Pages

  • Home

travel beauty

Access Consciousness

Apa itu Access Bars? Teman-teman pernah dengar atau pernah tahu mengenai Access Bars? Kalau teman-teman masih rada aneh mendengarnya wajar saja karena Access Bars di Indonesia memang masih belum banyak yang tahu, hanya segelintir orang saja yang tahu Access Bars. Padahal Access Bars sudah ada di 176 negara dan baru dikenalkan di Indonesia sekitar 2 tahun yang lalu. Access Bars merupakan bagian dari Access Consciousness.

Pernah merasa diri terbatas dan terpenjara? Kepengin melakukan sesuatu tapi mundur lagi karena merasa diri tidak kompeten. Sebenarnya itu karena kita menutup diri kita. Nah, The Access Bars membantu membuka (unlocking) kita dari polaritas, rasa terpenjara, pengkondisian dan keterbatasan atas pemikiran (gagasan, sudut pandang, dll) yang menghambat kita untuk bisa melihat lebih terbuka dan menerima informasi. 

Access Consciousness
saya sewaktu di Bars oleh Ayu
Terkadang kita cenderung sering mendengar suara kita sendiri yang suka menyabotase yang membuat kita menyerah. Misal "Ah sudahlah aku apalah nggak akan bisa seperti dia" atau "Apalah saya cuma remahan rengginang". Tanpa disadari kita sendiri lah yang mengunci diri kita, kita sendirilah yang membatasi diri kita untuk tidak sukses. Takut tidak sukses, takut ditolak, takut impian tidak tercapai, dsb. Kasian banget ya diri kita, suara-suara dari dalam diri kita itu lama -kelamaan tersimpan di otak kita, tersimpan di dalam gudang file kita yang membuat kita percaya bahwa kita memang tidak akan sukses dan tidak akan berhasil. Kita saja tidak percaya dengan kemampuan diri bagaimana dengan orang lain?  Access Bars lah awal untuk melepaskan itu semua agar kita menjadi jati diri sejatinya, being you truly are..

Access Bars adalah sebuah teknik. Access Bars merupakan terapi yang dilakukan dengan sentuhan lembut di 32 titik kepala yang mampu melepaskan stress, trauma, emosi, mental blok, penilaian diri, kecanduan, ketegangan pikiran dan tubuh, serta mampu meningkatkan kesehatan, kualitas tidur, kemampuan interpersonal dan intrapersonal, pemulihan tubuh, kedamaian dalam kehidupan, kemampuan mengelola emosi , motivasi dalam hidup, dan masih banyak lagi. Sentuhan lembut ini  akan memproses sirkulasi energi elektromagnetik di dalam tubuh.

Access Consciousness
Access Bars merupakan sentuhan lembut di 32 titik kepala 
Saya pertama kali tahu Access Bars melalui teman yang men-share sebuah informasi akan diadakannya sebuah acara mengenai Introduce Access Bars di Indonesia. Saya penasaran banget dan langsung nanya ini acara apa dan apa itu Access Bars. Ternyata Komang Ayu Trysnawati  biasa disapa Ayu istri teman saya itu adalah seorang Bars Facilitator di Indonesia. Bars Facilitator sendiri di Indonesia hanya hitungan jari hanya tiga orang nggak sebanyak di luar negeri. Dari mereka lah saya mulai mengenal Access Bars.

Ketika Access Bars dilakukan, secara otomatis tubuh melepaskan segala sesuatu yang dianggap menghambat dalam segala aspek. Selain itu Access bars akan memberikan sensasi bagi tubuh dengan sangat alami.

Manfaat lain dari Access Bars adalah membuat kita menjadi lebih fokus dalam menciptakan karya, kita akan lebih kreatif. Ini dituturkan oleh beberapa orang yang pernah mengikuti terapi Access Bars bersama Ayu. Otomatis muncul ide-ide kreatif dan selalu ada saja karya yang dihasilkan. Oh ya, Bars bukan penghilang penyakit ya, jadi ini bukan pengobatan, tapi Bars melepaskan emosi yang bisa saja berhubungan dengan tubuh dan penyakit itu psikosomatis yang ada hubungannya dengan emosi termasuk stress dan cemas.

Access Consciousness
Bars adalah pendukung melepaskan pikiran, perasaan, dan emosi yang tidak mendukung kita lagi
Tahu nggak kalau kita sering menjalani hari-hari penuh tekanan dan aktivitas yang membuat tubuh lelah, pikiran penat, sehingga menimbulkan stress maka sel-sel tubuh akan sulit bergerak sehingga sulit menerima dan melihat sesuatu dengan jelas, nggak open minded. Mem-pick up masalah orang lain juga bisa membuat kita stress loh. Kadang tanpa kita sadari mendengar curhatan teman yang sedang mengalami masalah, kita ikut kepikiran juga kan? Seharusnya kita melepaskan itu semua jangan mem-pick up masalah orang. Melepaskan disini maksudnya bukan nggak mau dengerin curhatan orang lain ya, tapi kita nya jangan jadi seperti orang yang punya masalah dan ikut-ikutan stress dan menumpukkan energi negatif dalam tubuh.

Yang paling saya sukai dari Access Consciousness adalah kita tidak mencari benar dan salah, bukan baik dan buruk, tapi ini mengenai bahwa kita mengetahui dan kita dapat memilih sehingga kita dapat mengubah suatu kondisi menjadi lebih baik. Jangan suka menganggap diri benar dan orang lain salah, begitu juga sebaliknya. Karena dengan begitu kita berarti membatasi diri. Yang ada hanyalah perbedaan sudut pandang. Alangkah damai nya dunia ini seandainya semua orang bisa seperti itu ya. Tidak saling menuding, tidak saling menghakimi. Bisa menerima pendapat orang lain dengan sudut pandang yang beda."Jangan pernah melabeli orang!, " ini kata-kata Ayu yang paling saya ingat.

ngobrol santai Komang Ayu Trysnawati dengan para blogger
Selain memberikan terapi kepada orang lain, Ayu juga membuka kelas Access Bars bagi siapa saja yang ingin mempelajari teknik Access Bars. Seperti Access Bars Class yang baru saja diadakan Ayu minggu lalu tepatnya tanggal 11 November 2018. Kelas yang diadakan di Yellow Bee Hotel Tangerang ini diikuti oleh 4 peserta. Kenapa ada kelas Access Bars? Menurut Ayu banyak orang yang ingin menguasai teknik nya agar bisa dipraktekkan atau memberikan terapi kepada keluarga dan orang-orang terdekat.

Dalam kelas Access Bars setiap peserta mempelajari teknik keseluruhan termasuk 32 titik di kepala. Disini para peserta akan mendapatkan banyak tools . Biasanya mengikuti kelas ini menghabiskan waktu sekitar 8 jam. Karena peserta harus benar-benar menguasai teknik dan Ayu akan mengajarkan apa saja 32 titik yang disentuh.

Sertifikat Access The Bars
Setelah mengikuti kelas para peserta akan mendapatkan sertifikat kelulusan, dan sertifikat ini dikeluarkan oleh Access International, dan selanjutnya mereka disebut sebagai praktisi. Praktisi berbeda dengan facilitator. Praktisi hanya bisa mempraktekkan atau memberi terapi untuk orang lain tapi belum bisa mengajarkan atau membuka kelas. Sedangkan facilitator sudah bisa membuka kelas dan mengajarkan teknik Bars, dan sertifikatnya pun sudah pasti berbeda.

Ayu dan para peserta Access Bars Class
Jujur saja setelah di terapi secara verbal dan non verbal oleh Ayu saya merasa nyaman. Ayu bilang sih saya ini orangnya panikan, suka mem-pick up pikiran dan masalah orang. Buang semua itu dan lepaskan, karena itu bukan bagian kita. Semua kembali pada diri kita mau melepaskan pikiran dan energi negatif atau tidak. You choose!







Share
Tweet
Pin
Share
71 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (8)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ▼  August 2026 (2)
      • Sampah Bernilai Ekonomi: Cara Bank Sampah Induk Be...
      • Cara Membangun Personal Presence yang Membuat Oran...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates