti yang diharapkan konsumen melalui survei mereka menginginkan blender yang menghancurkan es lebih cepat. Blender Duravita Tritan Jar ini bisa menghancurkan es batu lebih cepat 20% karena adanya ProBlend 5 mata pisau berbentuk gerigi dengan jumlah pisau 5 yang bisa menghancurkan es batu dan juga didukung dengan power tombol yang sangat kuat juga mudah dibersihkan karena pisaunya merupakan satu lempengan.

Keinginan konsumen yang lain adalah tabung yang tidak  mudah pecah, tidak mudah berbau, dan tidak mudah bernoda. Selama ini blender dengan tabung berbahan plastik memang kelebihannya tidak mudah pecah tapi mudah berbau dan meninggalkan noda, sedangkan di sisi lain ada juga blender yang tabungnya terbuat dari kaca tidak mudah berbau dan tidak meninggalkan noda tapi mudah pecah.  Makanya digunakanlah Tritan material pada blender terbaru Philips kali ini. Tritan material ini sifatnya kuat, tidak mudah pecah, tidak mudah berbau, dan tidak mudah bernoda.

Tritan adalah material tabung yang premium. Sangat Tahan Pecah dan Tidak Mudah Berbau.

Blender Awet


Mengolah Buah dan Sayur-sayuran dengan Blender Duravita Tritan Jar

Jansen Ongko ahli nutrisi pendiri Lagizi, pembicara, motivator, aktif menulis dan ahli di bidang gaya hidup sehat, juga memberi konsultasi untuk nutrisi olah raga, turut hadir dalam peluncuran Blender Duravita Tritan Jar. Jansen mengatakan tingkat konsumsi sayur dan buah orang Indonesia masih sangat rendah. Kalau kita malas makan buah dan sayur kita bisa mengonsumsinya dalam bentuk smoothie atau jus untuk membantu kita dalam mencukupi kebutuhan serat dan vitamin untuk tubuh sehingga membantu kita menerapkan gaya hidup sehat dengan cara praktis.

Blender Tahan Banting
Jansen Ongko
Smoothie dan jus saat ini banyak digandrungi oleh masayarakat. Ini merupakan salah satu strategi khususnya bagi para ibu rumah tangga yang memiliki anak yang tidak suka sayur dan buah dengan mengolah buah dan sayuran menjadi jus. cara ini lebih praktis dan menyenangkan memang dibanding dengan menyajikannya langsung.

Agar smoothie dan jus yang dikonsumsi lebih bermanfaat unutk tubuh kita harus mengetahuo jenis-jenis dan kandungan buah atau sayuran apa saja yang cocok untuk dikonsumsi dalam bentuk smoothie maupun jus. Jadi kita bisa berkreasi dengan sayur dan buah agar anak nggak mudah bosan.

Blender Kuat
Dinda - Yongky Sentosa - Jansen Ongko
Dellie Threesyadinda atlet panahan putri yang lebih akrab dipanggil Dinda adalah anak Lilis Handayani dari Tiga Srikandi Indonesia. Dinda adalah peraih medali emas di Sea Games 2013,  saat ini Dinda sedang mempersiapkan diri untuk Asian Games 2018. Dinda yang sedang melakukan program diet lebih senang mengonsumsi sayur dan buah yang praktis. Selain karena diet menurut Dinda sebagai seorang atlet menerapkan gaya hidup sehat merupakan suatu keharusan, terlebih lagi saat menjelang pertandingan. Jenis dan banyaknya asupan sayur dan buah juga memegang peranan penting dalam menjaga stamina agar sehat dan bugar serta mempercepat recovery. Dari kecil Dinda memang suka jus dan smoothie karena selain rnak dan praktis juga nggak membosankan.


Saya juga pengin hidup sehat seperti Dinda, senang sekali sepulang dari acara peluncuran blender terbarunya saya dan teman-teman mendapat oleh-oleh Philips Blender Duravita Tritan Jar. Yeay! Thanks a lot Philips. Oh ya, produk-produk perlatan terbaru Philips bisa teman-teman temukan di toko-toko elektronik seperti Best Denki, Electronic City, Sogo, Metro, juga e-commerce seperti Lazada.co.id. JD.ID, dan Blibli.com.





Share
Tweet
Pin
Share
6 Comments

Hi ladies para pecinta fashion! 7 April lalu saya mengikuti  Rise & Shine LT Gathering Event yang diadakan di Marketing Gallery The Elements kawasan Rasuna Epicentrum. Ini kali kedua saya melihat koleksi-koleksi kece nya mbak Gitawidya Amalia Arifin, pertama kali saya melihat koleksi mbak Gita saat dirinya akan mengikuti Couture Fashion Week New York  September 2017 lalu.



