Pages

  • Home

travel beauty

Philips Smart LED Connected by WiZ
Philips Smart LED Connected by WiZ, Lampu Pintar Sohibnya Content Creator

Pernah membayangkan hidup tanpa cahaya lampu listrik? Teman-teman pernah merasakan menggunakan cahaya dari lampu menggunakan bahan bakar minyak tanah atau lampu semprong zaman dulu? Kalau pernah berarti kita seangkatan hehe! Sebenarnya saya ngerasain hidup tanpa lampu listrik saat ke rumah nenek di kampung halaman Ayah yang penerangan rumahnya hanya mengandalkan lampu teplok. Listrik belum masuk desa saat itu. Jadi semua warga kampung mengandalkan penerangan menggunakan lampu semprong atau lampu petromak berbahan bakar spritus. 


Kalau liburan ke tempat nenek setiap habis sholat Maghrib kami para cucu wajib baca Alquran dengan penerangan seadanya. Setelah selesai baca Alquran kami main di teras ditemani kunang-kunang di atas pohon cermai, by the way sekarang nemu kunang-kunang susah banget yaaa. Meski masih kecil, saya selalu membayangkan seandainya rumah nenek sudah ada lampu listrik pasti suasananya beda dan nggak berasa sepi. Bisa nonton atau baca buku dengan leluasa tanpa sakit mata karena pencahayaan yang kurang. Hanya selang waktu beberapa bulan saja Alhamdulillah listrik masuk ke daerah nenek. Semua warga kampung menyambut dengan riang, termasuk kami para cucu nenek.


Sekarang zaman semakin maju, teknologi semakin canggih. Lampu untuk penerangan semakin banyak jenisnya malah disesuaikan dengan kebutuhan ruangan. Ngomongin kemajuan teknologi nih ya, dulu aja saya nggak pernah membayangkan bisa jadi content creator seperti yang saya lakoni sekarang ini. Bahkan istilah content creator aja beberapa tahun lalu belum ada. 


Siapa yang bisa tau apa yang akan muncul beberapa tahun ke depan? Nggak ada yang bisa prediksi ya kan? Seperti saat ini kita dihadapkan dengan teknologi digital, semua orang mau nggak mau suka nggak suka nyemplung ke dunia digital karena beberapa aktivitas dalam kehidupan sebagian besar terhubung dengan sistem digital. Nah, begitu juga dengan pencahayaan atau lampu yang juga semakin canggih karena lampu juga semakin smart. Sebagai seorang content creator saya happy banget dengan kehadiran lampu pintar alias smart lighting.



Philips Smart LED Connected by WiZ, Lampu Pintar Terkoneksi Internet

Philips Smart LED Connected by WiZ
Philips Smart LED Terkoneksi ke Internet

Ini dia guys yang saya bilang tadi kalau sekarang teknologi semakin canggih, lampu juga memakai teknologi yang menjadikannya lampu pintar yang bisa kita atur menggunakan aplikasi dan terhubung dengan internet. Yups, Philips Smart LED Connected by WiZ. Siapa yang nggak kenal lampu dengan merek Philips? Semua orang pasti udah pada tau dengan merek lampu yang satu ini. Bahkan setiap mau beli bohlam pasti milihnya Philips karena terkenal awet nggak cepat putus. Bahkan Ayah saya tuh paling rajin setiap beli bohlam suka dicatat tanggal pasang lampunya biar ketauan awetnya lampu bisa bertahan berapa lama. Kini lampu Philips semakin canggih dengan teknologi lampu pintar.


Lampu Philips Smart LED Connected by WiZ ini lampu pintar yang terkoneksi ke internet dan punya 3 keunggulan utama. Lampunya bisa kita kontrol sesuka kita, sesuai suasana yang kita mau. Lampu juga mudah di pairing dengan aplikasi WiZ. Keren yaaa karena Philips memang ahlinya di lampu pintar. 


Sebelum lampu pintar Philips digunakan, kita harus instal aplikasi WiZ di Google Play atau App Store terlebih dahulu. WiZ merupakan platform IoT untuk solusi pencahayaan pintar dan layanan pintar. Dengan WiZ inilah kita dengan mudah mengontrol semua lampu di ruangan manapun melalui Wi-Fi dan dari jarak jauh melalui cloud.

Aplikasi WiZ
Aplikasi WiZ

Philips Indonesia membuat produk lampu Philips Smart LED Connected by Wiz sehingga lampu ini bisa dengan mudah diredupkan, diatur dan diubah warna cahayanya melalui aplikasi WiZ. Cara setting Philips Smart LED Connected by WiZ ini juga mudah, untuk mengubah-ubah nya kita nggak memerlukan perangkat tambahan atau sakelar. Cukup mainkan jemari pada aplikasi WiZ saja. Bisa sambil duduk nyantai, apalagi kalau lagi males-malesan nggak repot-repot menghidupkan dan mematikan lampu dengan sakelar. 



Varian Produk Philips Smart LED Connected by Wiz 

Lampu Philips Smart LED Connected by Wiz tersedia dalam varian yang lengkap sesuai dengan kebutuhan kita. Berikut varian-variannya:

  • Bulb, Tunable white & Color ambiance, semua watt 
  • Downlight, Tunable white & Color ambiance, semua watt 
  • Philips Smart LED Connected by WiZ art LED Light Strip Decorative (ceiling, portable hero, squire, mobile portable and linear)
  • Accessories (remote control, motion sensor and smart plug)
Nah, dari beberapa varian di atas teman-teman pasti sudah bisa memilih varian mana yang paling sesuai dengan kebutuhan. 


Content Creator Wajib Punya Nih Philips Smart LED Connected by WiZ

Lampu Pintar Philips Warnanya Bisa Diganti-ganti Sesuai Mood

Sebagai seorang content creator yang namanya mood penting banget. Untuk terciptanya mood agar dapat ide untuk membuat konten gampang-gampang susah. Makanya suasana di sekitar ruang kerja harus mendukung. Mulai dari kebersihan, kerapihan, aroma yang bikin nyaman, warna ornamen atau hiasan dinding, juga pencahayaan. Cahaya lampu juga bisa meningkatkan mood lho! Kalau cahaya kurang apalagi warna dinding gelap yang ada jadi suram nggak bakalan menciptakan mood. Apalagi kalau lagi bikin konten foto atau video, yang namanya pencahayaan wajib mendukung. 


Lampu Philips Smart LED Connected by WiZ  dengan ragam cahaya yang dihasilkan bisa meningkatkan produktivitas kerja, dan bikin semangat menciptakan konten. Warna lampu bisa disesuaikan dengan kebutuhan, misal buat foto atau video atau pilih warna lampu yang dapat meningkatkan mood menulis. Kalau mata lelah bisa tidur sebentar dengan memilih warna lampu yang bisa bikin tidur serasa lagi staycation di hotel. 


Content Creator yang kerjanya bisa dari mana aja termasuk dari rumah, aktivitasnya juga kayak pekerja kantoran. Sesekali meeting dengan klien atau brand, mengikuti webinar atau workshop dengan waktu yang fleksibel. Makanya lampu pintar Philips WiZ  cocok banget menemani saya bekerja di rumah. Saya bisa menyesuaikan warna lampu kalau lagi meeting online baik di pagi, siang, atau malam hari. Lampu Philips Smart LED Connected by WiZ, smart lighting untuk hidup lebih mudah dan nyaman. 


Smartizen, Yuk Beralih ke lampu pintar/smart lighting! Kalian bisa beli lampu Philips Smart LED Connected by WiZ di Official Store di Tokopedia  yaa.. 






Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Kampanye Terangi Masa Depan

Selasa 3 Oktober 2017 saya mengikuti Peluncuran Kampanye Terangi Masa Depan Periode 2017-2018 sekaligus talk show Peran Kemitraan dalam Mendukung Kelanjutan Pendidikan Anak Putus Sekolah di Resto Avec Moi, Jakarta. Acara kampanye Terangi Masa Depan ini merupakan program Philips Lighting bersama dengan UNICEF Indonesia yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di tahun 2016-2017. Salah satu daerah yang menjadi Kampanye Terangi Masa Depan tahun lalu adalah di Mamuju, Sulawesi Barat. Sekarang kampanye ini kembali diselenggarakan dan akan selesai pada tahun 2018.

Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia mengatakan Philips Lighting Indonesia sebagai brand yang menguasai bidang pencahayaan, selain memberikan teknologi pencahayaan yang lebih baik juga ingin berkontribusi di bidang pendidikan untuk menciptakan kehidupan yang lebih terang dan lebih baik. Philips Lighting ingin membantu anak-anak Indonesia yang tidak sekolah dan yang putus sekolah untuk dapat kembali sekolah karena memang pendidikan sangat penting untuk masa depan yang lebih baik bagi mereka. Tantangan pendidikan yang dihadapi anak-anak Indonesia adalah tanggungjawab kita semua, dan hanya dengan bekerjasama kita dapat membuat perubahan. Untuk itu pada kesempatan ini Philips Lighting sekaligus mengumumkan komitmennya untuk melanjutkan kemitraannya dengan UNICEF dalam mendukung pendidikan bagi anak-anak Indonesia.

Country Leader Philips Lighting Indonesia
Rami Hajjar

Deputy Representative UNICEF Indonesia
Lauren Rumble
Pada acara kampanye ini juga hadir Lauren Rumble, Deputy Representative UNICEF Indonesia yang sangat mengharapkan perhatian seluruh lapisan masyarakat untuk turut membantu anak-anak Indonesia yang putus sekolah agar kembali bersekolah. Dukungan Philips Lighting Indonesia untuk membantu anak-anak untuk kembali sekolah akan membantu UNICEF menyediakan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak, yang nantinya akan meningkatkan peluang mereka untuk lepas dari kemiskinan, memperoleh pekerjaan, dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat di masa depan. Lauren juga mengatakan bahwa sektor swasta dapat membuat perubahan nyata dalam kehidupan anak-anak putus sekolah ini.



Peran Kemitraan Untuk Mendukung Anak Putus Sekolah

Pendidikan adalah bidang yang menjadi sorotan dan menjadi perhatian semua orang. Meskipun pemerintah telah mencanangkan wajib belajar 9 tahun bagi anak-anak Indonesia tapi ternyata masih terdapat lebih dari 4,6 juta anak Indonesia yang seharusnya bersekolah tapi tidak memiliki kesempatan. Ibu Suhaeni Kudus, Education Specialist UNICEF Indoensia mengatakan saat ini angka partisipasi anak untuk sekolah relatif bagus dan meningkat dari waktu ke waktu. Tetapi Indonesia adalah negara yang penduduknya sangat besar, kita adalah sistem pendidikan ke 4 terbesar di dunia dan populasi anak usia sekolah ada 56 juta orang. Oleh karena itu meskipun yang tidak sekolah itu hanya kurang dari 10 persen, itu mewakili jumlah yang besar yakni 4,6 juta anak Indonesia. Dan menjadi fokus utama UNICEF Indonesia adalah equity. Yakni anak-anak Indonesia bisa mendapatkan akses yang sama untuk mendapatkan pendidikan.

Rami Hajjar dan Lauren Rumble menandatangani komitmen kemitraan Kampanye Terangi Masa Depan
Perwakilan Philips Lighting Indonesia dan UNICEF menandatangani komitmen kemitraan 

Yang menjadi kendala paling besar yang dihadapi UNICEF Indonesia mengenai isue anak tidak sekolah masih banyak pemerintah daerah kita yang belum begitu aware tentang keseriusan permasalahan anak tidak sekolah. Mereka tidak aware karena mereka tidak tahu datanya dan tidak tahu keseriusan masalah ini. Inilah yang membuat UNICEF Indonesia ingin membantu pemerintah daerah untuk melek terhadap isue anak tidak sekolah dan membantu mereka untuk membuat perencanaan yang baik sehingga isue terkait anak tidak sekolah di Indonesia dapat tertangani dengan baik dan juga bagaimana program atau pendekatan seperti yang dilakukan UNICEF Indonesia dapat berjalan.

Tantangan lainnya adalah persepsi orangtua anak putus sekolah itu sendiri. Orangtua banyak sekali yan belum melihat bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang buat anak-anak mereka. Dari segi anak-anak sendiri, karena sudah tidak sekolah selama beberapa tahun mereka sudah tidak memiliki motivasi yang cukup kuat untuk kembali sekolah. Ini butuh usaha ekstra untuk meyakinkan mereka bahwa sekolah itu sangat penting. Kemudian ketika kita mengembalikan anak-anak untuk sekolah pekerjaan rumah kita nggak sampai disitu saja. Kita perlu memastikan bahwa anak-anak ini benar-benar bersekolah. Karena meski kembali ke sekolah sebagian dari kelompok anak-anak ini masih rentan untuk tidak sekolah. Sehingga butuh upaya lagi agar mereka tetap sekolah misal transportasi yang mendukung untuk anak-anak ini untuk tetap sekolah. 

narasumber saat talkshow (kiri-kanan) : Ibu Suhaeni Kudus, Mr, Gregor Henneka, Mr. Lim Sau Hong, Bapak Bukik Setiawan.

Bukik Setiawan, selaku Praktisi Pendidikan memaparkan apa kerugian anak-anak putus sekolah. Kerugian ini sayangnya tidak langsung dilihat orang tua. Ada orang tua yang berfikiran meski tidak sekolah anak mereka bisa cari uang dengan cara mencari ikan atau mencari uang di jalanan. Kita perlu membantu para orangtua anak putus sekolah untuk melihat efek-efek yang besar karena tidak sekolah termasuk efek jangka panjang. Pendidikan itu selalu multi dimensi. Ada aspek, ada akses, ada kualitas, dan ada stake holder. Tidak hanya soal masuk sekolah tapi juga kualitas gizi. Kebanyakan anak-anak Indonesia di sekolah sudah ketinggalan karena gizi buruk. Oleh karena itu tidak hanya cukup pemerintah tapi juga support masyarakat, media, dan instansi lain seperti kemitraan yang dilakukan oleh Philips Lighting Indonesia dan UNICEF. Kita membutuhkan organisasi dan perusahaan untuk turut membantu anak-anak Indonesia yang putus sekolah.


Philips LED Beli 3 Gratis 1

Seperti apa kira-kira bantuan yang bisa kita berikan? Kampanye Terangi Masa Depan mengharapkan konsumen untuk membeli paket khusus Philips LED 'Beli 3 Gratis 1' yang berlogo UNICEF. Generasi baru bohlam LED Philips ini memberikan pencahayaan yang nyaman di mata. Konsumen bisa menikmati lampu LED berkualitas tinggi yang tidak berkedip, tidak silau dan sebaran cahaya nya lebih merata. Selain itu lampu LED Philips juga membantu mengurangi stress pada mata terutama bagi para siswa yang harus belajar untuk jangka waktu yang lebih lama. 

Hasil penjualan paket khusus Philips LED tersebut nantinya akan diserahkan Philips Lighting kepada UNICEF. Nantinya dengan dana ini yang pertama kali dilakukan oleh UNICEF adalah melakukan pemetaan situasi dan melakukan pendataan anak-anak putus sekolah di pelosok. Tujuannya agar UNICEF tahu betul dimana dan siapa saja anak-anak putus sekolah di daerah tersebut. Kemudian memberikan data tersebut kepada pemerintah daerah. Dan apa yang akan dilakukan untuk anak-anak tersebut, terutama perencanaan pendidikannya berbasis data yang sudah diperoleh, sehingga penyelenggaraan dan pengembangan program betul-betul dioptimalkan untuk membantu anak-anak yang tidak bersekolah agar punya akses pendidikan. Harapannya bisa pendidikan formal, tapi kalau tidak bisa setidaknya mereka mendapatkan pendidikan informal. UNICEF juga melakukan kampanye pendidikan di masyarakat sehingga inovasi-inovasi atau inisiatif untuk penanggulangan anak tidak sekolah itu tidak hanya melulu harus ditangani pemerintah, tapi masyarakat sebenarnya bisa berbuat dan mereka punya kekuatan itu. 




Program ini bukan program orangtua asuh dan bukan program beasiswa, dana yang disisihkan bukan langsung kepada penerima atau para siswa, tetapi lebih kepada untuk mendanai upaya atau gerakan kembali ke sekolah yang diadakan UNICEF melalui advokasi-advokasi di level pemerintah maupun di level masyarakat setempat. Jadi ini bukang uang yang langsung diberikan begitu saja kepada penerima bantuan. Yuk Dukung Kemitraan Philips Lighting Indonesia dan UNICEF Melalui Kampanye Terangi Masa Depan.








Share
Tweet
Pin
Share
8 Comments

Pernah ngerasain rumah gelap tanpa lampu seharian? Saya pernah. Di Sumatera Utara di kampung halaman saya tepatnya di Pangkalan Berandan sering banget mati listrik, 6 jam mati kemudian hidup 30 menit dan mati lagi berjam-jam. Jangan ditanya gimana kesalnya, ibu saya yang  baru saja masak nasi akhirnya buru-buru memindahkan nasi yang baru setengah matang ke kompor untuk dimasak lagi. Batu es di kulkas mencair, bahan makanan mentah yang sedianya disimpan di kulkas biar awet malah jadi rusak. Dan mati listrik ini sering banget terjadi kampung saya. 


Bayangkan gimana nasib saudara-saudara kita di pedalaman yang nggak punya pasokan listrik dan tanpa penerangan yang layak. Saya saja kalau mati listrik kelimpungan, aktivitas jadi terhenti seketika ditambah lagi kalau hp, laptop, belum di cas semua, komplit deh serasa di pedalaman. Mereka yang tinggal di pedalaman sudah pasti aktivitasnya jadi terbatas karena nggak ada penerangan. Malam hari saat anak-anak ingin belajar atau mengaji dengan pencahayaan yang kurang pasti mengganggu. Untung ada Philips! Ini bukan iklan. Memang untung banget ada Philips karena melalui program CSR nya memberikan sistem pencahayaan LED tenaga surya untuk menerangi lebih banyak desa terpencil di seluruh Indonesia melalui program Kampung Terang Hemat Energi (KTHE).



Program Kampung Terang Hemat Energi (KTHE) sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2015 di sembilan desa yang tersebar di 3 kabupaten di Sulawesi Selatan. Program KTHE akan menyediakan penerangan untuk rumahdan fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah dan jalan umum di beberapa desa di wilayah Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku. Rami Hajjar selaku Country Leader Philips Lighting Indonesia mengatakan Philips sangat senang bisa membantu lebih banyak masyarakat dalam hal penerangan dan tidak ada kesenjangan antara kota dan wilayah pedesaan melalu program Kampung Terang Hemat Energi.  Philips Lighting berkomitmen untuk menciptakan kehidupan yang lebih terang untuk dunia yang lebih baik, termasuk kehidupan masyarakat di desa-desa terpencil di seluruh negeri.

Tomohiro Hamakawa, Chief Strategy Officer Kopernik yang merupakan mitra Philips Lighting Indonesia dalam melaksanakan program CSR Kampung Terang Hemat Energi, menjelaskan lebih lanjut mengenai proses pelaksanaan program Kampung Terang Hemat Energi akan memberikan paket pencahayaan LED tenaga surya Philips yang inovatif kepada setiap desa terpilih, yang terdiri dari Solar Indoor Lighting  System lengkap dengan panel surya, Philips Life Light yang 10 kali lebih terang dari lampu minyak tanah dan Solar LED Road Light untuk menerangi jalan-jalan di desa pada malam hari. Tahun ini program akan menjangkau enam desa di Sumatera Utara.  Rami Hajjar juga memaparkan bahwa perusahaan tidak melihat besarnya program ini dari jumlah investasi yang diberikan oleh Philips Lighting Indonesia, melainkan dampak positif yang dapat diberikan perusahaan kepada masyarakat Indonesia, terutama di daerah terpencil yang belum teraliri listrik.


Lea K. Indra, selaku Integrated Communications Manager Philips Lighting Indonesia, menjelaskan mengenai program CSR Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018 Philips Lighting Indonesia yang mengusung tema “Membawa Pencahayaan Hingga ke Pelosok Indonesia”. Sesuai temanya, program ini memperluas jangkauannya hingga ke 25 desa di empat daerah: Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku, dan diharapkan akan menciptakan lebih dari 2.800 titik lampu baru yang berarti hampir sepuluh kali lebih banyak dari jumlah titik lampu yang diciptakan semula di Sulawesi Selatan.


Sejak penemuan pencahayaan tenaga surya, Philips fokus menyediakan pencahayaan di dalam dan di luar ruang dengan mengandalkan energi terbaru dan alami seperti sinar matahri. Khusus di negara tropis memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber pencahayaan. Pencahayaan LED tenaga surya Philips memiliki konsumsi daya yang sangat rendah dan mudah untuk dipasang. Program Kampung Terang Hemat Energi merupakan bukti komitmen Philips dalam mewujudkan pencahayaan lebih dari sekadar penerangan bagi masyarakat yang kurang beruntung.



Share
Tweet
Pin
Share
5 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (9)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ▼  September 2026 (1)
      • Kucing Lahap Makan Belum Tentu Sehat! Ini 7 Tanda ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates