Pages

  • Home

travel beauty


Setuju nggak kalau saya katakan Indonesia surganya kuliner dan destinasi wisata? Pasti pada setuju kan? Ya, kekayaan rempah-rempahnya membuat Indonesia jadi surga kuliner. Hamparan pulau yang banyak di Indonesia menjadikan Indonesia surga bagi para traveller. Nggak cuma wisatawan lokal aja loh tapi juga wisatawan dunia. Kita wajib bangga, setiap provinsi di Indonesia memiliki akar budaya yang kuat dan ciri khas masing-masing. 

Indonesia memang memiliki kekayaan tak terkira. Dari Sabang sampai Merauke terdapat lebih dari 17.500 pulau dan lebih dari 1.120 suku bangsa. Nggak salah memang Bhinneka Tunggal Ika jadi semboyan bangsa, alat pemersatu rakyat Indonesia. Perbedaan-perbedaan ini justru menjadikan Indonesia kaya budaya, bahasa, dan keanekaragaman. Pantai, bukit, pegunungan, hutan, wisata alamnya luas bertebaran. Itulah kenapa saya cinta banget dan bangga jadi anak bangsa. Saking cintanya saya sampai memiliki impian ingin keliling ke semua wilayah yang ada di Indonesia. 

Papua. Apa yang ada di pikiran teman-teman kalau saya menyebutkan salah satu provinsi yang berada di ujung timur wilayah Indonesia ini? Saya bertanya kepada beberapa teman yang sudah pernah melakukan trip ke Papua apa yang bikin mereka pengin balik lagi ke Papua. Sebagian besar menjawab karena keindahan alamnya.

Yups, Papua memang memiliki kekayaan dan keindahan alam yang membuat wisatawan takjub. Teman saya Reza saat saya tanya apa yang paling dikangenin dari Papua. Jawabnya "keasrian dan beberapa makanannya terutama sagu". Memang di berbagai wilayah Papua sagu jadi bahan dasar untuk makanan. 

Dari dulu hingga sekarang Papua selalu menggoda siapa saja untuk mengunjunginya termasuk saya. Well, saya memang belum pernah ke Papua. Tapi rasa penasaran akan Papua dan keinginan untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang Papua asli membuat saya sering mencari tau tentang Papua. Mulai dari membaca artikel tentang Papua di majalah maupun pengalaman teman-teman traveller di blog, juga akun sosial media EcoNusa yang saya ikuti. Indeed, EcoNusa Foundation memang selalu berkomitmen untuk menjaga dan memelihara hutan di timur Indonesia termasuk Papua.

Papua itu Indonesia, tentu saja. Saya ingat tahun 2014 ke Bali dan di hotel saat sarapan kebetulan duduk dekat bule asal Norwegia. Nanya dong dia saya asal mana, saya jawab Indonesia. Kemudian dia nanya lagi apakah Indonesia jauh dari Bali. What? Saya speechless saya yakin dia bercanda masa doi nggak tau kalau Bali itu salah satu pulau di Indonesia. Saya jelasin panjang lebar kalau Bali itu tempat ia sekarang traveling adalah Indonesia, meski sedikit kesal kami pun akhirnya tertawa bersama, menertawai ketidaktahuannya. Makanya saya ingin menegaskan kalau Papua itu Indonesia, tak ingin terulang lagi pertanyaan itu seandainya kaki saya memijak tanah Papua dan masih ada bule yang nanya, hehe! 

Kalau ditanya seandainya ada kesempatan ke Papua tempat wisata mana saja yang ingin saya kunjungi? Tentunya banyak tempat, tapi yang pertama kali tentu saja Danau Sentani. Ya, karena saya suka banget dengan danau. Menurut saya selain melihat gunung dari kejauhan, melihat danau dengan airnya yang tenang juga otomatis memberikan ketenangan. Postingan teman-teman yang liburan dan berkunjung ke Danau Sentani ini bikin saya ngiri setengah mati. 

Benar kata teman saya kalau Papua itu asri. Selain danau dan gunung, saya itu paling suka travelling ke tempat yang banyak pohon dan tanamannya. Makanya kalau ada kesempatan Danau Sentani lah yang akan saya kunjungi terlebih dahulu.