Desain mbak Gita yang banyak bermain dengan tema printing ini kalau dilihat banyak mengangkat ciri khas Indonesia, mulai dari wayang, burung cendrawasih, dll. Pokoknya semua kekayaan alam Indonesia diangkat ke desain printing nya mbak Gita. Ini karena mbak Gita pengin orang-orang Indonesia sendiri tahu kalau banyak loh corak ragam khas Indonesia yang begitu kaya. Mbak Gita ingin Indonesia juga semakin dikenal dunia lewat karyanya. Yups, kita harus cinta dan dukung produk Indonesia.


Rise & Shine LT Gathering Event diadakan selain untuk memarken desain terbaru mbak Gita juga sekaligus menginformasikan bahwa Lets Travel Design sekarang berganti nama menjadi LT Luxury Scarf. Saat event berlangsung nggak cuma model profesional saja yang mengenakan hasil desainnya mbak GT tapi juga para LT Lovers juga ikutan memeriahkan acara. Jadi LT Lovers ini adalah pecintanya LT Luxury Scarf.

model: LT Lovers
Saya sempat patah hati lihat karya-karyanya mbak Gita karena sempat nggak yakin kalau desain-desainnya ada yang berukuran besar, haha!  Ternyata para LT Lovers yang tampil justru banyak yang big size. Wow berarti mbak Gita paham kalau orang Indonesia ukurannya nggak selangsing model dunia semua. Jadi senang deh, next kalau pengin pakai desainnya mbak Gita nggak khawatir kekecilan.


Soal warna dalam setiap desainnya warna merah nggak pernah ketinggalan, bisa dibilang lebih dominan karena warna merah menurut mbak Gita mencerminkan keberanian seorang wanita. Idem, saya setuju banget dengan mbak Gita, merah itu elegan.



Scarf sendiri dibuat berawal dari permintaan seorang teman yang ingin mencari oleh-oleh dari Indonesia untuk dibawa ke luar negeri. Memang banyak oleh-oleh tapi souvenir yang modern, ringan dan easy to wear seperti scarf masih susah dicari, apalagi yang corak-coraknya Indonesia banget. Semenjak itulah mbak Gita mulai mendesain scarf dengan berbagai corak khas Indonesia.


model mengenakan kain bermotif ikan
  
Disela-sela acara mbak Gita yang didaulat untuk memberikan sambutan kepada semua LT Lovers dan pengunjung yang hadir mengatakan semoga dengan berganti namanya Lets Travel Desain menjadi LT Luxury Scarf menjadi energi baru dan semangat baru untuk terus berkarya.

mbak Gita (kanan)
Saya tersentuh dengan kalimatnya mbak Gita "Sebuah perencanaan tanpa adanya eksekusi dan ambisi bagaikan seekor burung tak bersayap. Lakukan apa yang kamu rencanakan, jangan takut untuk terbang tinggi. Jika takut terbang sendirian, terbanglah bersama yang lain agar beban terasa ringan. If you want to fly, give up everything that weighs you down! " Noted mbak, jadi motivasi juga nih buat saya.



Teman-teman kalian bisa lihat semua foto yang saya tampilkan disini adalah desain terbarunya mbak Gita yang dipamerkan di event Rise & Shine LT Gathering. Nuansa Indonesia  terlihat jelas pada hasil karyanya. Kalau mau di eksplorasi lagi kebudayaan Indonesia pastinya nya banyak banget ya. Melihat desain yang banyak ini saja saya bangga banget jadi orang Indonesia. Apalagi saat profesional model mengenakan selendang bergambarkan RA Kartini. Cakep banget. Tema ini dikeluarkan untuk mengingat sejarah Indonesia dan memberi apresisasi pahlawan kita ibu Kartini.


kain dengan motif burung elang
Iya juga sih, orang luar negeri taunya kain Indonesia semua motif batik. Padahal banyak banget jenis kain etnik Indonesia belum lagi corak-coraknya. Dengan begitu mbak Gita berharap agar orang luar bisa melihat sisi lain dari Indonesia. 


Hasil karya mbak Gita sudah sudah mulai dikenal internasional, seperti Dubai, Malaysia, Amerika, dan beberapa negara lain. Hampir semua hasil desainnya limited edition loh teman-teman, jadi nggak pasaran.


