Pages

  • Home

travel beauty

Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Asuransi Syariah 

Membahas asuransi sudah seharusnya secara continue agar literasi mengenai asuransi semakin mudah dipahami oleh masyarakat. Secara garis besar asuransi terbagi menjadi dua, yakni asuransi konvensional dan asuransi syariah. Yang membedakan keduanya cukup sederhana. Asuransi syariah berdasar pada prinsip syariah dalam tuntunan Islam dimana prinsipnya lebih kepada usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara para peserta. Sedangkan asuransi konvensional tidak berdasar tuntunan syariah Islam atau bisa dibilang asuransi ini lebih menggunakan prinsip risk transfer dimana perusahaan asuransi bertanggung jawab penuh atas risiko nasabah. 

Menurut Fatwa DSN -MUI No 21/DSN-MUI/X/2001 Asuransi Syariah merupakan sebuah usaha untuk saling melindungi dan saling tolong-menolong di antara sejumlah orang dimana hal ini dilakukan melalui investasi dalam bentuk aset (tabarru’) yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

Asuransi mana yang terbaik? Tentu saja kembali kepada masing-masing individu. Karena pada dasarnya tidak ada paksaan untuk setiap orang menentukan pilihannya sendiri, pastinya tergantung kepada asuransi apa yang paling dibutuhkan dan paling cocok manfaatnya untuk diri sendiri maupun keluarga. Seperti halnya saat ingin memilih pakaian mana yang akan digunakan ketika membuka lemari pakaian. 

Jujurly, saat ini orang-orang mulai mengikuti trend ekonomi syariah dan edukasi ekonomi syariah lagi gencar-gencarnya dibagikan. Karena masih banyak yang gagal paham mengenai asuransi syariah padahal sistem asuransi syariah sangat bermanfaat untuk para nasabah. Bagaimana dengan asuransi syariah yang gagal dan tidak berlanjut? Kebanyakan dari kegagalan itu terletak pada nasabah yang tidak amanah seperti aturan syariat yang sebenarnya. Semua bisa menjadi berakhir dengan kerugian ketika nasabahnya tidak memiliki integritas. Ya, bagaimanapun yang menjadi dasar paling fundamental sebagai nasabah atau peserta asuransi syariah adalah sikap dan perilaku yang terpercaya. 

Asuransi syariah bisa sangat bertumbuh seiring bertumbuhnya nilai-nilai syariat yang menjadi panduan jalan hidup seorang muslim maupun non muslim. Sikap nasabah yang sangat memahami aturan syariah dalam asuransi sangat memberi ketenangan. Integritas moral menjadi paling utama pertumbuhan kehidupan kita menjadi lebih baik. Biar lebih mudah memahami mengenai Asuransi Syariah simak yuk poin-poin di bawah.

Apa Saja Yang Perlu Kamu Tahu Mengenai Asuransi Syariah

Asuransi Syariah Memiliki Prinsip Takaful

Asuransi syariah menerapkan suatu sistem dimana para nasabah atau pesertanya akan menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi yang akan digunakan untuk membayar klaim jika ada peserta lain yang mengalami musibah. Prinsip ini disebut dengan prinsip takaful (membantu sesama). Yang menjadi tujuan utama sistem asuransi syariah bukan untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya seperti asuransi konvensional. Asuransi syariah memiliki tujuan meningkatkan kesejahteraan melalui cara mengemban misi ibadah, aqidah, iqtisadi, dan keimanan.

Asuransi Syariah Memiliki Konsep Risk Sharing

Prinsip syariah mendorong pembagian risiko dan keuntungan secara adil antara pemegang polis dan perusahaan asuransi. Dimana pihak yang terkena risiko membagikan kerugian yang timbul kepada pihak-pihak lainnya yang telah bersepakat untuk saling tolong-menolong dengan mengumpulkan dana bersama. Disini peranan perusahaan asuransi hanyalah sebatas pengelolaan operasional dan investasi dari sejumlah dana yang diterima saja.

Asuransi Syariah Memiliki Konsep Risk Sharing 

Asuransi Syariah Melarang Bentuk Riba

Prinsip syariah melarang segala bentuk riba. Riba sendiri berpotensi terjadi pada akad/kontrak jual beli atau hutang piutang. Sedangkan Asuransi Syariah berdasarkan akad/kontrak hibah iuran tabarru'. Asuransi syariah tidak menggunakan sistem bunga, sehingga tidak menimbulkan unsur riba yang bertentangan dengan prinsip syariah.

Tidak Ada Dana Hangus dalam Asuransi Syariah 

Dalam Asuransi Syariah meskipun nasabah tidak mengajukan klaim selama masa perlindungan uang kontribusi yang telah disetor kan tidak akan hangus. Uang yang telah kita bayarkan tetap diakumulasikan dan menjadi milik nasabah. 

Asuransi Syariah Dikelola dengan Transparan

Dana asuransi syariah wajib dikelola dengan transparan dan jujur dalam hal kontribusi dan pembagian hasil investasi. Perusahaan asuransi maupun peserta harus saling terbuka dan tidak ada yang ditutupi, dengan demikian alokasi dana secara transparan dapat diketahui kedua oleh belah pihak.

Asuransi Syariah Dikelola dengan Transparan 

Well, itu tadi beberapa poin mengenai Asuransi Syariah agar kita semakin kenal dengan prinsip-prinsip Asuransi Syariah dan menjadi pertimbangan untuk memilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu sebelum memilih produk Asuransi Syariah sebaiknya cari tahu lebih banyak lagi mengenai ekonomi syariah. Saya sendiri sebagai panduan untuk menambah edukasi tentang ekonomi syariah sering berkunjung ke website shariaknowledgecentre.id sebuah platform online yang menyediakan berbagai informasi dan edukasi mengenai ekonomi syariah.

Semoga dengan memahami konsep Asuransi Syariah dan prinsip-prinsip nya semakin memantapkan pilihan kita. Yes, Sharia is my way. 







Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

di Bandara Soekarno Hatta, prepare mudik lebaran

Tau nggak apa yang paling ditunggu anak perantauan ketika sudah memasuki bulan Ramadan? Selain perbanyak ibadah buat tabungan amal, sebagai perantauan mudik lebaran paling dinantikan agar bisa merasakan momen lebaran bersama keluarga tercinta di kampung halaman. Banyak persiapan yang dilakukan diantaranya siapin budget buat mudik lebaran dan sesudah lebaran tentunya. Selain itu penting juga memproteksi diri dengan asuransi. Saya memilih Astra Life Syariah karena Manfaat Asuransi Syariah dari Astra Life #LengkapiCintadanKebaikan untuk Keluarga dan Sesama di Bulan Ramadan. Nah, ini sudah memasuki seminggu puasa Ramadan. Buat yang mau mudik, sudah persiapan apa aja nih?

Penuh syukur di bulan Ramadan tahun ini bertambah satu aktivitas yang mengharuskan saya untuk bekerja ke kantor yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal. Di usia saya yang sudah 40 tahunan ini, dengan jarak tempuh yang jauh dan turun naik transportasi yang berbeda agar sampai ke tempat tujuan rasanya cukup bikin kondisi tubuh kewalahan. Dalam kondisi berpuasa dengan iklim yang tak menentu, membuat saya harus benar-benar struggle dengan rutinitas ini. Kalau nggak pandai-pandai menjaga pola makan dan istirahat, sudah pasti jadi gampang jatuh sakit.

Maka itu penting sekali berasuransi karena kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi di depan. Seperti kata pepatah sedia payung sebelum hujan. Asuransi merupakan salah satu cara saya sebagai bentuk proteksi diri dan juga proteksi finansial. Sebagai seorang muslim memang agak ambigu dalam memilih asuransi. Untungnya ada asuransi Astra Life Syariah yang berazaskan syariat Islam sehingga asuransinya halal dan bebas dari riba.


Tentang Asuransi Syariah

Asuransi syariah adalah sebuah usaha untuk saling melindungi dan saling tolong menolong diantara para pemegang polis (peserta), yang dilakukan melalui pengumpulan dan pengelolaan dana tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan prinsip syariah. Kelebihan asuransi syariah yaitu menggunakan akad tolong-menolong dimana kita gak cuma menolong diri sendiri tapi juga menolong pemegang polis lainnya. 

 

Produk Astra Life Syariah

#AstraLifeSyariah hadir ingin memberikan perlindungan terbaik kepada para nasabah. Sesuai Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah, maka Astra Life Syariah memiliki 3 produk andalannya untuk ditawarkan kepada para nasabah. Ketiga produk ini yaitu Flexi Life Syariah, ASLI Asya Proteksi Syariah dan AVA iFamily Protection Syariah. Ketiga produk memiliki kualitas masing-masing yang disesuaikan dengan kebutuhan para nasabah.


AVA iFamily Protection Syariah Maksimalkan Perlindungan Diri dan Keluarga

Saya setuju banget dengan kutipan lirik lagu "harta yang paling berharga adalah keluarga". Sebagai bentuk #lovelife, berikan hal yang terbaik salah satunya dengan memiliki asuransi Astra Life Syariah yang memberikan ketentraman dalam keluarga. AVA iFamily Protection Syariah cocok banget buat keluarga muslim Indonesia. 

AVA iFamily Protection Syariah merupakan asuransi jiwa berjangka sesuai prinsip syariah. Asuransi jenis ini mencover perlindungan terhadap: 

-risiko meninggal dunia

-meninggal dunia akibat kecelakaan, 

-santunan dana kecelakaan 

-penggantian biaya rawat jalan darurat karena kecelakaan  

-santunan harian rawat inap dan rawat inap ICU

Selain itu, produk ini memberikan manfaat tambahan apabila peserta polis meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji, umrah serta mudik lebaran. Biaya kontribusi cukup terjangkau mulai dari Rp90.000,- per bulan. Ada diskon kontribusi 20% apabila menambahkan keluarga inti sebagai Peserta Tambahan Yang Diasuransikan dalam satu polis.

Pembelian asuransi ini bisa melalui cabang PermataBank terdekat https://www.astralife.co.id/produk-syariah-asuransi-dasar/ava-ifamily-protection-syariah/. Biar nggak bingung mengenai asuransi ini bisa terlebih dahulu mengunjungi web Astra Life Syariah sekalian cobain kalkulator konstribusi dan mengetahui manfaat dari Flexi Life Syariah. Bisa juga kunjungi dan ikuti halaman Instagram @astralifeid untuk informasi seputar asuransi Astra Life. 

Nah, saya sudah siap buat mudik. Bersama #Astralife temukan ketenangan hati saat mudik lebaran, #LengkapiCintadanKebaikan dengan produk perlindungan syariah. Kalau kalian bagaimana?





Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Hidup penuh dengan ketidakpastian, terlebih lagi pandemi yang saat ini masih menghantui membuat hidup semakin tidak pasti. Yang awalnya kita merasa nyaman dengan penghasilan yang mencukupi keluarga, tetapi tiba-tiba begitu pandemi menyerang kita semua jadi kena dampaknya. Sakit karena Covid-19, ditinggalkan oleh anggota keluarga, kemudian PHK, perusahaan bangkrut, dan masih banyak lagi kerugian-kerugian yang menghantam kita. Sedih? Pasti. Menyesal karena tidak punya perencanaan keuangan, tidak punya asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan investasi lainnya? Sebagian kita pasti baru merasakan pentingnya punya asuransi terutama asuransi jiwa dan asuransi kesehatan baik itu asuransi konvensional maupun asuransi syariah di tengah pandemi sekarang ini. 

Asuransi Syariah
Prudential Indonesia Blogger Gathering 2021

Perempuan, Keuangan dan Keluarga

Seberapa sering kita mendengar peranan perempuan terutama para ibu dalam mengatur keuangan keluarga? Saking seringnya, perempuan mendapat jabatan sebagai Menteri Keuangan dalam keluarga. Suami dan anak-anak kita di rumah sepenuhnya mempercayakan urusan keuangan pada istri atau ibunya. Minta duit ke ibu, minta pertimbangan beli ini dan itu pasti ke ibu karena yang mengatur belanja bulanan adalah ibu. Ya, peranan perempuan penting sekali untuk mewujudkan keuangan keluarga yang sehat. Jika keuangan keluarga sehat secara tidak langsung peran perempuan sangat membantu dalam mendorong perekonomian. 


Sayangnya indeks literasi keuangan perempuan persentasenya masing sangat rendah hanya 36,13%. Masih banyak para ibu yang bingung mengambil keputusan keuangan jangka panjang. Hmm..benar banget, saya bisa dibilang suka bingung untuk membuat keputusan keuangan jangka panjang apalagi sebagai freelancer pemasukan bulanan jumlahnya tidak tetap. Tapi saya terus belajar mengatur budget alias perencanaan keuangan agar keluarga saya punya dana darurat, punya investasi, dan yang paling penting asuransi.

Kenapa Asuransi Penting?

Asuransi merupakan salah satu upaya mempersiapkan sesuatu untuk menghadapi resiko yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Resiko bisa terjadi kepada siapapun tanpa terkecuali. Jadi asuransi memitigasi resiko, bila tiba-tiba terjadi resiko kita sudah siap karena sudah ada yang mem-back up. Menjalani resiko tidak bisa dihindari tetapi bisa diminimalisir, dengan asuransi kita bisa menikmati hidup tanpa worry. Meskipun kita memiliki penghasilan besar bukan berarti itu menjadi jaminan finansial karena resiko itu selalu ada.


Asuransi Syariah
Manfaat Asuransi

Bicara asuransi, saya senang sekali saya bisa mengikuti Prudential Indonesia Blogger Gathering 2021 bersama Prudential dan komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB) 26 Oktober 2021 lalu. Kegiatan gathering ini dilakukan secara online melalui webinar yang mengambil tema “Membangun Keluarga yang Tangguh Secara Finansial Melalui Asuransi” dengan menghadirkan narasumber Luskito Hambali - Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia,  Bondan Margono - Head of Sharia Strategic Development Prudential Indonesia, Aliyah Natasha - Financial Advisor, Lidya Fitrian - Blogger, dan di moderatori oleh Ketua KEB Elly Nurul.

Dalam sambutannya Pak Luskito Hambali mengatakan bahwa webinar ini diadakan sebagai perhelatan Bulan Inklusi Keuangan 2021, sekaligus memiliki tujuan mengedukasi para perempuan Indonesia mengenai pentingnya mengelola keuangan dan asuransi. Seperti paparan saya di atas kalau angka persentase literasi keuangan pada perempuan masih sangat rendah. Ya, masih banyak perempuan yang belum melek dengan pengelolaan keuangan. Harapan Pak Kiki melalui webinar bersama  Komunitas Emak Blogger ini bisa menjadi sambungan ilmu kepada perempuan-perempuan lain dengan men-share insight yang didapat mengenai pentinngnya pengelolaan keuangan jangka panjang untuk keluarga.

Asuransi Syariah
Luskito Hambali, Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia
 
Meski asuransi itu penting tetapi kita harus memilih asuransi yang tepat karena asuransi termasuk bagian dari financial planning. Mba Aliyah dalam presentasenya membagikan tips cara simple memulai asuransi:
  1. Know your budget. Perlu banget untuk cek budget sebelum kita memutuskan memilih asuransi, karena asuransi adalah komitmen yang harus dibayarkan bulanan atau annual. Kalau kita nggak tau budget dan ternyata diluar kemampuan kemudian nggak mampu membayar kita malah mengalami kerugian karena asuransi jadi putus kontrak.
  2. Know your needs. Cari tau produk asuransi dan produk pilhan mana yang diutamakan terlebih dahulu. Prioritaskan asuransi jiwa sebagai pengganti jika pencari rezeki meninggal, kemudian kalau masih ada budget bisa pilih asuransi kesehatan dan asuransi tambahan.
  3. Know your insurance company. Kenali dulu perusahaan asuransi yang dipilih. Karena memilih asuransi itu ibarat kita memilih jodoh, harus tau bibit, bobot, dan bebetnya. Bagaimana reputasi perusahaan asuransi tersebut.
  4. Why Sharia. Kenapa syariah? Karena asuransi ini sifatnya kekeluargaan, dilakukan secara gotong-royong dan memiliki surplus underwriting.
Mendengar paparan mba Aliyah saya tuh jadi termotivasi untuk lebih rajin mencatat pemasukan dan pengeluaran, membuat financial planning journey biar tau budget yang sesuai untuk memilih asuransi nantinya. Selain itu yang paling menohok adalah benerin habit karena perempuan lebih konsumtif, huhu benar bangeet!

Asuransi Syariah
Elly Nurul (kiri atas), Bondan Margono (kanan atas), Aliyah Natasha (kiri bawah), Lidya Fitrian (kanan bawah)

Jadi menurut mba Aliyah cara menabung yang baik itu ketika kita punya income tentukan berapa persentase yang ingin langsung ditabung. Karena biasanya setelah dimasukkan ke tabungan manusia punya instinct untuk survive. Yes, save first spending later!

Pilih Asuransi Konvensional atau Asuransi Syariah?

Apa yang membedakan asuransi konvensional dan syariah? Pak Bondan Margono menjelaskan adanya asuransi syariah karena asuransi konvensional tidak ada syarat-syarat resiko. Asuransi jiwa berbasis syariah diluncurkan tahun 2007 dengan tujuan meningkatkan akses kepada masyarakat Indonesia untuk memberikan perlindungan berbasis syariah.

Asuransi Syariah
Asuransi Syariah VS Konvensional

Asuransi syariah itu unik karena menjunjung syariah untuk semua bukan hanya untuk muslim saja, keadilan, transparansi dan saling melindungi. Tidak pandang agama dan mampu menjawab kebutuhan yang beragam. Selama pandemi awareness masyarakat akan kebutuhan produk asuransi semakin meningkat. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Prudential pada akhir tahun 2020 mendapatkan hasil bahwa 58% masyarakat Indonesia berminat memiliki asuransi syariah dan 44% diantaranya adalah kaum milenial. Alasannya karean nilai yang dipakai dalam asuransi syariah cukup relevan untuk semua golongan yakni tolong-menolong.

Dari perbedaan asuransi syariah dan konvensional di atas kita tinggal pertimbangkan kira-kira yang paling cocok yang mana. Apapun asuransi yang dipilih kembali lagi kepada kebutuhan. Seperti kata teman blogger saya Lidya Fitrian yang menjadi salah satu narasumber di Prudential Indonesia Blogger Gathering 2021, walau kita belum bisa merencanakan keuangan dengan baik tapi kita harus belajar. Karena tantangan dalam hidup suka ada kebutuhan mendesak atau kejadian tak terduga yang tidak kita inginkan, makanya kita perlu proteksi jangka panjang.

Kenapa Asuransi Syariah?

Saya dan suami berencana memilih asuransi jiwa syariah melihat nilai tolong-menolong yang ada di dalamnya. Tidak hanya itu asuransi syariah sifatnya universal relevan untuk semua agama. Makanya berkali-kali saya tulis kalau asuransi syariah itu unik, syariah disini bukan semata-mata untuk umat muslim.

Bagi teman-teman yang enggan berurusan dengan segala sesuatu yang nggak jelas, asuransi syariah ini recommended karena sesuai prinsip syariah asuransi syariah bebas dari ketidakjelasan. Selain itu adil karena semua peserta memiliki hak-hak yang sama, turut berkontribusi membayar premi dan mempunya tanggungjawab masing-masing. Pengelolaan keuangan di asuransi syariah sangat jelas jadi lebih transparan.

So, kira-kira sudah ada gambaran belum guys mau pilih asuransi yang mana. Nggak perlu terlalu terburu-buru tapi jangan terlalu lama juga ambil keputusan. Karena meskipun nggak ada batasan waktu untuk memiliki asuransi, perusahaan asuransi juga nggak setiap saat bisa approval kita sebagai nasabah asuransi. Sehat dan usia jadi pertimbangan.







Share
Tweet
Pin
Share
23 Comments

Di tengah pandemi seperti saat ini, orang-orang yang sudah melek literasi keuangan nggak bakal merasakan keterpurukan dalam hal financial. Karena selain memiliki dana darurat mereka juga memiliki asuransi jiwa, maupun asuransi kesehatan untuk melindungi keluarga. Istilah lainnya nggak bakal grusa-grusu dan mengeluh stres dengan kondisi ekonomi. Bayangkan disaat ekonomi lagi terpuruk kemudian anggota keluarga ada yang sakit sementara kita nggak punya asuransi. Ini bukan untuk menakut-nakuti tetapi yang namanya sakit nggak bisa kita hindari kalau sudah menghampiri. Biaya berobat terasa mahal kalau duit lagi nggak ada, belum lagi beberapa Rumah Sakit juga menaikkan tarif untuk pengobatan tertentu sejak pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia. Saat-saat seperti ini terkadang kita baru menyadari betapa pentingnya asuransi dan manfaat perlindungan dari asuransi .


Dalam ajaran Islam kita dianjurkan untuk mempersiapkan diri menghadapi segala cobaan atau musibah. "Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah" (QS Al-Taghaabun [64] 11).


Setiap orang harus memiliki impian untuk perencanaan di masa depan. Perlu disadari, satu detik dari sekarang pun sudah masa depan dan kita nggak akan tau apa yang akan terjadi. Tetapi yang namanya perencanaan harus kita susun sejak dini, termasuk memiliki asuransi. Berasuransi berarti menyiapkan proteksi untuk diri sendiri dan keluarga untuk kemungkinan terjadinya risiko di masa depan yang tak terduga. "Amit-amit ya jangan sampai deh". Begitu jawaban setiap orang kalau kita bahas musibah yang tak diduga datangnya. Tapi harus dipersiapkan kalau musibah menghampiri.


Ngomongin asuransi, teman-teman mungkin sudah tau kalau banyak produk asuransi. Baik itu asuransi konvensional atau yang berbasis syariah. Saat ini produk asuransi syariah semakin diminati. Masyarakat Indonesia khususnya, mulai banyak yang membutuhkan produk syariah untuk mendukung hijrah mereka atau Sharia Way. Bagi sebagian orang Sharia Way juga menjadi pilihan gaya hidup kekinian yang tetap mengikuti jalur syariah, termasuk memilih Asuransi Syariah sebagai proteksi untuk keluarga.


Prinsip Asuransi Syariah 

Asuransi dengan prinsip Syariah adalah usaha saling tolong-menolong dan melindungi antara para peserta melalui pembentukan dana yang disebut dana Tabarru' yang dikelola sesuai prinsip syariah untuk menghadapi risiko tertentu. Dana ini bermanfaat untuk meringankan beban peserta yang sedang mengalami musibah. 


Prinsip syariah ini dapat saya deskripsikan seperti perencanaan tour atau traveling. Dalam perjalanan liburan kita tinggal pilih mau bepergian sendiri atau bareng teman-teman. Tapi sebelumnya kita harus tau risiko bepergian sendiri dengan pergi bersama teman. Disaat kita memilih tour bareng teman-teman berarti kita harus mempercayakan menyerahkan rencana perjalanan kepada seorang tour leader. Kalau pergi bareng-bareng itu enaknya kita memiliki itinerary yang jelas rute perjalanannya dan biayanya juga transparan. Setiap peserta membayar biaya traveling dalam nilai dan jumlah yang sama. Nah, yang namanya perjalanan kita nggak bakal tau perjalanan akan lancar sesuai rencana atau ada hambatan, misal bus mogok. Kalau pergi bareng masih mending kita bisa tolong-menolong bahu-membahu mendorong dan memperbaiki bus karena tujuannya sama-sama ingin sampai pada destinasi yang diinginkan. 


Seperti ituah gambaran prinsip syariah. Saling tolong-menolong, transparan, dan adil. Mengikuti asuransi syariah sama seperti masuk ke komunitas tolong-menolong, dimana komunitas ini adalah universal alias lintas agama.


Beda Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Asuransi Syariah berbeda dengan asuransi konvensional. Mungkin teman-teman masih bingung dengan perbedaan asuransi ini. Baiklah saya akan jelaskan perbedaan asuransi syariah dan konvensional. 


Kontrak

Asuransi Syariah: kontrak utama adalah kontrak Tabarru' yaitu sekumpulan orang setuju menghibahkan uang untuk saling bantu dalam menanggung risiko. 

Asuransi Konvensional: kontrak jual beli, dimana tertanggung membayar sejumlah uang kepada penanggung untuk memberi pengganti kepada tertanggung karena suatu kerugian akibat risiko yang dijamin. 


Kepemilikan Dana

Asuransi Syariah: dana yang terkumpul berdasarkan kontrak Tabarru' menjadi milik kolektif peserta. Perusahaan asuransi dikuasakan mengelola dana tersebut dan pengelola berhak mendapatkan upah atau ujrah. 

Asuransi Konvensional: dana yang terkumpul dari premi setiap tertanggung menjadi milik perusahaan. 


Surplus Underwriting

Asuransi Syariah: keseluruhan Surplus Underwriting menjadi hak kolektif peserta dan boleh diperlakukan berdasarkan ketentuan yang disepakati dalam kontrak dengan mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional. 

Asuransi Konvensional: keseluruhan Surplus Underwriting menjadi hak perusahaan. 


Pengelolaan Investasi

Asuransi Syariah: bebas melakukan investasi yang tidak bertentangan dengan Syariah Islam. 

Asuransi Konvensional: bebas melakukan investasi selama dalam batas-batas ketentuan perundang-undangan investasi Indonesia. 


Pengawasan Asuransi

Asuransi Syariah: memerlukan pengawasan OJK dan Dewan Pengawas Syariah untuk memastikan operasional perusahaan dijalankan sesuai prinsip Syariah. 

Asuransi Konvensional: diawasi oleh OJK, tidak memerlukan pengawasan Dewan Pengawas Syariah. 


Dari paparan diatas jelas sekali perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional. Teman-teman yang sudah berkomitmen memilih jalan hidup Sharia Way asuransi syariah bisa jadi pilihan. Salah satu asuransi syariah yang bisa kalian pilih adalah Asuransi Salam Anugerah Keluarga dari Sun Life Indonesia. 


Asuransi Salam Anugerah Keluarga dan Manfaatnya

Proteksi diri dan keluarga harus jadi prioritas. Karena keluarga adalah sumber kebahagiaan bagi saya. Masa depan keluarga adalah yang utama, untuk itu proteksi yang tepat juga harus jadi pertimbangan. 


By the way sewaktu fitur wakaf tersedia pada produk Asuransi Syariah banyak yang happy termasuk saya. Karena dengan hadirnya fitur tersebut pada Asuransi Syariah siapa saja punya kesempatan untuk berwakaf. Nah, Asuransi Sun Life Indonesia yang sudah menghadirkan beberapa produk Asuransi Syariah dan selalu berkomitmen mendukung warga Indonesia melindungi keluarga secara syariah, saat  menghadirkan Asuransi Salam Anugerah Keluarga dimana satu manfaat dari asuransi ini adalah kita punya kesempatan berwakaf juga. Oke, saya jelasin dulu ya apa itu Asuransi Salam Anugerah Keluarga.


Asuransi Salam Anugerah Keluarga hadir sebagai solusi perencanaan keluarga secara menyeluruh. Hadir dengan santunan asuransi untuk pasangan suami istri dan 2 orang anak, Asuransi Salam Anugerah Keluarga siap menjawab kebutuhan keluarga di masa kini. Lebih jelasnya akan saya paparkan keunggulan dari asuransi ini.


Keunggulan Asuransi Salam Anugerah Keluarga:

  1. Satu polis asuransi dasar memberikan perlindungan asuransi untuk 4 peserta sekaligus; suami, istri, 2 orang anak
  2. Kontribusi yang terjangkau dengan perlindungan yang menyeluruh
  3. Dilengkapi asuransi tambahan kesehatan kelas dunia Sun Medical Platinum Syariah dengan manfaat limit booster hingga Rp40 miliar masing-masing untuk seluruh anggota keluarga hingga maksimal 6 Peserta
  4. Terdapat 7 asuransi tambahan lainnya yang dapat dipilih untuk memaksimalkan perlindungan
  5. Kesempatan untuk bersedekah jariyah dengan berwakaf




Manfaat dan Fitur Produk

• Manfaat Meninggal Dunia

• 100% Santunan Asuransi akan dibayarkan kepada Penerima Manfaat apabila Peserta Kedua 

meninggal dunia di dalam Masa Asuransi. 

• Santunan Asuransi sebesar Rp10 juta untuk setiap Peserta Anak (maksimal 2 Peserta Anak) yang meninggal dunia di dalam Masa Asuransi. 


2. Manfaat Investasi akan dibayarkan apabila: 

• Peserta Pertama dan Peserta Kedua telah Meninggal Dunia dan Polis berakhir. 

• Peserta Pertama dan Peserta Kedua masih hidup hingga tanggal berakhirnya Polis. 


3. Manfaat Asuransi Tambahan: 

• Asuransi Kecelakaan* 

• Asuransi Kematian akibat Kecelakaan* 

• Santunan Rawat Inap dan Pembedahan 

• Penyakit Kritis* 

• Sun Medical Platinum Syariah 

• Manfaat Pembebasan Kontribusi akibat Pemegang Polis 

Sakit Kritis/Cacat Total Tetap/Meninggal Dunia*

* Manfaat Asuransi Tambahan yang hanya dapat diperoleh peserta pertama 



4. Fitur Wakaf : 

• Wakaf Berkala: Dibayarkan bersamaan dengan pembayaran KAB sebesar maksimal 30% dari KAB. 

• Wakaf Manfaat Asuransi: Maksimal sebesar 45% dari Santunan Kematian pada saat Peserta Meninggal Dunia. 

• Wakaf Manfaat Investasi: Maksimal 30% dari Nilai Dana Investasi yang terbentuk dan dapat dibayarkan pada saat: 

1. Pemegang Polis melakukan penarikan dana sebagian; atau 

2. Peserta Pertama dan Peserta Kedua telah Meninggal Dunia


Ada 3 Jenis Kontribusi yang dapat Peserta bayarkan pada produk ini, yaitu:

• Kontribusi Asuransi Berkala (KAB) yang dibayarkan sesuai pilihan dengan Frekuensi Pembayaran

Kontribusi yang di pilih. Minimal sebesar Rp9.000.000,00 per tahun.

• Kontribusi Top Up Berkala yang dibayarkan bersamaan dengan Kontribusi Asuransi Berkala.

• Kontribusi Top Up Tunggal yang dapat dibayarkan sewaktu–waktu sesuai keinginan Peserta.

Minimal sebesar Rp1.500.000,00 per Top Up.

Kontribusi yang dibayarkan sudah termasuk komisi dan biaya pemasaran lainnya


Komplit banget keunggulan dan manfaat Asuransi Salam Anugerah Keluarga. Hanya dengan satu polis sudah bisa melindungi satu keluarga sekaligus bahkan sudah beramal jariyah karena ikutan wakaf, berkah keluarga berkah juga buat penerima manfaat wakaf. Asuransi ini cocok banget nih buat kalian yang ingin memproteksi keluarga dengan menerapkan Sharia Way.


Untuk informasi lebih lengkap kunjungi:

Website: www.sunlife.co.id

Instagram: @sunlife_id

Facebook: Sun Life Indonesia





Share
Tweet
Pin
Share
22 Comments


Berdasarkan data Charities Aid Foundation (CAF) World Giving 2016 Indonesia termasuk dalam tujuh negara yang paling dermawan di dunia. Bangga banget ya kan, bangsa kita masih memiliki empati yang tinggi. Fakta ini bisa kita lihat juga bagaimana orang Indonesia bergerak cepat kalau lagi ada penggalangan dana. Konsep berbagi dan memberi ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk kita. Berbagi kepada sesama juga diajarkan dalam agama manapun, karena ini merupakan ibadah seperti sedekah dan wakaf.

Bicara wakaf saya langsung ingatnya tanah dan bangunan. Yups, karena beberapa kali pernah baca surat tanahnya kakek saya yang berisi tanah keluarga yang kami punya sudah di wakafkan jadi nggak boleh dijual, begitu juga dengan bangunan. Jadi lebih sering dengar istilah wakaf hanya untuk tanah dan bangunan. Ternyata wakaf nggak melulu berupa tanah dan bangunan.

Dalam mendukung meningkatkan kesejahteraan masyarakat wakaf memiliki potensi yang luar biasa dan bisa memberikan dampak yang signifikan. Badan Wakaf Indonesia memprediksi bahwa potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp 180 triliun. Tetapi kenyataannya tahun 2017 dana wakaf baru terhimpun sebesar Rp 400 miliar. Ini terjadi karena pemahaman masyarakat kita terhadap wakaf masih kurang. Masyarakat kita belum terlalu mengerti mengenai fungsi wakaf dan pemanfaatannya untuk kebaikan bersama. 

Elin Waty
Masyarakat selama ini cuma tahu kalau yang namanya wakaf bentuknya wakaf tidak bergerak seperti tanah atau bangunan. Padahal wakaf bentuknya bisa berupa benda bergerak seperti uang. Karena itu Sun Life Financial Indonesia meluncurkan produk Asuransi Brilliance Hasanah Maxima dan pada tanggal 6 Agustus 2018 lalu di Pinang Bistro Kebon Sirih, Jakarta Sun Life melakukan penandatanganan kerjasama strategis penyaluran dana wakaf Asuransi Brilliance Hasanah Maxima dengan Dompet Dhuafa. 

Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life mengatakan Sun Life Financial Indonesia sebagai perusahaan asuransi jiwa yakin bahwa komitmen perusahaan ini terhadap industri asuransi syariah sudah terlihat jelas dan tidak hanya dilakukan dalam jangka waktu satu atau dua tahun saja tetapi sudah dilakukan secara konsisten bertahun-tahun. Sun Life berkomitmen memfasilitasi masyarakat melaksanan ibadah wakaf sekaligus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita akan proteksi dan investasi yang lebih baik. 

Sun Life melakukan pengembangan fasilitas pada produk Asuransi Brilliance Hasanah Maxima dengan tujuan memfasilitasi masyarakat dalam melaksanakan ibadah wakaf dengan pasti, kini dan nanti. Dan dalam hal ini Sun Life ingin agar masyarakat Indonesia tidak lagi menunda ibadah wakaf dan merencanakan perencanaan keuangan sekaligus karena sesuai campaign Sun Life #LebihBaik Sekarang. MUI juga sudah mengeluarkan fatwa bahwa manfaat investasi dan manfaat asuransi pada asuransi jiwa syariah sudah diperbolehkan termasuk fitur wakaf pada asuransi syariah.

Prof. Dr. H. Fathurrahman Djamil
Untuk memastikan bahwa tenaga pemasar Sun Life tidak hanya mengerti wakaf, seluruh tenaga pemasar dengan sertifikat dibekali dengan sertifikat resmi yang dikeluarkan bekerjasama dengan DSN Institute dan Badan Wakaf Indonesia. Tujuannya agar para tenaga pemasar tidak hanya sebagai financial advisor tapi juga disebut sebagai wakaf advisor yang secara aktif membantu mengedukasi masyarakat terkait jenis-jenis wakaf, peruntukannya dan terkait wakaf sebagai solusi permasalahan sosial. Jadi seluruh agen atau tenaga pemasar mendapatkan sertifikasi menjadi wakaf advisor.

Dalam pengelolaan wakaf ini Sun Life bermitra dengan 174 lembaga pengelola aset wakaf terpercaya yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia salah satunya Dompet Dhufa. Saat ini Sun Life bersama Dompet Dhuafa menyalurkan dana wakaf yang terkumpul untuk membangun fasilitas Rumah Sakit Dhuafa AK Medika Sribhawono di Lampung Timur. Lampung dipilih karena  ketersediaan fasilitas kesehatannya kurang tercukupi, ini berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI. Karena itu Sun Life mendukung upaya peningkatasan kualitas masyarakat melalui pengelolaan aset wakaf yang tepat guna dan semoga ini menjadi gerbang kebaikan dan keberkahan. 

Jadi dengan membeli produk asuransi syariah yang ada fitur wakafnya tidak hanya ikut berwakaf tapi juga mendapatkan investasi dan proteksi baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga. Prof. Dr. H. Fathurrahman Djamil, MA, Ketua Dewan Pengawas Syariah Sun Life Financial Syariah mengatakan ada tiga jenis wakaf yakni wakaf asuransi, wakaf investasi, dan wakaf bertahap. Kalau ingin berwakaf nggak perlu menunggu punya tanah atau punya bangunan, dengan ikut asuransi syariah dengan fitur wakaf berarti kita sudah bisa berwakaf.

Norman Nugraha
Norman Nugraha, Chief Agency Officer Syariah mengatakan fatwa yang keluar dari DSN-MUI yang memperbolehkan fitur wakaf bagi pemegang polis syariah berlaku untuk semua perusahaan asuransi, tapi inisiatornya adalah Sun Life Financial Indonesia. Melalui manfaat yang berlaku untuk semua produk asuransi syariah peserta asuransi dapat mewakafkan manfaat asuransinya hingga 45% dari santunan asuransi dan 30% dari manfaat investasi dari polisnya. Batasan maksimal ini ada karena fatwa dari DSN-MUI, dimana manfaat investasi harus tetap dapat dinikmati oleh ahli waris. 

Asuransi Brilliance Hasanah Maxima memiliki tagline sekaligus keunggulan pasti, kini dan nanti. Pasti, karena tanpa potongan dimana 100% dana wakaf akan langsung disalurkan dengan dukungan pengelola aset wakaf (nazhir) yang terpercaya. Kini, dapat dilakukan sedini mungkin karena dana wakaf yang langsung disalurkan sejak kontribusi pertama diterima oleh Sun Life. Nanti, mebantu melaksanakan wasiat berwakaf atas manfaat asuransi dan investasi ketika nasabah meninggal dunia.

penandatanganan kerjasama antara Sun Life dan Dompet Dhuafa


Harapan Sun Life Financial Indonesia produk Asuransi Brilliance Hasanah Maxima bisa mengakomodir kebutuhan keluarga Indonesia untuk jaminan keuangan di masa depan, dan tentunya bisa sekaligus beribadah dari sisi sedekah jariyahnya. Amiin. Untuk mendapat informasi lebih lengkap mengenai manfaat Asuransi Brilliance Maxima Hasanah bisa kunjungi www.sunlife.co.id.






Share
Tweet
Pin
Share
24 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (8)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ▼  August 2026 (2)
      • Sampah Bernilai Ekonomi: Cara Bank Sampah Induk Be...
      • Cara Membangun Personal Presence yang Membuat Oran...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates