
Setuju nggak kalau saya katakan Indonesia surganya kuliner dan destinasi wisata? Pasti pada setuju kan? Ya, kekayaan rempah-rempahnya membuat Indonesia jadi surga kuliner. Hamparan pulau yang banyak di Indonesia menjadikan Indonesia surga bagi para traveller. Nggak cuma wisatawan lokal aja loh tapi juga wisatawan dunia. Kita wajib bangga, setiap provinsi di Indonesia memiliki akar budaya yang kuat dan ciri khas masing-masing.
Indonesia memang memiliki kekayaan tak terkira. Dari Sabang sampai Merauke terdapat lebih dari 17.500 pulau dan lebih dari 1.120 suku bangsa. Nggak salah memang Bhinneka Tunggal Ika jadi semboyan bangsa, alat pemersatu rakyat Indonesia. Perbedaan-perbedaan ini justru menjadikan Indonesia kaya budaya, bahasa, dan keanekaragaman. Pantai, bukit, pegunungan, hutan, wisata alamnya luas bertebaran. Itulah kenapa saya cinta banget dan bangga jadi anak bangsa. Saking cintanya saya sampai memiliki impian ingin keliling ke semua wilayah yang ada di Indonesia.
Papua. Apa yang ada di pikiran teman-teman kalau saya menyebutkan salah satu provinsi yang berada di ujung timur wilayah Indonesia ini? Saya bertanya kepada beberapa teman yang sudah pernah melakukan trip ke Papua apa yang bikin mereka pengin balik lagi ke Papua. Sebagian besar menjawab karena keindahan alamnya.

Yups, Papua memang memiliki kekayaan dan keindahan alam yang membuat wisatawan takjub. Teman saya Reza saat saya tanya apa yang paling dikangenin dari Papua. Jawabnya "keasrian dan beberapa makanannya terutama sagu". Memang di berbagai wilayah Papua sagu jadi bahan dasar untuk makanan.
Dari dulu hingga sekarang Papua selalu menggoda siapa saja untuk mengunjunginya termasuk saya. Well, saya memang belum pernah ke Papua. Tapi rasa penasaran akan Papua dan keinginan untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang Papua asli membuat saya sering mencari tau tentang Papua. Mulai dari membaca artikel tentang Papua di majalah maupun pengalaman teman-teman traveller di blog, juga akun sosial media EcoNusa yang saya ikuti. Indeed, EcoNusa Foundation memang selalu berkomitmen untuk menjaga dan memelihara hutan di timur Indonesia termasuk Papua.

Papua itu Indonesia, tentu saja. Saya ingat tahun 2014 ke Bali dan di hotel saat sarapan kebetulan duduk dekat bule asal Norwegia. Nanya dong dia saya asal mana, saya jawab Indonesia. Kemudian dia nanya lagi apakah Indonesia jauh dari Bali. What? Saya speechless saya yakin dia bercanda masa doi nggak tau kalau Bali itu salah satu pulau di Indonesia. Saya jelasin panjang lebar kalau Bali itu tempat ia sekarang traveling adalah Indonesia, meski sedikit kesal kami pun akhirnya tertawa bersama, menertawai ketidaktahuannya. Makanya saya ingin menegaskan kalau Papua itu Indonesia, tak ingin terulang lagi pertanyaan itu seandainya kaki saya memijak tanah Papua dan masih ada bule yang nanya, hehe!
Kalau ditanya seandainya ada kesempatan ke Papua tempat wisata mana saja yang ingin saya kunjungi? Tentunya banyak tempat, tapi yang pertama kali tentu saja Danau Sentani. Ya, karena saya suka banget dengan danau. Menurut saya selain melihat gunung dari kejauhan, melihat danau dengan airnya yang tenang juga otomatis memberikan ketenangan. Postingan teman-teman yang liburan dan berkunjung ke Danau Sentani ini bikin saya ngiri setengah mati.

Benar kata teman saya kalau Papua itu asri. Selain danau dan gunung, saya itu paling suka travelling ke tempat yang banyak pohon dan tanamannya. Makanya kalau ada kesempatan Danau Sentani lah yang akan saya kunjungi terlebih dahulu.
Danau Sentani adalah danau terbesar di Papua. Di tengah danau terdapat gugusan 22 pulau yang dihuni oleh suku asli Sentani, ini unik banget banyak pulaunya. Danau Toba yang pulaunya satu aja udah bikin saya bahagia kalau liburan kesana, apalagi Danau Sentani. Jadi nggak sabar pengin ke Danau Sentani.

Hamparan sabana hijau yang berada disekeliling danau ini bikin suasana hati sejuk dan damai. Pas banget memang dengan arti nama Sentani sendiri yakni "disini kami tinggal dengan damai". Nama yang disematkan pada danau cantik ini pertama kali oleh seorang Pendeta Kristen BL Bin pada tahun 1898. Harapannya Danau Sentani bisa menjadi tempat yang membawa kedamaian hidup.
Di sekitar danau Sentani juga terdapat bukit hijau bergelombang yang disebut Bukit Teletubbies. Kalau naik pesawat saat mau mendarat di Jayapura bukit indah ini akan terlihat jelas. Danau Sentani yang letaknya memang nggak jauh dari pusat kota ini adalah pemandangan memesona pertama yang kita lihat saat tiba di tanah Papua.

So, Sentani ini ibarat pintu gerbangnya Papua. Pintu gerbangnya saja udah indah gimana dengan wilayah-wilayah yang ada di dalamnya ya. Saya pilih Danau Sentani karena keasriannya, masih banyak pemandangan hijaunya yang bisa bikin mata dan pikiran fresh. "Apalagi kalau menikmatinya dari Kampung Puay", kata teman saya.

Membayangkannya saja saya sudah happy lukisan-lukisan hamparan hijau, pulau, bukit, dan air danau sudah terekam di dalam kepala saya. Cocok banget deh kalau Papua dilabeli "Papua destinasi wisata hijau" . Saya berharap suatu saat saya dan suami bisa menikmati senja di bibir Danau Sentani.
Sebagai penutup saya berharap semoga keasrian Papua tetap kita jaga bersama, sumber daya alamnya juga harus dikelola dengan baik, termasuk menjaga hutan di Papua yang telah lama diberi slogan sebagai Paru-paru Dunia. Jaga hutan berarti kita beradab guys!
Sebagai penutup saya berharap semoga keasrian Papua tetap kita jaga bersama, sumber daya alamnya juga harus dikelola dengan baik, termasuk menjaga hutan di Papua yang telah lama diberi slogan sebagai Paru-paru Dunia. Jaga hutan berarti kita beradab guys!
Sumber-sumber:
Foto: Reza Siregar (IG: @regarfield)
Infografis: Tuty Queen


