Menurut mbak Gita brand LT Luxury Scarf miliknya dalam pekerjaannya dibantu oleh para mantan narapidana. Ya, mbak Gita mempekerjakan merekan untuk bekerja sebagai penjahit maupun ilustrator untuk desain scarf. 



desain ini dibuat karena terinspirasi dari booming nya restless atau pajama dari luar baik branded maupun non brand. Mbak Gita pengin menunjukkan bahwa desainer Indonesia juga bisa


Packaging Luxury Scarf juga dikerjakan oleh para lansia. Mbak Gita berharap brand miliknya nggak cuma jadi brand komersil yang cuma bisa menjual cerita tentang Indonesia tapi juga bisa memberdayakan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik lagi. Ini merupakan kesadaran mbak Gita terkait masalah sosial yang terjadi.


Oh ya, mbak Gita juga mengatakan bahwa mulai saat ini sebagian penjualan produk-produknya akan didonasikan kepada-kepada saudara-saudara kita penyintas kanker dan penderita penyakit kritis lainnya. Salut mbak Gita semoga lancar terus dan dipermudah usahanya.



Senang sekali bisa ikutan di acaara ini, semiga mbak Gita bisa menginspirasi anak-anak bangsa untuk terus menggali potensi diri dan turut mewarnai industri fashion Indonesia dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.



Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments


Senin, 26 Maret 2018 lalu saya mengikuti launching Lomba Medsos #MenujuIndonesiaMaju yang diadakan di gedung Sekretariat Kabinet, Gambir Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri oleh Bapak Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M selaku Sekretaris Kabinet RI, Ibu Ratih Nurdiati, selaku Wakil Sekretaris Kabinet RI, Bapak Yuli Harsono selaku Deputi Dukungan Kerja Kabinet Setkab RI, Bapak Kartika Wirjoatmodjo, selaku Direktur Utama Bank Mandiri, serta Bapak Sulaiman Arif Arianto, selaku Wakil Direktur Utama Bank Mandiri serta para undangan dari berbagai intansi pemerintahan.



Pak Promono mengatakan bahwa lomba ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar mengenal lebih dekat dengan kabinet kerja beserta program dan capaian pemerintah. Jadi masyarakat bisa menyampaikannya melalui lomba media sosial ini, karena sosial media adalah salah satu saluran untuk menyampaikan informasi tentang kinerja pemerintah untuk #MenujuIndonesiaMaju. Apa saja yang kira-kira akan dibahas? Bisa saja mengenai pembangunan infrastruktur di perbatasan Indonesia atau yang lainnya.

Lomba di sosial media terbuka untuk netizen, vlogger, juga blogger. Lomba ini akan digelar selama delapan bulan dimulai dari bulan April-November 2018. Mau tau hadiahnya? Wow bangeet! Hadiah yang diperebutkan adalah uang cash senilai 107juta rupiah. Nantinya hadiah ini berupa tabungan yang dipersembahkan oleh Bank Mandiri sebagai bentuk dukungan program #MenujuIndonesiaMaju.


Lomba media sosial tersebut terbagi dalam lomba Twitter, Facebook, Instagram, menulis blog tentang #MenujuIndonesiaMaju, juga Youtube. Berikut detail lombanya: Adapun variasi lomba sebagai berikut:

TWITTER:


  • Membuat moments/kultweet/chirpstory, dan teka-teki silang. 
  • Follow akun Twitter @setkabgoid. 
  • Akan ada 3 pemenang yang masing-masing akan mendapatkan Rp 1.000.000

FACEBOOK 


  • Mengisi kata yang hilang dari pidato Presiden RI atau Sekretaris Kabinet dan mengisi teka-teki silang.
  • Follow Facebook Fan Page @setkabgoid. 
  • Akan ada 3 pemenang yang masing-masing akan mendapatkan Rp 1.000.000

INSTAGRAM 


  • Membuat video reportase/vlog selama 1 menit atau menemukan kata dalam kotak.
  • Follow Instagram @sekretariat.kabinet. 
  • Akan ada 3 pemenang yang masing-masing akan mendapatkan Rp 1.000.000


YOUTUBE 


  • Membuat vlog atau film pendek. Ketentuan lomba peserta cuma boleh mengirimkan satu karya saja dan berdurasi 5 menit untuk video atau film pendek.
  • Follow Yotube sekretariat kabinet RI
  • Akan ada 3 pemenang untuk Vlog: Pemenang 1 Rp 5.000.000, Pemenang 2 Rp 3.000.000, Pemenang 3 Rp 2.000.000 
  • Dan ada 3 pemenang untuk film pendek: Pemenang 1 Rp 10.000.000, Pemenang 2 Rp 6.000.000, Pemenang 3 Rp 3.000.000.

BLOG

  • Menulis blog tentang #MenujuIndonesiaMaju 
  • Akan ada 3 pemenang : Pemenang 1 Rp 3.000.000, Pemenang 2 Rp 2.000.000, Pemenang 3 Rp 1.000.000 

Lomba media sosial ini secara resmi telah dibuka sejak launching kemarin dan ditandai dengan ditayangkannya pertanyaan di Twitter Setkab yang di tweet langsung oleh Bapak Pramono Agung. Oh ya, pelaksanaan lomba di medsos seperti Twitter, Facebook, dan Instagram diadakan 1 bulan sekali jadi total ada 8 kali penyelenggaraan. Jadi masih ada waktu sampai akhir April untuk lomba medsos bulan pertama. 

Informasi lengkapnya bisa kunjungi www.setkab.co.id/menujuindonesiamaju. Ikutan yuk!




Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments

Snapchat Spectacles. Pernah dengar nama kacamata ini? Saya juga baru tahu saat mengikuti press conference yang diadakan Insto pertengahan Maret lalu di XXI Lounge Plaza Senayan. Insto mengadakan campaign bersama Nia Dianata membuat fim mini dokumenter Buka Mata Buka Cerita. Oke sebelum saya share bagaimana hubungan snapchat spectacles dengan film mini dokumenter Buka Mata Buka Cerita, saya bahas dulu mengenai Insto ya.


Insto Brand Tetes Mata Nomor Satu di Indonesia 

Selama ini kalau ditanya merek tetes mata yang biasa dipakai saya ingat cuma Insto. Yups, semua orang juga pasti tahu kalau Insto adalah brand tetes mata nomor satu di Indonesia dari Combiphar. Insto memiliki 2 varian, yakni yang Insto Regular yang kemasan nya berwarna hijau gunanya untuk mengatasi iritasi mata merah, satu lagi Insto Dry Eyes yang kemasannya berwarna biru untuk mengatasi mata kering yang didalam nya terdapat kandungan bahan aktif berupa air mata buatan. Jadi kalau mata kita rasanya sepet, capek, bisa menggunakan Insto Dry Eyes.

Weitarsa Hendarto
Sebelumya Insto fokus pada pengendara motor karena yang paling sering terpapar asap, debu, dan polusi di jalan raya. Pengendara motor ini yang paling sering mengalami iritasi mata merah. "Sekarang Insto nggak cuma fokus pada pengendara motor saja", ujar Weitarsa Hendarto-VP Consumer Healthcare & Wellness and International Operations PT. Combiphar. Banyak sekali aktivitas yang bisa menyebabkan iritasi mata, contohnya baca buku, kelamaan terpapar gadget dan komputer. Bahkan saking tergantungnya dengan gadget kita menggunakan alarm pun pakai fitur alarm yang ada di hp, bisa dipastikan begitu buka mata di pagi hari yang kita lihat langsung gadget. 

Selain itu kelamaan berada di ruang ber AC, nyetir dalam waktu yang cukup lama juga bisa bikin  mata kering. Out door activity lain seperti berolah raga dan memasak bisa bikin mata kering dan iritasi juga loh. Jadi bukan pengendara motor saja ya yang bisa mengalami iritasi mata. 


Buka Mata Buka Cerita dengan Snapchat Spectacles

Target market Insto adalah anak muda. Karena anak-anak muda Indonesia adalah anak-anak muda yang kreatif dan selalu ingin menjadi yang nomor 1, mereka selalu ingin menjadi trendsetter. Menurut Farah Feddia-Senior Brand Manager PT. Combiphar gaya hidup anak muda kita sekarang juga nggak terlepas dari yang namanya gadget dan aktivitas di luar ruangan. Bisa kita lihat bagaimana kegiatan anak sekolah yang super padat, bahkan anak-anak sekarang kayak nggak ada waktu untuk istirahat udah kayak orang kerja yang lagi lembur ya kan? Mereka tidak sadar bahwa mereka harus menjaga kesehatan mata. 

Farah Feddia
Karena iklan sekarang banyak sekali yang membicarakan kulit dan rambut, tapi perawatan mata sedikit sekali yang mengiklankan. Jadi banyak yang belum menyadari pentingnya kesehatan mata. Berdasarkan latar belakang tersebut Insto menyadari sebagai market leader punya peranan penting untuk bisa mengedukasi anak-anak muda melalui berbagai aktivitas yang relevan seperti film dan snapchat spectacles. 

Snapchat Spectacles
Penasaran dengan Snapchat Spectacles? Jadi Snapchat Spectacles adalah kamera berbentuk kacamata, bisa merekam dengan menggunakan kacamata. Snapchat Spectacles dipilih karena Insto mau mata mereka adalah kameranya. Insto mengadakan kompetisi yang dimulai bulan Oktober 2017 sampai dengan Februari 2018. Ada sekitar 1000 peserta yang submit cerita momen-momen menarik dan foto-foto yang dianggap terbaik. Kemudian Januari 2018 diadakan seleksi yang dilakukan oleh Insto dan Nia Dinata yang dipilih 20 semifinalis. Setelah dipilih, 20 semifinalis yang berasal dari berbagai daerah ini di undang ke Jakarta dan diberikan workshop oleh Nia Dinata selama satu hari penuh. Selama worksop mereka diajarkan bagaimana cara membuat film, bagaimana cara membuat script untuk pembuatan film,dsb. Kemudian dari 20 orang semifinalis yang sudah mengikuti workshop dipilih 9 finalis co-director. 9 finalis ini selanjutnya kembali ke daerah masing-masing dengan membawa Snapchat Spectacles.


salah seorang blogger yang mendapat kesempatan mencoba Snapchat Spectacles 
Jadi 9 finalis ini harus merekam semua script yang sudah mereka tulis menggunakan Snapchat Spectacles. Setelah itu mereka wajib men-submit hasil video mereka ke Nia Dinata dan tim. Mereka juga di coaching dari jarak jauh bagaimana cara merekam menggunakan Snapchat Spectacles. Bingung sudah pasti, karena nggak gampang loh merekam menggunakan kamera berbentuk kacamata. Hasil video mereka di editing dan karya mereka inilah yang menjadi film mini dokumenter Buka Mata Buka Cerita yang ditayangkan di Youtube.


Project Buka Mata Buka Cerita 

Selama ini Nia Dinata selain dikenal sebagai sutradara film juga dikenal sering memberikan workshop film. Nia sendiri memiliki yayasan Kalyana Shira yayasan film yang fokusnya edukasi, bagaimana caranya mengedukasi anak-anak muda Indonesia untuk bisa lebih punya literasi yang tinggi terhadap film. Nia berharap anak-anak muda Indonesia kalau nonton film bisa menilai bagaimana minimnya film yang ditonton secara visual, karena di sekolah, media literasi dan sekolah film nggak pernah diajari. Anak Indonesia yang di daerah-daerah kadang pengin belajar film tapi nggak ada aksesnya. Makanya saat Insto meng-approach Nia mengenai project Buka Mata Buka Cerita Nia menyambutnya dengan senang.

talkshow bareng Nia DInata dan Dion Wiyoko
Menurut Nia mata adalah hal yang utama untuk membuat film. Mata nggak cuma secara fisik saja yang penting tapi juga secara batin. Kalau mata secara fisik saha kita akan melihat apa yang orang lain lihat artinya minimnya cuma di permukaan. Tapi kalau mata dan mata batinnya sehat kalau kita melihat film kadang kita suka nggak kepikiran dibalik itu semua apa sebenarnya yang terjadi. "Sebenarnya film baik dokumenter maupun fiksi semuanya its all about life, about human and adily life", kata Nia.  Makanya workshop film mini dokumenter yang cuma sehari Nia mengajarkan 9 finalis co-director untuk menjaga kesehatan mata fisik, mata batin, dan kesensitifan agar mereka bisa melihat lebih dalam lagi. 

Dion Wyoko yang ikut mendukung project fim mini dokumenter Buka Mata Buka Cerita mengatakan kalau project film seperti ini sangat inspiratif, Dion sendiri saat memulai karies di dunia film belum pernah mendapatkan kesempatan seperti ini. Makanya Dion sangat mengapresiasi Insto karena telah memberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan positif kepada masyarakat sesuai dengan tujuan dari campaign Buka Mata Buka Cerita.

para pemenang dengan cerita terbaik
Dari 9 finalis co-director dipilih 3 pemenang dengan cerita terbaik yang mendapatkan piagam juga hadiah uang tunai. Mereka adalah Ghafara Difa Harashta dengan film "Yang Berdiri Sejak lama", Yudhistira Tegar Hermawan dengan film " Dibawah Fly Over" dan Sri Sulistiyani dengan film "Pohaci". Harapan saya semoga Insto terus berkelanjutan membuat program yang sama seperti project film Buka Mata Buka Cerita ini. By the way selamat untuk semua pemenang.





Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Newer Posts
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (9)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ▼  September 2026 (1)
      • Kucing Lahap Makan Belum Tentu Sehat! Ini 7 Tanda ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates