Yuk Dukung Kemitraan Philips Lighting Indonesia dan UNICEF Melalui Kampanye Terangi Masa Depan

S elasa 3 Oktober 2017 saya mengikuti Peluncuran Kampanye Terangi Masa Depan Periode 2017-2018 sekaligus talk show Peran Kemitraan dal...

Kampanye Terangi Masa Depan

Selasa 3 Oktober 2017 saya mengikuti Peluncuran Kampanye Terangi Masa Depan Periode 2017-2018 sekaligus talk show Peran Kemitraan dalam Mendukung Kelanjutan Pendidikan Anak Putus Sekolah di Resto Avec Moi, Jakarta. Acara kampanye Terangi Masa Depan ini merupakan program Philips Lighting bersama dengan UNICEF Indonesia yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di tahun 2016-2017. Salah satu daerah yang menjadi Kampanye Terangi Masa Depan tahun lalu adalah di Mamuju, Sulawesi Barat. Sekarang kampanye ini kembali diselenggarakan dan akan selesai pada tahun 2018.

Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia mengatakan Philips Lighting Indonesia sebagai brand yang menguasai bidang pencahayaan, selain memberikan teknologi pencahayaan yang lebih baik juga ingin berkontribusi di bidang pendidikan untuk menciptakan kehidupan yang lebih terang dan lebih baik. Philips Lighting ingin membantu anak-anak Indonesia yang tidak sekolah dan yang putus sekolah untuk dapat kembali sekolah karena memang pendidikan sangat penting untuk masa depan yang lebih baik bagi mereka. Tantangan pendidikan yang dihadapi anak-anak Indonesia adalah tanggungjawab kita semua, dan hanya dengan bekerjasama kita dapat membuat perubahan. Untuk itu pada kesempatan ini Philips Lighting sekaligus mengumumkan komitmennya untuk melanjutkan kemitraannya dengan UNICEF dalam mendukung pendidikan bagi anak-anak Indonesia.

Country Leader Philips Lighting Indonesia
Rami Hajjar

Deputy Representative UNICEF Indonesia
Lauren Rumble
Pada acara kampanye ini juga hadir Lauren Rumble, Deputy Representative UNICEF Indonesia yang sangat mengharapkan perhatian seluruh lapisan masyarakat untuk turut membantu anak-anak Indonesia yang putus sekolah agar kembali bersekolah. Dukungan Philips Lighting Indonesia untuk membantu anak-anak untuk kembali sekolah akan membantu UNICEF menyediakan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak, yang nantinya akan meningkatkan peluang mereka untuk lepas dari kemiskinan, memperoleh pekerjaan, dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat di masa depan. Lauren juga mengatakan bahwa sektor swasta dapat membuat perubahan nyata dalam kehidupan anak-anak putus sekolah ini.



Peran Kemitraan Untuk Mendukung Anak Putus Sekolah

Pendidikan adalah bidang yang menjadi sorotan dan menjadi perhatian semua orang. Meskipun pemerintah telah mencanangkan wajib belajar 9 tahun bagi anak-anak Indonesia tapi ternyata masih terdapat lebih dari 4,6 juta anak Indonesia yang seharusnya bersekolah tapi tidak memiliki kesempatan. Ibu Suhaeni Kudus, Education Specialist UNICEF Indoensia mengatakan saat ini angka partisipasi anak untuk sekolah relatif bagus dan meningkat dari waktu ke waktu. Tetapi Indonesia adalah negara yang penduduknya sangat besar, kita adalah sistem pendidikan ke 4 terbesar di dunia dan populasi anak usia sekolah ada 56 juta orang. Oleh karena itu meskipun yang tidak sekolah itu hanya kurang dari 10 persen, itu mewakili jumlah yang besar yakni 4,6 juta anak Indonesia. Dan menjadi fokus utama UNICEF Indonesia adalah equity. Yakni anak-anak Indonesia bisa mendapatkan akses yang sama untuk mendapatkan pendidikan.

Rami Hajjar dan Lauren Rumble menandatangani komitmen kemitraan Kampanye Terangi Masa Depan
Perwakilan Philips Lighting Indonesia dan UNICEF menandatangani komitmen kemitraan 

Yang menjadi kendala paling besar yang dihadapi UNICEF Indonesia mengenai isue anak tidak sekolah masih banyak pemerintah daerah kita yang belum begitu aware tentang keseriusan permasalahan anak tidak sekolah. Mereka tidak aware karena mereka tidak tahu datanya dan tidak tahu keseriusan masalah ini. Inilah yang membuat UNICEF Indonesia ingin membantu pemerintah daerah untuk melek terhadap isue anak tidak sekolah dan membantu mereka untuk membuat perencanaan yang baik sehingga isue terkait anak tidak sekolah di Indonesia dapat tertangani dengan baik dan juga bagaimana program atau pendekatan seperti yang dilakukan UNICEF Indonesia dapat berjalan.

Tantangan lainnya adalah persepsi orangtua anak putus sekolah itu sendiri. Orangtua banyak sekali yan belum melihat bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang buat anak-anak mereka. Dari segi anak-anak sendiri, karena sudah tidak sekolah selama beberapa tahun mereka sudah tidak memiliki motivasi yang cukup kuat untuk kembali sekolah. Ini butuh usaha ekstra untuk meyakinkan mereka bahwa sekolah itu sangat penting. Kemudian ketika kita mengembalikan anak-anak untuk sekolah pekerjaan rumah kita nggak sampai disitu saja. Kita perlu memastikan bahwa anak-anak ini benar-benar bersekolah. Karena meski kembali ke sekolah sebagian dari kelompok anak-anak ini masih rentan untuk tidak sekolah. Sehingga butuh upaya lagi agar mereka tetap sekolah misal transportasi yang mendukung untuk anak-anak ini untuk tetap sekolah. 

narasumber saat talkshow (kiri-kanan) : Ibu Suhaeni Kudus, Mr, Gregor Henneka, Mr. Lim Sau Hong, Bapak Bukik Setiawan.

Bukik Setiawan, selaku Praktisi Pendidikan memaparkan apa kerugian anak-anak putus sekolah. Kerugian ini sayangnya tidak langsung dilihat orang tua. Ada orang tua yang berfikiran meski tidak sekolah anak mereka bisa cari uang dengan cara mencari ikan atau mencari uang di jalanan. Kita perlu membantu para orangtua anak putus sekolah untuk melihat efek-efek yang besar karena tidak sekolah termasuk efek jangka panjang. Pendidikan itu selalu multi dimensi. Ada aspek, ada akses, ada kualitas, dan ada stake holder. Tidak hanya soal masuk sekolah tapi juga kualitas gizi. Kebanyakan anak-anak Indonesia di sekolah sudah ketinggalan karena gizi buruk. Oleh karena itu tidak hanya cukup pemerintah tapi juga support masyarakat, media, dan instansi lain seperti kemitraan yang dilakukan oleh Philips Lighting Indonesia dan UNICEF. Kita membutuhkan organisasi dan perusahaan untuk turut membantu anak-anak Indonesia yang putus sekolah.


Philips LED Beli 3 Gratis 1

Seperti apa kira-kira bantuan yang bisa kita berikan? Kampanye Terangi Masa Depan mengharapkan konsumen untuk membeli paket khusus Philips LED 'Beli 3 Gratis 1' yang berlogo UNICEF. Generasi baru bohlam LED Philips ini memberikan pencahayaan yang nyaman di mata. Konsumen bisa menikmati lampu LED berkualitas tinggi yang tidak berkedip, tidak silau dan sebaran cahaya nya lebih merata. Selain itu lampu LED Philips juga membantu mengurangi stress pada mata terutama bagi para siswa yang harus belajar untuk jangka waktu yang lebih lama. 

Hasil penjualan paket khusus Philips LED tersebut nantinya akan diserahkan Philips Lighting kepada UNICEF. Nantinya dengan dana ini yang pertama kali dilakukan oleh UNICEF adalah melakukan pemetaan situasi dan melakukan pendataan anak-anak putus sekolah di pelosok. Tujuannya agar UNICEF tahu betul dimana dan siapa saja anak-anak putus sekolah di daerah tersebut. Kemudian memberikan data tersebut kepada pemerintah daerah. Dan apa yang akan dilakukan untuk anak-anak tersebut, terutama perencanaan pendidikannya berbasis data yang sudah diperoleh, sehingga penyelenggaraan dan pengembangan program betul-betul dioptimalkan untuk membantu anak-anak yang tidak bersekolah agar punya akses pendidikan. Harapannya bisa pendidikan formal, tapi kalau tidak bisa setidaknya mereka mendapatkan pendidikan informal. UNICEF juga melakukan kampanye pendidikan di masyarakat sehingga inovasi-inovasi atau inisiatif untuk penanggulangan anak tidak sekolah itu tidak hanya melulu harus ditangani pemerintah, tapi masyarakat sebenarnya bisa berbuat dan mereka punya kekuatan itu. 




Program ini bukan program orangtua asuh dan bukan program beasiswa, dana yang disisihkan bukan langsung kepada penerima atau para siswa, tetapi lebih kepada untuk mendanai upaya atau gerakan kembali ke sekolah yang diadakan UNICEF melalui advokasi-advokasi di level pemerintah maupun di level masyarakat setempat. Jadi ini bukang uang yang langsung diberikan begitu saja kepada penerima bantuan. Yuk Dukung Kemitraan Philips Lighting Indonesia dan UNICEF Melalui Kampanye Terangi Masa Depan.








You Might Also Like

3 comments

  1. Kampanye ini bisa diikuti oleh semua masyarakat ya Mba Tuty hanya dengan beli lampu Philips LED 3 gratis 1 kita sudah bisa membantu anak-anak untuk bersekolah lagi. Semoga banyak masyarakat yang ikut kampanye ini ya, mudah-mudahan. Aamiin...

    ReplyDelete
  2. Program mulia Philips, perlu didukung semua pihak. Selain konsumen untung, sekaligus membantu anak anak melanjutkan sekolahnya

    ReplyDelete
  3. Ternyata philips concern sekali sama pendidikan anak-anak Indonesia ya.. Semoga semakin banyak yang mendukung program kemitraan Philips ini, hingga makin banyak anak-anak Indonesia yang kembali bersekolah.. ^^

    ReplyDelete