Danau Sentani adalah danau terbesar di Papua. Di tengah danau terdapat gugusan 22 pulau yang dihuni oleh suku asli Sentani, ini unik banget banyak pulaunya. Danau Toba yang pulaunya satu aja udah bikin saya bahagia kalau liburan kesana, apalagi Danau Sentani. Jadi nggak sabar pengin ke Danau Sentani.


Hamparan sabana hijau yang berada disekeliling danau ini bikin suasana hati sejuk dan damai. Pas banget memang dengan arti nama Sentani sendiri yakni "disini kami tinggal dengan damai". Nama yang disematkan pada danau cantik ini pertama kali oleh seorang Pendeta Kristen BL Bin pada tahun 1898. Harapannya Danau Sentani bisa menjadi tempat yang membawa kedamaian hidup.

Di sekitar danau Sentani juga terdapat bukit hijau bergelombang yang disebut Bukit Teletubbies. Kalau naik pesawat saat mau mendarat di Jayapura bukit indah ini akan terlihat jelas. Danau Sentani yang letaknya memang nggak jauh dari pusat kota ini adalah pemandangan memesona pertama yang kita lihat saat tiba di tanah Papua.

So, Sentani ini ibarat pintu gerbangnya Papua. Pintu gerbangnya saja udah indah gimana dengan wilayah-wilayah yang ada di dalamnya ya. Saya pilih Danau Sentani karena keasriannya, masih banyak pemandangan hijaunya yang bisa bikin mata dan pikiran fresh. "Apalagi kalau menikmatinya dari Kampung Puay", kata teman saya.
Membayangkannya saja saya sudah happy lukisan-lukisan hamparan hijau, pulau, bukit, dan air danau sudah terekam di dalam kepala saya. Cocok banget deh kalau Papua dilabeli "Papua destinasi wisata hijau" . Saya berharap suatu saat saya dan suami bisa menikmati senja di bibir Danau Sentani.

Sebagai penutup saya berharap semoga keasrian Papua tetap kita jaga bersama, sumber daya alamnya juga harus dikelola dengan baik, termasuk menjaga hutan di Papua yang telah lama diberi slogan sebagai Paru-paru Dunia. Jaga hutan berarti kita beradab guys!


Sumber-sumber:
Foto: Reza Siregar (IG: @regarfield)
Infografis: Tuty Queen




Share
Tweet
Pin
Share
46 Comments

"Hijaiyah Cinta, film drama religi romantis yang ceritanya sarat dengan kehidupan sehari-hari bakal jadi tontonan wajib nih Juli mendatang. Yups, film ini belum tayang guys. Jadi sabar dikit yah buat kalian yang udah dibuat penasaran, hehe"


Hijaiyah Cinta The Movie ini ditulis oleh Hayati Ayatillah mengangkat kisah based on true story. Cerita ini tentang cinta pertama, cinta terkahir, dan cinta satu-satunya. Kita akan disuguhkan kisah bagaimana ikhtiar, sabar, juga ketulusan untuk orang-orang yang kita cinta. Yang paling utama dalam cerita Hijaiyah Cinta adalah pelajaran tentang keikhlasan dan keharmonisan dalam keluarga, persahabatan, dan hubungan sesama manusia. 
Hayati Ayatillah, penulis naskah Hijaiyah Cinta 
Meski film ini mengangkat kisah romantis atau cinta-cintaan, kita nggak bakal nemuin ada sentuhan fisik sama sekali misal pegangan tangan. Tapi kata mas Reza Firmansyah sang sutradara kita akan dibuat baper dan hanyut dalam ceritanya.  Misi dakwah udah pasti ada dalam film ini dan menjadi edukasi buat penonton, karena mengangkat cerita Rasul juga.  Jadi kisah cinta di film ini adalah cinta karena Allah.

Hanz dan Reza Firmansyah saat syukuran rilis Film Hijaiyah Cinta

Reza Firmansyah merupakan lulusan terbaik magister film dan televisi dari Limkokwing university of Creative Technology Malaysia ini juga memiliki sederet prestasi diantaranya pemenang ketiga di 72th Chengdu Film Competition. Saya yakin Film Hijaiyah Cinta bakal menyentuh hati penonton. Apalagi kalau dilihat dari webseries nya selama ini banyak sambutan hangat dari para penonton dan selalu dinanti-nanti. 

Film Hijaiyah Cinta diproduksi oleh Rumah Produksi Menara Sinema dengan produser yang masih muda banget, Muhamad Hanzhalah atau biasa dipanggil Hanz. Dan ini adalah film perdananya Menara Sinema Production. Saat acara syukuran dan press conference digelar 5 Maret 2020 lalu di Kopilojik Tebet Timur Dalam Jakarta Selatan, dalam dambutannya Hanz berharap Film Hijaiyah Cinta bisa menjadi film yang menghibur dan bisa mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Ucapan terimakasih juga dilontarkan anak muda ini kepada semua pihak yang sudah terlibat dan membuat film. 

Muhamad Hanzhalah (Hanz) 
Tak cuma sang produser, para pemain yang turut membuat kita baper nantinya antara lain Vinessa Inez, Ruri Amarulloh, Fenny Alvionita, dll, turut berharap semoga film ini nantinya mendapat apresiasi dari masyarakat dan menjadi film yang menghanyutkan tahun ini.

Berikut para pemeran Film Hijaiyah Cinta

  1. Alif dewasa: Alfie Alfandy
  2. Alif flashback: Akmal Ibrahim Syah 
  3. Annisa dewasa: Vinessa Inez 
  4. Annisa flashback: Maudhiaini 
  5. Adam dewasa: Ruri Amarulloh Ibrahim 
  6. Adam flashback: Zaenal Abidin 
  7. Salma dewasa: Fenny Alvionita 
  8. Salma flashback: Dinitia Az Zahra 
  9. Fadil: Arie Dwi Andika 
  10. Ummi Annisa: Vinny Alvionita 
  11. Ust. Syarif: Asrul Dahlan 
  12. Manda: Sita Ratri Saraswati
  13. dr.Firman: Muhamad Fiqri Hilaby 
  14. Ibnu: Indra Jegel 
  15. Bu Ifa: Artha Ivano 
  16. Rifa: Livia Fitrianti A.P 
  17. Pak Farhan: Imam Abdurachman 
  18. MC: Dwike Nuraini
Artha Ivano dan Vinessa Inez 
Sebelum menutup acara syukuran kemarin, mas Reza berharap semoga film ini mencapai 1 juta penonton. Amiiin. Semoga sukses yah Film Hijaiyah Cinta, semoga menjadi contoh baik bagi anak-anak muda saat ini bagaimana kisah cinta yang dilandasi cinta karena Allah.




Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments

Guys, tau nggak sih kalau kebahagiaan itu berasal dari senyum yang sehat. Senyum dipercaya dapat menularkan dan merangsang pikiran bahagia. Bahkan dalam sebuah hadist Rasulullah SAW pernah bersabda "Tersenyumlah ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah,". (HR Imam Turmudzi, Ibn Hibban dan Al Baihaqi). So, meskipun terlihat gampang, senyum itu ternyata amal ibadah loh. 

Kenapa jadi ngomongin senyum ya? Iya, karena  senyum manis yang terukir di bibir kita berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut. Kalau gigi dan mulut nggak sehat, senyum pun jadi susah, betul nggak? Kita jadi kurang percaya diri dibuatnya. Nah, maka dari itu biar kita gampang menebar senyum harus sering-sering merawat gigi dan mulut. 


Rabu, 4 Maret 2020 lalu saya bersama teman-teman mom blogger dari Komunitas Emak Blogger (KEB) mengikuti sharing tentang Rawat Kekuatan Gigi Dan Segarkan Nafas bareng Pepsodent Siwak terbaru bersama dengan anak yatim dari Panti Asuhan Andalusia, bertempat di Pepsodent Dental Expert Center Gandaria City Mall lantai UG. Di acara ini kami semua mendapat ilmu berfaedah seputar kesehatan gigi dan mulut, dengan mengahdirkan narasumber drg. Ratu Mirah Afifah GCClindent, MDSc, Head of Sustainable Business Beauty Personal Care & Home Care dan Soraya Larasati, Mom Influencer. 

Adik-adik dari Panti Asuhan Andalusia 

Bicara kesehatan mulut dan gigi berkaitan pula dengan pasta gigi yang kita pakai. Pepsodent sebagai brand pasta gigi yang sudah eksis sejak lama. Zaman saya kecil nyebut pasta gigi ya Pepsodent. Kalau ke warung beli pasta gigi pasti bilangnya beli Pepsodent. Banyak varian Pepsodent sampai sekarang yang pasti tujuannya saru yakni merawat dan menjaga kesehatan gigi dan mulut. 


Soraya Larasati & drg. Ratu Mirah 

Saat ini Pepsodent me-launching Pepsodent terbaru yakni Pepsodent Siwak. Pasta gigi siwak diluncurkan karena kebutuhan masyarakat muslim di Indonesia. Pepsodent ini merupakan pasta gigi pertama yang mendapatkan Sertifikat Halal dari LPPOM MUI. Dan pada tahun 2019 Pepsodent juga memenangkan Halal Awards untuk Kategori Toothpaste. Yups, consumer first lah yang melatarbelakangi Unilever me-launching Pepsodent Siwak. 

Pepsodent Siwak mengandung bahan-bahan yang halal juga bermanfaat untuk kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.  Siwak dipilih sebagai bahan alami karena pada zaman Rasulullah siwak digunakan sebagai bahan utama untuk membersihkan juga menjaga kesehatan gigi dan mulut. Siwak memiliki sifat anti bakteri. Tau kan kalau dalam rongga mulut kita itu jumlah bakterinya milirian loh. Kebayangkan? Selain sebagai anti bakteri alami, Siwak juga mampu mencegah gigi berlubang dan mencegah pembentukan plak dan karang gigi. 


Pepsodent Siwak 

Didalam Pepsodent Siwak juga terdapat kandungan mint. Ekstrak yang berasal dari daun mint memiliki peranan untuk memberikan kesegaran nafas. WHO sendiri pun sudah merekomendasikan siwak sebagai bahan alami yang bagus untuk kesehatan gigi dan mulut.

Pepsodent Siwak  aman dipakai untuk anak-anak usia minimal 5 tahun. Jadi pemakaian pasta gigi lebih hemat ya orangtua dan anak pakai pasta gigi yang sama. Tapi tetap ya anak diajarkan berapa banyak pasta gigi yang digunakan untuk sekali sikat, cukup sebesar biji jagung atau kacang kemudian diratakan ke seluruh permukaan sikat gigi. 

Talkshow bersama Soraya Larasati dan drg Ratu Mirah 

Menurut drg. Ratu Mirah memilih pasta gigi sebaiknya yang sudah ada logo halalnya, biar lebih aman dan terjamin. Seperti Pepsodent Siwak, aman untuk konsumen muslim. drf Ratu Kirah juga memaparkan bahwa siwak bermanfaat dalam menjaga kesehatan gusi dan jaringan penyangga gigi, menghentikan pendarahan dan peradangan gusi, dan menstimulasi peningkatan produksi air liur yang berfungsi menetralkan kondisi asam di dalam mulut. 

Selain menjelaskan manfaat siwak juga berbagi tips agar gigi dan mulut sehat terawat. Berikut tips dari drg. Ratu Mirah:
1. Sikat gigi 2x sehari
2. Perhatikan cara menyikat gigi
3. Sikat gigi jangan terlalu cepat, minimal 2 menit
4.Kontrol 6 bulan sekali ke dokter gigi sekaligus membersihkan karang gigi

Soraya Larasati juga sharing bagaimana ia menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Laras nggak pernah melarang anak memakan makanan yang manis, tapi sebagai ibu Laras tetap memberi batasan untuk alasan kesehatan. Karena kesehatan gigi dan mulut adakah pangkal kesehatan tubuh kita. 


Oh ya, saat ini Pepsodent lagi ada campaign Pepsodent Siwak yakni PAHLAWAN SENYUM. Jadi dengan membeli Pepsodent Siwak kita secara langsung sudah ikut donasi sebanyak 2,5% dari total laba untuk anak-anak panti asuhan melalui BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional). Adapun sumbangan ini nantinya untuk program kesehatan gigi dan mulut anak yatim di Indonesia. Jadi selain beli Pepsodent Siwak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut juga membantu adik-adik kita. Yuk, jadi #PahlawanSenyum. 




Share
Tweet
Pin
Share
20 Comments
Traveloka
Traveloka Eats

Kadang tanpa kita sadari ada tempat tersembunyi yang saat kita temukan bikin kita surprise dan berkata "Oh... ternyata". Yups, itu namanya Hidden Gems.

Beberapa waktu belakangan ini saya lagi gandrung dengan segala hal yang berkaitan dengan minuman kopi. Setiap ada coffee shop yang baru buka atau me-launching menu kopi saya pasti langsung ajak suami buat icip-icip. Teman-teman juga pasti tau kan ya, akhir-akhir ini banyak banget coffee shop bermunculan. Coba saja perhatikan kalau kita melintas di beberapa jalan besar ataupun saat jalan di mall. Mata akan menemukan papan nama bertuliskan nama coffee shop baru dengan menu yang bervariasi dan yang pastinya dengan menu utama kopi. Yups, sampai segitu terbiusnya saya dengan kopi. Apalagi dengan rasa kopi kekinian yakni Kopi Aren. 

Kopi Aren, kopi yang disajikan dengan gula aren memang lagi digemari. Bukan karena sok nge-tren mengikuti kekinian juga sih, disisi lain gula aren memang dinilai lebih sehat dibanding menggunakan gula putih. Terlepas dari mana gula yang lebih sehat, yang penting tahu batasan aja mengonsumsi keduanya. Bagaimanapun kalau terlalu berlebihan juga nggak baik, ya kan? Biasanya saya dalam sehari cukup sekali minum kopi, dan itupun harus mengatur waktu. Nggak ngopi pagi-pagi sebelum sarapan, khawatir kena lambung. Dan kalau malam hari juga nggak terlalu malam karena khawatir malah susah tidur. Amannya sih ngopi itu enaknya menjelang sore atau setelah lunch. 

Quote
Coffee

Anyway karena saking banyaknya coffee shop bermunculan, warung-warung kopi ini pun berlomba-lomba dalam mengonsep suasana yang cozy dan menu yang disuguhkan juga berbeda-beda. Yang unik itu dalam pemberian nama menu, misal untuk menu kopi aren sendiri bisa punya nama yang berbeda-beda dan yang pasti tujuannya bikin para penggemar kopi gampang mengingat keunikan nama menunya. Kagum loh saya, para enterpreuner yang bergelut dengan kopi kekinian punya ide kreatif dalam hal menu dan pemberian namanya. 

Tapi nih, nggak cuma konsep suasana cozy dan menu aja loh yang menarik soal coffee shop ini. Banyak promo-promo menarik juga yang ditawarkan. Baik itu pilihan pembayaran juga promo pada hari-hari khusus. Saya sendiri biar nggak terlewat dengan promo-promo biasanya sering-sering mengikuti akun sosial media coffee shop tersebut. Lumayan kan kalau lagi promo, meski coffee lovers tetap ya harus ngirit hehe! Selain dapat info melalui sosmed, sekarang ini saya suka cari treat deals melalui fitur Treats by Traveloka Eats. Udah pada tau belum dengan fitur ini? Sayang banget kalau belum tau, soalnya dengan fitur ini kita nggak perlu jauh-jauh cari makanan dan minuman favorit yang lagi promo. Karena ternyata di dekat-dekat lokasi kita banyak deals yang oke banget, makanya namanya hidden gems. 

Treats by Traveloka Eats

Treats by Traveloka Eats adalah fitur terbaru Traveloka Eats. Kita sebagai pengguna aplikasi ini akan menemukan promo atau diskon-diskon terbaru makanan dan minuman yang terdaftar di Traveloka Eats. Jadi saat kita membuka aplikasi ini kita tinggal cari kafe atau restoran yang dekat dengan lokasi kita kemudian setelah menemukan promo yang kita anggap oke banget kita tinggal bookmark atau save lokasi tersebut. 

Nah, saat sudah tiba di kafe yang kita pilih kita tunjukkan deal yang kita inginkan pada staff restoran. Tinggal scan QR code atau bayar dengan menggunakan pilihan pembayaran yang tersedia, bisa menggunakan Uangku, Pay Later, Transfer Bank, ataupun dengan Credit Card. Perlu diingat loh ya, deal yang kita dapatkan melalui fitur Treats by Traveloka Eats ini nggak bida digabungkan dengan promo-promo dengan pembayaran digital yang lagi hits saat ini.

Biar lebih mudah, berikut saya buat infografis tahapan menggunakan fitur Treats by Traveloka Eats. 












#PengalamanMengenyangkan Ngemil dan Ngopi di Kopihay Serpong Menggunakan Fitur Treats by Traveloka Eats 

Beberapa hari lalu setelah pulang traveling dari Semarang saya pengen banget ngopi dan nongkrong di kafe yang nggak jauh dari rumah. Perjalanan menggunakan kereta api selama 6-7 jam membuat saya jet lag. Makanya pengen memulihkan kondisi dengan ngopi. Sebagai pengguna aplikasi Traveloka saya searching warung kopi terdekat menggunakan fitur Treats by Traveloka Eats. Ada 2 kafe yang menyuguhkan diskon dan deals yang oke banget. Saya pilih Kopihay Serpong yang nggak begitu jauh dari rumah. 

Traveloka Eats
Kopihay Serpong

Jadi di Kopihay Serpong itu tuh deals nya purchase minimal 50K free Kopi Keren. Honestly saya baru pertama kali ke Kopihay Serpong dan baru tau juga kalau ada coffee shop ini. Saya penasaran dengan suasana kafe nya juga menu Kopi Keren yang dimaksud. Menjelang sore saya dan suami langsung meluncur ke Ruko South Goldfinch Serpong. Ternyata ruko-ruko di lokasi ini banyak kafe baru dan warung kopi. Saking banyaknya kafe saya sampai nggak tau kalau didekat saya juga banyak tempat nongkrong dan makan yang asik ternyata. Kemana aja saya ya, haha!

Kopihay Serpong
Menu pilihan di Kopihay Serpong 

Tiba di Kopihay Serpong saya langsung melihat menu-menu yang disuguhkan kemudian menunjukkan ke staff kafe kalau saya mau menggunakan deals Treats by Traveloka Eats. Ternyata ya, kafe ini baru aja bergabung di Traveloka Eats. Dan, saya pengguna fitur ini di kafe mereka. Seru deh, mereka jadi punya pengalaman baru ya kan. 

Kopihay Serpong
Paket Combo Choco Toast + Kopi Susu IDR 27K

Sesuai deals yang tertera saya harus melakukan pemesanan makanan atau minuman sebesar Rp 50.000,- biar dapat free Kopi Keren. Saya pilih menu paket Choco Toast + Kopi Susu dengan harga paket Rp 27.000,- dan BBQ Chicken Toast dengan harga Rp 24.000,- jadi totalnya Rp 51.000,- tapi staff nya info saya bayar Rp 50.800,-. Mungkin ada penyesuaian harga. Selanjutnya saya menunjukkan hp kalau saya menggunakan deals ini. Saya klik use deals dan melakukan pembayaran dengan card. Setelah pembayaran sukses saya tinggal menunggu pesanan saja. Gampang banget dan se simple itu menggunakan fitur Treats by Traveloka Eats. 

Kopihay Serpong
Di sebelah Choco Toast pesanan suami BBQ Chicken Toast IDR 24K (tanpa minum karena udah dapat free Kopi Keren) 

Kopihay Serpong
#PengalamanMengenyangkan 

Pesanan pun tiba, saya suka dengan kemasan box nya yang lucu. Kelihatan menu makanannya mungil kan? Tapi jangan salah segini aja udah bikin kenyang. Puas banget pokoknya. Bakal sering-sering nongkrong disini nih. Menunya cocok di lidah. Oh ya, Kopi Keren itu ternyata Kopi Aren guys! Kalau beli terpisah harganya itu Rp 17.000,-. Lumayan banget, berarti dengan deals Treats by Traveloka Eats saya menghemat 17 ribu rupiah loh!


Kopihay Serpong
Free Kopi Keren

Itu dia #PengalamanMengenyangkan saya menemukan hidden gems dengan fitur Treats by Traveloka Eats. Share juga pengalaman kalian disini yuk.




Share
Tweet
Pin
Share
47 Comments

Belajar bagi saya nggak ada batasan umur alias tak mengenal usia. Prinsip saya selama masih ada kesempatan untuk belajar jangan sampai disia-siakan. Masa iya mau jadi generasi yang serba tidak tahu. Sayang banget! Apalagi sekarang ini era digital, semuanya serba mudah dan praktis. Selama ada keinginan untuk belajar pasti ada jalan. Dan kesempatan itu terbuka lebar di depan mata. 

Sebagai content creator dan banyak bertemu dengan orang-orang luar biasa sukses di karirnya menjadi pemicu saya untuk terus belajar.  Walaupun ukuran kesuksesan setiap orang belum tentu sama tetapi setidaknya punya semangat dan keinginan untuk menjadi lebih baik lagi. Yang penting jangan minder, ya kan? 

Well, saya sendiri udah lama banget punya niat pengen belajar bahasa Inggris lagi biar lebih mahir. Udah sempat cari-cari tempat les, nanya sana sini buat cari informasi. Tapi ujung-ujungnya nggak jadi karena terbentur waktu juga jarak dan tempat, dan di lain hal terbentur masalah budget. Huhu! Bahas Inggris penting banget soalnya. Travelling ke luar negeri even negara terdekat atau negara tetangga  sekalipun bahasa yang dipakai bahasa Inggris, beberapa buku bacaan favorit juga bahasa Inggris, syarat masuk kerja juga harus bisa bahasa Inggris aktif. So, nggak ada alasan nggak bisa bahasa Inggris. Ya minimal paham lah orang ngomong apa, hehe! 

Meski belum dapat tempat les yang benar-benar pas dan cocok, saya tak patah semangat. Karena belajar bahasa Inggris sekarang bisa online tinggal install  aplikasi neo Study aja. Teman-teman pernah dengar atau pernah mencoba belajar Bahasa Inggris melalui Aplikasi neo Study belum? Mudah banget, aplikasi ini bisa diunduh di Play Store atau Apps Store IOS.  neo Study adalah platform pembelajaran Bahasa Inggris yang paling canggih, dengan teknologi AI yang aktif di ponsel. Kita bisa mencapai tujuan berbahasa Inggris lebih cepat, dengan biaya terjangkau. Berdasarkan solusi yang terbukti untuk kefasihan Bahasa Inggris, sistem pembelajaran yang kuat, efektif, fleksible, dan nyaman ini dirancang untuk gaya hidup aktif dan mobile.

Saya sudah mencoba belajar Bahasa Inggris melalui Aplikasi neo Study. Kesan pertama yang saya dapat belajar disini nggak ngebosenin karena kita dibuat fun. Misalnya nih, pada tahap awal saya diajak bermain dengan kemampuan berfikir atau mengingat silsilah keluarga Mr. Harris. Disini coach atau pelatih memaparkan tentang keluarga Mr. Harris mukai dari pekerjaannya, istri juga anak-anaknya. Kemudian pertanyaannya berapa anak Mr. Harris, kemudian siapa nama istri nya. Hehe, gampangkan? Gampang sih kalau kita fokus atau menyimak dari awal paparan, kalau enggak bakal ngulang deh.

Belajar Bahasa Inggris bisa dari mana saja 

Selayaknya sekolah non pendidikan atau les tambahan diluar sekolah biasanya kita harus merogoh kocek yang nggak sedikit. Nah di neo Study untuk tahap tertentu juga harus berbayar tapi dijamin nggak mahal. Nggak harus mengikuti kelas berbayar juga sih, kita bisa ikuti versi uji coba aja terlebih dahulu.

Dengan versi uji coba kita sudah mendapatkan 15 hari akses gratis ke sistem neo. Kemudian kita dapat 2 token untuk sesi live gratis dengan pelatih berpengalaman. Kemudian saat kita ingin upgrade ke versi berbayar, data kita saat belajar sebelumnya nggak akan hilang.


Versi Uji Coba di neo Study

See, hanya dengan bermodal gadget kita sudah bisa mengetahui banyak hal termasuk belajar. Belajar bisa dari mana saja ya kan?


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Newer Posts
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (9)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ▼  September 2026 (1)
      • Kucing Lahap Makan Belum Tentu Sehat! Ini 7 Tanda ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates