Pages

  • Home

travel beauty


Ramadan tinggal hitungan hari. Momen Ramadan adalah momen spesial bagi umat Islam. Bagi saya Ramadan yang hanya dipertemukan setiap setahun sekali ini benar-benar momen yang sangat dinanti selain lebaran. Ramadan tahun ini merupakan Ramadan Ekstra, karena saya harus esktra kerja keras untuk menabung buat mudik lebaran dan harus ekstra hemat juga disaat Ramadan, nggak cumat hemat dalam hal kebutuhan untuk berbuka dan sahur di bulan Ramadan saja tapi saya juga harus punya tenaga ekstra untuk mempersiapkan itu semua biar menjadi Ramadan yang serba esktra.

Seperti Ramadan di tahun-tahun sebelumnya biasanya saya benar-benar mempersiapkan kebutuhan Ramadan dengan ekstra menyetok makanan. Karena setiap hari di bulan Ramadan beda banget dengan hari-hari biasa. Saya harus memasak esktra, menjelang berbuka dan menjelang sahur. Makanan di bulan Ramadan pun jadi ekstra lebih banyak. Jadi harus benar-benar cukup persediaan bahan makanan selama sebulan. Tapi kendala saya saat ini saya nggak punya waktu banyak untuk belanja offline baik itu ke pasar ataupun supermarket untuk keliling mencari persediaan selama Ramadan. Saya dan suami lebih memilih belanja online di Tokopedia. 


Di Tokopedia banyak pilihan toko online untuk saya memilih bahan makanan dan barang-barang buat dibeli. Seru kan, jadi kayak lagi di pasar bisa milih-milih barang atau bahan makanan mana yang lebih murah. Bedanya kalau belanja online saya nggak repot-repot keluar masuk toko yang satu ke toko yang lain, bikin lelah hihi. Yang penting jangan sampai lebih mahal juga sih, harus tetap hemat karena lebaran juga sudah di depan mata.  

Baca juga: Persiapan Mudik Lebaran


Mau hemat membeli kebutuhan Ramadan Ekstra di Tokopedia? Coba deh tips berikut ini:

Bandingkan Harga Setiap Toko Online di Tokopedia

Tokopedia punya banyak toko online berkualitas, jadi sangat memungkinkan kita untuk membandingkan harga berbagai produk kebutuhan dengan lebih mudah. Cukup cari produk yang dibutuhkan, ribuan produk dengan berbagai harga siap untuk dibeli. Untuk menghemat pengeluaran belanja online saat Ramadan, cukup pilih produk dengan harga tepat dan spesifikasi yang pas.

Pilih Produk Berkualitas dari Kreator Lokal

Membuat Ramadan menjadi Ramadan Ekstra nggak harus selalu pakai barang branded dengan harga selangit. Tokopedia, e-commerce dengan produk super lengkap punya banyak koleksi  berbagai produk hasil kreasi kreator lokal maupun brand terkenal dunia. Bagaimanapun harus tetap hemat mengatur pengeluaran belanja di bulan Ramadan dengan memilih produk kreasi dari kreator lokal yang hadir dengan kualitas bersaing namun dengan harga yang lebih miring.

Cari Toko Online Terdekat

Saat belanja online, yang nggak boleh dilupakan adalah ongkos kirim alias ongkir. Nah, supaya ongkos kirim nggak terlalu membludak sebaiknya pilihlah toko online yang lokasinya paling dekat dengan lokasi kita untuk mengurangi ongkir berlebihan. Di Tokopedia, kita bisa mengetahui lokasi toko online secara detail sehingga kita dapat memilih toko online dengan lokasi terdekat. 

Pilih Cara Pembayaran yang Tepat

Kemudahan berbelanja online di Tokopedia salah satunya pilihan cara pembayaran. Banyak pilihan metode pembayaran dapat kita gunakan mulai dari Saldo Tokopedia, transfer bank, kartu kredit, cicilan, hingga pembayaran melalui minimarket. Memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan tentu dapat menghemat pengeluaran saat berbelanja online.

Pilih Metode Pengiriman Paling Efisien

Dalam hal pengiriman barang Tokopedia memberikan beberapa alternatif pengiriman, mulai dari pengiriman secara konvensional hingga kurir instan melalui jasa transportasi online. Dalam memilih metode pengiriman ini, kita dapat membandingkan biaya ongkos kirim terbaik diantara metode pengiriman yang ada untuk menghemat belanja online kita.

Manfaatkan Promo dan Diskon 

Promo atau diskon memang paling dicari-cari. Karena memberikan pengaruh yang signifikan untuk menghemat pengeluaran kita dalam berbelanja online. Di bulan Ramadan kali ini, Tokopedia memberikan kesempatan baru bagi pembeli dalam menikmati bulan Ramadan. Dengan rangkaian promo sepanjang bulan Ramadan yang bisa kita gunakan untuk buat Ramadan kali ini makin Ekstra.

Baca juga: One Stop Shopping di Kampoeng Brasco


Kejutan Ekstra dari Tokopedia

Mau kejutan ekstra dari Tokopedia? Nah, tanggal 25 Mei nanti bakal ada kejutan makin ekstra lagi. Masih ada surprise dari Tokopedia yang bakalan membuat Ramadan Ekstra menjadi lebih Ekstra! Pastinya persis banget dengan festival belanja online Black Friday. Kejutan seperti apa yang bakal buat pengalaman belanja online di bulan Ramadan Ekstra ini jadi lebih special? Nantinya di tanggal 25 Mei bakal ada flash sale, Ketupat Ekstra, Ekstra Gebyar produk digital dan produk eksklusif Ramadan lainnya. Yuk ah jangan sampai kelewatan, ditandai kalendernya kalau perlu bikin alarm biar tanggal 25 Mei bisa menikmati Ramadan Ekstra.













Share
Tweet
Pin
Share
16 Comments

Teknologi itu ibarat pisau bermata dua di satu sisi digunakan untuk hal yang positif di sisi lain bisa digunakan untuk hal yang negatif. Semenjak internet muncul diiringi dengan bertebarannya harga smartphone murah yang mempermudah mengakses internet orang-orang semakin mudah memanfaatkannya. Apalagi ramainya sosial media. Yang semulanya jadi wadah silaturahmi karena lama tak bersua dengan keluarga dan teman yang kemudian dilertemukan kembali berkat internet sampai dijadikan wadah membuat status dan share informasi. Sayangnya lama kelamaan kemudahan mengakses internet dimanfaatkan oleh orang-orang maupun kelompok tertentu untuk menyebarkan berita Hoax dan menyebarkan kebencian. 

Miris memang kalau lihat banyak broadcast dan link-link yang disebarkan lewat sosial media. Parahnya lagi group-group chatting di WhatsApp yang biasanya untuk saling bertukar kabar sudah dijejali dengan berita hoax dan menebarkan kebencian. Contohnya group chat keluarga. Yang disebar beritanya apa fotonya entah foto peristiwa apa jadi nggak nyambung. Sebenarnya kalau mau pintar dikit mbok ya di cek dulu. Untungnya kalau sama keluarga masih bisa saling mengingatkan, kalau sama teman yang sudah lama nggak ketemu terus diingatkan belum tentu terima. Sekarang ini semua orang merasa dirinya benar dan paling pintar. Kenapa teknologi semakin canggih kitanya justru yang tambah nggak canggih ya cara berfikir dan menyikapi berita hoax. Parahnya lagi kalau ada anggota di group ataupun di sosmed yang langsung main sambar seperti kompor. Padahal beritanya saja belum dibaca, terbukti kalau literasi baca saja kurang.

Pagi ini seru-seruan bareng teman netizen dan blogger di Polda Metro Jaya. Kita bakal ngobrol bareng Kapolda Metro Jaya dalam acara " Coffee Morning Kapolda Metro Jaya Bersama Netizen " Pict by @imawan_ #sebarkanberitabaik @tmcpoldametro
Sebuah kiriman dibagikan oleh Tuty Queen (@tutyqueen) pada 8 Mei 2018 jam 7:05 PDT


Coffee Morning Kapolda Metro Jaya bersama Netizen

Terkait semakin maraknya berita hoax dan berita yang menyebarkan dan menghasut kebencian Polda Metro Jaya mengajak para netizen yang aktif di media sosial untuk aktif juga menyebarkan berita baik. Semakin banyak berita baik yang disebar apalagi itu konten positif dan bermanfaat untuk orang lain semakin banyak pula orang-orang yang membacanya. Di acara Coffee Morning Kapolda Metro Jaya bersama Netizen yang digelar di Gedung Promoter 9 Mei 2018 lalu Kombes Pol Argo Yuwono Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam sambutannya mengatakan saat ini masyarakat sangat mudah terprovokasi dengan berita-berita atau pesan yang mereka terima yang belum tentu jelas kebenarannya. Ini sangat mengkhawatirkan kehidupan bermasyarakat kita, karena mengganggu kenyamana dan ketertiban pastinya.

Harapan Polda Metro Jaya agar netizen bijak bersosial media. Jangan jadikan sosial media sebagai ajang saling sindir, saling membenci, menyebar kebohongan, dan melakukan penipuan. "Mari kita bersama-sama memerangi hoax," ujar Pak Argo Yuwono. Kasihan orang-orang yang tidak tahu apa-apa jadi gampang terpengaruh dan menelan mentah-mentah berita yang tak jelas sumbernya dan tak ada manfaatnya sama sekali. Untuk itu netizen yang aktif menggunakan sosial media bisa memberikan contoh yang baik.

Kombes Pol Argo Yuwono
Acara Coffe Morning hari itu yang seharusnya dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz, namun karena kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob Kapolda digantikan oleh Inspektorat Pengawas Daerah Kombes Pol Komarul Zaman. Dalam pesannya Kapolda Metro Jaya meminta kepada para pengguna sosial media agar berhati-hati dan bijak menanggapi berita yang belum tentu benar atau hoax. Jangan sampai warga netizen ikut-ikutan menyebarkan kembali berita hoax.

Media sosial kini tak lagi dijadikan tempat saling berbagi informasi yang positif, media sosial justru dimanfaatkan sekelompok orang untuk menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian, mrisnya lagi berita-berita itu dikaitkan dengan politik, sara, dan agama. Untuk itu Polda Metro jaya mengajak netizen untuk berkarya dengan konten-konten yang positif, bersama-sama membuat sejuk negeri ini dengan menangkal isu politik dengan karya kreatif.

Kombes Pol Komarul Zaman


#SebarkanBeritaBaik Lewat Citizen Journalism Social Media Competition

Dalam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban di negeri ini, Polri punya peran penting untuk menangkal segala bentuk informasi negatif, karena ini sangat meresahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Nah, untuk menyejukkan konten di sosial media Polda Metro Jaya mengadakan Citizen Journalism Social Media Competition dengan tujuan agar tercipata konten positif berupa karya yang lebih humanis dan kreatif.

Adapun tema yang diusung dalam lomba ini adalah Mari Bersatu Menjaga NKRI dengan hashtag #SebarkanKebaikan. Semua netizen bisa turut serta untuk mengikuti event lomba ini dengan membuat karya terbaik. baik itu blog, vlog, dan sosial media dengan konten yang positif. Hadiah lombanya lumayan banget nih ada sepeda motor, laptop, kamera, dan smartphone. Pemenang juga berkesempatan ikut meliput kegiatan Kapolda patroli udara dengan helikopter.

cara ikutan lomba
Rencananya event lomba ini akan digelar secara rutin oleh Polda Metro Jaya jadi kesempatan untuk dapat hadiah semakin banyak sebagai wujud apresiasi Polda Metro Jaya kepada semua netizen yang membantu kinerja Polri. Periode lomba dimulai tanggal 9 Mei - 22 Juni 2018 dan pemenang akan diumumkan tanggal 1 Juli 2018 bertepatan dengan Hut Bhayangkara. Yuk teman-teman ikutan #SebarkanBeritaBaik. 






Share
Tweet
Pin
Share
No Comments


Stigma bahwa generasi milenial enggan beli properti kian berkembang. Properti bukan prioritasnya para milenial saat ini. Prioritas mereka lebih kepada travelling, menikmati hidup untuk keberhasilan bisnis. Toh sekarang kerja bisa dari mana saja karena era digital makanya mereka bisa kemana-mana nomaden nggak perlu rumah. Jadi sekarang mulai tenar 'co living space' dari pada co working space. 

Apa kira-kira yang menjadi kendala para milenial enggan beli properti? Berdasarkan survei BI 2017 bahwa faktor-faktor yang menjadi penghambat pertumbuhan bisnis properti itu adalah bunga KPR (20,36%), persyaratan uang muka (16,57%), pajak (16,13%), perizinan (14,45%), serta kenaikan harga bahan bangunan (11,68%), di mana lebih dari 76% konsumen masih mengandalkan kredit bank (KPR/KPA) untuk membeli rumah. Ini menyebabkan generasi milenial malas beli properti karena ribet.  

generasi milenial di zamannya :) 
Generasi milenial itu lebih suka pasar properti yang friendly, flexibility payment dan affordable. Jadi produk properti seharusnya bisa dijangkau oleh generasi milenial, juga bank-bank pemberi kredit membuka diri agar bisa di akses generasi milenial. Generasi milenial ini merupakan segmen yang memiliki potensi jangka panjang loh bisa jadi pumya pengaruh untuk industri properti. Satu lagi nih kendala yang membuat orang-orang khususnya gerenasi milenial enggan beli properti karena kendala untk datang ke pameran properti langsung. Soalnya tau sendiri kan, biasanya pameran properti biasanya di kota besar yang lokasi pamerannya harus melewati padatnya lalu lintas, macet, susah dapat parkir, dan susahnya akses transportasi massal. Hari gini kaum milenial mau macet-macetan? Sedangkan beli barang untuk kebutuhan rumah dan dapur saja mereka belanja online dari pada macet-macetan.

Makanya saya penasaran banget sewaktu diundang ke acara blogger gathering PropertyExpo.id Selasa, 8 Mei 2018 lalu di Kay's Coffee Hotel Golden Tulip Passer Baroe. Yang bikin penasaran Propertyexpo.id ini digaung-gaung sebagai pameran properti zaman now. "Wah, inovasi baru nih", saya bilang ke suami sewaktu membaca undangan yang saya terima. Yups, ini adalah langkah inovatif yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch.

semangat nih mau liat-liat properti di PropertyExpo.Id

PropertyExpo.Id Pameran Properti Zaman Now

PropertyExpo.Id adalah pameran properti berbasis online yang idenya berasal dari Ali Tranghanda CEO dari Indonesia Property Watch (IPW). Menurut mas Ali Tranghana PropertyExpo.Id hadir untuk menjawab kondisi ribetnya para milenial untuk datang ke pameran properti secara konvensional. Maka dibuatlah pameran properti online yang pertama dan satu-satunya di Indonesia ini. 

Enaknya pameran properti online ini selain tanpa harus macet-macetan, dan nggak ribet parkir bisa diakses dimana saja dan kapan saja, jadi nggak repot-repot menyiapkan waktu khusus untuk berkungjung ke pameran. Kita juga bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap dari pameran properti online ini karena para marketing proyek selalu ready memberikan informasi dari feature WhatsApp Chatting yang tersedia di PropertyExpo.Id, jadi kapanpun calon konsumen dan marketing bisa saling berinteraksi setiap saat.

Ali Tranghanda
PropertyExpo.Id sudah digelar sejak tanggal 1 Mei kemarin dan akan berakhir tanggal 31 Mei 2018 di www.propertyexpo.id. Ada 43 proyek yang telah bergabung untuk bersama-sama memasarkan produknya dari berbagai wilyah, antara lain: Jakarta, Bogor, Bekasi-Cikarang, Tangerang-Banten, Semarang, Makasar, dan Batam. Tipe dan harga rumah yang dipamerkan pun beragam jadi semakin banyak pilihan yang bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan kita. Puas banget kan ya sambil nyantai bisa pilih-pilih properti yang cocok lokasi dan tipe rumah yang sesuai kantong.

Kabar baiknya kita bisa dapat harga lebih murah kalau beli properti di ProperyExpo.Id. Kok bisa? Nah, selama periode pameran PropertyExpo.Id kita dapat mengklaim voucher atau discount sampai dengan 10 juta rupiah. Lumayan banget jadinya harga nya pasti lebih murah.

www.propertyexpo.id

#HunianZamanNow

Pameran properti online rencananya akan rutin diadakan dan dengan tema yang berbeda-beda. Kali ini temanya adalah #HunianZamanNow. Tema ini sekaligus sebagai campaign agar para milenial melek properti sedini mungkin. Memiliki properti pada prinsipnya lebih cepat lebih baik karena harga properti memiliki tren kenaikan yang konsisten. Malah kenaikan harga properti lebih cepat dibandingkan kenaikan gaji, haha betul nggak?

Jadi kalau alasan generasi milenial sulit mengumpulkan uang untuk uang muka KPR, masalah ini sebenarnya bisa disiasati dengan banyak alternatif cara bayar yang ditawarkan bank-bank yang bekerjasama dengan properti. Malah sekarang ini banyak pilihan cara bayar yang pas. Kalau mas Ali Tranghanda bilang coba deh pinjam mertua buat DP rumah sebelum harga properti terus-menerus naik. 

Iya sih, kalau nggak sekarang kapan lagi karena adik-adik generasi milenial suatu saat akan berkeluarga dan sudah pasti membutuhkan rumah jadi pintar-pintar atur keuangan sejak dini untuk mengurangi pola konsumsi yang nggak terlalu penting, biar cepat menemukan rumah idaman.



Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments

"Apa buku tulis ibu-ibu sewaktu sekolah dulu?". Begitu pertanyaan yang dilontarkan mbak MC sewaktu saya menghadiri talkshow Ayo Menulis Bersama SiDU Selasa, 8 Mei 2018 lalu di  The Icon, Lt. 1, Morrissey Hotel, Menteng, Jakarta Pusat. Sontak semua peserta yang hadir menjawab SiDU termasuk saya. Yups, siapa yang nggak kenal SiDU. Merk buku tulis andalan zaman saya sekolah, bayangkan sudah berapa lama SiDU menemani kegiatan menulis anak Indonesia. Sinar Dunia (SiDU) merupakan merk buku tulis unggulan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas yang diluncurkan sejak tahun 1984. Jadi sudah lebih dari tiga dekade SiDU hadir di Indonesia.

  
Walaupun zaman sudah digital dan teknologi semakin canggih, saya masih suka menulis di atas kertas dibanding mencatat di smartphone atau laptop. Karena dengan menulis di atas kertas selain melatih tangan dan jari motoriknya tetap bekerja dengan baik, menulis di atas kertas juga membuat saya lebih kreatif. Kalau anak zaman now lebih mengagungkan teknologi, beda memang dengan zaman saya dulu. Zaman sekarang menulis pun menggunakan gadget. Minat menulis dengan tangan sudah mulai berkurang. Apa yang membuat minat menulis berkurang?

Prameshwari Sugiri
Prameshwari Sugiri yang biasa dipanggil mbak Imesh selaku Chief of KumparanMOM yang menjadi moderator di acara talkshow Ayo Menulis Bersama SiDU mengatakan kalau akar masalah minat menulis berkurang karena di era globalisasi saat ini pengembangan sumber daya manusia. Kompetensi guru yang rendah juga menyebabkan kompetensi menulis pada anak juga rendah. 

Pakar Edukasi Anak dari Wahana Visi Indonesia, Nurman Siagian, turut menyoroti kompetensi anak Indonesia yang masih berada di belakang negara-negara lainnya. Hasil survei tiga tahunan dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2015 yang dikeluarkan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukkan Indonesia masih menduduki peringkat 60 dari 72 negara. Kompetensi guru berdasar data Kemdikbud 44% padahal score terbaik 70%. Hanya 56% dari 125 guru yang mampu memahami bahan yang diajarkan, bayangkan bagaimana dengan muridnya? Kondisi guru yang kebanyakan memberikan bahan pembelajaran yang copy paste tentu sangat mempengaruhi para murid.

Nurman Siagian
Melly Kiong, praktisi Mindful Parenting (konsep parenting yang menyadarkan orangtua tentang pentingnya komunikasi) mengatakan bahwa tanggung jawab pendidikan juga ada di tangan orang tua. Ibu bekerja pun bisa. Orangtua harus ikut terlibat dalam pendidikan anak. Bu Melly sendiri sudah terbiasa membuat memo kecil. Komunikasi nggak cuma verbal saja tetapi juga non verbal. Anak-anak itu perekam yang sangat baik loh. Makanya saran bu Melly orangtua biasakan menuliskan memo kecil untuk menuliskan pesan atau sesuatu kepada anak sebelum orangtua berangkat kerja. Biasakan juga anak menuliskan jurnal hariannya. Bekali anak dengan buku tulis dan pensil serut bukan pensil matic. Dengan menulis jurnal harian bisa menambah ikatan emosional antara anak dan orangtua.

Kompetensi tidak hanya dari sisi akademik dan kognitif anak saja tapi juga karakternya, karakter itu bisa dibentuk dari kebiasaan menulis. Kemampuan menulis adalah kemampuan dasar. Kemampuan menulis tangan ada korelasi signifikan dengan daya ingat anak. Saat anak menulis sebenarnya anak sedang mengkonstruksi apa yang ada didalam pikirannya. Anak akan mencoba mencoba mencerna informasi yang ingin disampaikan.

Melly Kiong
Fayanna Ailisha Devianny penulis cilik anggota Komunitas Kecil Kecil Punya Karya (KKPK) yang turut hadir di acara talkshow Ayo Menulis Bersama SiDU menceritakan bagaimana awal kegemarannya menulis. Fayanna yang masih berusia 13 tahun ini sudah mempublikasikan 42 buku. Amazing! Fayanna mengatakan kalau hobi menulisnya diawali dengan menulis di buku tulis. Berkat hobinya menulis Faynna bisa jalan-jalan gratis ke Korea bahkan orangtuanya pun turut serta. Sejak kecil Fayanna memang sudah sering dibacakan buku cerita oleh orangtuanya, sering diajak ke toko buku juga. Keberhasilannya mempublish buku juga karena support sang ortu.

Menulis dan mengetik berbeda, kalau menulis ada nilai estetika nya kata pak Martin Jimi -Consumer Domestic Business Head SiDU. Menurut Pak Martin latar belakang meningkatkan kebiasaan menulis berangkat dari kepedulian SIDU terhadap anak-anak Indonesia. Dengan menulis si anak akan mengenal dirinya sendiri. Dengan menulis juga kita akan mengenalkan kepada anak bagaimana sejarah kertas. "Manfaat menulis itu banyak," kata pak Martin. Diantaranya bisa meningkatkan kecerdasan, meningkatkan daya ingat, dan meningkatkan kreativitas.

Martin Jimi (tengah) - Fayanna Ailisha Davianny (kanan)
Menulis di atas kertas meningkatkan kompetensi anak. Kompetensi bukan hanya soal pelajaran di sekolah saja tapi juga di luar itu. Berlatarbelakang dari kepedulian SiDU terhadap pentingnya meningkatkan kompetensi anak, SiDU merintis gerakan "Ayo Menulis Bersama SiDU" sejak April 2018 lalu demi menumbuhkan kebiasaan menulis pada anak yang diyakini dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi anak Indonesia dengan melibatkan 20.000 murid dari 100 sekolah dasar di Jabodetabek pada tahap pertama yang akan berlangsung hingga Mei 2018. 

Gerakan ini mencakup pemberian buku latihan menulis untuk anak, serta pendampingan yang melibatkan orang tua dan guru secara intensif, dengan modul yang berlangsung selama 21 hari. Bekerja sama dengan Renny Yaniar, seorang penulis cerita anak kenamaan yang telah menerbitkan lebih dari 130 buku, SiDU menyusun modul buku latihan menulis tersebut berdasarkan studi yang mengungkapkan bahwa kebiasaan baru dapat dibentuk dengan rutin melakukannya selama minimal 21 hari. 


Buku Ayo Menulis Bersama SIDU dilengkapi dengan beberapa pertanyaan dan gambar-gambar yang ada didalamnya lucu-lucu, ini dapat menarik perhatian dan minat anak-anak untuk menulis.  Mulai dari mengenal diri sendiri, mengetahui asal mula kertas, hingga perhelatan Asian Games 2018, di mana APP Sinar Mas sebagai mitra resmi turut mendukung Indonesia sebagai tuan rumah. Beragam topik tersebut diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan yang menstimulus anak untuk mengutarakan pendapat serta idenya melalui tulisan tangan.


Terakhir pak Martin mengatakan kalau kebiasaan menulis di atas kertas tidak akan meningkat tanpa adanya dukungan berbagai pihak. Dengan dukungan berbagai pihak, APP Sinar Mas melalui SiDU berharap program Ayo Menulis Bersama SiDU dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Indonesia, serta menjadi motor munculnya program-program sejenis, agar kebiasaan menulis semakin meluas di Indonesia.



Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments

Hello! Para pecinta olah raga bola pasti sudah nggak sabar menantikan Piala Dunia 2018.  Tahun ini sepertinya tahunnya pesta olah raga, selain Piala Dunia 2018, ada juga Asian Games dan Asian Para Games 2018. Bisa kebayang gimana euforia nya, apalagi  Piala Dunia Russia 2018.  So, catat tanggal nya jangan sampai ketinggalan nonton Piala Dunia 2018 tanggal 14 Juni-15 Juli 2018 yang berlangsung satu bulan penuh.

Saya jadi pengin flashback masa-masa kuliah dulu.  Kos-kosan saya yang khusus perempuan berdekatan dengan kos-kosan cowok, kebetulan memang areanya para anak kos. Nah, kalau Piala Dunia berlangsung satu komplek ramenya nggak ketulungan. Teriak-teriak memberi dukungan kepada tim jagoan padahal yang ditonton juga nggak dengar, haha! Belum lagi anak-anak cowok yang lagi pada nonton bareng di warkop dekat kos-kosan nggak kalah meriahnya. Begitu tim kesayangan menggolkan gawang itu atap warkop kayak mau terbang saking girangnya.

Kalau ingat musim Piala Dunia saya jadi geli sendiri, saya yang bukan penggemar bola jadi ikut-ikutan nonton karena meski kos-kosan cewek teman-teman satu kos banyak juga yang suka bola. Setidaknya jadi taulah tim-tim yang dijagokan dan para pemain yang kece-kece. Saya dan teman-teman satu kos reka begadang dan nonton bareng di kamar teman yang punya tv saat itu. Yang namanya camilan dan kopi jangan ditanya komplitnya udah ngalahin warkop sebelah hihi. Piala Dunia memang seru banget, bikin penggemarnya jadi kompak.


Ngomongin Piala Dunia sudah pasti bakal banyak umbul-umbul, ataupun pernak-pernik sebagai bentuk promosi. Nggak cuma di kota saja tapi di daerah-daerah juga bakal kita temui pernak-pernik Piala Dunia biasanya sih dipakai untuk kebutuhan nonton bareng. Nah, untuk mengirimkan perintilan untuk promosi ini ke daerah JNE dengan semangat tagline Connecting Happiness turut serta untuk menghantarkan kebahagiaan kepada masyarakat yang telah menantikan Piala Dunia 2018. 

Jumat, 4 Mei 2018 JNE mengadakan Press Conference bertempat di Ocha & Bella-Morissey, Menteng, Jakarta. Press conference diadakan terkait peran serta JNE dalam Piala Dunia 2018. M. Feriadi, Presiden Direktur JNE mengatakan Piala Dunia kali ini menjadi momen berharga bagi JNE karena JNE diberikan kesempatan untuk berpartisipasi melalui kerjasama yang terjalin bersama Futbal Momentum Asia (FMA) dan Pesta Bola. Jadi JNE resmi ditunjuk sebagai Partner Logistik Resmi Pesta Bola dan FMA untuk Piala Dunia 2018. Dengan pengalaman lebih dari 27 tahun di bidang jasa kurir dan logistik nasional, JNE siap mensukseskan perhelatan Piala Dunia 2018. JNE akan men-support seluruh kebutuhan distribusi materi promosi Piala Dunia 2018 hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

Teddy Sherringham - M. Feriadi dan Mr. David Khim melakukan penandatangan bola sebagai simbol resminya JNE sebagai partner logistik Pesta Bolda dan FMA untuk Piala Dunia 2018
David Khim, CEO PT. Futbal Momentum Asia yang turut hadir pada press conference mengatakan  turut bangga karena bisa menjalin kerjasama dengan JNE karena Mr. David merasa yakin JNE dan FMA punya visi dan misi yang sama untuk mensukseskan Piala Dunia 2018 sehingga dapat menyebarkan kemeriahan Piala Dunia ke pelosok Nusantara. Oh ya, kata Mr. David jangan bilang nonton bareng tapi pesta bola ya.


Sebenarnya yang bikin press conference kemarin tambah seru karena hadirnya seorang legenda sepak bola dunia Teddy Sherringham. Para fans nya Manchester United pasti pada tahu lah ya dengan mantan pemain sepak bola Inggris ini yang sudah lebih dari 20 tahun berkiprah dalam berbagai liga termasuk Piala Dunia FIFA. Bagi Teddy bola bukan cuma cabang olah raga saja tapi juga sebagai ajang pemersatu para pecintanya dari seluruh dunia. Sewaktu salah seorang awak media menanyakan bagaimana tanggapan Teddy apakah pemain sepak bola Indonesia bisa menjadi peserta Piala Dunia. Teddy menjawab "selama pemain Indonesia merasa qualified kenapa enggak!". Noted.

Teddy Sherringham
Ada kabar baik juga nih oleh-oleh dari press conference kemarin. Saya mau info ke teman-teman member JNE Loyalty Card (JLC) nih. Kalau teman-teman punya kesempatan untuk bisa nonton langsung Final Piala Dunia 2018 dari Moscow langsung melalui program Race to Moscow dimana program ini berlangsung mulai tanggal 7 - 31 Mei 2018. Untuk mengikuti program ini member JLC dapat menukarkan 99 poin yang dimiliki dengan 1 kupon undian. Dan pengundian akan dilakukan tangal 4 Juni 2018 yang nantinya akan diumumkan 4 orang pemenang yang berhak mendapatkan tiket pesawat pergi-pulang dengan tujuan Jakarta-Moscow termasuk akomodasi selama di Moscow juga pengurusan visa. JNE ingin membuktikan komitmennya bahwa benefit dari JLC nggak cuma hadiah barang saja tapi juga pengalaman menarik. Buruan yuk tukerin poin nya.



Baca juga: JNE Bagi-Bagi Hadiah Kepada Pelanggan di JLC Award 2018


Bagi teman-teman yang belum jadi member JLC masih ada waktu kok untuk ikutan program dengan jadi member JLC terlebih dahulu. Caranya mudah dan nggak pakai biaya apapun, dengan kunjungi saja website https://jlc.jne.co.id/ untuk melengkapi persyaratan yang berlaku.








Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
inspirasi fashion untuk tubuh gemuk

Kalau ada yang nanya bagaimana cara saya merayakan momen dalam hidup, jawaban saya adalah; be flexible! Terutama soal fashion. I also make the best what i have. Memiliki ukuran badan yang nggak ideal alias big size sempat membuat saya hopeless memilih gaya berbusana yang cocok. Mengikuti tren fashion yang selalu berubah-ubah tentu timbul keinginan pengin punya, ya nggak sih? Saya yakin semua wanita punya keinginan yang sama seperti saya, selalu up to date dengan tren fashion. 

Saya suka sekali melihat wanita-wanita yang pintar memadupadankan pakaian yang dikenakan. Baik itu memadupadankan atasan dan bawahan, maupun corak pakaian, sneakers yang digunakan yang gayanya terlihat street style banget, sampai tumpukan kalung panjang yang membuat wanita tampak feminin. Belum lagi aksesori unik lainnya yang mencuri perhatian. Tapi kembali lagi ke style masing-masing sih, favoritnya gaya fashion yang seperti apa. Nggak bisa semua gaya harus diikuti kan? Karena belum tentu cocok dengan kita. Umumnya perempuan memang ingin selalu tampil stylish, namun nggak semuanya ngerti bagaimana cara padu padan yang pas.

inspirasi fashion untuk tubuh gemuk

Well, back to reality. Ukuran badan yang bukan kategori ideal membuat saya mencari solusi bagaimana caranya biar lengan, paha, dan bokong nggak kelihatan banget. Karena saya benar-benar nggak  nyaman kalau mengenakan pakaian yang membuat ketiga bagian yang saya sebut tadi terlihat. Pakai pakaian yang terlalu gombrong justru semakin membuat ukuran badan gede. Akhirnya saya memutuskan untuk meng-upgrade penampilan dengan cara merubah model pakaian, yakni mengenakan baju dengan model tunik dan outer. Yups, baju dengan model ini lebih membuat saya nyaman dan pede. Model outer ini nih yang benar-benar baru saya gandrungi, karena saya termasuk orang yang simple nggak mau repot pakai baju berlapis-lapis hihi. Tapi ternyata kece juga.

Dalam pemilihan warna biasanya saya suka memakai warna gelap agar kelihatan agak slim. Warna gelap memang dianggap warna aman buat orang-orang dengan body big size. Ada juga yang menyarankan agar saya pakai baju polos biar nggak kelihatan gendut. Tapi itu dulu, sekarang saya malah berani main warna. Apalagi pekerjaan saya yang sering mengharuskan pakai dress code, saya harus lebih kreatif untuk padu padan biar nggak kelihatan bajunya itu-itu saja. 

beberapa kolekasi outwear di iLotte.com
Pakai outer floral print  pun sekarang saya sudah pede, meski sebenarnya ada rasa khawatir saya pasti kelihatan tambah gendut. Ternyata saya lebih menikmati dan tambah semangat untuk foto-foto outfit of the day untuk mempublish di sosial media apa yang saya pakai hari itu. Happy banget kalau lihat foto-foto saya mengenakan outer warna cerah dengan floral print, ternyata matching juga haha! Untuk merayakan keberanian saya meng-upgrade cara berpakaian saya jadi kemaruk pengin punya koleksi outer dengan beragam corak dan warna. Untungnya sekarang era digital apa-apa bisa dibeli online, jadi gampang belanja online, dan nemu koleksi outwear di iLotte.com, salah satunya cardigan transparan, keren banget.

Melihat koleksi outer yang banyak gini jadi semakin banyak inspirasi untuk memadukan baju, celana juga hijab. Udah kebayang bakalan tambah stylish dengan beragam pilihan outwear, haha lebay! Eh, nggak apa-apa juga sih ini kan cara merayakan momen dalam hidup, karena saya percaya kalau bahagia itu harus kita ciptakan. Pakai outer yang awalnya saya anggap ribet ternyata justru lebih praktis, bisa membuat saya kelihatan casual, profesional, juga lebih rapi. Bisa dipilih sesuai selera mau yang tebal atau yang tipis disesuaikan dengan kondisi cuaca.

inspirasi fashion untuk tubuh gemuk

Ternyata memilih baju untuk orang gemuk nggak sesulit yang dibayangkan. Yang penting pintar memadupadankan, nyaman dan percaya diri. Selain itu saya juga sering membaca beberapa artikel mengenai inspirasi fashion biar selalu up to date dan banyak mendapat insight mengenai dunia fashion. Biasanya sih saya sering baca-baca artikel tentang tips berbusana untuk si tubuh besar dan tips memadu padankan warna juga corak, hingga aksesoris apa saja yang cocok dipakai.

So, buat teman-teman yang bertubuh gemuk seperti saya jangan pernah merasa kehabisan inspirasi ya. Karena fashion bukan cuma untuk mereka bertubuh langsing saja, kita yang bertubuh gemuk pun bisa tampil cantik dan modis. Coba deh lihat Adele penyanyi favorit saya meski bertubuh gemuk tetap cantik dan memesona.


Share
Tweet
Pin
Share
20 Comments
Frances dan Ondel-Ondel Galau
Ondel-Ondel Galau. Ondel-Ondel kok bisa galau ya? Hihi pertama kali baca judul bukunya langsung bikin saya penasaran. Memang Ondel-Ondel kenapa? Toh saya sering lihat Ondel-Ondel, dimana-mana ada apalagi di jalanan hampir setiap hari ada yang ngamen Ondel-Ondel. Ternyata justru karena sering lihat Ondel-Ondel ada di jalanan lah Frances penulis muda ini menuliskan buku Ondel-Ondel Galau.

Frances Caitlin Tirtaguna atau yang biasa akrab dipanggil Frances masih muda banget, usianya masih 15 tahun tapi punya segudang prestasi. Jumat, 27 April lalu saya menghadiri launching buku Ondel-Ondel Galau yang ditulis oleh Frances di Binus School Simprug. Ya, Frances merupakan salah satu siswi kelas 10 di Binus School Simprug. Selain hobi menulis Frances juga pintar memainkan alat musik piano, gemar berbicara didepan umum, Frances benar-benar anak dengan segudang prestasi. Pernah menjadi perwakilan sekolahnya untuk Asia Pacific Leaders Convention 2018, pernah lolos seleksi dari Stanford University USA mengikuti kursus Jurnalis Ekspositori, Lomba debat dari The World Scholar's Cup Tournament of Champion di Yale University, dan masih ada beberapa prestasi lainnya. 

Peluncuran buku Ondel-Ondel Galau penuh dengan hiburan kesenian Betawi seperti Tari Nandak Abang None yang dibawakan oleh Culturific Club Binus School Simprug, Musik Gambang Kromong, Pertunjukan Lenong Bocah dari Sanggar Seni Setu Babakan, dan ada juga jajanan khas Betawi seperti kerak telor, kue pancong, kue pepe, jajanan pasar, dll. Pokoknya serba Betawi, malah saya sempat melihat Roti Buaya hehe. 



Berawal dari Keresahan Melihat Sepasang Ondel-Ondel

Buku Ondel-Ondel Galau ditulis Frances berawal saat Frances melihat sepasang Ondel-Ondel lusuh ngamen di kemacetan Jakarta. Frances jadi tertarik dengan sejarah Ondle-Ondel dan mulai mencari tahu tentang kebudayaan Betawi. Frances pun berinisiatif melakukan riset di Perkampungan Kebudayaan Betawi Setu Babakan.

Di Setu Babakan Frances disambut baik oleh Budayawan Betawi salah satunya Bang Indra Sutisna. Bang Indra pun banyak menjelaskan bagaimana sejarah Ondel-Ondel Betawi.  Saat launching Bang Indra juga memaparkan bahwa dalam budaya Betawi Ondel-Ondel sebenarnya biasa dipakai untuk mengarak anak-anak khitanan. "Ondel-Ondel is a big doll", kata Bang Indra. Jadi Ondel-Ondel bukan patung yang dihiasi dengan kembang kelapa. Ondel-Ondel juga memiliki filosofi sebagai lambang kekuatan yang memiliki kemampuan memelihara ketertiban. 

Setelah banyak mendapat informasi dari Bang Indra juga setelah bertemu dengan ketua Lembaga Kebudayaan Betawi Bang Yahya Andi Saputra, Frances jadi tahu kalau Ondel-Ondel punya peranan penting dan menjadi ikon kota Jakarta.



Review Buku Ondel-Ondel Galau

Buku Ondel-Ondel Galau ditulis dalam bahasa Inggris, Frances berharap bukunya bisa dibaca oleh orang luar agar mereka tahu dan mengenal bagaimana budaya Betawi sekaligus bisa mempromosikan Indonesia khususnya Jakarta. 

Novel Ondel-Ondel Galau yang tebalnya 66 halaman ini menceritakan bagaimana kebudayaan Betawi.  Frances mengulas bagaimana budaya Betawi yang begitu beragam, mulai dari baju adat, lagu adat, mainan tradisional, sampai makanan khas Betawi. Didalam buku ini banyak gambar-gambar makanan dan jajanan khas Betawi yang asli bikin lapar dan ngangenin pengin jajanan kue tradisional, seperti kue putu mayang, kue cantik manis, kerak telor. Nggak cuma itu, Frances juga sekaligus menuliskan bahan-bahan dan cara membuat makanan khas Betawi ini. 


Teman-teman juga diajak kenal sejarah lewat buku Ondel-Ondel Galau ini. Bagaimana awalnya Jakarta dikenal dengan nama Bandar Kelapa dan Sunda Kelapa dan bagaimana pada zaman Belanda Jakarta diberi nama Batavia.

Pada halaman 18 kita akan menemukan wajah Benyamin Sueb yang selama ini kita kenal figurnya Betawi banget. Saya jadi ingat sinetron si Doel hehe. Frances juga menuliskan latar belakang Benyamin Sueb di buku ini, yang mana Bang Ben pernah populer dengan lagu Si Jampang dan Ondel-Ondel.

Saya beneran baru tahu kalau Betawi punya musik tradisional Keroncong Tugu, Jipeng alat musik yang biasa dipakai untuk mengiringi Tanjidor. Duh, baru satu kebudayaan Betawi yang dibahas ya bagaimana dengan sejarah kebudayaan yang lain ya hehe, ini bukti kalau Indonesia beragam banyak suku dan budaya jadi harus banyak-banyak menggali sejarah. Benar kata Bang Indra kalau bukan kite  yang mengenal sejarah dan budaya kite siape lagi.

Buku ini recommended banget untuk dibaca apalagi untuk anak-anak kita generasi penerus bangsa. Oh ya, dalam buku ini Frances juga melampirkan daftar pengrajin, sanggar seni, dan daftar kulinari yang dibina oleh Lembaga Kebudayaan Betawi lengkap dengan alamat dan telepon yang bisa dibubungi. 



Share
Tweet
Pin
Share
3 Comments
Sabun Khusus Area Kewanitaan Aman Digunakan Sehari-hari

Sudahkah kita membersihkan area kewanitaan kita dengan benar? Biasanya pakai sabun apa nih? Nggak pakai sabun badan kan?

Area kewanitaan jangan dianggap sepele ya girls. Ini adalah area paling sensitif bagi wanita yang harus dijaga dan diperhatikan dengan merawatnya menggunakan sabun yang cocok untuk area kewanitaan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Nielsen kepada 1000 wanita di Asia lebih dari 40% wanita masih menggunakan sabun badan untuk membersihkan area kewanitaannya. Padahal penggunaan sabun badan tersebut bisa berdampak kurang baik pada area kewanitaan kita.

Mungkin bagi sebagian orang karena sabun badan sering kita gunakan sehari-hari untuk mandi jadi sekaligus aja bersihin area kewanitaan dengan sabun badan, padahal kulit badan dengan kulit area kewanitaan nggak sama loh. Area kewanitaan kita itu lebih sensitif, harus menggunakan sabun khusus yang pH nya sesuai. Karena ketidakseimbangan pH pada area kewanitaan bisa membuat area kewanitaan kering, bahkan salah membersihkan area kewanitaan dapat menyebabkan infeksi juga, seperti infeksi panggul, infeksi saluran kencing, infertilitas, kerusakan sistem imun tubuh, sampai infeksi menyeluruh (sepsis). Trus sabun apa dong yang cocok dan bisa dipakai sehari-hari?

Tanggal 24 April 2018 lalu bertempat di Glass House The Ritz Carlton Pacific Place Senayan Jakarta, Betadine meluncurkan produk terbaru berupa sabun khusus area kewanitaan yang aman digunakan sehari-hari. Kalau sebelumnya ada sabun khusus berupa antiseptik untuk permasalahan area kewanitaan yang nggak boleh digunakan setiap hari, Betadine brand  yang kita kenal dan sudah terpercaya dalam pencegahan dan infeksi memperkenalkan Betadine Feminine Wash, produk pembersih khusus kewanitaan sehari-hari.

Sabun Khusus Area Kewanitaan
Betadine Feminine Wash dalam bentuk busa, cairan dan tisu

Mundipharma Perusahaan Trademark Betadine Turut Membantu Pemerintah Dalam Menjalankan Germas

Pada saat peluncuran Betadine Feminine Wash, Mada Shinta Dewi - Country Manager Mundipharma Indonesia memaparkan mengenai perusahaan yang merupakan trademark Betadine yakni Mundipharma. Mundipharma sendiri sudah berumur 60 tahun. Banyak orang menyangka Betadine adalah produk dalam negeri, sebenarnya Betadine produk luar tetapi sudah 35 tahun Betadine di produksi di Indonesia. Betadine sendiri sekarang ini sudah berusia 55 tahun dan dipercaya di kalangan kesehatan karena efektivitasnya. Visi dari Mundipharma adalah menjadi pioner layanan kesehatan bagi manusia. Sedangkan misi Mundipharma adalah untuk meringankan penderitaan dan meningkatkan kualitas hidup umat manusia. 

Semenjak tahun 2016 Mundipharma sering memberikan edukasi ke masyarakat untuk membantu pemerintah. Mundipharma di Indonesia nggak cuma fokus pada pemasaran produk saja, tetapi lebih penting lagi kepada aktivitas memberikan edukasi untuk kepentingan kesehatan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dalam menjalankan misinya Mundipharma berperan aktif dan bekerjasama dengan pemerintah, seperti pada Desember lalu Mundipharma menandatangi nota kesepahaman dengan Kementrian Republik Indonesia untuk membantu pemerintah dalam menjalankan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat).

Sabun Untuk Area Kewanitaan
Mada Shinta Dewi
Apa peran Mundipharma dalam memberi edukasi kepada masyarakat terkait area kewanitaan? Bagi sebagian masyarakat kita membicarakan area kewanitan masih menjadi hal yang sensitif atau tabu kan ya. Tetapi di era sekarang ini dimana informasi sudah terbuka pemahaman yang benar mengenai area kewanitaan menjadi penting, terutama bagi ibu-ibu yang punya anak perempuan. Agar kita bicara area kewanitaan bukan hanya menjadi milik orang dewasa atau bagi wanita yang sudah menikah. Padahal saat anak perempuan kita sudah akil baligh itu adalah saat yang tepat untuk membicarakan seputar area kewanitaan. Mulai memahami dan mengetahui bagaimana menjaga kesehatan area kewanitaan.

Khusus untuk peningkatan edukasi terkait kesehatan area kewanitaan Mundipharma sudah menggelar beberapa rangkaian edukasi kepada ibu-ibu PKK diberbagai kota di Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan terutama disaat menstruasi. Pada Mei 2017 lalu Mundipharma Indonesia mendukung Kementrian Kesehatan untuk mencanangkan tanggal 28 Mei diperingati sebagai Menstrual Hygiene Day. Dan 28 Mei merupakan simbol 2805 artinya siklus 28 yang berlangsung selama 5 hari seperti siklus menstruasi.

Harga Betadine Feminine Wash

Dalam mendukung Germas, Mundipharma mendukung Kementrian Kesehatan RI dan Perhimpunan Obstetric Gynekology Indonesia dengan mencetak ribuan buku edukasi tentang kesehatan reproduksi dan area kewanitaan yang akan dibagikan kepada remaja putri SMP dan SMA di Indonesia. Dengan meluncurkan varian baru Betadine Feminine Wash dengan inovasi terbaru dari Betadine bisa menjadi mitra bagi wanita Indonesia dalam menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan. Betadine bisa menjadi referensi sebagai brand yang menjamin mutu dan kualitas.


Area Kewanitaan Perlu Dibersihkan Setiap Hari

Menurut dr. Mery Sulastri, Educator & Trainer Mundipharma Indonesia untuk menjaga kesehatan area kewanitaan maka area tersebut harus dibersihkan setiap hari. Area kewanitaan memiliki tingkat pH alami di angka 3,8 - 4,2. Keseimbangan pH alami ini harus dijaga agar bakteri baik di area kewanitaan tetap mendominasi. Bakteri baik ini berguna untuk mencegah area kewanitaan kita dari berbagai gejala infeksi seperti gatal, bau, dan keputihan berlebih.

Sabun Area Kewanitaan
dr. Mery Sulastri
Salah satu senyawa yang mampu membantu pertumbuhan bakteri baik di area intim kita adalah prebiotik. Prebiotik fungsinya sebagai nutrisi bagi perkembangan bakteri baik di area kewanitaan, jadi bisa tetap menjaga tingkat pH normal di area kewanitaan.

Oleh karena itu dr. Mery menyarankan agar kita memilih pembersih area kewanitaan yang memiliki pH sesuai dengan pH alami area kewanitaan, jangan menggunakan body wash atau sabun badan. Membersihkan area kewanitaan dengan sabun badan justru akan membuat kemeringan pada kulit area kewanitaan kita dan bisa menyebabkan peradangan.

Betadine Feminine Wash Inovasi Terbaru dari Betadine

Kini Betadine berinovasi mengeluarkan Betadine Feminine Wash sebagai pembersih area kewanitaan sehari-hari. Adi Prabowo, Marketing and Innovation Regional Mundipharma (Asia Pacific, Latin America, Africa,Middle East) mengatakan sebelumnya Betadine sudah memiliki Betadine Feminine Hygiene yaitu antiseptik untuk mengatasi kuman disaat ada risiko infeksi seperti pada saat menstruasi. Dengan inovasi terbaru dari Betadine meluncurkan Betadine Feminine Wash menjawab kekhawatiran perempuan dalam membersihkan area kewanitaan sehari-hari. Betadine Feminine Wash memiliki kandungan prebiotik dan formula alami TRI-CARE™ yang membantu pertumbuhan bakteri baik serta menjaga keseimbangan pH alami wanita.

Adi Prabowo
Saya jadi penasaran dengan formula alami yang terkandung didalam Betadine Feminine Wash ini, apalagi ada 4 varian yang dihadirkan. Menurut mas Adi Betadine menyadari kalau karakteristik setiap perempuan berbeda-beda, makanya Betadine mengeluarkan 4 varian yang disesuaikan dengan kebutuhan. 

Empat Varian Betadine Feminine Wash

1. Gentle Protection 

Bermanfaat memberikan perlindungan antioksidan dari bunga Immortelle dan cocok digunakan di hari-hari normal. Bunga Immortelle dikenal sebagai bunga abadi yang memiliki sifat anti mikroba dan anti oksidan alami sehingga memberikan kelembutan dan mengurangi iritasi kulit. 

2. Fresh and Active

Dengan tambahan Lemon Verbena untuk kesegaran lebih lama, cocok digunakan saat berolahraga atau aktivitas yang banyak menimbulkan keringat.

3. Odour Control

Mengandung ekstrak alami Witch Hazel untuk perlindungan lebih dari bau tak sedap, cocok digunakan saat beraktivitas panjang (pagi sampai malam), juga untuk aktivitas yang menimbulkan keringat.

4. Moisturising

Dengan ekstrak Calendula Oil untuk kelembapan optimal pada kulit kering di area kewanitaan yang cocok digunakan untuk kondisi kering di area kewanitaan.

Oh ya, Betadine Feminine Wash tersedia dalam bentuk busa, cairan, dan tisu pembersih kewanitaan. Untuk cara penggunaan Betadine Feminine Wash yang berbentuk busa dan cairan dengan menuangkan produk ke tangan yang lembab kemudian basuh pada area kewanitaan dari depan ke belakang, bilas dengan air bersih dan keringkan. Sedangkan untuk Betadine Feminine Wipes Gentle Protection langsung dapat diusapkan ke area kewanitaan. Kelebihan Betadine Feminine Wipes Gentle Protection ini 100% biodegradable sehingga dapat di flush. 

Harga Betadine Feminine Wash sekitar Rp 45.000 untuk Betadine Feminine Wash Foam 100 ml, Rp 25.000 untuk Betadine Feminine Wash Liquid 50 ml, dan Rp 12.000 untuk Betadine Wipes Gentle Protection isi 10 lembar. Trus belinya dimana? Sekarang Betadine Feminine Wash sudah tersedia minimarket, supermarket, ataupun apotek. Yuk beli Betadine Feminine Wash sesuai kebutuhan dan aktivitas sehari-hari, jadi lebih amankan kalau bisa membersihkan area kewanitaan sehari-hari.




Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Newer Posts
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (9)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ▼  September 2026 (1)
      • Kucing Lahap Makan Belum Tentu Sehat! Ini 7 Tanda ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates